Anda di halaman 1dari 2

Nama NIM Prodi Mid test

: Yogi Trisno Putra : H1E110002 : Teknik Lingkungan : Pendidikan Kewarganegaraan

Berita yang terjadi : Tidak Murah, Patroli Anti Perompak Somalia Pemerintah Indonesia tengah mempertimbangkan berbagai opsi untuk menindak para perompak Somalia di Teluk Aden. Salah satu opsi adalah mengirim pasukan TNI. Sejumlah negara sudah mengerahkan pasukan untuk berpatroli di Teluk Aden, dalam rangka mengamankan kapal-kapal dagang dari ancaman perompakan. Namun, untuk melakukan patroli itu butuh biaya besar. Menurut analis pertahanan dari Universitas Indonesia, Connie Rahakundini Bakrie, pengiriman pasukan ke wilayah ini tidak mudah dan tidak murah. Connie mengatakan bahwa sebelum melakukan pengiriman, pemerintah harus terlebih dahulu melakukan perhitungan secara rinci mengenai seberapa sering jalur ini kita gunakan, kapal jenis apa saja dan bermuatan apa saja, lalu berapa banyak kapal dan nilai perdagangan didalamnya. Masalahnya, berapa besar anggaran yang dibutuhkan Indonesia untuk mengirim patroli ke Teluk Aden? Menurut Connie, pengiriman satu saja kapal TNI AL untuk mengawal pengiriman barang di teluk ini akan memakan biaya hingga US$10 juta atau sekitar Rp86,5 miliar per tahunnya. "Jelas anggarannya harus diadakan dan disiapkan untuk mengirimkan dan menggelar kekuatan TNI AL kita sampai kesana dan kemudian menjadi bagian dari gugus tugas yang di tahun 2009 saja sudah mencapai jumlah warships anti-piracy patrols di area Teluk Aden sebanyak 20-23 kapal dari berbagai negara," ujar Connie, yang kini juga dikenal sebagai Direktur Eksekutif Institute of Defence and Security Studies. Selain itu, Indonesia juga harus rela berbagi wilayah patroli di Teluk Aden dengan puluhan negara lainnya yang tergabung dalam beberapa gugus tugas. Semua negara ini berkepentingan untuk melindungi warga negara sendiri. Jika sudah ditetapkan akan turun, jelas Connie, maka TNI AL harus melengkapi kapal-kapal yang akan dikirimkan dengan berbagai perangkat tempur yang dibutuhkan,

hal ini tentu saja akan menambah bengkak anggaran. Dia mengaku pesimis pemerintah memiliki anggaran untuk menurunkan pasukannya ke Teluk Aden. "Tetapi kembali pertanyaannnya apakah sedemikian sederhana men- deployed TNI AL kita kesana kalau operasi pengamanan Selat Malaka saja kita masih berteriak kekurangan bahan bakar. Ironis kan?" ujarnya.

Dari berita di atas bisa kita simpul kan bahwa indonesia dalam upaya nya menekan ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan dari luar negeri yang merupakan latar belakang dari geostrategi, masih terkendala oleh dana. Apalagi pemerintah indonesia ingin membangun bangunan DPR yang baru yang di perkirakan akan memakan dana sebesar 1,2 triliyun. Seharus nya pemerintah lebih mementingkan pertahanan keamanan dengan meningkatkan persenjataan dan teknologi tempur agar lebih di segani oleh negara lain dan mampu menciptakan kesejahteraan dan kemakmuran dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, selain itu juga untuk meningkat kan eksistensi bangsa dan negara. Namun, faktor korupsi juga manjadi salah satu penyebab kurang nya dana untuk pertahanan. Andai saja indonesia ini tidak ada korupsi, mungkin hutang hutang indonesia yang banyak itu sudah terlunasi dan pasti rakyat nya akan tentram terbebas dari kemiskinan.