Anda di halaman 1dari 7

Pertanyaan diskusi 1) Bukti dokumen yaitu surat perikatan diperlukan agar baik auditor maupun manajemen klien mengetahui

tanggung jawab masing masing dalam suatu perikatan audit dan tugas auditor dalam perikatan audit tersebut. Hal hal yang disertakan dalam surat perikatan audit diantaranya yaitu

Penjelasan mengenai sifat dan lingkup audit serta tanggung jawab auditor. Pernyataan bahwa suatu audit yang telah dirancang dan dilaksanakan dengan tepat mungkin tidak akan dapat mendeteksi semua ketidakwajaran yang material. Pernyataan mengenai tanggung jawab manajemen yaitu menyusun laporan keuangan, menyelenggarakan struktur internal control yang memadai, menyediakan beberapa representasi tertulis tertentu kepada auditor. Deskripsi dari jasa yang akan diberikan oleh auditor seperti mempersiapkan atau me-review surat pemberitahuan pajak. Fee pembayaran yang telah disepakait sebelumnya dan tanggal penyelesaian laporan audit -syarat perikatan dengan menandatangani dan mengembalikan salinan surat perikatan kepada auditor Tanggung jawab yang diterima KAP dalam surat perikatan dengan PT. Maju Makmur adalah mengaudit laporan keuangan yang berakhir 31 Desember 2010, memastikan bahwa komite audit tanggap terhadap kondisi terlaporkan yang menjadi perhatian auditor serta mempersiapkan Surat Pemberitahuan Pajak Penghasilan Badan Tahunan PT. Maju Makmur. Sementara manajemen perusahaan bertanggung jawab atas (1) menciptakan dan memelihara pengendalian internal yang efektif atas laporan keuangan (2) mengidentifikasi dan memastikan bahwa perusahaan patuh pada hukum dan peraturan yang sesuai aktivitasnya (3) menyediakan semua catatan keuangan dan informasi yang berkaitan (4) menyediakan representation letter yang mengonfirmasikan tanggung jawab manajemen bahwa dalam penyusunan laporan keuangan telah sesuai dengan PABU, ketersediaan catatan keuangan dan data terkait, ketersediaan dan kelengkapan notulen pertemuan dewan direksi dan komite, dan dengan penuh keyakinan menegaskan ketiadaaan praktik kecurangan yang melibatkan manajemen dan karyawan yang memiliki peranan penting dalam pengendalian internal perusahaan. 2) Informasi yang harus tersedia bagi auditor agar dapat menaksir HPP adalah taksiran mengenai harga pokok produksi, barang jadi awal, serta barang jadi akhir. Auditor dapat mempertimbangkan nilai tersebut dari tahun sebelumnya, anggaran maupun nilai yang ada di industri tersebut industri 3) Area yang berpotensi menimbulkan masalah adalah mengenai tingkat keberlanjutan usaha dari toko yang terdapat sidoarjo yang menurut auditor sebelumnya tidak lagi potensial yang

berdampak pula dengan penilaian aset dari toko tersebut. Hal ini berkaitan dengan akun bangunan. Selain itu karena PT. Maju Makmur merupakan perusahaan retail, maka yang perlu menjadi perhatian dan memiliki risiko inheren tinggi adalah akun kas, penjualan dan piutang usaha perusahaan. 4) Berdasarkan PSA. 07 Auditor dapat mengetahui bukti telah cukup diperoleh ketika bukti yang diperoleh tersebut dapat dipakai sebagai dasar yang memadai untuk merumuskan pendapatnya. 5) Kualitas bukti yang dikumpulkan dari pengujian substantive salah satunya tergantung pada keefektifan pengendalian internal perusahaan klien, semakin efektif pengendalian intern, semakin besar jaminan yang diberikan mengenai keandalan data akuntansi dan laporan keuangan. Cara pemerolehan bukti lain seperti meminta konfirmasi kepada kreditur klien atau pihak ketiga lainnya (eksternal) lebih memberikan jaminan keandalan daripada bukti yang diperoleh dengan pengujian substantive karena sumber bukti diperoleh dari pihak internal. 6) Menurut PSA No.5 mengenai Perencanaan dan Supervisi auditor harus memperoleh pengetahuan tentang bisnis entitas yang memungkinkannya untuk merencanakan dan melaksanakan auditnya berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. Tingkat pengetahuannya harus memungkinkan auditor untuk memahami peristiwa, transaksi, dan praktik yang, menurut pertimbangannya, kemungkinan mempunyai dampak terhadap laporan keuangan. Tingkat pengetahuan yang umumnya dimiliki oleh manajemen tentang pengelolaan bisnis entitas jauh lebih banyak dibandingkan dengan pengetahuan mengenai hal yang sama yang diperoleh auditor dari pelaksanaan auditnya. Pengetahuan mengenai bisnis entitas biasanya diperoleh auditor melalui pengalamannya dengan entitas atau industrinya serta dari permntaan keterangan kepada personel perusahaan. Kertas kerja audit dari tahun sebelumnya dapat berisi informasi yang bermanfaat mengenai sifat bisnis, struktur organisasi, dan karakteristik operasi, serta transaksi yang memerlukan pertimbangan khusus. Sumber lain yang dapat digunakan oleh auditor adalah publikasi yang dikeluarkan oleh industri, laporan keuangan entitas lain dalam industri, buku teks, majalah, dan perorangan yang memiliki pengetahuan mengenai industri. 7) Menurut kode etik profesi, adanya imbalan jasa yang diusulkan oleh satu praktisi lebih rendah dari praktisi yang lain bukan merupakan pelanggaran terhadap kode etik profesi Namun demikian akan timbul masalah dari adanya kompetisi fee audit ini contohnya adalah ancaman kepentingan pribadi terhadap kompetensi serta sikap kecermatan dan kehati hatian professional dapat terjadi ketika imbalan jasa professional yang diusulkan sedemikian rendahnya, sehingga dapat mengakibatkan tidak dapat dilaksanakannya perikatan dengan baik berdasarkan standar teknis dan standar profesi yang berlaku.

8) Risiko deteksi merupakan antisipasi auditor bahwa salah saji material tidak terdeteksi oleh pengendalian internal klien dan prosedur audit yang dibuat KAP, sehingga apabila risiko deteksinya rendah maka auditor harus melakukan substantive test. Risiko inheren ini tergantung dari risiko pengendalian dan risiko inheren yang dimiliki perusahaan, semakin tinggi risiko pengendalian dan risiko inheren ditetapkan maka risiko deteksi rendah. 9) Menurut SA Seksi 316 auditor harus menaksir risiko salah saji material dalam laporan keuangan sebagai akibat dari kecurangan dan harus mempertimbangkan taksiran risiko ini dalam mendesain prosedur audit yang akan dilaksanakan. Dalam melakukan penaksiran ini, auditor harus mempertimbangkan faktor risiko kecurangan yang berkaitan dengan baik (a) salah saji yang timbul sebagai akibat kecurangan dalam pelaporan keuangan maupun (b) salah saji yang timbul dari perlakuan tidak semestinya terhadap aktiva untuk setiap golongan yang bersangkutan yang disajikan dalam paragraf. Auditor juga harus meminta keterangan kepada manajemen (a) untuk memperoleh pemahaman dari manajemen tentang risiko kecurangan dalam entitas dan (b) untuk menentukan apakah manajemen memiliki pengetahuan tentang kecurangan yang telah dilakukan terhadap atau terjadi dalam entitas. Informasi dari permintaan keterangan ini dapat mengidentifikasi faktor-faktor risiko kecurangan yang mungkin berdampak terhadap taksiran auditor dan tanggapan yang bersangkutan. Beberapa hal yang dapat diajukan sebagai pertanyaan adalah (a) apakah terdapat lokasi anak perusahaan tertentu, segmen bisnis, tipe transaksi, saldo akun, atau golongan laporan keuangan yang di dalamnya terdapat faktor risiko kecurangan atau memiliki kemungkinan lebih besar adanya faktor risiko tersebut dan (b) bagaimana manajemen menangani risiko seperti itu. Dalam menaksir risiko kecurangan seperti yang disebutkan diatas berarti auditor juga harus mempertimbangkan elemen lain seperti pengendalian internal perusahaan, risiko bisnis yang terkait dengan perusahaan tersebut. 10) Layak, karena PT. Maju Makmur juga belum menjadi perusahaan publik saat dilakukannya perikatan audit, lagipula KAP Adi Susilo juga mempersiapkan alternatif jika kemudian hari PT.Maju Makmur melaksanakan penawarannya ke publik yaitu dengan meregistrasikan KAP ke BAPEPAM LK atau menggabungkan diri dengan Organisasi Audit yang merupakan bentuk jaringan kerjasama dengan BAPEPAM LK. Dalam kode etik profesi juga disebutkan bahwa sebagai bentuk pencegahan dalam perikatan dalam lingkungan kerja mencakup melibatkan KAP atau jaringan KAP lain untuk melakukan atau mengerjakan kembali suatu perikatan audit

Latihan 1. a. Rasio lancar 2008 2009 Arti Perubahan 1.511 1.481 Likuiditas menurun Terjadi peningkatan yang signifikan jumlah hari yang diperlukan untuk menjual persediaan. Ada kemungkinan persediaan yang usang (obsolete) atau 93.025 100.521 penjualan yang menurun Adanya peningkatan yang signifikan kemungkinan terjadi karena adanya piutang yang terlalu lama beredar karena merupakan piutang dari afiliasi 30.235 33.194 ataupun adanya piutang fiktif . Likuiditas menurun. tidak ada perubahan signifikan hal ini 0.688 0.697 mengindikasikan posisi solvabilitas stabil Adanya peningkatan yang signifikan menunjukkan 2.025 2.789 solvabilitas yang baik tidak ada perubahan signifikan hal ini 0.028 0.023 mengindikasikan profitabilitas cukup stabil tidak ada perubahan signifikan hal ini 0.078 0.063 mengindikasikan profitabilitas cukup stabil tidak ada perubahan signifikan hal ini 0.268 0.208 mengindikasikan profitabilitas cukup stabil

days to sell inventory

average collection period debt to total assets ratio times interest earned profit margin return on assets

return on equity Kesimpulan : Rasio keuangan PT. Maju Makmur menunjukkan bahwa dari terjadi penurunan likuiditas dari 2008 ke 2009 namun terjadi profitabilitas dan solvabilitas cukup stabil

b. Rasio Arti Perubahan Rasio PT. Maju Makmur berada dibawah rasio rata-rata industri, hal ini mengindikasikan adanya Lancar 2.230 1.481 permasalahan likuiditas Rasio pt. maju makmur berada diatas industri yang mengindikasikan penumpukan persediaan karena days to sell inventory 98.000 100.521 persediaan using atau penjualan yang menurun Periode penagihan piutang pt. maju makmur jauh diatas rata rata industri. Hal ini mengindikasikan average collection adanya permasalahan mengenai piutang period 13.000 33.194 perusahaan maupun penjualan Rasio pt.maju makmur jauh dari rata-rata industri, debt to total assets yang mengindikasikan tingkat hutang yang cukup ratio 48.100 0.697 tinggi Kemampuan membayar bunga pt. maju makmur tergolong lebih rendah daripada rata2 industrinya. Hal ini mengindikasikan permasalahan pada times interest earned 11.600 2.789 solvabilitas Profitabiltas pt. maju makmur sedikit lebih rendah profit margin (%) 2.620 2.27 daripada rata2 industri Rasio pt. maju makmur diatas rata-rata industri mengindikasikan bahwa profitabiltas perusaahaan return on assets (%) 5.160 6.29 cukup baik Rasio pt. maju makmur diatas rata-rata industri mengindikasikan bahwa profitabiltas perusaahaan return on equity (%) 11.630 20.76 baik Kesimpulan : apabila dibandingkan dengan rasio rata rata industri, pt. maju makmur diindikasikan memiliki permasalahan pada likuiditas dan solvabilitas. c. Prosedur Periksa laporan laba rugi Rata - rata industri 2009

Temuan Laporan laba rugi dari toko menghasilkan kerugian yang cukup signifikan

Arti Kemungkinan beban operasional terlalu besar tidak sebanding dengan penjualan dari toko dimana beban paling besar terdapat pada gaji dan beban sewa Kerugian dari toko Adanya indikasi terjadi meningkat tajam dari 2008 kenaikan beban perusahaan ke 2009 atau kesalahan pencatatan nominal beban (lebih saji atau kurang saji) Tingginya kenaikan beban Ada kemungkinan terjadi

penghasilan kurang saji atau lebih saji pada pencatatan beban pajak penghasilam Dalam menghitung saldo Kemungkinan ada laba akhir tidak dimasukkan kesalahan dalam komponen laba/(rugi) bersih penyusunan laporan keuangan sesuai dengan SAK yang berlaku Periksa neraca Nilai kas tergolong rendah Ada kemungkinan salah saji baik 2008 maupun 2009, dalam pencatatan kas padahal piutang yang terutama berkaitan dengan dimiliki cukup tinggi penerimaan kas dari piutang, atau pun adanya piutang yang terlalu lama beredar sehingga tidak segera menjadi kas Peningkatan piutang usaha Kemungkinan ada piutang dari 2008 ke 2009 yang beredar terlalu lama ataupun piutang dari afiliasi dan atau manajemen sehingga jatuh temponya lebih lama, atau adanya piutang fiktif Periksa neraca dan laporan Pada neraca wesel lancar Ada indikasi kesalahan arus kas tidak berubah dari tahun pencatatan wesel bayar pada 2008 ke 2009 tetap 160.000 tahun 2009 padahal pada laporan arus kas terdapat pembayaram wesel bayar sebesar 160.000 Periksa neraca saldo Saldo debit muncul pada Akun akun kerugian ada akun penyisihan piutang kemungkinan bertambah ragu ragu atau terjadi salah posting pada sisi debit Saldo kredit muncul pada Ada kemungkinan terjadi akun deviden salah posting pada sisi kredit Terdapat 2 akun yang sama Kemungkinan terjadi yaitu akumulasi depresiasi kesalahan dalam pencatatan truk dan kendaraan, namun nama akun dan nominalnya dengan nilai nominal yang berbeda dengan salah satunya ada di debit

pajak perusahaan