Anda di halaman 1dari 3

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Delta adalah bentuk lahan yang terbentuk di mulut sungai di mana mengalir sungai yang menjadi samudra, laut atau badan air lainnya. Ukurannya berkisar dari puluhan hingga beberapa ratus kilometer. Karena lokasinya yang strategis untuk kegiatan perdagangan, banyak delta menjadi pusat ekonomi dengan sangat padat populasi. Namun, mereka juga rentan terhadap banjir, dan banjir adalah salah satu ancaman bencana yang paling berbahaya bahaya di daerah delta. Untuk mengurangi dampak banjir, banyak struktur buatan manusia telah dibangun di daerah delta dataran rendah di seluruh dunia. Sebuah bendungan atau penghalang gelombang badai adalah sebuah struktur yang mencegah air dari gelombang badai atau gelombang musim semi pasang dari masuk ke sungai, saluran atau danau di belakang penghalang. Ini biasanya merupakan bagian dari sistem perlindungan banjir yang lebih besar, yang terdiri dari floodwalls, tanggul dan konstruksi lainnya. Di Inggris, penghalang Thames didirikan di mulut Sungai Thames. Di Amerika Serikat, serangkaian hambatan gelombang badai berada di sedang dikembangkan sebagai cara yang mungkin untuk menghadapi risiko meningkatnya badai di New York City. Sebuah perhatian utama terkait dengan penghalang adalah pertanyaan: Berapa penghalang mengurangi risiko banjir? Makalah ini mengambil bendungan Maeslant sebagai contoh dan mengevaluasi pengaruh penghalang gelombang badai pada frekuensi banjir dengan cara mempelajari struktur dari bandungan ini. Bendungan Maeslant pengahalang gelombang dan badai terletak di muara Waterway Baru di Delta Rhine. Sebelumnya, jika banjir, kerusakan genangan di delta akan sangat besar. Sebagai contoh, banjir laut 1953 menyebabkan lebih dari 1.800 korban jiwa, dan lebih dari 150.000 hektar lahan banjir, sekitar 9.000 bangunan dihancurkan dan 38.000 bangunan rusak, 67 pelanggaran terjadi dan ratusan kilometer dari tanggul yang rusak berat. Total kerugian ekonomi diperkirakan mencapai 680.000.000-900.000.000 Euro.

Dilatarbelakangi kejadian itu, pemerintah Belanda memulai pada sebuah strategi perencanaan yang disebut Proyek Delta. Sejak komite pelaksana Proyek Delta pertama tahun 1953, Proyek Delta terus dikerjakan untuk mencapai tingkat keselamatan desain delta. Sampai akhirnya, Bendungan Maeslant sebagai elemen akhir didirikan di mulut Waterway Baru, 5 kilometer ke pedalaman di Hook di Belanda. Sejak itu, aliran Sungai Rhine terputus terpisah Laut Utara dan terciptalah bendungan penghalang air yang memisahkan aliran sungai dari laut. Namun, dalam kegiatan perdagangan, Bendungan Maeslant selalu terbuka untuk memfasilitasi tersambung ke pelabuhan Rotterdam dan hanya ditutup selama badai tinggi gelombang. 1.2. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang yang telah disampaikan diatas, rumusan masalah yang dihadapi dalam Makalah Bendungan Maeslan ini yaitu : 1. Bagaimana Struktur umum bendungan maeslant? 2. Faktor apa saja yang menyebabkan tingginya kekuatan Bendungan Maeslant dalam memecah gelombang pasang? 3. Bagaimana Hukum Fisika tentang tekanan pada konsep pembangunan Bendungan Maeslant? 1.3. TUJUAN PENELITIAN Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari struktur dari bendungan Maeslant sehingga mempelajari bagaimana struktur Bendungan Maeslant dapat menghalangi delta sungai tersebut dari banjir akibat gelombang pasang. Serta, dapat dianalisis konsep fisika apa saja yang terdapat dalam pembuatan bendungan Maeslant 1.4. Metode Penelitian Metode pengerjaan tugas akhir ini adalah metode penelitian yang dilakukan yaitu sebagai berikut: Studi literatur, yaitu dengan mempelajari beberapa referensi yang mampu menunjang untuk melakukan penelitian. Referensi yang digunakan antara lain bersumber dari buku-buku, artikel,

sumber dari internet, serta sumber-sumber lain yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan. 1.5 Sistematika Penulisan BAB 1 PENDAHULUAN Meliputi latar belakang, tujuan penulisan, metode penulisan dan sitematika penulisan. BAB 2 Isi Meliputi landasan teori dan pembahasan BAB 3 PENUTUP Meliputi kesimpulan dan saran