Anda di halaman 1dari 10

Tabel fisiologis masalah umum selama hamil Keluhan fisiologis Trimester I

intervensi

Perubahan payudara, terasaAkibat peningkatan hormonHanya sementara, atasi lembek, geli, dan nyeri somatomamotropin, dengan kompres hangat estrogen, dan peningkatan progesteron rasa letih, lesu, lemah Adanya peningkatan hormon progesteron,Istirahat secukupnya estrogen, dan HCG pada awal kehamilan mual dan muntah Perubahan HCG Makan dalam porsi sedikit tapi sering, minum teh hangat, hindari makanan berbau tajam dan berbumbu hidung tersumbat, kadangHiperemia mukosa mulutIrigasi dengan inhaler, dan mimisan karena peningkatan estrogenhindari trauma Peningkatan estrogen keputihan Sulit dicegah, rawat dengan menjaga kebersihan vulva Trimester II Pigmentasi, jerawat, kulitHormon MSH dari hipofisisSembuh sendiri selama berminyak anterior laktasi dan ifas tahi lalat bertambah Dilatasi arteriole akibatSembuh sendiri selama peningkatan estrogen laktasi telapak tangan merah Hiperestrogen Menghilang seminggu postpartum Gangguan Latihan fisik ringan vasomotor/hormonal perasaan terbakar padaProgesteron memperlambatHindari makanan dada gerak usus mengandung gas dan lemak Latihan fisik ringan, minum sembelit Saluran pencernaan lambatair 6 gelas sehari akibat progesteron meningkat Trimester III Rasa khawatir dan cemas Penyesuaian hormonal Relaksasi sering pingsan

Darah Dan Pembekuan Darah

Volume plasma, meningkat mulai usia kehamilan 10 minggu, mencapai maksimum pada 30-34 minggu sampai dengan persalinan Massa RBC, meningkat mulai usia kehamilan 10 minggu WBCs, meningkat selama kehamilan, persalinan dan kelahiran bayi Platelets meningkat selama kehamilan dalam batas normal Faktor-faktor pembekuan adalah meningkatnya fibrinogen (I, VII, VIII, IX, X), menurunnya faktor XI dan XII, sedangkan protrombin (F II) dan F XII tidak berubah

14. Perubahan Bb Dan Imt Suatu metode untuk mengetahui penambahan BB optimal Untuk rekomendasi penambahan BB IMT BB(Kg)/ (TB(m))2 Kategori BMI, rendah (BMI < 19,8) 12,5 s/d 18, normal (BMI 19,8-26) 11,5 s/d 16, tinggi (BMI > 26-29) 7 s/d 11,5 20 minggu pertama mengalami penambahan BB sekitar 2,5 kg 20 minggu berikutnya terjadi penambahan sekitar 9 kg
Kemungkinan penambahan BB hingga maksimal 12,5 kg adalah :

Berat badan (kg) Janin Plasenta Cairan amnion Peningkatan berat uterus Peningkatan berat payudara Peningkatan volume darah Cairan ekstra seluler Lemak 15. Perubahan Sistem Pernafasan Kehamilan mempengaruhi perubahan system pernafasan pada volume paru-paru dan ventilasi. Perubahan anatomi dan fisiologi system pernapasan selama kehamilan diperlukan 3-4 0,6 0,8 0,9 0,4 1,5 1,4 3,5

untuk memenuhi peningkatan metabolisme dan kebutuhan oksigen bagi tubuh ibu dan janin. Perubahan tersebut terjadi karena pengaruh hormonal dan biokimia. Relaksasi otot dan kartilagi toraks menjadikan bentuk dada berubah. Diafragma menjadi lebih naik sampai 4cm dan diameter melintang dada menjadi 2cm. Perubahan ini menyebabkan perubahan system pernapasan yang tadinya pernapasan perut menjadi pernapasan dada oleh karena itu diperlukan perubahan letak diafragma selama kehamilan. Kapasitas inspirasi meningkat progresif selama kehamilan selain itu tidal volume meningkat sampai 40%. Peningkatan volume tidal ini menyebabkan peningkatan ventilasi pernapasan permenit yaitu jumlah udara yang masuk dalam satu menit. Karena pertukaran udara selama kehamilan meningkat oleh karena itu, ibu hamil dianjurkan untuk nafas dalam daripada nafas cepat. Pada akhir kehamilan, ventilasi pernapasan permenit meningkat 40%. Perubahan ini mengakibatkan resiko hiperventilasi pada ibu. Walaupun hiperventilasi secara normal menyebabkan alkalosis, hal ini tidak diakibatkan adanya peningkatan kompensasi ekskresi bikarbonat di ginjal. Namun hiperventilasi ini disebabkan oleh efek progesterone secara langsung di pusat pernapasan. Ibu hamil mungkin merasa cemas akan terjadinya dyspnoe dan merasa pusing saat napas pendek yang biasanya terjadi ketika duduk di bawah. 16. Perubahan Sistem Persyarafan Fungsi system saraf pusat dan otak sangat kompleks dan mencakup semua aktifitas mulai dari reflex dasar sampai perubahan kemampuan kognitif dan emosional. Kinerjanya sangat dberpengaruh dan dipengaruhi hormone. Perubahan yang terjadi menyangkut ketidaknyamanan tulang dan otot, gangguan tidur, perubahan sensasi, pengalaman terhadap nyeri. Hormon kehamilan mempengaruhi system saraf pusat, namun efek yang ditimbulkan tidak terlalu dimengerti. Banyak wanita hamil mengeluhkan bahwa kemampuan kognitif mereka menurun selama kehamilan dengan kesulitan berkonsentrasi kelemahan menyimpan memori. Holdcroft meyakini bahwa penyusutan otak wanita selama hamil dan kembali normal setelah persalinan disebabkan oleh perubahan dalam sel individu bukan karena penurunan jumlah selnya. Pola tidur berubah selama kehamilan dan periode postpartum. Wanita hamil yang umur kehamilannya sudah mencapai 25 minggu mengalami lebih banyak tidur dalam. Selama trimester pertama waktu tidur bertambah namun sering terjadi bangun di malam hari karena adanya

kelainan atau gangguan seperti nocturia, dyspnoe, heartburn, nasal congestion, muscle aches dan kecemasan. Perubahan pada telinga, hidung dan laring terjadi karena perubahan gerak cairan dan permeabilitas pembuluh darah. Persepsi bau dan rasa erat kaitannya dan penurunan sensitifitas bau mungkin terjadinya perubahan sensasi dan perubahan makanan yang lebih disukai. Perubahan dalam persepsi rasa mungkin disebabkan rasa pusing dan perasaan tidak suka terhadap makanannya, terutama untuk makanan yang rasanya pahit selama kehamilan. Beberapa hal yang dirasakan ibu hamil diantaranya : Pusing dan kunang-kunang Pusing dan perasaan seperti melihat kunang-kunang disebabkan oleh hipotensi supine syndrome (vena cava sindrom). Hal ini terjadi karena ketidakstabilan vasomotor dan hipotensi postural khususnya setelah duduk atau berdiri dengan periode yang lama. Hipotensi postural bisa jadi karena kekurangan volume darah sementara. Meralgia Paresthetica (kesakitan, mati rasa, berkeringat, terasa gatal di daerah paha), bisa disebabkan oleh tekanan uterus pada saraf kutan lateral femoral. Sindrom Karpel Tunel Sindrom ini bisa menimbulkan perasaan terbakar, gatal dan sakit di tangan (biasanya di jempol dan 3 jari pertama) sakitnya bisa sampai ke pergelangan tangan, naik ke lengan bagian bawah, dan kadang-kadang sampai ke pundak, leher dan dada. Sindrom ini menyebabkan luka pada pergelangan tangan sehingga menyebabkan inflamasi dan penyempitan di saraf tengah yang menjalar ke telapak tangan. Kejang kaki mendadak Biasanya terjadi dengan menarik kontraksi otot betis secara berulang. Hal ini terjadi karena ibu sedang istirahat atau bangun tidur. Kejang ini dikarenakan rendahnya serum ion kalsium dan meningkatnya fosfat atau ketidakcukupan intake kalsium. Ketika itu terjadi seharusnya ibu melenturkan atau meluruskan kaki atau berdiri. Ibu tidak dianjurkan untuk memijat kakinya karena mungkin saja rasa sakit itu berasal dari tromboplebitis H. SISTEM KARDIOVASKULAR / SIRKULASI DARAH Sirkulasi darah ibu bagi kehamilan dipengaruhi oleh adanya sirkulasi keplasenta, uterus membesar dengan pembuluh-pembuluh darah yang membesar pula, mammae dan alat lain yang

memang berfungsi berlebihan dalam kehamilan. Volume plasma maternal mulai meningkat pada saat 10 minggu usia kehamilan dan terus menerus meningkat sampai 30-34 minggu sampai ian mencapai titik maksimum. Perubahan rata-rata volum plasma maternal berkisar antara 20-100%. RBC meningkat 18% tanpa suplemen0suplemen zat besi dan terjadi peningkatan yang lebih besar yaitu 30% jika ibu meminum suplemen zat besi. Karena volume plasenta meningkat rata-rata 50% sementara RBC meningkat hanya 18-30% , maka terjadi penurunan hematrokrit selama kehamilan normal sehingga disebut anemia fisiologis, Tekanan darah akan turun selama 24 minggu pertama kehamilan akibat terjadi penurunan dalam pesifer vaskuler resistance yang disebabkan oleh pengaruh peregangan otot halus dan progesteron. Tekanan sistolik akan turun sekitar 5-10 mmHg dan diastolic pada 10-15 mmHg. Selama kehamilan normal cardiac output meningkat sekitar 30-50% dan mencapai level maksimumnya selama trimester pertama,kedua dan ketiga tetap tinggi selama proses persalinan (Kusniyati,yuni,dkk.perawatan ibu hamil (asuhan ibu hamil.2009:Yogyakarta.penerbit fitramaya. Hal 58-59)

I.

INTEGUMENT / KULIT Perubahan keseimbangan hormone dan peregangan mekanis menyebabkan timbulnya beberapa perubahan dalam system integument selama masa kehamilan. Perubahan yang umum terjadi adalah hidratarang , khususnya sesudah kehamilan 20 minggu keatas. Akan tetapi bila dibutuhkan dipakailah lemak ibu untuk mendapatkan kalori dalam pekerjaan sehari-hari. Dalam keadaan biasa wanita cukup hemat dalam pemakaian tenaga. BMR kembali setelah hari kelima atau keenam pasca pertumbuhan . Peningkatan BMR mencerminkan peningkatan kebutuhan oksigen di unit janin, plasenta,uterus serta peningkatan konsumsi oksigen akibat peningkatan kerja jantung ibu. Pada kehamilan tahap awal banyak wanita mengeluh merasa lemah dan letih setelah melakukan akhtivitas ringan. Perasaan ini sebagaian dapat dapat disebabkan oleh peningkatan akhtivitas metabolik. Berat badan dan indeks masa tubuh Pada 2 bulan pertama kenaikan belum terlihat tetapi baru tampak dalam bulan ke tiga Darah dan pembekuan darah Kehamilan menghasilkan perubahan dalam harga-harga normal berbagai hasil pemeriksaan laboratorium. Perubahan ini terjadi karena : Perubahan fungsi endokrin manternal Tumbuhnya plasenta yang juga berfungsi sebagai alat endokrin kebutuhan metabolisme yang meningkat karena pertumbuhan janin. Tabel. Harga normal hasil pemeriksaan laboratorium pada wanita hamil Jenis pemeriksaan Hemoglobin Nilai Turun sampai 10% Mekanisme Hemodilusi karena kenaikan volume darah

1) 2) a) b)

Hematokrit Lekosit KED Kalium Na-Cl BUN Kreatinin Gula darah puasa

Turun sampai 30% Naik s.d 15.000/ mmg3 Naik s.d 40mm / jam Turun s.d 3 meq /1 Tidak berubah Turun s.d 5-10 mg % Turun s.d 0,3-0,8 mg%

Hemodilusi karena kenaikan volume darah Respon terhadap kortikosteroid naiknya

Naiknya fibrinogen,hemodilusi Alkalosis respirasi

Naiknya GFR, Hemodilusi

Batas atas turun s.d 90 mg Naiknya insulin %

Gula darah 2 jam post Batas atas naik s.d 145 mg HPL, estrogen prandial % J. METABOLISME Pada wanita hamil normal terjadi banyak perubahan hormonal dan metabolik, yang dipengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin. Pada kehamilan normal, kadar glukosa plasma ibu menjadi lebih rendah secara bermakna, karena: Ambilan glukosa oleh aliran darah plasenta meningkat Produksi glukosa dari hati menurun Produksi alanin (salah satu prekursor glukoneogenesi menurun) Efektifitas ekskresi ginjal meningkat Efek hormon-hormon gestasional(human plasental lactogen, hormon-hormon plasenta lainnya, hormon-hormon ovarium, hormon pankreas dan adrenal, growth factor dan sebagainya) Dalam kehamilan, terjadi perubahan metabolisme endokrin dan karbohidrat yang menunjang pemasokan makanan bagi janin serta persiapan untuk menyusui. Glukosa dapat berdifusi secara tetap melalui plasenta kepada janin, sehingga kadarnya dalam darah janin hampir menyerupai kadar darah ibu. Insulin ibu dapat mencapai janin, sehingga kadar gula darah ibu mempengaruhi kadar gula darah janin. Pengendalian kadar gula darah terutama dipengaruhi oleh insulin, di samping hormon estrogen, steroid dan plasenta laktogen. Akibat lambatnya resorbsi makanan, terjadi hiperglikemia yang relatif lama dan ini menyebabkan kebutuhan insulin meningkat. Menjelang aterm kebutuhan insulin meningkat hingga 3 kali dari keadaaan normal. Hal ini disebut tekanan diabetojenik dalam kehamilan. Secara fisiologis, telah terjadi resistensi insulin. Yang menjadi masalah, bila seorang ibu tidak mampu meningkatkan insulin, sehingga ia relatif hipoinsulin yang mengakibatkan hiperglikemia atau diabets kehamilan.

1. 2. 3. 4. 5.

Glukosa yang tidak masuk sel tubuh, akan tertimbun di dalam darah. Setelah mencapai kadar tertentu, glukosa tersebut juga akan muncul dalam air seni. Jika terdapat dalam air seni, glukosa akan menarik lebih banyak air bersamanaya . Dengan demikian, menyebabkan bertambahnya volume air seni. Karena terjadi pengeluaran air seni yang berlebihan, tubuh kehilangan banyak cairan sehingga terjadi rasa haus yang berlebihan. Ketika dalam sel tidak terdapat cukup glukosa karena kurangnya jumlah insulin, meski sebenarnya dalam darah terdapat glukosa berlebihan, sel-sel ini jadi 'kelaparan'. Hal ini menyebabkan peningkatan nafsu makan, sehingga penderita DM (diabetes melitus) ingin makan lebih banyak. Untuk mendapatkan energi yang dibutuhkan, sel yang "kelaparan" mulai memecahkan lemak dan protein yang ada di dalam tubuh. Hal ini mengakibatkan turunnya berat badan dan rasa lelah. Jika kadar glukosa dalam darah sangat tinggi, beberapa orang menjadi mudah tersinggung. Selain itu, tubuh menjadi rentan terhadap infeksi. Tidak semua penderita diabetes mengalami gejala ini. Beberapa orang bahkan tidak mengalami gejala apapun ; pada keadaan ini. Diketahui bahwa mereka ternyata menderita penyakit DM lewat pemeriksaan laboratorium. Resistensi insulin juga dapat di sebabkan adanya hormon estrogen, progesteron, kortisol, prolaktin dan plasenta laktogen. Hormon tersebut mempengaruhi reseptor insulin pada sel, sehingga mengurangi afinitas insulin. Cunningham, Mac Donald dan Gant, 1995, Obstetri William, Cet-I, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.DepkesRI, Konsep Dasar Asuhan Kebidanan, 2003,Jakarta K. BERAT BADAN DAN INDEKS MASA TUBUH ( IMT ) Cara menghitung indeks masa tubuh ( IMT ) Berat badan ( BB ) 80kg, dan tinggi badan (TB) = 160 cm (1,6 m) Dengan nilai 31,25 Kg/m anda sudah termasuk dalam kategori kegemukan (Obesitas). Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jika seseorang memiliki nilai IMT > 30 maka orang tersebut dikategorikan dalam kondisi kegemukan (obesitas) dan jika IMT > 25 29,9 maka orang tersebut di kategorikan dalam kondisi Overweight (kelebihan berat badan). Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jika seseorang memiliki nilai IMT > 30 maka orang tersebut dikategorikan dalam kondisi kegemukan (obesitas) dan jika IMT > 25 29,9 maka orang tersebut di kategorikan dalam kondisi Overweight (kelebihan berat badan). Berikut Tabel Klasifikasi Nilai IMT : L. DARAH DAN PEMBEKUAN DARAH Skema pembekuan darah : Plasma Darah

Air : 91-92 % Protein plasma terdiri : albumin, globulin, fibrinogen, protrombin Albumin : 4,5 g%, berfungsi menyebabkan tekanan osmotik pada membran kapiler, dan mencegah cairan plasma keluar dari kapiler masuk kedalam ruang interstitial. Jika kadar albumin rendah (hipoalbumin) tekanan osmotik rendah cairan darah masuk jaringan udem

Globulin : 2,5 g%, terdiri globulin , , Globulin , berfungsi untuk mengangkut protein yang dapat bergabung denganya Globulin berfungsi membentuk antibodi. Fibrinogen : 0,3 g%, berfungsi untuk proses pembekuan darah Protrombin : berfungsi untuk proses pembekuan darah

Unsur anorganik : Na, K, Ca, Mg, Fe, I dll Unsur organik : urea, asam urat, kreatinin, glukose, asam lemak, asam amino, enzim, hormon. Banyak perubahan fisik yang akan anda alami selama trimester pertama (3 bulan pertama kehamilan). Periode ini juga merupakan waktu pembentukan sekaligus perkembangan pesat dari semua sistem dan organ tubuh bayi. Berbagai gejala kehamilan akan datang di trimester kehamilan pertama ini misalnya pembesaran payudara, sering buang air kecil, konstipasi, mual muntah, merasa lelah, sakit kepala, pusing, emosional, dan peningkatan berat badan. Kalendar kehamilan berikut ini memberikan informasi yang cukup memadai mengenai apa yang terjadi pada tubuh ibu dan janin yang dikandungnya dari minggu pertama hingga saat menjelang persalinan. Trimester Pertama Minggu 1 Tubuh Ibu akan banyak berubah dalam 3 bulan pertama kehamilan. Janin berkembang di dalam rahim Ibu, perasaan mual, nyeri punggung, lelah, perubahan mood, keram kaki, sering berkemih, dan konstipasi dapat terjadi di awal kehamilan. Ibu tidak usah khawatir karena semua kejadian ini normal dialami dalam kehamilan. Seiring dengan bertambahnya waktu, semakin besarnya kehamilan, maka keluhan ini perlahan-lahan akan menghilang. Makanlah asupan nutrisi yang bergizi karena trimester pertama adalah masa paling penting di dalam pertumbuhan organ janin (organogenesis). Setiap kehamilan berbeda, dan kehamilan Ibu akan memiliki keunikan tersendiri. Jaga kondisi tubuh Ibu Umur janin dihitung berdasarkan hari pertama menstruasi terakhir. Hal ini dilakukan karena sulit untuk menentukan secara pasti kapan Ibu mengalami ovulasi (matang dan keluarnya sel telur

dari indung telur), dan kapan sel sperma membuahi sel telur tersebut. Jadi karena perhitungan kehamilan dimulai pada minggu terakhir ketika Ibu menstruasi, berarti umur dari janin yang dikandung Ibu adalah usia kehamilan dikurangi 2 minggu. MINGGU 2 Bersiap-siap ovulasi Keajaiban awal mula kehidupan diawali dengan bertemunya sel sperma dan sel telur di saluran tuba. Hanya 1 sperma yang mampu memasuki sel telur dan membuahinya. Apabila siklus menstruasi Ibu adalah 28 hari, maka Ibu akan berada di masa subur pada akhir minggu ini. Hal ini dikarenakan ovulasi (keluarnya sel telur dari indung telur) terjadi pada pertengahan siklus menstruasi (12-14 hari). Jadi mingu ini adalah saat paling tepat untuk terjadinya pembuahan. Minggu ke-2 adalah berakhirnya masa haid dan masuk ke masa proliferasi (lapisan endometrium rahim mengadakan proliferasi atau pertumbuhan rahim untuk mempersiapkan kehamilan). Hormon estrogen mulai meningkat dan menyebabkan lapisan endometrium tumbuh atau berproliferasi. Hormon FSH yang dihasilkan oleh tubuh akan berfungsi untuk membantu mengembangkan 1 atau beberapa folikel menjadi sel telur yang matang. Sel telur matang akan berjalan dari indung telur ke saluran tuba dan menunggu untuk dibuahi. Akhir minggu ini, adalah waktu Ibu berovulasi. Apabila ibu berhubungan seksual tanpa pelindung, maka setelah pasangan Ibu ejakulasi, 200 300 juta sperma berenang di dalam vagina, jutaan sperma yang mampu mencapai rongga rahim dan tuba, hanya sekitar 300 500 sel sperma yang mampu mencapai ampula tuba (dimana sel telur menanti dibuahi), dan hanya 1 sel sperma yang mampu memenangkan persaingan dari jutaan sel sperma lainnya pada akhir perjalanan. Kesehatan Ibu yang baik merupakan salah satu faktor yang penting dalam kehamilan. Nutrisi adekuat, olahraga, dan istirahat yang cukup akan mempengaruhi kesehatan Ibu. Jika berat badan Ibu berada di dalam batas normal sebelum kehamilan, Ibu memerlukan asupan kalori sebesar 2200 kalori setiap harinya pada 13 minggu pertama (trimester pertama). Selama trimester kedua dan ketiga, Ibu memerlukan tambahan 300 kalori perhari. Kalori tambahan dapat memberikan energi yang dibutuhkan tubuh untuk Ibu maupun janin. MINGGU 3 Ibu masih belum tahu aku ada, aku masih terlalu kecil untuk dilihat tanpa mikroskop. Umurku 1 minggu saat ini. Masih 37 minggu lagi! Derek L and Jones, Dasar Dasar Obstetri dan Gynekologi, 2003, Edisi 6

M. SISTEM PERNAFASAN Adaptasi ventilasi dan structural selama masa hamil bertujuan menyediakan kebutuhan ibu dan janin. Kebutuhan oksigen ibu meningkat sebagai respon terhadap percepatan laju metabolic dan peningkatan kebutuhan. Oksigen jaringan uterus dan payudara. Janin membutuhka oksigen dana suatu cara untuk membuang karbon dioksida.

Peningkatan kadar estrogen menyebabkan ligamentum pada kerangka iga berelaksasi sehingga ekspansi rongga dada meningkat. Wanita hamil bernafas lebih dalam tetapi frekuensi nafasnya hanya sedikit meningkat. Peningkatan Volume tidak pernafasan yang berhubungan dengan frekuensi nafas normal menyebabkan peningkatan volum nafas satu menit sekitar 26%. Peningkatan volum nafas satu menit disebut hiperventilasi kehamilan, yang menyebabkan kensentrasi karbon dioksida dialveoli menurun. Beberapa wanita mengelu dispnu saat istorahat. N. SISTEM PERSYARAFAN Hanya sedikit yang diketahui tentang perubahan fungsi system neurologi selama masa hamil, selqin perubahan perubahan neurohormonal hipotalamik- hipofisis. (Kusniyati,yuni,dkk.perawatan ibu hamil (asuhan ibu hamil.2009:Yogyakarta.penerbit fitramaya. Hal 60) Perubahan pisiologik spesifik akibat kehamilan dapat terjadi timbulnya gejala neurologis dan neuromuscular berikut: Kompresi syaraf punggul atau statis vascular akibat pembesaran uterus dapat menyebabkan perubahan sensori di tungkai bawah. Lordosis dorsolumbar dapat menyebabkan nyeri akibat tarikan pada syaraf atau kompresi akar syaraf. Edema yang melibatkan syaraf perifer dapat menyebabkan carpal turnnel syndrome selama trimester akhir kehamilan. Edema menekan syaraf median dibawah ligamentum karpalis pergelangan tangan. Sindrom ini ditandai oleh parastesia (sensasi abnormal seperti rasa terbakar atau gatal akibat gangguan pada system syaraf sensori) dan nyeri pada tangan yang menjalar kesiku. Tangan yang dominan biasanya paling bayak terkena. Akrotesia (rasa gatal ditangan) yang timbul akibat posisi bahu yang membungkuk, dirasakan oleh beberapa wanita selama hamil. Keadaan ini berkaitan dengan tarikan pada segmen fleksus brakialis. Nyeri kepala akibat ketegangan umum timbul saat merasa cemas dan tidak pasti tentang kehamilannya. Nyeri kepala dapat juga dihubungkan dengan gangguan peneliatan, seperti kesalahan reflaksi, sinusitis, atau migren. Nyeri kepala ringan, rasa ingin pingsan (sinkop) sering terjadi pada awal kehamilan. Ketidak stabilan vasomotor. Helena Farrer, 2001, Perawatan Maternitas, Cet-I, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

1) 2) 3)

4) 5) 6)