Anda di halaman 1dari 43

KULIAH-03

Matrial konstruksi perkerasan jalan: 2. Agregat (batuan)

Restu Faizah, ST resfaiz@yahoo.co.id

Suatu bahan yang terdiri dari mineral padat, berupa massa berukuran besar, ataupun berupa fragmenfragmen. (ASTM 1974) Agregat merupakan komponen utama perkerasan jalan 90-95% berat, atau 75-85% volume. Daya dukung, keawetan dan kualitas lapis perkerasan ditentukan oleh sifat agregat dan hasil campuran antara agregat dengan material lain. Klasifikasi agregat:
Berdasarkan proses terjadinya Berdasarkan proses pengolahannya Berdasarkan ukuran butirnya.

1. Agregat beku (igneous rock)


Berasal dari magma yang mendingin kemudian

membeku Dibedakan atas:

Agregat beku dalam (intrusive igneous rock): dibentuk dari magma yang tidak dapat keluar ke permukaan bumi, mengalami pendinginan dan membeku pelan-pelan di dalam bumi. Dapat ditemui di permukaan bumi karena proses erosi. Umumnya bertekstur kasar: granit gabbro, diorit, syenit dll. Agregat beku luar (Extrusive igneous rock): dari magma yang keluar ke permukaan bumi ada saat gunung berapi meletus, karena pengaruh cuaca mengalami pendinginan dan membeku. Umumnya bertekstur halus: batu apung, andesit,obsisian, fumice dll.

2. Agregat sedimen (sedimentary rock)


Berasal dari campuran partikel mineral, sisa

hewan dan tanaman yang mengalami pengendapan dan pembekuan dalam waktu lama. Merupakan lapisan-lapisan di kulit bumi atau hasil endapan di danau/laut Contoh: batu lempung, batu gamping, batu bara

3. Agregat metamorfik = batuan malihan (metamorphic rock)


Berasal dari batuan beku atau sedimen yang

mengalami perubahan bentuk akibat perubahan tekanan atau temperatur tinggi di kulit bumi. Berdasarkan strukturnya dibedakan atas:
Agregat metamorf yang masif (marmer, kwarsit) Agregat metamorf yang berlapis (batu sabak)

1.

Agregat alam (agregat siap pakai) Agregat yang dapat digunakan dalam bentuk dan ukuran sebagaimana diperoleh di lokasi asalnya. Bentuk partikelnya ditentukan berdasarkan proses pembentukannya:

Erosi akibat aliran air di sungai: partikelnya bulatbulat dengan permukaan licin Degradasi di bukit: partikelnya bersudut dengan permukaan kasar. Pitrun: diambil dari tempat terbuka di alam Bankrun: agregat dari endapan sungai

Berdasarkan tempat asalnya


2.

Agregat yang melalui proses pengolahan . Agregat besar dari gunung atau sungai harus dipecah dahulu sebelum digunakan dengan menggunakan tenaga manusia atau stone crusher), sehingga diperoleh: Gradasi sesuai dengan yang diinginkan Bentuk bersudut, diusahakan berbentuk sudut. Bertekstur kasar, sehingga punya gesekan yang baik,

1.

1.

1.

Agregat kasar (course aggregate) Butiran yang tertahan di atas saringan no.4 (4,75 mm) ASTM Agregat halus (fine aggregate) Butiran yang lolos saringan mo. 4 dan tertahan di atas saringan no.200. ASTM Agregat pengisi (filler aggregate) bagian dari agregat halus yang minimum 75% butirnya lolos saringan no. 200 (0,075 mm) ASTM

Ukuran lubang saringan menurut AASHTO

Contoh hasil analisa saringan:

PR: Buat grafik gradasi zone I, II, III, dan IV menurut BS. Cek benda uji berikut, termasuk ke dalam zone berapa.

Catatan: apabila grafik gradasi benda uji berada pada rentang gradasi zone A, maka benda uji termasuk agregat zone A

Jenis gradasi agregat:


1. 2.

Gradasi baik (well graded) Gradasi jelek (poorly graded)


- gradasi seragam = gradasi terbuka (uniform graded) - gradasi timpang = gradasi senjang (gap graded)

Gradasi baik (well graded) disebut juga gradasi rapat (dense graded)

Gradasi baik (well graded) disebut juga gradasi rapat (dense graded)

Ukuran maksimum agregat: Semua lapis perkerasan lentur membutuhkan agregat yang terdistribusi dari besar sampai kecil. Semakin besar ukuran maksimum agregat yang digunakan, akan semakin banyak variasi ukuran dari besar sampai kecil yang dibutuhkan. Batasan ukuran maksimum yang digunakan dibatasi oleh tebal lapis yang diharapkan.

Ukuran maksimum agregat: Penggunaan agregat dengan ukuran besar menguntungkan, (tetapi sifat kurang baik) karena: Usaha pemecahan partikel lebih sedikit, sehingga biaya lebih murah Luas permukaan yang harus diselimuti aspal lebih sedikit, sehingga kebutuhan aspal menjadi sedikit.

Ukuran maksimum agregat, dapat dinyatakan dengan menggunakan: a) Ukuran maksimum agregat: - menunjukkan ukuran saringan terkecil dimana agregat yang lolos saringan tersebut sebanyak 100% - merupakan ukuran satu saringan yang lebih besar dari ukuran nominal maksimum b) Ukuran nominal maksimm agregat: - menunjukkan ukuran saringan terbesar dimana agregat yang tertahan saringan tersebut sebanyak < 10%

Tebal lapis perkerasan minimum = 2 x ukuran maksimum agregat Jika agregat terlalu besar, maka:
Untuk mendapatkan agregat bergdarasi baik

dibutuhkan butir-butir yang terdistribusi dalam rentang yang lebih besar. Semakin mudah terjadi segregasi, yaitu pemisahan butir-butir berukuran besar dan kecil.

Contoh:

Alat uji abrasi Los Angeles

Bentuk dan tekstur agregat mempengaruhi stabilitas dari lapis perkerasan yang dibentuk oleh agregat tersebut. Macam-macam bentuk agregat:

Tekstur permukaan agregat:

Tekstur permukaan agregat: