Anda di halaman 1dari 23

SILABUS

Program Studi Mata Kuliah Kode Mata Kuliah SKS Semester Mata Kuliah Prasyarat Dosen : Teknik Pertambangan : Geofisika Tambang : TA-147 : Teori : 2 SKS. : VI ( Enam ) : 1. Fisika Dasar II 2. Geologi Struktur : Ir. Winda, MT. ( Pengampu) Praktikum : 1 SKS

I.

Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini merupakan mata kuliah keahlian yang mempelajari tentang penerapan Ilmu Fisika ke dalam bumi untuk mencari sumberdaya bumi di bawah permukaan tanah dengan cara Geomagnetik, Seismik, dan Geolistrik, serta menerapkan metodemetode tersebut secara terpadu (termasuk Gravity dan EM) untuk eksplorasi mineral

I.

Kompetensi Dasar 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Menjelaskan tentang dasar-dasar penerapan Fisika pada bumi untuk eksplorasi sumberdaya bumi secara umum. Menjelaskan tentang metode Geomagnet Menerapkan metode Geomagnet untuk eksplorasi Urat Kuarsa (Vein) Menjelaskan sifat gelombang seismik (refraksi dan refleksi) Menerapkan metode seismik refraksi untuk lapisan dangkal ( overburden) dan seismik refleksi untuk lapisan dalam Menjelaskan tentang metode Geolistrik dan susunan elektroda yang digunakan Menerapkan metode Geolistrik Tahanan Jenis untuk pendugaan lapisan bumi Menjelaskan tentang metode Gravitasi (Gravity) Menjelaskan tentang metode Elektromagnet (EM) yang berfrekuensi rendah

10. Menerapkan metode Geofisika terpadu untuk eksplorasi sumberdaya mineral.

II.

Analisis Instruksional

Skema Hubungan Antar Kompetensi Dasar

10 Menerapkan metode Geofisika secara terpadu untuk eksplorasi sumberdayabumi (mineral)

8 Metode Gravitasi (Gravity)

9 Metode
EM VLF Georadar

3 Penerapan metode Geomagnet untuk Urat kwarsa (Vein)

5 Penerapan seismik bias (refraksi) dan seismik pantul (refleksi)

7 Penerapan metode geolistrik tahanan jenis() dan IP.

2 Metode Geomagnet

4 Metode Seismik - Seismik Refraksi - Seismik Refleksi

6 Metode Geolistrik (SP, Res, IP)

1 Pengantar metode Geofisika (Gravity, Magnet, Seismik, Listrik, EM)

III.

Strategi Perkuliahan 1. Tatap Muka Kuliah Tatap Muka Diskusi Presentasi 2. Non Tatap Muka Tugas Mandiri Tugas Kelompok

IV.

Sumber Bahan A. Wajib : 1. Telford, W.M. et al., 1976. Applied Geophysics, Cambridge Univ.Press. 2. Moehadi, 1996, Jabaran Matematis untuk Geofisika, UPN V Yogya. B. Tambahan : 1. Dobrin, Milton B., 1976, Introduction to Geophysical Prospecting, Mc.Graw Hill, New York. 2. Flate, H., 1967, Interpretation of geoelectrical resistivity measurement for solving geological problem, Proc. Mining and Groundwater, Canada. 3. Grant, F.S. and West, G.F., 1965, Interpretation theory in applied geophysics, Mc. Graw Hill, New York. 4. Lilik Hendrajaya, 1991, Kemanfaatan geofisika dalam eksplorasi mineral, Seminar sehari, HMGF-ITB & HAGI, Bandung. 5. Panduan Workshop Eksplorasi Geofisika, 2001, Geofisika UGM Yogya.

V.

Penilaian No. 1 2 3 4 5 Jenis Penilaian Kehadiran Keaktifan di kelas Tugas Ujian Tengah Semester Ujian Akhir Semester Jumlah Bobot (%) 5 5 20 30 40 100

RANCANGAN PERKULIAHAN

Mata kuliah Kode Mata kuliah

: GEOFISIKA TAMBANG ( Teori = 2 SKS, Praktikum = 1 SKS ) : TA-147 Semester Genap (VI)

Mata Kuliah Prasyarat: - Fisika Dasar II , Kode : - Geologi Struktur, Kode : Dosen Pengampu : Ir. Winda, MT. I. Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini merupakan mata kuliah keahlian yang mempelajari tentang penerapan ilmu Fisika ke dalam bumi untuk mencari sumberdaya bumi (mineral) di bawah permukaan tanah dengan cara magnetik, seismik, geolistrik dan gravitasi. II. Standar kompetensi Mata Kuliah tambang di Indonesia. III. Referensi 1. Wajib A. Telford, W.M. et al., 1976. Applied Geophysics, Cambridge Univ. Press. B. Moehadi, 1996, Jabaran Matematis untuk Geofisika, UPN Yogyakarta. 2. Anjuran C. Sharma, P.V., 1997, Environmental and engineering geophysics, Cambridge University Press. D. Dobrin, Milton B, 1976. Introduction to Geophysical Prospecting , Mc.Graw Hill, New York. C E. Grant, F.S. and West, G.F.,1965, Interpretation theory in applied geophysics, Mc.Graw Hill, New York. D F. Proceding : Mining Geophysics, 1967, (vol. II Theory). G. Lilik Hendrajaya, 1991, Kemanfaatan geofisika dalam eksplorasi mineral. H. Flate, H., 1967, Interpretation of geoelectrical resistivity measurement for solving geological problem, Proceeding Mining and Groundwater, Canada. I. Irvin, Induced Polarization in mineral exploration, Dept of Physics, WAIT. J. Panduan Workshop Eksplorasi Geofisika Th. 2001, Geofisika UGM Yogyakarta. IV. Skema Kerja :

Mahasiswa dapat menjelaskan teori dan penerapan metode Geofisika dalam eksplorasi

No.

Kompetensi Dasar

Materi Perkuliahan

Estimasi Waktu ( . x 50) 4


4

Ref., Hal. 5
A G

1
1 Menjelaskan metode

2
tentang Pengantar terdiri Pengantar Geofisika 1. 2. 3. tentang metode Geofisika yang

3
Pengertian Geofisika Ilmu yang mendasarinya (Fisika,Geologi) Penerapan Geofisika dalam eksplorasi

dari : Gravity, Magnet, Seismik, dan Listrik. 2 Menjelaskan geomagnet

sumberdaya bumi khususnya mineral Metode Geomagnet 1. 2. Dasar-dasar kemagnetan Pengertian anomali geomagnet

A D E

Menerapkan metode geomagnet dalam eksplorasi pertambangan, (urat kwarsa /vein)

3. Benda (mineral) penyebab anomali Penerapan Metode Geomagnet 1 2 Prinsip kerja alat magnetometer Prosedur lapangan

A E

Membedakan sifat gelombang bias (refraksi) serta gelombang pantul (refleksi).

3 Pengolahan dan interpretasi data Metode Seismik 1. 2. 3. Teori elastisitas batuan Pengertian seismik bias/pantul Penjabaran lapisan bumi dengan nilai V

A B

Menerapkan

metode

Seismik

(kecepatan gelombang seismik) Seismik Refraksi 1. 2. 3. 4. 5. Pengenalan konsep intercept time Kec.gel. bias untuk 2 lapisan atau lebih Penerapan utk. pendugaan overburden Geometri refleksi dan konsep NMO Teknik CDP dan koreksi Statik dll.

C J

Refraksi untuk pendugaan lapisan bumi (dangkal). Seismik Refleksi untuk penafsiran lapisan dalam

Menjelaskan

tentang

metode

6. Seismik refleksi utk eksplorasi batubara Metode Geolistrik 1. 2. 3. 4. Asumsi yang digunakan dlm geolistrik Pot.listrik pd medium homogen isotropis Alat geolistrik (transmitter dan receiver) Penurunan rumus untuk konfigurasi ; Wenner, Schlumberger, Dipole-dipole

A B

Geolistrik dan susunan elektroda (konfigurasi) yang digunakan

Menerapkan

metode

geolistrik

Geolistrik (Resistivity & IP) 1. 2. 3. 4. 5. Nilai untuk berbagai lapisan bumi Metode matching Penerapan untuk pendugaan akifer dll. Pengertian polarisasi dalam batuan Penampang semu (pseudosection)

A H I

Tahanan jenis (Resistivity) dan Polarisasi terimbas (IP = Induced Polarization)

Menjelaskan

tentang

Metode

6. Penerapan untuk mineral sulfida, dll. Metode Gravitasi (gravity) 1. 2. 3. 4. Pengertian anomali gravitasi Benda penyebab anomali (intrusi) Alat yang digunakan untuk pengukuran Koreksi-koreksi anomali gravitasi

A C D

Gravitasi bumi (Gravity)

Menjelaskan

tentang

metode

5. Penafsiran data gravitasi Metode Elektro-magnetik (EM-VLF) 1. 2. 3. Teori perambatan gelombang EM. Pengantar metode VLF. Prinsip perambatan gelombang EM-VLF

A J

Elektro-magnetik (EM) khususnya yang berfrekuensi sangat rendah (VLF = Very Low Frequency) 10 Menerapkan terpadu metode untuk Geofisika eksplorasi

4. Contoh aplikasi metode VLF Metode Geofisika Terpadu 1. 2. 3. Dasar-dasar eksplorasi cebakan mineral Penerapan untuk survei pendahuluan Penerapan untuk survei semidetail

A F G

sumberdayabumi (mineral)

V. Komponen Penilaian Kehadiran dalam kelas : 10 %

Pelaksanaa Tugas-tugas : 20 % Ujuian Tengah Semester : 30 % Ujian Akhir Semester : 40 %

BAB I GEOFISIKA UMUM 1. Definisi Geofisika

Definisi Geofisika berasal dari kata Geologi yang disingkat Geo dan ilmu Fisika, sehingga bila diuraikan dengan lengkap bahwa Geofisika itu adalah ilmu yang mempelajari tentang bumi dengan cara melakukan pengukuran-pengukuran berdasarkan pada prinsipprinsip fisika. Namun perlu diingat bahwa fisika itu alat bantunya adalah matematika, sehingga seorang ahli geofisika selain harus terjun ke lapangan selayaknya orang geologi juga harus tahu instrumentasi fisika dan menguasai rumus-rumus secara matematika. Oleh karena itu ahli geofisika bisa berasal dari disiplin ilmu Geologi dan juga disiplin ilmu Fisika. Atau secara khusus mendalamai Geofisika yang berasal dari jurusan Geofisika. Kemudian timbul pertanyaan apakah Geofisika itu ilmu murni (s cience) atau teknik (engineering) ? Para ahli mendefinisikan geofisika itu sebagai science karena induknya geologi dan fisika juga science. Namun dengan berkembangnya ilmu dan teknologi, geologi juga sebagai teknik geologi dan fisika yang diaplikasikannya adalah instrumentasi dan processing datanya sudah computerize maka geofisika juga berkembang menjadi teknik geofisika. Akan tetapi sesungguhnya geofisika itu kurang tepat sebagai science atau engineering karena bisa mengacu pada istilah diantaranya yaitu ilmu terapan ( applied science). Dengan demikian tulisan penelitian atau karya ilmiah tentang geofisika banyak dijumpai dengan judul penerapan geofisika untuk pendugaan dst. Berdasarkan tulisan-tulisan yang ditemukan pada internet, bisa ditebak kalau si penulisnya itu berasal dari jurusan fisika atau geologi atau dari jurusan geofisika sendiri. Jika tulisannya banyak menguraikan tentang teori-teori yang bersifat matematis, kemungkinan latar belakang ilmunya fisika. Akan tetapi jika uraiannya banyak tentang analisis atau interpretasi tentang kondisi lapangan, maka kemungkinan latar belakang ilmunya geologi. Bila ada keseimbangan antara teori dan teknik pengambilan data, prosessing, dan interpretasi, biasanya dari jurusan geofisika. Walaupun demikian, sebenarnya ilmu geofisika itu tidak semudah yang telah dibahas di atas, apalagi jika yang dibahas adalah Geofisika Tambang, berarti selain harus tahu tentang teori/metode geofisika juga harus memahami tentang genesa bahan galian sehingga dapat menerapkannya dalam bidang pertambangan. Karena itu, sebagai awal dari mata kuliah Geofisika Tambang, harus memahami keterbatasan ilmu untuk mengolah sumberdaya alam tersebut menjadi kendala untuk melangkah lebih lanjut. Sehingga kita merasa perlu untuk mempelajari cara atau metode untuk mengungkap suatu informasi yang terdapat di dalam perut bumi. Salah satu cara atau metode untuk memperoleh informasi tersebut dengan menggunakan metode survei

geofisika. Metode tersebut merupakan salah satu cabang ilmu fisika yang mempelajari bidang bumi khususnya perut bumi berdasarkan konsep fisika. Survei geofisika yang sering dilakukan selama ini antara lain Metode gravitasi (gayaberat), magnetik, seismik, geolistrik (resistivitas) dan elektromagnetik. Namun sebelum dibahas satu persatu tentang perbedaan dan keunggulannya terlebih dahulu dipahami tentang Ilmu Geofisika itu sendiri. Geofisika, di dalamnya termasuk juga meteorologi, elektrisitas atmosferis dan fisika ionosfer. Penelitian geofisika untuk mengetahui kondisi di bawah permukaan bumi melibatkan pengukuran di atas permukaan bumi dari parameter-parameter fisika yang dimiliki oleh batuan di dalam bumi. Dari pengukuran ini dapat ditafsirkan bagaimana sifatsifat dan kondisi di bawah permukaan bumi baik itu secara vertikal maupun horizontal. Dalam skala yang berbeda, metode geofisika dapat diterapkan secara global yaitu untuk menentukan struktur bumi, secara lokal yaitu untuk eksplorasi mineral dan pertambangan termasuk minyak bumi dan dalam skala kecil yaitu untuk aplikasi geoteknik (penentuan pondasi bangunan dll.) Bidang kajian ilmu geofisika meliputi meteorologi (udara), geofisika bumi padat dan oseanografi (laut). Beberapa contoh kajian dari geofisika bumi padat misalnya seismologi yang mempelajari gempabumi, ilmu tentang gunungapi (Gunung Berapi) atau volcanology, geodinamika yang mempelajari dinamika pergerakan lempeng-lempeng di bumi, dan eksplorasi seismik yang digunakan dalam pencarian hidrokarbon. Ilmu-ilmu Geofisika meliputi: Seismologi berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani, yaitu seismos yang berarti getaran atau goncangan dan logos yang berarti risalah atau ilmu pengetahuan. Orang Yunani menyebut gempa bumi dengan kata-kata seismos tes ges yang berarti Bumi bergoncang atau bergetar. Dengan demikian, secara sederhana seismologi dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari fenomena getaran pada bumi, atau dengan kata sederhana, ilmu mengenai gempa bumi. Seismologi merupakan bagian dari ilmu geofisika. Gempa bumi besar yang terjadi pada tanggal 1 November 1755 di Lisboa, Portugal menghancurkan seluruh kota dan memicu tsunami besar, dapat dicatat sebagai tonggak awal pemicu perkembangan seismologi modern.

Seismologi tidak hanya mempelajari gempa bumi. Eksplorasi hidrokarbon (minyak bumi dan gas) juga diawali oleh survey seismik. Untuk keperluan ini, pemicu getaran dibuat manusia (bukan gempa bumi) dengan menggunakan semacam dinamit, lalu getaran yang dapat diterima beberapa penerima (receiver) disusun sedemikian rupa sehingga catatan getaran tersebut dapat menggambarkan kondisi bawah tanah. Geofisika reservoir adalah salah satu cabang ilmu geofisika yang mengkhususkan dalam identifikasi reservoir. Cabang ilmu ini bisa dikatakan sebagai salah satu teknik dalam ilmu geofisika. Kajian ilmu ini adalah menghubungkan parameter-parameter batuan reservoir (baik migas maupun nonmigas) dengan parameter-parameter pengukuran geofisika. Geofisika tambang (mining geophysics) adalah penerapan metode-metode geofisika dalam bidang pertambangan. Mungkin ini cabang ilmu geofisika yang jarang dibahas oleh jurusan geofisika atau geologi. Hal ini dikarenakan sebagian besar yang dipelajari oleh geofisika untuk eksplorasi dalam bidang perminyakan dan kemudian yang ramai pada saat krisis minyak beralih ke eksplorasi di bidang panasbumi (geothermal). Sedangkan para ahli eksplorasi pertambangan, telah lama melakukan terobosan bergabung dengan himpunan ahli geofisika eksplorasi (Society Exploration Geophysicist) sampai berhasil menerbitkan buku Mining Geophysics (1969) dalam dua volume, yaitu volume-1 tentang teori yang merupakan penjabaran secara matematis dari metode geofisika, dan volume-2 tentang penerapan metode-metode geofisika untuk penyelidikan berbagai macam bahan galian tambang mulai dari gol A sampai C dan juga air tanah bawah permukaan (groundwater). Penulis dari buku Mining Geophysics tersebut tidak saja dari USA dan Eropa tetapi juga berasal dari daratan komunis seperti Rusia semasa masih bergabung dalam USSR. Sehingga kemungkinan kesulitan dalam mempelajarinya maka tidak begitu popular. Namun sekarang dengan adanya internet hal itu tidak begitu masalah karena dengan mudah membuka website tentang geofisika tambang. Salah satu contoh hasil download dari website ; mining geophysics, 2009. adalah sebagai berikut :

Karir di bidang geofisika tambang


Lebih dari 50 tahun, Kanada telah meminpin dunia dalam bidang geofisika khususnya eksplorasi mineral. Kenyataan ini secara alami karena Kanada mempunyai daratan yang luas dan mempunyai salah satu potensi terbesar untuk menemukan sumber-sumber mineral, seperti : Tembaga (copper), timah hitam (lead), seng (zinc), besi (iron), emas (gold) , dan potassium (potash) dan masih banyak lagi sumber-sumber mineral terdapat di Kanada. Penemuan intan (diamond) di kawasan Canada artic (Gambar 1.1 di samping kiri) telah dieksplorasi lanjut dan telah berhasil ditambang, serta Gambar 1.2 di bawah ini Tambang intan di Zaire, Kimberlite pipes sebagai salah satu penemuan dengan metode geofisika

Gb 1.1 Tambang intan (via satelit)

Kondisi Pekerjaan
Seperti halnya ahli-ahli Geofisika dalam bidang perminyakan, ahli geofisika tambang sering bekerja dalam satu tim dengan ahli geologi, ahli tambang dan tenaga-tenaga penunjang laboratorium. Toim ini bekerja mengumpulkan dan menginterpretasi data sampai evaluasi keekonomian dari penemuannya. Sebagian pekerjaan di kantor tetapi sering bekerja jauh di lapangan dan membuat Camp di pedalaman. Untuk para pecinta alam pekerjaan ini merupakan salah satu pilihan menjadi profesional.

Gb 1.2 Tambang intan di Zaire

Gb. 1.3 Survei dgn aeromagnetik

Pengumpulan data
Para ahli geofisika tambang menggunakan banyak instrument yang sangat sensitif untuk melokalisir endapan mineral. Sebagai contoh untuk penyelidikan awal menggunakan aeromagnetic (Gb 1.3). Kemudian untuk pekerjaan detail biasanya dilakukan di darat dengan menggunakan metode polarisasi terimbas (Induced Polarization). Para ahli geofisika tambang menggunakan juga metode seismic (Gb 1.4) sebagaimana dilakukan oleh ahli geofisika perminyakan/reservoir, untuk eksplorasi batubara dan potassium. Dari metode seismic 3D dapat diperkirakan penyebaran mineral. Kerjasama ahli geofisika tersebut juga dilakukan pada percobaan seismic untuk identifikasi sulfide tembaga dan besi.

Gb 1.4 Seismik 3D di pertambangan

2. Metode-metode geofisika

Metode geofisika dibagi menjadi dua kategori yaitu 1) . Metode pasif Metode pasif dilakukan dengan mengukur medan alami yang dipancarkan oleh bumi. Medan alami yang dimaksud disini misalnya radiasi gelombang gempa bumi, medan gravitasi bumi, medan magnetik bumi, medan listrik dan elektromagnetik bumi serta radiasi radioaktifitas bumi. 2) . Metode aktif. Metode aktif dilakukan dengan membuat medan gangguan kemudian mengukur respons yang dilakukan oleh bumi. Medan buatan dapat berupa ledakan dinamit, pemberian arus listrik ke dalam tanah, pengiriman sinyal radar dan lain sebagainya. Secara praktis, metode yang umum digunakan di dalam geofisika tampak seperti table1.1 di bawah ini: Tabel 1.1 Ensiklopedia Geofisika (Wikipedia,2009) Metode Seismik Parameter yang diukur Waktu tiba gelombang seismik pantul atau bias, amplitudo dan frekuensi gelombang seismik Variasi harga percepatan gravitasi bumi pada posisi yang berbeda Variasi harga intensitas medan magnetik pada posisi yang berbeda Harga resistansi dari bumi Tegangan polarisasi atau resistivitas batuan sebagai fungsi dari frekuensi Potensial listrik Respon terhadap radiasi elektromagnetik Waktu tiba perambatan gelombang radar Sifat-sifat fisika yang terlibat Densitas dan modulus elastisitas yang menentukan kecepatan rambat gelombang seismik Densitas

Gravitasi

Magnetik

Susceptibilitas magnetik

atau

remanen

Resistivitas Polarisasi terinduksi Potensial diri Elektromagnetik Radar

Konduktivitas listrik Kapasitansi listrik

Konduktivitas listrik Konduktivitas atau Induktansi listrik Konstanta dielektrik

Keterangan : Metode Geofisika aktif (berwarna merah), yaitu : seismic, resistivitas, polarisasi terimbas, dan radar. Sedangkan metode geofisika pasif (berwarna biru), yaitu : Gravitasi, magentik (geomagnet), potensial diri dan elektromagnetik.

Berikut adalah keterangan metode-metode Geofisika: a. Metoda Seismik Metode seismik merupakan salah satu metoda geofisika yang digunakan untuk eskplorasi sumber daya alam dan mineral yang ada di bawah permukaan bumi dengan bantuan gelombang seismik. Eksplorasi seismik atau eksplorasi dengan menggunakan metode seismik banyak dipakai oleh perusahaan-perusahaan minyak untuk melakukan pemetaan struktur di bawah permukaan bumi untuk bisa melihat kemungkinan adanya jebakan-jebakan minyak berdasarkan interpretasi dari penampang seismiknya. Dalam metoda seismik pengukuran dilakukan dengan menggunakan sumber seismik (ledakan, vibroseis dll). Setelah sumber diberikan maka akan terjadi gerakan gelombang di dalam medium (tanah/batuan) yang memenuhi hukum-hukum elastisitas ke segala arah dan mengalami pemantulan ataupun pembiasan akibat munculnya perbedaan kecepatan. Kemudian, pada suatu jarak tertentu, gerakan partikel tersebut di rekam sebagai fungsi waktu. Berdasar data rekaman inilah dapat diperkirakan bentuk lapisan/struktur di dalam tanah (batuan). Mengingat metode seismik didasarkan pada gelombang yang menjalar baik refleksi maupun refraksi, maka ada beberapa keterbatasan sehingga perlu diketahui asumsi atau anggapan mengenai medium dan gelombang yang digunakan dalam metode ini, sebagai berikut : 1) Anggapan yang dipakai untuk medium bawah permukaan bumi antara lain : Medium bumi dianggap berlapis-lapis dan tiap lapisan menjalarkan gelombang seismik dengan kecepatan berbeda. Makin bertambahnya kedalaman batuan lapisan bumi makin kompak. 2) Anggapan yang dipakai untuk penjalaran gelombang seismik adalah : Panjang gelombang seismik << ketebalan lapisan bumi. Hal ini memungkinkan setiap lapisan bumi akan terdeteksi. Gelombang seismik dipandang sebagai sinar seismik yang memenuhi hukum Snellius dan prinsip Huygens. Pada batas antar lapisan, gelombang seismik menjalar dengan kecepatan gelombang pada lapisan di bawahnya. Kecepatan gelombang bertambah dengan bertambahnya kedalaman.

Gelombang seismik Gelombang seismik adalah rambatan energi yang disebabkan karena adanya gangguan di dalam kerak bumi, misalnya adanya patahan atau adanya ledakan. Energi ini akan merambat ke seluruh bagian bumi dan dapat terekam oleh seismometer. Efek yang ditimbulkan oleh adanya gelombang seismik dari gangguan alami (seperti: pergerakan lempeng (tektonik), bergeraknya patahan, aktifitas gunung api (vulkanik), dsb) adalah apa yang kita kenal sebagai fenomena gempa bumi. Gelombang seismik digolongkan menjadi 2 jenis, yaitu 1. Gelombang Badan (body wave)
2.

Gelombang Permukaan (surface wave)

Eksplorasi seismik

Gambar 1.5 Skema pengukuran seismik Eksplorasi seismik adalah istilah yang dipakai di dalam bidang geofisika untuk menerangkan aktifitas pencarian sumber daya alam dan mineral yang ada di bawah permukaan bumi dengan bantuan gelombang seismik. Hasil rekaman yang diperoleh dari survei ini disebut dengan penampang seismik. Eksplorasi seismik atau eksplorasi dengan menggunakan metode seismik banyak dipakai oleh perusahaan-perusahaan minyak untuk melakukan pemetaan struktur di bawah permukaan bumi untuk bisa melihat kemungkinan adanya jebakan-jebakan minyak berdasarkan interpretasi dari penampang seismiknya. Di dalam eksplorasi seismik dikenal 2 macam metode, yaitu:
1.

Metode seismik pantul (refleksi)

2. Metode seismik bias (refraksi)

Metode seismik refleksi sering digunakan dalam eksplorasi hidrokarbon, pemetaan patahan dan stratigrafi lainnya di bawah permukaan dan kadang-kadang juga untuk batubara, sedangkan seismic refraksi untuk perkiraan overburden, pencarian airtanah (groundwater), kedalaman serta karakterisasi permukaan batuan dasar (characterization bedrock surface), dan aplikasi geoteknik. b. Metode gravitasi (gravity) Metode gravitasi merupakan metode geofisika yang didasarkan pada pengukuran variasi medan gravitasi. Pengukuran ini dapat dilakukan dipermukaan bumi, di kapal maupun diudara. Dalam metode ini yang dipelajari adalah variasi medan gravitasi akibat variasi rapat massa batuan di bawah permukaan sehingga dalam pelaksanaannya yang diselidiki adalah perbedaan medan gravitasi dari suatu titik observasi terhadap titik observasi lainnya. Teori metode gravitasi adalah metode survey geofisika yang mengukur densitas batuan bawah permukaan bumi (Gambar 1.6). Metode ini didasarkan pada hukum Newton mengenai gravitasi. Percepatan gravitasi bumi adalah gaya yang dialami oleh satu satuan massa akibat tarikan bumi. Secara garis besar distribusi rapat massa atau densitas di dalam bumi menyebabkan percepatan gravitasi yang diukur di permukaan bumi bervariasi terhadap posisi. Oleh karena itu pengukuran percepatan gravitasi sebagai fungsi posisi dapat digunakan untuk memperkirakan variasi rapat massa bawah-permukaan. Konsep yang hampir sama juga berlaku pada metoda geomagnet dimana variasi medan magnet bumi merupakan respons distribusi sifat kemagnetan batuan. Pada metoda gravitasi gaya tarik bumi timbul tanpa memerlukan gangguan yang bersifat eksternal.

Gambar 1.6 Pembacaan pada alat gravimeter

Metode gravitasi umumnya digunakan dalam eksplorasi jebakan minyak (oil trap). Disamping itu banyak dipakai dalam eksplorasi mineral dan lainnya. Prinsip pada metode ini mempunyai kemampuan dalam membedakan rapat massa suatu material terhadap lingkungan sekitarnya. Dengan demikian struktur bawah permukaan dapat diketahui. Pengetahuan tentang struktur bawah permukaan ini penting untuk perencanaan langkah-langkah eksplorasi baik minyak maupun meneral lainnya. c. Metode Magnetik (geomagnet) Metode magnetik didasarkan pada pengukuran variasi intensitas medan magnetik di permukaan bumi yang disebabkan oleh adanya variasi distribusi benda termagnetisasi di bawah permukaan bumi. Variasi yang terukur (anomali) berada dalam latar belakang medan yang relatif besar. Variasi intensitas medan magnetik yang terukur kemudian ditafsirkan dalam bentuk distribusi bahan magnetik di bawah permukaan, yang kemudian dijadikan dasar bagi pendugaan keadaan geologi yang mungkin. Metode magnetik memiliki kesamaan latar belakang fisika dengan metode gravitasi, kedua metode sama-sama berdasarkan kepada teori potensial, sehingga keduanya sering disebut sebagai metoda potensial. Namun demikian, ditinjau dari segi besaran fisika yang terlibat, keduanya mempunyai perbedaan yang mendasar. Dalam magnetik harus mempertimbangkan variasi arah dan besar vektor magnetisasi. sedangkan dalam gravitasi hanya ditinjau variasi besar vektor percepatan gravitasi. Selain daripada itu metode geomagnet dilakukan berdasarkan pengukuran anomaly geomagnet yang diakibatkan oleh perbedaan kontras suseptibilitas, atau permeabilitas magnetik tubuh cebakan dari daerah sekelilingnya. Perbedaan permeabilitas relatif itu diakibatkan oleh perbedaan distribusi mineral ferromagnetic, paramagnetic, diamagnetic. Umumnya tubuh intrusi, urat hydrothermal kaya akan mineral ferromagnetic (Fe3O4, Fe2O3) yang memberi kontras pada batuan sekelilingnya. Metode ini sensitive terhadap perubahan vertikal, umumnya digunakan untuk mempelajari tubuh intrusi, batuan dasar, urat hydrothermal yang kaya akan mineral ferromagnetic, dan struktur geologi. Juga metode ini sangat disukai pada studi geothermal karena mineral-mineral ferromagnetic akan kehilangan sifat kemagnetannya bila dipanasi mendekati temperatur Curie oleh karena itu digunakan untuk mempelajari daerah yang dicurigai mempunyai potensi geothermal. Metode eksplorasi disukai karena data acquisition dan data proceding dilakukan tidak serumit

metoda gaya berat. Penggunaan filter matematis umum dilakukan untuk memisahkan anomaly berdasarkan panjang gelombang maupun kedalaman sumber anomaly magnetic yang ingin diselidiki. Di pasaran banyak ditawarkan alat geomagnet dengan sensitifitas yang tinggi seperti tipe Proton Magnettometer (Gambar 1.7) dan lain-lain.

Gambar 1.7 Pengukuran Geomagnet Data pengamatan magnetik lebih menunjukan sifat residual yang kompleks. Dengan demikian, metode magnetik memiliki variasi terhadap waktu jauh lebih besar. Pengukuran intensitas medan magnetik bisa dilakukan melalui darat, laut dan udara. Metode magnetik sering digunakan dalam eksplorasi pendahuluan minyak bumi,

panas bumi, dan batuan mineral serta serta bisa diterapkan pada pencarian prospeksi benda-benda arkeologi.

d. Metode Geolistrik (Resistivitas) Metoda geolistrik adalah salah satu metoda geofisika yg didasarkan pada penerapan konsep kelistrikan pada masalah kebumian. Tujuannya adalah untuk memperkirakan sifat kelistrikan medium atau formasi batuan bawah-permukaan terutama kemampuannya untuk menghantarkan atau menghambat listrik (konduktivitas atau resistivitas). Aliran listrik pada suatu formasi batuan terjadi terutama karena adanya fluida elektrolit pada pori-pori atau rekahan batuan. Oleh karena itu resistivitas suatu formasi batuan bergantung pada porositas batuan serta jenis fluida pengisi pori-pori batuan tsb. Batuan porous yg berisi air atau air asin tentu lebih konduktif (resistivitas-nya rendah) dibanding batuan yg sama yg pori-porinya hanya berisi udara (kosong). Temperatur tinggi akan lebih menurunkan resitivitas batuan secara keseluruhan karena meningkatnya mobilitas ion-ion penghantar muatan listrik pada fluida yg bersifat elektrolit.

Gambar 1.8 Pengukuran Resistivitas batuan Cara kerja metoda geolistrik secara sederhana dapat dianalogikan dengan rangkaian listrik. Jika arus dari suatu sumber dialirkan ke suatu beban listrik (misalkan kawat seperti terlihat pada gambar) maka besarnya resistansi R dapat diperkirakan berdasarkan besarnya potensial sumber dan besarnya arus yg mengalir. Dalam hal ini besaran resistansi tidak dapat digunakan untuk memperkirakan jenis material karena masih bergantung ukuran atau geometri-nya. Untuk itu digunakan besaran resistivitas yg merupakan resistansi yg telah dinormalisasi terhadap geometri.

Dalam prakteknya pengukuran geolistrik dilakukan dengan mengalirkan arus ke dalam tanah melalui 2 elektroda (C1 dan C2) dan respons-nya (beda potensial) diukur melalui 2 elektroda yg lain (P1 dan P2). Berdasarkan konfigurasi elektroda dan respons yg terukur maka sifat kelistrikan medium bawah-permukaan tersebut dapat diperkirakan. Selain itu Geolistrik merupakan salah satu metode geofisika yang mempelajari sifat aliran listrik di dalam bumi dan bagaimana cara mendeteksinya di permukaan bumi. Dalam hal ini meliputi pengukuran potensial, arus dan medan elektromagnetik yang terjadi baik secara alamiah ataupun akibat injeksi arus ke dalam bumi. Ada beberapa macam metoda geolistrik, antara lain : metode potensial diri (yaitu dengan memanfaatkan potensial alam tanpa injeksi arus), arus telluric, magnetoteluric, elektromagnetik, IP (Induced Polarization), resistivitas (tahanan jenis) dan lain-lain. Hasil pengukuran geolistrik tidak dapat digunakan secara pasti untuk menentukan jenis batuan, mengingat banyaknya faktor yg mempengaruhi resistivitas batuan. Namun demikian metoda geolistrik dapat dimanfaatkan untuk memperkirakan adanya formasi batuan yg mengandung air (akuifer) dalam eksplorasi air tanah, adanya formasi batuan yg berasosiasi dengan zona mineralisasi dalam eksplorasi mineral. Dalam studi rekayasa dan lingkungan metoda geolistrik juga berperan untuk memperkirakan kebocoran bendungan, dispersi fluida polutan dan sebagainya. Dalam tulisan lain akan disajikan beberapa contoh aplikasi metoda geolistrik.

Gambar 1.9 Susunan Elektroda arus dan potensial Dalam hal ini akan dibahas khusus metode geolistrik tahanan jenis. Pada metode geolistrik tahanan jenis ini, arus listrik diinjeksikan ke dalam bumi melalui

dua elektroda arus. Kemudian beda potensial yang terjadi diukur melalui dua elektroda potensial. Dari hasil pengukuran arus dan beda potensial untuk setiap jarak elektroda yang berbeda kemudian dapat diturunkan variasi harga hambatan jenis masing-masing lapisan di bawah titik ukur (sounding point). Metoda ini lebih efektif jika digunakan untuk eksplorasi yang sifatnya dangkal, jarang memberikan informasi lapisan di kedalaman lebih dari 1000 feet atau 1500 feet. Oleh karena itu metode ini jarang digunakan untuk eksplorasi minyak tetapi lebih banyak digunakan dalam bidang engineering geology seperti penentuan kedalaman batuan dasar, pencarian reservoar air, juga digunakan dalam eksplorasi geothermal. Pada dekade tahun 2000-an, metode Resistivitas semakin dikenal untuk eksplorasi mineral setelah ditemukannya metode Resistivity dua dimensi dengan progam Res2dinv dan peralatan multielectrode yang salah satu sistem adalah Automatic Resistivity System (Ares). Berdasarkan letak (konfigurasi) elektroda-elektroda arus, dikenal beberapa jenis metode resistivitas tahanan jenis, antara lain : Konfigurasi Schlumberger Konfigurasi ini pertama kali dikenal sebagai pengukuran geolistrik secara 1 dimensi yaitu seperti titik bor karena sangat baik untuk pendugaan lapisan bumi yang bersifat layer dan bervariasi secara vertikal (sounding). Misalnya aquifer. Konfigurasi Wenner Konfigurasi Wenner hampir sama dengan Schlumberger tetapi mengingat jarak antar elektroda harus sama maka kurang praktis untuk sounding. Namun akan lebih cocok bila digunakan untuk pendugaan lapisan yang bervariasi horizontal (mapping). Misalnya endapan mangan. Keunggulan konfigurasi Wenner setelah ditemukannya Resistivity 2D dengan alat automatic karena hasilnya lebih baik. Konfigurasi Dipole-dipole Mengingat endapan bahan galian tidak selalu bervariasi secara horizontal/vertikal tetapi juga ada yang miring dan berbelok-belok seperti endapan mineral sulfide atau urat-urat kuarsa maka metode dipole-dipole ini lebih cocok. Selain metode Resistivitas, geolistrik juga mengenal metode IP, yaitu bila dengan Resistivitas gagal karena injeksi arus perlahan-lahan naik dan arus dimatikan perlahan-lahan turun sampai nol. Proses perlahan-lahan tadi disebabkan karena adanya mineral sulfide yang bisa menyimpan arus sehingga terjadi polarisasi di dalam batuan.

e. Metode Elektromagnetik VLF (Very Low Frequency) Salah satu metode yang banyak digunakan dalam prospeksi geofisika adalah metode elektromagnetik. Metode elektromagnetik biasanya digunakan untuk eksplorasi benda-benda konduktif. Perubahan komponen-komponen medan akibat variasi konduktivitas dimanfaatkan untuk menentukan struktur bawah permukaan. Medan elektromagnetik yang digunakan dapat diperoleh dengan sengaja membangkitkan medan elektromagnetik di sekitar daerah observasi, pengukuran semacam ini disebut teknik pengukuran aktif. Contoh metode ini adalah Turam elektromagnetik. Metode ini kurang praktis dan daerah observasi dibatasi oleh besarnya sumber yang dibuat. Teknik pengukuran lain adalah teknik pengukuran pasif, teknik ini memanfaatkan medan elektromagnetik yang berasal dari sumber yang tidak secara sengaja dibangkitkan di sekitar daerah pengamatan. Gelombang elektromagnetik seperti ini berasal dari alam dan dari pemancar frekuensi rendah (1530 Khz) yang digunakan untuk kepentingan navigasi kapal selam. Teknik ini lebih praktis dan mempunyai jangkauan daerah pengamatan yang luas.

Gambar 1.10 Pengukuran EM-VLF f. Ground penetrating radar (GPR) merupakan salah satu metode penelitian geofisika dengan memanfaatkan gelombang elektromagnetik yang mempunyai frekuensi dan resolusi tinggi. Metoda ini hampir serupa dengan metoda seismik pantul, hanya saja dalam seismik pantul gelombang yang digunakan adalah gelombang mekanik/seismik/vibrasi. Disamping itu jika pada seismik pantul, pemantul menunjukkan kontras impedansi (yang merupakan fungsi dari kecepatan gelombang seismik dan rapat massa) antara dua medium, maka pada metoda GPR pemantul menunjukkan kontras dari konstanta dielektrik relatif antara dua medium lapisan batuan. (Gambar 1.11)

Suatu sistim GPR pada umumnya terdiri dari suatu sinyal generator, dua antenna masing-masing sebagai pengirim gelombang (transmitter) dan penerima gelombang (receiver), dan suatu sistim perekam (recording) dan pengolah data (processing). Frekuensi gelombang yang digunakan dapat bervariasi bergantung pada kebutuhan jangkauan kedalaman (penetration depth), frekuensi yang sudah tersedia dalam unit antenna/sensor adalah 50, 100, 200, 400, 500, 800 dan 1000 MHz. Untuk kepentingan engineering seperti mendeteksi saluran/jaringan pipa bawah permukaan biasanya menggunakan antenna/sensor 50 100 MHz. Sedangkan sebagai contoh eksplorasi mineral dari internet (Gambar 1.12)

Gambar 1.11 Contoh Set-Up Pengukuran, Display Radargram GPR

Gambar 1.12 Studi penjalaran gelombang elektromagnetik (EM) untuk geofisika dekat-permukaan (inset; contoh eksplorasi emas, intan dan mineral berat lainnya)