Anda di halaman 1dari 7

STRUKTURISASI MANAJEMEN BENCANA KESEHATAN

1. Didan Rodian
2. Rahmad Mulyadi 3. Numan Latief

KO O R D I N AT O R B E N C A N A K E S E H ATA N
Penetapan satu tititk fokus untuk mengkoordinasikan upaya kesehatan terkait
bencana akan memastikan pemanfaatan optimal sumber daya kesehatan yang tersedia di departemen kesehatan, lembaga jaminan sosial, angkatan bersenjata, dan sektor swasta.

Koordinator bencana kesehatan purnawaktu harus ditunjukan dan,seperti


ditempatkan pada jajaran tertinggi dalam departemen kesehatan (mis., dalam unit penasehatan menteri atau wakil menteri), atau dalam Direktur Jendral kesehatan, terutama dalam divisi yang memiliki tanggung jawab operasional terhadap layanan

kesehatan kedaruratan.

LANJUT....
Koordinator bencana kesehatan bertanggung jawab atas
pembentukan program-program kesiapsiagaan, mitigasi, dan pencegahan bencana dalam sektor kesehatan. koordinator Bencana kesehatan, beranggotakan ahli-ahli sektor kesehatan (epidemiologi, kesehatan lingkungan, administrasi rumah sakit) dan perwakilan dari badan pemerintah yang menyediakan layanan kesehatan, palang merah, LSM, juga perwakilan dari komunitas internasional yang terlibat dalam kegiatan kesehatan untuk membantu kemanusiaan.

PENGKAJIAN RISIKO
Untuk mengarahkan kegiatan program pengelolaan bencana secara tepat, koordinator Bencana Kesehatan harus memahami resiko (bahaya dan kerentanan) yang ada dinegara yang berada dibawah tanggung jawabnya. Untuk mengarahkan kegiatan program pengelolaan bencana secara tepat,

koordinator Bencana Kesehatan harus memahami resiko (bahaya dan


kerentanan) yang ada dinegara yang berada dibawah tanggung jawabnya. (mis., pertumbuhan kota, perubahan persyaratan pembangunan, dan pendiri industri baru).

Identifikasi risiko yang ditimbulkan oleh bencana alam dan bencana akibat aktivitas manusia membutuhkan kerja sama antara sektor kesehatan dengan komunitas ilmuan (ahli gempa, ahli cuaca, ahli sosial), ahli lingkungan, ahli bangunan, perancang tata kota, tenaga pemadam kebakaran, industri swasta, dan dalam kondisi kedaruratan yang kompleks, dengan orang memiliki pengaruh politik.

PELATIHAN...
Pelatihan dalam semua komponen program pengolahan bencana diperlukan jika berharap kegiatan dapat dilaksanakan dengan tepat. Kegagalan dalam mitigasi, kesiapsiagaan, dan tanggapan terhadap

bencana kebanyakan disebabkan oleh senjangan yang ada di antara


berbagai profesi dan kurangnya pelatihan khusus bagi tenaga layanan kesehatan dan kesehatan masyarakat.

PROGRAM PENGELOLAAN BENCANA KESEHATAN NASIONAL


Area tanggung jawab program ini adalah 1. Promosi kesehatan 2. Pembentukan standar

3. Pelatihan tanggap bencana dan koordinasi dengan institusi dan sektor lain.
Dalam kejadian bencana program ini bertanggung jawab untuk : - Memobilisasi respons kesehatan; dan - Memberikan saran dan mengoordinasi kegiatan atas nama pimpinan sektor

kesehatan (mentri kesehatan), dan mendukung respons kesehatan pada kondisi


kedaruratan skala besar yang terjadi akibat bencana alam dan bencana akibat teknologi serta ulah manusia itu sendiri.