Anda di halaman 1dari 14

ILMU KELAUTAN. Juni 2007. Vol. 12 (2) : 79 - 92

ILMU KELAUTAN. Juni 2007. Vol. 12 (2) : 79 - 92

ISSN 0853 - 7291

 

StudiStudiStudiStudiStudi PolaPolaPolaPolaPola SirkulasiSirkulasiSirkulasiSirkulasiSirkulasi ArusArusArusArusArus LautLautLautLautLaut dididididi PerairanPerairanPerairanPerairanPerairan PantaiPantaiPantaiPantaiPantai ProvinsiProvinsiProvinsiProvinsiProvinsi SumateraSumateraSumateraSumateraSumatera BaratBaratBaratBaratBarat

Denny Nugroho Sugianto* dan Agus ADS

ProgramStudiOseanografi,JurusanIlmuKelautanFPIKUNDIPSemarang Kampus Tembalang, Semarang 50359, Indonesia

Abstrak

Salahsatuaspekoseanografiyangpentinguntukmengetahuihidrodinamikadarisuatuperairanadalahpola pergerakanarus.WilayahpantaiSumateraBaratmemilikitopografiyangunik,terdiridaribanyakpulau,teluk

dantanjungsertaterdapatpertemuan2massaairbesar.Penelitianinidilakukanuntukmendapatkaninformasi

mengenai kondisi arus perairan Sumatera Barat. Metode pengukuran data arus di lapangan menggunakan metodeEularian.Sedangkanmetodedeskriptifdigunakanuntukanalisahasilpenelitiandanmodelmatematis diperlukanuntukmembantuanalisistersebutterutamauntukpolaarussecaraspasial.Penentuanlokasisampling menggunakan metode pertimbangan (Purposive Sampling Method) sebanyak 3 lokasi. Pengambilan data

lapangandibagimenjadi3kondisimusimyaitumusimperalihan(27-30April2004),musimtimur(9-12Juli

2004)danmusimbarat(24-27Nopember2004).Lokasipenelitianberadadiwilayahperairansebelahbarat

ProvinsiSumateraBarat,yangmeliputiperairansekitarPadang,Kab.Padang(Lokasi1),Pariaman,Kab.

PadangPariaman(Lokasi2),danPainan,Kab.PesisirSelatan(Lokasi3).Datasurveylapanganyangdiperoleh

akandigunakansebagaiverifikasihasilmodelmatematisyangdibuat.Berdasarkanhasilpenelitiandiperoleh bahwapolapergerakanarusdiperairanpantaiSumateraBaratdipengaruhiolehpasutsertapolaarusregional diSamuderaHindia.Darihasilpengamatanlapangan,kecepatanarusterbesarterjadipadamusimperalihan,

dengankecepatanmaksimalmencapai0,358–0,397m/dtdenganarahdominanketenggarahinggaselatan.

Pada musim timur kecepatan arus maksimal mencapai 0,22 – 0,24 m/dt dengan arah dominan ke arah tenggara.Sedangkanpadamusimbaratkecepatanarus maksimal0,22–0,29m/dtdenganarahdominanke arahutarahinggaselatan. Katakunci:Oseanografi,Arus,Pasut,Model,SumateraBarat.

Abstract

Oneoftheoceanographyaspectswhichisimportanttounderstandhydrodynamicofwaterisseapattern current.CoastalareaofWestSumatrahasauniquetopography,consistofmanyislands,gulf,cape;andalso acollisionoftwomajorwatermass.ThisstudywasdonetogetinformationofthecoastalcurrentofWest Sumatra.ThemethodusedforcurrentmeasurementwasEularianmethod.Whereasdescriptivemethodis usedtoanalyzetheresultoftheobservationandmathematicalmodelingusedtodescriptivespatialcurrent

pattern.Samplinglocationwasusedtodeterminedisusingpurposivesamplingmethodfor3location.The

measurementofdatawas3timesconditionswhicharerepresentingseasonsofcoastalwaterareaofWest

Sumatra,thosetimesrepresentingtransitionalseason(April27-30,2004),easternseason(July9-12,2004),

andwesternseason(November24-27,2004).ObservationislocatedinwesterncoastalwaterofWestSumatra

province;consistofwateraroundPadang,PadangRegency(Location1);Pariaman,PadangPariamanRegency

(Location2),andPainan,PesisirSelatanRegency(Location3).Thedatacollectedfromthefieldwereverified

datamathematicalmodeling.Basedontheresultofthisstudy,itisknownthatcurrentpatternonthecoastal waterofWestSumatrawasinfluencedbytideandregionalcurrentpatternofIndianOcean.Observationdata shown, the current speed maximum happened in the transitional season between 0.358 – 0,397 m/s with thedominantdirectiontosouth-eastuntilsouth.Intheeastseasonthecurrentspeedmaximumbetween

0,22–0,24m/swiththedominantdirectiontosouth-east.Whereasinthewestseasonthecurrentspeed

maximumbetween0,22–0,29m/swiththedominantdirectiontonorthuntilsouth.

Key words: Oceanography, Current, Tide, Model, West Sumatera.

VariasiTemporaldariPenyebaranSuhudiMuaraSungaiSario(WilhelminaPatty &AdrieTarumingkeng)

*

Corresponding Author

www.ik-ijms.com

c
c

Ilmu Kelautan, UNDIP

Diterima / Received : 10-01-2007

Disetujui / Accepted : 29-01-2007

79

ILMU KELAUTAN. Juni 2007. Vol. 12 (2) : 79 - 92

Pendahuluan

PropinsiSumateraBaratmerupakandaerahpesisir yangcukuppotensialuntukdikembangkanlebihlanjut. Ditinjaudariletakwilayahnya,propinsiiniterletakpada posisiyang cukupmenarik,yaituterletakdiantara beberapapertemuanperairan,sepertiSamuderaHindia darisebelahBaratdanLautAndamandarisebelah

Utara.MenurutSverdrupetal.(1961)arusadalah

gerakan air yang mengakibatkan perpindahan horizontaldanvertikalmassaair.Sehinggahalini dimungkinkan menimbulkan fenomena-fenomena perairanyangtentunyaakan sangatmenarikuntuk dikaji.

Pertemuanmassaperairanmenghasilkanberbagai fenomena oseanografi yang sangat menarik untuk dikaji.Halinidisebabkanolehbanyakfaktoralam. Secara umum, arus laut yang mempengaruhi karakteristikperairandiIndonesiaadalaharuslautyang dibangkitkanolehangindanpasut.Sirkulasiangindi wilayahpesisirSumateraBaratmenggambarkanangin daerah tropis dan sekaligus kondisi musim yang berkembang di Indonesia. Pada musim Barat, di SamuderaHindiasebelahbaratSumateraBaratbertiup angindaribaratketimur,sehinggaaruslautsecara umummengalirdaribaratketimur.Sedangkanpada musimtimuraruslautmengalirsebaliknya.Arus-arus lautdikedalamanlautyanglebihdalamlebihbanyak dipengaruhiolehkeadaanpasangsurutdansifat-sifat fisiklainnya sepertiperbedaantemperatur,salinitas

dantekanan(Illahude,1999).Fluktuasimukalaut(pasut)

merupakan hasil penjalaran dari massa air yang berpengaruhdipesisirpantaiSumateraBaratyaitu

SamuderaHindiadanLautAndaman(Wyrtki,1961).

Penelitianmengenaiaruslautdilakukanuntuk mengetahuipolapergerakanarus.Informasitentang arus tersebut sangat berguna dalam berbagai kepentinganseperti,untukbahanpertimbangandalam pembangunan dermaga pelabuhan, bangunan lepas pantaimaupundekatpantai(drillingrigdanpipa-pipa yangakandipasangdidasarlaut),budidayaperairan danpemilihanlokasiyangpalingmemungkinkanuntuk pembangunanpembangkittenagalistrik.Mengingat wilayah pesisir pantai Sumatera Barat memiliki topografiyangunik,terdiridaribanyaktanjung,teluk dan pulau-pulau, serta belum tersedianya data mengenaikondisiarusdiperairanPantaiSumatera

Baratini,menjadikankajianpadalokasipenelitiandirasa

perluuntukdilakukan.

Salahsatucarauntukmengetahuipolapergerakan arusdalamlingkupstudiyangluasadalahdengan melakukan pengambilan data lapangan dan menggunakan pendekatan model matematik. Model adalahsuatuprototipeataupeniruandarikeadaan alam yang sebenarnya, serta tidak ada model meskipun kompleks yang dapat merepresentasikan suatu kenyataan sesungguhnya. Meskipun mengandung kesalahan, model ini merupakan alternatiflainyanglebihmurahdanmudahdalam memperoleh gambaran sebaran yang terjadi dimasa sekarang maupun prediksinya di masa yang akan datang.

Materi dan Metode

Untukmengetahuipolasirkulasidiaruslautdi perairanpantaiSumeteraBarat,makamateriyang digunakanpadapenelitianinimeliputidatalapangan (dataprimer),datadaripengukuranataupenelitian instansilain(datasekunder)dandatainputuntuk settingdandesainmodel.Dataprimerterdiridaridata pengukuran arus di lapangan. Data sekunder digunakan untuk melengkapi data primer, yang meliputi data pengamatan pasang surut dan peta Lingkungan Laut Nasional (LLN) lembar Sumatera

Baratskala1:500.000dariBakosurtanal,Cibinong,

Bogor.Petainidigunakanuntukprosesdigitasigaris

pantaidanbathimetri.

Metodeyangdigunakanadalahmetodedeskriptif

yangbersifateksploratif(Arikunto,1993).Penentuan

lokasiuntukpengambilandatamenggunakanmetode

samplingpurposive(Nasir,2005).Untukpengukuran

dataarusdilapangandalampenelitianiniadalah metodeEularian (EmeryandThomson,1998).Untuk pemodelan menggunakan metode model matematik.

Pengambilan data arus

Pengukuranarusdilakukandenganmenggunakan

CurrentMeterValeportType106,dimanaalatini

dapatmerekamkecepatandanaraharus.Pengukuran arus dilakukan dengan mengukur arus laut pada 3 lokasidiKotaPadang,Pariaman,danPainanseperti

tersajipadaTabel1danGambar1.Pengukurandi

setiaplokasidilakukanpada3(tiga)kedalamanyaitu

Tabel1. Lokasipengambilandatalapangan.

No Wilayah Perairan

Koordinat Titik Survei Arus

1 Padang-Sumatera Barat

2 Pariaman-Sumatera Barat 0 o 38’13.50"LS 100 o 05’30.70"BT

3 Painan-SumateraBarat

0 o 52’23.2"LS

1 o 21’42.3"LS

100 o 15’22.70"BT

100 o 31’07.40"BT

ILMU KELAUTAN. Juni 2007. Vol. 12 (2) : 79 - 92

kedalaman 0,2d, 0,6d dan 0,8d, dimana d adalah kedalamantotalperairan.Pengamatanarusdilakukan

selama3x24jamberturut-turut,dandalamsetiap

musimyangberbeda,yaitumusimperalihan(27-30

April2004),musimtimur(9-12Juli2004)danmusim

barat(24-27Nopember2004).

Pemodelan matematik

Model matematik yang digunakan adalah penerapan Model SMS 8.1 dengan model 2 dimensi horizontal,dimanafaktorpembangkitnyaadalahpasang surutdanangin.HalInisesuaidenganpermasalahan konfigurasifisikdimanakedalamanaliranjauhlebih kecil daripada dimensi horisontal. Persamaan matematik yang mendasari model 2D disusun berdasarkan integrasi persamaan kontinuitas dan momentumyangdirata-ratakanterhadapkedalaman. Semuanilaivariabelhidrodinamikadiintegralkansearah kedalamanaliran,nilaihasilintegrasimewakili nilai rata-rata sepanjang kedalaman. Persamaan ini

dinyatakansebagai(Kowalik,Z.andMurty,T.S.,1993):

U =

1

h

z

s

z

0

u dz

(1)

Dalam integrasi persamaan kontinuitas dan momentum, dipakai penyederhanaan:

- Nilairata-ratakedalamandianggapcukup representatifuntukmewakilinilai-nilaibesaran yang berubah-ubah sepanjang kedalaman aliran.

- Kecepatan dan percepatan arah vertikal dianggapsangatkecil,sehinggadiabaikan.

- Berlakudistribusitekananhidrostatikdi

seluruhkedalaman,dankemiringandasarke

keduaarahhorizontalkecil.

Dengan penyederhanaan tersebut, persamaan- persamaan kontinuitas dan momentum untuk pemodelan arus 2 DH yang dipergunakan dalam modelmatematisadalahsebagaiberikut(Kowalik,Z.

andMurty,T.S.,1993):

h

t

+

Uh

x

+

Vh

y

= 0

2 1 2 ∂ ( U h + gh ) ∂ Uh ∂ UVh 2
2
1
2
∂ ( U h
+
gh )
∂ Uh
∂ UVh
2
+ =
+
gh ( S
S
)
+
0 x
fx
∂ t
∂ x
∂ y
2
1
2
( V h
+
gh
Vh
∂ UVh
2
+ =
+
gh ( S
S
)
+
0 y
fy
∂ t
∂ x
∂ y

x

(

h

ρ

T

xx

)

x

(

h

ρ

T

xy

)

+

+

h

(

ρ

y

T

yx

)

h

(

ρ

y

T

yy

)

(2)

(3)

(4)

DimanaS ox danS oy adalahkemiringandasararah xdany,S fx danS fy adalahkemiringangarisenergi

arahxdany,sedangT ij adalahtegangangeserrata- ratakedalaman.

Kemiringan garis energi dihitung dengan persamaan Manning atau Chezy.

PersamaanManning,yaitu: 2 2 2 2 2 2 n U U + V n V U
PersamaanManning,yaitu:
2
2
2
2
2
2
n U
U
+
V
n V
U
+
V
=
Sy =
(5)
S fx
h 4 / 3
h 4 / 3
Sedangkan persamaan Chezy, menyatakan:
2
2
2
2
U
U
+
V
V
U
+
V
=
=
(6)
S fx
S fy
C
2 h
C
2 h
2
u
u
+
v 2 )
Koefisiengesekandasardinyatakan:
b
τ =ρ
g
,
x
w
2
C
1/ 6
dimana C =
1 h
, n dan C masing-masing adalah
n

koefisienkekasarandasarmenurutManningdanChezy

(BossSMS,2000).

Persamaan pada perairan terbuka dipecahkan denganmengikutirumus-rumusberikutini(BossSMS,

2000).

Persamaankontinuitas:

h uh

vh

)

+

(

t x

+

(

)

y

= 0

 

(7)

h

T

)

+

(

h

T

)

(8)

ρ

xx

ρ

y

yx

h

T

xy

)

+

(

h

T

yy

)

(9)

(

x

ρ

ρ

y

Persamaan Momentum arah sumbu x:

Uh

t

2 1 2 ∂ ( U h + gh ) 2 +
2
1
2
( U
h
+
gh
)
2
+

x

+

UVh

y

=

gh S

(

0 x

S

fx

)

+

(

x

Persamaan Momentum arah sumbu y:

2 1 2 ∂ ( V h + gh ) ∂ Vh ∂ UVh 2
2
1
2
∂ ( V h
+
gh )
∂ Vh
∂ UVh
2
+
+
=
∂ t
∂ x
∂ y

gh ( S

0 y

S

fy

)

+

dengan:

x

= jarak dalam arah-x (arah aliran longitudinal),m

u

=kecepatanhorisontalaliranarah-x,m/s

y

=jarakdalamarah-y(arahaliranlateral),m

v

=kecepatanhorisontalarah-y,m/s

t

=waktu,detik

g

=percepatangravitasi,m/s 2

h

=kedalamanair,m,

r

=masajenis,kg/m 3

S

ox dan S oy =kemiringandasararahxdany

S

fx danS fy =kemiringangarisenergiarahxdany, sedang

T ij

= tensor tegangan geser rata-rata

ILMU KELAUTAN. Juni 2007. Vol. 12 (2) : 79 - 92

Lokasi Pengukuran Arus 2 Lokasi Pengukuran Arus 1 Lokasi Pengukuran Arus 3
Lokasi Pengukuran Arus 2
Lokasi Pengukuran Arus 1
Lokasi Pengukuran Arus 3

Gambar 1. Peta Lokasi Survey Penelitian

kedalaman.

Hasil dan Pembahasan

Arus musim peralihan

Lokasi pengukuran arus: Padang.

Pengamatan arus untuk musim peralihan pada

tanggal27-30April2004,dengankedalamanperairan

30 meter (d=30m). Untuk kedalaman permukaan (2

meter),kecepatanarusminimaladalah0,032m/sdan

maksimal0,397m/s.Arahterbanyakadalahmenuju

ke tenggara. Untuk kedalaman 0,6d, secara umum

kecepatanaruspadakedalamaniniadalah0,037m/s

hingga 0,358 m/s. Arah terbanyak adalah ke tenggara. Pada kedalaman 0,8d kecepatan arus

terbesaradalah0,397m/spadatanggal30April,pukul

11:00WIB.Arahterbesaradalahketenggarahingga

selatan.Hasilscattermenunjukkanpenyebabarusdi

dominasiolehpasut.

Lokasi pengukuran arus: Pariaman

KedalamanperairandisekitarlokasiPariaman

adalah20meter(d=20m).Dikedalamanperairan2

meter(permukaan),menunjukkandominasiaraharus adalahketenggaradengankecepatanrerataadalah 0,16 m/s. Pada kedalaman 0,6d, menunjukkan arus terbesardenganarahmenujubaratlaut.Secaraumum arah terbanyak adalah menuju ke tenggara. Untuk kedalaman 0,8d, rata-rata arus bergerak menuju tenggara,walaupuntetapadayangbergerakkearah baratlautdanselatanhinggatimurlaut.Arusdengan

kecepatantinggihingga0,39m/s.

Lokasi pengukuran arus: Painan

PadalokasiarusPainankedalamanperairan20

meter (d=20m). Untuk kedalaman permukaan (2m), kecepatan arus adalah 0,19 m/s dengan arah terbanyak ke tenggara hingga baratdaya, dimana

kecepatanarusmaksimalyangterukurmencapai0,29

m/s.Arusinibergerakkearahbaratlauthinggautara. Pada kedalaman 0,6d, kecepatan arus cenderung

lemahdengankecepatanrata-rataarusadalah0,15

m/s,meskipunterdapatarusyangbergerakkearah

baratlautdengankecepatan0,29m/s.Kejadianarus

hampir sama terjadi selama pengukuran pada kedalamandasar.Tidakadaarahyangmendominasi, secaraumumaraharusadalahmenujutenggarahingga baratdaya,meskipunterdapatarusdengankecepatan tinggi yaitu 0,32 m/s, terjadi pada waktu-waktu

tertentu.Rata-rataaruskedalaman0,8dbergerak

dengankecepatan0,12m/s.

Secaraglobal,hasilperhitungandenganmetode eularianmenunjukkanrata-ratapergerakanaruspada

tiap-tiapjam,selama3x24jampengukurandimusim

peralihanmenujukearah195 0 ,160 0 dan153 0 .Arah terbanyak menuju ke tenggara hingga ke selatan, menunjukkan bahwa kemungkinan dipengaruhi oleh faktorangindanpasutyangsecararegionalterjadidi SamuderaHindia.Padamusimperalihan,diwilayah Indonesia angin bergerak tidak menentu. Berbeda dengan musim Barat ataupun Timur, meskipun pengaruh faktor ini kecil daripada pasut, namun dengan kecepatan yang besar, cukup untuk mempengaruhipolaarahpergerakanarusdalamskala yangluas.Haltersebutjugaditunjukkanolehhasil model seperti pada Gambar 2 dan Gambar 3.

Pada musim peralihan angin diatas daratan Sumatera bergerak dari arah Utara menuju ke

Tenggara.Padakedalaman2meter(permukaanlaut),

ILMU KELAUTAN. Juni 2007. Vol. 12 (2) : 79 - 92

komponen arus Utara-Selatan (U-S) lebih banyak mendominasi dari pada Timur-Barat (T-B). Pada kedalaman 0,6d komponen yang mendominasi adalah T-Bdenganarahterbanyakmenujuketimurhingga tenggara.Arusterkecilterjadibiasanyaterjadipada

pagiharipadapukul06:00hinggapukul07:00WIB

dengankecepatanrata-rata0,037m/shingga0,052

m/s.Padatanggal 28 April 2004 terdapat arus bergerak menuju keselatan,halini kemungkinan disebabkanolehfaktorpasut.Kedalamanperairanyang berbeda dapat menjadipenyebabpembelokanarus, dalamartiarusberbelokkekiridibelahanbumiselatan. HalinisesuaidenganapayangdinyatakanolehGross

(1990),bahwaefekcoriolismenyebabkanpembelokan

arah arus ke kanan pada belahan bumi Utara dan SelatanpadabelahanbumiSelatan.Analisadataarus dengan menggunakan scatter plot menunjukkan pasangsurutjugasebagaifaktorpenggerakarusdi perairanSumateraBarat.Secaramerataarahtitikscatter membentukbidangellipspadaarahtenggara-baratlaut. Demikian juga untuk kedalaman 0,6d dan 0,8d, meskipunmasihagakterkonsentrasipadasatuarah yaituketenggara.Kecepatanarusrata-ratapada

kedalaman2meter,0,6ddan0,8dberkisarnilai0,10

m/shingga0,15m/s.

Arus musim timur

Lokasi pengukuran arus: Padang

Pengukuran arus pada musim timur di lokasi Padang dimulai dari tanggal 9-12 Juli 2005.

KedalamanperairandilokasiPadangadalah30meter

(d=30m). Pada kedalaman permukaan (2 meter)

kecepatanarusrata-rataadalah0,14m/s,denganarah

terbanyakadalahmenujubaratlaut-utara.Kecepatan

arusterbesaryaitu0,23m/sdenganarahtimurlaut.

PolapergerakanaruslokasiPadangkedalaman0,6d

secaraumumarusbergerakmenujuarahtimurlaut, namundisaattertentuarusbergerakkearahtenggara.

Kecepatanarusterbesarterjadimencapai0,24m/s

dimanakecepatanrata-ratamencapai0,13m/s.Pada

kedalaman 0,8d, dengan kecepatan dan arah yang

meratadariutarahinggaketenggara.Kecepatan0,22

m/sterjadipadatanggal11Julipukul05:00WIB.

Hasilrata-ratakecepatanaruspadakedalamanini

adalah0,11m/s.

Lokasi pengukuran arus: Pariaman

KecepatanaruspadalokasiPariamankedalaman 2 meter menunjukkan pergerakan arus terbanyak adalahkearahbaratlauthinggakeutara.Rata-rata kecepatan arus adalah 0,10 m/s. Pada awal pengukuran, arah arus menuju ke tenggara hingga

keselatan.Padakedalaman0,6dditunjukkansecara

umumaraharusdidominasimenujukeutarahingga

timurlautdengankecepatanrata-rataadalah0,12m/

s.Untukkedalaman0,8d,rata-rataarusbergerak

menujutenggaradengankecepatanrata-ratahingga

0,18m/s.

Lokasi pengukuran arus: Painan

Kedalaman perairan lokasi Painan adalah 20 meter. Pada kedalaman permukaan dominasi arus bergerakkearahbaratlaut-timurlaut.Kecepatanarus

adalah0,12m/s.Kecepatanarusterbesar,mencapai

0,23m/sdenganarahtimurlaut.Padakedalaman0,8d

memperlihatkanarahpergerakanarusdidominasioleh arahtimurlaut-timur.Kecepatanyangdihasilkanpada

kedalamaninirata-rataadalah0,099m/s.

Prawirowardoyo(1996)menyatakan,padamusim

timur(bulanJuli)anginyangbertiupdiatasSumatera BaratberasaldariSamuderaHindiasebelahbaratdaya benuaAustralia,anginmonsuninibersifatkering, sehingga di propinsi daratan Sumatera umumnya berlangsungmusimkemarau.Polaarusyangterjadi disampingkarenapasutjugadisebabkanolehbentuk topografidaridaerahpantai,densitasyangberbeda danjugadisebabkanadanyagayaeksternal(angin). Fenomenapasangsurutyangterjadidiperairanpantai Sumatera Barat umumnya diatur oleh gelombang pasangsurutyangmasukdarilautlepas,sebabgaya pembangkit pasut hanya mempunyai gradien horisontalyangkecildiakibatkankarenasempitnya wilayahpantai.

Respon perairan pantai terhadap gelombang pasangsurutyangdatangdarilautterbukadapat

diklasifikasikandalam2tiperesponyaitubarotropikdan

baroklinik.Responbarotropikmenganggapbahwatidak terdapatstratifikasidalamperairanpantaidanaliranarus pasutdilapisanpermukaandandilapisanbawahnya adalahsama.Responinidapattersajidalampolaarus dimasing-masinglokasidaerahpenelitianpadamusim timur,dimanatidakterdapatperbedaanmagnitude ataupunarahyangterjadidalambeda tinggi.

Padakedalaman2meterkecepatanarusrata-rata

adalah0,14m/s,denganarahterbanyakadalahmenuju

baratlaut-utara.Padatanggal10Juliarusmemiliki

kecepatan terbesar yaitu 0,23 m/s dengan arah timurlaut.Beberapadatamenghasilkanaraharusyang bergerakketenggarahinggabaratdaya.Polapergerakan

aruslokasiPadangkedalaman0,6dditunjukkansecara

umumarusbergerakmenujuarahtimurlaut,walaupun terdapatbeberapasaatarusbergerakkearahtenggara. Sepertihalnyaditunjukkanolehhasilmodelseperti pada Gambar 4 dan Gambar 5.

Pada lokasi Pariaman, arus bergerak dengan

ILMU KELAUTAN. Juni 2007. Vol. 12 (2) : 79 - 92

Lokasi Pengukuran Arus
Lokasi Pengukuran Arus

Gambar 2. Model Pola Arus Musim Peralihan saat surut menuju pasang

ILMU KELAUTAN. Juni 2007. Vol. 12 (2) : 79 - 92

Lokasi Pengukuran Arus
Lokasi Pengukuran Arus

Gambar 3. Model Pola Arus Musim Peralihan saat pasang menuju surut

ILMU KELAUTAN. Juni 2007. Vol. 12 (2) : 79 - 92

Lokasi Pengukuran Arus
Lokasi Pengukuran Arus

Gambar 4. Model Pola Arus Musim Timur saat surut menuju pasang

ILMU KELAUTAN. Juni 2007. Vol. 12 (2) : 79 - 92

Lokasi Pengukuran Arus
Lokasi Pengukuran Arus

Gambar 5. Model Pola Arus Musim Timur saat pasang menuju surut

ILMU KELAUTAN. Juni 2007. Vol. 12 (2) : 79 - 92

kecepatanrata-ratamencapai0,13m/sdikedalaman

2 meter, arah terbanyak adalah menuju baratlaut

hinggakeutara.PadalokasiPariamankedalaman2

metersaatawalpengukuran,pukul01:00WIBhingga

pukul 08:00 WIB, arah arus menuju ke tenggara

terjadi pada kedalaman 0,6d. Arah arus yang mendominasiadalahkeutarahinggatimurlaut.Secara umumtidakterdapatarusdengankecepatanterbesar padakedalamanini.Kecepatanarusrata-ratapada

adalah ke tenggara dengan kecepatan 0,11 m/s. Kecepatan rata-rata yang berbeda pada setiap kedalamanmenunjukkanbahwaarusbersifatdinamis. PenelitianinipadalokasiPariamandapatmencapai hasilbahwapasutmerupakangayapembangkityang pentingdisuatuperairanpantai,Meskipunwilayah perairanPariamantidakmemilikibanyakpulaudan teluk,tetapiaksidaripasutdapatmenyebabkanarus mengalami perambatan secara horisontal hingga mencapaipesisir.

Kecepatanterbesar0,22m/s.Padakedalaman0,6d

araharusdidominasikeutaradanselatandengan

kecepatanrata-rataadalah0,11m/s.Untukpolaarus

adalah0.12m/s.Padatanggal10Julipukul14:00

adalahbolak-balikdariarahutarahinggaselatan.Rata-

arahtimurlautterjadipadatanggal10Julipukul23:00

m/s. Pergerakan pola ini hampir sama untuk

pergerakanarusdidominasioleharahtimurlaut-timur.

Kecepatanyangdihasilkanpadakedalamaninirata- adanyakecepatanarusyangsignifikanterjadipada

saattertentu.

Pada musim Barat (bulan Nopember-Pebruari) anginyangbertiupdiatasSumateraBaratberasalLaut Cina Selatan dan dari Samudera Hindia sebelah baratdaya,anginmonsuninibersifatbasah,sehingga dipropinsidaratanSumateraumumnyaberlangsung musimpenghujan.Polaarusyangterjadidisamping karenapasutjugadisebabkanolehbentuktopografi daridaerahpantai,densitasyangberbedadanjuga disebabkanadanyagayaeksternal(angin).Besarnya kecepatan angin juga mengakibatkan meningkatnya kecepatanaruspadadaerahpenelitian,halinidapat

dengankecepatanrata-rataadalah0,06m/s.

Arus musim barat

ratakecepatanaruspadakedalamaniniadalah0,11

WIB, arah arus menuju tenggara dan baratdaya.

Kecepatanarusterbesar,mencapai0,23m/sdengan

pada arah tertentu. Secara umum pergerakan arus

padakedalaman0,8dtidakterdapatdominasiarus

KejadianarusyangdidominasioleharahT-Bpada lokasi Painan memberikan penjelasan bahwa arus bergerakkearahBaratlaut-Timurlaut.Kecepatanarus

Pada kedalaman permukaan menunjukkan arus

bergerakdengankecepatanrata-rata0,12m/s,dengan

hinggakeselatan.Padakedalaman0,6dditunjukkan

m/sdenganrata-rata0,05m/s.Polayangsamajuga

baratdilakukanpadakedalaman20meter(d=20m).

Secara umum pergerakan arus pada kedalaman 2 meteryangdidominasioleharahutarahinggaketimur

laut.Kecepatanrata-ratayangdihasilkanadalah0,12

secaraumumaraharusdidominasimenujukeutara hinggatimurlautdengankecepatanrata-rataadalah

0,12m/s.Padajam-jamawalpengukuran,araharus

saattersebutberdasarkanhasilperhitunganadalah0,12

m/s. Umumnya arus bergerak ke arah utara hingga ketimurlaut,danhaliniterlihatpadaseluruhwaktu saatpengukuran.Kecepatanarustertinggimencapai

0,29m/s.

Lokasi pengukuran arus: Painan

arah dominan adalah ke tenggara hingga selatan.

WIB. Pada kedalaman 0,8d memperlihatkan arah

rataadalah0,099m/s.Padapukul18:00WIBhingga

pukul24:00WIB,dominasiarusadalahketenggara

kedalaman0,6d,yangmenjadipembedaadalahtidak

Lokasi pengukuran arus: Padang

PengukuranarusdilokasiPadangdilakukanpada tanggal 24-27 Nopember 2004. Pada kedalaman 2 metermenunjukkandominasiarusadalahkeselatan hingga utara, meskipun ada beberapa data menghasilkan pergerakan ke arah baratdaya.

Kecepatanarusmaksimaladalah0,22m/s,sedangkan

kecepatanrata-ratamencapai0,13m/s.Kecepatan

rata-rata pada kedalaman 0,6d adalah 0,13 m/s dengan arah arus dominan adalah menuju ke baratdaya. Pergerakan arus pada kedalaman 0,8d, gambar menjelaskan arah arus cenderung merata antarautarahinggaselatan,meskipunterdapatarus dengan arah menuju ke baratdaya dengan kecepatan

0,12m/s.

Lokasi pengukuran arus:

Pariaman

PengukuranarusdilokasiPariamanpadamusim

ditunjukkandimanapadakedalaman2meterdominasi

arusadalahkeSelatanhinggaUtara,meskipunada beberapa data menghasilkan pergerakan ke arah baratdaya. Kecepatan arus maksimal 0,22 m/s,

sedangkankecepatanrata-ratamencapai0,13m/s.

Denganmenggunakanscatterplotarusmenunjukkan bahwapasangsurutmerupakansalahsatufaktoryang dominan terhadap pola arus pada musim ini. Pada plotvektorarus,araharusdidominasioleharah tenggarahinggabaratdaya.Kecepatanrata-ratapada kedalaman 0,6d adalah 0,13 m/s. Pergerakan arus menujukkan araharuscenderungmerataantarautara

ILMU KELAUTAN. Juni 2007. Vol. 12 (2) : 79 - 92

Lokasi Pengukuran Arus
Lokasi Pengukuran Arus

Gambar 6. Model Pola Arus Musim Barat saat surut menuju pasang

ILMU KELAUTAN. Juni 2007. Vol. 12 (2) : 79 - 92

Lokasi Pengukuran Arus
Lokasi Pengukuran Arus

Gambar 7. Model Pola Arus Musim Barat saat pasang menuju surut

ILMU KELAUTAN. Juni 2007. Vol. 12 (2) : 79 - 92

Hasil Verifikasi Pasut Perairan Padang Musim Peralihan 0.8 0.6 0.4 0.2 0 -0.2 -0.4 -0.6
Hasil Verifikasi Pasut Perairan Padang
Musim Peralihan
0.8
0.6
0.4
0.2
0
-0.2
-0.4
-0.6
-0.8
Hasil Model
Langkah Waktu (time step)
Data Lapangan
Gambar 8. Hasil Verifikasi Data Hasil Model dengan Data Ramalan Pasut Musim Peralihan
Hasil Verifikasi Pasut Perairan Padang
Musim Timur
1
0.8
0.6
0.4
0.2
0
-0.2
-0.4
-0.6
-0.8
Hasil Model
Langkah Waktu (time step)
Data Lapangan
Ketinggian (m)
Ketinggian (m)
3600,
3600,
93600,
111600,
183600,
219600,
273600,
327600,
363600,
435600,
453600,
543600,
543600,
633600,
651600,
723600,
759600,
813600,
867600,
903600,
975600,
993600,
1.0836e+006,
1.0836e+006,
1.1736e+006,
1.1916e+006,
1.2636e+006,

Gambar 9. Hasil Verifikasi Data Hasil Model dengan Data Ramalan Pasut Musim Timur

Hasil Verifikasi Pasut Perairan Padang Musim Barat 0.8 0.6 0.4 0.2 0 -0.2 -0.4 -0.6
Hasil Verifikasi Pasut Perairan Padang
Musim Barat
0.8
0.6
0.4
0.2
0
-0.2
-0.4
-0.6
Hasil Model
Langkah Waktu (time step)
Data Lapangan
Ketinggian (m)
3600,
111600,
219600,
327600,
435600,
543600,
651600,
759600,
867600,
975600,
1.0836e+006,
1.1916e+006,

Gambar 10. Hasil Verifikasi Data Hasil Model dengan Data Ramalan Pasut Musim Barat

ILMU KELAUTAN. Juni 2007. Vol. 12 (2) : 79 - 92

hinggaselatan,meskipunterdapatarusdenganarah menuju ke baratdaya dengan kecepatan 0,12 m/s. Sepertihalnyaditunjukkanolehhasilmodelseperti pada Gambar 6 dan Gambar 7.

Daripaparanhasilpengamatanarusdalammusim yangberbedamenunjukkandominasiarusyangterjadi didaerahpenelitiansalahsatunyaadalahpengaruh pasutataudisebutaruspasut.Haliniditunjukkan denganpolabentukscatterplotyangsecaraumum berbentukellipsoida.Padakedalamantertentuseperti di lokasi Painan saat musim Barat menunjukkan dominasiarusyangterjadiadalaharusnonpasut.Arus jenisinisangatdipengaruhiolehkeadaankedalaman, densitasdanperbedaansuhudaerahtersebut.Dengan kondisi pesisir Sumatera Barat yang terbuka (berhubungan langsung dengan Samudera Hindia) makaketigafaktortersebutakansangatmempengaruhi dinamika arus di daerah penelitian. Sedangkan dominasiarahyangterjadipadadaerahpenelitian disebabkanoleharusmendapatpengaruhdaribentuk topografipantaiSumateraBaratyangberorientasi Baratlaut-Tenggaradanmenghadaplangsungpada perairanterbuka.Faktor-faktorsepertisalinitas,suhu dan arah angin sangat bergantung pada keadaan musim. Pengaruh musim menyebabkan densitas, salinitas,suhudanarahangin,dimanasistimangin monsun menyebabkan terjadinya musim hujan dan panasyangakhirnyaberdampakterhadapvariasifaktor tersebut.Sehinggaberdasarkanhasilpengamatanpada ketigalokasipengamatan,dapatdikatakanpengaruh musimcukupsignifikanuntukmemberikanperubahan dinamikaperairan,sedangkanpasuthanyasedikit memberikan kontribusi kondisi arus pada dasar perairan.

Untuk mengetahui sejauh mana perbedaan data yangdihasilkandarisuatumodel,makaperludilakukan suatupengujianatauverifikasi.Verifikasidilakukan dengan membandingkan data pasut dari pengamatan lapanganpadaberbagaimusimdenganelevasikeluaran hasil model pada waktu yang sama dengan waktu

pengamatanlapangan.BerdasarkanGambar8-Gambar

10terlihatbahwahasilpengukuranpasutdilapangan

tidakjauhberbedadengandatayangdiperolehdari hasilmodel.Haliniterlihatdarikesamaanfasenyaserta darinilaiRata-rataKesalahanRelatif(MeanRelativeError/ MRE)untuklokasipengamatandiKota Padangbernilai

rata-rataadalah10,5%.

Kesimpulan

Secara umum dapat disimpulkan bahwa pola pergerakanarusdiPerairanpantaiSumateraBarat dipengaruhiolehpasutsertapolaarusregionalsecara langsungdariSamuderaHindia.Perhitunganmetode

eularian menunjukkan arus pada musim peralihan lokasi Padang kedalaman 2 meter, 0,6d, 0,8d

memilikikecepatan0,13m/s,0,15m/sdan0,12m/

s dengan arah 195 0 , 160 0 , 153 0 . Lokasi Pariaman musim peralihan kedalaman 2 m, 0,6d, 0,8d nilai

kecepatannyaadalah0,16m/s;0,12m/s;0,11m/s

dengan arah 193 0 , 178 0 , dan 156 0 . Lokasi Painan

musimperalihan0,17m/s;0,12m/s;dan0,11m/s

dengan arah terbanyak 202 0 , 190 0 dan 153 0 . Sedangkan untuk kecepatan terbesar terjadi pada

lokasiPadangmusimbaratkedalaman2m,0,6ddan

0,8ddengankecepatanbernilai0,29m/s;0,23m/s

dan 0,15 m/s dengan arah terbanyak adalah 110 0 , 150 0 dan 152 0 .

Daftar Pustaka

Arikunto, S., 1993. Prosedur Penelitian : Suatu PendekatanPraktek.RinekaCipta.Jakarta.

Boss SMS, 2000., SMS. Surface Water Modeling System Ver. 8.1., Environmental Modeling ResearchLaboratoryofBrighamYoungUniversity.

EmeryJ.WilliamandThomson,RichardE.,1998.Data

Analysis Methods in Physical Oceanography.,

PergamonPress.634pp.

GrossG.M.,1990.Oceanography;AViewoftheEarth.

PranticeHall.EngelwoodCliffs.NewJersey.150

pp.

Horikawa,K.1988.NearshoreDynamicsandCoastal

Process, Theory, Measurement and Predictive

Models.UniversityofTokyoPress.Japan.522pp.

IlahudeA.G.,1999.PengantarkeOseanologiFisika.

LIPI.240hlm.

Kowalik,Z.,Murty,T.S.,1993. NumericalModeling ofOceanDynamics.WorldScientific.Singapore.

Nasir,M.,2005.MetodePenelitian.PenerbitGhalia

Indonesia.544hal

Prawirowardoyo,S.,1996.Meteorologi.PenerbitITB.

Bandung.

Stewart, R.H., 2002. Intoduction to Physical Oceanography. Departement of Oceanography. TexasA&MUniversity.

Sverdrup,H.U.,Johnson,M.W.andFleming,R.H.,

1961.TheOceans,TheirPhysics,Chemistryand

GeneralBiology.Prentice-Hall,INC.Englewood

Cliffs,N.J.1087pp.

Wyrtki,K.,1961.PhysicalOceanographyoftheSouth

East Asian Waters. Published by the Scripps Institution of Oceanography, University of

California,SanDiego,C.A.195pp.