Anda di halaman 1dari 2

Nama Prodi NIM

: Robin : BDP : 11661

Manfish yang digunakan dalam praktikum yaitu jenis marble. Perbedaan jantan dapat dilihat dari bentuk tubuhnya. Manfish jantan bentuk tubuhnya lebih besar tapi perutnya kecil, sedangkan yang betina perutnya cenderung membesar ketika sudah dewasa. Selain berntuk tubuhnya bentuk bagian kepala dapat digunakan untuk membedakan jantan dan betina. Manfish jantan bagian kepala cenderung lebih menonjol sedangakan betina tidak menonjol. Manfish dalam praktikum antara yang matang telur dengan yang belum matang tidak begitu terlihat. Tingkah lakunya tidak begitu berbeda dengan manfish yang belum matang gonad. Walaupun perutnya terlihat besar, manfish betina yang sudah matang tingkah lakunya terlihat sama dengan yang belum matang. Kebiasaan manfish yang bergerombol terlihat dan sering berlindung di kayu ataupun bebatuan. Selama pengamatan yang telah dilakukan kadang kala ada dua manfish yang berenang bersamaan terus, seolah-olah telah berpasangan. Namun hari-hari berikutnya tidak terlihat dan berenang sendirian. Melihat kondisi ini sulit sekali untuk menjodohkan manfish yang telah siap memijah. Pakan yang diberikan selama ini adalah cacing sutra, sedangkan jentik nyamuk di berikan sesekali waktu. Beberapa waktu lalu telah memindahkan induk manfish yang telah berpasangan untuk dipijahkan. Hasilnya sampai saat ini belum terlihat. Suhu yang digunakan untuk pemijahan adalah 29 dan 30 0C namun belum membuahkan hasil.

Nama Prodi NIM

: Prameidia Putra : THP : 11666

Ikan yang saya gunakan untuk praktikum Akuaskap adalah ikan Lemon. Ikan lemon masih tergolong kedalam ikan cichlid. Ikan cichlid tergolong sulit dibedakan antara jantan dan betinanya. Namun khusus ikan lemaon bisa dibedakan secara jelas jika ikan tersebut sudah dewasa. Untuk ikan jantan ukurannya lebih besar dari ikan betina, sirip perutnya lebih panjang dari betina dan pada sirip atas dan bawah terdapat warna hitam, sedangkan yang betina hanya berwarna polos kuning saja. Ikan yang dignakan untuk praktikum belum ada tanda-tanda berpasangan karena masih diwarnai kejar-kejaran antara ikan jantan dan jantan yang lain. Pakan yang selama ini diberikan adalah cacing sutr baik cacing sutra segar maupun cacing sutra kering dalam kemasan. Selain itu cukup sulit membedakan ikan ini sudah matang telur atau belum karena ukurannya yang cukup kecil dan tidak terdapat perbedaan yang berarti pada ikan tersebut. Rencana kedepan akan mengurangi jumlah indukan jantan dan menambah kumlah indukan betina agar memperbesar kemungkinan ikan tersebut memijah serta mengurangi gangguan dari ikan jantan yang lain. Selain itu juga akan menambah tempat persembunyian yang sekarang sudah ada, karena menurut beberapa sumber ikan ini sesungguhnya termasuk ikan yang pemalu.