Anda di halaman 1dari 1

Pada kelompok dosis 3 (100,8 mg/kgBB) ditemukan puncak kadar glukosa darah yang lebih tinggi pada menit

ke-30 jika dibandingkan dengan kelompok kontrol positif. Kadar glukosa akhir (pada menit ke-120) pada kelompok ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan kelompok dosis 1 dan 2. Hal ini menunjukkan bahwa efek penurunan kadar glukosa darah ada kelompok dosis 1 dan 2 lebih baik dari kelompok dosis 3 yang merupakan dosis yang paling tinggi. Penelitian Muthusamy dkk tahun 2008 menunjukkan bahwa konsentrasi tanin yang tinggi justru menunjukkan kegagalan dalam membantu ambilan glukosa ke dalam sel dengan mekanisme yang belum diketahui. Namun, pada konsentrasi yang sama, kerja tanin lebih efektif dalam menghambat diferensiasi sel preadiposit menjadi sel adiposit (Muthusamy dkk, 2008). Kandungan flavonoid mungkin juga berpengaruh pada fenomena ini. Penelitian Paulo dkk tahun 2008 menemukan bahwa sissotrin, yang merupakan senyawa turunan flavonoid, pada konsentrasi 100 mg/kgBB justru memiliki efek mengganggu toleransi glukosa (Paulo, A dkk, 2008). Efek ini berlawanan dengan efek flavonoid lain (seperti isoquercitrin/contoh lain) yang memiliki efek menurunkan kadar glukosa darah.