Anda di halaman 1dari 8

1

BAB I PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Penyakit kaki gajah merupakan penyait yang bersifat menahun (kronis) dan bila tidak mendapatkan pengobatan, dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki. Penyakit Kaki Gajah bukanlah penyakit yang mematikan, namun demikian bagi penderita mungkin menjadi sesuatu yang dirasakan memalukan bahkan dapat mengganggu aktifitas sehari-hari. Penyakit Kaki Gajah umumnya banyak terdapat pada wilayah tropis. Menurut info dari WHO, urutan negara yang terdapat penderita mengalami penyakit kaki gajah adalah Asia Selatan (India dan Bangladesh), Afrika, Pasifik dan Amerika. Belakangan banyak pula terjadi di negara Thailan dan Indonesia (Asia Tenggara). I.2 Rumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud dengan penyakit kaki gajah? 2. Bagaimana penularan penyakit kaki gajah? 3. Bagaimana tanda dan gejala penyakit kaki gajah? 4. Bagaimana pemeriksaan diagnostik penyakit kaki gajah? 5. Bagaimana penanganan dan pengobatan penyakit kaki gajah? 6. Bagaimana pencegahan penyakit kaki gajah?

II.3 Tujuan 1. Mengetahui definisi dari penyakit kaki gajah 2. Mengetahui cara penularan penyakit kaki gajah 3. Mengetahui tanda dan gejala penyakit kaki gajah 4. Mengetahui pemeriksaan diagnostik penyakit kaki gajah 5. Mengetahui cara penanganan dan pengobatan penyakit kaki gajah 6. Mengetahui cara pencegahan penyakit kaki gajah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

II.1 Definisi

Penyakit Kaki Gajah (Filariasis atau Elephantiasis) adalah golongan penyakit menular yang disebabkan oleh cacing Filaria yang ditularkan melalui berbagai jenis nyamuk. Setelah tergigit nyamuk, parasit (larva) akan menjalar dan ketika sampai pada jaringan sistem lympa maka berkembanglah menjadi penyakit tersebut. II.2 Penularan Penyakit Kaki Gajah Penyakit ini ditularkan melalui nyamuk yang menghisap darah seseorang yang telah tertular sebelumnya. Darah yang terinfeksi dan mengandung larva dan akan ditularkan ke orang lain pada saat nyamuk yang terinfeksi menggigit atau menghisap darah orang tersebut. Tidak seperti Malaria dan Demam berdarah, Filariasis dapat ditularkan oleh 23 spesies nyamuk dari genus Anopheles, Culex, Mansonia, Aedes & Armigeres. Karena inilah, Filariasis dapat menular dengan sangat cepat. II.3 Tanda dan Gejala Penyakit Kaki Gajah Seseorang yang terinfeksi penyakit kaki gajah umumnya terjadi pada usia kanak-kanak, dimana dalam waktu yang cukup lama (bertahun-tahun) mulai dirasakan perkembangannya. Adapun gejala akut yang dapat terjadi antara lain : a. Demam berulang-ulang selama 3-5 hari, demam dapat hilang bila istirahat dan muncul lagi setelah bekerja berat

b. Pembengkakan kelenjar getah bening (tanpa ada luka) didaerah lipatan paha, ketiak (lymphadenitis) yang tampak kemerahan, panas dan sakit c. Radang saluran kelenjar getah bening yang terasa panas dan sakit yang menjalar dari pangkal kaki atau pangkal lengan kearah ujung (retrograde lymphangitis) d. Filarial abses akibat seringnya menderita pembengkakan kelenjar getah bening, dapat pecah dan mengeluarkan nanah serta darah e. Pembesaran tungkai, lengan, buah dada, buah zakar yang terlihat agak kemerahan dan terasa panas (early lymphodema) Sedangkan gejala kronis dari penyakit kaki gajah yaitu berupa pembesaran yang menetap (elephantiasis) pada tungkai, lengan, buah dada, buah zakar (elephantiasis skroti). II.4 Pemeriksaan Diagnostik Penyakit Kaki Gajah Penyakit kaki gajah ini umumnya terdeteksi melalui pemeriksaan mikroskopis darah, Sampai saat ini hal tersebut masih dirasakan sulit dilakukan karena microfilaria hanya muncul dan menampilkan diri dalam darah pada waktu malam hari selama beberapa jam saja (nocturnal periodicity). Selain itu, berbagai methode pemeriksaan juga dilakukan untuk mendiagnosa penyakit kaki gajah. Diantaranya ialah dengan system yang dikenal sebagai Penjaringan membran, Metode konsentrasi Knott dan Teknik pengendapan. Metode pemeriksaan yang lebih mendekati kearah diagnosa dan diakui oleh pihak WHO adalah dengan jalan pemeriksaan sistem "Tes kartu", Hal ini sangatlah sederhana dan peka untuk mendeteksi penyebaran parasit (larva). Yaitu dengan cara

mengambil sample darah sistem tusukan jari droplets diwaktu kapanpun, tidak harus dimalam hari. II.5 Penanganan dan Pengobatan Penyakit Kaki Gajah Tujuan utama dalam penanganan dini terhadap penderita penyakit kaki gajah adalah membasmi parasit atau larva yang berkembang dalam tubuh penderita, sehingga tingkat penularan dapat ditekan dan dikurangi. Dietilkarbamasin {diethylcarbamazine (DEC)} adalah satu-satunya obat filariasis yang ampuh baik untuk filariasis bancrofti maupun malayi, bersifat makrofilarisidal dan mikrofilarisidal. Obat ini tergolong murah, aman dan tidak ada resistensi obat. Penderita yang mendapatkan terapi obat ini mungkin akan memberikan reaksi samping sistemik dan lokal yang bersifat sementara dan mudah diatasi dengan obat simtomatik. Dietilkarbamasin tidak dapat dipakai untuk khemoprofilaksis. Pengobatan diberikan oral sesudah makan malam, diserap cepat, mencapai konsentrasi puncak dalam darah dalam 3 jam, dan diekskresi melalui air kemih. Dietilkarbamasin tidak diberikan pada anak berumur kurang dari 2 tahun, ibu hamil/menyusui, dan penderita sakit berat atau dalam keadaan lemah. Namun pada kasus penyakit kaki gajah yang cukup parah (sudah membesar) karena tidak terdeteksi dini, selain pemberian obat-obatan tentunya memerlukan langkah lanjutan seperti tindakan operasi.

II.6 Pencegahan Penyakit Kaki Gajah Bagi penderita penyakit gajah diharapkan kesadarannya untuk memeriksakan kedokter dan mendapatkan penanganan obat-obtan sehingga tidak menyebarkan penularan kepada masyarakat lainnya. Untuk itulah perlu adanya pendidikan dan pengenalan penyakit kepada penderita dan warga sekitarnya. Pemberantasan nyamuk diwilayah masing-masing sangatlah penting untuk memutus mata rantai penularan penyakit ini. Menjaga kebersihan lingkungan merupakan hal terpenting untuk mencegah terjadinya perkembangan nyamuk diwilayah tersebut.

BAB III KESIMPULAN 1. Penyakit Kaki Gajah (Filariasis atau Elephantiasis) adalah golongan penyakit menular yang disebabkan oleh cacing Filaria yang ditularkan melalui berbagai jenis nyamuk.
2. Penyakit ini ditularkan melalui nyamuk yang menghisap darah seseorang yang

telah tertular sebelumnya, serta dapat ditularkan oleh 23 spesies nyamuk dari genus Anopheles, Culex, Mansonia, Aedes & Armigeres. 3. Seseorang yang terinfeksi penyakit kaki gajah umumnya terjadi pada usia kanakkanak, dimana dalam waktu yang cukup lama (bertahun-tahun) mulai dirasakan perkembangannya. Penyakit kaki gajah juga bisa terjadi tiba tiba (akut). 4. Pemeriksaan diagnostik yang sering dilakukan adalah pemeriksaan mikroskopis darah, penjaringan membran, metode konsentrasi Knott dan teknik pengendapan. 5. Penanganan dan pengobatan penyakit kaki gajah biasanya diberikan

Dietilkarbamasin dan biasanya diikuti dengan penanganan lanjut yaitu tindakan operasi.
6. Pencegahan penyait kaki gajah adalah dengan diberikan pendidikan dan

pengenalan penyakit kepada penderita dan warga sekitarnya, sehingga timbul kesadaran untuk segera memeriksakan diri ke dokter, pemberantasan nyamuk diwilayah masing-masing, serta menjaga kebersihan lingkungan

DAFTAR PUSTAKA Adsense Camp. 2009. Penyakit Kaki Gajah (Filariasis atau Elephantiasis). http://www.infopenyakit.com/. Diakses pada tanggal 4 Februari 2012