Anda di halaman 1dari 104

1

LAPORAN AKHIR
PENELITIAN TINDAKAN KELAS

MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATA


PELAJARAN IPA MELALUI PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE JIGSAW SISWA KELAS VIII SMP
NEGERI 1 CIPEUCANG KABUPATEN PANDEGLANG

Oleh
……………………………..
NIP. …………………………..

Dibiayai oleh
Swadana Peserta PTK yang diselenggarakan oleh
Forum Ilmiah Guru (FIG) Kabupaten Pandeglang
Bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
(LPPM) Untirta Banten

PEMERINTAH KABUPATEN PANDEGLANG


DINAS PENDIDIKAN
SMP NEGERI 1 CIPEUCANG
2009
2

HALAMAN PENGESAHAN
LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS

1. Judul Penelitian Meningkatkan Motivasi Dan Hasil


Belajar Mata Pelajaran IPA Melalui
Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw
Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1
Cipeucang Kabupaten Pandeglang
2. Peneliti
a. Nama Lenngkap H. Dadi Mulyadi, S.Pd
b. Jenis Kelamin Laki-laki
c. Pangkat / Golongan /NIP Pembina / IV.a /
d. Asal Sekolah SMP Negeri 1 Cipeucang
e. Alamat Rumah Jl. Raya Labuan Km 14.
Kp. Cipeucang Ds.
Kec. Cipeucang Kab. Pandeglang
No. Telp / HP.
3. Lama Penelitian 3 Bulan
Januari - Maret 2009
4. Biaya yang diperlukan Swadana

Diketahui Pandeglang, April 2009


Kepala SMP Negeri 1 Cipeucang Peneliti

H. Dadi Mulyadi, S.Pd H. Dadi Mulyadi, S.Pd


NIP. NIP.

Diketahui

Pembimbing, Co Pembimbing

Drs. H. Sholih, M.Pd Dra. Wahyuni


NIP. 131656724 NIP. 131959489

Ketua LPPM Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Dr. H. Sholeh Hidayat, M.Pd.


NIP. 131411828
3

ABSTRAK

Sejauh ini mata pelajaran IPA merupakan salah satu mata pelajaran yang dianggap
sulit oleh sebagian besar siswa, termasuk siswa kelas VIII SMP Negeri 1
Cipeucang. Hasil belajar yang dicapai siswa pada tahun-tahun sebelumnya selalu
dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Rendahnya hasil belajar siswa
yang dicapai dapat disebabkan oleh motivasi siswa untuk belajar IPA kurang,
proses pembelajaran atau sarana belajar yang kurang memadai. Salah satu upaya
untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar yaitu dengan menggunakan model
pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan
motivasi dan aktivitas siswa sehingga memudahkan siswa memahami konsep-
konsep IPA. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus
dilakukan 2 (dua) kali pertemuan. Pada siklus I menunjukan peningkatan
prosentase aktivitas siswa, pada pertemuan pertama 36 % dan pertemuan kedua 68
%. Sedangkan di siklus II pertemuan pertama 72 % dan pertemua kedua 88 %.
Hasil belajarpun mengalami peningkatan di siklus I ketuntasan belajar 76 %,
sedangkan disiklus II ketuntasan belajar 84 %, disamping itu tanggapan siswa
juga positif terhadap model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw ini terlihat dari
angket yang dijawab siswa yang merasa senang dengan model pembelajaran ini.

Kata kunci : Motivasi ; Hasil Belajar ; Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw.


4

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah peneliti panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah

memberikan taufik, dan hidayah-Nya, sehingga peneliti dapat menyelesaikan

laporan penelitian ini. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada

junjunan kita Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, para sahabatnya, dan

para pengikutnya yang setia sampai akhir zaman.

Penelitian ini berjudul “Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar

Mata Pelajaran IPA Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Siswa

kelas VIII SMP Negeri 1 Cipeucang Kabupaten Pandeglang”.

Permasalahan yang menjadi latar belakang penelitian ini dilandasi oleh

pengalaman peneliti selama mengajar lebih kurang 25 tahun, ternyata diperoleh

temuan masih rendahnya motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran

IPA. Sehingga perlu adanya upaya untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar

siswa, melalui pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran

kooperatif tipe jigsaw.

Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1

Cipeucang tahun pelajaran 2008-2009. Dari hasil penelitian menunjukkan adanya

peningkatan hasil belajar pada mata pelajaran IPA konsep Energi dan Usaha

dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw.

Selanjutnya, peneliti menyampaikan ucapan terimakasih atas segala

bantuan dan dukungan baik moril maupun spiritual kepada semua pihak sehingga

laporan penelitian ini dapat terselesaikan. Ucapan terimakasih dan penghargaan

peneliti sampaikan terutama kepada :


5

1. Bapak Dr. H. Sholeh Hidayat, M.Pd. Selaku Ketua Lembaga Penelitian

dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Banten.

2. Bapak Drs. H. Sholih, M.Pd. Selaku Dosen Pembimbing yang dengan

sabar memberikan bantuan kepada kami.

3. Ibu Dra. Wahyuni. Selaku Co. Pembimbing dalam penelitian ini yang telah

memberikan dorongan selama penelitian ini berlangsung.

4. Rekan-rekan guru selaku observer, yang telah memberikan bantuan dan

dorongannya selama penelitian ini berlangsung.

5. Para siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Cipeucang tahun pelajaran 2008 –

2009 yang penuh kesabaran dan keuletan dalam mengikuti proses

pembelajaran di kelas.

Kemudian, peneliti menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan

laporan penelitian ini masih jauh dari sempurna, masih terdapat kekeliruan dan

kekhilafan dalam menuangkan gagasannya. Segala saran dan kritik konstruktif

sangat diharapkan untuk perbaikan pada penelitian di masa mendatang.

Akhirnya, semoga laporan penelitian ini bisa bermanfaat bagi perkembangan

pendidikan di masa yang akan datang. Amiiin Ya Robbal ‘Alamiin.

Pandeglang, 6 April 2009

Peneliti
6

DAFTAR ISI

Halaman
Lembar Pengesahan
Abstrak
Kata Pengantar i
Daftar Isi iii
Daftar Tabel v
Daftar Lampiran vi
BAB I. PENDAHULUAN.
A.Latar Belakang Masalah 1
B.Identifikasi Masalah 3
C.Pembatasan dan Rumusan Masalah 3
D.Tujuan Penelitian 4
E.Manfaat Hasil Penelitian 4
BAB II. KAJIAN PUSTAKA
A. Proses Pembelajaran dan Hasil Belajar 6
B. Motivasi Belajar 10
C. Pembelajaran Kooperatif 12
D. Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw 13
E. Gambaran Umum Konsep Energi dan Usaha 15
BAB III. METODE PENELITIAN
A. Setting Penelitian 17
B. Prosedur Pelaksanaan Tindakan Kelas 18
C. Data dan Teknik Pengumpulan Data 19
BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Siklus I
1. Aktivitas Belajar 23
2. Hasil Belajar 24
3. Refleksi 26
7

B. Siklus II
1. Aktivitas Belajar 27
2. Hasil Belajar 28
3. Motivasi 28
4. Refleksi 29
BAB V. SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan 33
B. Saran 33
DAFTAR PUSTAKA 35
8

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 1. Siklus kegiatan penelitian . 18

Tabel 2. Prosentase Aktivitas Kelas. 29

Tabel 3. Prosentase Ketuntasan Belajar. 30

Tabel 4. Skor Nilai Rata-rata Kelas. 30

Tabel 5. Motivasi Siswa. 31


9

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran-lampiran

1. Daftar hadir siswa

2. Jadwal penelitian

3. Silabus

4. RPP

5. LKS

6. Lembar observasi kegiatan

7. Lembar pengamatan

8. Lembar jurnal harian

9. Data hasil pretest dan postest

10. Lembar angket siswa

11. Soal test siklus I dan siklus II

12. Foto KBM


10

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Kegiatan belajar mengajar sebagai salah satu masalah rutin yang umumnya

dilaksanakan guru di kelas, bukanlah sesuatu yang berdiri sendiri akan tetapi

terkait dengan berbagai faktor dan unsur. Oleh karena itu eksistensi seorang guru

tidak hanya diukur dari penguasaan materi pelajaran atau menyiapkan perangkat-

perangkat media yang diperlukan akan tetapi juga kemampuan menciptakan

kondisi belajar yang kondusif.

Selama ini perhatian sangat besar ditujukan pada upaya memberikan materi

sebanyak-banyaknya kepada siswa, sangat jarang diperhatikan perbedaan-

perbedaan individu dan suasana kelas yang sesungguhnya sangat mempengaruhi

proses belajar mengajar.

Berdasar pengamatan di lapangan, proses pembelajaran di sekolah dewasa

ini kurang meningkatkan motivasi dan aktivitas siswa. Masih banyak tenaga

pendidik yang menggunakan tipe konvensional secara monoton dalam kegiatan

pembelajaran di kelas, sehingga suasana belajar terkesan kaku dan didominasi

oleh guru. Dalam penyampaian materi biasanya guru menggunakan tipe ceramah

dimana siswa hanya duduk, mencatat dan mendengarkan apa yang disampaikan

guru dan sedikit peluang bagi siswa untuk bertanya. Dengan demikian suasana

pembelajaran menjadi tidak kondusif sehingga siswa menjadi pasif.

Proses pembelajaran dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

menuntut adanya partisifasi aktif dari seluruh siswa. Jadi kegiatan belajar berpusat
11

pada siswa, guru sebagai motivator dan fasilitator didalamnya agar suasana kelas

lebih hidup.

Belajar kooferatif merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan

pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Belajar

kooperatif memberikan kesempatan pada siswa untuk saling berinteraksi. Siswa

yang saling menjelaskan pengertian suatu konsep pada temannya sebenarnya

sedang mengalami proses belajar yang sangat efektif yang bisa memberikan hasil

belajar yang jauh lebih maksimal daripada kalau dia mendengarkan penjelasan

guru.

Rendahnya hasil belajar pada mata pelajaran IPA yang diperoleh siswa

kelas VIII SMP Negeri 1 Cipeucang, juga diakibatkan dari cara belajar siswa yang

masih salah. Selama ini siswa belajarnya dengan cara menghafal (rote learning)

bukan dimengerti atau dipahami sehingga tidak menghasilkan pembelajaran yang

bermakna (meaningful learning). Berdasarkan pengalaman tahun-tahun

sebelumnya perolehan skor nilai hasil belajar dari ulangan harian / ulangan blok

sangat rendah, yaitu berkisar antara 60% sampai dengan 70% di bawah KKM

(Kriteris Ketuntasan Minimal) yang sudah ditetapkan. Berarti hanya sekitar 30%

sampai dengan 40% yang sudah tuntas. Belajar dikatakan tuntas bila siswa telah

mencapai prestasi belajar atau nilai dengan skor ≥ 60. Dengan demikian hasil

belajar IPA siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Cipeucang Pandeglang masih

dianggap rendah.

Bertolak dari pandangan bahwa belajar adalah mengalami sesuatu,

prosesnya dapat berupa berbuat, bereaksi, mengalami sesuatu, menghayati


12

sesuatu. Mengalami sesuatu berarti menghayati situasi-situasi yang sebenarnya

dan mereaksi terhadap berbagai aspek situasi itu untuk tujuan-tujuan yang nyata

bagi siswa. Oleh karena itu dalam proses pembelajaran diperlukan suatu metode

pembelajaran yang dapat membangkitkan motivasi belajar siswa. Maka untuk

memecahkan permasalahan pembelajaran konsep IPA yang sulit dipahami,

peneliti akan mencoba memberikan upaya melalui pembelajaran kooperatif

dengan tipe jigsaw.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah penelitian di atas, peneliti dapat

mengidentifikasikan masalah-masalah sebagai berikut :

1. Situasi belajar siswa akan lebih kondusip dengan menggunakan model

pembelajaran kooperatif tipe jigsaw.

2. Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw membangkitkan motivasi

belajar siswa dalam mata pelajaran IPA.

3. Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw membangkitkan aktivitas

belajar siswa.

4. Motivasi belajar siswa dapat meningkatkan hasil belajar.

5. Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan hasil

belajar siswa.

C. Pembatasan dan Rumusan Masalah.

a. Masalah dalam penelitian ini penulis batasi pada :


13

1. Proses pembelajaran Kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan

motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran IPA khususnya pada konsep

energi dan usaha.

2. Proses pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan hasil

belajar IPA khususnya pada konsep energi dan usaha.

b. Dalam penelitian ini penulis memberikan perumusan masalah sebagai

berikut :

1. Apakah proses pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan

motivasi belajar siswa pada mata pelajara IPA khususnya dalam konsep

energi dan usaha.

2. Apakah proses kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar

siswa pada mata pelajaran IPA khususnya dalam konsep energi dan usaha.

D. Tujuan Penelitian

Dari permasalahan diatas, maka tujuan penelitian ini adalah :

1. Meningkatkan motivasi belajar IPA pada konsep energi dan usaha melalui

proses pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada siswa kelas VIII SMP Negeri

1 Cipeucang.

2. Meningkatkan hasil belajar IPA pada konsep energi dan usaha melalui proses

pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1

Cipeucang.

E. Manfaat Hasil Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian tindakan ini adalah sebagai berikut :


14

1. Bagi guru, kegiatan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat menciptakan

situasi belajar mengajar yang efektif dan efisien (suasana belajar yang

kondusif), mengetahui strategi pembelajaran yang bervariasi dan inovatif serta

meningkatkan pemahaman guru dalam melakukan tindakan kelas. Sebagai

upaya untuk mengatasi pembelajaran yang konvensional, dan pada akhirnya

dapat meningkatkan mutu proses belajar mengajar di kelas.

2. Bagi siswa, kegiatan pembelajaran dengan tipe jigsaw dapat meningkatkan

motivasi belajar, dan meningkatkan kegairahan belajar, karena bisa menarik

perhatian siswa dengan anggota kelompoknya yang akan menimbulkan

suasana belajar partisipatif dan menjadi lebih hidup, maka hasil belajarnya

pun meningkat.

3. Bagi sekolah, penelitian ini dapat membantu memperbaiki proses

pembelajaran, khususnya mata pelajaran IPA, sehingga sekolah bisa

memfasilitasi segala keperluan untuk kelancaran proses pembelajaran tersebut.


15

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Proses Pembelajaran dan Hasil Belajar

Belajar pada dasarnya merupakan peristiwa yang bersifat individual yakni

terjadinya perubahan tingkah laku sebagai dampak dari pengalaman individu.

Pengalaman dapat berupa situasi belajar yang sengaja diciptakan oleh orang lain

atau situasi yang tercipta begitu adanya. Peristiwa belajar yang terjadi karena

dirancang oleh orang lain di luar diri individu sebagai pebelajar biasa disebut

proses pembelajaran. Proses ini biasa dirancang oleh guru.

Istilah belajar berarti suatu proses perubahan sikap dan tingkah laku pada

diri individu yang biasanya terjadi setelah adanya interaksi dengan sumber belajar,

sumber belajar ini dapat berupa buku, lingkungan, guru atau sesama teman.

Menurut pendapat Nana Sudjana ( 1985 : 5) mengemukakan bahwa : “Belajar

adalah sesuatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri

seseorang. Perubahan sebagai hasil dari proses belajar dapat ditunjukkan dalam

berbagai bentuk seperti berubah pengetahuan, pemahaman, sikap, dan

tingkahlaku, keterampilan, kecakapan, kebiasaan serta perubahan aspek-aspek lain

yang ada pada individu yang belajar”.

Adapun istilah mengajar adalah menciptakan situasi yang mampu

merangsang siswa untuk belajar. Hal ini tidak harus berupa proses transformasi
16

pengetahuan dari guru kepada siswa. Aa Rooyakkers (1984 : 13 ) mengatakan

bahwa : “Proses mengajar adalah menyampaikan bahan pelajaran yang berarti

melaksanakan beberapa kegiatan. Kegiatan tersebut tidak ada gunanya jika tidak

mengarah pada tujuan tertentu”

Kegiatan belajar mengajar sebagai salah satu bentuk pendidikan yang

multi variable sudah tentu dalam proses penyelenggaraannya akan turut

dipengaruhi serta melibatkan faktor-faktor lain.

Faktor tersebut menurut Muhibin Syah (1995 : 132) secara umum terbagi

atas tiga macam berupa :

(1) Faktor internal, yaitu faktor yang berasal dari dalam diri siswa seperti
halnya minat, bakat dan kemampuan.
(2) Faktor eksternal, yaitu faktor yang berasal dari lingkungan disekitar
siswa seperti keadaan keluarga, latar belakang ekonomi dan
kemampuan guru dalam mengajar.
(3) Faktor pendekatan mengajar, berupa upaya belajar siswa yang meliputi
strategi dan metode yang digunakan dalam melakukan kegiatan
pembelajaran.

Dengan demikian, untuk menciptakan proses pembelajaran yang tepat

dibutuhkan suatu formula bentuk pembelajaran yang utuh dan tentu saja

menyeluruh, dalam arti proses pembelajaran melibatkan aktivitas siswa. Jadi pada

hakekatnya, belajar adalah wujud keaktifan siswa walaupun derajatnya tidak sama

antara siswa satu dengan yang lainnya dalam suatu proses belajar mengajar di

kelas. Tetapi terdapat banyak keaktifan yang tak dapat dilihat dengan mata atau

tak dapat diamati, misalnya menggunakan hasanah ilmu pengetahuannya untuk

memecahkan masalah, memilih teorama-teorama untuk membuktikan proposisi,

melakukan asimilasi dan atau akomodasi untuk memperoleh ilmu pengetahuan

baru. Jadi yang dimaksud siswa belajar secara aktif adalah belajar dengan
17

melibatkan keaktifan mental walaupun dalam banyak hal diperlukan keaktifan

fisik.

Setelah berakhirnya proses pembelajaran biasanya diperoleh hasil belajar

yang merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar.

Dari sisi guru tindak mengajar diakhiri dengan proses evaluasi hasil belajar.

Dari sisi siswa, hasil belajar merupakan puncak proses belajar (Dimyati, 1999 : 3).

Sementara itu, Ahmadi (1984 : 35) mengemukakan bahwa hasil belajar

adalah hasil yang dicapai dalam suatu usaha, dalam hal ini usaha hasil belajar

berupa perwujudan prestasi belajar siswa yang dapat dilihat pada nilai setiap

mengikuti tes.

Menurut Sudjana (1999 : 25), hasil belajar pada dasarnya adalah perubahan

tingkah laku atau keterampilan yang berupa pengetahuan, pemahaman, sikap dan

aspek lain lewat serangkaian kegiatan membaca, mengamati, mendengar, meniru,

menulis, dan lain sebagainya, sebagai bentuk pengalaman individu dengan

lingkungan. Hasil belajar dipengaruhi 2 faktor, yaitu faktor internal dan faktor

eksternal.

a. Faktor internal (faktor dari dalam diri siswa)

Faktor ini meliputi faktor fisiologis maupun psikologis. Faktor fisiologis

antara lain: cacat badan, kesehatan dan sebagainya. Faktor psikologis antara

lain berupa motivasi, minat, reaksi, konsentrasi, organisasi, repetisi,

komprehensif, dan sebagainya.

b. Faktor eksternal (faktor dari luar diri siswa)


18

Faktor ini datangnya dari luar diri siswa, faktor ini melipui faktor keluarga,

sekolah, dan masyarakat. Ketersediaan sarana dan prasarana atau adanya

laboratorium.

Hasil belajar dapat digolongkan pada hasil yang bersifat penguasaan sesaat

dan penguasaan berkelanjutan. Penguasaan sesaat contohnya pengetahuan

tentang fakta, teori, istilah-istilah, pendapat dan sebagainya. Hasil belajar yang

bersifat berkelanjutan harus dilakukan terus menerus dalam hampir setiap

kegiatan belajar. Penguasaan berkelanjutan misalnya keterampilan tertentu dalam

mengolah suatu produk, menyelesaikan perhitungan dan sebagainya.

Agar hasil belajar yang dicapai oleh siswa tinggi dan berkualitas, tujuan

pengajaran yang dicapai juga tinggi, sangat dipengaruhi oleh proses interaksi

antara guru dan siswa. Interaksi antara guru dan siswa akan baik bila komunikasi

antara guru dan siswa juga berjalan dengan baik.

Kemudian untuk mengukur hasil belajar dalam penentuan keberhasilan

siswa dalam suatu proses pembelajaran yang sering digunakan adalah berupa tes

hasil belajar. Tes hasil belajar disusun berdasarkan tujuan penggunaan tes itu

sendiri, misalnya dalam bentuk pretes dan postes. Pretes adalah tes yang

diberikan sebelum suatu pelajaran dimulai yang bertujuan untuk mengetahui

sejauhmana siswa telah menguasai bahan yang akan diberikan. Sedangkan postes

adalah tes yang diberikan sesudah suatu pelajaran selesai diajarkan, tujuannya

adalah untuk mengetahui sejauhmana siswa tersebut telah menguasai bahan yang

telah diajarkan. Perbedaan hasil kedua jenis tes ini akan ditentukan oleh kualitas

pembelajarannya. Jika proses pembelajaran baik maka pengaruhnya ialah


19

terdapat perbedaan yang besar antara postes dengan pretes. Pertanyaan-

pertanyaan pada pretes harus dibuat sama dengan pertanyaan-pertanyaan pada

postes, supaya kedua hasil tes ini dapat dibandingkan.

B. Motivasi Belajar

Menurut Tita Rosita (1995 : 102) “Motivasi adalah dorongan dasar yang

menggerakkan seseorang bertingkah laku. Dorongan ini berada pada diri

seseorang yang menggerakan untuk melakukan sesuatu yang sesuai dengan

dorongan dalam dirinya”.

Agar pembelajaran menjadi lebih berkualitas maka guru harus dapat

membangkitkan motivasi siswa untuk belajar, sebab jika tidak ada dorongan

dalam diri siswa untuk belajar, maka proses pembelajaran tidak akan efektif.

Siswa yang termotivasi belajar akan berpartisipasi secara aktif dalam pelajaran

yang berlangsung tanpa rasa terpaksa, tetapi secara sukarela atas inisiatif sendiri.

Sebagai akibat dari hal ini maka hasil belajar yang dicapai akan lebih lama

diserap, karena dengan adanya motivasi belajar tersebut maka dorongan dalam

diri siswa akan terpenuhi; dan siswa akan merasa puas dengan hasil belajar yang

dirasakan sebagai pemenuhan kebutuhan.

Dalam kegiatan belajar di kelas ada tiga hal pokok yang perlu diperhatikan

yaitu: 1) kemana siswa menuju pada akhir kegiatan, 2) bagaimana caranya agar

siswa tiba pada sasaran yang dituju, 3) bagaimana agar dapat diketahui apakah

sasaran yang dituju itu sudah tercapai atau belum. Agar melalui ketiga hal tersebut

guru harus menciptakan kondisi yang dapat merangsang timbulnya motivasi

belajar siswa.
20

Menurut Ratna Wilis Dahar (1985 : 8) “Motivasi berfungsi mengikat

perhatian siswa, menggiatkan semangat belajar, menyediakan kondisi yang

optimal untuk belajar”. Oleh karena itu maka guru harus membangkitkan motivasi

belajar siswa terlebih dahulu sebelum proses pembelajaran dimulai. Selanjutnya

Ratna Wilis Dahar (1985 : 8) mengemukakan bahwa Motivasi juga dapat

berfungsi untuk membantu siswa dalam memecahkan masalah yang dihadapinya,

khususnya untuk menemukan jalan untuk mencapai tujuan belajar. Dalam hal ini

diharapkan siswa dapat menyelesaikan tugas yang diberikan dalam kelompoknya

mengenai materi pelajaran yang dipelajarinya.

Berdasarkan penyebab timbulnya, ada dua jenis motivasi; yaitu motivasi

ekstrinsik dan motivasi instrinsik. Motivasi ekstrinsik yaitu motivasi yang timbul

dari luar diri individu, baik yang disebabkan oleh orang lain maupun oleh keadaan

alam dan lingkungan. Seperti keluarga, masyarakat, sekolah. Motivasi instrinsik

yaitu motivasi yang timbul dari dalam diri individu sendiri tanpa tekanan dari luar.

Menurut Ratna Wilis Dahar (1985 : 13) “Motivasi instrinsik jauh lebih kuat

dari pada motivasi ekstrinsik, karena timbulnya motivasi instrinsik ini sepenuhnya

disadari oleh individu yang terlibat, tanpa desakan atau dorongan apapun”.

Motivasi instrinsik dapat mengubah sikap seseorang dari malas menjadi giat

belajar. Motivasi ekstrinsik dapat membantu timbulnya motivasi instrinsik, yang

berpengaruh lebih kuat terhadap keberhasilan belajar.

Kemungkinan penyebab rendahnya motivasi belajar siswa diantaranya,

siswa beranggapan bahwa mata pelajaran IPA itu sulit. kemungkinan lainnya

adalah model pembelajaran yang digunakan masih berorientasi pada guru


21

sehingga siswa belum terlibat aktif secara maksimal dalam proses pembelajaran,

oleh karena itu maka perlu upaya untuk membangkitkan motivasi belajar dan

meningkatkan kualitas pembelajaran IPA agar hasil pembelajaran menjadi

bermakna perlu menggunakan pendekatan yang sesuai, antara lain dengan

menggunakan model pembelajaran kooperatif (cooperative learning).

C. Pembelajaran Kooperatif

Model pembelajaran kooperatif merupakan salah satu model pembelajaran

yang mendukung pembelajaran kontekstual. Pembelajaran kooperatif adalah salah

satu bentuk pembelajaran yang berdasarkan faham konstruktivis. Pembelajaran

kooperatif merupakan strategi belajar dengan sejumlah siswa sebagai anggota

kelompok yang tingkat kemampuannya berbeda. Dalam menyelesaikan tugas

kelompoknya, setiap siswa anggota kelompok harus saling bekerja sama dan

saling membantu untuk memahami materi pelajaran. Dalam pembelajaran

kooperatif, belajar dikatakan belum selesai jika salah satu teman dalam kelompok

belum menguasai bahan pelajaran.

Menurut Anita Lie (2004 : 29), “Model pembelajaran cooperative learning

tidak sama dengan sekedar belajar kelompok. Ada unsur-unsur dasar

pembelajaran cooperative learning yang membedakannya dengan pembagian

kelompok yang dilakukan asal-asalan”.

Penerapan pembelajaran kooperatif akan memberikan hasil yang efektif

kalau memperhatikan dua prinsip inti berikut. Yang pertama adalah adanya saling

ketergantungan yang positif. Semua anggota dalam kelompok saling bergantung

kepada anggota lain dalam mencapai tujuan kelompok, misalnya menyelesaikan


22

tugas dari guru. Prinsip yang kedua adalah tanggungjawab pribadi (individual

accountability). Di sini setiap anggota kelompok harus memiliki kontribusi aktif

dalam bekerja sama.

D. Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw ( Model Tim Ahli )

Pembelajaran kooperatif tipe jigsaw adalah suatu tipe pembelajaran

kooperatif yang terdiri dari beberapa anggota dalam satu kelompok yang

bertanggung jawab atas penguasaan bagian materi belajar dan mampu

mengajarkan materi tersebut kepada anggota lain dalam kelompoknya. Jigsaw

didesain untuk meningkatkan rasa tanggungjawab siswa terhadap

pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran orang lain. Siswa tidak hanya

mempelajari materi yang diberikan, tetapi mereka juga harus siap memberikan

dan mengajarkan materi tersebut pada anggota kelompoknya . Dengan demikian,

jigsaw juga dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasi.

Menurut Anita Lie (2004 : 69), “siswa bekerja dengan sesama siswa dalam

suasana gotong royong dan mempunyai banyak kesempatan untuk mengolah

informasi dan meningkatkan keterampilan berkomunikasi”.

Para anggota dari kelompok yang berbeda dengan topik yang sama bertemu

untuk diskusi (tim ahli) saling membantu satu sama lian tentang topik

pembelajaran yang ditugaskan kepada mereka. Kemudian siswa-siswa itu kembali

pada kelompok asal untuk menjelaskan kepada anggota kelompoknya apa yang

telah mereka pelajari sebelumnya pada pertemuan tim ahli.

Langkah-langkah Jigsaw adalah sebagai berikut :


23

1. Siswa dibagi dalam kelompok-kelompok. Tiap kelompok beranggotakan

4 sampai dengan 6 orang. Sebaiknya kelompok terdiri atas siswa dengan

beragam latar belakang, misalnya dari segi prestasi, jenis kelamin, suku,

agama, status sosial dan lain-lain. Kelompok ini disebut kelompok asal.

2. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda

3. Setiap siswa yang mendapat sub topik yang sama berkumpul

membentuk tim ahli. Tim ahli membahas sub topik masing-masing dan

menjadi ahli dalam topik itu.

4. Setelah selesai berdiskusi dalam tim ahli, anggota kembali ke kelompok

asal masing-masing. Kemudian secara bergantian, tiap siswa yang telah

menjadi ahli mengajar teman satu tim mereka tentang sub topik yang

mereka kuasai.

5. Kelompok asal mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya, atau

membuat rangkuman. Guru bisa juga memberikan tes pada kelompok.

Tapi pada saat mengerjakan tes siswa tidak boleh bekerja sama.

Bagan pengelolaan siswa dalam pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw

I
ABCD ABCD ABCD ABCD

II AAAA BBBB CCCC DDDD

Keterangan :

I : Kelompok asal
24

II : Kelompok ahli

E. Gambaran Umum Konsep Energi dan Usaha

Kompetensi dasar yang harus disampaikan pada konsep energi dan usaha

yang tercantum dalam standar isi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di

kelas VIII semester genap adalah : Menjelaskan hubungan bentuk energi

dan perubahannya, prinsip usaha dan energi serta penerapannya dalam

kehidupan sehari-hari.

Energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja atau usaha. Energi

merupakan besaran skalar, energi bersifat kekal yang berarti tidak dapat

diciptakan atau dimusnahkan, tetapi energi hanya dapat berubah dari bentuk

energi yang satu ke bentuk yang lain.

1. Bentuk-bentuk Energi

Beberapa bentuk energi yang biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari,

antara lain energi kimia, energi kalor, energi bunyi, energi cahaya, energi listrik,

energi nuklir, dan energi mekanik.

2. Perubahan energi (Konversi Energi).

Konversi energi adalah perubahan suatu bentuk energi ke bentuk energi

lain. Alat atau benda yang melakukan konversi energi disebut converter.

3. Hukum Kekekalan Energi

Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan, tetapi hanya

dapat berubah bentuk dari energi yang satu ke energi yang lain.

4. Sumber-sumber Energi.
25

Sumber energi ada yang dapat diperbarui dan ada yang tidak dapat

diperbarui. Sumber energi yang tidak dapat diperbarui ialah sumber energi yang

jika sudah habis tidak dapat diadakan lagi. Sumber energi yang dapat diperbarui

ialah sumber energi yang jika sudah habis, dapat diadakan kembali.

5. Usaha

Usaha (W) adalah hasil kali antara gaya dengan perpindahan yang searah

gaya. Benda dikatakan melakukan usaha jika ada gaya (F) yang bekerja dan ada

perpindahan (S).

Usaha dirumuskan W = F X S
26

BAB III

METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) atau dalam bahasa

Inggris disebut Classroom Action Research ( CAR ). Penelitian ini dimaksudkan

untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dan hasil belajar siswa yang berkaitan

dengan proses pembelajaran di kelas, khususnya pada pemahaman konsep energi

dan konsep usaha dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe

jigsaw . Langkah-langkah yang ditempuh mulai dari perencanaan sampai dengan

pelaksanaan penelitian akan dijabarkan dalam uraian berikut ini.

A. Setting Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran

2008-2009 di SMP Negeri 1 Cipeucang mulai dari bulan Januari sampai dengan

Maret sebanyak 4 kali pertemuan yang dibagi menjadi 2 siklus. Siklus I sebanyak

2 kali pertemuan dan siklus II sebanyak 2 kali pertemuan. Jumlah jam pelajaran

IPA dalam satu minggu adalah 4 jam pelajaran dimana satu jam pelajaran

waktunya 40 menit.

Subjek yang diteliti adalah siswa kelas VIII Perempuan sebanyak 25 siswa

putri (sesuai dengan Kebijakan Bupati Pandeglang mengenai adanya pemisahan

kelas laki-laki dan kelas perempuan). Peneliti mengambil subjek siswa kelas

perempuan mengingat karakteristiknya cenderung lebih pasif dibandingkan kelas


27

laki-laki dan berdasarkan dari hasil belajar pada konsep materi sebelumnya masih

dianggap relatif rendah. .

B. Prosedur Pelaksanaan Tindakan Kelas

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), adapun tahapan

yang akan dilakukan dalam PTK ini menggunakan model yang dikembangkan

oleh Kurt Lewin seperti disebutkan dalam Dikdasmen (2003:18) bahwa tahap-

tahap tersebut atau biasa disebut siklus (putaran) terdiri dari empat komponen

yang meliputi : (a) perencanaan (planning), (b) aksi/tindakan (acting), (c)

observasi (observing), (d) refleksi (reflecting).

Prosedur penelitian tindakan kelas ini secara garis besar dapat dilihat

dalam tabel berikut ini :

Tabel 1 : Siklus Kegiatan Penelitian


28

Siklus Perencanaan • Merencanakan pembelajaran yang akan


I diterapkan dilaksanakan.
• Menentukan pokok bahasan
• Mengembangkan rencana pelaksanaan
pembelajaran (RPP).
• Menyiapkan sumber belajar seperti buku
• Mengembangkan format evaluasi
Tindakan • Melaksanakan KBM yang mengacu pada
rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah
disiapkan.
• Melakukan evaluasi dalam bentuk tes
kemampuan pemahaman konsep yang
dipelajari.
Pengamatan Melakukan observasi dengan menggunakan
format observasi
Refleksi • Melakukan evaluasi tindakan yang telah
dilakukan meliputi efektifitas waktu yang
telah dilaksanakan.
• Membahas hasil tindakan.
• Memperbaiki pelaksanaan tindakan yang
telah dilakukan yang belum mencapai
sasaran.
• Evaluasi tindakan.
Indikator • Instrument-instrumen yang telah disiapkan
keberhasilan siklus I pada siklus I dapat dilaksanakan semua
• Siswa mampu melaksanakan KBM dengan
aktifitas yang tinggi.
• Siswa mampu menunjukan bentuk-bentuk
energi dan contohnya dalam kehidupan
sehari-hari.
Siklus Perencanaan • Identifikasi masalah dan penetapan alternatife
II pemecahan masalah
• Pengembangan program tindakan II
Tidakan • Pelaksanaan program tindakan II
Pengamatan • Pengumpulan data tindakan II
Refleksi • Evaluasi tindakan II
Indicator • Instrument-instrumen yang telah disiapkan
keberhasilan siklus II pada siklus II dapat terlaksanakan semua
• Aktifitas siswa dalam KBM meningkat.
• Motivasi siswa dalam KBM meningkat
• Hampir 100 % pencapaian hasil belajar
menunjukan peningkatan.
29

C. Data dan Teknik Pengumpulan Data

1. Data

Sumber data penelitian ini adalah siswa, sedangkan jenis data yang

didapatkan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan data kualitatif yang

meliputi :

• Data hasil pretes dan postes

• Hasil observasi terhadap proses Kegiatan Belajar-Mengajar

• Jawaban angket

• Jurnal harian/catatan lapangan

• Foto kegiatan

2 Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket, pretes, dan postes

pada tiap siklus dan dilengkapi jurnal harian (catatan harian).

a. Observasi

Observasi dilakukan untuk mengamati aktivitas siswa selama kegiatan

pembelajaran berlangsung, dari observasi tersebut dapat dilihat peningkatan

aktivitas belajar yang meliputi frekuensi aktivitas dan peningkatan kerjasama

antar siswa dalam pelaksanaan pembelajaran.

b. Angket

Angket digunakan untuk melihat motivasi siswa dari pembelajaran yang

telah dilakukan, dimana angket adalah merupakan tanggapan dari seluruh siswa

terhadap kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan, bermanfaat atau dapat

dirasakan oleh siswa dalam rangka meningkatkan aktivitas dan hasil belajar.
30

c. Jurnal Harian (Catatan Harian)

Seluruh kegiatan dalam proses pembelajaran tidak semuanya tercantum

dalam lembar observasi. Oleh karena itu di lengkapi lagi dengan jurnal harian /

catatan harian yang merupakan alat bantu perekam yang paling sederhana yang

memuat perilaku khusus siswa maupun permasalahan yang dapat di jadikan

pertimbangan bagi pelaksanaan langkah-langkah berikutnya.

d. Foto

Untuk merekam peristiwa penting seperti aspek kegiatan kelas, aktivitas

kelas atau untuk memperjelas data dan hasil observasi dari penelitian ini, di

gunakan foto. Foto ini juga dapat membantu dalam evaluasi tentang data – data

lainnya.

e. Data Tes Hasil Belajar

Data tes hasil belajar berupa data kuantitatif yang di peroleh melalui pretes

sebelum diadakan tindakan pada masing-masing siklus dan postes setelah

berakhirnya setiap siklus. Hal ini dimaksudkan agar setiap berakhirnya disetiap

siklus dapat diketahui kemajuan dan perkembangan yang didapat oleh siswa

melalui pembelajaran pemahaman materi pembelajaran melalui pembelajaran

kooperatif tipe jigsaw. Data hasil tes tersebut bisa di jadikan acuan, pertimbangan,

bahan refleksi, untuk merencanakan pelaksanaan pada siklus berikutnya.

3. Teknik Analisis Data


31

Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai

berikut :

a. Data Observasi

Data obsevasi ini di ambil melalui pengamatan yang dilakukan oleh

kolaborator sebagai observer, yang dilakukan pada saat berlangsungnya kegiatan

pembelajaran di kelas. Pengolahannya dengan menggunakan rumus :

A
− X 100% , dimana A = Jumlah siswa yang melakukan
B kegiatan
B = Jumlah siswa keseluruhan

b. Data Angket

Menganalisis data hasil angket dengan menggunakan rumus sebagai berikut

Jumlah responden actual


−−−−−−−−−−−−−−−−−−− X 100 %
Jumlah seluruh responden
c. Data Tes Hasil Belajar

Peneliti menentukan nilai setiap siswa dari hasil pretes dan postes masing-

masing siklus dengan pemberian nilai skala 100, dimana KKM (Kriteria

Ketuntasan Minimal) untuk pelajaran IPA adalah 60. Kemudian menentukan

banyaknya siswa yang mendapat nilai diatas atau sama dengan 60 (siswa yang

sudah tuntas). Banyaknya siswa yang mendapat nilai ≥ 60 di hitung prosentasenya

dengan menggunakan rumus :

Jumlah siswa yang tuntas


X 100 %
Jumlah seluruh siswa
32

Sementara skor nilai rata-rata diperoleh dengan cara menjumlahkan skor

nilai seluruh siswa dibagi dengan jumlah siswa.

d. Data Jurnal Harian

Peneliti sebagai orang yang terlibat secara aktif dalam pelaksanaan

tindakan, dan juga guru lain sebagai observer menyimpulkan dan

mendeskripsikan kejadian selama penelitian berlangsung baik pada siklus I

maupun siklus II.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Penelitian ini berupaya untuk mengungkapkan hasil implementasi dari

proses pembelajaran dengan model kooperatif learning tipe jigsaw dalam rangka

meningkatkan motivasi serta aktivitas siswa dan hasil belajar yang diperoleh

siswa.

Pelaksanaan penelitian ini dilakukan dengan dua siklus yaitu siklus I dan

siklus II. Di awal setiap siklus diadakan pretes I dan pretes II, demikian pula
33

diakhir setiap siklus diadakan postes yaitu postes I dan postes II setelah proses

pembelajaran berakhir atau setelah diberi tindakan.

Hasil penelitian dan beberapa temuan saat pelaksanaan berlangsung

beserta pembahasannya akan diuraikan pada masing-masing siklus berikut ini :

A. Siklus I.

1. Aktivitas Belajar

Pada pertemuan pertama di siklus I, yaitu hari Senin tanggal 9 Februari

2009, dilakukan pretes siklus I, setelah melakukan pretes siswa berada pada

tatanan kelompok masing-masing yang terdiri dari enam kelompok yang

beranggotakan empat orang setiap kelompok dan satu kelompok terdiri dari lima

orang, kemudian guru membagikan LKS kepada setiap siswa dalam kelompok

tersebut, setelah siswa mendapatkan bagian LKS masing-masing siswa bergabung

dalam kelompok ahli sesuai dengan LKS yang akan dikerjakannya, terbagi dalam

empat kelompok ahli untuk melakukan diskusi.

Dalam melaksanakan pembelajaran dengan diskusi di kelompok ahli

peneliti dibantu oleh observer mengamati beberapa aktivitas siswa, diantaranya

kerjasama dalam kelompok, bertanya, mengemukakan pendapat pada saat

berlangsungnya diskusi kelompok dan membuat rangkuman yang ditulis dalam

buku catatan masing-masing. Pada pertemuan pertama ini belum nampak adanya

aktivitas siswa yang mencolok, namun siswa lebih cenderung untuk

memperhatikan penjelasan temannya yang dianggap lebih pandai dari dirinya.

Berdasar data hasil observasi, diperoleh 7 orang siswa (28 %) yang bekerjasama,

4 orang siswa (16 %) yang bertanya, 6 orang siswa (24 %) yang mengemukakan
34

pendapat dalam diskusi dan 7 orang siswa yang membuat rangkuman. Prosentase

aktivitas belajar secara keseluruhan diperoleh sebesar 36 %. Data tersebut

diperoleh melalui lembar observasi kegiatan siswa.

Pada pertemuan kedua di siklus I yang dilaksanakan pada hari rabu

tanggal 11 Februari 2009 guru meminta siswa untuk berada pada tatanan

kelompok asal, kemudian secara bergiliran siswa diminta untuk menjelaskan hasil

diskusi pada kelompok ahli kepada temannya di kelompok asal. Pada pertemuan

kedua ini siswa sudah mulai terlihat aktif. Aktivitas kelas pada pertemuan kedua

ini sudah ada peningkatan dibandingkan pertemuan pertama. Aktivitas kerjasama

10 orang siswa (40 %), bertanya 8 orang siswa (32 %), aktivitas yang

mengemukakan pendapat 9 orang siswa (36 %), dan yang membuat rangkuman 12

orang siswa (48 %). Prosentase aktivitas kelas secara keseluruhan yaitu 68 %.

Dibadingkan dengan pertemuan pertama, sudah ada peningkatan aktivitas kelas

sebesar 32 %.

2. Hasil Belajar.

Pada awal kegiatan penelitian, sebelum pelaksanaan pembelajaran pada

pertemuan pertama siklus I, tepatnya hari Senin, 9 Februari 2009 , siswa diberikan

tes awal berupa pretes I yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal

sebelum diadakan proses pembelajaran tentang energi dan perubuhannya. Hasil

pretes I ternyata diperoleh skor nilai rata-rata 44,20 dan prosentase ketuntasan

belajar sebesar 28 % yaitu hanya 7 orang siswa yang sudah tuntas dari 25 siswa.

Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman konsep energi dan


35

perubahannya secara umum masih dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal yang

telah ditetapkan yaitu 60. Walaupun demikian skor nilai ini masih dianggap wajar,

karena memang belum diajarkan (belum dilakukan proses pembelajaran di kelas).

Waktu yang digunakan untuk pretes I adalah 30 menit.

Berdasarkan hasil pretes I yang diperoleh, yaitu ketuntasan belajar hanya

28 %, maka dapat dijadikan dasar pertimbangan dalam melakukan suatu upaya

untuk meningkatkan pemahaman konsep energi dan perubahannya dengan

menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw.

Setelah proses pembelajaran yang berlangsung di siklus I, sebanyak 2 kali

pertemuan maka untuk mengetahui adanya peningkatan hasil belajar setelah diberi

tindakan, siswa diberikan postes I yang dilaksanakan hari Rabu tanggal 11

Februari 2009. Berdasarkan hasil dari postes I diperoleh skor nilai rata-rata 64,60

dan prosentase ketuntasan belajar mencapai 76 %, yaitu sebanyak 19 siswa yang

sudah tuntas, dan hanya 6 orang siswa yang belum tuntas.

3. Refleksi

Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dari lembar observasi di

siklus I, bahwa setelah proses pembelajaran yang dilakukan sebanyak 2 kali

pertemuan ( setelah diberi tindakan ), ternyata penerapan pembelajaran dengan

menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw konsep energi dan

perubahannya memberikan hasil yang cukup memuaskan sesuai dengan target

yang diharapkan. Hal ini dapat dikatakan adanya peningkatan prosentase aktivitas

kelas. Secara keseluruhan aktivitas belajar di siklus I meningkat dari 36 %


36

menjadi 68 %. Dalam hal ini aktivitas kelas sudah termasuk kategori aktif, karena

kriteria keaktifan kelas dikatakan cukup apabila proses aktivitas kelas berkisar

antara 50 – 75%. Namun ada beberapa jenis aktivitas siswa yang masih dianggap

rendah, yaitu aktivitas dalam hal aktivitas mengemukakan pendapat. Hasil

prediksi diperkirakan bahwa siswa masih belum menguasai betul materi pelajaran

yang sedang dibahas, sehingga timbul rasa tidak percaya diri atau suatu keragu-

raguan untuk mengemukakan pendapatnya sendiri ataupun menyanggah pendapat

orang lain. Oleh karena itu nampaknya perlu ada pendekatan guru terhadap siswa

untuk bisa merangsang atau menumbuhkan rasa percaya diri bagi siswa dengan

cara belajar yang maksimal dan menjelaskan bahwa hal ini masih sedang taraf

belajar. Siswa juga perlu dilatih keberanian mentalnya untuk mau mencoba aktif

dalam hal mengemukakan pendapat, ataupun ada keberanian menyanggah, apabila

hal itu tidak sesuai dengan konsep yang dia yakini (misalkan dari buku sumber).

Adapun hasil belajar yang diperoleh melalui postes I, setelah berakhirnya

pembelajaran pada pertemuan di siklus I, diperoleh skor nilai rata-rata kelas

sebesar 64,60 dengan prosentase ketuntasan belajar sebesar 76 %. Apabila

dibandingkan dengan hasil pretes I, terdapat peningkatan nilai rata-rata kelas

sebesar 20,40 dan peningkatan prosestase ketuntasan belajar sebesar 48 %.

Peningkatan ini cukup besar dan bisa dikatakan memenuhi kategori berhasil,

karena siswa yang mencapai nilai diatas 60 (diatas KKM yang telah ditetapkan)

sudah lebih dari 75%. Dengan demikian bahwa pengaruh proses pembelajaran

dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw cukup besar sehingga dapat

meningkatkan motivasi belajar siswa dan pada akhirnya hasil belajarnyapun


37

meningkat. Berbeda dengan hasil belajar yang diperoleh sebelumnya selalu

dibawah target (dibawah KKM) dimana proses pembelajarannya hanya penjelasan

langsung dari guru melalui papan tulis. Dengan demikian hal ini perlu

dipertahankan untuk proses pembelajaran pada pertemuan selanjutnya di siklus II.

B. Siklus II

1. Aktivitas Belajar

Pada pertemuan pertama di siklus II, yaitu hari Senin tanggal 16 Februari

2009 dilanjutkan kembali proses pembelajaran mengenai konsep usaha dan daya.

Prosentase aktivitas siswa secara keseluruhan meningkat dari pertemuan

sebelumnya yaitu 68 % menjadi 72 %. Peningkatannya sebesar 4 %. Pada

pertemuan ini, yang bekerjasama sebanyak 12 orang siswa (48 %), bertanya 9

orang siswa (36 %), yang mengemukakan pendapat 11 orang siswa (44 %) dan

yang membuat rangkuman sebanyak 15 orang siswa (60 %).

Kemudian dilanjutkan dengan petemuan kedua di siklus II, sekaligus

sebagai pertemuan terakhir dari seluruh aktivitas penelitian ini, yang dilaksanakan

pada hari Rabu tanggal 18 Februari 2009. Ternyata suasana belajar semakin

terlihat kondusif, karena hampir seluruhnya siswa terlibat dalam aktivitas

pembelajaran baik yang bertanya, yang menjawab, yang menyanggah ataupun

yang mengemukakan pendapat. Hasil yang diperoleh dari lembar observasi

bahwa yang bekerjasama yaitu sebanyak 13 orang siswa (52 %) yang bertanya

dan 11 orang siswa (44 %) yang mengemukakan pendapat 12 orang siswa (48 %)

dan yang membuat rangkuman sebanyak 19 orang siswa (76 %). Prosentase

aktivitas kelas keseluruhannya mencapai 88 %.


38

2. Hasil Belajar

Pretes II dilakukan sebelum pelaksanaan pembelajaran di siklus II.

Konsep yang dipelajari di siklus II ini adalah usaha dan daya. Hasil yang

diperoleh dari pretes II memberikan skor nilai rata-rata kelas sebesar 50,60 dan

ketuntasan belajar siswa mencapai 48 %, yaitu 12 orang siswa yang sudah tuntas

dari 25 orang siswa. Setelah pembelajaran dilakukan sebanyak 2 kali pertemuan,

diperoleh hasil dari postes II dengan ketuntasan belajar sebesar 84 % dan nilai rata

– rata sebesar 72,00. Kenaikan dari pretes ke postes sebesar 36 % dan kenaikan

nilai rata – ratanya sebesar 21,40.

3. Motivasi

Setelah proses pembelajaran ditempuh sebanyak 4 kali pertemuan mulai

dari siklus I sampai siklus II, siswa diberikan angket isian untuk mengetahui

motivasi siswa dalam model pembelajaran tipe jigsaw, karena dengan adanya

motivasi belajar tersebut akan ada dorongan belajar dalam diri siswa. Dari angket

yang diberikan pada siswa diantaranya ditanyakan merasa senang kegiatan belajar

IPA, belajar IPA dengan diskusi kelompok menyenangkan, merasa senang belajar

dari teman, merasa lebih mudah memahami penjelasan dari teman dan perlunya

kegiatan seperti yang dilakukan dikembangkan, dengan opsi pilihan setuju, ragu-

ragu dan tidak setuju.

Berdasar hasil angket yang diberikan kepada siswa diperoleh hasil siswa

yang senang dengan kegiatan belajar IPA 19 orang siswa setuju (76 %), 5 orang

siswa ragu-ragu (20 %) dan 1 orang siswa tidak setuju (4 %), sedangkan belajar

dengan diskusi kelompok 23 orang siswa setuju (92 %), 2 orang siswa ragu-ragu
39

(8 %), yang merasa senang belajar dari penjelasan teman 23 orang siswa setuju

(92 %), 2 orang siswa ragu-ragu (8 %), yang merasa mudah memahami penjelasan

teman 20 orang siswa setuju (80 %), 3 orang siswa ragu-ragu (12 %), dan 2 orang

siswa tidak setuju (8 %), dan yang berpendapat perlu dikembangkan sebanyak 21

orang siswa setuju (84 %), sedangkan 4 orang siswa ragu-ragu (16 %).

4. Refleksi

Setelah proses pembelajaran ditempuh sebanyak 4 kali pertemuan mulai

dari siklus I sampai siklus II maka berdasarkan analisis data kegiatan siswa

diperoleh peningkatan aktivitas siswa yang cukup berarti. Untuk lebih jelasnya

dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 2 : Prosentase Aktivitas Kelas

Siklus Siklus I Siklus II

Pertemuan 1 2 1 2
Prosen Aktivitas Kelas (%) 36 68 72 88

Peningkatan prosentase aktivitas kelas ini, ternyata bisa terwujud apabila

proses pembelajarannya diperbaiki dan disempurnakan.

Adapun hasil belajar (ketuntasan belajar dan skor nilai rata-rata) yang

diperoleh setelah proses pembelajaran di siklus I dan siklus II melalui postes I dan

postes II dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 3 : Prosentase Ketuntasan Belajar

Siklus Pretes Postes Perbedaan

I 28 % 76 % 48 %
40

II 48 % 84 % 36 %

Tabel 4 : Skor Nilai Rata-rata Kelas

Skor Nilai Rata-rata Skor Nilai Rata-rata


Siklus Perbedaan
Pretes Postes
I 44,20 64,60 20,40

II 50,60 72,00 21,40

Berdasarkan data tabel tersebut di atas, secara umum dikatakan bahwa

hasil belajar meningkat. Kenyataan ini bisa dijelaskan bahwa proses pembelajaran

pada konsep eneri dan perubahannya serta usaha dan daya dengan menggunakan

model pembelajaran tipe jigsaw menarik bagi siswa, sehingga siswa termotivasi

untuk mempelajari materi pembelajaran secara sungguh-sungguh dengan belajar

sendiri disamping memperhatikan penjelasan temannya dan penjelasan guru yang

memberikan bimbingan dalam diskusi.

Hal ini juga terlihat dari hasil angket siswa yang dapat dilihat pada tabel

angket siswa berikut ini :

Tabel 5 : Motivasi Siswa

Prosentase
Jumlah
Pernyataan
No Pernyataan Responden
Responden
S RR TS % % %
1 Saya senang dengan kegiatan belajar IPA 19 5 1 76 20 4
Belajar IPA dengan diskusi kelompok
2 23 2 - 92 8 -
menyenangkan
Saya merasa senang belajar dari
3 23 2 - 92 8 -
penjelasan teman
Saya merasa mudah memahami
4 20 3 2 80 12 8
penjelasan dari teman
5 Menurut saya kegiatan belajar ini perlu 21 4 - 84 16 -
41

dikembangkan
Jumlah 424 64 12
Rata-rata Prosentase (%) 85 13 2

Dari tabel diatas terlihat motivasi yang dimiliki siswa dengan belajar tipe

jigsaw sangat menyenangkan, maka pembelajaran akan dirasakan lebih efektif dan

efisien dalam menyampaikan materi pelajaran atau mengajarkannya, sehingga

tercipta suasana belajar yang kondusif.

Berdasarkan uraian, bahwa proses pembelajaran konsep energi dan usaha

dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terdapat

hubungan antara motivasi siswa selama proses pembelajaran berlangsung dengan

hasil belajar setelah proses pembelajaran dilaksanakan. Jadi bisa dikatakan

apabila siswa aktif pada saat diskusi membahas materi pembelajaran, baik dalam

hal bertanya ataupun mengemukakan pendapat, maka berarti siswa sudah

mengerti dan paham apa yang sedang dipelajarinya, sehingga hasil belajarnya pun

cukup memuaskan. Dengan demikian apabila pemahaman konsep sudah

baik/meningkat, maka bisa dipastikan hasil belajarnya pun baik pula / meningkat.
42

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

Berdasarkan analisis, temuan dan pembahasan yang diuraikan pada Bab

IV tentang proses pembelajaran pada konsep energi dan usaha dengan

menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, dapat disimpulkan

sebagai berikut :

1. Proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif

tipe jigsaw dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Peningkatan


43

motivasi belajar siswa dapat dilihat dari aktivitas belajar siswa dan angket

siswa. Di siklus I dari 36 % menjadi 68 %. Di siklus II dari 72 % menjadi

88 %. Dan dari hasil angket siswa rata-rata 85 % setuju.

2. Proses pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw

dapat meningkatkan hasil belajar konsep energi dan usaha. Peningkatan

hasil belajar dapat dilihat dari ketuntasan belajar siswa. Ternyata di siklus

I ada peningkatan ketuntasan belajar sebesar 48 % , yaitu dari 28 %

menjadi 76 %. Dan di siklus II meningkat sebesar 36 % , yaitu dari 48 %

menjadi 84 %.

B. Saran

Saran-saran yang dapat disampaikan dari hasil penelitian tindakan kelas ini

adalah sebagai berikut :

1. Guru hendaknya mengadakan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan

model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, agar siswa lebih termotivasi

minat belajarnya sehingga dapat meningkatkan hasil belajar.

2. Siswa hendaknya lebih bergairah dan lebih termotivasi serta lebih aktif

dalam berfartisifasi dalam diskusi dengan model pembelajaran kooperatif

tipe jigsaw.

3. Sekolah hendaknya lebih membantu menyediakan fasilitas sarana alat dan

bahan untuk kegiatan proses pembelajaran yang menggunakan model

pembelajaran kooperatif tipe jigsaw.


44

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Abu. (1984), Didaktik Metodik, Semarang, C.V. Toha Putera

Anita Lie, (2004), Cooperative Learning, Jakarta, Grasindo.

Dimyati, (1999), Belajar dan Pembelajaran, Jakarta, P.T. Rineka Cipta.

Mendiknas, (2006), Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Jakarta


Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas.

Muhibin Syah, (1995), Psikologi Pendidikan Suatu Pendekatan Baru,


Bandung, Remaja Rosdakarya

Ratna Wilis Dahar (1986), Interaksi Belajar Mengajar IPA, Jakarta,


Universitas Terbuka, Depdikbud

Rooyakkers, A. (1984), Mengajar dengan Sukses, Bandung, Gramedia.


45

Sudjana, N. (1989), Cara Belajar Siswa Aktif dalam Proses Belajar


Mengajar, Bandung, Sinar Baru.

Suhardjono, Azis Hoesein, dkk. (1996) Pedoman Penyusunan Karya Ilmiah di


Bidang Pendidikan dan Angka Kredit Pengembangan Profesi
Widyaiswara. Jakarta : Depdikbud, Dikdasmen.

Suhardjono, (2006), Laporan Penelitian Sebagai KTI, makalah pada


pelatihan peningkatan mutu guru dalam pengembangan profesi di
Pusdiklat Diknas Sawangan, Jakarta, Februari 2006.

Suharsimi Arikunto, Suhardjono dan Supardi (2006) , Penelitian Tindakan


Kelas, Jakarta, Bumi Aksara.

Tita Rosita, (1994), Belajar dan Pembelajaran, Jakarta, Universitas Terbuka,


Depdikbud

DAFTAR HADIR

Kelas : VIII. P
Mata Pelajaran : IPA
Siklus : ………
Pertemuan ke : ……….
Tanggal : ……………………..

No
Nama Tanda Tangan
Urut
1 ARIAH 1
2 ARSAH 2
3 DEDE KURNIASIH 3
4 DEDE PARAMITA 4
5 DEDE SUMIATI 5
6 DIAN FITRIYANI 6
7 DIAN ROSMALAYENI 7
46

8 IIS WIDIANINGSIH 8
9 MASRIAH 9
10 MISPAH 10
11 MURNI MURTAPIAH 11
12 MURNISAH 12
No
13 NANIKegiatan
NURHAYATI Bulan
13
14 NELI AGUSTIN Januari Februari Maret
14
15 NENG MURDIAH I II III IV I II15 III IV I II III IV
161 Penyusunan
SAPIAH Proposal 16
Penelitian
17 SAPNAH 17
182 Konsultasi Dosen
SARNI SURYANI 18
Pembimbing
19 SINTA BELA 19
203 Penyusunan
SITI HALIMAH 20
instrument,skenario
21 SUPRIAH 21
pembelajaran, soal
22 UUN TRISNAWATI 22
234 Pelaksanaan
UUN UNDATI 23
A. Menyiapkan kelas
24 YULIAWATI 24
dan perangkat
25 YUNI WAHYUNI
pembelajaran 25

B. Melaksanakan
tindakan siklus I
C. Konsultasi dosen
pembimbing
D. Melaksanakan
tindakan Siklus II
5 Penyusunan Laporan

6 Konsultasi dosen
pembimbing

JADUAL PENELITIAN
47
1
SILABUS
Kelas : VIII
Mata Pelajaran : IPA
Semester : 2 (dua)

Standar Kompetensi : 5. Memahami peranan usaha, gaya, dan energi dalam kehidupan sehari-hari
2
Materi Penilaian
Kompetensi Pokok/ Alokasi Sumber
Indikator Kegiatan Pembelajaran
Dasar Pembelajara Teknik Bentuk Contoh Waktu Belajar
n Instrumen Instrumen
•Melukiskan penjumlahan Gaya • Memetakan gaya-gaya yang Tes tulis Tes uraian Bila A memiliki gaya 10 N dan B 4 x 40’ Buku
5.1 Mengidentifi
gaya dan selisih gaya- ada pada suatu benda 20 N yang arahnya sama, siswa,
kasi jenis-
gaya segaris baik yang • Menentukan jenis-jenis gaya Hitung resultan gayanya ? neraca
jenis gaya,
searah maupun yang bekerja pada suatu lengan
penjumlaha
berlawanan. benda Tes unjuk Uji petik kerja Lakukan percobaan tentang dan
n gaya dan
kerja produk gaya gesek pada permukaan neraca
pengaruhny • Membedakan besar gaya • Menghitung resultan gaya
gesekan pada berbagai segaris yang searah licin dan permukaan kasar lalu pegas,
a pada
permukaan yang berbeda bandingkan hasil dari kedua LKS
suatu benda • Menghitung resultan gaya
kekasarannya yaitu pada percobaan tsb.
yang dikenai segaris yang berlawanan
gaya permukaan benda yang arah
licin, agak kasar, dan Tes tulis Tes isian
• Melakukan percobaan gaya Sebutkan contoh gaya gesek
kasar gesek pada permukaan yang
• Menunjukkan beberapa yang menguntungkan dan yang
kasar dan licin merugikan dalam kehidupan
contoh adanya gaya • Merumuskan adanya gaya
gesekan yang sehari-hari.
gesek yang menguntungkan Tes tulis Tes uraian
menguntungkan dan gaya dan merugikan dalam
gesekan yang merugikan Apakah perbedaan berat dan
kehidupan sehari-hari massa suatu benda?
Mencari perbedaan berat dan
• Membandingkan berat dan masa menggunakan alat
massa suatu benda

5.2 Menerapka • Mendemonstrasikan


Hukum • Melakukan percobaan hukum I, Tes unjuk Uji petik kerja Lakukan percobaan tentang 4x40’ Buku
hukum I Newton Newton II, III Newton dengan kerja prosedur Hukum I Newton siswa,
n hukum
menggunakan alat-alat. LKS, buk
Newton secara sederhana
Uji petik kerja referensi
untuk dan penerapannya Tes unjuk prosedur Lakukan percobaan tentang
menjelaska dalam kehidupan kerja hukum II Newton.
n berbagai sehari-hari
peristiwa
dalam
• Mendemonstrasikan
hukum II Newton
3
Materi Penilaian
Kompetensi Pokok/ Alokasi Sumber
Indikator Kegiatan Pembelajaran
Dasar Pembelajara Teknik Bentuk Contoh Waktu Belajar
n Instrumen Instrumen
•Melukiskan penjumlahan Gaya • Memetakan gaya-gaya yang Tes tulis Tes uraian Bila A memiliki gaya 10 N dan B 4 x 40’ Buku
5.1 Mengidentifi
gaya dan selisih gaya- ada pada suatu benda 20 N yang arahnya sama, siswa,
kasi jenis-
gaya segaris baik yang • Menentukan jenis-jenis gaya Hitung resultan gayanya ? neraca
jenis gaya,
searah maupun yang bekerja pada suatu lengan
penjumlaha
berlawanan. benda Tes unjuk Uji petik kerja Lakukan percobaan tentang dan
n gaya dan
kerja produk gaya gesek pada permukaan neraca
pengaruhny • Membedakan besar gaya • Menghitung resultan gaya
gesekan pada berbagai segaris yang searah licin dan permukaan kasar lalu pegas,
a pada
permukaan yang berbeda bandingkan hasil dari kedua LKS
suatu benda • Menghitung resultan gaya
kekasarannya yaitu pada percobaan tsb.
yang dikenai segaris yang berlawanan
gaya permukaan benda yang arah
licin, agak kasar, dan Tes tulis Tes isian
• Melakukan percobaan gaya Sebutkan contoh gaya gesek
kasar gesek pada permukaan yang
• Menunjukkan beberapa yang menguntungkan dan yang
kasar dan licin merugikan dalam kehidupan
contoh adanya gaya • Merumuskan adanya gaya
gesekan yang sehari-hari.
gesek yang menguntungkan Tes tulis Tes uraian
menguntungkan dan gaya dan merugikan dalam
gesekan yang merugikan Apakah perbedaan berat dan
kehidupan sehari-hari massa suatu benda?
Mencari perbedaan berat dan
• Membandingkan berat dan masa menggunakan alat
massa suatu benda

• Menunjukkan bentuk- Energi • Studi pustaka untuk Tes lisan Daftar Apakah yang kamu ketahui 8x40‘ Buku
5.3 Menjelaska
bentuk energi dan mendeskripsikan pengertian Tes tulis pertanyaan tentang bentuk-bentuk energi ? siswa,
n
contohnya dalam energi dan bentuk-bentuk energi PG buku
hubungan
kehidupan sehari-hari referensi
bentuk
Tes uraian Jelaskan perbedaan antara LKS
energi dan • Mengaplikasikan konsep
energi dan perubahannya energi kinetik dan energi
perubahan
potensial.
nya, prinsip dalam kehidupan sehari-
4
Materi Penilaian
Kompetensi Pokok/ Alokasi Sumber
Indikator Kegiatan Pembelajaran
Dasar Pembelajara Teknik Bentuk Contoh Waktu Belajar
n Instrumen Instrumen
•Melukiskan penjumlahan Gaya • Memetakan gaya-gaya yang Tes tulis Tes uraian Bila A memiliki gaya 10 N dan B 4 x 40’ Buku
5.1 Mengidentifi
gaya dan selisih gaya- ada pada suatu benda 20 N yang arahnya sama, siswa,
kasi jenis-
gaya segaris baik yang • Menentukan jenis-jenis gaya Hitung resultan gayanya ? neraca
jenis gaya,
searah maupun yang bekerja pada suatu lengan
penjumlaha
berlawanan. benda Tes unjuk Uji petik kerja Lakukan percobaan tentang dan
n gaya dan
kerja produk gaya gesek pada permukaan neraca
pengaruhny • Membedakan besar gaya • Menghitung resultan gaya
gesekan pada berbagai segaris yang searah licin dan permukaan kasar lalu pegas,
a pada
permukaan yang berbeda bandingkan hasil dari kedua LKS
suatu benda • Menghitung resultan gaya
kekasarannya yaitu pada percobaan tsb.
yang dikenai segaris yang berlawanan
gaya permukaan benda yang arah
licin, agak kasar, dan Tes tulis Tes isian
• Melakukan percobaan gaya Sebutkan contoh gaya gesek
kasar gesek pada permukaan yang
• Menunjukkan beberapa yang menguntungkan dan yang
kasar dan licin merugikan dalam kehidupan
contoh adanya gaya • Merumuskan adanya gaya
gesekan yang sehari-hari.
gesek yang menguntungkan Tes tulis Tes uraian
menguntungkan dan gaya dan merugikan dalam
gesekan yang merugikan Apakah perbedaan berat dan
kehidupan sehari-hari massa suatu benda?
Mencari perbedaan berat dan
• Membandingkan berat dan masa menggunakan alat
massa suatu benda

hari • Studi referensi untuk Tes tulis Tes uraian Jelaskan hukum kekekalan
“usaha dan
• Membedakan konsep membadingkan pengertia energi energi dan berikan contohnya
energi”
energi kinetik dan energi kinetik dan energi pitensial dalam kehidupan sehari-hari.
serta
penerapan potensial pada suatu
benda yang bergerak • Mencari informasi tentang Tes tulis Tes uraian Apakah perbedaan antara
nya dalam
• Mengenalkan hukum hukum kekekalan energi energi dan usaha ?
kehidupan
sehari-hari kekekalan energi melalui
5
Materi Penilaian
Kompetensi Pokok/ Alokasi Sumber
Indikator Kegiatan Pembelajaran
Dasar Pembelajara Teknik Bentuk Contoh Waktu Belajar
n Instrumen Instrumen
•Melukiskan penjumlahan Gaya • Memetakan gaya-gaya yang Tes tulis Tes uraian Bila A memiliki gaya 10 N dan B 4 x 40’ Buku
5.1 Mengidentifi
gaya dan selisih gaya- ada pada suatu benda 20 N yang arahnya sama, siswa,
kasi jenis-
gaya segaris baik yang • Menentukan jenis-jenis gaya Hitung resultan gayanya ? neraca
jenis gaya,
searah maupun yang bekerja pada suatu lengan
penjumlaha
berlawanan. benda Tes unjuk Uji petik kerja Lakukan percobaan tentang dan
n gaya dan
kerja produk gaya gesek pada permukaan neraca
pengaruhny • Membedakan besar gaya • Menghitung resultan gaya
gesekan pada berbagai segaris yang searah licin dan permukaan kasar lalu pegas,
a pada
permukaan yang berbeda bandingkan hasil dari kedua LKS
suatu benda • Menghitung resultan gaya
kekasarannya yaitu pada percobaan tsb.
yang dikenai segaris yang berlawanan
gaya permukaan benda yang arah
licin, agak kasar, dan Tes tulis Tes isian
• Melakukan percobaan gaya Sebutkan contoh gaya gesek
kasar gesek pada permukaan yang
• Menunjukkan beberapa yang menguntungkan dan yang
kasar dan licin merugikan dalam kehidupan
contoh adanya gaya • Merumuskan adanya gaya
gesekan yang sehari-hari.
gesek yang menguntungkan Tes tulis Tes uraian
menguntungkan dan gaya dan merugikan dalam
gesekan yang merugikan Apakah perbedaan berat dan
kehidupan sehari-hari massa suatu benda?
Mencari perbedaan berat dan
• Membandingkan berat dan masa menggunakan alat
massa suatu benda

contoh dalam kehidupan


sehari-hari Usaha • Studi pustaka untuk menemukan Tes tulis PG
hubungan antara daya, usaha
• Menjelaskan kaitan antara dan kecepatan
energi dan usaha Tes tulis

• Menunjukkan penerapan
6
Materi Penilaian
Kompetensi Pokok/ Alokasi Sumber
Indikator Kegiatan Pembelajaran
Dasar Pembelajara Teknik Bentuk Contoh Waktu Belajar
n Instrumen Instrumen
•Melukiskan penjumlahan Gaya • Memetakan gaya-gaya yang Tes tulis Tes uraian Bila A memiliki gaya 10 N dan B 4 x 40’ Buku
5.1 Mengidentifi
gaya dan selisih gaya- ada pada suatu benda 20 N yang arahnya sama, siswa,
kasi jenis-
gaya segaris baik yang • Menentukan jenis-jenis gaya Hitung resultan gayanya ? neraca
jenis gaya,
searah maupun yang bekerja pada suatu lengan
penjumlaha
berlawanan. benda Tes unjuk Uji petik kerja Lakukan percobaan tentang dan
n gaya dan
kerja produk gaya gesek pada permukaan neraca
pengaruhny • Membedakan besar gaya • Menghitung resultan gaya
gesekan pada berbagai segaris yang searah licin dan permukaan kasar lalu pegas,
a pada
permukaan yang berbeda bandingkan hasil dari kedua LKS
suatu benda • Menghitung resultan gaya
kekasarannya yaitu pada percobaan tsb.
yang dikenai segaris yang berlawanan
gaya permukaan benda yang arah
licin, agak kasar, dan Tes tulis Tes isian
• Melakukan percobaan gaya Sebutkan contoh gaya gesek
kasar gesek pada permukaan yang
• Menunjukkan beberapa yang menguntungkan dan yang
kasar dan licin merugikan dalam kehidupan
contoh adanya gaya • Merumuskan adanya gaya
gesekan yang sehari-hari.
gesek yang menguntungkan Tes tulis Tes uraian
menguntungkan dan gaya dan merugikan dalam
gesekan yang merugikan Apakah perbedaan berat dan
kehidupan sehari-hari massa suatu benda?
Mencari perbedaan berat dan
• Membandingkan berat dan masa menggunakan alat
massa suatu benda

daya dalam kehidupan


sehari-hari
7
Materi Penilaian
Kompetensi Pokok/ Alokasi Sumber
Indikator Kegiatan Pembelajaran
Dasar Pembelajara Teknik Bentuk Contoh Waktu Belajar
n Instrumen Instrumen
•Melukiskan penjumlahan Gaya • Memetakan gaya-gaya yang Tes tulis Tes uraian Bila A memiliki gaya 10 N dan B 4 x 40’ Buku
5.1 Mengidentifi
gaya dan selisih gaya- ada pada suatu benda 20 N yang arahnya sama, siswa,
kasi jenis-
gaya segaris baik yang • Menentukan jenis-jenis gaya Hitung resultan gayanya ? neraca
jenis gaya,
searah maupun yang bekerja pada suatu lengan
penjumlaha
berlawanan. benda Tes unjuk Uji petik kerja Lakukan percobaan tentang dan
n gaya dan
kerja produk gaya gesek pada permukaan neraca
pengaruhny • Membedakan besar gaya • Menghitung resultan gaya
gesekan pada berbagai segaris yang searah licin dan permukaan kasar lalu pegas,
a pada
permukaan yang berbeda bandingkan hasil dari kedua LKS
suatu benda • Menghitung resultan gaya
kekasarannya yaitu pada percobaan tsb.
yang dikenai segaris yang berlawanan
gaya permukaan benda yang arah
licin, agak kasar, dan Tes tulis Tes isian
• Melakukan percobaan gaya Sebutkan contoh gaya gesek
kasar gesek pada permukaan yang
• Menunjukkan beberapa yang menguntungkan dan yang
kasar dan licin merugikan dalam kehidupan
contoh adanya gaya • Merumuskan adanya gaya
gesekan yang sehari-hari.
gesek yang menguntungkan Tes tulis Tes uraian
menguntungkan dan gaya dan merugikan dalam
gesekan yang merugikan Apakah perbedaan berat dan
kehidupan sehari-hari massa suatu benda?
Mencari perbedaan berat dan
• Membandingkan berat dan masa menggunakan alat
massa suatu benda

• Menunjukkan • Melakukan percobaan tentang Tes unjuk Uji petik kerja Lakukan percobaan dengan 6x40’ Buku
5.4 Melakukan penggunaan beberapa pesawat sederhana (Tuas, kerja prosedur dan menggunakan alat-alat untuk siswa,
percobaan pesawat sederhana yang Katrol, bidang miring) produk menemukan konsep pesawat LKS, Alat
tentang sering dijumpai dalam sederhana alat
pesawat kehidupan sehari-hari praktek
sederhana misalnya tuas
dan (pengungkit), katrol
penerapan tunggal baik yang tetap
nya dalam maupun yang bergerak,
8
Materi Penilaian
Kompetensi Pokok/ Alokasi Sumber
Indikator Kegiatan Pembelajaran
Dasar Pembelajara Teknik Bentuk Contoh Waktu Belajar
n Instrumen Instrumen
• Melukiskan penjumlahan Gaya • Memetakan gaya-gaya yang Tes tulis Tes uraian Bila A memiliki gaya 10 N dan B 4 x 40’ Buku
5.1 Mengidentifi
gaya dan selisih gaya- ada pada suatu benda 20 N yang arahnya sama, siswa,
kasi jenis-
gaya segaris baik yang • Menentukan jenis-jenis gaya Hitung resultan gayanya ? neraca
jenis gaya,
searah maupun yang bekerja pada suatu lengan
penjumlaha
berlawanan. benda Tes unjuk Uji petik kerja Lakukan percobaan tentang dan
n gaya dan
kerja produk gaya gesek pada permukaan neraca
pengaruhny • Membedakan besar gaya • Menghitung resultan gaya
gesekan pada berbagai segaris yang searah licin dan permukaan kasar lalu pegas,
a pada
permukaan yang berbeda bandingkan hasil dari kedua LKS
suatu benda • Menghitung resultan gaya
kekasarannya yaitu pada percobaan tsb.
yang dikenai segaris yang berlawanan
gaya permukaan benda yang arah
licin, agak kasar, dan Tes tulis Tes isian
• Melakukan percobaan gaya Sebutkan contoh gaya gesek
kasar gesek pada permukaan yang
• Menunjukkan beberapa yang menguntungkan dan yang
kasar dan licin merugikan dalam kehidupan
contoh adanya gaya • Merumuskan adanya gaya
gesekan yang sehari-hari.
gesek yang menguntungkan Tes tulis Tes uraian
menguntungkan dan gaya dan merugikan dalam
gesekan yang merugikan Apakah perbedaan berat dan
kehidupan sehari-hari massa suatu benda?
Mencari perbedaan berat dan
• Membandingkan berat dan masa menggunakan alat
massa suatu benda

• Menemukan hubungan • Melakukan percobaan tentang Tes unjuk Uji petik kerja Lakukan percobaan untuk 8x 40’ Buku
5.5 Menyelidiki antara gaya, tekanan, dan tekanan sampai menemukan kerja prosedur dan menemukan konsep tekanan ! siswa,
tekanan luas daerah yang dikenai konsep tekanan produk LKS, Alat
pada Tes tulis Tes isian alat
gaya melalui percobaan • Melakukan percobaan bejana
benda Sebutkan contoh peristiwa praktikum
• Mengaplikasikan prinsip berhubungan
padat, cair, Tes unjuk Uji petik kerja dalam kehidupan sehari-hari
dan gas
bejana berhubungan • Melakukan percobaan tentang
dalam kehidupan sehari- hukum pascal, hukum kerja prosedur berdasarkan prinsip bejana
serta berhubungan.
hari Archimides
penerapan Tes tulis Tes Uraian Lakukan percobaan untuk
• Mendeskripsikan hukum
9
1

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) 1

Satuan Pendidikan : Sekolah Menengah Pertama


Mata Pelajaran : IPA
Kelas/Semester : VIII / 2
Alokasi Waktu : 4 x 40 menit

Standar Kompetensi 5
Memahami peranan usaha, gaya dan energi dalam kehidupan sehari-hari

Kompetensi Dasar 5.3.


Menjelaskan hubungan bentuk energi dan perubahannya, prinsip usaha dan
energi serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari

A. Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan studi pustaka siswa dapat:

1. Mendeskripsikan pengertian energi dalam besaran fisika


2. Menunjukkan bentuk-bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari
3. Menyebutkan sumber energi dalam dalam kehidupan sehari-hari
4. Membandingkan sumber energi yang dapat diperbaharui dan yang
tidak dapat diperbaharui
5. Membandingkan pengertian energi kinetik dan energi potensial
Melalui percobaan sederhana rangkaian listrik satu batu dan satu lampu,
siswa dapat

6. Menunjukkan perubahan energi yang terjadi


7. Memberikan contoh perubahan energi dalam bentuk lain
8. Membedakan antara konversi energi dengan konventer energi

B. Materi Pembelajaran
Energi dan Perubahannya
2

C. Strategi Pembelajaran
1. Pendekatan : Pembelajaran Kontekstual
2. Metode : Eksperimen, Diskusi dan Informasi
3. Model Pembelajaran : Pembelajaran Langsung dan Pembelajaran
Kooperatif

D. Langkah-Langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
1. Pretes
2. Kegiatan Pendahuluan
a. Prasarat Pengetahuan
- Menanyakan pengetahuan awal siswa tentang pelajaran minggu
yang lalu, yaitu gerak dengan pertanyaan;
a. Apa yang dimaksud dengan gerak?

b. Motivasi
- Guru mendemonstrasikan mengangkat meja, lalu bertanya
mengapa dapat mengangkat meja?

- Menyampaikan tujuan pembelajaran

3. Kegiatan Inti
a. Meminta siswa duduk dalam tatanan kelompok asal
b. Guru membagikan LKS
c. Menjelaskan tugas yang akan dikerjakan
d. Meminta siswa duduk dalam tatanan kelompok ahli untuk
mendiskusikan LKS. dengan membaca buku paket IPA
e. Guru melakukan pembimbingan kerja siswa
f. Meminta siswa menggaris bawahi kata-kata yang penting,
kemudian menuliskan dalam buku masing-masing
4. Kegiatan Penutup
Menugaskan siswa untuk menyimpulkan hasil kegiatan dan
membuat rangkuman
3

Pertemuan Kedua
1. Kegiatan Pendahuluan
a. Prasarat Pengetahuan
- Menanyakan pengetahuan awal siswa tentang pelajaran yang lalu,
yaitu energi dengan pertanyaan;

Apa yang dimaksud dengan energi ?

b. Motivasi
- Guru mendemonstrasikan benda dijatuhkan, lalu bertanya
kecepatan benda semakin ke bawah?.

- Menyampaikan tujuan pembelajaran

2. Kegiatan Inti
a. Meminta siswa duduk dalam tatanan kelompok asal
b. Secara bergantian siswa menyampaikan hasil diskusi dalam tim
ahli kepada temannya di kelompok asal
c. Melakukan diskusi dalam kelompok asal
d. Menyediakan waktu kepada kelompok yang meminta bimbingan
e. Melakukan pengecekan pemahaman siswa dalam pembelajaran
kooperatif
3. Kegiatan Penutup
a. Meminta satu kelompok untuk menyampaikan hasil diskusi
mereka dan ditanggapi oleh kelompok lain.
b. Menyimpulkan bersama-sama hasil kegiatan pembelajaran
kooperatif hari ini
c. Melakukan penilaian pembelajaran untuk mengetahui
ketercapaian tujuan
d. Memberikan penghargaan kepada kelompok yang terbaik dalam
pembelajaran kooperatif.
4. Mengadakan postes
4

E. Alat dan Bahan

- Batu Baterai - Saklar

- Lampu Baterai - kabel

- Bel Listrik

F. Sumber Belajar
1. Buku IPA SMP Kelas VIII : Sumarwan , dkk. 2007. Jakarta. Erlangga.
2. Buku-buku pelajaran IPA yang relevan

G. Penilaian
1. Teknik : Tes tertulis
2. Bentuk : Tes Pilihan Ganda, Tes uraian.
3. Instrumen Soal : Soal Pretes dan Postes

Mengetahui Pandeglang, Februari 2009


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran IPA

H. Dadi Mulyadi, S.Pd H. Dadi Mulyadi,


S.Pd.
NIP. 131096300 NIP. 131096300
5

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) 2

Satuan Pendidikan : Sekolah Menengah Pertama


Mata Pelajaran : IPA
Kelas/Semester : VIII / 2
Alokasi Waktu: 4 x 40 menit

Standar Kompetensi 5
Memahami peranan usaha, gaya dan energi dalam kehidupan sehari-hari

Kompetensi Dasar 5.3.


Menjelaskan hubungan bentuk energi dan perubahannya, prinsip usaha dan
energi serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari

D. Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan studi pustaka siswa dapat:

.a Menjelaskan pengertian usaha


.b Menjelaskan kaitan antara energi dan usaha
.c Menjelaskan bagaimana benda dikatakan melakukan usaha
.d Menemukan hubunngan antara gaya dan perpindahan
.e Memecahkan masalah tentang hubungan antara gaya, usaha dan
kecepatan
.f Menunjukan penerapan daya dalam kehidupan sehari-hari

E. Materi Pembelajaran
Usaha dan Daya

F. Strategi Pembelajaran
1. Pendekatan : Pembelajaran Kontekstual
2. Metode : Diskusi dan Informasi
6

3. Model Pembelajaran : Pembelajaran Langsung dan Pembelajaran


Kooperatif

G. Langkah-Langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
1. Melakukan pretes.
2. Kegiatan Pendahuluan
a. Prasarat Pengetahuan
- Menanyakan pengetahuan awal siswa tentang pelajaran minggu
yang lalu, yaitu energi dan perubahannya;
Apa yang dimaksud dengan energi ?

b. Motivasi
- Guru mendemonstrasikan mengangkat kursi, lalu bertanya
mengapa dapat mengangkat kursi?

- Menyampaikan tujuan pembelajaran

3. Kegiatan Inti
a. Meminta siswa duduk dalam tatanan kelompok asal.
b. Guru membagikan LKS
c. Menjelaskan tugas yang akan dikerjakan
d. Meminta siswa duduk dalam tatanan kelompok ahli untuk
mendiskusikan LKS dengan membaca buku paket IPA
e. Guru melakukan pembimbingan kerja siswa
f. Meminta siswa menuliskan kata-kata yang penting dalam buku
masing-masing
4. Kegiatan Penutup
Menugaskan siswa untuk menyimpulkan hasil kegiatan dan
membuat rangkuman

Pertemuan Kedua
1. Kegiatan Pendahuluan
7

a. Prasarat Pengetahuan
- Menanyakan pengetahuan awal siswa tentang hasil diskusi
pelajaran minggu yang lalu, yaitu usaha dengan pertanyaan;

Apa yang dimaksud dengan usaha ?

b. Motivasi
- Guru mendemonstrasikan mendorong meja, lalu bertanya
mengapa meja berpindah?.

- Menyampaikan tujuan pembelajaran

2. Kegiatan Inti
a. Meminta siswa duduk dalam tatanan kelompok asal
b. Secara bergantian siswa menyampaikan hasil diskusi dari
kelompok ahli kepada temannya dikelompok asal
c. Melakukan diskusi dalam tatanan kelompok asal untuk
menanggapi hasil diskusi di kelompok ahli
d. Guru menyediakan waktu kepada kelompok yang meminta
bimbingan
e. Melakukan pengecekan pemahaman siswa dalam pembelajaran
kooperatif
3. Kegiatan Penutup
a. Meminta satu kelompok untuk menyampaikan hasil diskusi
mereka dan ditanggapi oleh kelompok lain.
b. Menyimpulkan bersama-sama hasil kegiatan pembelajaran
kooperatif hari ini
c. Melakukan penilaian pembelajaran untuk mengetahui
ketercapaian tujuan
d. Memberikan penghargaan kepada kelompok yang terbaik dalam
pembelajaran kooperatif.

E. Sumber Belajar
1. Buku IPA SMP Kelas VIII : Sumarwan , dkk. 2007. Jakarta. Erlangga.
8

2. Buku-buku pelajaran IPA yang relevan

F. Penilaian
2. Teknik : Tes tertulis
2. Bentuk : Tes Pilihan Ganda, Tes uraian.
3. Instrumen Soal : Soal Pretes dan Postes

Mengetahui Pandeglang, Februari 2009


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran IPA

H. Dadi Mulyadi, S.Pd H. Dadi Mulyadi, S.Pd.


NIP. 131096300 NIP. 131096300
9

LKS 1

Diskusikan dengan kelompok “pengertian energi” dan “bentuk-bentuk


energi”, kemudian buatlah rangkuman.
Isilah pertanyaan dibawah ini.
Apa yang dimaksud dengan energi (tenaga)
1. Energi adalah ………………………………………………………………
…………
………………………………………………………………………………
………..
Satuan energi dinyatakan dalam …………atau …………
2. Macam-macam energi :
Energi Sumber Energi Contoh
Energi Bunyi Benda yang bergetar Senar gitar
Energi ……….. Makanan ………………..
………………….. ………………….. ………………..
………………….. ……………………. …………………
…………………. ……………………… …………………
………………… …………………….. …………………

3. Energi apa saja yang dihasilkan matahari …………….. dan ……………


4. Tuliskan contoh energi yang tidak dapat diperbarui ……………….
5. Tuliskan contoh energi yang dapat diperbarui……………………

LKS 2
10

1. Lakukan kegiatan dibawah ini.

Alat dan bahan : - batu baterai, - lampu baterai


- saklar - kabel
- bel. listrik
Cara kerja :
1. Rangkailah alat seperti gambar.
2. Setelah peralatan terpasang, pijitlah saklar,
3. Apa yang terjadi ? Bagaimana hubungannya dengan perubahan energi
4. Ganti lampu dengan belajar listrik
5. Apa yang terjadi ? Bagaimana hubungannya dengan perubahan energi
6. Buatlah laporan tertulis beserta kesimpulan !
2. Diskusikan dengan kelompok “pengertian perubahan energi”, kemudian
buatlah rangkuman.
3. Tuliskan pengertian konversi energi dan konventer energi
4. Tuliskan beberapa contoh perubahan energi dalam kehidupan sehari-hari
Energi Menjadi energi Contoh
Listrik Panas Ketika menyetrika
…………….. ………………… Kipas angin
……………… Listrik Generator
…………………. ………………… ………………………………
Dst ……………. ……………………………

LKS 3

Diskusikan dengan kelompok “pengertian energi kinetik” kemudian buatlah


rangkuman.
Isilah pertanyaan dibawah ini.
11

1. Energi kinetik adalah ………………………………………………………


……….
………….. ……………………………………………………………………
……
2. Tuliskan contoh-contoh benda yang memiliki energi kinetik…………………
…….
3. Selesaikan persoalan berikut !
Sebuah mobil yang bermassa 1 ton sedang bergerak dengan kecepatan 20
m/s. Berapakah energi kinetiknya ?.
Penyelesaian :
Diketahui : m = ………ton = ………..Kg
V = ………m/s
Ditanya : Ek = ……….?
Jawab : Ek = ½ mV2
Ek = ½ x …………Kg x (…………m/s)2
Ek = …………….Joule
Jadi besarnya energi kinetik mobil tersebut sebesar ………….. Joule.
4. Tuliskan faktor-faktor yang mempengaruhi besar kecilnya energi kinetik.
5. Hitunglah energi kinetik mobil tadi jika massanya 1,5 Ton ?

LKS 4

Diskusikan dengan kelompok “pengertian energi potensial ” kemudian buatlah


rangkuman.
Isilah pertanyaan dibawah ini.
12

1. Energi potensial adalah …………………………………………………………


……….
…………………………………………………………………………………
…………
2. Tuliskan contoh-contoh benda yang memiliki energi potensial………………
……….
3. Selesaikan persoalan berikut !
Sebuah kelapa yang bermassa 2 Kg berada di pohonnya setinggi 10 m. Jika
percepatan grafitasi bumi 9,8 m/s2. Berapakah energi potensial kelapa.
Diketahui : m = ……….. Kg
H = ……….. m
g = ……….. m/s2
Ditanya : Ep = ………….?
Jawab : Ep = m.g.h
Ep = ………..Kg x …………m/s2 x ………… m
Ep = ……………….Joule
Jadi besarnya energi potensial buah kelapa tersebut sebesar …………. Joule.
4. Tuliskan faktor-faktor yang mempengaruhi besar kecilnya energi potensial ?.
5. Hitunglah besarnya energi potensial buah kelapa tadi pada ketinggian 5 m ?

LKS 1

Diskusikan dengan kelompok “pengertian usaha” kemudian buatlah rangkuman.


Isilah pertanyaan dibawah ini.
1. Usaha adalah ………………………………………………………………….
13

………………………………………………………………………………..
2. Satuan usaha dalam SI adalah ……………………………………
3. Jika kamu mendorong meja dan meja berpindah, apakah kamu melakukan
usaha …………………………………….
4. Untuk melakukan usaha perlu dipenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
a. Ada …………. yang menyebabkan ……………………
b. Arah ……….. harus searah dengan arah ……………….
5. Selesaikan persoalan berikut :
Berapa usaha yang dilakukan untuk mendorong peti dengan gaya sebesar 100
N, jika peti berpindah sejauh 3 meter ?
Penyelesaian :
Diketahui : F = ………..
s = ………..
Ditanya : W = ……?
Jawab : W =Fxs
W = ………. X ………
W = …………..joule
Jadi usaha yang dilakukan sebesar ……………. Joule

LKS 2

Diskusikan dengan kelompok “pengertian usaha” kemudian buatlah rangkuman.


Isilah pertanyaan dibawah ini.
1. Usaha adalah ……………………………………………………………….
14

……………………………………………………………………………….
2. Usaha bernilai positif, jika …………………searah dengan …………………
3. Usah bernilai negatife, jika ……………………………………………………
4. Usaha bernilai nol, jika…………………………………………………………
5. Berapa usaha yang dilakukan oleh anak untuk mengangkat benda yang
bermassa 5 kg setinggi 2 m, jika percepatan gravitasi 10 N/kg ?
Penyelesaian :
Diketahui : m = …………
s = …………
g = …………
Ditanya : W = ……….. ?
Jawab : F =m x g
F = …………. x …………….
F = …………… N
W = F x s
W = …………. x ……………..
W = …………….. joule
Jadi usaha yang dilakukan sebesar ………… joule

LKS 3

Diskusikan dengan kelompok “pengertian usaha” kemudian buatlah rangkuman.


Isilah pertanyaan dibawah ini.
1. Usaha adalah ……………………………………………………………….
15

……………………………………………………………………………….
2. Usaha bersama adalah ……………………………………………………….
……………………………………………………………………………….
3. Selesaikan persoalan berikut :
Adi dan Eri mendorong mobil ke kanan dengan gaya masing-masing 150 N
dan 200 N bergerak sejauh 6 meter.
Tentukan : 1. Arah mobil bergerak
2. Usaha yang dilakukan setiap anak
3. Usaha yang dilakukan bersama-sama oleh Adi dan Eri.
Penyelesaian :
1. Gaya Adi dan Eri kekanan = …………. + …………… = ……….. N
2. Diketahui : F Adi = …………… N
F Eri = …………… N
s = …………… m
Ditanya : WAdi = ……………?
W Eri = …………… ?
Jawab : W = F x s
W Adi = ………….. N x …………. m
W Adi = ………………J
W Eri = ………….. N x ………… m
W Eri = …………… J
3. Usaha bersama = ( W Adi + W Eri )
= ………. J + ……. J = ………. J
Jadi mobil bergerak ke …………, besar usaha Adi dan Eri masing-masing
……….. joule dan ………….. joule, besar usaha bersama Adi dan Eri
adalah …………. Joule.

LKS 4
Diskusikan dengan kelompok “pengertian daya” kemudian buatlah rangkuman.
Isilah pertanyaan dibawah ini.
1. Daya adalah …………………………………………………………………
2. Satuan daya menurut satuan SI adalah ……../…….. atau …….. (W).
16

3. Amir yang memiliki berat badan 500 N berlari sejauh 100 m selama 10 detik.
Jika Amir berjalan jarak tersebut ditempuh dalam waktu 100 detik.
1. Berapa usaha yang dilakukan Amir ketika berjalan maupun berlari ?
2. samakah usaha Amir ketika berlari dan berjalan
3. Samakah usaha dibagi waktu (laju perubahan energi) ketika Amir berjalan
dengan ketika berlari
Penyelesaian :
1. Usaha ketika Amir berlari sejauh 100 m
W = F x s
W = ……….N x ………m = …….. J
Usaha ketika Amir berjalan sejauh 100 m
W = F x s
W = ……….N x …….. m = ……… J
2. Kesimpulan :
Usaha yang dilakukan Amir berjalan dan berlari sama besar yaitu …… J
3. Usaha dibagi waktu adalah laju
usaha
Laju = --------
Waktu
…………. J
Laju Amir berjalan = = ………… j/detik
……… detik

………….J
Laju Amir berlari = = ………… j/detik
……… detik

4. Kesimpulan : usaha yang dilakukan akan sama, karena selama gaya dan
perpindahan sama, usaha juga sama. Akan tetapi laju untuk melakukan
usaha berbeda. Laju melakukan usaha disebut daya.
Jadi, daya (P) dapat dirumuskan :
……….
P =
……….

LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN SISWA


Siklus :I
Pertemuan Ke : 1 Satu)
Kompetensi Dasar : Menjelaskan hubungan bentuk energi dan perubahannya,
prinsip "usaha dan energi" serta penerapannya dalam
kehidupan sehari-hari
Hari / Tanggal : Senin / 9 Februari 2009
17

Aktivitas
Prosen
No Nama Kerjasa Mengemukakan Membuat
Bertanya aktivitas
ma pendapat rangkuman
1 ARIAH -
2 ARSAH v v v 75
3 DEDE KURNIASIH -
4 DEDE PARAMITA v v v 75
5 DEDE SUMIATI -
6 DIAN FITRIYANI -
7 DIAN ROSMALAYENI v v v 75
8 IIS WIDIANINGSIH -
9 MASRIAH -
10 MISPAH v v 50
11 MURNI MURTAPIAH -
12 MURNISAH -
13 NANI NURHAYATI v v 50
14 NELI AGUSTIN -
15 NENG MURDIAH -
16 SAPIAH -
17 SAPNAH v v v 75
18 SARNI SURYANI -
19 SINTA BELA v v v 75
20 SITI HALIMAH -
21 SUPRIAH v v v 75
22 UUN TRISNAWATI -
23 UUN UNDATI v v 50
24 YULIAWATI -
25 YUNI WAHYUNI -
Jumlah siswa 7 4 6 7
Prosen Aktivitas 28 16 24 28
Prosen Aktivitas Kelas 36
Keterangan :
Kolom aktivitas ditulis dengan tanda ceklis (v)
Frekuensi aktivitas yang
- Prosen aktivitas siswa = teramati X 100 %
Frekuensi seluruh aktivitas

Jumlah siswa yang aktif


- Prosen aktivitas kelas = X 100 %
Jumlah seluruh siswa
LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN SISWA
Siklus :I
Pertemuan Ke : 2(Dua)
Kompetensi Dasar : Menjelaskan hubungan bentuk energi dan perubahannya,
prinsip "usaha dan energi" serta penerapannya dalam
kehidupan sehari-hari
Hari / Tanggal : Rabu / 11 Februari 2009
18

Aktivitas
Prosen
No Nama Kerjasa Mengemukakan Membuat
Bertanya aktivitas
ma pendapat rangkuman
1 ARIAH v v v 75
2 ARSAH v v v 75
3 DEDE KURNIASIH -
4 DEDE PARAMITA v v v 75
5 DEDE SUMIATI v v 50
6 DIAN FITRIYANI -
7 DIAN ROSMALAYENI v v v 75
8 IIS WIDIANINGSIH v 25
9 MASRIAH -
10 MISPAH v v 50
11 MURNI MURTAPIAH -
12 MURNISAH v v 50
13 NANI NURHAYATI v v 50
14 NELI AGUSTIN v 25
15 NENG MURDIAH v v v 75
16 SAPIAH -
17 SAPNAH v v v 75
18 SARNI SURYANI -
19 SINTA BELA v v v 75
20 SITI HALIMAH -
21 SUPRIAH v v v 75
22 UUN TRISNAWATI -
23 UUN UNDATI v v 50
24 YULIAWATI v 25
25 YUNI WAHYUNI v v 50
Jumlah siswa 10 8 9 12
Prosen Aktivitas 40 32 36 48
Prosen Aktivitas Kelas 68
Keterangan :
Kolom aktivitas ditulis dengan tanda ceklis (v)
Frekuensi aktivitas yang teramati X 100
- Prosen aktivitas siswa =
Frekuensi seluruh aktivitas %

Jumlah siswa yang aktif X 100


- Prosen aktivitas kelas =
Jumlah seluruh siswa %

LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN SISWA


Siklus : II
Pertemuan Ke : 1 Satu)
Kompetensi Dasar : Menjelaskan hubungan bentuk energi dan perubahannya,
prinsip "usaha dan energi" serta penerapannya dalam
kehidupan sehari-hari
Hari / Tanggal : Senin / 16 Februari 2009
19

Aktivitas
Prosen
No Nama Mengemukakan Membuat
Kerjasama Bertanya aktivitas
pendapat rangkuman
1 ARIAH v v 50
2 ARSAH v v v v 100
3 DEDE KURNIASIH v v 50
4 DEDE PARAMITA v v v 75
5 DEDE SUMIATI v v v 75
6 DIAN FITRIYANI v v 50
7 DIAN ROSMALAYENI v v v v 100
8 IIS WIDIANINGSIH v 25
9 MASRIAH -
10 MISPAH v v 50
11 MURNI MURTAPIAH -
12 MURNISAH v 25
13 NANI NURHAYATI v v v 75
14 NELI AGUSTIN v 25
15 NENG MURDIAH v v v 75
16 SAPIAH -
17 SAPNAH v v v 75
18 SARNI SURYANI -
19 SINTA BELA v v v 75
20 SITI HALIMAH -
21 SUPRIAH v v v 75
22 UUN TRISNAWATI -
23 UUN UNDATI v v v 75
24 YULIAWATI v v 50
25 YUNI WAHYUNI v v 50
Jumlah siswa 12 9 11 15
Prosen Aktivitas 48 36 44 60
Prosen Aktivitas Kelas 72
1
Keterangan : 8
Kolom aktivitas ditulis dengan tanda ceklis (v)
Frekuensi aktivitas yang teramati
- Prosen aktivitas siswa = X 100 %
Frekuensi seluruh aktivitas

Jumlah siswa yang aktif


- Prosen aktivitas kelas = X 100 %
Jumlah seluruh siswa
LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN SISWA
Siklus : II
Pertemuan Ke : 2 (Dua)
Kompetensi Dasar : Menjelaskan hubungan bentuk energi dan perubahannya,
prinsip "usaha dan energi" serta penerapannya dalam
kehidupan sehari-hari
Hari / Tanggal : Rabu / 18 Februari 2009
20

Aktivitas
Prosen
No Nama Mengemukakan Membuat
Kerjasama Bertanya aktivitas
pendapat rangkuman
1 ARIAH v v 50
2 ARSAH v v v 75
3 DEDE KURNIASIH v v 50
4 DEDE PARAMITA v v v 75
5 DEDE SUMIATI v v v 75
6 DIAN FITRIYANI v v 50
7 DIAN ROSMALAYENI v v v v 100
8 IIS WIDIANINGSIH v v v 75
9 MASRIAH v 25
10 MISPAH v v v 75
11 MURNI MURTAPIAH -
12 MURNISAH v v 50
13 NANI NURHAYATI v v v 75
14 NELI AGUSTIN v 25
15 NENG MURDIAH v v v 75
16 SAPIAH v 25
17 SAPNAH v v v 75
18 SARNI SURYANI -
19 SINTA BELA v v v 75
20 SITI HALIMAH -
21 SUPRIAH v v v 75
22 UUN TRISNAWATI v 25
23 UUN UNDATI v v v 75
24 YULIAWATI v v v 75
25 YUNI WAHYUNI v v v 75
Jumlah siswa 13 11 12 19
Prosen Aktivitas 52 44 48 76
Prosen Aktivitas Kelas 88
Keterangan :
Kolom aktivitas ditulis dengan tanda ceklis (v)
Frekuensi aktivitas yang teramati
- Prosen aktivitas siswa = X 100 %
Frekuensi seluruh aktivitas

Jumlah siswa yang aktif


- Prosen aktivitas kelas = X 100 %
Jumlah seluruh siswa

LEMBAR PENGAMATAN
PENGELOLAAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF
Nama Sekolah : SMP Negeri 1 Cipeucang Mata Pelajaran : IPA
Nama Guru : H. Dadi Mulyadi, S.Pd Kelas : VIII
21

Tanggal : ……………….. Konsep :………


Pertemuan ke : ………………. Sub Konsep :…………
Petunujk.
Berilah tanda ceklis (v) pada kolom yang sesuai menurut penilaian anda.
Penilaian
No Aspek yang dinilai
0 1 2 3 4
I PENGAMATAN PBM
A. Pendahuluan
1. Mengaitkan pelajaran sekaranng dengan
pelajaran sebelunnya
2. Menyampaikan tujuan pembelajaran
3. Memotivasi siswa
B. Kegiatan Inti
1. Mempresentasikan informasi
2. Mengorganisasi siswa dalam kelompok-
kelompok belajar
3. a. Membimbing kelompok
b. Mengajukan pertanyaan
c. Menjawab / menanggapi pertanyaan
d. Menyampaikan ide / pendapat
e. Mendengarkan secara aktif
f. Bekerja dan belajar bersama
C. Penutup
Membimbing siswa merangkum pelajaran
II. SUASANA KELAS
1. Siswa antusias
2. Guru antusias
3. Waktu sesuai dengan alokasi
4. PBM sesuai dengan skenario dalam RPP
Jumlah
Keterangan :
0 = tidak melakukan Pandeglang, Februari 2009
1 = kurang baik Pengamat,
2 = cukup
3 = baik
4 = sangat baik

………………………………
Lembar Jurnal Harian ( Catatan Harian )

Pertemuan ke : …………………………

Hari/ Tanggal : …..……………………..


22

Pukul : …..……………………..

Guru : …..……………………..

I. Penguasaan Konsep

…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
………………………….…………………..

II. Relevansi Materi dengan Metode Pembelajaran

…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
………………………………………………

III. Diskusi/ Lain-lain

…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
…………………………………..………….

Daftar Nilai Pretes dan Postes Pada Hasil Belajar Konsep Energi dan Perubahannya
23

Siklus I
Pretest I Postest I
No Nama siswa Ket
Tanggal Tanggal
T/TT T/TT
9/2/2009 11/2/2009
1 ARIAH 35 Tidak Tuntas 65 Tuntas
2 ARSAH 65 Tuntas 75 Tuntas
3 DEDE KURNIASIH 30 Tidak Tuntas 55 Tidak Tuntas
4 DEDE PARAMITA 65 Tuntas 80 Tuntas
5 DEDE SUMIATI 55 Tidak Tuntas 65 Tuntas
6 DIAN FITRIYANI 45 Tidak Tuntas 60 Tuntas
7 DIAN ROSMALAYENI 60 Tuntas 75 Tuntas
8 IIS WIDIANINGSIH 45 Tidak Tuntas 60 Tuntas
9 MASRIAH 30 Tidak Tuntas 50 Tidak Tuntas
10 MISPAH 65 Tuntas 75 Tuntas
11 MURNI MURTAPIAH 25 Tidak Tuntas 50 Tidak Tuntas
12 MURNISAH 45 Tidak Tuntas 70 Tuntas
13 NANI NURHAYATI 50 Tidak Tuntas 70 Tuntas
14 NELI AGUSTIN 35 Tidak Tuntas 65 Tuntas
15 NENG MURDIAH 50 Tidak Tuntas 70 Tuntas
16 SAPIAH 25 Tidak Tuntas 45 Tidak Tuntas
17 SAPNAH 35 Tidak Tuntas 70 Tuntas
18 SARNI SURYANI 30 Tidak Tuntas 55 Tidak Tuntas
19 SINTA BELA 60 Tuntas 75 Tuntas
20 SITI HALIMAH 30 Tidak Tuntas 60 Tuntas
21 SUPRIAH 60 Tuntas 80 Tuntas
22 UUN TRISNAWATI 35 Tidak Tuntas 50 Tidak Tuntas
23 UUN UNDATI 30 Tidak Tuntas 60 Tuntas
24 YULIAWATI 40 Tidak Tuntas 65 Tuntas
25 YUNI WAHYUNI 60 Tuntas 70 Tuntas
Rata – rata skor nilai 44.20 64.60
Jumlah siswa yang tuntas 7 19
Prosentase Ketuntasan Belajar (%) 28.00 76.00

Keterangan :
- Nilai di isi dengan skala 100
- SKBM (standar ketuntasan belajar minimal) untuk mata pelajaran IPA adalah 60
- Siswa dikatakan tuntas jika skor nilai ≥ 60
- T = Tuntas ; TT = tidak tuntas

Jumlah siswa yang tuntas


Prosentase ketuntasan belajar = X 100%
Jumlah seluruh siswa
Daftar Nilai Pretes dan Postes Pada Hasil Belajar Konsep Usaha dan daya
24

Siklus II
Ket
Pretest II Postest II
No Nama siswa
Tanggal Tanggal
T/TT T/TT
16-2-2009 18-2-2009
1 ARIAH 40 Tidak Tuntas 65 Tuntas
2 ARSAH 60 Tuntas 85 Tuntas
3 DEDE KURNIASIH 40 Tidak Tuntas 65 Tuntas
4 DEDE PARAMITA 60 Tuntas 85 Tuntas
5 DEDE SUMIATI 60 Tuntas 80 Tuntas
6 DIAN FITRIYANI 45 Tidak Tuntas 60 Tuntas
7 DIAN ROSMALAYENI 60 Tuntas 85 Tuntas
8 IIS WIDIANINGSIH 50 Tidak Tuntas 70 Tuntas
9 MASRIAH 30 Tidak Tuntas 55 Tidak Tuntas
10 MISPAH 65 Tuntas 85 Tuntas
11 MURNI MURTAPIAH 30 Tidak Tuntas 55 Tidak Tuntas
12 MURNISAH 40 Tidak Tuntas 65 Tuntas
13 NANI NURHAYATI 60 Tuntas 80 Tuntas
14 NELI AGUSTIN 40 Tidak Tuntas 55 Tidak Tuntas
15 NENG MURDIAH 65 Tuntas 85 Tuntas
16 SAPIAH 40 Tidak Tuntas 60 Tuntas
17 SAPNAH 60 Tuntas 80 Tuntas
18 SARNI SURYANI 40 Tidak Tuntas 45 Tidak Tuntas
19 SINTA BELA 65 Tuntas 85 Tuntas
20 SITI HALIMAH 40 Tidak Tuntas 65 Tuntas
21 SUPRIAH 65 Tuntas 85 Tuntas
22 UUN TRISNAWATI 30 Tidak Tuntas 60 Tuntas
23 UUN UNDATI 60 Tuntas 85 Tuntas
24 YULIAWATI 55 Tidak Tuntas 75 Tuntas
25 YUNI WAHYUNI 65 Tuntas 85 Tuntas
Rata – rata skor nilai 50.60 72.00
Jumlah siswa yang tuntas 12 21
Prosentase Ketuntasan Belajar (%) 48.00 84.00
Keterangan :
- Nilai di isi dengan skala 100
- SKBM (standar ketuntasan belajar minimal) untuk mata pelajaran IPA adalah 60
- Siswa dikatakan tuntas jika skor nilai ≥ 60
- T = Tuntas ; TT = tidak tuntas

Jumlah siswa yang tuntas


Prosentase ketuntasan belajar = X 100%
Jumlah seluruh siswa

Angket siswa
25

Berilah tanda ceklis (v) pada kolom S, RR atau TS

No Pernyataan S RR TS

1 Saya senang dengan kegiatan belajar IPA.

Belajar IPA dengan diskusi kelompok


2
menyenangkan.
Saya merasa senang belajar dari penjelasan
3
teman
Saya merasa mudah memahami penjelasan
4
dari teman
Menurut saya kegiatan belajar ini perlu
5
dikembangkan.

Keterangan :

S = Setuju

RR = Ragu-ragu

TS = Tidak Setuju

Hasil angket siswa terhadap minat siswa belajar dengan tipe jigsaw
26

Jumlah
Prosentase
Responden
Pernyataan
pada setiap
No Pernyataan Responden
pernyataan
S RR TS % % %

Saya senang dengan kegiatan belajar 7 2


1 19 5 1
IPA. 6 0 4
Belajar IPA dengan diskusi 9
2 23 2
kelompok menyenangkan. 2 8 -
Saya merasa senang belajar dari 9
3 23 2
penjelasan teman 2 8 -
Saya merasa mudah memahami 8 1
4 20 3 2
penjelasan dari teman 0 2 8
Menurut saya kegiatan belajar ini 8 1
5 21 4
perlu dikembangkan. 4 6 -
42 6 1
Jumlah
4 4 2
8 1
Rata-rata Prosentase
5 3 2

Keterangan :

S = Setuju

RR = Ragu-ragu

TS = Tidak Setuju

Soal Test Hasil Belajar Sub Konsep energi dan perubahannya


(Dilakukan pada Pretest dan Postest Siklus I)
I. Pilihan Ganda !
27

1. Energi yang terkandung dalam setiap zat, misalnya didalam makanan dan
bahan bakar, disebut energi ……..
a. kimia c. potensial
b. kinetik d. kalor
2. Satuan energi dalam SI adalah ………
a. Newton c. Joule
b. kalori d. dyne
3. Berikut ini merupakan sumber energi, kecuali……..
a. lilin c. matahari
b. angin d. mata
4. Energi yang diperoleh dari gerakan partikel-partikelnya disebut energi
.. a. kalor c. bunyi
b. listrik d. nuklir
5. Energi yang dapat dihasilkan bila dua benda bergesekan adalah ……..
a. energi cahaya dan energi listrik
b. energi pegas dan energi cahaya
c. energi panas dan energi bunyi
d. energi kimia dan nuklir
6. Sebuah mobil yang melaju kencang, tiba-tiba di rem. Perubahan energi
yang terjadi adalah …….
a. energi kimia --- energi listrik --- energi bunyi.
b. energi listrik --- energi gerak --- energi bunyi
c. energi gerak --- energi panas --- energi bunyi
d. energi panas --- energi bunyi --- energi gerak
7. Alat yang mengubah energi surya menjadi energi kalor adalah ……..
a. panel surya c. baterai matahari
b. sel surya d. aki matahari

8. Buah apel yang tergantung dipohonnya memiliki energi ………..


a. kimia c. potensial
b. kinetik d. kalor
9. Energi kinetik yang dimiliki oleh sebuah benda makin besar bila ……
28

a. letaknya makin tinggi c. jarak tempuhnya makin jauh


b. kecepatannya makin besar d. percepatan gravitasi makin besar.
10. Di antara sumber energi berikut yang termasuk sumber energi yang
tidak dapat diperbarui adalah ……..
a. BBM, panas bumi, gas alam c. batu bara, gas alam, BBM
b. BBM, batu bara, panas bumi d. gas alam, nuklir, BBM
11. Sumber energi berikut yang merupakan sumber energi alternatife adalah…
………….
a. angin, matahari, gas alam c. panas bumi, gas alam, air
b. biomassa, panas bumi, air d. panas bumi, gas alam, nuklir
12. Pernyataan berikut yang benar adalah ………
a. energi potensial bergantung pada kecepatan benda
b. energi potensial bergantung pada letak benda terhadap acuan tertentu.
c. energi potensial di Bumi dan Bulan sama besar
d. energi potensial bergantung pada massa benda.
13. Perhatikan pernyataan berikut :
I. Energi yang dimiliki oleh benda merupakan hasil perubahan bentuk
energi.
II. Energi yang baru dapat diciptakan tanpa harus ada perubahan energi.
III. Energi yang dihasilkan dari perubahan energi selalu sama dengan
energi yang diubah.
Pernyataan di atas yang benar mengenai hokum kekekalan energi adalah…

a. I dan II c. II dan III
b. I dan III d. III saja

14. Massa sebuah benda 10 kg. Apabila benda berada pada ketinggian 5 meter
dari atas tanah dan percepatan gravitasi bumi adalah 10 m/s2, maka energi
potensial benda tersebut adalah ………
a. 500 J c. 5000 J
b. 20 J d. 200 J
29

15. Seorang anak menendang bola dengan kecepatan 10 m/s. Jika massa bola
tersebut 1,5 kg maka energi kinetik bola adalah ………
a. 75 J c. 150 J
b. 100 J d. 250 J

II. Essay.
Kerjakan soal dibawah ini.
Sebuah mobil truk bermassa 2 ton. Mobil ini bergerak dengan kecepatan
20 m/s. Hitunglah energi kinetik yang dimiliki mobil tersebut ?

Diketahui : m = ……………
v = ……………
Ditanya : Ek = …………… ?
Jawab : Ek = ……….……
Ek = ……………
Ek = …………….

Soal Test Hasil Belajar Sub Konsep Usaha dan Daya


(Dilakukan pada Pretest dan Postest Siklus II)
II. Pilihan Ganda !
1. Peristiwa berikut yang menggambarkan adanya usaha menurut fisika
adalah ………
30

a. Dewi belajar hingga larut malam


b. Wati menarik mobil-mobilan
c. Tina mendorong tembok dengan sekuat tenaga
d. Rina mengagumi bunga yang tumbuh di halaman rumah
2. Dua komponen yang terdapat pada besaran usaha adalah ……..
a. gaya dan kecepatan c. gaya dan perpindahan
b. gaya dan waktu d. gaya dan daya
3. Usaha sama dengan ………
a. gaya kali jarak c. jarak dibagi gaya
b. gaya dibagi jarak d. gaya ditambah jarak
4. Manakah yang bukan usaha ………
a. mengangkat tas c. menjinjing tas
b. melempar bola d. mendorong sepeda
5. Besar usaha yang dilakukan jika gaya satu Newton bekerja pada jarak satu
meter sama dengan satu ……..
a. joule c. derajat celcius
b. kilogram d. watt
6. Sebuah gaya dikatakan melakukan usaha bernilai positif bila ………..
a. arah gaya tegak lurus dengan arah perpindahan benda
b. arah gaya sama dengan arah perpindahan benda
c. arah gaya berlawanan dengan arah perpindahan benda
d. terjadi perpindahan pada benda
7. Gaya yang selalu menghasilkan usaha bernilai negatif adalah ………
a. gaya gravitasi c. gaya pegas
b. gaya otot d. gaya gesekan
8. Gaya yang diberikan dikatakan tidak melakukan usaha jika ……..
a. gaya tersebut tidak menyebabkan benda berpindah
b. gaya tersebut menyebabkan benda berpindah
c. gaya tersebut lebih besar dari berat benda
d. gaya tersebut merupakan gaya dorong
31

9. Ali dan Amir saling mendorong meja. Ali dengan gaya 50 N kekanan,
sedangkan Amir dengan gaya 70 N kekiri, ternyata meja bergerak sejauh 2
m. usaha bersama ialah sebesar ………
a. 240 J ke arah Amir c. 40 J ke arah Amir
b. 240 J ke arah Ali d. 40 J ke arah Ali
10. Mahmud mengangkat benda yang massanya 5 kg dari lantai ke meja
setinggi 70 cm. Usaha yang dilakukan Mahmud ialah sebesar ……..
(percepatan gravitasi 10 N/kg).
a. 3.500 J c. 35 J
b. 350 J d. 3,5 J
11. Daya adalah …………
a. Usaha yang dilakukan tiap satuan waktu
b. keuntungan mekanik alat
c. gaya yang dikerjakan pada jarak tertentu
d. energi yang berpindah
12. Satuan daya adalah …………….
a. joule c. Newton
b. watt d. sekon
13. Daya dapat dihitung dengan rumus …….
a. P = W x t c. P = W / t
b. P = t / w d. P = w – t
14. Daya tidak bergantung pada ……………..
a. gaya c. waktu
b. jarak d. arah gaya
15. Lampu-lampu berikut yang akan menyala paling terang adalah lampu yang
mengeluarkan energi sebesar …………
a. 100 joule tiap 20 detik c. 50 joule tiap 2 detik
b. 45 joule tiap 3 detik d. 60 joule tiap detik

III. Essay.
Kerjakan soal dibawah ini
32

Berapa daya yang diperlukan untuk menaikan beban 150 kg setinggi 15 meter
selama 20 sekon ? (gravitasi Bumi 10 m/s2)

Diketahui : m = ……………
h = ……………
t = ……………
g = ……………
Ditanya : P = …………… ?
Jawab : …………..
P =
……….……

…………...
P =
……………
P = …………….

Jadi dayanya adalah………………… watt

Rubrik Penilaian Hasil Belajar Sub Konsep Energi dan


Perubahannya
( Siklus I )
33

I. Pilihan Ganda
Kunci
No Soal Skor
Jwb
1 Energi yang terkandung dalam setiap zat, misalnya A 1
didalam makanan dan bahan bakar, disebut energi …..
a. kimia c. potensial
b. kinetik d. kalor

2 Satuan energi dalam SI adalah ……… C 1


a. Newton c. Joule
b. kalori d. dyne

3 Berikut ini merupakan sumber energi, kecuali…….. D 1


a. lilin c. matahari
b. angin d. mata

4 Energi yang diperoleh dari gerakan partikel-partikelnya D 1


disebut energi ……..
a. kalor c. bunyi
b. listrik d. nuklir

5 Energi yang dapat dihasilkan bila dua benda C 1


bergesekan adalah ……..
a. energi cahaya dan energi listrik
b. energi pegas dan energi cahaya
c. energi panas dan energi bunyi
d. energi kimia dan nuklir
6 Sebuah mobil yang melaju kencang, tiba-tiba di rem. C 1
Perubahan energi yang terjadi adalah …….
a. energi kimia --- energi listrik --- energi bunyi.
b. energi listrik --- energi gerak --- energi bunyi
c. energi gerak --- energi panas --- energi bunyi
34

d. energi panas --- energi bunyi --- energi gerak

7 Alat yang mengubah energi surya menjadi energi kalor A 1


adalah ……..
a. panel surya c. baterai matahari
b. sel surya d. aki matahari

8 Buah apel yang tergantung dipohonnya memiliki energi C 1


…..
a. kimia c. potensial
b. kinetik d. kalor

9 Energi kinetik yang dimiliki oleh sebuah benda makin B 1


besar bila ……
a. letaknya makin tinggi
b. kecepatannya makin besar
c. jarak tempuhnya makin jauh
d. percepatan gravitasi makin besar.

10 Di antara sumber energi berikut yang termasuk sumber C 1


energi yang tidak dapat diperbarui adalah ……..
a. BBM, panas bumi, gas alam
b. BBM, batu bara, panas bumi
c. batu bara, gas alam, BBM
d. gas alam, nuklir, BBM

11 Sumber energi berikut yang merupakan sumber energi B 1


alternatife adalah…………….
a. angina, matahari, gas alam
b. biomassa, panas bumi, air
c. panas bumi, gas alam, air
d. panas bumi, gas alam, nuklir
35

12 Pernyataan berikut yang benar adalah ……… D 1


a. energi potensial bergantung pada kecepatan benda
b. energi potensial bergantung pada letak benda
terhadap acuan tertentu.
c. energi potensial di Bumi dan Bulan sama besar
d. energi potensial bergantung pada massa benda.

13 Perhatikan pernyataan berikut : B 1


I. Energi yang dimiliki oleh benda merupakan hasil
perubahan bentuk energi.
II. Energi yang baru dapat diciptakan tanpa harus ada
perubahan energi.
III. Energi yang dihasilkan dari perubahan energi selalu
sama dengan energi yang diubah.
Pernyataan di atas yang benar mengenai hokum
kekekalan energi adalah……
a. I dan II c. II dan III
b. I dan III d. III saja

14 Massa sebuah benda 10 kg. Apabila benda berada pada A 1


ketinggian 5 meter dari atas tanah dan percepatan
gravitasi bumi adalah 10 m/s2, maka energi potensial
benda tersebut adlah ………

a. 500 J c. 5000 J
b. 20 J d. 200 J
15 Seorang anak menendang bola dengan kecepatan 10 A 1
m/s. Jika masa bola tersebut 1,5 kg maka energi kinetik
bola adalah ………
a. 75 J c. 150 J
b. 100 J d. 250 J
36

Jumlah 20

II. Essay.

Jawaban Skor
Diketahui :
m = 2 ton = 2000 kg
v = 20 m/s
………………………………….. 1
Ditanya : Ek = ?
Jawab : Ek = ½ m.v2 ………………………..
1
Ek = ½ x 2000 kg x (20m/s)2 ………….
1
Ek = 400.000 J ………………………
2
Jumlah 5

Penilaian : Skor total = Skor PG + Skor Esay


= 15 + 5 = 20
Skor Perolehan Siswa
Nilai = X 100
Skor Total

Skor Perolehan Siswa


= X 100
20

Rubrik Penilaian Hasil Belajar Sub Konsep Usaha dan Daya


( Siklus II )
37

II. Pilihan Ganda


Kunci
No Soal Skor
Jwb
1 Peristiwa berikut yang menggambarkan adanya usaha B 1
menurut fisika adalah ………
a. Dewi belajar hingga larut malam
b. Wati menarik mobil-mobilan
c. Tina mendorong tembok dengan sekuat tenaga
d. Rina mengagumi bunga yang tumbuh di halaman
rumah
2 Dua komponen yang terdapat pada besaran usaha C 1
adalah ……..
a. gaya dan kecepatan c. gaya dan perpindahan
b. gaya dan waktu d. gaya dan daya
3 Usaha sama dengan ……… A 1
a. gaya kali jarak c. jarak dibagi gaya
b. gaya dibagi jarak d. gaya ditambah jarak
4 Manakah yang bukan usaha ……… C 1
a. mengangkat tas c. menjinjing tas
b. melempar bola d. mendorong sepeda
5 Besar usaha yang dilakukan jika gaya satu Newton A 1
bekerja pada jarak satu meter sama dengan satu ……..
a. joule c. derajat celcius
b. kilogram d. watt
6 Sebuah gaya dikatakan melakukan usaha bernilai positif B 1
bila ………..
a. arah gaya tegak lurus dengan arah perpindahan benda
b. arah gaya sama dengan arah perpindahan benda
c. arah gaya berlawanan dengan arah perpindahan benda
d. terjadi perpindahan pada benda
7 Gaya yang selalu menghasilkan usaha bernilai negatif D 1
adalah ………
38

a. gaya gravitasi c. gaya pegas


b. gaya otot d. gaya gesekan
8 Gaya yang diberikan dikatakan tidak melakukan usaha A 1
jika ……..
a. gaya tersebut tidak menyebabkan benda berpindah
b. gaya tersebut menyebabkan benda berpindah
c. gaya tersebut lebih besar dari berat benda
d. gaya tersebut merupakan gaya dorong
9 Ali dan Amir saling mendorong meja. Ali dengan gaya D 1
50 N kekanan, sedangkan Amir dengan gaya 70 N
kekiri, ternyata meja bergerak sejauh 2 m. usaha
bersama ialah sebesar ………
a. 240 J ke arah Amir c. 40 J ke arah Amir
b. 240 J ke arah Ali d. 40 J ke arah Ali
10 Mahmud mengangkat benda yang massanya 5 kg dari C 1
lantai ke meja setinggi 70 cm. Usaha yang dilakukan
Mahmud ialah sebesar …….. (percepatan gravitasi 10
N/kg).
a. 3.500 J c. 35 J
b. 350 J d. 3,5 J
11 Daya adalah ………… A 1
a. Usaha yang dilakukan tiap satuan waktu
b. keuntungan mekanik alat
c. gaya yang dikerjakan pada jarak tertentu
d. energi yang berpindah
12 Satuan daya adalah ……………. B 1
a. joule c. Newton
b. watt d. sekon
13 Daya dapat dihitung dengan rumus ……. C 1
a. P = W x t c. P = W / t
b. P = t / w d. P = w – t
14 Daya tidak bergantung pada …………….. D 1
39

a. gaya c. waktu
b. jarak d. arah gaya
15 Lampu-lampu berikut yang akan menyala paling terang D 1
adalah lampu yang mengeluarkan energi sebesar ……
……
a. 100 joule tiap 20 detik c. 50 joule tiap 2 detik
b. 45 joule tiap 3 detik d. 60 joule tiap detik
Jumlah 20

II. Essay

Jawaban Skor
Diketahui :
m = 150 kg
h = 15 m
t = 20 s
g = 10 m/s2
………………………..………….. 1
Ditanya :P = ?
m.g.h
Jawab :P = …….…….……….. 1
t
150 . 10 . 15
P = ……………..…… 1
20
P = 1.125 W ………………….. 1
Jadi dayanya adalah 1.125 watt ………………….. 1
Jumlah 5

Penilaian : Skor total = Skor PG + Skor Esay


= 15 + 5 = 20
Skor Perolehan Siswa
Nilai = X 100
Skor Total

Skor Perolehan Siswa


= X 100
20
40
41

Guru memberikan penjelasan pada kelompok asal

Guru sedang membagikan LKS di kelompok asal


42

Siswa berdiskusi dalam kelompok ahli

Guru mengamati siswa dikelompok ahli


43

Guru membimbing siswa

Guru membimbing siswa


44

Guru membimbing kelompok lainnya

Siswa sedang berdiskusi


45

Observer mencatat observasinya

Selesai di tim ahli siswa kembali ke kelompok asal


46

Siswa sedang mempresentasikan hasil diskusi

Siswa mengajukan pertanyaan