Anda di halaman 1dari 10

ABSTRAK Objektif: Untuk melakukan analisis komplikasi ibu dan janin pada wanita kelebihan berat badan dan

obesitas. Metode : Mengumpulkan sejumlah 87 orang wanita dengan kehamilan tunggal yang memiliki IMT ( >25-29,9 kg/m2) dan 83 orang wanita dengan kehamilan tunggal yang memiliki IMT > 30 kg/m2 yang telah dipelajari untuk komplikasi ibu dan janin di Rumah sakit Nehru, BRD Medical College, Gorahpur selama Juni 2007 oktober 2008. 45 orang wanita dengan IMT 20 -24.9 kg/m2 dipilih menjadi control. Hasil : Dibandingkan dengan wanita IMT normal, hasil yang sering terjadi (komplikasi dan resiko) pada wanita dengan kelebihan berat badan dan obesitas adalah hipertensi gestasional (p < 0,05); preeklampsia (p < 0,001); kelahiran prematur (p < 0,05); induksi persalinan (p < 0,05); Persalinan per vaginam dengan alat (p > 0,05); section casearia (p < 0,01 peningkatan waktu operasi (p < 0,01); IUFD (p < 0,05); Kematian perinatal dini (p < 0,05); Apgar skor < 7 pada 5 menit pertama (p < 0,05), dan Bayi dirawat NICU (p < 0,001). Tidak ada perbedaan signifikan yang ditemukan antara kelompok perihal hipoglikemia hiperbilirubinemia dan gangguan pernapasan. Kesimpulan : Kelebihan berat badan dan obesitas merupakan faktor risiko yang pasti untuk outcome kehamilan (bayi) yang merugikan. Hal ini mungkin disebabkan oleh perubahan kondisi metabolik pada obesitas. Kata kunci : Obesitas - Kehamilan - Indeks massa tubuh - outcome perinatal Morbiditas

PENDAHULUAN Selama dekade terakhir, telah terjadi perubahan drastis dalam kondisi sosial ekonomi dan kebiasaan makan. Seiring dengan ini besarnya obesitas meningkat terutama di perkotaan dan mungkin menjadi masalah utama di masa depan. Sementara obesitas merupakan faktor risiko ditetapkan untuk diabetes mellitus, hipertensi, penyakit arteri koroner dan stroke, kurang banyak diketahui tentang obesitas ibu dan outcome kehamilan (bayi).

BAHAN DAN METODE Sebuah studi prospektif dilakukan di unit bersalin Nehru rumah sakit, B.R.D. Medical College, Gorakhpur. Wanita dengan kehamilan tunggal, yang melahirkan antara Juni 2007 dan Oktober 2008, termasuk dalam studi. Wanita dengan kehamilan kembar, gangguan medis, dan indeks massa tubuh (IMT) < 19,8 kg/m2 tidak termasuk. Anamnesis dan pemeriksaan rinci dikumpulkan pada lembar pengumpulan data. IMT dihitung pada kunjungan ANC pertama dan pada saat masuk rumah sakit untuk melahirkan. IMT Pra-kehamilan tidak bisa dipercaya dan dimasukan dalam populasi karena wanita umumnya jarang ingat dan mengukur berat bandannya. IMT wanita pada saat persalinan digunakan untuk menentukan efek dari IMT pada hasil kehamilan. Untuk tujuan penelitian, subyek dibagi dalam kelompok menggunakan gradasi Garrow [1] dari obesitas berdasarkan indeks Quetlet atau IMT yang dihitung sebagai berat dalam kilogram / tinggi dalam meter [2]

Tingkat 0 1 2 3

Status Normal Kelebihan berat badan Obesitas Obesitas tidak sehat

IMT (kg/m2) 20.024.9 25.029.9 30.040.0 >40.0

Variabel pra kehamilan meliputi umur, paritas, dan status sosial ekonomi. Variabel antepartum dianalisis gestational diabetes, hipertensi gestasional, preeklamsia-eklamsia, anemia, prematur, kehamilan post term, retardasi pertumbuhan intra-uterin (IUGR), solusio plasenta, dan keguguran. Variabel intrapartum diteliti induksi persalinan, induksi gagal, cara persalinan (per vaginam / sectio caesaria) , dan waktu selama operasi caesar, persalinan pervaginam dengan instrument, persalinan per vaginam setelah bedah caesar, section caesaria atas indikasi gagal trial of labor, dan distosia bahu. Variabel postpartum yang diteliti adalah perdarahan postpartum, demam, endometritis, infeksi saluran kemih (ISK), infeksi dada, masa nifas yang lama, dan gangguan penyembuhan luka. Variabel neonatal yang dianalisis adalah berat badan lahir rendah (BBLR) (<2.000 gram) , makrosomia (>4.000 gram), prematuritas, sindrom postmaturity, skor Apgar, resusitasi neonatus, Bayi yang dirawat perawatan intensif neonatal (NICU), kematian dini neonatal, kematian intranatal, IUFD, hipoglikemia neonatal, hiperbilirubinemia neonatal, dan gangguan.pernapasan yaitu respiratory distress syndrome (RDS). Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan uji x2, odd rasio, dan interval kepercayaan 95%. Angka statistik yang signifikan didefinisikan sebagai p < 0,05.

HASIL 87 orang wanita dengan kelebihan berat badan, 83 wanita obesitas, dan 45 orang wanita dengan IMT normal dibandingkan dianalisis secara statistik untuk perilaku obstetri dan outcome kehamilan (bayi). Usia rata-rata, paritas, dan status sosial ekonomi sebanding dalam semua kelompok. Peringkat signifikan lebih tinggi pada hipertensi gestasional (p<0,05), pre-eklampsia (p<0,001), kehamilan post term (p<0,05), dan solusio plasenta (p<0,05) tercatat pada wanita dengan kelebihan berat badan dan obesitas dibandingkan dengan kontrol. Tidak ada perbedaan yang signifikan berkaitan antara kelompok anemia, KPD, dan IUGR. Ada Peringkat yang lebih tinggi diabetes gestational dan keguguran di antara wanita dengan kelebihan berat dan obesitas dibandingkan dengan kontrol, namun tidak mencapai signifikansi pada statistik (Tabel 1.) Diantara variabel intrapartum (Tabel 2), secara signifikan peringkat hasil yang lebih tinggi pada induksi persalinan (p<0,05), persalinan per vaginam dengan instrument (p>0,05), sectio caesaria (p<0,01), gagal VBAC (p < 0,01) dan peningkatan waktu operasi saat sectio caesaria (p < 0,01) tercatat sebagai subyek obesitas dan kelebihan berat badan. Namun, perbedaan yang signifikan dalam hal kegawatdaruratan dan elektif sectio caesaria tidak ada diantara kelompok. Terjadinya distosia bahu lebih tinggi di antara wanita obesitas tetapi tidak mencapai signifikansi statistik. Diantara variabel postpartum (Tabel 3), secara signifikan jumlah yang lebih tinggi pada wanita dengan kelebihan berat badan dan obesitas (p<0,01)

memiliki gangguan masa nifas yang panjang dibandingkan wanita dengan berat badan normal. Rata-rata signifikan lebih tinggi pada demam (p<0,01) dan gangguan penyembuhan luka (p<0,05) terlihat pada kelompok berbeda dengan kontrol). perbedaan yang tidak signifikan secara statistik terlihat antara kelompok perihal postpartum perdarahan, infeksi saluran kemih dan endometritis. Bayi makrosomia (>4 kg), bayi berat lahir rendah (<2 kg), kelahiran prematur, dan sindrom postmatur (p<0,05) lebih signifikan pada wanita kelebihan berat badan dan obesitas dibandingkan dengan kontrol (Tabel 4). Peringkatan lebih tinggi IUFD (p<0,05) dan kematian perinatal dini (p<0,05) tercatat pada wanita kelebihan berat badan dan obesitas dibandingkan dengan kontrol (11, 12 vs 1% IUFD dan 3, 7, vs 1% peringkat kematian perinatal dini). Bayi yang lahir dari wanita dengan kelebihan berat badan dan obesitas menunjukkan peringkat yang lebih tinggi (p < 0,001) untuk masuk ke NICU >24 jam (35, 36 vs 5%). Persentase jauh lebih tinggi dari wanita dengan kelebihan berat badan dan obesitas (p<0,05) memiliki skor Apgar neonatus dengan < 7 pada 5 menit (32, 36 vs 14%). Tidak ada perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok mengenai hipoglikemia, hiperbilirubinemia, dan sindrom gangguan pernapasan (Tabel 5).

DISKUSI Sesuai dengan literatur [2, 3], dalam penelitian kami, ada kejadian yang signifikan lebih tinggi pada hipertensi gestasional (15 dan 18,3% vs 2,2%) dan pre-eclampsia (38,7 dan 18,3% vs 2,2%) pada wanita obesitas dan kelebihan berat

badan. Dan hasil signifikan lebih tinggi pada induksi persalinan (30,9 dan 26,9% vs 6,8%) dan persalinan per vaginam dengan instrumen (23,7 dan 20% vs Tabel 1. Variabel Antenatal Variabel Antenatal Odd Rasio (95% CI) Persalinan Lama Odd Rasio (95% CI) Diabetes Gestasional Hipertensi Gestasional Odd Rasio (95% CI) Pre-eklampsia Odd Rasio (95% CI) Anemia Odd Rasio (95% CI) IUGR Odd Rasio (95% CI) Solusio Plasenta Aborsi KPD Odd Rasio (95% CI) IMT 20-24.9 02 (04.44) 01 (02.22) 01 (02.22) 15 (33.33) 01 (02.22) 04 (09.10) 25-29.9 15 (18.30) 0.15 (0.090.21) 04 (04.60) 15 (18.30) 30-40.0 15 (18.75) 0.14 (0.080.20) 07 (08.43) 12 (15.00) <0.05 >0.05 <0.05 p Value

0.11 (0.050.13 (0.070.17) 0.19) 15 (18.30) 31 (38.75) 0.11 (0.050.03 (0.030.17) 0.09) 33 (37.93) 22 (26.50) 0.82 (0.761.39 (1.270.88) 1.51) 11 (13.41) 16 (20.00) 0.15 (0.09- 0.9 (0.03-0.15) 0.21) 03 (03.66) 08 (10.00) 05 (05.75) 03 (03.61) 15 (21.13) 10 (14.70) 0.37 (0.270.58 (0.480.47) 0.68)

<0.001 >0.05 <0.05 <0.05 <0.05 >0.05

Tabel 2. Variabel Intrapartum Variabel Intrapartum Odd rasio (95 % CI) Persalinan spontan Odd rasio (95 % CI) IMT 2024.9 35 (94.29) 2529.9 36 (80.00) 4.12 (3.344.90) 3040.0 29 (76.31) 5.12 (408 516) >0.05 p Value

Operative VD Odd rasio (95 % CI) Distosia bahu VBAC Odd rasio (95 % CI) Induksi Persalinan Odd rasio (95 % CI) Sectio Caesaria Odd rasio (95 % CI) Gagal VBAC Odd rasio (95 % CI) Peningkatan waktu operatif Odd rasio (95 % CI)

02 (05.71) 0.24 (0.140.34) 06 (85.70) 48.0 (26.169.9) 03 (06.80) 10 (22.22) 0.21 (0.130.29) 01 (14.29) 0.02 (0.040.08) 2 (20.00)

09 (20.00) 0.19 (0.090.29) 01 (11.10) 12.0 (07.316.7) 21 (26.92) 0.21 (0.130.29) 37 (45.12) 0.18 (0.120.24) 08 (88.80) 0.08 (0.080.24) 26 (70.27) 0.11 (0.41.01)

09 (23.68) 03 (07.89) 04 (33.30) 22 (30.90) 0.18 (0.12 0.24) 42 (52.50) 08 (66.60) 30 (71.43) 0.10 (0.02 0.18)

>0.05

<0.01 <0.05

<0.01 <0.01 <0.01

5,7%) seperti tercantum dalam penelitian lain [2,3]. Sectio caesaria juga lebih tinggi pada wanita dengan obesitas (52,5%) dan kelebihan berat badan (45,1%) dibanding kontrol (22,2%). Hasil ini konsisten dengan penelitian sebelumnya [2, 3]. Tingkat keberhasilan persalinan pervaginam pada wanita obesitas dan kelebihan berat badan dengan kelahiran sesar sebelumnya sebesar 22% dan konsisten dengan studi yang dilakukan oleh Chauhan dkk. [4] dan Bujold et al. [5]. Dalam konkordansi dengan literatur, ada peningkatan kehilangan darah operasi (>1.000 ml) dan peningkatan total waktu perioperatif (100 menit) [2]. Serupa dengan penelitian Baeten et al. [6], Terjadinya kelahiran prematur lebih tinggi pada obesitas dan kelebihan berat badan (28,8 dan 28,1% vs 11,1%) namun bertentangan dengan pengamatan yang dilakukan oleh Sbire et al. [2]. Obesitas pada kehamilan dikaitkan dengan komplikasi postpartum [2]. Dalam 7

penelitian ini, demam (18,8 vs 4,4%), endometritis (8,8% vs 4,4%), gangguan masa nifas (33,8% vs 8,9%), gangguan penyembuhan luka (38,1% vs nol), dan infeksi saluran kemih (12,5% vs nol) semua memiliki insiden yang lebih tinggi pada kelompok studi. Tabel 3. Variabel Post Partum Variabel Post Partum Odd rasio (95 % CI) Perdarahan Post Partum Demam Odd rasio (95 % CI) Endometritis Odd rasio (95 % CI) Masa Nifas yang lama Odd rasio (95 % CI) Gangguan penyembuhan luka ISK IMT 2024.9 00 02 (04.44) 02 (04.44) 04 (08.88) 2529.9 02 (02.44) 04 (04.88) 0.91(0.850.97) 03 (03.66) 1.22 (1.221.32) 19 (23.17) 0.32 (0.240.40) 09 (24.32) 08 (09.19) 3040.0 03 (03.75) 15 (18.75) 0.20 (0.12 0.28) 07 (08.75) 0.49 (0.41 0.57) 27 (33.75) 0.19 (0.11 0.27) 16 (38.10) 10 (12.50) >0.05 <0.01 >0.05 <0.01 p Value

<0.05 <0.05

Tabel 4. Neonatal Outcome Neonatal Outcome Odd rasio (95 % CI) Preterm (<37 weeks) Odd rasio (95 % CI) Post matur (>40 weeks) Odd rasio (95 % IMT 2024.9 05 (1111) 02 (04.55)z 2529.9 23 (28.05) 0.25 (0.17 0.33) 04 (05.63) 0.72 (0.64 3040 23 (28.75) 0.24 (0.16 0.37) 06 (08.81) 0.44 (0.36 <0.05 p Value

<0.05

CI) BBLR (<2 kg) Odd rasio (95 % CI) Makrosomia (>4 kg)

03 (06.82)

0.80) 10 (14.10) 0.41 (0.31 0.51) 05 (07.04)

0.52) 13 (19.11) 0.26 (0.18 0.34) 06 (08.82)

<0.05 <0.05

Tabel 5. Kompilkasi Neonatus Komplikasi Neonatal Odd rasio (95 % CI) Skor Apgar (<7) Odd rasio (95 % CI) Intubasi Odd rasio (95 % CI) Rawat NICU (>24 jam) Odd rasio (95 % CI) IUFD Odd rasio (95 % CI) Kematian dini perinatal Odd rasio (95 % CI) RDS Foto terapi Odd rasio (95 % CI) Hipoglikemia Odd rasio (95 % CI) IMT 2024.9 14 (31.81) 02 (04.55) 05 (11.36) 01 (02.22) 01 (02.27) 08 (18.18) 04 (09.09) 2529.9 32 (45.07) 0.85 (0.79 0.91) 05 (07.04) 0.63 (0.53 0.73) 35 (49.30) 0.13 (0.07 0.019) 11 (13.41) 0.11 (0.05 0.17) 03 (04.23) 0.53 (0.45 0.61) 04 (05.63) 12 (16.90) 1.09 (1.03 1.15) 06 (08.45) 1.08 (1.02 1.14) 3040.0 36 (52.94) 0.41 (0.31 0.51) 09 (13.24) 0.31 (0.23 0.39) 36 (52.94) 0.11 (0.05 0.17) 12 (15.00) 0.13 (0.07 0.19) 07 (10.30) 0.20 (0.12 0.28) 04 (05.88) 12 (16.18) 1.15 (1.07 1.23) 06 (08.82) 1.03 (0.99 1.07) p Value <0.05 >0.05 <0.01

<0.05 <0.05

>0.05 >0.05 >0.05

Lu et al. [7] telah menunjukkan bahwa wanita obesitas lebih mungkin melahirkan bayi besar masa kehamilan. Mirip dengan hasil dalam literatur [3, 6], dalam penelitian kami, Tingkat makrosomia antara perempuan obesitas lebih

tinggi (8,8% vs nol). Bayi kecil masa kehamilan (KMK) juga lebih tinggi pada wanita obesitas dan kelebihan berat badan (19,1 dan 14,1% vs 6,8%). Hal ini dapat berhubungan dengan hipertensi berat dan preeklamsia. Peningkatan insiden juga terjadi pada IUFD (15 dan 13,4% vs 2,2%), kematian dini perinatal, dan perawatan di NICU (52.9 dan 49,3% vs 11,4%) tercatat dalam penelitian.

KESIMPULAN Berdasarkan penelitian di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa obesitas merupakan faktor risiko independen untuk hasil outcome kehamilan (bayi) yang merugikan dan karenanya merupakan faktor risiko yang harus dicegah untuk mengurangi morbiditas ibu, morbiditas perinatal, dan kematian. Suatu konseling pra kehamilan dan kesadaran mengenai pengontrolan berat badan dan kebiasaan makan benar-benar diperlukan, terutama terlihat pada tren peningkatan kelebihan berat badan dan obesitas kalangan perempuan sekarang ini.

10