Anda di halaman 1dari 9

Makna Leksikal dan Makna Gramatikal

Makna Leksikal dan Makna Gramatikal 1. Makna Leksikal

Didalam buku pengantar SEMANTIK Bahasa Indonesia. Menurut Chaer (2009:60) menyatakan, Makna Leksikal adalah bentuk ajektif yang diturunkan dari bentuk nomina leksikon (vokabuler, kosa kata, perbendaharaan kata). Satuan dari leksikon adalah leksem, yaitu satuan bentuk bahasa yang bermakna. Kalau leksikon kita samakan dengan kosakata atau perbendaharaan kata, maka leksem dapat kita persamakan dengan kata. Dengan demikian, makna leksikal dapat diartikan sebagai makna yang berifat leksikon, bersifat leksem, atau bersifat kata.Dapat pula dikatakan makna leksikal adalah makna yang sesuai dengan referennya, makna yang sesuai dengan hasil kehidupan kita.

Contohnya, kata tikus makna leksikalnya adalah sebangsa binatang pengerat yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit tifus. Makna ini tampak jelas dalam kalimat Tikus itu mati diterkam kucing atau dalam kalimat Panen kali ini gagal akibat serangan hama tikus. Kata tikus pada kedua kalimat itu jelas merujuk kepada binatang tikus, bukan kepada yang lain. Tetapi dalam kalimat yang menjadi tikus di gudang kami ternyata berkepala hitam bukanlah dalam makna leksikal karena tidak merujuk kepada binatang tikus melainkan kepada seorang manusia, yang perbuatannya memang mirip dengan perbuatan tikus. Dilihat dari contoh-contoh di atas dapat disimpulkan bahwa makna leksikal dari suatu kata adalah gambaran yang nyata tentang suatu konsep seperti yang dilambangkan kata itu. Makna Leksika suatu kata sudah jelas bagi seorang bahasawan tanpa kehadiran kata itu dalam suatu konteks kalimat. Berbeda dengan makna yang bukan makna leksikal, yang baru jelas apabila berada dalam konteks kalimat atau satuan sintaksis lain. Tanpa konteks kalimat dan konteks situasi jika kita mendengar kata bangsat maka yang terbayang di benak kita adalah jenis binatang penghisap darah yang disebut juga kata busuk atau kepinding. Jika kita mendengar kata memotong maka yang terbayang dalam benak kita adalah pekerjaan untuk memisahkan atau menceraikan yang dilakukan dengan benda tajam. Tetapi kata bangsat yang berarti penjahat dan kata memotong yang berarti mengurangi baru akan terbayang dalam benak kita apabila kata-kata tersebut dipakai di dalam kalimat. Misalnya dalam kalimat Dasar bangsat uangku disikatnya juga dan kalimat kalau mau memotong gajiku sebaiknya bulan depan saja. Semua kata dalam bahasa Indonesia bermakna Leksikal? Tentu saja tidak. Kata-kata yang dalam gramatikal disebut kata penuh (full word) seperti kata meja, tidur, dan cantik memang memiliki makna leksikal, tetapi yang disebut kata tugas (function word) seperti kata dan, dalam, dan karena tidak memilii makna leksikal. Didalam buku Linguistik Umum. Menurut Chaer (2007:289) menyatakan, Makna Leksikal adalah makna yang dimiliki atau ada pada leksem meski tanpa konteks apa pun. Misalnya, leksem kuda

memiliki makna leksikal sejenis binatang berkaki empat yang biasa dikendarai, pinsil bermakna leksikal sejenis alat tulis yang terbuat dari kayu dan arang, air bermakna leksikal sejenis barang cair yang biasa digunakan untuk keperluan sehari-hari. Dengan contoh itu dapat juga dikatakan bahwa makna leksikal adalah makna yang sebenarnya, makna yang sesuai dengan hasil observasi oanca indera kita, atau makna apa adanya.

2. Makna Gramatikal

Menurut Chaer (2009:62) Menyatakan, Makna Gramatikal adalah makna yang hadir sebagai akibat adanya proses gramatikal seperti proses afiksasi, proses reduplikasi, dan proses komposisi. Proses afiksasi awalan ter- pada kata angkat dalam kalimat Batu seberat itu terangkat juga oleh adik melahirkan makna dapat dan dalam kalimat ketika balok itu ditarik, papan itu terangkat ke atas melahirkan makna gramatikal tidak sengaja. Proses Reduplikasi seperti kata buku yang bermakna sebuah buku menjadi buku-buku yang bermakna banyak buku bahasa inggris untuk menyatakan jamak menggunakan penambahan morfem (s) atu menggunakan bentuk khusus. Misalnya book sebuah buku menjadi books yang bermakna banyak buku ; kata women yang bermakna seorang wanita menjadi womens yang bermakna banyak wanita. Penyimpangan makna dan bentuk-bentuk gramatikal yang sama lazim juga terjadi dalam berbagai bahasa, Dalam bahasa Indonesia, misalnya, bentuk-bentuk kesedihan, ketakutan, kegembiraan dan kesenangan memiliki makana gramatikal yang sama, yaitu hal yang disebut kata dasarnya. Tetapi bentuk atau kata kemaluan yang bentuk gramatikalnya sama dengan deretan kata di atas, memiliki makna yang lain. Contoh kata lain, kata menyedihkan, menakutkan, dan mengalahkan memiliki makna gramatikal yang sama yaitu membuat jadi yang disebut kata dasarnya. Tetapi kata memenangkan dan menggalakkan yang dibentuk dari kelas kata dan imbuhan yang sama dengan ketiga kata di atas, tidak memiliki makna seperti ketiga kata tersebut, sebab bukan bermakna membuat jadi menang membuat jadi galak melaikan bermakna memperoleh kemenangan dan menggiatkan. Proses Komposisi atau proses penggabungan dalam bahasa Indonesia juga banyak melahirkan makna gramatikal. Makna Gramatikal komposisi sate ayam tidak sama dengan komposisi sate Madura. Yang pertama menyatakan asal bahan dan yang kedua menyatakan asal tempat . Begitu juga komposisi anak asuh tidak sama maknanya dengan komposisi orang tua asuh. Yang pertama bermakna anak yang diasuh sedangkan yang akedua bermakna orang tua yang mengasuh.

Daftar Pustaka Chaer, Abdul. 2009. Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta. Chaer, Abdul. 2007. Lingustik Umum. Jakarta: Rineka Cipta. http://melydelviya.blogspot.com/ Wednesday, May 1, 2013

Makna Leksikal dan Makna Gramatikal Makna leksikal adalah makna leksikon/leksen atau kata yang berdiri sendiri, tidak berada dalam konteks, atau terlepas dari konteks. Ada yang mengatakan bahwa makna leksikal adalah yang terdapat dalam kamus. Makna leksikal merupakan makna yang diakui ada dalam leksem atau leksikon tanpa leksikon itu digunakan. Begitu kata amplop dapat diberi makna sampul surat, dengan tanpa menggunakan kata itu dalam konteks. Maka makna sampul surat yang terkandung dalam kata amplop itu merupakan makna leksikal. Makna gramatikal merupakan makna yang timbul karena peristiwa gramatikal. Makna gramatikal itu dikenali dalam kaitannya dengan unsur yang lain dalam satuan gramatikal. Jika satuan yang lain itu merupakan konteks, makna gramatikal itu disebut juga makna kontekstual. Dalam konteks itu, kata amplop, misalnya, tidak lagi bermakna sampul surat, tetapi dapat berarti uang suap. Makna gramatikal tidak hanya berlaku bagi kata atau unsur leksikal, tetapi juga morfem. Makna gramatikal juga dapat berupa hubungan semantis antar unsur.
http://juprimalino.blogspot.com/2012/02/makna-leksikal-dan-makna-gramatikal.html

SEMANTIK LEKSIKAL
April 5, 2013 by hikaryottawa

1. Pengertian Semantik Pendapatnya yang berbunyi semantic adalah studi tentang makna. Dikemukakan pula oleh Kembartel (dalam Bauerle, 1979:195) menurutnya semantic mengonsumsikan bahwa bahasa terdiri dari struktur yang menampakkan makna apabila dihubungkan dengan objek dalam pengalaman manusia. Lehler (1974:1) mengatakan bahwa semantik adalah study tentang makna. Bagi Lehler semantik merupakan bidang kajian yang sangat luas karena turut

menyinggung aspek-aspek struktur dan fungsi bahasa sehingga dapat dihubungkan dengan psikologi, filsafat dan antropologi. Dikemukakan oleh Kambartel (dalam Bauerle, 1979:195), menurutnya semantik mengasumsikan bahwa bahasa terdiri dari struktur yang menampakkan makna apabila dihubungkan dengan objek dalam pengalaman dunia manusia. Definisi yang sama dikemukakan pula oleh George (1964:vii), sedangkan Verhaar (1983:124) mengatakan bahwa semantik berarti teori makna atau teori arti. Batasan yang hampir sama ditemukan pula didalam Ensiklopedia Britanika (Encyclopedia Britanica, Vol. 20, 1965:313) yang terjemahannya semantik adalah study tentang hubungan antara suatu pembeda linguistik dengan hubungan proses mental atau simbol dalam aktivitas bicara. 2. Deskripsi Semantik Kempson (dalam Aarts dan Calbert, 1979:1) berpendapat ada 4 syarat yang harus dipenuhi untuk mendeskripsikan semantic keempat syarat itu, adalah: 1. Teori itu harus dapat meramalkan makna setiap satuan yang muncul yang didasarkan pada satuan leksikal yang membentuk kalimat. 2. Teori itu harus merupakan seperangkat kaidah. 3. Teori itu harus dapat membedakan kalimat yang secara gramatikal benar dan tidak dilihat dari segi semantic. 4. Teori tersebut dapat meramalkan makna yang berhubungan dengan antonym, kontradisi, sinonim. 3. Tujuan mempelajari semantik Seorang mahasiswa fakultas sastra pada suatu universitas, tujuannya mempelajari semantic lebih bersifat teoritis karena dengan teori tersebut ia dapat menganalisis semantik bahasa tertentu yang mungkin ditelitinya. 1. Aspek-aspek Semantik

Konsep Tanda Lambang

4. Jenis-jenis semantik a. Semantik behavioris Dalam semantik Behavioris yang di kembangkan istilah stimulus, jawaban dank arena sesuatu berulang ulang terjadi, maka hal itu menjadi kebiasaan yang pada gilirannya menjadi gesekan reflek tidak bersyarat.

Ex: Hendrikus dan jeane pergi ke desa, Hendrikus lapar, jadi ada stimulus berupa lapar, Hendrikus melihat mangga. Hendrikus gembira karena rasa laparnya dapat di tanggulangi dengan makan mangga. Dengan kata lain, makna lapar di tandai oleh adanya perut yang keroncongan, untuk mengatasi lapar , orang harus makan. Muncullah kata makan. Dengan kata lain, Hendrikus memahami bahwa makan adalah memasukkan sesuatu melalui mulut untuk mengatasi lapar. b. Semantik deskripsi Semantik deskripsi yakni kajian semantik yang khusus memperhatikan makna yang sekarang berlaku. Makna kata ketika kata itu untuk pertama kali muncul, tidak di perhatikan. Ex: Dalam B1 yang berkaitan dengan semantic deskriptif yakni makna yang terdapat pad kata abu. Orang hanya akan memperhatikan makna kata abu (sisa yang tinggal setelah sesuatau barang mengalami pembakaran lengkap) (Dep dikbut, 1993.3), dan tidak memperhatikan makna kata abu yakni kalah pada permainan gasing. c. Semantik generative Teori semantic generative muncul tahun 1968. Teori ini tiba pad kesimpulan bahwa tata bahasa terdiri dari struktur dalam yang berisi tidak lain dari struktur semantic dan struktur luas yang merupakan perwujudan ujaran. Kedua struktur ini di hubungkan dengan suatu proses yang disebut transformasi. Teori semantic generative lebih banyak membicarakan makna yang muncul dalam kalimat. d. Semantik gramatikal Adalah satu dari semantic yang khusus mengkaji makna yang terdapat dalam satuan kalimat. Ex: Makna dalam kalimat masih duduk, kakak sudah lama tidur. Meskipun kalimat berunsurkan kata, namun bukan kata dalam satuan yang mandiri di kama, tetapi kata terdapat dalam satuan kalimat. Ambillah kata aman yang terdapat dalam kalimat daerah itu aman dan masih trtkendali. Dengan munculnya kata terkendali dalam satuan kalimat, agaknya memudarkan makana kata aman. Maksutnya, daerah sesungguhnya tidak aman karena ada kata terkendali. Terkendali bermakna huru- hara, gangguan keamanan, masih dapat terkendalikan. Dengan demikian makna kata aman berubah karena kata itu telah berada dalam satuan kalimat. e. Semantik historis Adalah studi semantic yang mengkaji system makna dalam rangkaian waktu.

Ex: Kata juara, dahulu bermakna pengatur pesta/ hakim pada waktu menyambung ayam ( Harahap, 1954 : 80). Kini makna hakim pada wakyu menyambung ayam telah dilupakan orang dan orang lebih banyak menghubungkannya dengan oarang yang mendapat peringkat teratas dalam pertandingan, perlombaan atau di sekolah. f. Semantik leksikal Adalah kajian semantic yang lebih memuaskan pada pembahasan system makna yang terdapat dalam kata. Ex: Kata sarapan inventaris, sebagai kata, inventaris bermakna daftar yang memuat semua barang milik kantor, Sekolah , Perusahaan, kapal yang dipakai dalam melaksanakan tugas. (Dep dikbud, 1993 : 3851) ; Sedangkan sebagai istilah, tentu harus dilihat di dalam kamus administrasi. Di dalam kamus istilah Administrasi Niaga istilah inventaris dirumuskan Barang- barang yang harus ada sebelum barang tersebut digunakan . (Ran lr,dkk 1985 : 40). g. Semantik logiaka Adalah cabang logika modern yang berkaitan dengan konsep- konsep dan notasi simbolik dalam analis bahasa Semantik. Logika mengkaji sistem makna yang dilihat dari logika seperti yang berlaku dalam matematika. h. Semantik structural Penganut strukturalisme berpendapat bahwa setiap bahasa adalah sebuah sistem, sebuah hubungan struktur yang unik yang terdiri dari satuan- satuan yang yang disebut struktur. Struktur itu terjelma dalam unsur berupa fenom, morfem, kata, frasa, klausa, kalimat, dan wacana yang membaginya menjadi kajian fonologi, morfologi, sintaksis dan wacana. Anonim Istilah Anonim (Inggris: Antonyny berasal dari bahasa Yunai kuno onama: nama, dan anti: melawan). Verhaar (1983:133) mengatakan : Antonim adalah ungkapan (biasanya kata, tetapi dapat juga frasa atau kalimat) yang dianggap bermakna kebalikan dari ungkapan lain. Ex: besar x kecil lebar x sempit Hiponimi Istilah Hiponimi (hy: hyponymy berasal dari bahasa yunani kuno onoma: nama, dan hypo: dibawah). Verhaar (1983: 131) mengatakan: Hiponim ialah ungkapan

(kata, biasanya atau kiranya dapat juga frasa atau kalimat ) yang maknanya di anggap merupakan bagian dari makna, misalnya merah, jingga, hijau. Homonimi Istilah Homonimi (inggris: Homonymy) berasal dari bahasa yunani kuno, onoma: nama dan homos: sama),. Secara harfiah, homonimi adalah nama sama untuk benda berlainan. Verhaar (1983: 135) mengatakan, homonimi adalah ungkapan (kata/frasa/kalimat) yang bentuknya sama dengan suatu ungkapan lain, tetapi dengan perbedaan, makna diantara kedua ungkapan tersebut. Dengan kata lain, bentuknya sama lafalnya sama ) tetapi berbeda maknanya. Contoh lain, yakni kata bisa yang bermakna dapat,dan kata bisa yang bermakna racun, kata bisa dan bisa ini bersifat homograf, homofon dan juga homonym. Dikatakan homofon, sebab lafalnya sama tetapi berbeda maknanya. Dikatakan homograf sebab tulisan atau ejaannya sama, tetapi maknanya berbeda. Polisemi Adalah kata yang mengandung makna lebih dari satu / ganda. Ex: tangan : kaki tangan musuh Sinonimi Istilah sinonomi (inggris Synonymy berasal dari bahasa yunani kuno, anona: nama dan syn: dengan). Verhaar (1983: 132) mengatakan, Sinonimi adalah ungkapan (biasanya sebuah kata tetapi dapat pula frasa atau malah kalimat) yang kurang lebih sama maknanya dengan suatu ungkapan lain. Ex: korupsi makna menggelapkan uang. Makna denotatif Adalah makna kata atau kelompok kata yang didasarkan atas hubungan lugas antara satuan bahasa dan wujud diluar bahasa yang diterapi satuan bahasa itu secara tepat. Contoh: menggarap makna selaludikaitkan dengan maenggarap tanah, membajak, mengupayakan agar tanah menghasilkan ssesuatu yang bernilai ekonomi. Makna Di dlm KBBI (Depdikbud, 1993:619) kata makna diartikan: (i) arti ia memperhatikan makna setiap kata yang terdapat dalam tulisan kuno itu, (ii)

maksud pembicara/penulis, (iii) pengertian diberikan kepada suatu bentuk kebahasaan. Aspek-aspek makna Jenis-jenis makna 1. Makna afektif 1. Makna denotatif
http://hikaryottawa.wordpress.com/2013/04/05/semantik-leksikal/

SEMANTIK LEKSIKAL Semantik leksikal menyangkut makna leksikal. Bidang yang meneliti semantik leksikalmenurut asas-asasnya disebut Leksikologi. Makna leksikal dapat juga diartikan makna yangsesuai dengan acuannya, makna yang sesuai dengan hasil observasi panca indera, atau maknayang sungguh-sungguh nyata dalam kehidupan kita. Menurut Lyons (1977) The noun lexemeis of course related to the words lexical and lexicon, (we can think of lexicon as havingthe same meaning as vocabulary or dictionary), yang berarti bahwa leksem berhubungandengan kata leksikal dan leksikon, dimana leksikon itu sendiri mengacu pada makna yangterdapat di dalam kamus. Dalam semantik leksikal diselidiki makna yang ada pada leksem-leksem dari suatu bahasa. Oleh karena itu, makna yang ada pada leksem-leksem itu disebutmakna leksikal. Leksem adalah istilah-istilah yang lazim digunakan dalam studi semantik untukmenyebutkan satuan bahasa bermakna. Istilah leksem ini kurang lebih dapat dipadankan denganistilah kata yang lazim digunakan dalam studi morfologi dan sintaksis dan yang lazimdidefinisikan sebagai satuan gramatikal bebas terkecil. Secara leksikologis, semantik leksikal mencakup pokok-pokok sebagai berikut:1. Makna dan referensi Makna leksikal lazimnya dipandang sebagai sifat kata sebagai unsur leksikal. Misalnya kata roti memiliki makna tertentu, namun selain itu kata roti juga memiliki sifat tertentu yaitu referensi (kemampuan roti mengacu pada makanan tertentu. Yang diacu disebut dengan referen.2. Denotasi dan konotasi Denotasi adalah referensi terhadap sesuatu yang ekstralingual menurut makna yang bersangkutan. Sedangkan konotasi adalah arti yang muncul pada penutur akibat penilaian afektif dan emosional. Misalnya denotasi kata penjara adalah kemampuan kata tersebut untuk bereferensi pada sebuah penjara, sedangkan makna konotasinya bersifat negatif karena penghuni penjara tidak dapat bertindak sesuai kehendaknya sendiri.3. Analisis ekstensiol dan intensiol Makna ekstensiol adalah makna pragmatis. Menurut makna ekstensiol, kata X mengacu pada hal-hal yang bersifat ekstralingual, misalnya kata perabot mengacu pada perabot yang bermacam-macam. Menurut makna intensional kata X terdiri atas sifat-sifat semantik tertentu, misalnya kata perabot secara intensional mengandung unsur semantik sebagai perlengkapan rumah tangga.4. Analisis Komponensial Dalam setiap bahasa, banyak kata tidak memiliki maknanya sendiri-sendiri, lepas dari makna kata lainnya, tetapi memiliki makna yang berperanan hanya karena memiliki hubungan dengan kata-kata lainnya. Analisis ini menggunakan asas pembeda yang kita temukan dalam fonologi, yang artinya identitas fonem adalah identitas

pembeda. Namun, asas pembeda ini juga berlaku dalam menganalisis hubungan kata-kata secara semantis, yaitu di dalam kelompok unsur-unsur leksikal tertentu.5. Makna dan Pemakaian Analisis ini membedakan antara makna (leksikal) atau disebut juga sebagai makna harfiah atau kanonik, dengan pemakaiannya sebagai makna nonkanonik. Contoh dari pemakaian nonkanonik adalah metafora dan metonimi.6. Sinonim, Antonim, Homonim, Hiponim a) Dua istilah atau lebih yang maknanya sama atau mirip, tetapi bentuknya berlainan, disebut sinonim. Di antara istilah sinonim itu salah satunya ditentukan sebagai istilah baku atau yang diutamakan. Misalnya : gulma sebagai padanan weed lebih baik daripada tumbuhan pengganggu b) Antonim adalah dua kata yang maknanya berlawanan. Misalnya : besar dan kecil. c) Istilah homonim berupa dua istilah, atau lebih, yang sama ejaan dan lafalnya, tetapi maknanya berbeda, karena asalnya berlainan. Istilah homonim dapat dibedakan menjadi homograf dan homofon. Istilah homograf ialah istilah yang sama ejaannya, tetapi berbeda lafalnya. Misalnya : teras inti dengan teras lantai datar di muka rumah Istilah homofon ialah istilah yang sama lafalnya, tetapi berbeda ejaannya. Misalnya : bank tempat menyimpan uang dengan bang sapaan untuk kakak laki-laki d) Istilah hiponim ialah bentuk yang maknanya terangkum dalam hipernim, atau superordinatnya yang mempunyai makna yang lebih luas. Kata mawar,melati, cempaka. Misalnya, masing-masing disebut hiponim terhadap kata bunga yang menjadi hipernim atau superordinatnya. http://www.slideshare.net/EweReweL/semantik-leksikal Semantik leksikal by ewer Rewel on Mar 07, 2013