Anda di halaman 1dari 18

ABSTRAK Percobaan Milikan dirancang untuk mengukur muatan listrik elektron dengan menyeimbangkan gaya gravitasi dan gaya

listrik pada suatu tetes kecil minyak yang berada antara dua buah elektroda. Melalui eksperimen ini terbukti bahwa muatan elektron terkuantisasi secara diskrit, sebesar 1,602.10-19 Coulomb berdasarkan literatur. Pengambilan data pada praktikum ini termasuk sulit, terutama karena tingkat kecerahan citra mikroskop yang buram sehingga menyebabkan mata pengamat cepat lelah. Berdasarkan pengamatan, pada tegangan 260 Volt tetes minyak berada dalam keadaan setimbang, sedangkan pada tegangan 520 Volt, tetes minyak berada pada keadaan dinamis. Tetes minyak dapat bergerak ketika diberikan tegangan karena tetes minyak mengandung muatan akibat listrik statis karena adanya gesekan. Melalui analisis data dengan metode dinamis, diperoleh nilai muatan elektron q sebesar (1,630,187).1019 Coulomb, sedangkan dengan metode kesetimbangan sebesar (3,8950,079).10-21 Coulomb sehingga dapat disimpulkan bahwa pengukuran muatan elektron dengan menggunakan metode dinamis memberikan hasil yang lebih akurat daripada dengan metode kesetimbangan. Ketidaktelitian ini dapat disebabkan oleh ketidakakuratan praktikan dalam melakukan pengambilan data. PEMBAHASAN Pada praktikum tetes minyak milikan terdapat 2 tujuan, yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum dalam praktikum ini ialah membuktikan bahwa muatan listrik terkuantisasi secara diskrit sedangkan tujuan khususnya ialah menentukan jari-jari dan muatan listriknya sebuah tetes minyak dan menentukan muatan listrik dari elektron. Percobaan tetes minyak Milikan dirancang untuk mengukur muatan listrik elektron dengan menyimbangkan gaya-gaya antara gaya gravitasi dan gaya listrik pada suatu tetes kecil minyak yang berada di antara dua buah pelat elektroda. Dengan mengetahui besarnya medan listrik, muatan pada tetes minyak yang dijatuhkan (droplet) dapat ditentukan. Dengan mengulangi eksperimen ini sampai beberapa kali, Robert Milikan menemukan bahwa nilai-nilai yang terukur selalu kelipatan dari suatu bilangan yang sama. Ia lalu menginterpretasikan bahwa bilangan ini adalah muatan dari satu elektron : 1.602 1019 Coulomb. Dalam percobaan ini praktikan mengalami kesulitan dalam pengambilan data dikarenakan sulitnya menyemprotkan minyak dan mengamati tetes minyak tersebut. Minyak disemprotkan ke dalam plat sejajar dengan cara disemprotkan melalui celah sempit sehingga hanya sedikit tetes minyak yang lolos ke dalam pengamatan. Selain itu, kecerahan citra yang terlihat pada mikroskop sangat kurang (buram), sehingga praktikan kesulitan mengamati tetes minyak tersebut dan menyebabkan mata pengamat menjadi gampang lelah karena berakomodasi maksimum dalam waktu yang lama. Secara teori, tetes minyak akan mengarah ke bawah (jatuh) karena adanya pengaruh gaya gravitasi. Namun, pada waktu melakukan percobaan, praktikan mengamati kecepatan jatuh dari tetes minyak justru mengarah ke atas karena sifat lensa pada mikroskop yang memperbesar sekaligus membalik bayangan sehingga tetes minyak yang teramati mengarah ke atas sebelum diberikan tegangan. Pada praktikum ini, sebelum plat sejajar diberikan tegangan, kecepatan jatuh tetes minyak adalah sebesar 2,98.10-4 m/s dan jari-jari tetes minyak 1,684.10-6 m. Tetes minyak yang jatuh mengalami percepatan gravitasi, tetapi adanya gaya gesekan menyebabkan kecepatan minyak tetap. Kecepatan ini diperlukan untuk menentukan keseimbangan gaya, pada tetes minyak bergerak akan terdapat gaya elektrostatik. Melalui beda potensial antara dua keping dapat diatur sehingga gaya elektrostatik mampu membuat tetes minyak berhenti, sehingga terjadi keseimbangan. Setelah diberikan tegangan sebesar 260 Volt, tetes minyak berada pada keadaan setimbang. Pada mesin atomisasi ( atomizer machine) yang berfungsi untuk mengubah ukuran benda menjadi mikroskopis, terjadi gesekan antara material (cairan) dengan mesin. Adanya gesekan ini akan menyebabkan material-material kecil yang keluar dari mesin menjadi bermuatan listrik (akibat adanya listrik statis). Beberapa elektron atau ion lalu bertumbukan dengan tetes minyak tersebut sehingga menjadikannya bermuatan negatif ataupun positif, tergantung ion atau elektron yang menumbuknya. Ketika tetes minyak kecil ini jatuh di daerah yang ada medan listrik, maka partikel kecil ini akan tertarik ke arah kutub yang berlawanan dengan muatannya. Tetes minyak

pada percobaan Millikan bermuatan negatif. Bila pada tutup chamber bagian atas kita buat bermuatan positif, maka tetes tersebut akan tertarik ke atas. Jika kedua plat diberikan tegangan, maka partikel (tetesan minyak) yang telah bermuatan akan bergerak, di mana partikel yang bergerak ke atas (atau ke bawah dalam pengamatan) merupakan partikel elektron (-) sedangkan yang bergerak ke bawah adalah proton (+). Pada praktikum, tegangan sebesar 520 Volt mampu mengubah arah gerak sehingga tetes minyak berada pada keadaan dinamis. Melalui analisis data dengan metode dinamis, diperoleh nilai muatan elektron q sebesar (1,630,187).10-19 Coulomb dan dengan metode kesetimbangan sebesar (3,8950,079).10-21Coulomb, sedangkan menurut literatur adalah 1,602.10-19 Coulomb, sehingga dapat disimpulkan bahwa pengukuran muatan elektron dengan menggunakan metode dinamis lebih akurat daripada dengan metode kesetimbangan. Perbedaan nilai q antara literatur dengan hasil metode kesetimbangan yang terlalu jauh kemungkinan disebabkan oleh : Ketidaktelitian pengamatan tetes minyak karena mata pengamat yang terlalu lelah. Tetes-tetes minyak yang ukurannya tidak sama besar (tidak homogen) sehingga (mungkin) menyebabkan kecepatan jatuhnya berbeda-beda. Ketidaksigapan praktikan dalam penentuan selang waktu. KESIMPULAN 1. 1. Percobaan Milikan dirancang untuk mengukur muatan listrik elektron dengan menyeimbangkan gaya gravitasi dan gaya listrik pada suatu tetes kecil minyak yang berada antara dua buah elektroda sehingga membuktikan bahwa muatan listrik (elektron) terkuantisasi secara diskrit, sebesar 1.602 1019 Coulomb. 2. 2. Jari-jari tetes minyak berdasarkan analisis : 1,684.10-6 m. 3. 3. Muatan listrik minyak berdasarkan analisis : (1,630,187).10-19 Coulomb. 4. 4. Tetes minyak dapat bergerak ketika diberikan tegangan sebesar 520 Volt karena tetes minyak mengandung muatan akibat listrik statis karena adanya gesekan. 5. 5. Berdasarkan analisis data praktikum ini, pengukuran muatan elektron dengan metode dinamis memberikan hasil yang jauh lebih teliti dibandingkan metode kesetimbangan. 6. 6. Perbedaan nilai muatan elektron q yang terlalu jauh antara literatur dengan metode kesetimbangan kemungkinan besar dikarenakan ketidaktelitian dalam pengambilan data karena mata pengamat cepat lelah.

A. Latar Belakang Percobaan tetes minyak milikan dilakukan oleh Robert A Milikan (1868 1953). Dalam percobaannya ia berhasil menemukan harga muatan electron secara akurat dan menunjukkan bahwa muatan electron bersifat diskrit. Elektron mempunyai peran penting dalam mempelajari gejala kelistrikan dan kemagnetan. Dalam eksperimen ini, kita menyemprotkan minyak dalam bentuk hujan tetes-tetes minyak dari atomizer. Setelah diamati hujan tetes-tetes minyak tersebut tampak seperti bintang kecil-kecil yang jatuh perlahan-lahan yang dipengaruhi gaya gravitasi dengan kecepatan yang bergantung pada massanya, viskositas udara dan gaya stokes. Selanjutnya tetesan minyak di beri muatan dengan beda potensial yang cukup tinggi berkisar 300 volt 450 volt. Besar muatan tetes minyak akan mempengaruhi gerakan atau kecepatannya. Hal ini dapat diamati jika tetes minyak bergerak turun berbeda kecepatannya jika bergerak ke atas, begitupun saat bergerak bebas tanpa muatan. Sehingga ada tiga kecepatan yang dialami oleh butir tetes minyak berdasarkan arah geraknya, ini bergantung oleh gaya yang mempengaruhinya. Besar kecepatan bintik minyak dapat dihitung dengan menggunakan persamaan gerak lurus beraturan. y = v.t ( 1 ) dengan waktu tempuh dan jarak tempuh diketahui dari hasil percobaan. KAJIAN TEORI Dalam percobaan tetes minyak Millikan, gerakan kecepatan bintik minyak dapat dibuat dalam tiga keadaan, yaitu gerak ke bawah karena pengaruh gaya berat, gerak searah gaya berat dengan pengaruh gaya berat dan medan listrik, serta gerak berlawan arah gaya berat dengan pengaruh medan listrik dan gaya berat. Keadaan pertama adalah gerak bintik minyak karena pengaruh gaya gravitasi. Pada kondisi ini bintik minyak bergerak dengan kecepatan konstan. Walaupun dalam kondisi yang sering kita jumpai di lingkungan kita bahwa benda yang bergerak ke bawah karena pengaruh gravitasi akan bergerak berubah beraturan. Hal ini disebabkan gaya gesekan udara sangat kecil dibandingkan dengan gaya tarik bumi, sehingga gaya gesekannya dapat diabaikan. Lain halnya pada percobaan tetes minyak Milikan, gaya gesekan fluida dalam hai ini udara dengan bintik minyak sangat mempengaruhi laju bintik minyak tersebut. Hal ini disebabkan oleh sifat kekentalan (viskositas) fluida tersebut dalam hal ini adalah udara. Viskositas pada fluida pada dasarnya merupakan gaya gesekan antara lapisan-lapisan yang bersisian pada fluida saat lapisan-lapisan tersebut bergerak. Secara rinci gaya gesek dalam fluida dijelaskan dalam hukum Stokes. Sesuai hukum Stokes, besar gaya gesekan fluida dirumuskan dengan, rv ( 2 )Ff = 6 dimana: = viskositas fluida r = radius bintik minyak v = kecepatan A. Gerak ke bawah tanpa medan listrik Setelah minyak disemprotkan dengan atomiser ke dalam ruang antar kedua plat kapasitor, maka tetesan minyak yang jatuh pada awalnya mengalami percepatan. Karena adanya gaya gesek yang menghambat gerakan yaitu viskositas udara, maka pada saat tertentu akan mencapai laju konstan. Dalam waktu yang bersamaan atur posisi Ionisation Source Lever ke ON untuk memberikan muatan pada bintik minyak saat melewati Droplet Hole Cover yaitu ruang antara kedua pelat kapasitor yang telah di beri muatan. Jika bintik minyak telah nampak dan sudah ada sudah bintik minyak yang termuati, maka dipindahkan kembali Ionisation Source Lever diatur ke posisi OFF. Setelah bintik minyak nampak dalam ruang antara kedua plat, maka untuk mengetahui apakah sudah bermuatan diputar posisi Plate Charging Switch ke arah positif. Jika bintik minyak bergerak ke atas ke arah plat positif, maka bintik minyak tersebut bermuatan negatif. Tetapi jika ada bintik minyak yang

bergerak ke bawah ke plat negatif, maka bintik minyak itu bermuatan positif. Sebaliknya jika saklar Plate Changing Switch diputar ke arah negatif, maka plat bagian atas bermuatan negatif dan plat bagian bawah bermuatan posisif. Sehingga tetes minyak yang bergerak ke atas bermuatan positif, dan yang bergerak ke bawah bermuatan negatif. Pada bagian ini akan dijelaskan gerak bintik minyak tanpa pengaruh medan listrik. Komponen gaya-gaya yang bekerja pada bintik minyak digambarkan seperti di bawah ini. Keterangan: Ff = gaya gesek antara tetesan minyak dengan udara FA = gaya angkat ke atas (Archimedes) w = gaya berat tetesan minyak Berdasarkan hukum gerak Newton, resultan gaya yang bekerja pada tetesan minyak saat itu sama dengan nol. F = 0 ( 3 ) Dari hubungan ini diturunkan persamaan untuk menghitung jari-jari bintik minyak sebagai berikut: B. Bintik minyak bergerak ke atas Bintik minyak dapat bergerak ke atas karena pengaruh medan listrik. Hal ini dapat terjadi karena bintik minyak yang telah bermuatan akan mendapat gaya listrik berupa gaya tolak atau gaya tarik. Ini tergantung dari jenis muatannya. Jika dipilih muatan bergerak keatas dan plat bagian atas bermuatan positif, maka terjadi gaya tarik pada bintik minyak yang bermuatan negatif. Gaya ini akan melawan besar gaya berat dan gaya Stokes dalam fluida. Gaya-gaya yang bekerja pada bintik minyak digambarkan seperti berikut. Keterangan: FE = gaya listrik antara keping dengan tetes minyak bermuatan negatif FA = gaya angkat ke atas (Archimedes) w = gaya berat tetesan minyak F = 0Walaupun tetes minyak tidak diam, tetapi kecepatannya konstan. Sehingga resultan gaya yang bekerja pada tetesan minyak saat itu sama dengan nol. Berdasarkan hukum gerak Newton: Sehingga diperoleh persamaan untuk menentukan besar muatan tetes minyak yang bergerak ke atas adalah: (5) C. Bintik minyak bergerak ke bawah dengan medan listrik Gerakan bintik minyak ke bawah dengan pengaruh medan listrik kecepatan lebih besar, karena disamping gaya listrik juga bekerja gaya berat yang arahnya sama. Gaya yang melawan kedua gaya tersebut adalah gaya Stokes dan gaya angkat Archimedes. Gaya-gaya tersebut diuraikan seperti gambar berikut. Keterangan: FE = gaya listrik antara keping dengan tetes minyak bermuatan negatif FA = gaya angkat ke atas (Archimedes) w = gaya berat tetesan minyak F = 0Seperti pada keadaan kedua di atas, kecepatan tetes minyak juga konstan. Sehingga resultan gaya yang bekerja pada tetesan minyak saat itu sama dengan nol. Berdasarkan hukum gerak Newton: Sehingga diperoleh persamaan untuk menentukan besar muatan tetes minyak yang bergerak ke bawah karena pengaruh medan listrik adalah: (6) Untuk menghitung besar muatan bintik minyak berdasarkan persamaan (5) dan (6) dibutuhkan sebuah faktor koreksi (k). Karena hukum Stokes tidak berlaku jika kecepatan benda yang bergerak dalam suatu fluida seperti pada tetesan minyak dalam udara lebih kecil dari 0,1 cm/s atau 10-3 m/s. Pada percobaan ini kecepatan bintik minyak rata-rata berada pada rentang 0,04 0,001 cm/s. Faktor koreksi tersebut dihitung

dengan persamaan (7) di bawah ini. (7) dengan: b = konstanta (8,20 x 10-3 Pa.m) p = Tekanan barometric (mHg) r = jari-jari bintik minyak B. Pembahasan Prinsip yang digunakan pada percobaan milikan adalah pengaruh gaya gravitasi dan gaya listrik pada partikel bermuatan (tetesan minyak). Tetesan minyak yang dihamburkan dalam ruang pengamatan dipengarahi oleh medan listrik. Medan listrik tersebut ditimbulkan dari beda potensial antara elektroda positif (atas) dan elektroda negatif (bawah) yang diberikan pada pelat kondensator. Pada saat gaya gravitasi sama dengan gaya listrik maka tetesan minyak tersebut akan mengambang. Tetesan minyak dalam medan listrik dipengaruhi oleh beberapa gaya yaitu gaya berat, gaya Stokes yang merupakan gaya penghambat, gaya dorong dan gaya elektrostatis. Percobaan ini menggunakan dua metode yaitu metode statis (keseimbangan) dan metode dinamis. Untuk metode keseimbangan, karena tetesan minyak tersebut merupakan partikel bermuatan, sehingga setelah tegangannya dihilangkan maka tetesan minyak tersebut akan turun atau jatuh pada saat tetesan minyak tersebut jatuh, laju tetesan minyak tersebut nol. Dengan demikian gaya yang bekerja pada tetesan minyak tersebut hanya gaya berat atau gaya gravitasi dan gaya dorong yang arahnya berlawanan dengan gaya berat. Kemudian tetesan minyak akan mengalami resultan gaya ke bawah. Oleh karena itu, tetesan minyak akan mengalami percepatan sehingga kecepatannya bertambah. Seiring dengan bertambahnya kecepatan, gaya Stokes akan membesar dan pada suatu ketika akan terjadi keseimbangan antara ketiga gaya tersebut, resultan ketiga gaya tersebut nol. Oleh karena itu kecepatan tetesan minyak tersebut akan konstan. Dari sini tegangan dan kecepatan tetesan minyak tersebut dapat diketahui, berdasarkan pengamatan nilai beda potensial dan lamanya waktu yang dibutuhkan tetesan minyak untuk menempuh jarak y yang diperoleh bervariasi. Berdasarkan perhitungan dapat diperoleh nilai muatan rata-rata dari setiap tetesan minyak adalah: (1) tetes minyak I = 1,45 x 10-19 C; (2) tetes minyak II = 1,72 x 10-19 C; dan (3) tetes minyak III = 1,58 x 10-19 C. Nilai-nilai tersebut menyebar disekitar nilai muatan electron berdasarkan referensi yang ada, yaitu 1,6 x 10-19 C. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa satu elektronnya adalah 1,6.10-19 C, muatan sebesar ini merupakan muatan elementer. KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN Berdasarkan analisis data hasil eksperimen maka dapat disimpulkan bahwa nilai muatan rata-rata dari setiap tetesan minyak adalah: (1) tetes minyak I = 1,45 x 10-19 C; (2) tetes minyak II = 1,72 x 10-19 C; dan (3) tetes minyak III = 1,58 x 10-19 C. Sedangkan nilai muatan electron berdasarkan referensi yang ada, yaitu 1,6 x 10-19 C. C. DAFTAR PUSTAKA - Sears Zemansky. 1962. Fisika Universitas Jilid 2, Bina Cipta, Bandung. - http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi-tugas-makalah/agama/tetes-minyak-milikan - http://www.fisikaasyik.com/home02/content/view/192/44/ - www.geocities.com

V. PEMBAHASAN Prinsip yang digunakan pada percobaan milikan adalah pengaruh gaya gravitasi dan gaya listrik pada partikel bermuatan (tetesan minyak). Tetesan minyak yang dihamburkan dalam ruang pengamatan dipengarahi oleh medan listrik, medan listrik sendiri yaitu efek yang ditimbulkan oleh keberadaan muatan listrik, seperti elektron, ion, atau proton dalam ruangan di sekitarnya. Medan listrik tersebut ditimbulkan dari beda potensial antara elektroda positif (atas) dan elektroda negatif (bawah) yang diberikan pada pelat kondensator. Pada saat gaya gravitasi sama dengan gaya listrik maka tetesan minyak tersebut akan mengambang. Tetesan minyak dalam medan listrik dipengaruhi oleh beberapa gaya yaitu gaya berat, gaya Stokes yang merupakan gaya penghambat, gaya dorong dan gaya elektrostatis. Percobaan ini menggunakan dua metode yaitu metode statis (keseimbangan) dan metode dinamis. Untuk metode keseimbangan, karena tetesan minyak tersebut merupakan partikel bermuatan, sehingga setelah tegangannya dihilangkan maka tetesan minyak tersebut akan turun atau jatuh pada saat tetesan minyak tersebut jatuh, laju tetesan minyak tersebut nol. Dengan demikian gaya yang bekerja pada tetesan minyak tersebut hanya gaya berat atau gaya gravitasi dan gaya dorong yang arahnya berlawanan dengan gaya berat. Kemudian tetesan minyak akan mengalami resultan gaya ke bawah. Oleh karena itu, tetesan minyak akan mengalami percepatan sehingga kecepatannya bertambah. Seiring dengan bertambahnya kecepatan, gaya Stokes akan membesar dan pada suatu ketika akan terjadi keseimbangan antara ketiga gaya tersebut, resultan ketiga gaya tersebut nol. Oleh karena itu kecepatan tetesan minyak tersebut akan konstan. Dari sini tegangan dan kecepatan tetesan minyak tersebut dapat diketahui, berdasarkan pengamatan nilai beda potensial dan lamanya waktu yang dibutuhkan tetesan minyak untuk menempuh jarak S yang diperoleh bervariasi. Sehingga berdasarkan perhitungan dapat diperoleh nilai muatan ratarata dari tetesan minyak tersebut yaitu, untuk metode statis q = 4.09E-17 C sedangkan untuk metode dinamis q = 8.62E-17 C . Nilai ini jelas jauh dari referensi, berdasarkan percobaan Millikan diperoleh bahwa muatan tetesan minyak selalu merupakan kelipatan bilangan 1,6.10-19. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa satu elektronnya adalah 1,6.10-19 C, muatan sebesar ini merupakan muatan elementer. Perbedaan tersebut dikarenakan kekurangtelitian praktikan dalam mengamati tetesan minyak yang disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya yaitu kekeliruan dalam melihat dan mengamati gerak satu tetesan minyak dari sekian banyak tetesan minyak yang terhambur dalam ruang pengamatan, selain itu faktor lainnya yaitu ketidak cermatan antara penglihatan dengan kecepatan tangan saat menghidupkan stop watch sehingga mengakibatkan kesalahan dalam mengukur waktu yang dibutuhkan untuk menempuh jarak S. Latar Belakang Charles Augustin Coulomb (1736-1806) mengukur tarikan dan tolakan listrik secara kuantitatif dan menyimpulkan hukum yang mengatur tarikan dan tolakan tersebut. Gaya pada setiap muatan adalah sama, walaupun muatan-muatan (suatu sifat dan ciri khas dari zarah dasar yang menyusun zat) tersebut dapat berbeda dan gaya pada muatan-muatan bergantung pada besarnya muatan tersebut. Jika kita menempatkan sebuah muatan uji (test charge) di dalam ruang di dekat sebuah benda bermuatan, maka sebuah gaya elektrostatik akan bekerja pada muatan tersebut dan dikatakan bahwa di dalam ruang terdapat medan listrik. Pada tahun 1875, Sir William Crookres berhasil menunjukan bahwa ada sinar yang berasal dari katoda dan menumbuk tabung anoda. Sinar yang keluar dari katoda ini kemudian dinamakan sinar katoda oleh Eugene Goldstein. Hasil percobaan JJ.Thompson (1897) menunjukan bahwa sinar katoda merupakan berkas sinar bermuatan negatif. Pada tahun 1919 Robert A. Millikan berhasil menentukan muatan elektron melalui percobaan tetes minyak millikan. Percobaan Millikan atau dikenal pula sebagai Percobaan oil-drop saat itu dirancang untuk mengukur muatan listrik elektron. Robert Millikan melakukan percobaan tersebut dengan menyeimbangkan gaya-gaya antara gaya gravitasi dan gaya listrik pada suatu tetes kecil minyak yang berada di antara dua buah pelat elektroda. Dengan mengetahui besarnya medan listrik, muatan pada tetes

minyak yang dijatuhkan (droplet) dapat ditentukan. Dengan mengulangi eksperimen ini sampai beberapa kali, ia menemukan bahwa nilai-nilai yang terukur selalu kelipatan dari suatu bilangan yang sama. KESIMPULAN Milikan mengukur muatan dari ratusan tetes minyak dan ternyata tiap tetes mempunyai kelipatan yang sama dengan integral muatan dasar e. Artinya tetes tetes minyak itu menurut pengamatan mempunyai muatan e, 2e, 3e, dan seterusnya atau dapat dikatakan bahwa muatan tetes minyak selalu berkelipatan bulat dari suatu nilai tertentu atau bersifat diskrit. Muatan tetes minyak tidak pernah mempunyai kelipatan yang berbentuk fraksi (desimal/ pecahan) seperti 2.3e, 4.5e, 8.6e, dan seterusnya. Dari hasil percobaan yang telah dilakukan, dengan mengamati pergerakan tetesan minyak maka dapat diperoleh nilai beda potensial dan waktu yang dibutuhkan untuk menempuh jarak S yang bervariasi. Sehingga dari hasil perhitungan dapat diambil suatu nilai rata-rata dari muatan q. Untuk metode statis, nilai muatan elementer rata-rata yang diperoleh yaitu q = 4.09E-17 C. Untuk metode dinamis, nilai muatan elementer rata-rata yang diperoleh q = 8.62E-17 C. Dari hasil percobaan yang diperoleh maka dapat dikatakan bahwa Percobaan Milikan kali ini belum berhasil. DAFTAR PUSTAKA Beiser,Arthur. 1987. Konsep Fisika Modern. Jakarta: Erlangga. Halliday, David. 1999. Fisika Edisi Ketiga Jilid 2. Jakarta : Erlangga. Reitz R, John. Dasar Teori Listrik Magnet Edisi Ketiga. Bandung : ITB. Salam, A. 2003. Fisika. Bandung : Gema Ilmu. www.wikipediaindonesia.org.

PENDAHULUAN 1.2 Latar Belakang Robert A. Milikan (1869 1953) melakukan percobaan dengan meneteskan minyak melalui dua plat logam dengan beda potensial yang dapat diatur sehingga gaya elektrolistrik mampu membuat tetes minyak berhenti. Pada eksperimen tersebut, jatuhan minyak akan mengalami percepatan kebawah yang disebabkan oleh gaya gravitasi dan pada saat yang sama gerak tetes minyak tersebut dihambat oleh gaya stokes. Sehingga akan terjadi keseimbangan gaya gaya antara gaya gravitasi dan gaya listrik diantara dua plat konduktor tersebut. Dalam eksperimen minyak milikan, dibutuhkan Milikan Oil-drop Apparatus , adaptor DC 12 Volt, high voltage DC power supply, multimeter digital, atomizer + minyak, stopwatch, barometer, dan lampu halogen DC 12 Volt. Eksperimen ini dimulai dengan menyemprotkan Atomizer kedalam chamber yang telah dibuka setelah terisi pindahkan pada posisi ionisasi tunggu beberapa detik kemudian pindahkan ke posisi off. Dalam perlakuan ini, dilakukan pengamatan terhadap tetesan minyak yang telah disemprot tersebut pada mikroskop. Kemudian dilakukan pengaturan jarak dan waktu yang telah ditentukan baik pada saat kecepatan naik maupun turun. Dari hal tersebut, kemudian dihubungkan dengan persamaan yang sudah umum diketahui guna didapatkan nilai muatan elektron dengan hubungannya pada ketetapan Avogadro. Eksperimen tetes minyak Milikan merupakan eksperimen dalam menentukan muatan satuan elektron (e) dan bilangan Avogadro (N) berdasarkan persamaan Faraday dengan mengetahui sifat diskrit dari muatan elektron. Mengingat hal tersebut merupakan asas paling fundamental dalam mempelajari karakteristik atomik maupun kelistrikan secara mikro, maka eksperimen ini dinilai perlu untuk dilakukan. PEMBAHASAN 2.1 Dasar Teori Tetes minyak milikan adalah merupakan percobaan yang menunjukkan bahwa muatan electron bersifat diskrit yaitu gaya ke bawah pada tetes milikan (percepatan ke bawah) akan terhambat oleh suatu gaya stokes (gaya penghambat). Percobaan ini dilakukan dengan menyeimbangkan gaya-gaya antara gaya gravitasi dan gaya listrik pada suatu tetes kecil minyak yang berada diantara dua buah pelat konduktor. (Kennet Krane, 1992: 181). Robert Millikan melakukan percobaan dengan menyeimbangkan gaya- gaya antara gravitas dan gaya listrik pada suatu tetes minyak yang ada diantara dua buah pelat konduktor. Ketika minyak jatuh diudara akan mengalami percepatan kebawah ynag disebabkan oleh gaya grafitasi dan pada saat yang sama gerak tetes minyak tersebut dihambat oleh gaya penghambat (gaya stokes). Menurut stokes, bila sebuah benda dilepaskan tanpa kecepatan awal didalam fluida, benda mula-mula akan mendapat kecepatan. (Sissom,1987)Karena mendapat kecepatan maka benda akan bertambah besar pula, hingga mencapai keadaan stasioner. Pada keadaan seperti ini dpat digambarkan hubungan antara gaya stokes dan gaya gravitasi berdasar persamaan berikut: Fg= Fs..(1) M.g = K.Vf .(2) Dalam keadaan stasioner menjadi: Fc= Fg+ Fs.(3) Een = mg + KVr..(4) Dimana E merupakan kuat medan listrik. Secara umum didefinisikan bahwa kuat medan listrik E di dalam ruang sebagai gaya elektrostatis yang bekerja pada satu satuan muatan di dalam ruang tersebut. (Soedojo,1985). Percobaan milikan disebut juga sebagai percobaan Oil Drop. Electron mempunyai peran penting dalam mempelajari gejala kelistrikan kemagnetan. Dengan mengembangkan gaya-gaya gravitasi dan gaya listrik pada suatu tetes kecil minyak yang berada diantara dua pelat elektroda, masing-masing plat berdiameter 20 cm dan terpisah sejauh 7.67cm. Minyak diteteskan dengan tetesan kecil melalui dua plat logam dengan dua buah plat yang dapat menarik muatan listrik dari tetesan minyak pada palat bagian

atas. Jika beda tegangan diatur agar mengimbangi gaya gravitasi pada tetes minyak, maka artikel-partikel minyak yang mengandung muatan akan melayang karena keseimbangan gaya tersebut. Pada keadaan ini gaya gravitasi sama dengan gaya elektrostatik, sehingga muatan dapat diketahui besarnya. (Finn, 1992) Melalui banyak percobaan dengan tetes minyak milikan yang beragam maka secara umum muatan dapat diperoleh: en=mg[(Vf+Vr)/EVf] ....(5) Dimana besaran massa m dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan m=4/33, sehingga persamaan di atas menjadi: en=(4/3) 3g[(Vf+Vr)/EVf] ....(6) Muatan listrik Q di dalam suatu ruang, akan menyebabkan timbulnya mdan listrik did ala ruang tersebut, artinya setiap muatan lain Q yang berada di dalam ruang itu akan mengalami gaya elekstrotati makin banyak Q makin kuat gaya F dan makin medan listrik yang ditimbulkan oleh Q tersebut. Sehingga kuat medan listrik di dalam ruang, ditentukan oleh banyaknya muatan Q yang menimbulkan medan listrik tersebut, serta tergantung pada jaraknya dari muatan Q (Peter, 1985: 14). Percobaan yang dilakukan oleh millikan dapat menyingkap secara meyakinkan bagiamana sifat muatan listrik dan harga muatan suatu electron (en) maupun bilangan Avogadro (N) dalam satuan system internasional yaitu dengan persamaan: en=(4/3)3g[1/(1+b/pa)]3/2 [(Vf+Vr) / (V)Vf] ..(7) Nilai dari bilangan Avogadro (N) adalah: N = 9,625x107(C/kgberat ekivalen) / e (C)(8) en= muatan tetes minyak (Columb) Terbukti bahwa beberapa bintik minyak bermuatan listrik, karena efek gesekan. Bintik-bintik itu dapat pula memperoleh muatan jika udara dalam apara tersebut diionisasi oleh sinar X atau oleh secuil benda Radioaktif beberapa electron atau ion lalu bertumbukan dengan bintik-bintik minyak itu. (Zemansky,1986). Dari percobaan Millikan menyimpulkan qe = e merupakan kelipatan bilangan bulat dari nilai tertentu yaitu 1,6 x1019C dan tdak pernah didapatkan nilai qe = e kurang dari 1,6 x 1019C. Selanjutnya nilai 1,6 x1019C disebut muatan elementar (muatan elektron). (Silaban, 1986). Melalui percobaan tetes minyak milikan ini, tidak hanya electron yang digunakan sebagai acuan di dalam dasar teori, akan tetapi analisa fluida juga memiliki peranan di dalam percobaan. Aliran fluida merupakan garis lurus didalam medan aliran yang dibuat pada saat waktu tertentu.(Pitts,1977) Pembahasan Pada dasarnya percobaan ini adalah mengamati peristiwa peristiwa yang terjadi pada tetes minyak atom yang disemprotkan dalam tabung system peralatan milikan. Awalnya kelompok kami mengalami kesulitan dalam percobaan sebab tetes minyak atom yang masuk dalam tabung setelah disemprotkan cukup sedikit sehingga sulit untuk mengambil data2nya. Sehingga tabung system milikan harus dibersihkan supaya tidak ada sesuatu yang menghambat masuknya semprotan dari minyak atom tersebut. Namun, selanjutnya kelompok kami tidak bisa melihat pencitraan tetesan minyak di dalam system, bahkan setelah berulang kali mencoba. Ternyata faktornya adalah tidak diaturnya kembali teropong untuk mengamati peristiwa didalam tabung sehingga praktikan tidak mendapat citra yang bagus/fokus. Ketika tetesan tetesan minyak atom diamati, dengan system belum diberi tegangan(V=0). Maka yang nampak adalah tetes tetes minyak tersebut berjalan mengarah keatas (sebenarnya kebawah sesuai arah gravitasi bumi), hal ini disebabkan karena teropong yang digunakan untuk mengamati bersifat memperbesar dan membalikkan bayangan. Yang terjadi adalah tetes minyak tersebut jatuh kebawah tertarik/ terpengaruh gravitasi bumi. Dan jika kebawah maka tetes minyak tersebut bergerak melawan arah gravitasi. Sehingga sebenarnya yang terjadi adalah keterbalikan dari fakta sesungguhnya. Dalam percobaan ini juga nampak jikalau tetesan minyak bergerak dengan arah menyerongdari yang seharusnya jatuh kebawah atau keatas, hal ini dikarenakan adanya pengaruh angin dari AC dalam ruangan.

Dalam percobaan ini, ketika system belum dieari tegangan antara dua platnya (V=0) maka akan diperoleh kecepatan rata rata tetesan minyak atom adalah (2,045) . 10-4 m/s. Tetes minyak yang jatuh (bergerak searah gaya gravitasi) selain mendapat gaya gravitasi dia juga mendapat gaya stokes keatas, gaya stokes tersebut merupakan gaya gesek terhadat tetes minya atom. Kedua gaya itulah yang menyebabkan minyak atom cenderung memiliki kecepatan yang konstan. Kecepatan tersebut diperlukan untuk mencari gaya kesetimbangan gaya, tetes tetes minyak yang bergerak tersebut akan mengalami kedudukan kesetimbangan ketika system milikan diberi tegangan tertentu antara kedua platnya Kesimpulan 1. Percobaan Milikan atau yang dikenal juga dengan nama percobaan oil drop dirancang untuk mengukur muatan listrik electron. 2. Kecepatan naik dan kecepatan turun tetes minyak milikan berpengaruh terhadap penentuan nilai muatan tetes dimana pada keduanya bekerjainteraksi gaya stokes dan percepatan grafitasi dari bumi 3. Semakin tinggi tegangan yang diberikan , maka muatan tetes nya semakin kecil.

4. Nilai muatan satuan elektron berdasarkan percobaan dan sifat diskrit dari muatan elektron adalah sesuai dengan variasi tegangan 100 V, 200 V, 300 V, 400 V, 500 V, dan 550 V secara berturut-turut yaitu sebesar , sedangkan menurut literatur adalah 1,602.10-19 Coulomb. Perbedaan nilai q antara literatur dengan hasil percobaan yang lumayan jauh kemungkinan disebabkan oleh keterbatasan alat, kurang akuratnya dalam pengambilan data, serta pengaruh lingkungan sekitar. DAFTAR PUSTAKA

Krane, Kenneth S. 1992. Fisika Modern, alih bahasa : Hans J. Wospakrik dan Sofia Niksolihin.Jakarta : Penerbit Universitas Indonesia. Dewan pengajar Departemen Fisika. Lab radiasi Departemen Fisika.2011. Modul Materi Bidang Radiasi. Lab radiasi Departemen Fisika. Krane, Kenneth S. 1992. Fisika Modern, alih bahasa : Hans J. Wospakrik dan Sofia Niksolihin. Jakarta : Penerbit Universitas Indonesia. http://www.scribd.com/doc/30100417/EKSPERIMEN-FISIKA-TETES-MINYAK MILIKAN

A.

Latar Belakang

Robert A. Milikan (1869 1953) melakukan percobaan dengan meneteskan minyak melalui dua plat logam dengan beda potensial yang dapat diatur sehingga gaya elektrolistrik mampu membuat tetes minyak berhenti. Pada eksperimen tersebut, jatuhan minyak akan mengalami percepatan kebawah yang disebabkan oleh gaya gravitasi dan pada saat yang sama gerak tetes minyak tersebut dihambat oleh gaya stokes. Sehingga akan terjadi keseimbangan gaya gaya antara gaya gravitasi dan gaya listrik diantara dua plat konduktor tersebut. Seorang ilmuwan berkebangsaan Jerman yaitu William Conrad Rontgen pada tahun 1895, berhasil menemukan sinar-x atau sinar rontgen. Penemuan sinar-x ini diilhami oleh percobaanpercobaan sebelumnya oleh J.J. Thompson dan Heinrich Hertz. Percobaan Thompson mengenai tabung katoda dan percobaan Hertz mengenai fotolistrik. Sinar x adalah pancaran gelombang elektromagnetik yang sejenis dengan gelombang listrik, radio, inframerah panas, cahaya, sinar gamma , sinar kosmik dan sinar ultraviolet tetapi dengan panjang gelombang yang sangat pendek PEMBAHASAN PERCOBAAN MILIKAN Gambar 2 : Robert Andrews Millikan (1909) Setelah harga e/m untuk elektron diketahui dari eksperimen tabung sinar katoda, selanjutnya diperlukan percobaan lain untuk menentukannilai e dan m. Jika salah satu nilai tersebut diketahui maka nilai yang lain dapat ditentukan. Pada tahun 1909, Robert Andrews Millikan dapat memecahkan dilema tersebut melalui eksperimennya yaitu Eksperimen Tetes Millikan. Percobaan tetes minyak milikan dilakukan sebagai berikut : Gambar 3: Eksperimen Milikan 1. Dengan menggunakan alat penyemprot, minyak disemprotkan sehingga membentuk tetesan-tetesan kecil. Sebagian tetes minyak akan melewati lubang pada pelat atas dan jatuh karena tarikan grafitasi. 2. Dengan menggunakan teropong, diameter tetes minyak dapat ditentukan, sehingga massa minyak dapat diketahui 3. Radiasi sinar X akan mengionkan gas di dalam silinder. Ionisasi akan menghasilkan elektron. Elektron tersebut akan melekat pada tetes minyak, sehingga tetes minyak menjadi bermuatan listrik negatif. Ada yang menyerap satu,dua, atau lebih elektron. Jika pelat logam tidak diberi beda potansia, tetes-tetes minyak tetap jatuh karena pengaruh grafitasi 4. Jika pelat logam diberi beda potensial dengan pelat bawah sebagai kutub negatif, maka tetes minyak yang bermuatan negatif akan mengalami gaya tolak listrik. Sesuai dengan hukum coloumb, tetes minyak yang mengikat lebih banyak elektron akan tertolak lebih kuat. Pergerakan tetes minyak dapat menggunakan teropong. Dengan mengatur beda potensial, tetes minyak dibuat mengambang. dalam keadaan seperti itu berarti gaya tarik grafitasi sama dengan gaya tolak listrik 5. Melalui percobaan tersebut, Milikan menemukan bahwa muatan tetes-tetes minyak selalu merupakan kelipatan bulat dari suatu muatan tertentu, yaitu 1,602 x 10-19 coloumb. Millikan menyimpulkan bahwa muatan tersebut adalah muatan dari satu elektron. Perbedaan muatan antar tetesan terjadi karena satu tetesan dapat mengikat 1,2,3 atau lebih elektron.

Dengan telah diketahuinya muatan elektron, maka dapat ditentukan massa elektron (m) yaitu dengan membagi nisbah muatan terhadap massa (nilai e/m dari percobaan tabung sinar katoda) dengan muatan elektron. Hasil percobaan Milikan dan Thomson diperoleh muatan elektron 1 dan massa elektron 0, sehingga elektron dapat dilambangkan (e) Data Fisis Elektron : e/m = 1.76 x 108 Coulomb/gram e = 1.602 x 10-19 coulomb maka massa elektron = 9.11 x 10-28 gram Setelah penemuan elektron, maka teori Dalton yang mengatakan bahwa atom adalah partikel yang tak terbagi, tidak dapat diterima lagi. Pada tahun 1900, J.J Thomson mengajukan model atom yang menyerupai roti kismis. Menurut Thomson, atom terdiri dari materi bermuatan positif dan didalamnya tersebar elektron bagaikan kismis dalam roti kismis. Gambar 4: Model Atom J.J Thomson SIMPULAN Eksperimen tetes minyak milikan merupakan percobaan untuk menunjukkan bahwa muatan electron bersifat diskrit yaitu gaya ke bawah pada tetes milikan (percepatan ke bawah) akan terhambat oleh suatu gaya stokes (gaya penghambat). Hal tersebut dapat terjadi ketika minyak milikan jatuh ke udara yang selanjutnya akan mengalami percepatan ke bawah yang disebabkan oleh gaya gravitasi, sedangkan pada saat yang sama gerak tetes minyak tersebut dihambat oleh gaya stokes. Kecepatan tetes minyak milikan tersebut akan meningkat sampai tercapai kecepatan stasioner ketika gaya berat ke bawah sama dengan gaya stokes ke atas. Dengan demikian, dapat ditentukan sifat dasar dari muatan elektron dengan hubungannya pada bilangan avogadro. Sehingga dengan eksperimen ini dapat ditentukan nilai bilangan avogadro yang merupakan turunan lebih lanjut dari aplikasi hukum faraday yang memadukan antara gaya stokes dengan gaya gravitasi pada tingkatan elektron mikroskopis. Daftar Pustaka http://www.scribd.com/doc/30100417/EKSPERIMEN-FISIKA-TETES-MINYAK MILIKAN www.slideshare.net/detal92/struktur-atomx marisachintya.wordpress.com/kimia jenny-fantasifisika.blogspot.com

Latar Belakang Konsep teori atom semakin berkembang, berawal dari teori Democritus, seorang filosof Yunani yang hidup pada abad ke-3 sebelum masehi. Pada saat itu berdasarkan pemikirannya tanpa disertai eksperimen. Democritus menyatakan bahwa atom adalah bagian terkecil dari suatu zat atau materi yang tidak dapat dibagi-bagi lagi. Berdasarkan eksperimen yang lebih rinci, teori tentang atom mulai dikembangkan pada abad-abad berikutnya. Barulah pada awal abad ke-19, teori atom berhasil dirumuskan. Berdasarkan eksperimen yang dilakukannya, Dalton merumuskan teori tentang atom yang dikenal dengan teori atom Dalton yaitu materi yang tidak dapat dibagi lagi. Kemudian Di pihak lain, J J Thomson melalui percobaannya dapat menentukan rasio muatan dan massa (nilai e/m) dari elektron. Rutherford melangkah maju dalam usaha untuk memahami struktur atom, Rutherford dengan menyatakan bahwa terdapat bagian yang sangat masif di dalam atom yaitu inti atom yang memiliki massa 99% dari massa atom. Dan kemudian dilanjutkan lagi oleh Niels Bohr yang berhasil meneliti tentang 1 electron atom hidogen yang menempati masing-masing lintasan stasioner atom dan mengelilingi inti. Selain itu, terdapat pula beberapa ilmuan lain yang meneliti lebih lanjut yaitu Roentgen(Wilhelm Conrad Roentgen, Jerman, 1845-1923) dan Robert Andrew Millikan (Fisikawan Amerika, 18681953). Roentgen, seorang profesor fisika dan rektor Universitas Wuerzburg di Jerman dengan sungguhsungguh melakukan penelitian tabung sinar katoda, dan ditemukanlah sebuah radiasi yang disebut Sinar X. Sedangkan Robert Andrew Millikanmembuktikan dengan percobaan yang cerdas adanya partikel kelistrikan ini. Percobaan yang disebut dengan percobaan tetes minyak Millikan. Robert A. Milikan (1869 1953) melakukan percobaan dengan meneteskan minyak melalui dua plat logam dengan beda potensial yang dapat diatur sehingga gaya elektrolistrik mampu membuat tetes minyak berhenti. Pada eksperimen tersebut, jatuhan minyak akan mengalami percepatan kebawah yang disebabkan oleh gaya gravitasi dan pada saat yang sama gerak tetes minyak tersebut dihambat oleh gaya stokes. Sehingga akan terjadi keseimbangan gayagaya antara gaya gravitasi dan gaya listrik diantara dua plat konduktor tersebut. Dalam eksperimen minyak milikan, dibutuhkan Milikan Oil-drop Apparatus, adaptor DC 12 Volt, high voltage DC power supply, multimeter digital, atomizer + minyak, stopwatch, barometer, dan lampu halogen DC 12 Volt. Eksperimen ini dimulai dengan menyemprotkan Atomizer kedalam chamber yang telah dibuka setelah terisi pindahkan pada posisi ionisasi tunggu beberapa detik kemudian pindahkan ke posisi off. Dalam perlakuan ini, dilakukan pengamatan terhadap tetesan minyak yang telah disemprot tersebut pada mikroskop. Kemudian dilakukan pengaturan jarak dan waktu yang telah ditentukan baik pada saat kecepatan naik maupun turun. Dari hal tersebut, kemudian dihubungkan dengan persamaan yang sudah umum diketahui guna didapatkan nilai muatan elektron dengan hubungannya pada ketetapan Avogadro. Eksperimen tetes minyak Milikan merupakan eksperimen dalam menentukan muatan satuan elektron (e) dan bilangan Avogadro (N) berdasarkan persamaan Faraday dengan mengetahui sifat diskrit dari muatan elektron. PENUTUP A. Kesimpulan

1. Sinar X adalah pancaran gelombang elektromagnetik yang sejenis dengan gelombang radio, panas, cahaya sinar ultraviolet, tetapi mempunyai panjang gelombang yang sangat pendek sehingga dapat menembus benda-benda. Dan Sinar ini mempunyai beberapa sifat.

2. Berdasarkan proses terjadinya terbagi Brehmsstrahlungdan Sinar-x karakteristik.

atas

dua

macam

yaitu

secara Sinar-X

3. Eksperimen tetes minyak Milikan merupakan eksperimen dalam menentukan muatan satuan elektron (e) dan bilangan Avogadro (N) berdasarkan persamaan Faraday dengan mengetahui sifat diskrit dari muatan elektron. DAFTAR PUSTAKA Beiser, A. 1987. Konsep Fisika Modern. Jakarta: Erlangga. http://id.wikipedia.org/wiki/Percobaan_Millikan http://muhammadradil.blogspot.com/percobaan_Milikan http:/ /penemuan-sinar-x.html http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia_dasar/struktur_atom1/penemuan-elektron/

Pembahasan Prinsip yang digunakan pada percobaan milikan adalah pengaruh gaya gravitasi dan gaya listrik pada partikel bermuatan (tetesan minyak). Tetesan minyak yang dihamburkan dalam ruang pengamatan dipengarahi oleh medan listrik. Medan listrik tersebut ditimbulkan dari beda potensial antara elektroda positif (atas) dan elektroda negatif (bawah) yang diberikan pada pelat kondensator. Pada saat gaya gravitasi sama dengan gaya listrik maka tetesan minyak tersebut akan mengambang. Tetesan minyak dalam medan listrik dipengaruhi oleh beberapa gaya yaitu gaya berat, gaya Stokes yang merupakan gaya penghambat, gaya dorong dan gaya elektrostatis. Percobaan ini menggunakan dua metode yaitu metode statis (keseimbangan) dan metode dinamis. Untuk metode keseimbangan, karena tetesan minyak tersebut merupakan partikel bermuatan, sehingga setelah tegangannya dihilangkan maka tetesan minyak tersebut akan turun atau jatuh pada saat tetesan minyak tersebut jatuh, laju tetesan minyak tersebut nol. Dengan demikian gaya yang bekerja pada tetesan minyak tersebut hanya gaya berat atau gaya gravitasi dan gaya dorong yang arahnya berlawanan dengan gaya berat. Kemudian tetesan minyak akan mengalami resultan gaya ke bawah. Oleh karena itu, tetesan minyak akan mengalami percepatan sehingga kecepatannya bertambah. Seiring dengan bertambahnya kecepatan, gaya Stokes akan membesar dan pada suatu ketika akan terjadi keseimbangan antara ketiga gaya tersebut, resultan ketiga gaya tersebut nol. Oleh karena itu kecepatan tetesan minyak tersebut akan konstan. Dari sini tegangan dan kecepatan tetesan minyak tersebut dapat diketahui, berdasarkan pengamatan nilai beda potensial dan lamanya waktu yang dibutuhkan tetesan minyak untuk menempuh jarak y yang diperoleh bervariasi. Berdasarkan perhitungan dapat diperoleh nilai muatan rata-rata dari setiap tetesan minyak adalah: (1) tetes minyak I = 1,78 x 10-19 C; (2) tetes minyak II = 1,47 x 10-19 C; (3) tetes minyak III = 1,84 x 10-19 C; (4) tetes minyak IV = 1,75 x 10-19 C; (5) tetes minyak V = 1,39 x 10-19 C; (6) tetes minyak VI = 1,28 x 10-19 C; dan (7) tetes minyak VII = 1,85 x 10-19 C. Nilai-nilai tersebut menyebar disekitar nilai muatan electron berdasarkan referensi yang ada, yaitu 1,6 x 10-19 C. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa satu elektronnya adalah 1,6.10-19 C, muatan sebesar ini merupakan muatan elementer.

Abstrak Salah satu konstanta penting dalam fisika adalah nilai muatan listrik yang dibawa oleh sebuah elektron. Praktikum Tetes Minyak Milikan ini bertujuan untuk menentukan besar jari-jari tetesan minyak dan menentukan nilai muatan butiran minyak Parafin dengan menggunakan Mikroskop Milikan. Pada praktikum Tetes Minyak Milikan ini berhasil didapatkan nilai kelajuan tetes minyak parafin baik kelajuan yang disebabkan oleh gaya gravitasi maupun kelajuan yang disebabkan oleh medan listrik seperti yang telah ditampilkan pada Tabel 1 pada subbab III Hasil dan Pembahasan. Selain itu didapatkan pula besar jari-jari tetes minyak dari hasil perhitungan dengan menggunakan kelajuan yang disebabkan oleh gaya gravitasi untuk masing-masing pengamatan (Tabel 2 pada subbab III Hasil dan Pembahasan) dan didapatkan besar median jari-jarinya sebesar 1.35062 x 10-06 m. Hal itu dikarenakan pada keadaan tersebut tetes minyak berada pada keadaan alaminya tanpa ada pengaruh dari luar. Setelah didapatkan nilai median jari-jari tetes minyak parafin tersebut, selanjutnya kita dapat menentukan nilai konstanta untuk masing-masing tegangan antara lain 1.15142 x 10-14 untuk nilai tegangan 200 volt, 7.6761 x 1015 untuk nilai tegangan 300 volt, dan 5.75708 x 10-15 untuk nilai tegangan 400 volt. Setelah didapatkan nilai konstanta tersebut kita dapat mencari nilai muatan listrik dan jumlah partikel tetes minyak parafin untuk setiap pengamatan seperti yang telah ditampilkan pada Tabel 3 dan Tabel 4 pada subbab III Hasil dan Pembahasan. Adapun nilai median muatan listrik dan jumlah partikel tetes minyak parafin antara lain 1.67191 10-18C dan 9.892949427 partikel elektron. 1.1 Latar Belakang

Salah satu konstanta penting dalam fisika adalah nilai muatan listrik yang dibawa oleh sebuah elektron. Pada tahun 1913, R.A. Milikan dengan menggunakan eksperimen tetes minyak dapat mendemonstrasikan dan mengukur secara tepat muatan elektron.[1] Praktikum Tetes Minyak Milikan ini bertujuan untuk menentukan besar jari-jari tetesan minyak dan menentukan nilai muatan butiran minyak tersebut. Percobaan ini merupakan percobaan yang menunjukkan bahwa muatan elektron bersifat diskrit yaitu gaya ke bawah pada tetes Milikan (percepatan ke bawah) akan terhambat oleh suatu gaya stokes (gaya penghambat). Percobaan ini dilakukan dengan menyeimbangkan gaya-gaya antara gaya gravitasi dan gaya listrik pada suatu tetes kecil minyak yang berada diantara dua buah pelat konduktor.[2] Robert Milikan melakukan percobaan dengan menyeimbangkan gaya-gaya antara gravitasi dan gaya listrik pada suatu tetes minyak yang ada diantara dua pelat konduktor. Ketika minyak jatuh di udara akan mengalami percepatan ke bawah yang disebabkan oleh gaya grafitasi dan pada saat yang sama gerak tetes minyak tersebut dihambat oleh gaya penghambat (gaya stokes). Menurut stokes, bila sebuah benda dilepaskan tanpa kecepatan awal di dalam fluida, benda mula-mula akan mendapatkan kecepatan.[3] Pada eksperimen tetes minyak Milikan, tetes minyak disemprotkan melalui bagian atas dua keping sejajar. Dengan menggunakan mikroskop, dapat diamati dan diukur kecepatan vertikal tetes minyak tersebut. Tetes minyak ini mengalami tiga gaya yang berbeda, yaitu gaya viskos, gaya gravitasi, dan gaya listrik. Dari analisis ketiga gaya ini dapat diturunkan suatu persamaan yang dapat digunakan untuk menentukan muatan elektron (q) Analisis untuk muatan dapat dijelaskan sebagai berikut. [4] Kasus pertama Anggaplah bahwa tidak ada medan listrik E dalam dua keping sejajar. Tetes minyak jatuh ke bawah (keping bawah) hanya disebabkan oleh gaya gravitasi, dan diperlambat oleh gaya gesek udara (gaya Stokes dan gaya Archimedes). Gaya-gaya yang bekerja pada tetes minyak tersebut dapat dituliskan[5] : Fg = moil.g Gaya gesek, gaya yang arahnya melawan gaya gravitasi, dalam hal ini sama dengan gaya Stokes

Fr = 6rv Gaya Archimedes, gaya dengan arah ke atas FA = mL.g Dengan moil, mL, , v masing-masing massa tetes minyak, massa udara dengan volum sama dengan tetes minyak, viskositas minyak, jari-jari tetes minyak, dan kecepatan gerak tetes minyak ke bawah. Sehingga resultan gaya yang dialami oleh tetes minyak dapat ditulis[6] : moil.g mL.g - 6rv = 0 Bila moil mL = m, maka persamaan di atas dapat ditulis menjadi : m.g - 6rv = 0 Dengan m.g merupakan berat tetes minyak setelah dikurangi oleh gaya Archimedes. Bila oil L = , dengan oil dan L adalah rapat massa tetes minyak dan rapat massa udara, maka dengan mengganti m = V = akan diperoleh resultan gaya tetes minyak[7] Kasus kedua Pada plat sejajar dialirkan medan listrik sedemikian sehingga tetes minyak bergerak ke atas dengan kecepatan v2. Bila tegangan antar pelat U dan jarak antar kedua pelat adalah d, maka E=U/d dan gaya yang bekerja pada tetes minyak tersebut adalah [3]: q.E m.g - 6rv = 0 Atau q. - - 6rv = 0 - 6rv = 0

Untuk tetes minyak yang melayang di antara pelat sejajar karena pengaruh medan listrik E, maka pers (2) menjadi : q. - =0

Dari penjelasan di atas terlihat bahwa terdapat dua metode yang berbeda yang dapat digunakan untuk menentukan muatan elektron elementer : 1. Mengukur kecepatan jatuh bebas v sebelum diberikan medan listrik dan mengukur tegangan U sehingga tetes minyak diam diantara dua pelat sejajar. Formulasi metode ini dapat dilakukan dengan substitusi pers. (1) dan pers (3), sehingga diperoleh q = Dengan karakteristik alat dan bahan sebagai berikut : = 1,81 . 10-5 N/m2 s, d = 6.10-3 m, oil = 875,3 kgm-3, L = 1,29 kgm-3

sehingga persamaan (4) dapat dituliskan menjadi[1] : q = 2. 10-10.

A.s

2.

Mengukur kecepatan jatuh tetes minyak dalam ruang bebas medan listrik v1 dan kecepatan naik v2 pada tegangan tertentu U. Formulasi ini dapat dilakukan dengan substitusi pers (1) ke dalam pers (2) sehingga diperoleh q = v1 + v2

Dengan memasukkan nilai , d, dan ke dalam pers (6) diperoleh : q =

(v1 + v2)

A.s

Untuk meningkatkan akurasi nilai terukur dalam percobaan Milikan digunakan faktor koreksi (koreksi Chunningham) sebagai berikut. Andaikan muatan terkoreksi qc tekanan udara P (bar), maka koreksi dari pers (5) atau pers (7) adalah[4] : qc = atau q=

Dengan b adalah suatu konstanta yang dapat diperoleh secara numerik atau grafik (-6,33.10-5 mbar) Praktikum Tetes Minyak Milikan ini bertujuan untuk menentukan besar jari-jari tetesan minyak dan menentukan nilai muatan butiran minyak tersebut. Pada praktikum ini terjadi 2 pergerakan butiran minyak parafin yaitu pergerakan ke atas dan pergerakan ke bawah. Saat butiran minyak bergerak ke atas, butiran minyak tersebut hanya dipengaruhi oleh gaya gravitasi sedangkan pada saat butiran minyak mencapai batas garis atas, untuk membelokkan pergerakan minyak, pengamat perlu menekan tobol switch pembalik pada mikroskop untuk memberikan tegangan diantara kedua plat sehingga timbul medan listrik yang dapat membelokkan pergerakan butiran minyak dari batas atas menuju batas tengah yang berjarak 0.5 mm. Sehingga pada gerak pembelokan tetes minyak dari batas atas menuju batas tengah selain dipengaruhi oleh gaya gravitasi pergerakan tetes minyak juga dipengaruhi oleh medan listrik yang ditimbulkan oleh adanya tegangan listrik diantara kedua plat. Jadi ketika pergerakan tetes minyak yang diamati oleh pengamat dengan menggunakan mikroskop bergerak keatas, pada keadaan yang sebenarnya justru sebaliknya. Tetes minyak tersebut bergerak kebawah karena gaya gravitasi dengan arah ke bawah yang mempengaruhi pergerakannya. Begitu pula sebaliknya, ketika pengamat mengamati pergerakan tetes minyak melalui mikroskop bergerak ke bawah, pada kenyataannya pergerakan tetes minyak tersebut bergerak ke atas melawan gaya tarik gravitasi yang berarah ke bawah karena adanya medan listrik yang diberikan oleh pengamat. Pada praktikum ini data yang akan didapatkan adalah data waktu yang diperlukan oleh tetes minyak parafin untuk menempuh batas atas dan batas bawah. Setiap nilai tegangan dilakukan 5 kali pengulangan untuk 2 pergerakan keatas dan kebawah. Sehingga untuk 1 jenis tegangan akan diperoleh data waktu sebanyak 10 dengan 5 data untuk pergerakan keatas dan 5 data untuk pergerakan kebawah. Jadi jumlah data yang didapatkan pada praktikum ini sebanyak 30 data waktu. Berdasarkan dengan data hasil pengamatan waktu tempuh tetes minyak parafin, terdapat selisih nilai yang sangat jauh antara waktu tempuh tetes minyak dari batas bawah ke batas atas (naik) dan batas atas ke batas bawah (turun). Data waktu tempuh tetes minyak parafin dari batas bawah ke batas atas (naik) memiliki rentang waktu yang cukup singkat daripada rentang waktu yang dibutuhkan tetes minyak untuk menempuh batas atas ke batas bawah (turun). Hal itu dikarenakan gaya yang mempengaruhi pergerakan naik tetes minyak hanya gaya gravitasi sehingga pergerakan tetes minyak dipercepat kebawah. Sebaliknya, pada pergerakan tetes minyak ke bawah (yang sebenarnya ke atas), gaya gravitasi bumi yang berarah ke bawah (pusat bumi) harus mengalami gaya listrik yang arahnya berlawanan dengan arah gaya gravitasi bumi sehingga percepatan yang dialami oleh tetes minyak ini akan lebih kecil daripada percepatan yang dialami tetes minyak ketika tidak ada medan listrik yang mempengaruhinya.