Anda di halaman 1dari 49

Panduan Penilaian AMDAL atau UKL/UPL untuk Kegiatan Penambangan Pasir dan Kerikil

Disusun Oleh:

untuk Kegiatan Penambangan Pasir dan Kerikil Disusun Oleh: Asisten Deputi Urusan Pengkajian Dampak Lingkungan Deputi
untuk Kegiatan Penambangan Pasir dan Kerikil Disusun Oleh: Asisten Deputi Urusan Pengkajian Dampak Lingkungan Deputi
untuk Kegiatan Penambangan Pasir dan Kerikil Disusun Oleh: Asisten Deputi Urusan Pengkajian Dampak Lingkungan Deputi

Asisten Deputi Urusan Pengkajian Dampak Lingkungan Deputi MENLH Bidang Tata Lingkungan Kementerian Negara Lingkungan Hidup

2007

Panduan Penilaian AMDAL atau UKL/UPL untuk Kegiatan Penambangan Pasir dan Kerikil

Disusun Oleh:

Asisten Deputi Urusan Pengkajian Dampak Lingkungan Deputi MENLH Bidang Tata Lingkungan Kementerian Negara Lingkungan Hidup

2007

PENGARAH

Hermien Roosita Plh. Deputi Urusan Pengkajian Dampak Lingkungan

EDITOR

Sri Wahyuni Herly Kabid Pengembangan Asdep Urusan Pengkajian Dampak Lingkungan

Ary Sudijanto Kabid Penyelenggaraan Asdep Urusan Pengkajian Dampak Lingkungan

TIM PENYUSUN

Farid Mohammad Amanda Widyadwiana Rachma Venita Wahyu Puspita Sari Sena Pradipta

Jan Weber Idris Maxdoni Kamil

APRESIASI

Ucapan terima kasih disampaikan kepada pihak-pihak yang telah membantu penerbitan buku ini, khususnya kepada Deutsche Gesellschaft für Technische Zusammenarbeit (GTZ), Dr. Budi Sulistijo, MApp, Dr. Agus Guntoro, Dr. Agung Suryanto, Harni Sulistyowati, Widhi Handoyo, Esther Simon, Endah Sri Sudewi, Muhammad Askary, Estamina Silalahi, Rachma Venita, Mawan Wicaksono, Tarmidi, Tanuwijaya, Pemi Suthiathirtarani, Istiqomah, Ira Haryani, Ahmad Djunaedi, Darno, Sopiyan, Khamim Huda, Suryatini Verias, dan seluruh pihak yang turut membantu terselesaikannya buku panduan ini.

Cetakan Pertama – 2007

PENERBIT

ASISTEN DEPUTI URUSAN PENGKAJIAN DAMPAK LINGKUNGAN DEPUTI MENLH BIDANG TATA LINGKUNGAN KEMENTERIAN NEGARA LINGKUNGAN HIDUP Gedung A Lantai 6 Otorita Batam Jl. DI. Panjaitan Kav. 24, Kebon Nanas, Jakarta Timur Telp/Faks: 021 85904925/021 85906168 Email: amdal@menlh.go.id Website: www.menlh.go.id

Puji dan Syukur ke hadirat Allah Swt atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga buku panduan

Puji dan Syukur ke hadirat Allah Swt atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga buku panduan penilaian AMDAL atau UKL-UPL untuk kegiatan pembangunan jalan ini dapat tersusun dengan bekerjasama dengan GTZ. Buku panduan ini berisi tentang hal-hal yang yang perlu diperhatikan dalam melakukan penilaian dokumen AMDAL atau UKL-UPL kegiatan penambangan pasir dan kerikil. Penyusunan buku panduan ini ditujukan untuk mempermudah anggota Komisi Penilai AMDAL atau UKL-UPL dalam melakukan proses penilaian.

Diharapkan dengan hadirnya buku panduan ini, proses penilaian dokumen AMDAL atau UKL- UPL kegiatan penambangan pasir dan kerikil menjadi lebih mudah dan terarah, sehingga kualitas dokumen AMDAL menjadi lebih baik.

Masukan dan saran guna penyempurnaan buku panduan ini sangat diharapkan demi terwujudnya kegiatan penambangan pasir dan kerikil yang benar-benar memperhatikan aspek lingkungan melalui dokumen AMDAL atau UKL- UPL yang baik.

Jakarta, November 2007 Plh. Deputi Menteri Negara Lingkungan Hidup Bidang Tata Lingkungan

Ir. Hermien Roosita, MM

Disclaimer

Panduan ini adalah pedoman lepas dalam penilaian AMDAL atau UKL dan UPL kegiatan penambangan pasir dan kerikil. Dampak yang potensial terjadi pada suatu rencana kegiatan sangat bergantung pada rencana kegiatan serta situasi, kondisi ekosistem, ekonomi, kesehatan masyarakat, dan sosial budaya setempat.

KATA PENGANTAR PENDAHULUAN 1 DISKRIPSI KEGIATAN 2 1. Identitas Pemr akarsa 2 2. Pelaksanaan Proyek

KATA PENGANTAR PENDAHULUAN

1

DISKRIPSI KEGIATAN

2

1. Identitas Pemrakarsa

2

2. Pelaksanaan Proyek

2

3. Lokasi Kegiatan

2

4. Zona Layak Tambang

2

5. Deskripsi Cadangan dan Sumberdaya Bahan Tambang

3

6. Deskripsi sistem penambangan

3

7. Deskripsi sistem pengolahan dan pemurnian

4

8. Deskripsi sistem pengangkutan

4

9. Sarana dan Prasarana

4

10. Deskripsi rencana rehabilitasi pasca penambangan

5

11. Tenaga Kerja

5

KOMPONEN LINGKUNGAN YANG DIPERHATIKAN

6

1. Komponen Tata Ruang

6

A. Tata Ruang dan Lahan

6

B. Penggunaan Lahan

6

C. Transportasi

6

D. Kegiatan lain disekitar

6

2. Komponen Fisik

6

A. Fisiografi

6

B. Iklim

6

C. Kualitas Udara dan kebisingan

6

D. Kualitas air

6

E. Geologi

6

F. Geohidrologi

7

3. Komponen Biologi

7

A. Flora

7

B. Fauna

7

4. Komponen Sosial, Ekonomi, dan Budaya

7

POTENSI DAMPAK YANG PERLU MENDAPAT PERHATIAN UNTUK DIKAJI (SITUASIONAL TERGANTUNG KONDISI SETEMPAT DAN RENCANA KEGIATAN)

8

1. Perubahan fungsi dan tata guna lahan

8

2. Peningkatan erosi dan sedimentasi

8

3. Penurunan kualitas air

8

4. Penurunan kualitas udara dan peningkatan kebisingan

8

RENCANA PENGELOLAAN DAN

PEMANTAUAN

9

1. Perubahan fungsi dan tata guna lahan

9

2. Peningkatan erosi dan sedimentasi

9

3. Penurunan kualitas air

9

4. Penurunan kualitas udara dan peningkatan kebisingan

9

PENUTUP LAMPIRAN Daftar Proses Penyusunan AMDAL dan UKL/UPL Kriteria Standar Evaluasi

11

LEMBAR INI SENGAJA DIKOSONGKAN

Panduan Penilaian AMDAL Atau UKL/UPL Untuk Kegiatan Pembangunan Jalan

AMDAL Atau UKL/UPL Untuk Kegiatan Pembangunan Jalan Pasir dan kerikil merupakan salah satu bahan/material utama

Pasir dan kerikil merupakan salah satu bahan/material utama dalam kegiatan konstruksi jalan, bangunan bertingkat tinggi ataupun perumahan sederhana. Bahan galian tersebut termasuk dalam bahan galian golongan C, yaitu bahan galian yang tidak termasuk bahan galian strategis (A) dan bahan galian vital (B), namun merupakan sumberdaya alam yang memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan pembangunan suatu wilayah.

Aktivitas penambangan pasir dan/atau kerikil memiliki potensi untuk merusak lingkungan yang hampir sama dengan bahan galian yang lain, hal ini dikarenakan penambangan pasir dan/atau kerikil adalah penambangan yang secara teknis mudah dilakukan karena dapat dilakukan dengan peralatan yang sederhana (manual) hingga menggunakan alat berat (mekanik). Begitu pula jika ditinjau dari luas area tambang yang dapat dilakukan dari skala perorangan (<100 m2) hingga industri (>1.000 Ha). Sumberdaya yang melimpah dan dapat dieksploitasi dengan mudah sehingga tidak diperlukan modal besar untuk dapat melakukan kegiatan penambangan mengakibatkan harga bahan galian ini dinilai dengan harga murah, selain itu juga mengakibatkan penambangan pasir menjadi penambangan yang paling berkembang luas di banyak tempat di Indonesia, baik yang memilki izin (legal) maupun yang tanpa izin (illegal). Sehingga seringkali menyulitkan dalam pengawasan dan terabaikan dalam pembinaan kegiatan penambangan yang berwawasan lingkungan.

Masalah lain yang dapat timbul adalah ketika penambang hanya meninggalkan kawasan penambangan tersebut begitu saja, atau hanya melakukan pemulihan sekedarnya, dan pada akhirnya dampak kerusakan lingkungan akan menjadi beban dan ditanggung oleh masyarakat dan pemerintah daerah.

Pada saat ini peraturan yang digunakan sebagai acuan untuk kegiatan penambangan galian C khususnya pasir dan kerikil adalah Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 43/MENLH/10/1996 tentang Kriteria Kerusakan Lingkungan Bagi Usaha atau Kegiatan Penambangan Bahan Galian Golongan C Jenis Lepas Di Daratan dan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 555.K/26/M.PE/1995.

Mengingat berbagai potensi dampak lingkungan yang timbul dari kegiatan ini, maka sebagai upaya dalam melakukan pengendalian dampak lingkungan, baik pada saat pra konstruksi (tahap perencanaan kegiatan), konstruksi, dan operasi kegiatan pembangunan kawasan penambangan pasir tersebut, diperlukan perencanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang dapat dipertanggungjawabkan dalam suatu dokumen pengelolaan lingkungan (dokumen AMDAL maupun UKL/UPL). Keterkaitan antara pembangunan kawasan penambangan pasir dengan kegiatan disekitarnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam perencanaan tata ruang wilayah, sehingga dalam pelaksanaanya harus selalu mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah baik Nasional, Provinsi, maupun Kabupaten/Kota. Sebagai salah satu acuan dalam melakukan penyusunan dokumen pengelolaan lingkungan maupun dalam melakukan penilaian, Kementerian Negara Lingkungan Hidup menerbitkan Pedoman Penilaian AMDAL atau UKL/UPL Untuk Kegiatan Penambangan Pasir dan Kerikil. Diharapkan, pedoman ini akan dapat bermanfaat bagi penilai AMDAL sebagai gambaran awal proses kegiatan pembangunan kawasan penambangan pasir.

Dalam setiap kegiatan penambangan pasir dan kerikil, deskripsi kegiatan yang akan dilakukan harus jelas dan
Dalam setiap kegiatan penambangan pasir dan kerikil, deskripsi kegiatan yang akan dilakukan harus jelas dan

Dalam setiap kegiatan penambangan pasir dan kerikil, deskripsi kegiatan yang akan dilakukan harus jelas dan harus mencakup antara lain:

1. IDENTITAS PEMRAKARSA

Penjelasan tentang nama dan alamat pemrakarsa, struktur organisasi, penanggungjawab proyek dan bagian yang bertanggungjawab terhadap pengelolaan lingkungan.

2. PELAKSANAAN PROYEK

Penjelasan tentang jadwal waktu pelaksanaan setiap tahapan proyek (prakonstruksi, konstruksi, operasi dan pasca operasi) dan Rencana Kerja Penambangan (pembagian blok-blok penambangan).

3. LOKASI KEGIATAN

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penjelasan tentang lokasi kegiatan tersebut adalah:

Nama

provinsi, luas lahan yang akan digunakan

kabupaten,

desa,

kecamatan,

harus jelas dan sebaiknya dilengkapi dengan letak geografis (koordinat);

Luas

area

yang

dibutuhkan

mencakup

deskripsi

layout

proyek

(sebaran

bahan

tambang);

Kesesuaian dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (sesuai dengan RTRW Nasional, Provinsi, dan Kabupaten/Kota), harus disertakan Peraturan Daerah yang mengatur;

Kondisi ekosistem setempat (geografi, topografi dan kondisi geologi)

Penjelasan umum tentang lokasi tersebut seperti lapisan penutup (tingkat kesuburan, jumlah lapisan penutup yang harus dibuang), kemungkinan dilakukan reklamasi, dan kemungkinan relokasi penduduk.

4. ZONA LAYAK TAMBANG

Zona layak tambang adalah zona yang dengan mempertimbangkan beberapa hal (lokasi, sistem penambangan, dan lain-lain) ditetapkan menjadi zona layak tambang karena memiliki dampak negatif yang bisa ditanggulangi dengan teknologi yang tersedia.

Panduan Penilaian AMDAL Atau UKL/UPL Untuk Kegiatan Pembangunan Jalan

Lokasi tambang sebaiknya tidak terletak di hulu sungai, karena dampaknya bisa sampai ke hilir. Contoh dari dampak tambang di hulu sungai adalah banjir, erosi dan pendangkalan di hilir sungai.

Lokasi tambang secara umum sebaiknya memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:

1. Daerah

tadah/imbuhan

(catchment area).

air

tanah

2. Letak bangunan-bangunan penting seperti tiang transmisi tegangan tinggi, bendung, tanggul dan jembatan.

3. Penambangan tidak dilakukan pada tempat dengan lereng yang lebih besar dari 40 % agar tidak terjadi erosi dan longsoran.

4. Komposisi dan ketebalan lapisan yang

air

berlokasi

di

antara

tambang

dan

permukaan;

5. Memastikan lapisan terlindung dari erosi akibat aliran air;

6. Daerah rawan gerakan tanah, jalur gempa kuat, bahaya letusan gunung api, banjir bandang dan sebagainya.

7. Daerah-daerah

lindung.

yang

memiliki

fungsi

5. DESKRIPSI CADANGAN DAN SUMBERDAYA BAHAN TAMBANG

Cadangan bahan tambang adalah bahan galian yang dapat ditambang dan bernilai ekonomis, sedangkan sumber daya bahan tambang merupakan ketersediaan bahan galian secara keseluruhan di batas area penambangan yang diizinkan oleh Surat Izin Penambangan Daerah (SIPD). Penilai dokumen AMDAL atau UKL-UPL sebaiknya memperhatikan deskripsi ini dalam dokumen

tersebut, sehingga dapat diketahui batasan maksimal penambangan yang diperbolehkan sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penentuan peruntukan lahan.

6. DESKRIPSI SISTEM PENAMBANGAN

Sistem penambangan yang dilakukan dapat berbeda-beda tergantung dari lokasi penambangan tersebut dilakukan. Penetapan sistem penambangan ini akan berpengaruh pada upaya pengelolaan lingkungan dan usaha rehabilitasi pasca penambangan karena sistem penambangan akan mempengaruhi kerusakan lingkungan yang ditimbulkan.

Sistem penambangan pasir dan kerikil sudah diatur dalam Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 43/MENLH/10/1996 tentang Kriteria Kerusakan Lingkungan Bagi Usaha atau Kegiatan Penambangan Bahan Galian Golongan C Jenis Lepas Di Daratan (definisi dalam peraturan tersebut adalah sirtu/pasir batu). Pada peraturan tersebut sistem penambangan yang aman untuk lingkungan adalah sistem penambangan jenjang/trap (bench system). Hal-hal yang harus diperhatikan tentang deskripsi sistem penambangan menurut Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 43/MENLH/10/1996 yaitu:

Kedalaman lubang galian

Penjelasan mengenai jarak vertikal dari permukaan lahan hingga ke dasar lubang galian. Permukaan adalah permukaan awal dari tepi lubang atau garis lurus yang menghubungan tepi galian sebelum ada galian, sedangkan dasar galian adalah lubang galian yang terdalam. Penentuan batas kedalaman ditentukan oleh letak muka air tanah.

Persyaratan kelayakan kedalaman lubang galian bagi peruntukan pemukiman/industri adalah minimum 1 meter di atas muka air tanah pada musim penghujan.

Persyaratan kelayakan kedalaman lubang galian bagi peruntukan tanaman tahunan

adalah minimum mencapai letak permukaan

air tanah dimusim hujan.

Persyaratan kelayakan kedalaman lubang galian bagi peruntukan tanaman pangan lahan basah adalah minimum 10 cm di bawah permukaan air tanah dimusim hujan.

Persyaratan kelayakan kedalaman lubang galian bagi peruntukan tanaman pangan lahan kering/peternakan adalah minimum mencapai letak permukaan air tanah dimusim hujan.

Jarak

Penjelasan mengenai jarak antara titik terluar

lubang galian dengan titik terdekat dari batas area penambangan yang diizinkan oleh Surat Izin Penambangan Daerah (SIPD). Jarak lubang galian dari batas SIPD merupakan zona penyangga agar lahan di luar batas SIPD tidak terganggu oleh kegiatan penambangan. Dalam hal ini jarak minimal 5

m dari batas SIPD merupakan batas aman.

Jika ada dua atau lebih SIPD yang berdampingan maka jarak lubang galian dimasing-masing SIPD dapat mencapai batas SIPD yang berdampingan.

Kemiringan dasar galian

Penjelasan mengenai kemiringan lahan yang merupakan salah satu faktor yang menentukan daya dukung lahan bagi suatu peruntukan. Persyaratan kelayakan lahan untuk pemukiman/industri adalah tidak lebih dari 8% sehingga untuk peruntukan tersebut kemiringan dasar galian dibatasi maksimum

8%.

Persyaratan kelayakan kemiringan dasar galian untuk tanaman tahunan maksimum

15%.

Persyaratan kelayakan kemiringan dasar galian untuk lahan basah maksimum 3%.

Persyaratan kelayakan kemiringan dasar galian untuk lahan kering maksimum 8%.

Dinding

galian

(Tinggi

dan

Lebar

Teras)

Penjelasan mengenai tinggi teras dan lebar teras. Tinggi teras maksimum 3 meter dan lebar dasar teras minimum 6 meter, atau dengan perbandingan 1:2. Hal tersebut untuk mempertahankan agar kemiringan dinding galian tidak lebih dari 50 %.

7. DESKRIPSI SISTEM

PENGOLAHAN DAN PEMURNIAN

Kegiatan pengolahan dan pemurnian yang dilakukan dalam kegiatan penambangan pasir pada umumnya hanya dilakukan dengan cara pencucian, penyaringan, dan penyemprotan. Perlu diperhatikan sumber air yang akan digunakan, jumlah dan pengelolaan air bekas pencucian, serta prakiraan persentase pengotor (lumpur) yang ada.

8. DESKRIPSI SISTEM

PENGANGKUTAN

Penjelasan mengenai sistem pengangkutan bahan tambang ke konsumen. Bagaimana cara pengangkutannya, jenis alat pengangkutan, rute pengangkutan, kapasitas alat angkut, dan frekuensi pengangkutan.

9. SARANA DAN PRASARANA

Base camp, penjelasan mengenai luas bangunan base camp, berapa tenaga kerja yang akan menghuni base camp, dll

Panduan Penilaian AMDAL Atau UKL/UPL Untuk Kegiatan Pembangunan Jalan

Saluran drainase, penjelasan mengenai pola saluran drainase yang akan dibangun. Saluran drainase yang baik dapat mengurangi terjadinya erosi dan genangan air

Jalan operasional, penjelasan ukuran lebar dan panjang serta jenis perkerasan jalan.

Lahan stock pile, penjelasan luas lahan yang digunakan dan sistem drainase stock pile

tanah

mengenai luasan

Lahan

beserta lokasi.

penutup,

lahan

penjelasan

tanah penutup

10. DESKRIPSI RENCANA REHABILITASI PASCA PENAMBANGAN

Rencana rehabilitasi pasca tambang berkaitan dengan rencana reklamasi yang seharusnya sudah mulai dilakukan pada saat awal penambangan (pemindahan top soil atau tanah penutup).

Penjelasan mengenai peruntukan lahan sebelum dilakukan penambangan, cara penempatan tanah penutup, lokasi tanah penutup, ketebalan tanah, jenis tumbuhan yang akan di tanam, dll.

Menurut Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 43/MENLH/10/1996 tentang Kriteria Kerusakan Lingkungan Bagi Usaha atau Kegiatan Penambangan Bahan Galian Golongan C Jenis Lepas Di Daratan, ditetapkan persyaratan ketebalan tanah penutup yang disesuaikan dengan peruntukan

lahannya.

Persyaratan minimal ketebalan tanah untuk pertumbuhan tanaman budi daya di areal pemukiman adalah 25 cm.

Persyaratan minimal ketebalan tanah untuk pertumbuhan tanaman tahunan atau tanaman perkebunan adalah 50 cm.

Persyaratan minimal ketebalan tanah untuk pertumbuhan tanaman lahan basah adalah 25

cm.

Persyaratan minimal ketebalan tanah untuk pertumbuhan tanaman pangan lahan kering adalah 25 cm.

11. TENAGA KERJA

Pengerahan tenaga kerja: penjelasan jumlah, jenis dan kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan untuk setiap tahap.

1. KOMPONEN TATA RUANG A. Kebijakan Tata Ruang Lokasi kegiatan harus sesuai dengan peruntukan rencana
1. KOMPONEN TATA RUANG A. Kebijakan Tata Ruang Lokasi kegiatan harus sesuai dengan peruntukan rencana

1. KOMPONEN TATA RUANG

A. Kebijakan Tata Ruang

Lokasi kegiatan harus sesuai dengan peruntukan rencana tata ruang wilayah setempat, lampirkan Perda Tata Ruang Kabupaten atau Kota (jika tidak tersedia gunakan Perda Tata Ruang Provinsi). Gambarkan kondisi eksisting tata guna lahan setempat

B. Penggunaan Lahan

Meliputi luas penggunaan lahan, status lahan dan produktivitas lahan.

C. Transportasi

Meliputi sistem transportasi regional dan lokal, prasarana transportasi lokal dan regional dan pola pergerakan penduduk.

D. Kegiatan lain di Sekitar

Perlu diperhatikan keberadaan pasar tradisional, perkampungan penduduk lokal, daerah wisata, situs bersejarah, kawasan lindung.

2. KOMPONEN FISIK

A. Fisiografi

Yaitu kondisi topografi setempat (yang dinyatakan ketinggian dalam meter di atas permukaan laut guna menentukan ketinggian agar mengacu pada peta topografi di mana diberikan garis kontur ketinggian serta

sumber-sumber lain seperti foto satelit), kemiringan lahan, perhatikan lokasi kegiatan dan signigfikan landmark, badan-badan air serta daerah-daerah relevan lain yang akan terkena dampak, inventarisasi daerah terlindungi, tangkapan air, elevasi muka air banjir dan daerah banjir pada lokasi kegiatan dan sekitarnya. Potensi erosi, longsor dan land subsidence. Perlu diperhatikan pula potensi terjadinya perubahan fungsi lahan, dan sedimentasi.

B. Iklim

Diperlukan pula data iklim setempat yang mencakup curah hujan rata-rata, maksimum dan minimum; jumlah bulan hujan, bulan kering; suhu rata-rata, maksimum, minimum; kelembaban rata-rata, maksimum dan minimum; penyinaran matahari, arah dan kecepatan angin.

C. Kualitas Udara dan Kebisingan

Kualitas

udara

termasuk

debu

dan

kebisingan.

D. Kualitas air

 

kualitas air

(air

laut, air permukaan, air

tanah), pemanfaatan air tanah atau air permukaan untuk aktivitas penduduk, ketersediaannya.

E. Geologi

Meliputi struktur tanah, bearing capacity, kondisi geologi, kegempaan, potensi tsunami, patahan, sesar.

Panduan Penilaian AMDAL Atau UKL/UPL Untuk Kegiatan Pembangunan Jalan

F. Geohidrologi

Meliputi aliran air tanah.

3. KOMPONEN BIOLOGI

A. Flora

Vegetasi (apakah terdapat vegetasi endemik, keragaman, kerapatan)

B. Fauna

Fauna (apakah ada satwa endemik yang dilindungi, apakah ada habitat satwa yang terganggu)

4. KOMPONEN SOSIAL, EKONOMI, DAN BUDAYA

Meliputi tingkat pendapatan masyarakat lokal, jenis mata pencaharian dan demografi penduduk (jumlah dan komposisi penduduk), kesehatan masyarakat, nilai dan norma budaya masyarakat lokal.

1. PERUBAHAN FUNGSI DAN TATA GUNA LAHAN Kegiatan penambangan bahan galian C akan merubah tata
1. PERUBAHAN FUNGSI DAN TATA GUNA LAHAN Kegiatan penambangan bahan galian C akan merubah tata
1. PERUBAHAN FUNGSI DAN TATA GUNA LAHAN Kegiatan penambangan bahan galian C akan merubah tata
1. PERUBAHAN FUNGSI DAN TATA GUNA LAHAN Kegiatan penambangan bahan galian C akan merubah tata
1. PERUBAHAN FUNGSI DAN TATA GUNA LAHAN Kegiatan penambangan bahan galian C akan merubah tata
1. PERUBAHAN FUNGSI DAN TATA GUNA LAHAN Kegiatan penambangan bahan galian C akan merubah tata

1. PERUBAHAN FUNGSI DAN

TATA GUNA LAHAN

Kegiatan penambangan bahan galian C akan merubah tata guna lahan serta produktivitas lahan di lingkungan sekitar kawasan penambangan.

2. PENINGKATAN EROSI DAN

SEDIMENTASI

Kegiatan pembukaan lahan, pembangunan jalan operasional, dan tahap operasional khusus untuk penambangan pasir di darat akan mengakibatkan terjadinya erosi dan sedimentasi. Penempatan tanah penutup pada tahap pembangunan jalan operasional dan tahap operasi yang tidak dilakukan dengan baik akan mudah tererosi air hujan dan akhirnya akan terbawa aliran air hujan ke daerah yang lebih rendah sehingga akan menimbulkan sedimentasi pada daerah tersebut.

3. PENURUNAN KUALITAS AIR

Penambangan pasir akan menimbulkan penurunan kualitas air. Terutama pada tahap operasi (penambangan).

4. PENURUNAN KUALITAS

UDARA DAN PENINGKATAN

KEBISINGAN

Mobilisasi truk pengangkut pada saat pengangkutan material sebelum konstruksi, pembuatan jalan operasional, pembangunan sarana pendukung dan pada saat pengangkutan bahan galian pada tahap operasi merupakan sumber kegiatan yang dominan mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas udara akibat debu dan emisi gas dari truk pengangkut serta terjadinya peningkatan kebisingan.

Panduan Penilaian AMDAL Atau UKL/UPL Untuk Kegiatan Pembangunan Jalan

AMDAL Atau UKL/UPL Untuk Kegiatan Pembangunan Jalan 1. PERUBAHAN FUNGSI DAN TATA GUNA LAHAN • Rencana

1. PERUBAHAN FUNGSI DAN

TATA GUNA LAHAN

Rencana Pengelolaan

Membuat desain kegiatan yang sesuai dengan tata guna lahan eksisting.

Rencana Pemantauan

Pemantauan tata guna lahan secara berkala untuk memastikan tidak ada perubahan tata guna lahan.

2. PENINGKATAN EROSI DAN

SEDIMENTASI

Rencana Pengelolaan

Memiliki sistem manajemen penempatan tanah penutup yang baik pada tahap konstruksi maupun operasi sehingga terhindar dari erosi. Beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai upaya pengelolaan adalah:

Memisahkan antara tanah penutup (top soil) dengan tanah yang lain;

Membuat tanggul atau pembatas pada sisi timbunan tanah penutup ke arah saluran drainase yang berfungsi untuk mengurangi laju erosi;

Mengatur tinggi dan derajat kemiringan timbunan tanah penutup;

Melakukan penghijauan.

Rencana Pemantauan

Melakukan pemantauan berkala terhadap saluran drainase dan kolam pengendapan untuk mengetahui seberapa besar lapisan tanah yang tererosi dan yang tersedimentasi.

3. PENURUNAN KUALITAS AIR

Rencana Pengelolaan

Memiliki kolam pengendapan, sehingga sedimen atau lumpur yang terbawa air pada tahap konstruksi maupun operasi tidak langsung masuk ke badan air atau saluran drainase umum tetapi diendapkan terlebih dahulu di kolam pengendapan.

Rencana Pemantauan

Melakukan pemantauan berkala terhadap saluran drainase umum.

4. PENURUNAN KUALITAS

UDARA DAN PENINGKATAN KEBISINGAN

Rencana Pengelolaan

Untuk mencegah terjadinya penurunan kualitas udara dan peningkatan kebisingan,

dapat ditempuh upaya pengelolaan sebaga berikut:

Membatasi kecepatan truk pengangkut;

Pemeliharaan mesin peralatan mobilisasi alat dan bahan sehingga tidak mengeluarkan emisi yang melebihi persyaratan;

Menghindari terjadinya ceceran tanah galian dan bahan bangunan dengan menutup truk pengangkut dengan kanvas atau bahan sejenis;

Melakukan

secara teratur;

penyiraman

tanah

atau

jalan

Melakukan penghijauan secara bertahap.

Rencana Pemantauan

Metode pemantauan yaitu dengan cara pengambilan sampel dan analisa laboratorium yang dilakukan secara berkala.

Panduan Penilaian AMDAL Atau UKL/UPL Untuk Kegiatan Pembangunan Jalan

AMDAL Atau UKL/UPL Untuk Kegiatan Pembangunan Jalan Buku panduan ini adalah alat bantu penilaian dokumen AMDAL

Buku panduan ini adalah alat bantu penilaian dokumen AMDAL atau UKL-UPL yang bersifat umum dan cukup fleksibel terhadap kemungkinan perubahan terhadap hal-hal yang perlu diperhatikan akibat perbedaan kondisi di lapangan.

Kegiatan penambangan pasir dan kerikil memiliki beberapa aspek yang sangat tergantung pada kondisi setempat, sehingga

diharapkan penilai dapat memperhatikan pula kondisi lokal dalam melakukan penilaian. Semoga buku panduan ini dapat memberikan manfaat untuk terwujudnya pembangunan yang berwawasan lingkungan, khususnya pada kegiatan penambangan pasir dan kerikil.

Lampiran

Daftar Proses Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup (AMDAL, UKL/UPL)

DAFTAR PROSES PENYUSUNAN DOKUMEN LINGKUNGAN HIDUP (AMDAL, UKL/UPL)

Jenis Proyek:

Penambangan Pasir dan Kerikil KONSTRUKSI DAN OPERASIONAL

DAFTAR PROSES

Jenis Proyek:

PENGGALIAN PASIR DAN KERIKIL (GALIAN C)

Proyek Penggalian Permukaan di Sungai

Rancangan (versi 4.0) tanggal 15 September, 2006

0.1

Permohonan:

[

] AMDAL

[

] UKL/UPL

[

] Pemantauan/Inspeksi

0.2

Nama Proyek:

0.3

Lokasi:

0.4

Surat Permohonan Diterima Oleh:

0.5

Tanggal :

0.5

Date:

DOKUMEN TERLAMPIR / DOKUMEN YANG AKAN DILAMPIRKAN

0.6

Dokumen Resmi (Pembenaran, pemberitahuan, kesepakatan)

0.7

Dokumen Korespondensi/Komunikasi (Catatan, anotasi, rekomendasi)

0.8

Lampiran Penelitian Lain (Studi - studi tambahan, penilaian, prognosa, d.s.b., sesuai dengan Kerangka Acuan mengenai AMDAL)

1

BAGIAN 1: INFORMASI YANG DIPERLUKAN

Catatan: Bagian ini menyatakan informasi yang harus diserahkan oleh pemrakarsa proyek sebagai lampiran pada Daftar Proses, tanpa lampiran ini pengajuan tidak akan diterima.

 

Lampiran

Catatan

1.1

 

Peta Topografi, Memperlihatkan lokasi proyek, skala 1:50,000 skala 1:10,000

 

1.2

 

Peta daerah sekitar, memperlihatkan seluruh tempat penggalian didalam perairan sungai yang sama, dalam jarak 5km ke hulu dan ke hilir.

1.3

 

Peta lokasi memperlihatkan komponen proyek tunggal (area penggalian, area proses and pembuangan, jalan akses, dsb. Skala 1 : 100 Skala 1 : 500 Skala 1 : 1.000

1.4

 
 

Inventarisasi daerah terlindung dan area banjir and sekitarnya. Dalam radius 1 km Dalam radius 5 km

di daerah lokasi

1.5

 

Sertifikat zona.

1.6

 

Catatan konsep sebagai diserahkan kepada BBR.

1.7

 

Proposal jadwal kegiatan

1.8

 

Lain-lain (uraikan)

2

BAGIAN 2: INFORMASI UMUM

2.1 Nama Projek

2.2 Lokasi Projek Street:

Desa:

Kecamatan:

Kapubaten/kota:

Koordinat Geografis (ditentukan dengan GPS):

2.3 Pemrakarsa Petugas Penghubung:

Alamat:

Tlp/Fax #:

Hp #:

E-mail:

2.4 Kepemilikan Proyek Jenis Kepemilikan:

[

] Kepemilikan Tunggal

[

] Kemitraan atau Kerjasama

[

] Perusahaan

[

] Cooperatives

[

] Lain-lain

2.5 Biaya Proyek Total (estimasi) Biaya Projek:

Cara Pendanaan Proyek:

[

] Dana Sendiri [

] Pinjaman Bank

[

] Dana Pemerintah

[

] Lain-lain

2.6 Kontraktor Petugas Penghubung:

Alamat:

Tlp/Fax #:

Hp #:

E-mail:

2.7 Pihak-pihak Terkait

Kelompok masyarakat yang berpotensi mengalami dampak proyek.

a) Dalam jarak < 100 m:

b) Dalam jarak > 100 m:

2.8 Informasi untuk Umum

Pemberian informasi pada masyarakat dilakukan

[

] Ya

[

] Tidak

Dimana?

Kapan?

Oleh siapa?

Nama:

Tlp.-no:

Tanggapan masyarakat/pemangku kepentingan yang perlu diserahkan sampai dengan tanggal pertemuan Komisi AMDAL guna menentukan KA-ANDAL Tanggal:

3

BAGIAN 3: DESKRIPSI PROYEK

3.1 Deskripsi Proyek / Tujuan

a) Presentasi dari tujuan dan latar belakang proyek (alasan dari pengajuan proyek)

b) Presentasi dari dibutuhkannya proyek ini dalam tingkat nasional, daerah dan lokal.

3.2 Sumber dari Pasir and Kerikil Nama Sungai / badan air yang diajukan untuk pengambilan pasir dan kerikil.

Klasifikasi:

3.3 Jumlah kapasitas pengambilan per tahun:

m 3

3.4 Kepemilikan tanah Bukti kepemilikan tanah dari tanah yang berdampingan (yaitu tanah yang berdampingan dengan sungai di lokasi proyek yang telah diajukan) Klasifikasi Umum Tanah: [ ] Tanah Negara [ ] Hak Milik

Bila tanah Negara, apa klasifikasinya:

Status Kepemilikan Tanah:

3.5 Akses ke tempat Jalan Umum kecil:

Jalan Propinsi / Nasional:

Bukan Jalan Umum / Jalan pribadi:

Bila melewati jalan pribadi; berapa pemilik tanah? Izin dari pemilik untuk penggunaan tanah?

[

] Ya

[

] Tidak

[

] Lampirkan, surat pernyataan izin, kontrak sewa atau dokumen serupa.

3.6 Pandangan panorama dari lokasi proyek.

Lampirkan pandangan panorama dari lokasi proyek serta wilayah berbatasan langsung (paling tidak 2 sudut)! Mohon jelaskan jalan akses!

langsung (paling tidak 2 sudut)! Mohon jelaskan jalan akses! 3.7 Peralatan Konstruksi Jenis mesin/truk yang akan
langsung (paling tidak 2 sudut)! Mohon jelaskan jalan akses! 3.7 Peralatan Konstruksi Jenis mesin/truk yang akan

3.7 Peralatan Konstruksi Jenis mesin/truk yang akan digunakan, tujuan penggunaan dan nomornya.

Jenis mesin/truk

Tujuan penggunaan

Jumlah units

3.8

Komponen Proyek

 

[

]

Lampirkan

susunan

tata

ruang/rencana

pembangunan

lokasi

termasuk

rencana

perkembangan yang lengkap!

 

3.8.1

Fasilitas Proyek:

 
 

Fasilitas

 

Luas (m 2 ) / Kapasitas / No.

 

3.8.2

Diagram aliran proses dari penggalian dan pengolahan:

 

Gambar diagram skematik dari pertambangan / penggalian tanah dan kerikil dan daftar perlengkapan yang akan digunakan!

 

Gambar diagram schematic untuk proses pasir dan kerikil!

 

3.8.3

Pembuangan bahan-bahan Disposal of classified material:

[

] Permanen

 

4

[ ] Sementara

Size:

Volume:

Jenis bahan:

Lokasi:

[ ] Tunjukkan lokasi pada peta terlampir!

m

2

m

3

3.9

Utilitas air dan infrastruktur

3.9.1

Keperluan Air:

Estimasi keperluan air pada tahap operasional:

m 3 /detik

3.9.2

Penyediaan Air:

Utilitas air, sumber air pendingin untuk pengisian kendaraan angkutan bila tidak menggunakan listrik Lampirkan susunan sistim distribusi air mulai dari sumbernya

Jumlah

Sumber/Metode

Kapasitas (m3) / Kedalaman (m)

satuan

 

Air permukaan

 
 

Air tanah, sumur galian dengan pompa motor (sebutkan kedalaman/daya kuda (HP)) dan tanki air.

 
 

Air tanah, sumur bor dengan pompa motor (sebutkan kedalaman/daya kuda (HP)) dan tanki air.

 
 

Air Lokal (Air PAM)

 

Total volume air yang dipompa /digunakan dalam m 3 /detik (maximum)

 

Bila digunakan air tanah untuk berbagai tujuan:

[

] Dengan Izin atau Sertifikat

[

] Lampirkan Izin atau Sertifikat!

[

] Tanpa Izin atau Sertifikat

3.10 Utilitas Tenaga Listrik

Jumlah

Sumber/Metode

Catatan

Satuan

 

Generator/Standby Power (sebutkan daya kuda/jumlah total jam pemakaian / operasi)

 
 

Listrik Lokal (Listrik PLN) (sebutkan jumlah pemakaian per bulan- KW-per jam, maximum)

 

3.11

Bahan Bakar yang diperlukan

 

3.11.1

Jenis bahan bakar

 
 

[

] Kayu

[

] Diesel

[

] Lain-lain, sebutkan:

 

Bila Kayu, sebutkan nama jenis:

3.11.2

Sumber bahan bakar:

 
 

[

] Komersial

[

] Perkebunan

[

] Daerah Hutan

[

] Daerah hutan bakau

[

] Lain-lain, sebutkan:

3.11.3

Jumlah bahan bakar yang digunakan setiap pemakaian:

 

3.12

Tenaga Kerja dan Pekerjaan:

 

Berapa banyak orang akan dipekerjakan oleh proyek?

 
 

[

] Lampirkan daftar keperluan tenaga kerja!

3.13

Jadwal Konstruksi Berapa lama perioda konstruksi akan berlangsung? Mulai:

m

3

Berakhir:

[ ] Lampirkan jadwal terinci mengenai tahapan dan bagian pembangunan proyek!

5

BAGIAN 4: DESKRIPSI LOKASI PROYEK DAN SEKITARNYA

4.1

Lingkungan Fisik

4.1.1

Sifat umum dari daerah proyek:

Nyatakan ketinggian dalam meter diatas permukaan laut. Guna menentukan ketinggian, agar mengacu pada peta topografi, dimana diberikan garis kontur ketinggian serta sumber-sumber lain seperti peta baru pada geo-risks dan foto satelit, dll.!

No.

 

Ketinggian

Estimasi % daerah/panjang total

   

< 0 m

 
 

0

– 5 m

 
 

5

– 20 m

 
 

20 -100 m

 
 

> 100 m

 

Sumber Informasi:

4.1.2 Kemiringan dan topografi pada daerah tanggul sungai di lokasi proyek:

No.

Kemiringan

Estimasi % daerah/panjang total

 

Daerah rata atau sangat landai (kemiringan 0 – 3 %)

 
 

Landai hingga berombak( kemiringan 3 – 8 %)

 
 

Landai hingga berombak (kemiringan 8 – 18%)

 
 

Berombak hingga kecuraman sedang (kemiringan 18 –

 

30%)

 

Kemiringan curam (kemiringan 30 – 50%)

 
 

Sangat curam hingga bergunung (kemiringan >50%)

 

4.1.3 Kemiringan pada daerah berdampingan / sekitar dalam radius 500 m dari daerah proyek:

No.

Area

Estimasi % kemiringan rata - rata

 

Arah Timur

 
 

Arah Barat

 
 

Arah Selatan

 
 

Arah Utara

 

4.1.4 Erosi tanah:

Apakah terdapat daerah di lokasi proyek yang mengindikasikan terjadinya erosi?

 

[

] Ada

[

] Tidak

Sebab-sebab terjadinya erosi:

 
 

[

] Hujan lebat

[

] Lereng tidak stabil

[

] Gerak tanah

[

] Lain-lain (jelaskan):

4.1.5 Lokasi penambangan lain lyang ada dalam radius 5 km sekitar lokasi proyek?

[

Bila ada, sebutkan jumlah lokasi, lokasi, jarak ke lokasi proyek, estimasi volume dan sebutkan, bila tempat pengambilan berada ditempat badan air yang sama dengan lokasi proyek!

] Ada

[

] Tidak

Jumlah

Satuan

Lokasi

(nama)

Jarak ke lokasi proyek

Proyek di lokasi badan air (sungai) yang sama?

Estimasi m 3 volume

[

] Sebutkan nama-nama penambang pada lembaran tambahan. sheet!

[

] Tandai lokasinya pada peta!

6

4.1.6

Perkiraan volume bahan galian pada saat pemeriksaan:

No. Jenis bahan galian Estimasi volume m 3 Batu besar / kali Pasir halus Kerikil
No.
Jenis bahan galian
Estimasi volume m 3
Batu besar / kali
Pasir halus
Kerikil
4.1.7
Banjir:
Apakah daerah tersebut mengalami banjir selama musim hujan atau pada pasang laut besar?
[
] Ya
[
] Tidak
4.1.8
Apakah wilayah proyek (atau sebagiannya) mengalami dampak tsunami 12/2004?
[
] Ya
[
] Tidak
Bila ya, apakah daerah itu (atau sebagiannya) diliputi:
[
] Air laut
[
] Bahan hancuran
[
] Substansi berminyak
[
] Benda-benda logam
[
] Substansi lainnya yang diakibatkan tsunami (jelaskan):
4.1.9
Badan air lain dalam dan sekitar lokasi proyek (radius < 1.000 m)
No.
Jenis*)
Nama
Lokasi
Berapa
Estimasi m 3 kapasitas
banyak?
Musim
Musim
hujan
kemarau
*) a.l. kali, mata air, sungai, kolam, kolam ikan, danau, dll.
Bila tidak mempunyai nama, sebutkan jumlah badan air. Semua badan air harus digambarkan
dalam peta topografi.
4.1.10
Pemanfaatan badan air dalam atau sekitar lokasi proyek:
[
] Mandi/Mencuci
[
[
] Sumber air minum
[
] Memancing
] Rekreasi (a.l. berenang,
berlayar)
[
] Lain-lain (jelaskan):
4.1.11
Apakah daerah proyek berada dalam atau dekat wilayah tangkapan air yang dilindungi (daerah
suaka alam)?
[
] Ya
[
] Tidak
Bila ya, jelaskan (nama, lokasi dan jarak):
4.1.12
Iklim setempat (data dasar):
Musim hujan: mulai:
hingga:
Musim kemarau: mulai
hingga
Suhu rata-rata:
ºC;
maksimum
ºC; minimum
ºC
Curah hujan rata-rata:
m 3 /tahun
4.2
Lingkungan Biologis
4.2.1
Pepohonan yang ada serta vegetasi lain di lokasi proyek:
Berikan beberapa contoh pada kotak dibawah!
No.
Spesies
Terancam?
Pohon:
Spesies lainnya:
[
] Lampirkan suatu daftar lengkap spesies sesuai dengan persyaratan
Bapedalda (UKL/UPL) / Komisi AMDAL (KA-ANDAL)!
[
] Lampirkan evaluasi mengenai kondisi sekarang!
4.2.2
Habitat spesifik ekologis (kritis dan sensitif) di lokasi proyek dan sekitarnya (dalam jarak < 500 m):
Berikan beberapa contoh dalam kotak dibawah!
No.
Habitat
Kritis / sensitif?
Di lokasi:
Sekitarnya (jarak < 500 m):
7
  [ ] Lampirkan daftar habitat dan spesies penunjuk – sesuai persyaratan Bapedalda (UKL/UPL) /
  [ ] Lampirkan daftar habitat dan spesies penunjuk – sesuai persyaratan Bapedalda (UKL/UPL) /
  [ ] Lampirkan daftar habitat dan spesies penunjuk – sesuai persyaratan Bapedalda (UKL/UPL) /
 

[

] Lampirkan daftar habitat dan spesies penunjuk – sesuai persyaratan Bapedalda (UKL/UPL) / Komisi AMDAL (KA-ANDAL)!

 

[

] Lampirkan evaluasi mengenai kondisi sekarang!

 

4.2.3

Apakah proyek berlokasi disalah satu daerah berikut?

 

[

] Ya

[

] Tidak

 

Jenis daerah yang ada:

 
 

[

] Daerah hutan bakau asli

 

[

] Bekas daerah hutan bakau (sekarang rusak)

 

[

] Daerah bakau direncanakan (berpotensi).

[

] Hutan lindung

 

4.2.4

Daerah terlindung dalam and sekitar lokasi proyek. (radius < 5 km):

 

No.

Nama dan jenis daerah terlindung

 

Tujuan utama dari perlindungan

Jarak km

 

4.2.5

Apakah lokasi memperlihatkan struktur vegetasi yang mengalami dampak tsunami 12/2004?

 

[

] Ya

[

] Tidak

4.2.6

Ikan - ikan dan bentuk kehidupan liar yang ada di lokasi proyek:

 

Berikan beberapa contoh dalam kotak dibawah!

No.

 

Spesies

   

Terancam?

 

Ikan:

 
 

Jenis lain:

   
 

[

] Lampirkan suatu daftar lengkap spesies sesuai dengan persyaratan Bapedalda (UKL/UPL) / Komisi AMDAL (KA-ANDAL)!

 

[

] Lampirkan evaluasi mengenai kondisi sekarang!

4.2.7

Sumber daya perikanan dalam badan-badan air di lokasi proyek:

berikan beberapa contoh pada kotak dibawah!

 

No.

Sumber daya perikanan

 
 

[

] Lampirkan suatu daftar lengkap spesies sesuai dengan persyaratan Bapedalda (UKL/UPL) / Komisi AMDAL (KA-ANDAL)!

 

[

] Lampirkan evaluasi mengenai kondisi sekarang!

4.3

Lansekap / bentang alam

 

4.3.1

Karakteristik bentang alam yang khas dan ciri-ciri tunggal yang unik di lokasi proyek dan sekitarnya (dalam jarak < 1.000 m) Berikan beberapa contoh dalam kotak dibawah!

 

No.

 

Deskripsi singkat

 

Karakteristik lansekap:

 
 

Ciri-ciri tunggal:

 
 

[

] Lampirkan foto-foto yang memperjelas!

 

4.3.2

Struktur pemukiman yang khas atau ciri tunggal budaya yang penting di lokasi proyek dan sekitarnya (radius < 1.000 m)

 
 

[

] Ya

[

] Tidak

 

Bila ya, jelaskan:

 

4.3.3

Gangguan pandangan / penyimpangan bentang darat (radius < 1.000m) akibat dari (saat ini)

 
 

[

] Pemukiman

 

[

] Pergerakan tanah / penambangan

 

[

] Bangunan industry dan komersial / pembangkit listrik

[

] Infrastruktur (a.l

jalan, jembatan, saluran listrik, pelabuhan)

[

] Erosi / tsunami / longsoran

 

[

] Lain-lain (jelaskan)

 

Berikan beberapa contoh dalam kotak dibawah!

 

No.

Lokasi

   

Deskripsi singkat

8

[ ] Lampirkan foto-foto yang memperjelas! 4.3.4 Adakah potensi lansekap untuk (kegiatan) rekreasi atau pariwisata
[ ] Lampirkan foto-foto yang memperjelas! 4.3.4 Adakah potensi lansekap untuk (kegiatan) rekreasi atau pariwisata
[ ] Lampirkan foto-foto yang memperjelas! 4.3.4 Adakah potensi lansekap untuk (kegiatan) rekreasi atau pariwisata

[ ] Lampirkan foto-foto yang memperjelas!

4.3.4

Adakah potensi lansekap untuk (kegiatan) rekreasi atau pariwisata

 
 

[

] Ada

[

] Tidak

Bila ada, jelaskan:

 

4.4

Lingkungan Sosio-Ekonomi

4.4.1

Penggunaan tanah sekarang di lokasi proyek:

 
 

[

] Tanah Murni Pertanian

 

[

] Kebun buah-buahan

[

] Padang rumput

 

[

] Rawa/Hutan bakau

[

] Kolam ikan

 

[

] Telah dibangun

 

[

] Lain-lain (jelaskan)

 

4.4.2

Izin yang berlaku untuk penggunaan tanah (atau izin penggunaan yang lain) untuk lokasi proyek?

[

] Ya

[

] Tidak

[

] Lampirkan, izin penggunaan tanah!

 

Apakah proyek ini memenuhi syarat penggunaan tanah saat ini.

 

[

] Ya

[

] Tidak

4.4.3

Jumlah total penduduk total masyarakat di sekitar proyek(1.000m):

 

[

] Ya

[

] Tidak

Bila ya:

 

Jumlah rumah tangga atau keluarga:

 

Jumlah pemilik resmi tanah:

 

Jumlah penyewa:

Jumlah penghuni liar:

Sumber informasi:

4.4.4

Jumlah total penduduk masyarakat di dalam lokasi sekitar proyek:

 

4.4.5

Sumber kehidupan utama / sekunder:

 
 

[

] /

[

] Pertanian

[

] /

[

] Perikanan

[

] /

[

] Ternak unggas

[

] /

[

] Penjaja / jual beli

[

] /

[

] Lain-lain (jelaskan)

 

[

] /

[

] Lain-lain (jelaskan)

4.4.6

Organisasi lokal yang ada didaerah tersebut

 

(kelompok terorganisir seperti asosiasi, koperasi, dsb.)

 
 

[

] Ada

[

] Tidak

Bila ada, apa saja:

 

4.4.7

Apakah ada jalan akses menuju lokasi proyek?:

 
 

[

] Ada

[

] Tidak

 

Jenis jalan:

 

Panjang:

 

m

4.4.8

Infrastruktur sosial / budaya yang ada di wilayah tersebut

 
 

[

] Sekolah

 

[

] Mesjid

 

[

] Tempat suci (a.l

syah kuala)

 

[

] Lokasi arkeologis / bersejarah

[

] RS / Puskesmas / klinik

[

] Tempat berkumpul

[

] Lain-lain (jelaskan)

 

4.4.9

Kelompok penduduk asli bermukim di lokasi atau sekitarnya (< 5 km)?

 

[ ] Ada

[

] Tidak

Bila ada, catat dan nyatakan lokasinya:

Bila ada, apakah kelompok-kelompok ini disertakan dalam perencanaan proyek?

[

] Ada

[

] Tidak

Bila ada, uraikan partisipasinya:

9

BAGIAN 5: ANALISA DAMPAK LINGKUNGAN (KAJIAN RISIKO)

Catatan: Bagian berikut ini mengatur identifikasi mengenai potensi dampak yang diakibatkan oleh proyek (kajian risiko lingkungan). Ini merupakan suatu kajian awal singkat yang menyatakan apakah suatu jenis dampak berkemungkinan terjadi atau tidak (opsi Ya/Tidak). Apabilan diperlukan (misalnya sebagai hasil dari proses peliputan AMDAL – KA-ANDAL), maka perlu dilaksanakan pengumpulan data KSEara mendetil, analisis, kajian dan prognosa yang hasilnya dilampirkan pada Daftar Proses (studi tambahan), yang mengindikasikan pokok terkait dari bagian ini. Studi-studi tambahan ini harus dicatat pada Label (halaman 2) dari Daftar Proses ini (Bagian 0.8). Lampiran terlampir “Kriteria Standar Evaluasi untuk AMDAL (KSE)” memberikan pendekatan-pendekatan awal pada risiko dari dampak yang tercatat dibawah ini; pokok terkait pada Lampiran ditandai pada sisi kanan masing-masing nomor dari bagian berikutnya (KSE).

5.1

Lingkungan Fisik

 

5.1.1

Kehilangan lapisan penutup tanah dan/atau kehilangan fungsi tanah yang penting karena pekerjaan pemindahan tanah, penutupan sementara karena peralatan/bangunan, pengaspalan dan konstruksi jalan .

 

[

] Ya

[

] Tidak

Luas yang tercakup:

 

m

2

Prosentase lahan yang dibersihkan

 

%

 

(KSE: A.1.a)

 

[

] Lampirkan rincian kajian risiko lebih lanjut!

 

5.1.2

Perubahan morfologi sungai (dasar sungai, aliran sungai)

[

] Ada

[

] Tidak

Bila ada, sebutkan:

 
 

[

] Perubahan dasar sungai (kedalaman, profil) karena pengerukan

 

[

] Pengendapan

 

[

] Aliran sungai

[

] Tanggul sungai (lereng-lereng)

 

[

] Morfologi tanah longsor di area terdekat (a.l. lereng-lereng)

 

[

] Yang lain, sebutkan:

 
 

(KSE: A.1.b)

 

[

] Lampirkan rincian kajian risiko lebih lanjut!

 

5.1.3

Risiko erosi dan tanah longsor karena potongan tajam dan lereng tanpa vegetasi dan tanggul, pergantian arus air dan juga karena kegiatan pemindahan bahan material, pembuangan dan

penggalian.

 
 

[

] Ada

[

] Tidak

 

(KSE: A.1.c)

 

Bila ada uraikan:

 
 

[

] Tandai daerah risiko pada peta terlampir!

 

[

] Lampirkan rincian kajian risiko lebih lanjut!!

5.1.4

Peningkatan risiko banjir di bagian hilir karena perubahan morfologi sungai sebagai risiko berkelanjutan (akan kumulatif khususnya bila ada beberapa lokasi penggalian di sungai yang

sama):

 
 

[

] Ada

[

] Tidak

 

(KSE: A.1.d)

 

Bila ada, uraikan:

 
 

[

] Tandai lokasi berisiko pada peta terlampir! Radius < 5 km sepanjang aliran sungai

[

] Lampirkan rincian kajian risiko lebih lanjut!

 

5.1.5

Risiko terjadinya sedimentasi / penyumbatan pada pola drainase atas aliran air permukaan akibat berseraknya timbunan persediaan tanah dan bahan lainnya pada pinggiran sungai dan/atau aliran

sempit.

 
 

[

] Ada

[

] Tidak

[

] Lampirkan rincian kajian risiko lebih lanjut!

 
 

(KSE: A.2.a)

5.1.6

Risiko (a) polusi air tanah, (b) polusi air permukaan, (c) polusi tanah

 
 

(a)

/

(b)

/

(c)

(a)

/

(b)

/

(c)

[

] /

[

] /

[

] Ada

[

] /

[

] /

[

] Tidak

 

10

Disebabkan oleh:

[

mesin, kecelakaan dan bahan konstruksi berbahaya),

] /

[

] /

[

] Terbuangnya bahan berbahaya (a.l. minyak, bahan bakar, pelumas, emisi

[

] /

[

] /

[

] Limbah (pengendalian limbah kurang tepat),

[

] /

[

] /

[

] Air limbah dari system sanitasi kurang baik (a.l. untuk pekerja),

[

] /

[

] /

[

] Proses air limbah,

[

] /

[

] /

[

] Kemungkinan pembuangan material yang tergolong terkontaminasi,

[

] /

[

] /

[

] Lumpur (a.l. proses limbah, air limbah, limbah sampingan),

[

] /

[

] /

[

] Pembersihan lahan (pebongkaran vegetasi pelindung dan lapisan tanah) pada pinggiran sungai

[

] /

[

] /

[

] Lain-lain (jelaskan):

 

Lihat juga bagian 5.4.3/4 (KSE: A.2.b and A.1.e)

[

] Lampirkan rincian lebih lanjut mengenai kajian risiko potensi polusi air tanah!

[

] Lampirkan rincian lebih lanjut mengenai kajian risiko potensi polusi air permukaan!

[ ] Lampirkan rincian lebih lanjut mengenai kajian risiko potensi polusi tanah (kontaminasi tanah)!

5.1.7

Risiko terjadinya peningkatan debu

 

[

] Ada

[

] Tidak

disebabkan:

[

] Pembersihan lahan (penghilangan lapisan vegetasi),

[

] Pemindahan tanah,

[

] Pembuangan hasil keruk yang tidak terlindung,

[

] Peledakan,

[

] Transportasi, pengangkutan (lalu-lintas jalan)

[

] Lampirkan rincian kajian risiko lebih lanjut!

 

(KSE: A.3.a)

5.1.8

Risiko terjadinya peningkatan dalam polusi udara disebabkan oleh pembuangan gas dari mesin – mesin, kendaraan and sumber emisi lainnya.

[

] Ada

[

] Tidak

[

] Lampirkan rincian kajian risiko lebih lanjut!

 

(KSE: A.3.a)

5.1.9

Risiko terjadinya perubahan signifikan dari iklim mikro lokal

[

] Ada

[

] Tidak

disebabkan:

 

[

] Pembersihan lahan (penghilangan lapisan vegetasi dan pohon)

[

] Perubahan badan air permukaan dan kondisi banjir

[

] Perubahan morfologi sekitarnya

 

[

] Lampirkan rincian kajian risiko lebih lanjut!

5.1.10

Peningkatan tingkat kebisingan

 

[

] Ada

[

] Tidak

disebabkan:

 

[

] Transportasi, pengangkutan

 

[

] Mesin pengeruk dan peralatan lainnya di lokasi penggalian

[

] Peledakan

[

] Pembersihan lahan (penghilangan vegetasi pelindung dan pohon)

 

(KSE: A.3.b)

 

[

] Lampirkan rincian kajian risiko lebih lanjut!

5.1.12

Risiko dampak lainnya pada lingkungan fisik

 

[

] Ada

[

] Tidak

Jelaskan:

 

5.2

Lingkungan Biologis

5.2.1

Kehilangan vegetasi akibat pembersihan lahan, kehilangan pohon:

[ ] Ada

 

Daerah kena dampak:

Jumlah pohon kena dampak:

Prosentase lahan yang dibersihkan:

%

[ ] Lampirkan daftar lengkap pohon-pohon dan unit vegetasi lainnya yang akan dihilangkan (lihat bagian 4.2.1)!

[

] Lampirkan peta lokasi pohon dan unit vegetasi lain yang akan dihilangkan!

[

] Lampirkan rincian kajian risiko lebih lanjut!

(KSE: B.1.a)

11

5.2.2

Risiko terjadinya perubahan pada air (sungai, danau) habitat (struktur vegetasi air):

[

] Ada

disebabkan:

[

] Tidak

[ ] Perubahan pada aturan kimia dan fisik sungai (a.l. perubahan arus air, morfologi sungai)

[

] Penghilangan vegetasi air (akibat langsung)

[

] Polusi air

[

] Yang lain, sebutkan:

[

] Lampirkan rincian kajian risiko lebih lanjut!

5.2.3

Risiko terjadinya gangguan atau kehilangan hewan (terlindung) dan habitat khusus (sensitif) pada lokasi dan sekitarnya:

[

] Ada

[

] Tidak

disebabkan:

] Perubahan pada aturan kimia dan fisik sungai (a.l. perubahan arus air, morfologi sungai)

[

[

] Gangguan terhadap arus migrasi air (a.l. sepanjang sungai)

[

] Penghilangan vegetasi air (akibat langsung)

[

] Polusi air

[

] Kebisingan

[

] Pergerakan (lalu lintas) dan kegiatan konstruksi lainnya.

[

] Lampirkan daftar lengkap hewan yang ada dan ditemukan yang berpotensi untuk

terganggu! (lihat bagian 4.2.2)!

 

] Lampirkan peta menunjukan lokasi hewan yang ada dan ditemukan yang berpotensi untuk terganggu!

[

] Lampirkan rincian kajian risiko lebih lanjut (studi ilmu hewan) termasuk evaluasi risiko jangka panjang, difokuskan kepada (kelompok) spesies sebagai berikut:

[

 

(KSE: B.2)

5.2.4

Risiko terjadinya gangguan pada daerah suaka alam:

[

] Ya

[

] Tidak

Jelaskan:

 
 

(KSE: B.3)

[

] Lampirkan rincian kajian risiko lebih lanjut!

5.2.4

Risiko dampak lainnya pada lingkungan biologis:

 

[

] Ada

[

] Tidak

Jelaskan:

 

5.3

Lansekap / Bentang alam

5.3.1

Perubahan visual, risiko gangguan atau kehilangan ciri-ciri bentang alam:

[

] Ada

[

] Tidak

Bila ada, jelaskan:

 

[

] Lampirkan rincian kajian risiko lebih lanjut!

[

] Lampirkan gambar visualisasi (nyatakan sudut pengambilan foto)!

 

(KSE: C.1)

5.3.2

Risiko terjadinya devaluasi / gangguan terhadap (potensi) daerah rekreasi / wisata dan daerah cagar budaya:

[

] Ada

[

] Tidak

Bila ada, jelaskan:

 

[

] Lampirkan rincian kajian risiko lebih lanjut!

 

(KSE: C.2 )

5.3.3

Risiko lain dari dampak pada bentang alam:

[

] Ada

[

] Tidak

Jelaskan:

 

5.4

Lingkungan Sosio-Ekonomi

5.4.1

Risiko adanya pengaruh pada pembangunan perkotaan / tata ruang, konflik dalam penggunaan tanah; risiko perubahan infrastruktur sosial

[

] Ada

[

] Tidak

 

(KSE: D.1.a dan D.2.a)

[

] Lampirkan rincian kajian risiko lebih lanjut!

5.4.2

Pembebasan lahan; sengketa hak jalan:

 

12

[

] Ada

[

] Tidak

[

] Lampirkan dokumentasi lengkap kepemilikan tanah yang mengalami dampak

dan/atau kesepakatan (mengenai penggunaan lahan, pelanggaran) program pemukiman

kembali.

5.4.3 Peningkatan risiko bahaya / masalah kesehatan akibat sisa hasil pengerukan dan bahan-bahan konstruksi yang berbahaya, limbah padat, limbah kimia, minyak bekas, bahan bakar dan minyak pelumas, dan sampah.

[

[ ] Lampirkan rincian kajian risiko lebih lanjut! (KSE: D.3) (Lihat 5.1.6)(KSE: A.2.b dan A.1.e)

] Ada

[

] Tidak

5.4.4 Peningkatan risiko bahaya / masalah kesehatan akibat limbah rumah / domestik dan air-buangan akibat pemukiman (sementara) para pekerja tambang:

[

] Ada

[

] Tidak

[ ] Lampirkan rincian kajian risiko lebih lanjut! (KSE: D.2.b)(Lihat 5.1.6) (KSE: A.2.b dan A.1.e)

5.4.5 Peningkatan kegiatan ekonomi didaerah tersebut karena peningkatan kesempatan kerja dan peningkatan keperluan rumah dan layanan umum untuk pekerja sementara pada tahap (para-) konstruksi

[

Jumlah pekerja sementara asal luar:

[ ] Lampirkan rincian kajian risiko lebih lanjut!

] Ada

[

] Tidak

5.4.6 Risiko dampak negatif pada tradisi, nilai-nilai budaya dan pola perilaku sebagai akibat adanya

pemukiman (sementara) dari para buruh serta timbulnya kegiatan ekonomi sekunder:

[

] Ada

[

] Tidak

[

] Lampirkan rincian kajian risiko lebih lanjut!

(KSE: D.2.a)

5.4.7 Risiko gangguang pada lokasi-lokasi sensitif budaya, tradisi atau keagamaan sebagai akibat emisi kebisingan, debu, dampak visual dsb.:

[

] Ada

[

] Tidak

[

] Lampirkan lokasi -okay sensitif budaya pada peta terlampir!

[

] Lampirkan rincian kajian risiko lebih lanjut!

(KSE: D.3.a)

5.4.8 Risiko terjadinya sengketa dengan kelompok penduduk asli

[

[

] Ada

] Lampirkan rincian kajian risiko lebih lanjut!

[

] Tidak

5.4.9 Perkiraan dampak positif pada struktur social:

(KSE: D.3.b)

[

] Ada

[

] Tidak

Bila ada, maka dampak positif pada:

[

] Ekonomi lokal

[

] Transportasi/jaringan jalan/akses

[

] Angkutan umum

[

] Kesehatan

[

] Tatanan pendidikan dan budaya

[

] Lain-lain (jelaskan):

5.4.10 Risiko lain akibat dampak pada lingkungan sosial:

[

] Ada

[

] Tidak

Jelaskan:

 
 

13

BAGIAN 6:

RENCANA / UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN (RKL/UKL) dan RENCANA / UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN (RPL/UPL)

Catatan: Daftar isi berikut bertujuan mendukung identifikasi kemungkinan tindakan-tindakan mitigasi serta kegiatan-kegiatan pemantauan. Isi daftar ini diatur analog dengan bagian 5. (Sekali lagi dampak yang berpotensi disebutkan dalam kolom pertama.) Dengan memberi tanda pada kegiatan yang sesuai untuk diusulkan, maka daftar isian bagian 6 memenuhi persyaratan dari suatu rencana pengelolaan lingkungan dan rencana pemantauan.

Rincian tambahan dari rencana pemantauan - seperti lokasi dan frekwensi – dapat diatur pada kolom 4. Guna menentukan frekwensi*, gunakanlah kependekan-kependekan berikut:

S

= sekali sebelum pembukaan tanah

M

= setiap minggu

K

= setelah kejadian khusus (a.l. hujan berat) atau bila di-identifikasi ada masalah

B

= setiap bulan

P

= sekali setelah penyelesaian konstruksi, kemudian setiap

bulan.

14

Daftar Proses: Penggalian pasir dan kerikil (Rancangan, versi 4.0)

6.1 Lingkungan Fisik

Dampak

 

Tindakan Mitigasi

 

Metoda Pemantauan

Frekwensi*

 

Parameter /

   

dan Lokasi

Indikator

6.1.1

Pengendalian pembersihan lahan dengan tegas dalam batas-batas yang di-izinkan. Simpan lapisan tanah bagian atas pada tempat aman dan gunakan sebagai bahan pemerata akhir atau lapisan akhir

Observasi visual Pembuatan foto Periksa laporan mengenai daerah bermasalah. Periksa rambu-rambu yang ada dan tanda- tanda batas daerah pembersihan lahan.

 

-

Prosentase

Kehilangan

lahan yang

tanah dan

dibersihkan.

fungsi tanah

-

Jumlah debu.

-

Kekeruhan air.

 

Setelah kegiatan penggalian berakhir, diperbaiki kembali:

Perbaikan permukaan Pengaturan tanah Penanaman kembali tanaman

 

/

reboisasi.

6.1.2

Pengendalian pembersihan lahan dengan kedalaman dalam batas-batas yang di- izinkan. Memberikan studi jangka panjang pada dampak banjir, erosi, dll. Di lokasi proyek dan hilir.

Observasi visual

 

-

Kekeruhan air.

Risiko akibat

Pembuatan foto

-

Arus air

perubahan

Periksa laporan

(perbedaan

morfologi

mengenai daerah

kecepatan)

sungai.

bermasalah.

-

Tampak /

 

tanda dari

erosi dan

banjir

 

(perbedaan).

-

Kekeruhan air

-

Penyumbatan

parit.

-

Keluhan

6.1.3 Risiko

Memperkuat tanggul sungai yang tepat untuk jangka pendek dan jangka panjang. Menyediakan parit, gorong- gorong dan cara -cara lain untuk menghambat dan membatasi aliran, untuk mengendalikan air permukaan dan menjaga aliran drainase. Hindari bidang-bidang potongan terpapar dengan lama. Pemasangan jaring penahan, tanggul penahan, parit

pengumpul air, manfaatkan brangkal / puing-puing bekas bangunan. Penanaman kembali tanaman

Observasi visual Pembuatan foto Mengenali lokasi yang mempunyai potensi yang tidak seimbang, erosi, pergantian dalam arus air, genangan air. Pengukuran arus air. Lakukan analisa kekeruhan air sebagai diarahkan oleh ahli/badan lingkungan. Periksa laporan mengenai daerah bermasalah.

 

-

Daerah kena

erosi dan

dampak dalam

2

tanah longsor.

m

-

Kekeruhan air

-

Arus air

 

/

reboisasi dengan segera.

 

6.1.4

Pengendalian pembersihan lahan dengan kedalaman dalam batas-batas yang di-

Periksa laporan

 

-

Daerah kena

Risiko banjir

mengenai daerah

dampak dalam

2

pada daerah

bermasalah.

m

(GTZ-SLGSR)

15

15.09.2006/20.02.2007

Daftar Proses: Penggalian pasir dan kerikil (Rancangan, versi 4.0)

hilir.

 

izinkan. Pengelolaan limbah air dan drainase yang memadai. Pembuangan limbah yang memadai, (jauh dari air sungai)

Periksa kekeruhan air Observasi visual Pembuatan foto

- Kekeruhan air

- Arus air

(perbedaan

 

deras air)

- Keluhan

6.1.5 Se- dimentasi/ penyumbatan pada pola drainase atau arus air akibat tumpukan dari bahan-bahan / material

Buatkan parit dengan ukuran dan jenis yang memadai. Bangun perangkap/kolam penahan endapan guna mencegah penyumbatan. Penyimpanan sisa brangkal yang tepat (pada daerah rata dan jauh dari jalur drainase, jalur air, atau daerah berpohon).

Observasi visual Pembuatan foto. Identifikasi daerah dengan genangan air Identifikasi daerah yang berpotensi kerusakan. Periksa laporan mengenai daerah bermasalah. Lakukan analisa kekeruhan air sesuai arahan ahli/badan lingkungan.

- Kekeruhan air

- Penyumbatan gorong – gorong / parit.