Anda di halaman 1dari 14

Juliandi Hasan

PROSES PEMBUATAN JALAN

A. ALAT BERAT YANG BEKERJA 1. Excavator

DEFINISI : Excavator, backhoe atau shovel adalah suatu alat berat yang diperuntukkan memindahkan suatu material, sehingga dapat meringankanpekerjaan yang berat apabila dilakukan dengan tenaga manusia.Dan juga untuk mempercepat waktu pengerjaan sehingga dapat menghematwaktu.Excavator sering digunakan untuk : Menggali parit, lubang, pondasi Penghancuran gedung Perataan permukaan tanah Mengangkat dan memindahkan material Mengeruk sungai Pertambangan

Beberapa bidang industri yang sering menggunakan Excavator antara lain Konstruksi, Pertambangan, dan Infrastruktur

Juliandi Hasan

2. BULLDOZER

Bulldozer ialah alat yang mesin penggerak utamanya adalah traktor.Sebutan bulldozer berasal dari traktor yng perlengkapan (attachment)-nyadozer atau pendorong yang disebut juga blade. Kemampuan bulldozer ini untuk mendorong tanah ke muka, disamping itu ada yang disebut dengan angle dozer yang dapat mendorong tanah atau material ke samping. Angle ini dapat membuatsudut 25 terhadap posisi lurus. Menurut track-shoe nya, bulldozer dapat dibedakan atas : Crawler tractor dozer (dengan roda kelabang) Wheel traktor dozer (dengan roda ban) Swamp bulldozer (untuk daerah rawa) Sedangkan berdasarkan penggerak blade-nya, bulldozer dibedakan oleh : Pengendalian dengan kabel Pengendalian dengan hidrolik

Bulldozer digunakan untuk mendorong tanah, seperti meratakan tanah danmengupas permukaan humus tanah.Fungsi lai dari bulldozer adalah : Membersihkan site dari kayu-kayuan, pokok/tonggak pohon dan batu-batuan Membuka jalan kerja di pegunungan maupun daerah berbatuan Memindahkan tanah yang jauhnya hingga 300 feet ( 90 meter) Menarik Scrapper Menghampar tanah isian (fill)

Juliandi Hasan

Menimbun kembali bekas galian Membersihkan site atau medan kerja

3. ASPHALT FINISHER

Finisher adalah alat yang digunakan untuk menghamparkan aspal olahandari mesin pengolah aspal dan meratakan lapisannya. Alat yang rodanya crawler track ini dilengkapi dengan hopper yang tidak beralas, dibawah hopper terdapat pisau selebar hoppernya. Proses penghamparan dimulai dengan memasukkan aspal ke hopper, aspal langsung turun ke permukaan site dan disisir oleh pisau.Untuk mendapatkan kerataan yang diinginkan diatur oleh pisau tadi. Ketinggian hamparan aspal dapat mencapai sampai dengan 14 cm dalamkeadaan belum dipadatkan. Produksi alat ini dapat mencapai 50 ton/jam denganlapisan 5 cm dan kecepatan 1 - 1,5 meter /menit. dengan kecepatan tersebut,mesin cukup dijalankan dengan kekuatan 9 HP. Konstruksi alat ini cukup besar,sehingga untuk mengangkut ke site harus menggunakan trailer. Beton aspal yang dihasilkan oleh Barber Green Finisher, yang digunakan pada konstruksi besar harus memenuhi persyaratan yang cukup ketat, antara lain : Mempunyai stabilitas yang cukup tinggi Mempunyai kekuatan gilas dan rata untuk dilewati kendaraan Mempunyai sambungan memanjang dan melintang yang baik, sehinggatidak mengganggu stabilitas kendaraan yang melewatinya

Juliandi Hasan

4. PENEUMATIC ROLLER

Mesin gilas Pneumatik merupakan mesin gilas dengan roda karet yang ber tekanan angin, dengan susunan roda depan dan roda belakang berselang-selingagar daerah yang tidak tergilas oleh roda depan akan tergilas oleh roda belakang.Roda mesin ini berguna memadatkan tanah dengan efek meremas untuk pemadatan dibawah permukaan tanah. Efek meremas dapat ditingkatkan dengan menggoyang sumbu as roda guna mengikuti perubahan permukaan tanah. Tekanan yg diberikan roda besarnya tergantung dari tekanan angin roda, makin kencang te-kanan roda maka tekanan roda terhadap tanah juga semakin besar. Jadi besarnya tekanan dapat dilakukan dengan merubah tekanan roda tersebut. Alat ini baik sekali digunakan pada pekerjaan pemadatan pada materialgranular atau digunakan pada pemadatan lapisan hotmix sebagai pekerjaan pemadatan antara. Serta tidak digunakan pada tanah berbatu dan tajam, karena akanmempercepat kerusakan roda. Untuk memberikan tambahan berat kendaraan, biasanya dinding mesin diisi olehair atau pasir. Jumlah roda tired roller yang terdapat dilapangan berkisar antara 9 - 19 roda, misalnya mesin menggunakan 9 roda, as depan dipasang 5 rodadan as belakang dipasang 4 roda. Tekanan roda dapat mencapai 6 - 109 bar.Sedang berat mesin antara 15 - 200 ton Syarat pemadatan tanah dengan roller ini berdasarkan : Berat kotor peralatan Berat per cm lebar ban Tekanan angin ban.

Tekanan ban angin dapat berubah-ubah sesuai dengan kondisi tanah dan tahap pemadatan. Lintasan pertama hendaknya menggunakan tekanan angin yangrendah untuk menimbulkan efek pengapungan dan peliputan permukaan tanah.Lintasan berikutnya

Juliandi Hasan

tanah akan semakin padat dan tekanan angin dinaikkan hingga mencapai tekanan maksimum pada lintasan akhir. Beberapa alat penggilas sudah dilengkapi dengan alat pengubah tekanan ban tanpa menghentikan roller, sehingga pemadatan dapat lebih efisien. Penambahan tekanan angin ini dilakukan dengan cara : Mengubah tekanan angin dalam ban Mengatur berat ballast (pemberat) Menjaga roller dengan berat berbeda, sesuai kebutuhan dan persyaratan

5. VIBRATOR ROLLER

Vibrator roller adalah termasuk tandem roller, yang cara pemadatannya menggunakan efek getaran dan sangat cocok digunakan pada jenis tanah pasir atau kerikil berpasir. Efisiensi pemadatan yang dihasilakan sangat baik, karena adanya gaya dinamis terhadap tanah butir-butir, tanah cenderung akan mengisi bagian-bagian yang kosong yang kosong yang terdapat diantara butir-butirnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pemampatan dengan vibrator roller ialah frekuensi getaran, amplitude dan gaya sentrifugal. Hubungan antara efek pemampatan dengan frekuensi pada amplitude yang berbeda. Alat ini memiliki kapasitas getaran yaitu 1 ton, 2 ton, 3 ton, 4 ton, 8ton,dan 15ton

Juliandi Hasan

B. URUTAN PEKERJAAN PEMBUKAAN JALAN 1. Pekerjaan Persiapan Pekerjaan persiapan dilaksanakan sebelum pekerjaan fisik dimulai. Adapun pekerjaanpekerjaan yang dilaksanakan dalam pekerjaan persiapan tersebut, yaitu : a. Pekerjaan pematokan dan pengukuran ulang Pekerjaan pematokan dan pengukuran ulang dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana dengan tujuan pengecekan ulang pengukuran. Pemasangan patok pengukuran untuk profil memanjang dipasang pada setiap jarak 25 meter. b. Survey kelayakan struktural konstruksi perkerasan Kelayakan struktural konstruksi perkerasan dilaksanakan dengan pemeriksaan destruktif yaitu suatu cara pemeriksaan dengan menggunakan alat Benkelman. c. Pengadan direksi keet Untuk pengadaan direksi keet ini pihak kontraktor pelaksana membuatnya disekitar lokasi proyek. Direksi keet ini berfungsi untuk tempat beristirahat para pekerja dan penyimpanan material serta peralatan pekerjaan. d. Penyiapan badan jalan Pekerjaan ini meliputi pembersihan lokasi, penutupan jalan dan lainnya. Sehingga pelaksanaan proyek ini berjalan dengan lancar.

2. Pekerjaan Galian dan Timbunan

Gambar Struktur Pekerjaan Tanah

Juliandi Hasan

Pekerjaan Galian a. Pekerjaan galian adalah pekerjaan pemotongan tanah dengan tujuan untuk memperoleh bentuk serta elevasi permukaan sesuai dengan gambar yang telah direncanakan. Adapun prosedur pekerjaan dari pekerjaan galian, yaitu : b. Lokasi yang akan dipotong (cutting) haruslah terlebih dahulu dilakukan pekerjaan clearing dan grubbing yang bertujuan untuk membersihkan lokasi dari akar-akar pohon dan batu-batuan. c. Untuk mengetahui elevasi jalan rencana, surveyor harus melakukan pengukuran dengan menggunakan alat ukur (theodolit). Apabila elevasi tanah tidak sesuai maka tanah dipotong kembali dengan menggunakan alat berat (motor grader), sampai elevasi yang diinginkan. d. Memadatkan tanah yang telah dipotong dengan menggunakan Vibrator Roller. e. Melakukan pengujian kepadatan tanah dengan tes kepadatan (ujiDdensity Sand Cone test) di lapangan.

Pekerjaan galian dapat diklasifikasikan menjadi beberapa bagian : a. Galian Biasa Commond Excavation) Dalam pekerjaan ini dilakukan penggalian untuk menghilangkan atau membuang material yang tidak dapat dipakai sebagai struktur jalan, yang dilakukan menggunakan excavator untuk memotong bagian ruas jalan sesuai dengan gambar rencana, sedangkan pengangkutan dilakukan dengan menggunakan dump truck. b. Galian Batuan / Padas Pekerjaan galian batu (padas) mencakup galian bongkahan batu dengan volume 1 meter kubik atau lebih. Pada pekerjaan galian batu ini biasa dilakukan dengan menggunakan alat bertekanan udara (pemboran) dan peledekan. c. Galian Struktur Pada pekerjaan galian struktur ini mencakup galian pada segala jenis tanah dalam batas pekerjaan yang disebut atau ditunjukkan dalam gambar untuk struktur. Pekerjaan galian ini hanya terbatas untuk galian lantai pondasi jembatan

Juliandi Hasan

Pekerjaan Timbunan dan Pemadatan Perlu diingat sebelum pekerjaan galian maupun timbunan harus didahului dengan pekerjaan clearing dan grubbing, maksudnya adalah agar lokasi yang akan dilakerjakan tidak mengandung bahan organik dan benda-benda yang mengganggu proses pemadatan. Timbunan dilaksanakan lapis demi lapis dengan ketebalan tertentu dan dilakukan proses pemadatan. Proses penimbunan dapat diklasifikasikan menjadi 2, yaitu : 1) Timbunan Biasa Pada timbunan biasa ini material atau tanah yang biasa digunakan berasal dari hasil galian badan jalan yang telah memenuhi syarat. 2) Timbunan Pilihan Pada pekerjaan timbunan ini tanah yang digunakan berasal dari luar yang biasa disebut borrowpitt. Tanah ini digunakan apabila nilai CBR tanah dari timbunan kurang dari 6%. Proses pemadata tanah dimaksudkan untuk memadatkan tanah dasar sebelum melakukan proses penghamparan material untuk memenuhi kepadatan 95%, dengan menggunakan alat berat seperti Vibrator Roller, Dump Truck, Motor Grader.

Adapun langkah kerja dari proses pemadatan tanah, yaitu : 1) Mengangkut material dari quary menuju lokasi dengan menggunakan Dump Truck. 2) Menumpahkan material pada lokasi tempat dimana akan dilaksanakan pekerjaan penimbunan. 3) Meratakan material menggunakan Motor Grader sampai ketebalan yang direncanakan. Sebagai panduan operator Grader dan vibro maka dipasang patok tiap jarak 25 m yang ditandai sesuai dengan tinggi hamparan. 4) Memadatkan tanah denga menggunakan Vibrator Roller yang dimulai sepanjang tepi dan bergerak sedikit demi sedikit ke arah sumbu jalan dalm keadaan memanjang, sedangkan pada tikungan (alinyemen horizontal) harus dimulai pada bagian yang rendah dan bergerak sedikit demi sedikit ke arah yang tinggi, pemadatan tersebut dipadatkan dengan 6 pasing (12 x lintasan) hingga didapatkan tebal padat 20 cm hingga didapat elevasi top subgrade yang sesuai dengan rencana.

Juliandi Hasan

Pengujian Kepadatan Tanah Pengujian Sand Cone Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kepadatan dan kadar air dilapangan. Juga bisa sebagai perbandingan pekerjaan yang akan dilaksanakan dilapangan dengan perencanaan pekerjaan.

Gambar Titik Pengambilan Sampel

Pekerjaan Lapis Pondasi Bawah Lapisan perkerasan yang terletak antara lapis pondasi atas dan tanah dasar dinamakan lapis pondasi bawah yang berfungsi sebagai : 1) Bagian dari konstruksi perkerasan yang menyebarkan beban roda ke tanah dasar. Dengan nilai CBR 20% dan Plastisitas indeks (PI) 10%. 2) Material pondasi bawah relatip murah dibandingkan dengan lapisan perkerasan diatasnya. 3) Mengurangi tebal lapisan diatasnya yang lebih mahal. 4) Lapisan perkerasan, agar air tanah tidak berkumpul dipondasi. 5) Lapisan pertama, agar pekerjaan dapat berjalan lancar. 6) Lapisan untuk mencegah partikel-partikel halus dari tanah dasar naik kelapis atas. Tebal rencana lapisan pondasi bawah ini adalah 20 cm. Lapisan pondasi agregat kelas B yang digunakan dalam proyek ini memiliki komposisi sebagai berikut : 1) 2) 3) 4) Split 5/7 Split 3/5 Split 2/3 Abu Batu

Juliandi Hasan

Teknik pelaksanaan pekerjaan penghamparan dan pemadatan dari Base B adalah : Pengangkutan material base B ke lokasi proyek dengan menggunakan Dump Truck. Setelah sampai di lokasi, campuran ditumpuk menjadi lima sampai enam tumpukan disepanjang lokasi yang telah siap untuk dihampar base B. Penghamparan material base B dilakukan dengan menggunakan alat motor grader dengan kapasitas 3,6 m. Setelah badan jalan terbentuk, kemudian dipadatkan dengan alat vibrator roller dengan kapasitas 16 ton. Jika disuatu lokasi ada campuran material yang kurang baik ikatannya maka dapat ditambahkan abu batu dengan bantuan tenaga manusia untuk mengikat material tersebut ketika dipadatkan kebali dengan vibrator roller.

Untuk mengetahui apakah tebal penghamparan base B dan % kemiringan telah sesuai dengan yang direncanakan maka digunakan waterpass agar dapat menemukan elevasinya.

Peralatan Dalam pelaksanaan pekerjaan lapis pondasi atas digunakan alat alat sebagai berikut : Wheel Loader berfungsi untuk mengambil tumpukan agregat dari tempat pengambilan material, selanjutnya dimasukkan kedalam dunp truck. Dump truck berfungsi untuk mengangkut material agregat base B ke lokasi pekerjaan. Motor grader berfungsi untuk memadatkan material base B. Water tank truck berfungsi untuk menyiram agregat base B setelah penghamparan.

Bahan dan Material Agregat baru pecah kelas B yang sesuai dengan persyaratan (table agregat base B) Tabel Gardasi Agregat Kelas A dan Kelas B

Juliandi Hasan

Tabel Karakteristik Agregat Kelas A dan Kekas B

Pengawasan Pekerjaan Pengawasan pekerjaan dilaksanakan olek konsultan pengawas. Hal ini dilakukan untuk menjamin pekerjaan yang dilakukan oleh kontraktor sebagai pelaksana proyek, apakah sesuai dengan ketentuan yang terdapat dalam spesifikasi. Ketentuan ketentuan pelaksanaan pekerjaan yang sesuai dengan spesifikasi adalah sebagai berikut : Penghamparan lapis pondasi agregat, baik kelas A maupun kelas B tidak boleh mempunyai ketebalan kurang dari dua kali ukuran maksimum bahan. Penghamparan lapis pondasi kelas A maupun kelas B tidak boleh lebih dari 20 cm dalam keadaan loose, hal ini dapat mempengaruhi proses pemadatan sehingga pemadatan yang dilakukan tidak mencapai keadaan optimal. Permukaan lapis pondasi agregat harus rata sehingga air tidak dapat menggenang akibat permukaan yang tidak rata. Deviasi maksimum untuk kerataan permukaan adalah 1 cm. Toleransi terhadap tebal total lapis pondasi agregat adalah 1 cm dari tebal rencana. Lapis pondasi yang terlalu kering atau terlalu basah untuk pemadatan yaitu kurang dari 1% atau lebih dari 3% pada kadar air optimum, diperbaiki dengan cara menggali dan mengganti dengan bahan yang memenuhi syarat kadar air tersebut.

Juliandi Hasan

C. PRODUKSI TIAP ALAT

1. BULLDOZER Produksi : Produksi Ideal ( Produksi Teoritis ) = Prdouksi bulldozer yang segal nya dalam keadaan ideal. Produksi Nyata = Produksi bulldozer yang nyata terjadi setelah ada pengaruh dari keadaan yang tak ideal Produksi edeal : PI =KB x T Dengan : PI : Produksi ideal KB : Kapasitas Blade Produksi Nyata : PN = PI x FK Dengan : PN : Produksi Nyata FK : Faktor Koreksi

Sehingga

Juliandi Hasan

2. POWER SHOVEL Produksi ideal power shovel ( dalam cubic yards ) per jam (BM ) Material Moist loam or light sandy clay 3,8 85 4,6 115 5,3 165 Ukuran shovel ( cuyd ) 1 6 6,5 7 205 250 285

7,4 320

2 7,8 355

8,4 405

Sand and gravel

3,8 80

4,6 110 5,7 95 7 75 60 7 40 25

5,3 155 6,8 135 8 110 95 8 70 50

6 200 7,8 175 9 145 125 9 95 75

6,5 230 8,5 210 9,8 180 155 9,8 120 95

7 270 9,2 240 10,7 145 180 10,7 145 115

7,4 300 9,11 270 11,5 165 205 11,5 165 140

7,8 330 10,2 300 12,2 185 230 12,2 185 160

8,4 390 11,2 310 13,3 310 275 13,3 230 195

Good common earth 4,5 70 Hard, tough clay Well blasted rock West, sticky clay Doorly blasted rock 6 50 40 6 25 15

Angka yang di atas adalah kedalaman optimum ( dalam feet ) Angka yang di bawah adalah produksi ideal ( dalam cubic yards )

3. VIBRATING ROLLER Produksi =

L = lebar efektif ( m ) V = kecepatan ( m/jam) FK = faktor koreksi N = jumlah lintasan

( lebar efektif = lebar penggilas overlap )

Juliandi Hasan

RUMUS ALAT BERAT : Rumus umum produksi alat berat

Dimana :

Q : produksi alat dalam 1 jam (m / jam atau cu.yd/h ) q: kapasitas alat persiklus (m / jam atau cu.yd/h ) W : waktu siklus ( menit ) E : efesiensi kerja

Jadi produksi alat tergantung pada : Jenis alat / Kapasitas alat Waktu siklus : daya alat, kecepatan alat, kondisi lapangan Efesiensi : kondisi alat, Metode pelaksanaan, cuaca, topografi, keahlian operator.