Anda di halaman 1dari 5

Stress (Tegangan)

November 7, 2008 at 4:17 am Leave a comment


Bentuk dan ukuran suatu material dapat berubah dengan dikenakannya gaya luar, dan material pun cendrung untuk kembali kepada keadaan semuala ketika gaya ini dihilangkan. Hal yang serupa terjadi pada fluida, yang dapat mengalami perubahan ukuran (volume) tapi tidak terjadi perubahan bentuk. Sifat yang melawan perubahan bentuk maupun ukuran dan kembalinya kepada kondisi semula ketika gaya luar dihilangkan disebut sebagai Elastisitas. Suatu material elastis sempurna adalah material yang dapat kembali ke bentuk semula dengan sempurna setelah terdeformasi. Batuan adalah termasuk sebagai suatu bahan elastis sempurna. Hubungan antara gaya yang diterapkan dan deformasi dinyatakan dalam konsep stress dan strain. STRESS (TEGANGAN) Stress yang terjadi pada suatu material tidak dapat dihitung tanpa mengikut sertakan gaya yang terjadi. Pada gambar 1 menunjukkan suatu blok material yang dikenakan gaya.

Gambar 1 Dan stress yang terjadi pada blok material tersebut kita dapat dituliskan sebagai : Stress = (gaya/luas area) atau = F/A karena gaya adalah besaran vektor dan luasan adalah besaran skalar maka stressharus dalam bentuk vektor dan satuan yang digunakan adalah Pa (pascal) Gaya/satuan Luas = massa x percepatan/Luasan = (kg(m/s ))/m = Pa Sekarang marilah kita mencoba melihat stress yang terjadi pada suatu bidang. Pada gambar 2 menunjukkan suatu stress yang terjadi pada suatu bidang sempurna, jika stress datang pada arah tegak lurus bidang, maka yang terdapat hanya normal stress yang biasa kita sebut sebagai tekanan (pressure). Dan jika datang dengan arah tidak tegak lurus, maka akan terdapat normal stress (dapat dihitung dari sudut yang dibentuk) dan shear stress atau tangensial (stress yang terjadi sejajar dengan bidang).
2 2

Gambar 2 Chaucy dan Navier adalah dua orang ahli yang mula-mula menganggap bahwa benda padat adalah suatu sistem yang terdiri dari partikel-partikel medium. Distribusi partikel ini menerus (continuous) sehingga pergeserannya dapat dilacak sebagai fungsi koordinat. Sekarang mari kita tinjau sebuah elemen medium yang kita andaikan berbentuk kubus (3 Dimensi) dengan panjang sisi-sisinya mendekati nol (gambar 3)

Gambar 3 Pada gambar 3 di bidang x, komponen stress akan bekerja pada arah x, y dan z ditulis sebagai xx ; yx dan zx, dimana subscript pertama menunjukkan arah dari stress tersebut dan subscript kedua menunjukkan kepada permukaan stresstersebut bekerja. Sehingga zx menunjukkan bahwa stress bekerja sejajar dengan sumbu z pada bidang x. Jika subscriptnya sama (misalnya xx) menunjukkan normal stress, dan jika subscript berbeda (misalnya xz) disebut shear stress.

Pada gambar 3 menunjukkan bahwa stress yang terjadi pada permukaan DEFG sama dengan yang terjadi pada permukaan OABC, begitu pula pada keempat permukaan lainnya. Sehingga dapat dituliskan tegangan ( stress) yang bekerja pada bidang-bidang elemen kubus ada 9 macam yakni

(1) Persamaan ini biasa disebut sebagai stress tensor. Jika kubus tersebut berada pada kondisi equilibrium (kondisi diam, takbergerak, tak berputar, dll) maka akan berlaku xy = yx xz = zx yz = zy sehingga hanya tinggal 6 komponen tensor yang indipenden. Dan hal ini menunjukkan bahwa stress tensor adalah suatu tensor simetris. KASUS TAKSEIMBANG Pada bagian sebelumnya telah dibahas mengenai medium dalam kondisi static equilibrium (kondisi diam). Sekarang akan dibahas mengenai stress yang terjadi pada kasus takseimbang seperti yang ditunjukkan pada gambar 4.

Gambar 4 Stress yang terjadi pada bidang DEFG dan OABC pada arah x, y dan z ditulis sebagai

Dan gayanya yang terjadi dapat dituliskan sebagai (Gaya = stress kali satuan luas) yang terdiri dari

Kemudian dengan cara yang serupa untuk bidang BCFG atau ADEO adalah

dan untuk bidang ABEF atau CDGO adalah

Compiled By : Ahmad Nadzir (nadzir_ahmad@yahoo.com)