Anda di halaman 1dari 43

[EMERGENCY AND TRAUMATOLOGY]

ASTARI PRATIWI NUHRINTAMA

Kasus 1 Seorang laki-laki 24 tahun pengendara sepeda motor dibawa masuk ke ruang emergensi dan traumatologi dengan keluhan tidak dapat menggerakkan kedua tungkai pasca mengalami kecelakaan lalu lintas, pada saat sepeda motor yang dikendarai bertabrakan dengan sepeda motor lainnya dari arah yang berlawanan satu jam sebelumnya, ditemukan jejas pada kedua paha tanpa deformitas, dan jejas pada epicondrium kiri, penderita juga merasakan nyeri pada bahu kiri tapi tanpa jejas. 1. Bila penderita ini dalam keadan stabil, pemeriksaan terpenting apa yang anda lakukan selanjutnya adalah .... a. refleks patologis d. laboratorium b. refleks fisiologis e. light touch dan pin prick test c. colok dubur (cek sacral sperring) 2. Pada pasien ini dilakukan pemeriksaan refleks bulbocavernosuspada hari yang sama ternyata positif, hal ini berarti .... a. complete spinal cord injury d. Kerusakan komponen tulang yang hebat b. lower motor neuron injury e. Kerusakan komponen tulang yang ringan c. upper motor neuron injury f. Spinal shock 3. Kecurigaan utama anda, penderita ini mengalami cedera sumsum tulang belakang pada level .... a. upper cervical d. lumbal b. lower cervical e. conus medullaris c. thoracal 4. Bila pada hari pertama pemeriksaan bulbocavernosus reflex hasilnya negatif, dan pada pemeriksaan hari ketiga ternyata positif disertai sensasi positif segmen paling bawah sacralis, maka ini bermakna .... a. upper motor neuron complete injury d. neurogenic shock b. lower motor neuron incomplete injury e. upper motor neuron incomplete injury c. periferal nerve injury 5. Pada hari kedua, penderita mengalami syok hipovolemikdengan tekanan darah 80/140 mmHg dan Hb 6 gr/dl, maka kecurigaan anda adalah: a. ruptur aorta d. fraktur pelvis b. ruptur ginjal e. ruptur limpa c. ruptur duodenum 6. Hal yang paling utama dalam penanganan trauma tulang belakang adalah . a. lifesaving d. transportasi b. prevent secondary injury e.alignment c. stabilization 7. Kontra indikasi penggunaan vacum matras adalah.... a. Fraktur pelvis d. Trauma tulang belakang b. Fraktur multiple tungkai bawah e. Trauma capitis c. Trauma thoraks hebat

8.

9.

Kondisi di bawah ini yang tidak termasuk trauma UMN adalah .... a. Brown sequared syndrome d. Conus medullaris b. anterior cord e. Cauda equine syndrome c. posterior cord Kondisi di bawah ini yang tidak dapat menyebabkan syok hipovolemik adalah .... a. trauma kepala d. trauma abdomen

[EMERGENCY AND TRAUMATOLOGY]

ASTARI PRATIWI NUHRINTAMA

b. trauma thoraks e. trauma paha c. trauma pelvis 10. Kondisi di bawah ini yang tidak terkait dengan Brown sequared syndrome adalah .... a. MOI : stab wound b. lateral mass fracture c. total transaction of spinal cord d.menurunnya atau hilangnya kekuatan motorik sedangkan sensasi nyeri dan suhu normal pada sisi yang terkena e. kekuatan motorik normal namun sensasi nyeri dan suhu menurun pada sisi yang terkena Kasus 2 Bayi umur 1 hari, lahir di rumah dibantu bidan, tidak segera menangis, presentasi bokong, dibawa ke puskesmas karena lengan kanan bayi tidak bisa bergerak efektif. Pada pemeriksaan antropometrik didapatkan BB: 3600, Panjang Badan: 49 cm. Tampak bayi cukup bulan. 11. Faktor predisposisi trauma pada bayi diatas kemungkinan: a. makrosomia d. kelainan letak b. partus lama e. dibantu tenaga kurang terlatih c. partus buatan 12. Trauma lahir yang bisa dialami oleh bayi di atas adalah . a. trauma klavikula d. trauma servikal b. trauma humerus e. semua benar c. subluksasi servikal 13. Pemeriksaan refleks fisiologis yang perlu dilakukanuntuk membedakan tipe palsi pada skenario adalah . a. refleks moro d. reflex genggam b. refleks biseps e. semua benar c.refleks radial 14. Bila yang terjadi adalah palsi Erbs, maka pernyataan yang benar adalah .... a. regangan trjadi pd C8 T1 d. refleks genggam tidak ada b. postur waiter tips e. semua benar c. jari dalam posisi mencakar 15. Penanganan yang tepat untuk mencegah hipotermia karena evaporasi pada bayi baru lahir adalah . a. Dihangatkan seluruh tubuh b. Dihangatkan seluruh tubuh kecuali jari-jari tangan c. Dihangatkan dalam plastik transparan d. Dihangatkan dengan infant warmer e. Dihangatkan dalam inkubator Suhu normal yang akan disesuaikan pada bayi tersebut adalah .... a. 36 37 oC d. 37 37,5 oC b. 36 37,5 oC e. > 37,5 oC c. 36,5 37,5 oC Penyebab hipotermi pada bayi ini adalah . a. prematuritas d. A+B b. berat bayi lahir rendah e. A + B + C c. kecil masa kehamilan Respon normal yang terjadi pada pasien ini adalah .

16.

17.

18.

[EMERGENCY AND TRAUMATOLOGY]

ASTARI PRATIWI NUHRINTAMA

19.

20.

21.

22.

23.

24.

a. vasokonstriksi perifer b. metabolisme lemak coklat c. flexi ekstrimitas untuk mengurangi luas permukaan d. menggerak-gerakkan ekstrimitas e. kemampuan melakukan refleks normal sangat kurang Karakteristik penyebab tetanus adalah benar di bawah ini, KECUALI . a. merupakan kuman genue clostridium d. berkapsul b. bentuk basil e. menghasilkan oksitoksin c. gram negative Patofisiologi tetanus adalah . a. C.tetani dalam bentuk vegetatif masuk ke dalam tubuh melalui font d'entre b. C.tetani menjadi bakterimia ke interneuron ranshow c. Bakterimia merusak neuron d. Bakterimia menghasilkan tetanospasme e. Bakterimia menghasilkan tetanolysin Gejala tetanus di bawah ini, Kecuali . a. kejang tonik klonik d. trismus b. kejang dengan kesadaran baik e. opistotonus c. risus sardonicus Faktor yang memperburuk tetanus, Kecuali .... a. Remaja d. hiperpireksia > 40 oC b. Masa inkubasi 1 7 hari e. Onset periode <48 jam c. Trismus < 1cm Komplikasi tetanus, Kecuali : a. Kardiomiopati d. Fraktur b. Aspiration pneumonia e. Gagal ginjal c. Orthostatic pneumonia Pria habis kecelakaan, benturan kepala kanan, trus penglihatan menurun/kabur. Trus soalnya kalo nda salah, penyebab terjadinya penurunan penglihatan...Dislokasi lensa Yang benar mengenai luksasi lensa adalah .... sangajiramadhan@ymail.com 1. Pada pemeriksaan slit lamp tidak ada lensa 3. Visus jauh 1/60 koreksi S 1.00 D = 6/75 2. Nyeri pada mata kanan 4. Penglihatan dekat tidak terganggu Yang benar untuk subluksasi lensa adalah .... 1. Penurunan visus 3. Monocular diplopia 2. Astigmatism 4. Iridodenesis Pada subluksasi lensa tindakan yang harus dilakukan adalah . a. ekstraksi lensa c. berikan kortikosteroid b. berikan obat tetes mata cyclopegia d.gunakan kacamata e . Reposisi Pada luksasi lensa tindakan yang harus dilakukan adalah . a. ekstraksi lensa c. berikan kortikosteroid b. berikan obat tetes mata cyclopegia d. gunakan kacamata

25.

26.

27.

28.

Kasus 3 Laki-laki 30 tahun masuk ke rumah sakit dengan keluhan nyeri pada bahu kanan akibat jatuh dari sepeda. Dari pemeriksaan fisik ditemukan kelainan bentuk, jejas, dan nyeri tekan pada daerah klavikula. 29. Bila pasien dicurigai terjadi fraktur pada daerah klavikula, apa yang anda lakukan untuk

[EMERGENCY AND TRAUMATOLOGY]

ASTARI PRATIWI NUHRINTAMA

30.

mempertegas diagnosis tersebut ? a. X-ray AP/Lateral d. X-ray AP/ Oblique b. X-ray PA/ 30o caudal tilt view e. X-ray AP/ 30o caudal tilt view c. X-ray AP/ 45o cephalic tilt view Hal di bawah ini yang berperan terhadap arah pergeseran dari fraktur klavikula adalah .... a. Berat lengan, otot trapezius, otot sternokleidomastoideus b. Berat lengan, otot biseps, otot conoid c. Gerakan lengan, M. pectoralis, M. deltoideus d. Gerakan lengan, otot biseps, otot triseps e. Otot trapezius, otot sternokleidomastoideus

Kasus 4 Seorang laki-laki, usia 30 tahun, MRS dengan nyeri bahu kanan akibat jatuh dari sepeda. Pada pemeriksaan fisik ditemukan kelainan bentuk, jejas, dan nyeri pada daerah klavikula. 31. Indikasi pasti untuk dilakukannya operasi jika ditemukan .... a. multiple fraktur d. disertai fraktur humerus b. floating fraktur e. fraktur terbuka (klavikula) c. pergeseran tulang yang jauh Kasus 5 Wanita 80 tahun MRS dengan nyeri paha kiri setelah jatuh dari kursi goyang. pada PE ditemukan deformitas, bengkak, dan kebiruan di paha kiri.

32.

33.

34.

35.

36.

Diagnosis yang paling mungkin adalah .... a. fraktur femur akibat trauma d. fraktur proksimal + cedera otot rectus b. fraktur patologis dari femur e. fraktur 1/3 tengah + cedera otot vastus c. fraktur femur + cedera otot harmstring Apakah yang penting dievaluasi pada kasus tersebut di atas? a. pemendekan anggota gerak yang terjadi d. keadaan hemodinamik pasien b. pembengkakan e.kemungkinan lumpuh c. putus otot Kalau kasus ini terjadi pada anak umur 6 tahun, maka tindakan yang tepat adalah . a. eksternal fiksasi d. operasi terbuka dan fiksasi internal b. skin traksi e. semua salah c. intramedullary nail Kasus pria kecelakaan motor, datang dengan posisi abduksi,eksternal rotasi, dan ekstensi..... Diagnosis nya apa jawabannya a. fraktur humerus d. b. dislokasi posterior sendi geniohumeral e. c. dislokasi anterior sendi geniohumeral Kalau yakin diagnosisnya, maka tindakan yang dapat kita lakukan pada pasien ini adalah .... a. Tractionkontra-traction d. Hippocratic technique (atau koucher) b. Heimlich maneuver e. Milch manuver c. Stimpson

Kasus 6

[EMERGENCY AND TRAUMATOLOGY]

ASTARI PRATIWI NUHRINTAMA

Pasien wanita 30 tahun, kecelakaan lalu lintas ditemukan deformitas pada lengan bawah kiri, dari pemeriksaan Xray di temukan fraktur pada tulang radius 1/3 proksimal. 37. Bila anda berada di daerah yang tidak ada dokter ahli, dan hasil X-ray tidak ditemukan pergeseran pada tulang yang patah, apa yang dapat anda lakukan pada pasien tersebut? a. Posisikan lengan sedikit fleksi dengan posisi supine b. Posisikan lengan pada posisi supine dan posisi elbow 90o c. Posisikan lengan sedikit fleksi dengan posisi netral (seperti jabat tangan) d. Posisikan lengan sedikit ekstensi dengan posisi pronasi e. Posisikan lengan sedikit fleksi dengan posisi pronasi dan posisi elbow 90o 38. Fraktur pada kasus di atas biasanya disertai dengan .... a. Dislokasi sendi distal radius ulna b. Dislokasi sendi distal ulna c. Dislokasi caput radius d. Dislokasi sendi proksimal radius ulna e. Dislokasi sendi proksimal radius 39. Jenis fraktur ini disebut . a. F. Galleazzi (distal radius) d. F. night stick b. F.Colles e. F. Monteggia (proximal radius) c. F. Barton Kasus 7 Seorang wanita 45 tahun datang ke RS dengan keluhan utama kram dan kesemutan pada daerah ibu jari, jari telunjuk, dan jari tengah khususnya pada malam hari. Keluhan ini dialami sejak 1 tahun yang lalu. Wanita tersebut juga mengeluhkan lemah ketika memegang benda tapi masih dapat melakukan pekerjaan rumah. Pada pemeriksaan fisik dengan mempertemukan kedua pergelangan pada sisi volar & posisi fleksi dari pergelangan tangannya, menyebabkan meningkatnya gejala kram dan kesemutan pada jari-jari tersebut 40. Apakah kemungkinan masalah pada pasien tersebut? a. gangguan pembuluh darah dan nervus pada pergelangan tangan b. penekanan pada nervus ulnaris dan nervus radialis c. cubital thunnel syndrome d. gangguan nervus ulnaris akibat memasak e. gangguan pada nervus medianus akibat penekanan osteofit 41. Faktor resiko yang bisa menyebabkan keadaan di atas adalah..... a. Osteoporosis d. Atrofi otot b. Osteopetrosis e. Fraktur phalangs c. Ganglion 42. Apakah terapi yang tepat pada pasien tersebut bila ditemukan atrofi dari otot-otot thenar? a. Injeksi steroid d. wrist splint b. NSAID e. Incision transversal carpal ligament c. Istirahat dan NSAID Kasus 8 Seorang laki-laki, usia 35 tahun, mengalami kecelakaan lalu lintas, datang ke rumah sakit dengan perdarahan pada lutut. Sendi panggul (hip joint) sedikit fleksi, adduksi, dan internal rotasi. 43. Diagnosis yang paling mungkin untuk kasus di atas adalah .... a. Inferior hip dislocation d. Posterior hip dislocation b. Superior hip dislocation e. Obturator dislocation c. Anterior hip dislocation 44. Tanda lain yang dapat ditemukan pada kasus di atas adalah ....

[EMERGENCY AND TRAUMATOLOGY]

ASTARI PRATIWI NUHRINTAMA

a.leg length discipancy (-) d. protrusi inguinal caput femoris b. unlimited range movement e. protrusi lateral caput femoris c. Galeazzi sign (+) 45. Penanganan yang dilakukan pada pasien ini adalah .... a. Traction counter-traction d. Stimpson technique b. Milch manuver e. Pravin technique c. Kotcher manuver 46. Yang menyebabkan penanganan yang berbeda pada anak dengan fraktur collum femoris adalah .... a. pembuluh darah pada ligamentum teres d. pembuluh darah cabang femoralis b. pembuluh darah pada retinacula e. persarafan c. pembuluh darah intraosseus Kasus 9 Laki-laki 32 tahun datang ke klinik dengan keluhan tidak dapat berjalan dengan normal setelah melakukan lompatan smash pada saat bertanding bulutangkis, pada pemeriksaan fisis ditemukan pembengkakan pada bagian otot gastroknemius kanan bila dibandingkan dengan sebelah kiri. Pasien juga kesulitan melakukan gerakan dorsofleksi pada kaki kanan. 47. Hal yang paling mungkin terjadi pada pasien dengan kasus di atas adalah .... a. Ruptur tendon achilles d. Plantarfleksi otot soleus b. Fraktur os. calcaneus e. Hiperekstensi otot gastrocnemius c. Hiperfleksi pada lutut 48. Salah satu pemeriksaan yang dapat membantu menegakkan diagnosis adalah . a. Thomson test d. Casting b. Colles test e. Splinting c. Tes adson 49. Terapi yang tepat untuk pasien tersebut .... a. Thomson technique d. Milch maneuver b. Kessler technique e. Motcher maneuver c. Kischer wire 50. Seorang anak laki-laki tersedak kacang mete ketika makan. Pada saat dilakukan x-ray tidak terlihat adanya benda asing. Hal yang mungkin terjadi adalah .... a. Benda asing sudah tidak ada d. Benda asing di trakea b. Benda asing sudah tertelan e. Benda asing masuk ke cabang bronkus c. Sudah masuk tahap asimptomatis 51. Kalau bertugas di daerah, tindakan apa yang bisa dilakukan? a. radiologi d. pulangkan dan beri obat b.pemeriksaan fisik dan diagnostik e. operasi c. pemeriksaan CT-scan 52. Kalau setelah di x-ray (plain photo), maka tindakan selanjutnya, Kecuali .... a. Diberi obat kemudian dipulangkan d. Endoskopi b. Observasi ketat e. Bronkografi dan fluoroskopi c. Radiologi ulang dalam waktu 2 x 24 jam 53. Bila ternyata benda asing sudah masuk ke bronkus, dalam bentuk kecil dan mobile, maka, menurut Jackson kasus ini termasuk jenis sumbatan .... a. By pass check valve d. Stop check valve b. Expiratory check valve e. Tidak ada yang benar c. Inspiratory check valve 54.

[EMERGENCY AND TRAUMATOLOGY]


55.

ASTARI PRATIWI NUHRINTAMA

Laki-laki, usia 50 tahun, MRS dengan keluhan sulit menelan. Kalau kesulitan menelan makanan padat tapi makanan cair tidak, disebut sebagai . 1. Disfagi 3. Gangguan neuromuskular 2. Sumbatan 4. Disfagi mekanik

Kasus 10 Seorang anak laki-laki usia 50 tahun masuk Rumah Sakit dengan keluhan kesukaran menelan atau disfagi. 56. Jika pada kasus tersebut diatas setiap makan atau minum pasien sering tersedak dan mengalami regurgitasi ke hidung, kemungkinannya disebabkan oleh . 1. disfungsi cricofaring 3. kelainan neuromuskuler 2. devertikulum zenker 4. disfagi mekanik 57. Jika pada kasus tersebut diatas adalah divertikulum Zenker, maka pernyataan dibawah ini yang sesuai, Kecuali .... a. merupakan divertikulum palsu b. menurut kejadiannya dikategorikan sebagai divertikulum pulsion c. trigonum killian merupakan locus minoris d. terletak pada esofagus pars cardia e. jangka panjang dapat menyebabkan infeksi jalan nafas 58. Soal penilaian dehidrasi: Seorang bayi, gelisah, matanya cekung, bibirnya kering, turgor jelek, nadi 136x/menit, pernapasan 38x/menit. Skor dehidrasi pada kasus ini adalah .... a. 12 d. 15 b. 13 e. 16 c. 14 59. Penatalaksanaan dehidrasi kasus di atas adalah . a. RA 8 Jam d. RL 24 jam b. RL 8 Jam e. Beri minum c. RA 24 jam 60. Anak dengan BB lahir 3000 gram, ubun-ubun tidak masuk, BB periksa 2800 gram. Keadaan yang dialami anak adalah . a. Dehidrasi mild d. Tidak dehidrasi b. Dehidrasi sedang e. Dehidrasi sangat berat c. Dehidrasi berat 61. Pokoknya yang dhf itu... dia positif rumple leed test, tensi tinggi, nadi rendah sisanya lupa gejalanya apa... ditanya dia DHF derajat brp... a. DBD derajat I d. DBD derajat IV b. DBD derajat II e. DBD derajat V c. DBD derajat III 62. Cairan yang diberikan pada pasien ini adalah . a.RL / RA 100-200 cc 10-15 menit d.Kristaloid 20 cc/ kgBB/ jam b.Kristaloid 5cc/ kgBB/ jam e.Bolus 100 200 cc cairan kristaloid c.Kristaloid 10 cc/ kgBB/ jam 63. Hemokonsentrasi pasien pada kasus di atas adalah . a. 11 % d. 36 % b. 23 % e. 38 % c. 30 % Kasus 11

[EMERGENCY AND TRAUMATOLOGY]

ASTARI PRATIWI NUHRINTAMA

Orang tua dari anak berusia 6 minggu membawa anak mereka ke ruang gawat darurat pada pukul 5 pagi karena anak mereka tidak bernapas di rumah. Tidak ada riwayat batuk, dyspnea atau muntah. Ia ditempatkan pronasi pada waktu tidur pukul 10 malam setelah makan terakhir. Jam 04:45 orang tua pergi ke kamarnya dan melihat anak mereka apneu dan pulseless. Upaya resusitasi telah gagal untuk memperoleh respon yang diharapkan dan ternyata anak telah meninggal. Orang tua meminta otopsi anak mereka dan hasilnya tidak ada kelainan. 64. Penyebab pada kasus di atas adalah .... a. hipotermia d. rebreathing asfiksia b. tidur telentang di tempat tidur e. asfiksia neonatorum c. menyusui 65. Pada kasus intususepsi, tanda yang dapat dilihat bila menggunakan Barium Enema adalah .... a. doughnat sign d. cupping sign b. pseudoportio e. BSSD c. target sign Kasus 12 Bayi umur 1 hari, lahir di rumah dibantu bidan, tidak segera menangis, presentasi bokong, dibawa ke Puskesmas karena lengan kanan bayi tidak bisa bergerak efektif. Pada pemeriksaan antropometrik didapatkan BB:3600, panjang badan: 49 cm. Tampak bayi cukup bulan. 66. Faktor predisposisi trauma pada bayi diatas kemungkinan adalah .... a. makrosomia d. kelainan letak b. partus lama e. dibantu tenaga kurang terlatih c. partus buatan 67. Lesi traumatis yang mungkin terkait dengan keluhan pada skenario di atas adalah . a. fraktur clavicula d. trauma cervical b. fraktur humerus e. semua benar c. subluksasi cervical 68. Pemeriksaan reflex fisiologis yang perlu dilakukan untuk membedakan tipe palsi pada scenario di atas adalah . a. reflex Moro d. reflex genggam b. reflex biseps e. semua benar c. reflex radialis 69. Bila yang terjadi adalah palsi Erbs, maka pernyataan yang benar adalah .... a. regangan trjadi pd C8 T1 d. refleks genggam tidak ada b. postur waiter tips e. semua benar c. Jari dalam posisi mencakar 70. Penanganan yang tepat untuk mencegah hipotermia karena evaporasi pada bayi baru lahir adalah . a. Dihangatkan seluruh tubuh b. Dihangatkan seluruh tubuh kecuali jari-jari tangan c. Dihangatkan dalam plastik transparan d. Dihangatkan dengan infant warmer e. Dihangatkan dalam inkubator Suhu normal yang akan disesuaikan pada bayi tersebut adalah .... a. 36 37 oC d. 37 37,5 oC b. 36 37,5 oC e. > 37,5 oC c. 36,5 - 37,5 oC Hal berikut yang merupakan faktor resiko bayi hipotermi adalah .

71.

72.

[EMERGENCY AND TRAUMATOLOGY]

ASTARI PRATIWI NUHRINTAMA

73.

74.

75.

76.

77.

78.

a. prematuritas d. A + B b. berat badan rendah e. A + B + C c. kecil masa kehamilan Respon normal yang dapat terjadi pada bayi adalah . a. Vasokonstriksi pembuluh darah perifer b. Mengaktifkan gerakan tubuh c. Fleksi tungkai dan lengan untuk mengurangi area yang terpapar dengan udara sekitar d. Membakar lemak coklat e. Kemampuan melakukan respon normal sangat sedikit Ibu habis melahirkan di puskesmas 6 jam yang lalu. Awal persalinan lancar, Ibu tidak bisa mengejan, dilakukan bantuan untuk mengeluarkan bayi. Berat bayi 4000gram. Setelah melahirkan Ibu terlihat lemas dan anemi. TD 100/60 mmHg. Yang disebut perdarahan pasca lahir adalah ... a. Perdarahan < 100 cc d. Perdarahan 400 500 cc b. Perdarahan 100 200 cc e. Perdarahan > 500 cc c. Perdarahan 250 350 cc Penyebab perdarahan pada kasus di atas adalah, Kecuali . a. hipotonia uteri d. laserasi fundus b. ruptur uteri e. plasenta previa c. laserasi serviks Yang termasuk perdarahan dini adalah . a.infeksi d. rest plasenta b. atonia uteri e. sub involusi plasenta c. involusi uterus Yang termasuk perdarahan pasca salin lanjut adalah . a. Atonia uteri d. Kompresi b. Ruptur uteri e. Sub involusi bekas tempat plasenta c. Kompresi aorta Penanganan awal pasca persalinan adalah . a.ask for help d. kompresi bimanual b. resusitasi cairan e.pemberian uterotonika c. kompresi aorta Yang dapat menyebabkan inversio uteri adalah . a. kala II lama d. ekstraksi vakum b. parasat crede e. terlambat diberikan oksitosin c. solusio plasenta Faktor predisposisi atonia uteri adalah . a. usia d. usia dan paritas tinggi b. makrosomia e.makrosomia dan paritas tinggi c. paritas tinggi Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah perdarahan postpartum adalah .... a. masase uterus d. suntikkan oksitosin b. resusitasi cairan e. penegangan tali pusat terkendali c. manajemen aktif kala 3 Robekan perineum hingga mengenai selaput vagina dan otot perinei tranversal tapi tidak sampai sfingter ani. Gradenya adalah . a. ruptur perineum grade 1 d. ruptur peribeum grade 3b

79.

80.

81.

82.

[EMERGENCY AND TRAUMATOLOGY]

ASTARI PRATIWI NUHRINTAMA

83.

84.

85.

86.

87.

b. ruptur perineum grade 2 e. ruptur perineum grade 4 c. ruptur perineum grade 3a Bayi lahir, 30 menit plasenta belum lahir, maka tindakan yang harus dilakukan adalah . a. masase uterus d. kuretase b. injeksi oksitosin yang ketiga e. histerektomi c. manual plasenta Seorang wanita, usia 50 tahun, datang dengan keluhan mata kanan merah seperti darah, tidak sakit, penglihatan tidak terganggu. Pasien ini mengalami . a. Perdarahan Retina d. Perdarahan bilik mata depan b. Hifema e. Perdarahan konjungtiva c. Perdarahan subkonjungtiva Ada skenariox : Tentang perdarahan sub kongjungtiva, yang terjadi tiba-tiba, tidak nyeri. Apa penyebab yang mungkin terjadi pada pasien ini? a. Trauma minor d. A, B, C, benar b. Hipertensi e. Hanya A yang benar c. Terjadi Spontan Penatalaksanaan kasus tersebut di atas adalah . a.segera dilakukan evakuasi perdarahan tersebut b. tunggu sampai 1 minggu, kemudian lakukan operasi c. umumnya tidak dilakukan operasi, akan membaik 7-10 hari d. dilakukan jahit konjungtiva e. semua jawaban salah Pada korpus alienum konjungtiva, maka dalam klasifikasi termasuk trauma okuli tipe . a. Trauma okuli kontusio d. Laserasi konjungtiva b. Trauma okuli perforasi e. Semua di atas salah c. Korpus alienum pada superficial bola mata

Seorang wanita, 17 tahun, primigravida, kala II memanjang umur kehamilan 42-43 minggu, pembukaan lengkap, kepala Hodge IV, ketuban (-). Kejadian yang perlu diwaspadai pada kasus di atas adalah . a. Transient Hypertensi d. Rotation of posterior shoulder b. Turtle Sign e. Shoving Scapula c. Endothel Dysfunction 89. Yang benar tentang distosia adalah .... a. retraksi shoulder anterior pada symphisis d. impaksi shoulder anterior pada symphisis b. retraksi shoulder posterior pada symphisis e. retraksi shoulder pada symphisis c. impaksi shoulder posterior pada symphisis 90. Tentang distosia . a.asfiksia neonatorum d. asfiksia akut total kurang 10 menit b. asfiksia akut kurang 10 menit e. asfiksia akut total lebih 10 menit c. asfiksia akut lebih 10 menit 91. Tindakan yang pertama dilakukan pada pasien ini adalah . a. ask for help d. rubin manouver b. Mc.robert manuver e. Woods Corkscrew Manuever c. Massanti maneuver 92. Yang tidak boleh dilakukan adalah .... a. suprapubic preassure d. reposisi fetopelvic

88.

[EMERGENCY AND TRAUMATOLOGY]


b. fundal pressure c. reposisi .

ASTARI PRATIWI NUHRINTAMA

e. semua benar

Kasus 13 Seorang Ibu, usia 38 tahun, G5P3A1, 32-33 minggu, inpartu, TD:180/118, proteuri 500 mg/dl dalam urin 24 jam, edema anasarka, apusan darah tepi abnormal, bilirubin tot 1,5 mg/dl. LDH 900 IU/L, SGOT 150 IU/L, trombosit 48000. 93. Diagnosis yang paling mungkin pada pasien di atas adalah . a. preeklampsia ringan d. superimposed hipertensi b. preeklampsia berat e. preklampsia berat dan ITP c. HELLP syndrome 94. Jika terjadi kejang dapat diberikan .... a. MgSO4 d. Fenitoin b. Nifedipin e. Karbamazepin c. Diazepam 95. Penyebab terjadinya edema pada pasien tersebut adalah .... a. vasodilatasi dan peningkatan tekanan onkotik b. vasospasme dan penurunan tekanan onkotik c. vasokonstriksi dan penurunan tekanan onkotik d. vasodilatasi dan penurunan tekanan onkotik e. vasospasme dan peningkatan tekanan onkotik 96. 97. Keadaan ini terjadi akibat .. a.terjadi remodelling a.spiralis d.terjadi refrakteriness a.uterina b.terjadi refrakteriness a.spiralis e.terjadi embolisasi a.uterina c.terjadi remodelling a.uterina 98. Syarat mutlak yang dibutuhkan untuk menegakkan diagnosis ''Brain Death'' adalah . 1. Gambaran klinik neuroimaging menunjukan kerusakan otak akut yang mendukung Brain Death 2. Menyingkirkan kondisi medis yang dapat menyebabkan penurunan kesadaran 3. Tidak ada keracunan dan intoksikasi obat 4. Temperatur pasien>33o C 99. Tanda penting yang ditemukan pada pemeriksaan klinis dalam menegakkan diagnosis''Brain death''adalah . 1. koma yang tidak memberi respon 2. refleks batang otak masih ada 3. apneu 4. refleks babinsky positif 100. Syarat-syarat yang dibutuhkan untuk melakukan '' Test Apneu'' adalah . 1. Temperatur pasien>36,5oC 3. PCO2 arteri >40 mmHg 2. TD sistolik >90mmHg 4.POC2 arteri >200 mmHg

[EMERGENCY AND TRAUMATOLOGY]

ASTARI PRATIWI NUHRINTAMA

[EMERGENCY AND TRAUMATOLOGY]

ASTARI PRATIWI NUHRINTAMA

Seorang laki-laki pekerja bangunan masuk ke IRD RS. Dr. Wahidin Sudirohusodo dengan riwayat jatuh dari atap rumah setinggi 3 meter sewaktu bekerja 2 jam sebelum masuk ke rumah sakit. Pada pemeriksaan awal didapatkan kesadaran baik, TD 70/50 mmHg, N 68x/menit, pernapasan 20x/menit. Didapatkan hematom dan lecet pada wajah dan dada atas. Pasien mengeluh nyeri di lehernya dan tidak dapat merasakan pada bagian dada kebawah dan dapat menggerakkannya ke-4 extremitasnya. 1. Tindakan yang pertama dilakukan adalah : A. Melakukan logroll untuk mencari adanya cedera pada tulang belakang B. Memasang collar neck dan mengirim pasien untuk foto vertebra servikal C. Melakukan pemeriksaan neurologis lengkap D. Memasang collar neck dan memasang jalur intravena dan memberikan cairan untuk mengatasi hipotensi 2. Hipotensi yang terjadi pada pasien ini diakibatkan oleh : A. Syok Hipovolemik B. Syok Neurogenik C. Syok Kardiogenik D. Syok Septik 3. Setelah hemodinamik stabil, maka dilakukan : ???? A. Pemeriksaan neurologic lengkap B. Pemeriksaan foto vertebra cervical dan thoracolumbal C. Pemeriksaan untuk mengetahui adanya cedera pada tulang belakang di tempat lain D. Pemeriksaan laboratorium lengkap 4. Dari hasil pemeriksaan didapatkan hematom dan nyeri tekan pada prosesus vertebra servikal 5 dan 6 dengan jarak antara prosesus spinosus yang melebar. Pemeriksaan neurologis menunjukkan adanya anestesi mulai dari daerah tetraplegia. Pemeriksaan colok dubur menunjukkan tonus sfingter ( -). Pemeriksaan reflex bulbocavernosus mendapatkan hasil (-). Kemungkinan pada pasien ini : A. Complete spinal cord injury B. Incomplete spinal cord injury C. Central cord syndrome D. Spinal shock Seorang anak laki-laki umur 5 tahun dibawa kerumah sakit karena jatuh dengan siku dalam keadaan fleksi terpukul pada tanah pada saat bermain. Pada daerah siku terlihat .dan nyeri sehingga dia tidak bisa menggerakkan sikunya. Pada pemeriksaan fisik terlihat bengkak, ada deformitas dan nyeri pada saat digerakkan. Pada pengukuran lengan atas kanan sedikit lebih pendek dari kiri. 5. Kemungkinan diagnosis : A. Fraktur diafisis humerus B. Fraktur condilus lateralis humerus C. Fraktur condilus medialis humerus

[EMERGENCY AND TRAUMATOLOGY]

ASTARI PRATIWI NUHRINTAMA

6.

7.

8.

9.

D. Fraktur supracondylus humerus E. Bukan salah satu diatas Untuk mengetahui posisi tulang secara pasti maka diperlukan pemeriksaan : A. Foto X-ray siku AP B. Foto X-ray lateral C. Foto X-ray oblique D. Hanya A dan B benar E. Semua benar Komplikasi yang bias terjadi pada fraktur ini : ??? A. Cedera pada nervus medianus B. Cubitus Valgus C. Compartment syndrome D. Semua benar E. Bukan salah satu diatas Bila melihat dari mekanisme trauma maka kemungkinan yang bisa terjadi : A. Segmen distal dari fraktur akan berada pada anterior dari humerus B. Segmen distal dari fraktur akan berada pada posterior dari humerus C. Bisa terjadi fraktur tipe extensi D. Hanya A dan B benar E. Hanya B dan C benar Setelah diagnose ditegakkan akan ditangani sesuai dengan standar pelayanan maka : ??? A. Pasien ini diperbolehkan pulang B. Harus rawat inap untuk evaluasi komplikasi yang mungkin timbul C. Untuk menentukan perlu atau tidaknya rawat inap tergantung jenis frakturnya D. Semua benar E. Bukan salah satu diatas

Anda adalah orang yang pertama yang melihat pasien di gawat darurat akibat kecelakaan lalu lintas. Pasien mengalami perlukaan yang cukup serius tampak jelas pada daerah muka disertai dengan fraktur terbuka pada kedua femur dengan tanda-tanda shock. 10. Sebagai seorang dokter tindakan pertama yang akan anda lakukan : A. Mencari sumber perdarahan sambil memasang infuse B. Memasang splint pada fraktur kemudian segera ambil contoh darah untuk cross matching C. Check apakah airway tidak ada gangguan kemudian atasi shock D. Berikan morfin untuk atasi nyerinya E. Lakukan pemeriksaan fisik lengkap untuk mengetahui perlukaan yang ada Kasus I Seorang anak laki-laki 10 tahun mengeluh sakit perut bagian bawah, sulit kencing dan keluar sedikit sekali. Pada pemeriksaan fisik ditemukan neri tekan suprapubik, kesan buli teraba 2 jari di bawah pusat, dan perkusi tympani. Genitalia eksterna nampak glans oedema, hiperemis dan terdapat band (konstriksi) di proksimal glans penis. 11. Diagnosa kerja yang paling mungkin adalah : A. B. C. D. E. Dysuria Infeksi saluran kemih Retensi urin Kolik abdomen Oligouria

[EMERGENCY AND TRAUMATOLOGY]


12. Diagnosa primer atau diagnosa etiologi pada kasus diatas adalah : A. Fimosis B. Parafimosis C. Balanitis D. Meatal Stenosis E. Urethrisis 13. Tindakan emergency yang harus dilakukan adalah : A. Sirkumsisi B. Dorsumsisi - Sirkumsisi C. Dorsumsisi saja untuk melepas band D. Pasang kateter E. Rujuk ke spesialis untuk sistostomi

ASTARI PRATIWI NUHRINTAMA

Kasus 2 Laki-laki 30 tahun mengeluh keluar darah perurethram setelah jatuh dari sepeda motor 30 menit yang lalu, kesadaran baik dan tanda-tanda vital baik/stabil. 14. Kemungkinan hematuri dapat timbul akibat trauma pada : A. Ginjal B. Ureter C. Buli-buli D. Uretra E. Semua benar 15. Pada saat observasi sekitar 4 jam setelah kejadian, pasien mengeluh sakit perut bagian dan tidak dapat kencing. Pemeriksaan BNO/foto polos abdomen menunjukkan ramus interior kanan. Fraktur ini biasanya menyebabkan rupture pada : A. Buli-buli B. Uretra pars Bulbosa C. Uretra pars Prostatika D. Uretra pars Membranasea E. Bladder neck 16. Untuk menegakkan diagnose diperlukan pemeriksaan : A. USG B. Sistografi C. IVP D. Bivoler voiding cystouretrografi E. Uretrografi 17. Pada kasus diatas (Kasus C) pemeriksaan menunjukkan adanya rupture dugaan pada no.5, maka tindakan yang seharusnya dikerjakan adalah : A. Pasang kateter 18 Fr melalui uretra B. Open sistostomi C. Punksi Buli-Buli D. Pasang kondom kateter E. Langsung end to end anastomose uretra Kasus 3 Seorang ibu umur 40 tahun post hysterektomi total 4 hari. Post operatif sering rasa sakit-sakit pinggang kanan dan sekarang kencing ini rata-rata 200 cc/3 jam tapi penderita tetap basah dengan urine. 18. Kemungkinan yang terjadi adalah

[EMERGENCY AND TRAUMATOLOGY]

ASTARI PRATIWI NUHRINTAMA

A. Fistel vesico vaginalis B. Fistel urethra vaginalis C. Retensi urine post operatif dengan overflow D. Fistel uretero vaginalis E. Fistel urethra-vesico vaginalis 19. Untuk menegakkan diagnose pemeriksaan yang dilakukan adalah A. Urethra cystografi B. Pielografi intravena C. Cystoscopy D. Test methylen blue per kateter dengan kain kasa putih di vagina E. Ultrasonografi buli-buli 20. Setelah diagnose ditegakkan, tindakan yang tepat adalah A. Urethroplasty B. Pasang kateter tetap sampai fistel menutup spontan C. Nefroktomi pada fistel menutup spontan D. Diversi urine uretero-sigmoidostomi E. Reimplantasi uretero neo cystostomi pada fistel uretro vaginalis ILMU PENYAKIT MATA 21. Open globe injury menurut Birmingham Eye Trauma (BETT) adalah A. Terdapat luka yang ditemukan pada kornea saja B. Ditemukan luka pada konjuctiva C. Ditemukan pada seluruh ketebalan dinding bola mata D. Luka ditemukan tidak pada seluruh ketebalan dinding bola mata E. Bukan salah satu diatas 22. Pada Open Globe Injury yang benar adalah A. Zona 1, terletak pada daerah limbus B. Zona 2, terletak pada daerah kornea C. Zona 3, terletak pada 5 mm di posterior sclera zona 2 D. Zona 1, terletak pada kornea dan limbus E. Zona 2, terletak di bagian posterior sampai dengan 5 mm dari limbus Zona 3 23. Tipe luka pada Close Globe Injury adalah A. Penetrating = open globe injury B. Rupture = open globe injury C. Intra ocular foreign body = open globe injury D. Lamellar laceration E. Perforating = open globe injury 24. Pada Open Globe Injury, dari hasil pemeriksaan dapat ditemukan tanda-tanda sebagai berikut : A. Bola mata kollaps B. Prolaps jaringan uvea C. Perdarahan subkonjunctiva dengan Bilik Mata Depan dangkal/dalam D. Bentuk pupil tidak teratur E. Semua benar 25. Berhubungan dengan Hifema Traumatic : A. Dapat disebabkan hanya oleh trauma terbuka (Open Globe Injury) B. Hanya disebabkan oleh Close Globe Injury C. Dapat menimbulkan peningkatan tekanan intraokuler D. Tujuan penanganannya adalah mencegah perdarahan berulang

[EMERGENCY AND TRAUMATOLOGY]

ASTARI PRATIWI NUHRINTAMA

E. Semua di atas benar 26. Pada luksasi lensa yang diakibatkan oleh Close Globe Injury dapat menimbulkan gejala-gejala berikut : A. Blok pada pupil B. Peningkatan tekanan intraokuler C. Visus menurun D. Dekompensasi kornea (bila menyentuh endotel kornea) E. Semua benar 27. Pada penderita dengan Corneal Foreign Body dapat ditangani dengan : A. Pemberian sikloplegik B. Dapat diberikan antibiotic spectrum luas C. Dapat diberikan anastesi topical untuk digunakan dirumah = tdk boleh D. Yang benar adalah jawaban a + b E. Yang benar adalah jawaban a + b + c 28. Pada trauma zat kimia yang salah adalah : A. Dapat menyebabkan kerusakan yang luas pada permukaan bola mata B. Zat kimia yang bersifat alkali cepat penetrasi ke jaringan yang terkena sehingga dapat menyebabkan kerusakan kornea, endotel/kornea atau struktur lain C. Paling sering ditemukan pentebabnyaoleh zat kimia yang bersifat alkali D. Beratnya luka akibat zat kimia tergantung adanya penetrasi ke jaringan E. Beratnya luka tergantung luas permukaan okuler yang terlibat

29. Prinsip penanganan trauma zat kimia adalah : A. Melakukan irigasi sesegera mungkin dengan cairan normal saline, RL, BSS selama 15-30 menit B. Berikan tetes mata non preservative C. Dilakukan bebat tekan dan atau bandage contact lens karena dapat mengurangi nyeri D. Tidak perlu dilakukan debridement pada epitel yang nekrosis E. Dapat diberikan vitamin C topical/sistemik untuk mengurangi ulkus kornea 30. Pada trauma akibat radiasi, yang tidak benar adalah : A. Dapat disebabkan oleh sinar UV B. Dapat menimbulkan keratitis dalam waktu 8 12 jam setelah terkena radiasi C. Untuk pencegahan gunakan selalu tetes mata antibiotic = utk terapi D. Gejala-gejala yang timbul adalah fotofobia, blefarospasme, nyeri E. Dapat disebabkan oleh sinar matahari KEBIDANAN DAN PENYAKIT KANDUNGAN Kasus I Ny. Maria, 22 tahun G1P0A0 masuk IRD RS. Dr. Wahidin Sudirohusodo jam 10.00 dengan keluhan perdarahan banyak melalui kemaluan dengan umur kehamilan 34 minggu 2 hari nampak pucat dan lemah, nadi kecil 31. Tindakan awal pada kasus diatas adalah : A. Lakukan pemasangan infuse caiaran Ringer Laktat B. Tanyakan kapan mulai perdarahan banyak C. Lakukan pemeriksaan fungsi vital D. Segera periksa kadar Hb dan Leukosit E. Tanyakan gerakan janin 32. Kemungkinan utama penyebab perdarahan pada kasus 1 di atas : A. Perdarahan akibat pecahnya sinus sirkularis B. Plasenta previa

[EMERGENCY AND TRAUMATOLOGY]


C. Colusio plasenta D. Rupture uteri E. Lakukan pemeriksaan lengkap 33. Pemeriksaan lanjut kasus di atas adalah : A. Tegakkan diagnose B. Tentukan diagnose banding C. Lakukan pemeriksaan fisis dan obstetric D. Pemeriksaan ultrasonografi E. Lakukan anamnesis lengkap

ASTARI PRATIWI NUHRINTAMA

Ny. Siti 19 tahun G1P0A0, amenorea 9 tahun datang ke Puskesmas jam 11.00 WITA dengan keluhan sakit kepala disertai muntah dan nyeri uluhati sejak tadi pagi, periksa kehamilan tidak teratur di bidan dan seminggu lalu di nasehati banyak istirahat karenatekanan darah sedikit tinggi. 34. Tindakan awal pada kasus di atas adalah : ???? A. Lakukan pemasangan infuse Cairan Ringer Asetat B. Tanyakan apakah pernah sakit uluhati sebelumnya C. Lakukan pemeriksaan fungsi vital D. Segera lakukan penilaian umur kehamilan E. Segera lakukan pemeriksaan urin lengkap 35. Berdasarkan keluhan kasus II di atas kemungkinan utama penyebab penyakit adalah : A. Diabetes gestational dengan kehamilan B. Preeclampsia berat C. Gastritis akut D. Enchepalitis E. Hipertensi dalam kehamilan 36. Pada pemeriksaan kesejahteraan janin pada kasus II di atas, perlu rujukan segera ke RS karena ditemukan :???? A. Denyut jantung janin 136-148/menit B. Tinggi fundus uteri pertengahan pusat-simfisis C. Ibu merasa gerakan janin berkurang D. Ketuban pecah dini E. Letak janin intrauterin kepala Kasus III Ny. Saleha 23 tahun hamil 8 bulan, masuk RS diantar keluarganya karena jatuh dari tangga 2 jam lalu, keluhan sakit perut hebat disertai perdarahan pervaginam, ibu nampak pucat dan nadi kecil, tidak demam, perut teraba tegang, periksa DJJ positif frekuensi 168-176/menit 37. Diagnosis paling tepat untuk kasus Ny. Saenab adalah : A. Rupture uteri B. Inpartu C. Solusio plasenta D. Feto-maternal hemorrhage E. Trauma tumpul abdomen 38. Stabilisasi hemodinamik pada Ny. Saenab dengan : A. Pemasangan 2 jalur IV dengan kanul besar dan gantikan kehilangan darah dengan larutan kristaloid isotonic dengan rasio 3:1 B. Segera berikan oksigen C. Baringkan ibu miring kiri

[EMERGENCY AND TRAUMATOLOGY]


D. Posisikan ibu setengah duduk E. Pemasangan LMA (Laryngeal Mask Airway)

ASTARI PRATIWI NUHRINTAMA

Kasus IV Ny. Rida 16 tahun, masuk Rumah Sakit diantar keluarganya karena jatuh dikamar mandi dan pervaginam banyak disertai mules dengan amenore 2 bulan, nampak pucat dan lemah, nadi kecil. 39. Tindakan awal ada Ny. Rida adalah A. Lakukan pemeriksaan fungsi vital B. Lakukan pemeriksaan fisis lengkap C. Tanyakan apakah ada riwayat ke dukun D. Lakukan pemasangan cairan infuse ringer laktat E. Periksa tes kehamilan 40. Diagnosis utama kasus Ny. Rida adalah : A. Abortus imminens B. Abortus inkomplitus C. Kehamilan ektopik terganggu D. Kehamilan ektopik E. Mola hidatidosa Bedah Digesti

perdarahan

Kasus
Laki-laki 20 thn MRS akibat tabrakan motor dengan mobil, 30 menit yg lalu. Penderita baru sadar setelah di RS. Pada pemeriksaan fisik, tampak adanya jejas diperut kanan atas dan memar di daerah dahi. Setelah di RS. GCS = E3V4M3 41. A. B. CT scan kepala C. Langsung operasi laparotomi D. Diagnosa peritoneal lavage E. Observasi 42. Dua jam setelah di RS, penderita mengalami nyeri perut kanan atas dan dari hasil pemreriksaan laboratorium Hb = 9,1 gr%. Untuk kasus seperti ini sebaiknya dilakukan pemeriksaan : A. Foto polos abdomen B. Ct scan abdomen C. Langsung operasi D. Diagnosa peritoneal lavage E. Observasi 43. Pada 2 jam pertama, keluarga pemderita menolak untuk dilakukan pemeriksaan DPL. Nanti setelah 12 jam kemudian baru keluarga penderita setuju untuk DPL, keadaan penderita saat itu demam 38 0C dgn perut teraba keras seperti papan. Tindakan yang dilakukan yaitu : A. Pemeriksaan DPL B. Foto polos abdomen C. Pemeriksaan laboratorium lengkap D. Observasi E. Laparotomi 44. Yang disebut di bawah ini merupakan indikasi DPL, kecuali : A. Equivocal B. Unriliable

[EMERGENCY AND TRAUMATOLOGY]

ASTARI PRATIWI NUHRINTAMA

C. Inpractical D. Peritonisi generalisata E. Kesadaran menurun 45. Pada kasus diatas masih ada tempat pemeriksaan CT scan abdomen dengan indikasi sebagai, kecuali : A. Gejala nyeri perut kanan atas muncul lebih dari 12 jam setelah trauma B. Hasil DPL yang meragukan C. Adanya kontraindikasi relative utk tindakan DPL D. Kecurigaan trauma retroperitoneal E. Adanya tanda defans muskuler 46. Pada kasus di atas, setelah dilakukan operasi laparotomi tampak ditemukan adanya robekan pada hepar. Mekanisme trauma pada kasus diatas antara lain, kecuali : A. Peningkatan tekanan intra abdomen yang mendadak B. Shearing forces C. Compression injury D. Aselerasi - deselerasi E. Trauma tajam 47. Pada pemeriksaan CT scan Abdomen kasus di atas, ditemukan adanya trauma hepar grade I/II. Tindakan yg harus segera di ambil adalah : A. Segera laparatomi B. Observasi C. Observasi ketat dan penanganan konservatif D. Segera tranfusi darah E. CT scan abdomen tulang 48. Jika seandainya pada kasus di atas, pada pemeriksaan foto polos abdomen tegak, ditemukan adanya gambaran udara bebas pada daerah subdiafragma kanan, maka kemungkinan penderita adalah : A. Ruptur hepar B. Ruptur lien C. Ruptur ginjal D. Perforasi organ berongga E. Ruptur pancreas 49. Jika pada kasus di atas, pada pemerikssaan DPL negatif maka kesimpulan dapat diambil berupa, kecuali : A. Tidak ada ruptur hepar B. Tidak ada ruptur lien C. Tidak ada perforasi usus D. Tidak ada cedera pankreas E. Tidak ada trauma ginjal 50. Pada kasus diatas, pada laparotomi ditemukan adanya ruptur intra parenchimal hematoma dengan perdarahan aktif , maka diagnosa yang benar adalah : A. Trauma tumpul abdomen dengan ruptur hepar grade II B. Trauma tumpul abdomen dengan ruptur hepar grade III C. Trauma tumpul abdomen dengan ruptur hepar grade IV D. Trauma tumpul abdomen dengan ruptur hepar grade V E. Ruptur hepar grade V THT Kasus I Seorang laki laki 30 tahun, tiba-tiba susah bernapas, panik dan sulit untuk berbicara pada saat ramah tamah dengan kawan kawan di rumah makan.

[EMERGENCY AND TRAUMATOLOGY]

ASTARI PRATIWI NUHRINTAMA

51. Berdasarkan kasus di atas, orang tersebut sangat mungkin mengalami : A. Serangan Acute coronary heart disease B. Serangan cafe coronary C. Serangan acute coronary insufficiency D. Serangan asthma bronchial E. Serangan transien ischemic 52. Seandainya orang tersebut mengalami sumbatan total jalan napas, maka tindakan yang perlu segera dilakukan : A. Manuver dari Jackson B. Manuver dari Killian C. Manuver dari Steven D. Manuver dari Heimlich E. Manuver dari Epley 53. Jika tindakan pembebasan jalan napas tersebut di atas tidak berhasil, maka harus segera dilakukan : A. Kordektomi B. Laringiektomi C. Cricotirotomi D. Faringotomi E. Arytaenoidektomi Kasus II Seorang anak umur 10 tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan telinga kanan nyeri disertai dengan denging. Riwayat kemasukan serangga anak kecoa 2 jam lalu. 54. Pada kasus tersebut diatas, tindakan yang dapat di lakukan di rumah sebelum dibawa ke RS adalah : A. Mencoba mengeluarkan serangga dengan pinset B. Menuangkan minyak gosok ke liang telinga C. Menuangkan air hangat ke liang telinga D. Menuangkan minyak kelapa ke liang telinga E. Menuangkan alkohol ke liang telinga 55. Jika pada kasus tersebut belum ada tindakan sebelumnya, maka tindakan yang dapat dilakukan di UGD untuk mematikan serangga dan menenangkan pasien adalah : A. B. C. D. E. Menuangkan betadin pada liang telinga Menuangkan alkohol pada liang telinga Menuangkan parafin cair pada liang telinga Menuangkan larutan NaCL 0,9 % pada liang telinga Menuangkan larutan H2O2 30 % pada liang telinga

Kasus III Seorang anak laki-laki usia 3 tahun dibawa oleh orang tuanya ke UGD dengan riwayat tersedak karet 1 jam lalu, anak sempat batuk-batuk hebat, sesak napas dan gelisah. 56. Pada saat pemeriksaan di UGD anak kelihatan tenang, tidak ada tanda-tanda sesak napas maupun batukbatuk hebat dan pada pemeriksaan radiologi tidak tampak tanda-tanda adanya benda asing pada saluran napas. Maka tindakan anda yang paling tepat pada kasus ini adalah : A. Observasi karena sangat mungkin anak masuk pada fase II sumbatan jalan napas B. Anak dipulangkan dengan memberi obat oral C. Menyakinkan kepada orang tua si anak, bahwa benda asing sudah tidak ada D. Dilakukan segera tindakan crikotirotomi

[EMERGENCY AND TRAUMATOLOGY]

ASTARI PRATIWI NUHRINTAMA

E. Dilakukan segera tindakan trakeostomi 57. Pada kasus tersebut di atas apa yang menyebabkan benda asing tidak nampak pada pemeriksaan radiologi : A. Opasitas benda asing sangat tinggi B. Benda asing sudah keluar saat batuk C. Mungkin hanya peradangan saluran napas D. Benda asing sifatnya lusen E. Posisi pasien saat pemeriksaan radiologi yang tidak tepat 58. Tanda-tanda yg mungkin dapat dijadikan acuan adanya benda asing pada pemeriksaan radiologi pada kasus tersebut setelah 2 x 24 jam : A. Tanda-tanda pneumotorak B. Tanda-tanda efusi pleura C. Tanda-tanda emfisema dan atelektasis D. Tanda-tanda jelas benda asing E. Tanda-tanda benda asing migran ke jalan makan Bedah Saraf Seorang laki-laki 30 tahn MRS dengan riwayat mengendarai sepeda motor dengan tidak memakai helm tabrakan dengan pengendara sepeda motor lainnya. Pada saat kejadian penderita pingsan, dalam perjalanan ke rumah sakit pengendara sadar. Pada saat tiba di rumah sakit kesadarannya kembali menurun. T= 140/100mmHg, N= 50 kali/menit. Penderita hanya berespon terhadap nyeri pupil kanan lebih besar daripada pupil kiri. 59. Pada pasien tsb diatas penanggulan yang pertama dilakukan adalah A. Pasang infus dua jalur B. CT scan C. Jaga airway dengan stabilisasi servikal D. Periksa GCS E. Periksa seluruh tubuh dengan teliti 60. T= 140/100 mmHg dan N= 50 kali/ menit, menunjukkan : A. Shock hemoragis B. Shock neurologis C. Spinal shock D. Tekanan intrakranial meningkat E. Hipertensi meningkat 61. Pada pemeriksaan GCS, penderita membuka mata dengan rangsang nyeri berbicara tapi tidak terbentuk kalimat yang jelas dengan gerakan ekstremitas menjauhi rangsang nyeri, maka GCS-nya adalah : A. E3 V5 M4 B. E2 V3 M4 C. E4 V5 M5 D. E2 V4 M4 E. E1 V3 M3 62. Gejala lain yang mungkin terjadi adalah : A. Hemiparese kiri B. Hemiparese kanan C. Paraplegia D. Monoplegia kanan E. Monoplegia kiri 63. Diagnosa yang paling mungkin adalah : A. Cerebral concusion B. Cerebral contusion

[EMERGENCY AND TRAUMATOLOGY]


C. Subdural hematoma D. Intra serebral hematoma E. Epidural hematoma

ASTARI PRATIWI NUHRINTAMA

Airway Management Wanita 80 tahun masuk UGD karena terjatuh dikamar mandi, tidak sadar. Setelah diperiksa, penderita tidak memberikan respon dan terdengar suara mendengkur tampak jejas di belakang kepala. Frekuensi napas 32 kali/menit tekanan darah 170/110mmHg, nadi 56 kali/menit. 64. Penyebab obstruksi napas pada kasus diatas adalah : A. Adanya gigi palsu atau benda asing B. Jatuh pangkal lidah ke oropharing C. Banyaknya lendir karena penderita tidak sadar D. Fraktur maksilofasial E. Adanya tumor di daerah orofaring 65. Tindakan pertama yang harus dilakukan pada penderita ini adalah : A. Berikan obat untuuk menurunkan tekanan darahnya B. Pasang infus dan ambil contoh darah C. Infus mannitol untuk menurunkan tekanan intrakranial D. Berikan jalan napas dan beri oksigen E. Lakukan intubasi endotrakeal 66. Untuk megetahui adanya sumbatan jalan napas secara cepat dilakukan : A. Triple airway manuver B. Look, Listen, Feel C. Foto leher AP/Lateral D. CT scan leher E. Pemasangan pipa orofaring Kasus II Seorang wanita hamil setelah makan malam tiba-tiba tidak bisa bernapas terasa tercekik dan memegang lehernya, muka sembab kebiruan tapi masih sadar. 67. Penderita tersebut kemungkinan besar terjadi : A. Obstruksi jalan napas karena pangkal lidah jatuh ke orofaring B. Obstruksi napas karena tersedak C. Asma akut D. Serangan jantung (Infark Miokard) E. Keracunan makanan intoksikasi 68. Tindakan yang harus dilakukakan pada penderita diatas adalah : A. Terlentangkan ditempat yang keras lalu lakukan chest trust B. Beri O2 dan pasang IV line C. Lakukan triple airway manuver D. Lakukan abdominal blow E. Berikan obat jantung (Cedocard) Breathing Management Seorang laki-laki 20 tahun masuk UGD dengan keluhan sesak napas akibat terjatuh dari pohon. Tampak jejas di dada kiri, pergerakan dada kiri lebih lambat daripada kanan. Suara napas dada kiri menghilang. Tekanan darah 85/ 50 mmHg, nadi 130 kali/menit, pernapasan 36 kali/ menit. 69. Kemungkinan diagnosis kasus di atas adalah :

[EMERGENCY AND TRAUMATOLOGY]


A. Gagal jantung B. Syok hipovolemik C. Asma D. Tension Pneumothoraks E. Obstruksi napas karena lidah jatuh ke belakang 70. Tindakan awal yang dilakukan adalah : A. Triple airway manuver B. Lakukan RJPO C. Beri oksigen dan lakukan punksi pleura D. Intubasi endotrakeal E. Pasang infus dengan tetesan cepat 71. Pada pneumothoraks, tempat melakukan punksi pleura adalah : A. ICS 4, midclavicular line B. ICS 2, axillary media line C. ICS 4, axillary anterior line D. ICS 2, midclavicular line E. ICS 4, axillary anterior line

ASTARI PRATIWI NUHRINTAMA

Luka bakar Kasus II Seorang laki-laki usia 25 tahun, 15 tahun mengalami trauma kepala akibat ditabrak mobil. Pasien tidak sadar, suara napas tambahan tidak ada. Tekanan darah 100/70 mmHg, Pernapasan 20 x/menit, Nadi 110 x/menit, Saturasi O2 90%. Setelah diperiksa tidak ada gangguan airway. 72. Tindakan yang dilakukan adalah : A. Pasang IV line dan berikan obat neurotropik B. Pasang Nasal kanul O2 8 ltr/menit dan IV line C. Pasang Nasal kanul O2 2 ltr/menit dan IV line D. Pasang sungkup berbalon 12 ltr/menit dan IV line E. Lakukan Intubasi Endotrakeal 73. Bila pasien apneu (henti napas) yang dilakukan adalah : A. Pasang IV line dan berikan adrenalin B. Berikan Oksigen melalui sungkup berbalon 10 ltr/menit C. Berikan bantuan napas mulut ke mulut D. Lakukan KJL (Kompresi Jantung Luar) E. Dilakukan posisi Tredelenburg Circulation Management Kasus Seorang wanita, 45 tahun, masuk UGD dengan riwayat kecelakaan lalulintas empat jam yang lalu. Tampak jejas di daerahdada kanan dan fraktur di paha kiri. Pasien delirium. Tekanan darah 70/palpasi, Nadi 136x/menit, regular, lemah, Pernapasan 40 x/menit, Suhu badan 38,5oC. 74. Diagnosis yang paling tepat adalah : A. Syok hipovolemik B. Syok kardiogenik C. Syok anafilaksis D. Syok sepsis E. Syok neurogenik 75. Berikut ini hal-hal yang dapat dilakukan, kecuali :

[EMERGENCY AND TRAUMATOLOGY]

ASTARI PRATIWI NUHRINTAMA

A. Tempatkan pasien dalam posisi syok B. Bebaskan jalan napas dan beri oksigen C. Pasang IV line dengan kanula terbesar dan guyur dengan cairan kristaloid dan koloid D. Pasang IV line dan berikan obat vasopresor E. Semua benar 76. Cairan infus yang digunakan untuk resusitasi pasien tersebut adalah : A. Nacl 0,9% 2-4 kali EBL B. Dextrose 5% 2-4 kali EBL C. HES 2 kali EBL D. RL 1 kali EBL E. Mannitol 20% 1 kali EBL 77. Setelah beberapa jam, pasien tampak tidak ada perbaikan, nadi tidak teraba, akral dingin dan terjadi henti napas. Maka tindakan yang kita lakukan adalah, kecuali : A. Bebaskan jalan napas dan intubasi endotrakeal B. Lakukan KJL dengan perbandingan 5:1 (1 orang penolong) C. Lakukan KJL dengan perbandingan 30:2 (2 orang penolong) D. Berikan adrenalin E. Bebaskan jalan napas dan bantuan napas degan Bag Valve Mask 78. Estimasi perdarahan tersebut adalah : A. 500 ml B. 1 liter C. 200 ml D. 6 liter E. 3,5 liter Thoraks 79. Luka tusuk dada yang memerlukan tindakan operasi segera adalah : A. Luka tusuk dada kiri depan B. Luka tusuk dada kanan depan C. Luka tusuk punggung D. BSSD, sebutkan lokasi dan batasnya 80. Pada Pneumomediastinum dengan penyulit, dilakukan : A. WSD B. Pungsi C. Pasang Ventilator D. Insisi sampai Carotid Sheat E. Biarkan 81. Ruptur Bronkus yang paling sering di : A. Bronkus kiri B. Bronkus kanan C. Keduanya D. Cairan E. BSSD 82. Pada ruptur bronkus sering didapatkan : A. Batuk darah B. Emfisema subkutis C. Pneumomediastinum D. Semua benar

[EMERGENCY AND TRAUMATOLOGY]


E. BSSD 83. Gambaran khas rontgen pada ruptur bronkus : A. Pneumothoraks B. Pneumomediastinum C. Hematopneumothoraks D. Tidak tahu E. BSSD, sebutkan

ASTARI PRATIWI NUHRINTAMA

Neuro-Emergency 84. Seorang penderita mengalami trauma kepala akibat kecelakaan lalu-lintas motor. Terjadi penurunan kesadarn; bingung apa yang telah terjadi; tidak nampak adanya gangguan neurologis; CT Scan : normal, reflex cahaya positif notmal. Derajat kesadaran manakah dibawah ini yang paling tepat yang diakibatkan trauma tersbut : A. Stuporous B. Mental status decreased C. Loss of alertness; Decreased consciousness D. Alertness decreased E. Change in consciousness 85. Seorang laki-laki umur 30 tahun mengalami penurunan kesadaran dengan reflex fisiologis yang menurun pada semua anggota gerak, dan tidak ditemukan reflex patologis. Keadaan manakah di bawah ini yang tidak tepat dapat mengakibatkan keluhan, tanda, atau temuan sebagaimana kasus di atas? A. Intoxikasi obat dan alcohol B. Gangguan metabolic kencing manis C. Kejang demam D. Meningioensefalitis E. Syok hipoksia 86. Seorang penderita yang mengalami stroke perdarahan luas, dengan CT scan nampak jaringan otak terdesak ke sisi lain 3-4 cm dari garis tengah. Hal tersebut menunjukkan bahwa kelainan tersebut diakibatkan adanya tekanan intracranial tinggi yang dapat menyebabkan kematian otak. Keadaan manakah yang paling mungkin sebagai penyebab bila terjadi kematian ? A. Coma B. Enchepalopathies and delirium C. Herniation syndromes D. Hydrocephalus E. Intracranial hemorrhages 87. Seorang penderita dengan cedera kepala berat dan tidak sadar/koma, setelah dilakukan CT scan, ditemukan perdarahan pada batang otak. Kondisi pemeriksaan manakah yang paling awal terjadi pada pasien tersebut ? A. Tidak berespon kecuali dengan rangsang yang kuat B. Reflex hilang sama sekali C. Pupil fixed D. Tidak ada gerakan sama sekali E. Gangguan pada pernapasan 88. Seorang pasien mengalami keadaan abnormal dalam penurunan kesadaran. Berdasarkan kondisi tersebut, dan hasil pemeriksaan neurologis dinyatakan sebagai koma-neurologis; dengan reflex fisiologis menurun pada satu sisi. Penyebab manakah yang paling mungkin di bawah ini diperkirakan ? A. Severe head trauma B. Extreme fatigue or sleep deprivation C. Seizure activity

[EMERGENCY AND TRAUMATOLOGY]


D. Stroke Haemorrhagic (CVA) E. Heart failure

ASTARI PRATIWI NUHRINTAMA

Burn Management Kasus I Seorang laki-laki berusia 4 tahun tersiram air panas dan mengenai seluruh kaki kiri. Dari pemeriksaan klinis tampak bulla dan sebagian bulla yang telah pecah dengan dasar berwarna kemerahan, penderita tampak kesakitan dan menangis, berat badan 20 kg. kejadian jam 03.00. penderita datang ke UGD jam 05.00 89. Pilihlah pernyataan yang benar : A. Diagnosis kasus tersebut adalah luka bakar grade II 16% B. Diagnosis kasus tersebut adalah luka bakar grade II 14% C. Pasien tersebut tergolong luka bakar criteria berat D. Penderita diberikan resusitasi cairan sesuai sejumlah 2060 cc E. Pernyataan b dan d benar 90. Seseorang dikatakan mengalami trauma inhalasi bila : A. Ada riwayat terjebak di ruang tertutup B. Sputum bercampur jelaga C. Takikardi D. Semua benar E. Pernyataan a dan b benar 91. Cirri-ciri utama luka bakar listrik adalah : A. Mempunyai titik masuk dan keluar B. Mengakibatkan trombosis pada pembuluh darah yang dilewati aliran listrik C. Sering mengakibatkan gangguan irama jantung D. Semua pernyataan diatas benar E. Pernyataan a dan b benar 92. Penyebab kematian pada luka bakar fase akut adalah : A. ARDS B. Syok hipovolemik

C. Infeksi D. Semua pernyataan diatas benar E. Pernyataan a dan b benar Kasus II Seorang laki-laki umur 35 tahun tersiram air panas sehingga kedua kaki beserta genitalia luka bakar, dialami jam 12.00. seluruh kaki terlihat ... kemerahan dan penderita sangat kesakitan, berat badan 70 kg. Penderita datang ke instalasi gawat darurat jam 14.00 93. Diagnose penderita tersebut adalah : A. Luka bakar grade IIa 19% B. Luka bakar grade IIa 37% C. Luka bakar grade IIa-b, III 36% D. Luka bakar grade IIa 28% E. Luka bakar grade IIa 29% 94. Semua dibawah ini benar,kecuali : A. Jauhkan penderita dari sumber panas B. Segera lepaskan seluruh pakaian, jam tangan, perhiasan yang dikenakan pederita

[EMERGENCY AND TRAUMATOLOGY]

ASTARI PRATIWI NUHRINTAMA

C. Periksa Airway, breathing, circulation penderita D. Penderita mengalami trauma inhalasi E. Penderita tergolong luka bakar kriteria berat 95. Urutan tindakan dibawah ini adalah benar, kecuali : A. Segera lepaskan seluruh pakaian, jam tangan, perhiasan yang dikenakan pederita B. Periksa Airway, breathing, circulation penderita dilanjutkan dengan secondary survey C. Diberikan resusitasi cairan sesuai Baxter D. Periksa darah rutin, tes fungsi hati, tes fungsi ginjal, foto toraks E. Periksa kultur darah 96. Resusitasi cairan yang diberikan adalah : A. Ringer Laktat sejumlah 10.000 cc dalam 24 jam B. Ringer Laktat sejumlah 10.920 cc dalam 24 jam separuh diberikan 8 jam pertama dan separuhnya diberikan 16 jam berikut C. NaCL 0,9% sejumlah 10.920 cc dalam 24 jam D. NaCL 0,9% sejumlah 10.000 cc dalam 24 jam separuh diberikan 8 jam pertama dan separuhnya diberikan 16 jam berikutnya E. NaCL 0,9% sejumlah 10.000 cc dalam 24 jam 97. Indikasi resusitasi cairan pada penderita luka bakar adalah : A. Luka bakar grade IIa-b 20% pada dewasa B. Luka bakar grade IIa-b 15% pada anak-anak C. Luka bakar grade IIa-b 20% pada orang tua D. Semua pernyataan diatas benar E. Semua pernyataan diatas salah

98. Yang termasuk kriteria luka bakar sednag sesuai dengan American burn association adalah A. Luka bakar derajat II 15-25% pada orangdewasa B. Luka bakar derajat II 10-25 % pada anak-anak C. Luka bakar derajat III < 2% D. Luka bakar mengenai genitalia dan perineum E. Luka bakar derajat II 15-25 % pada anak-anak Respiratory Management Kasus Laki laki 37 tahun, pekerja pabrik Semen Tonasa datang di Puskesmas dengan keluhan sesak napas, gelisah dan berbicara kata demi kata. Penderita ada riwayat asma lama. Pemeriksaan fisis: Tensi 130/80 mmHg, nadi 110 x/menit, suhu 36oC 99. Untuk menilai penderita Asma serangan berat, perlu diperiksa gejala-gejala : A. Pulsus celler B. Kontraksi otot-otot bantu pernapasan C. Paroxymal nocturnal dispneu D. Pulsus Paradoksus 100. Tindakan yang dilakukan pada penderita ini adalah : A. Infus dengan Nacl 0,9% B. Pemberian Oksigen C. Berikan Adrenalin atau 2Agonis Subkutan D. Nebulizer 2 Agonis

[EMERGENCY AND TRAUMATOLOGY]

ASTARI PRATIWI NUHRINTAMA

[EMERGENCY AND TRAUMATOLOGY]

ASTARI PRATIWI NUHRINTAMA

1.

2.

3.

4.

5.

Man 30y/o. naik sepeda motor tanpa helm dan bertabrakan dengan pohon. Saat kejadian, penderita pingsan. Pada saat dibawa, bisa bicara tapi nda ingat kejadiannya. Pada saat diRS kesadaran menurun. Neurologic examination : he could not open his eyes spontan, tapi dengan rangsang nyeri. Moaning with irregular words, his leg was flexed with pain stimuli. Left pupil bigger than right. Seen hematoma at his face and bleeding from his nose. Symptoms decrease consciousness occurred after patient awake was . a) cushing syndrome b) monro kellys syndrome c) lucid interval d) cushing syndrome e) severe head injury. The symptom above was caused by . a) spinal cord injury b) blood accumulation c) secondary brain injury d) concussion was occurred at the beginning and then hematoma accumulate occurred slowly e) normal response was occur The symptoms above was commonly found in a) intracerebral hematoma b) epidural hematoma c) subdural hematoma d) intraventicular hematoma e) central contussion BP 160/100 mmHg, HR 50 x/minute was sign of a) body response to the stress trauma b) sign of neurogenic shock c) sign of hemorrhagic shock d) decreased intracranial pressure e) increased of intracranial pressure The sign was called a) cushings response b) monro kellys doctrine c) cushings syndrome d) lucid interval e) severe head injury

[EMERGENCY AND TRAUMATOLOGY]

ASTARI PRATIWI NUHRINTAMA

6. The sign above was body reaction for a) decreased ICP b) increased ICP c) maintain pressure of brain perfusion d) increased CSF stream to the spinal chamber e) decreased CSF stream to the spinal chamber 7. There was periorbital ecchymosis at the patient which sign of . a) Fracture of anterior cranial base b) Fracture of basis cranii media c) Fracture of basis cranii posterior d) Facial trauma e) Fracture of bilateral zygoma 8. The sign above was contraindication for a) Examination of plan skull radiology b) Examination of CT scan c) Apply nasogastric tube d) Apply nasogastric through the mouth e) Apply orotracheal intubation 9. GCS in patient was . a) E3V3M4 b) E2V3M4 c) E3V4M2 d) E2V3M2 e) E2V2M4 10. There was possibility to the patient that the hematoma was occur at . a) Left hemisphere b) Right hemisphere c) Cerebellum d) Intraventricular e) bifrontal 11. Laki-laki, 24 tahun, masuk UGD karena kecelakaan lalu lintas. Tidak dapat menggerakkan kedua tungkai pasca kecelakaan. Ditemukan jejas pada kedua paha tanpa deformitas dan jejas pada epichondrium kiri, penderita juga merasakan nyeri pada bahu kiri tapi tanpa jejas. Important examination a) reflex physiologis b) reflex pathologis c) rectal touch d) lab e) light touch and pin prick test. 12. In this patient, the bulbocavernosus reflex is (+), which is mean . a) Complete spinal cord injury b) LMN injury c) UMN injury d) Severe destruction of bone components e) Mild destruction of bone components 13. Spinal cord injury at level of . a) upper cervical b) lower cervical

[EMERGENCY AND TRAUMATOLOGY]

ASTARI PRATIWI NUHRINTAMA

c) thoracal d) lumbal e) conus medularis 14. First day reflex bulbocavernosus (-) and in the third day. Sacral Spare sign (+). What is the diagnosis a) upper motor neuron complete spinal cord injury b) lower motor neuron incomplete spinal cord injury c) d) e) . 15. In the second day, the patient has hypovolemic shock. BP 80/40. Hb 6 gr/dl. Your suspicion is . a) Aorta trauma b) Kidney trauma c) Duodenum trauma d) Pelvis trauma e) Spleen trauma 16. Principal management of spinal trauma . a) life saving b) prevent secondary injury c) stabilization d) alignment e) transportation 17. Vacuum mattress is contraindicated in . a) Pelvic fracture b) Multiple fracture in lower extremity c) Severe thoracic trauma d) Head trauma e) Spinal trauma 18. Conditions below include UMN trauma, except . a) Brown sequared syndrome b) Anterior cord c) Posterior cord d) Conus medularis e) Cauda equine syndrome 19. Condition below can lead to hypovolemic shock, except . a) Head b) thorax c) pelvic d) abdominal e) femur 20. Conditions below related to brown-squared syndrome, except . a) MOI : stab wound b) Lateral mass fracture c) Total transaction of spinal cord d) Decrease or loss motor power while normal pain and temperature sensation on the affected side. e) Normal motor power while decreases pain and temperature sensation on normal side.

[EMERGENCY AND TRAUMATOLOGY]

ASTARI PRATIWI NUHRINTAMA

21. 65 y/o woman, feelsnumbness and tingling on index and thumb finger esp night since 2 years ago. Weakness when holding things, but still can do housework. Wasting thenar muscle (-). No palpable tumor, no scar. No tenderness, same temperature with the other hands. Possible diagnose . a) Ulnar vessels and nerve problem b) Carpal tumor syndrome c) Median nerve problem because cooking d) Ulnar nerve injury e) Radial nerve disruption because of trauma 22. What are the risk factor a) Osteoporosis b) Osteoporotic c) Synovium atrophy d) Osteophyte e) Tendon atrophy 23. Treatment for this case a) Antibiotic injection b) Wrist splint c) Diverse transversal carpal ligament d) Open surgery e) Endoscopic release 24. If patient get thenar muscle atrophy. Treatment a) Steroid injection b) NSAID c) Rest and NSAID d) Wrist splint e) Open surgical division 25. 35 y/o man, has traffic accident come to hospital with knee ecchymosis. Hip joint slightly flexion, adduction, internal rotation. a) b) c) Anterior hip dislocation d) Posterior hip dislocation e) 26. What is the additional sign a) Leg length discipancy b) Unlimited range movement c) Galeazzi sign (-) d) Head of femur protrude inguinal e) Heal of femur protrude lateral 27. What is the management for this patient a) Traction countertraction b) Mich maneuver c) Kotcher maneuver d) Simpson technique e) Pravin technique 28. The effect of different treatment of children in neck femoral fracture .

[EMERGENCY AND TRAUMATOLOGY]

ASTARI PRATIWI NUHRINTAMA

a) Vessel in the lig. Teres b) Vessel in the retinacula c) Intraosseus vessel d) .. e) .. 29. Man, working at construction, hit by machine. Whats possible diagnosis a) Open fracture proximal at phalanx hallux b) Fracture median phalanx 1st toes c) Fracture distal phalanx 1st toes. 30. Treatment a) Buddy tapping, rest and immobilization b) c) d) Buddy tapping and antibiotic e) 31. In X ray result, communitive fracture at interphalangeal joint. Appropriate treatment . a) b) Kischer wire c) Buddy tapping d) Casting e) Splinting 32. 28 y/o man play badminton and do jumping smash. Cant dorsiflexion. a) b) c) d) Achilles tendon rupture e) 33. What is the injury mechanism from the patient problem? a) violent plantarflexion of flexi foot as in the fall from height b) direct trauma at 1st digit c) twisting mechanism at the interphalanges of the hallux d) weightbearing foot because extended knee e) sudden unexpected plantarflexion on the ankle joint 1. What is the treatment for case above? a) ... b) kessler technique c) debridement d) casting e) splinting 2. A patient shallow laceration (<1cm) in renal. what is injury grade according American association of Trauma Scale? a) I b) II c) III d) IV

[EMERGENCY AND TRAUMATOLOGY]

ASTARI PRATIWI NUHRINTAMA

e) V 3. Which of the following is neither relative nor an absolute indication for open repair of bladder injury . a) Significant extraperitoneal bladder rupture in a patient scheduled to undergo laparotomy for associated intra abdominal injuries by the general surgery team. b) Significant extra peritoneal bladder rupture in a patient scheduled for open anterior repair of pelvic fracture by the orthopaedic surgery team c) Significant extra peritoneal bladder rupture and a concern by the urology team that the complication rate of treatment are unacceptably high. d) Intraperitoneal bladder rupture e) pie in the sky bladder 4. In the blunt trauma patient with the pelvic fracture in whom no urine returned to catheter placement. What is the best method to evaluate urethral injury a) Retrograde orthography b) CT with intravenous contrast material and clamping of the urethral catheter. c) Flexible cystoscopy in the operating room d) Percutaneous antegrade cryptography e) Use the urethral sound 5. There are distinct clinical and physiological difference between high flow and low flow priapism. Which of the following statement are true . a) Priapism of 12 or more hours after intracavernosus pharmacotherapy is generally high flow b) Low flow is generally painful after 6 hours. c) A corporal aspirate of dark blood that is hyperbaric and epidotic is classic low flow priapism d) Trauma after penile or straddle injury more often leads to ischemic rather than arterial priapism e) The least invasive way of diagnosing low flow priapism is with phalloarteriography. 6. On the physical finding of torsio of the spermatic cord is a) High riding testis b) Absence of the cremasteric reflex c) Transverse lie of the testis d) Absent Doppler sound e) Inflammatory hydrocele 7. After manual detorsion of spermatic cord. Which of the following is appropriate management? a) Color Doppler USG Examination b) Radionuclide Scan c) Doppler Examination of the testis and spermatic cord d) Discharge of the patient and arrangement of an office re-evaluation in 1 week e) Immediate scrotal exploration 8. The blood in hematocele is contained in which of the following a) The tunica albuginea b) Tunica vaginalis c) Colles fascia d) Scarpas fascia e) Campers fascia 9. Boy 2 hours after bed, edema, redness, pain at his right testicle lebih tinggi dibanding yang kiri. Whats the diagnosis a) Orchitis b) Right testicle torsion c) Hydrocele

[EMERGENCY AND TRAUMATOLOGY]

ASTARI PRATIWI NUHRINTAMA

d) e) 10. The examination to establish the diagnosis are a) Angel and phren sign b) Bag of worm c) Transillumination positive test d) Valsalva maeuver e) String pearl/ rosario on epidydimis 11. Management for this case a) orchidectomy b) reposition and orchidoplexy bilateral c) berkmann-winkelmann operation d) tuberculostatic and vasectomy e) herniotomy 12. 3 hours old baby prolonged delivery by fetopelvic proposition. Apgar score 6/8. Body weight, 4200 gr, length 51 cm. Bulging center of the head suture. no moro reflex at left side. Diagnosis a) caput succedenum b) subgaleal hematoma c) cephal hematoma d) subarachnoid hematoma e) epidural hematoma 13. What make in this patient no moro reflex a) Brachial palsy type erb b) Brachial palsy type klumpkee c) Clavicle fracture d) B+C e) A+B+C 14. If this case is brachial palsy injury type klumpkee. What could you find in your physical examination . a) grasp reflex is usually present b) clawing hand c) there is waiters tip hand d) in adduction e) in pronation and internally rotated 15. According to fetal body weight, the cause of birth injuries is . a) Abnormal presentation b) LBW + prematurity c) Fetal macrosomia d) Large fetal head e) Fetal anomalies 16. Long term deficit a) Progressive deformity b) Muscle atrophy c) Limb contracture d) Impaired growth of limb e) All correct 17. A term baby girl, weight 2200gr, premature rupture membrane, put in warmed ..was given resuscitation for 10 minute with apgar score 4/5/7. Temperature 36.1 C

[EMERGENCY AND TRAUMATOLOGY]


Stage hypothermia . a) Mild b) Moderate c) Severe d) Cold stress e) A+D

ASTARI PRATIWI NUHRINTAMA

18. Causes of hypothermia in this baby a) Preterm b) Small for gestational age c) Prolonged resuscitation d) B+C e) A+B+C 19. Estimated temperature after treatment . a) 36.5-37.5 b) 36.5-37.1 c) 36.6-37.1 d) 36.6-37.6 e) 37.0-37.5 20. Female 64 y/o decrease consciousness, no history of fever nor hypertension, vital sign normal except tachycardia, no meningeal sign, light reflex (+) and has severe diarhea and vomiting since 3 days ago.what is the cause of decrease consciousness in this patient a) b) imbalance electrolyte c) .. d) .. e) 21. For management, what IV we should give a) Dextrose 40% b) Dextrose 5% c) NaCl 0.9% d) KaEn e) Mannitol 20 % 22. 45y/o woman decrese consciousness, weakness extremities, cold sweating, no fever no head trauma, diabetic (take insulin) mild hypertension. PE: BP: 140/90 HR: 90/min GCS E2M5V3, Na 140 K 3.5 glucose random 50mg% Cause of decrease of consciousness . a) Hypoglycaemia b) .. c) hypertension d) electrolyte imbalance e) cerebrovascular 23. Based on the scenarion above, what the possible diagnose a) brain death b) wernick encephalopathy c) metabolic encephalopathy d) hypertension encephalopathy e) diencephalic coma

[EMERGENCY AND TRAUMATOLOGY]

ASTARI PRATIWI NUHRINTAMA

24. 3 y/o boy admitted because of fever 3 days ago. There was vomiting 5x and poor drinking child. History of gum bleeding 1 day ago. Pemfis : unmeasurable pulse, unpalpable pulse, cold extremities. Lab : hematocryte 45%, platelet count 80000. Diagnosis a) DHF I b) DHF II c) DHF III d) DHF IV e) Dengue fever 25. Initial Therapy a) RL/ RA 100-200 cc 10-15 minutes b) Crystalloid 5cc/KgBW/hour c) Crystalloid 10cc/kgBW/hour d) Crystalloid 20cc/kgBW/hour 26. Case invaginasi. In physical examination we found a) Cupping sign b) Pseudoportio c) Target sign d) Doughnut sign e) .. 27. 3 y/o baby vomit 5x/day. Watery stool >10 x/ day. Irritable, sunken eyes, dry mouth, pulse 152x/min, BR 48x/min, BP 70/40 mmHG, very slowly skin pinch. Score a) 13 b) 14 c) 15 d) 16 e) 17 28. A 5 days old baby was brought by her mother to the hospital with vomiting of >10x/day & watery stool of >5x/day without mucous nor blood. There is shunken fontanella. The baby's weight is 3000g & her birth weight is 3500g. What is the diagnosis? a) Very severe dehydration b) Severe dehydration c) Moderate dehydration d) Mild dehydration e) No dehydration 29. Treatment for case a) RL 24 hours b) RA 8 hours c) RL 8 hours d) RA 24 hours 30. (lupa kes tp cerita dia lebih kurang mcm ni la) ada seorang ibu yg sangat sedih kerana dia mendapati anak dia tak bernafas. Lalu dibawalah ibu itu ke UGD dengan penuh linangan air mata. Doktor mendapati bahawa anak itu telah meninggal. Yang peliknya, tidak ditemukan tanda2 respiratory distress. Dokter tu pon buat la

[EMERGENCY AND TRAUMATOLOGY]

ASTARI PRATIWI NUHRINTAMA

autopsy, lalu tidak jua ditemukan kelainan di situ. pening punya pasal (mybe malas nak pikir dah kot) di pon ckp la baby ni meninggal sebab "Sudden Infant Dead Syndrome"? Cause of SIDS a) Hypothermia b) Put back in bed c) Breast feeding d) Rebreathing asphyxia e) Neonatum asphyxia 64. 65. Man, unconsciouss, unresponsive. Whats the diagnosis a) Delirium b) Vegetative state c) Lock on syndrome d) Drowsiness e) coma 66. Whats GCS in this patient a) 3-7 b) c) d) e) 67. Follow up for patient's brainstem function? I. pupil reflex II. corneal reflex III. oculocephalic reflex IV. gag reflex 68. The position has chyne stoke respiration type due to a) Brain cortical function b) High intracranial pressure c) Brain hematoma d) Brain stem hematoma e) Brain stem death 69.

70. I, II, III correct A I, III correct B II, IV correct C All correct D 71. 50 y/o man come with blurred right eye. 3 hours ago he had accident ang got head injury. Whats the correct statement of lens displacement a. Slit exam no lens b. Pain on the right eye c. Distance vision 1/60 cor S+1.00 D= 6/75 d. Near vision not disturbed

[EMERGENCY AND TRAUMATOLOGY]

ASTARI PRATIWI NUHRINTAMA

72. Found in lens subluxation a. Decrease vision b. Astigmatism c. Monocular diplopia d. Iridodenesis 73. Treatment for this case a. Extracapsular surgery with b. Intracapsular surgery with c. Extracapsular with IOL d. Intracapsular with IOL 74. 75. Causes of lens dislocation a. Blunt injury b. Accident c. Congenital ( marfan syndrome) d. Perforans (perforation) 76. The disease of foreign bodies in nasal cavity cause by flies meggots a) Nasal mitosis b) Nasal meiosis c) Nasal maggots d) Nasal myasis e) Nasal worms 77. Appropriate tracheal stoma position for elective tracheostomy is a) 1-2 b) 2-3 c) 3-4 d) 4-5 e) 5-6 78. Rapid killing for foreign body at external auditory canal, except a) Glyserin oil b) Coconut oil c) d) Kayu putih oil e) Fried oil 79. Strong indication for elective tracheostomy, according the Jacksons dyspnea grading is a) I b) II c) III d) IV e) V 80. The complication may occurs from inappropriate treated septal hematoma are a. Septal perforation b. Septal abscess c. Saddle nose d. Conceal atrophy 81. The cardinal signs of menierre disease . a. Tinnitus b. Sensory neural hearing

[EMERGENCY AND TRAUMATOLOGY]

ASTARI PRATIWI NUHRINTAMA

82.

83.

84.

85.

86.

87.

c. Vertigo d. Severe pain The statement below are related to the posterior nasal bleed, except a) Woodruffs plexus b) Bellocs tampon c) Sphenopalatine artery d) Superior labial artery e) Large in diameter vascular involvement The statement below are situation which need urgent procedure, except a) Coins of esopharyngeal foreign bodies b) Caf coronary c) Uncontrolled nasal bleed d) Diphterie of the larynx e) Grade lil Jackson dyspnoe Rapid killing for foreign body at external auditory canal, except a) Glyserin oil b) Coconut oil c) d) Kayu putih oil e) Fried oil Mostly blood supplies in the nasal cavity from external carotid artery Because Only blood ethmoidal arteries are branches from internal carotid artery Kasus Glaukoma Alat untuk mengukur tekanan intraocular a) b) Tonometer c) .. d) e) .. Alat untuk melihat scar pada trabecular meshwork a) Gonoscopy b) c) .. d) Ant OCT e) Bio..

88. 89. Diagnosis a) Glaucoma resses angle b) Pigmented glaucoma c) Neovascular glaucoma d) e) 90. Theres scar In trabecular meshwork more half. Treatment of this case are a. Trabeculoctomy b. Baerveld shunt c. Iridectomy

[EMERGENCY AND TRAUMATOLOGY]

ASTARI PRATIWI NUHRINTAMA

91.

92.

93.

94.

95.

96.

97.

d. A + B e. A+B+C Perempuan datang ditemani oleh suaminya. Keluhan Sebagai seorang dokter apa yang harus qta lakukan a) Memberi informed consent pada suaminya bahwa istrinya akan diobservasi b) c) d) e) .. Her mother has bleeding pervaginam (klo gak salah). TD 80/60, pulse 110 x/rate, respiration 20 x/ menit. The examination we do, except . a. ., Leopold, fetal heart rate b. Setting IV line, ukur output dan input c. Inspeculo examination d. Vagina examination e. Ultrasonography Perdarahan vagina, no pain, heal 5/5, no contraction. Diagnosis a. Placenta previa b. Abruption placenta c. d. e. Vasa previa Pada abrutio placenta, etiologic yang paling sering .. a) Infeksi b) External rotation c) Trauma abdomen d) Short placenta e) Patient, datang tiba-tiba mengalami penurunan penglihatan, dan mengeluh floaters, photophobia, . has history of high myopia whats the diagnosis . a) Central vena occlusion b) Central artery occlusion c) Branch vena occlusion d) .. e) Rhegmatous retina 69 y/o man has sudden visual loss, segment anterior normal. Milky white appearance, red cherry spot. Diagnosis a) Central vena occlusion b) Central artery occlusion c) Branch vena occlusion d) .. e) Rhegmatous retina Cotton wool spot, red fovea spot. Diagnosis a) Central vena occlusion

[EMERGENCY AND TRAUMATOLOGY]

ASTARI PRATIWI NUHRINTAMA

b) Central artery occlusion c) Branch vena occlusion d) Branch artery occlusion e) Rhegmatous retina 98. 60 y/o woman sudden inferonasal vision loss. Control visual acuity 6/6. If patient diagnose with rheugmatous retina detachment. Possible location of retinal detachment a) superotemporal retina, involved macula b) superotemporal retina, macula still intact c) inferonasal retina, involved macula d) inferonasal retina, macula still intact. e) superior retina. 99. A man come to ophthalmology outpatient clinic with bloody appearance of his eye, which occur suddenly 2 days before. Ophthalmology showed conjunctival htperemia with clear cornea. This patient is likely to have . a) Hyperemia b) Conjunctival chemosis c) Subconjunctival bleeding d) Corneal edema e) Conjunctivitis 100. Cause of that case except a) Vascular discharge b) c) Unknown d) Infection e) Prev. hypertension