Anda di halaman 1dari 4

2. Landasan Teori 2.

1 Definisi Sistem Informasi


Sistem berasal dari bahasa Yunani yaitu Sistema yang berarti sekumpulan objek yang bekerja sama untuk menghasilkan suatu kesatuan metode yang digabungkan dan diatur sedemikian rupa yang berfungsi mencapai tujuan. Sedangkan informasi berasal dari kata information yang artinya sekumpulan data yang dibutuhkan untuk keperluan tertentu. (Bigelow, SJ., 2001). Definisi dari sistem adalah sekelompok dua atau lebih komponen-komponen yang saling terkait atau subsistem-subsistem yang bersatu untuk mencapai tujuan yang sama. Sedangkan definisi dari informasi adalah data yang diambil kembali, diolah, atau sebaliknya digunakan sebagai dasar untuk peramalan atau pengambilan keputusan. Sumber dari informasi adalah data. Data adalah fakta dan angka yang tidak sedang digunakan dalam proses keputusan, dan biasanya berbentuk catatan historis yang dicatatkan dan diarsipkan tanpa maksud untuk segera di ambil kembali untuk pengambilan keputusan. (Asiah, 2008). Sistem informasi adalah suatu sistem atau sekumpulan elemen-elemen data yang saling berhubungan untuk dapat menyediakan informasi yang diperlukan dan lebih berguna. (Asiah, 2008).

2.2 Proses Penyewaan Lapangan Futsal


Di tempat penyewaan lapangan futsal Genic, pelanggan dapat menyewa lapangan futsal dengan dua cara yaitu: melakukan pemesanan penyewaan lapangan terlebih dahulu atau menyewa lapangan secara langsung dan pelanggan pun dapat membatalkan pesanannya. Penggunaan lapangan futsal akan di hitung per jam (satu jam sama dengan enam puluh menit). Pelanggan dapat memesan tambahan jam selama tidak ada pelanggan lain yang telah ada di

antrian pada jadwal jam yang dimaksud. Selama berada di tempat penyewaan lapangan futsal, pelanggan atau pengunjung dapat melakukan transaksi pembelian terhadap item-item yang dijual oleh pengelola lapangan futsal. Pada setiap akhir dari proses transaksi, pelanggan atau pengunjung akan mendapatkan nota pembayaran.

2.3 Teori Rekayasa Perangkat Lunak


Rekayasa perangkat lunak (software engineering) adalah aplikasi dari sebuah pendekatan kuantifiabel, disiplin, dan sistematis kepada pengembangan, operasi, dan pemeliharaan software. Model model proses dari software engineering antara lain adalah: model sekuensial linier, model prototipe, model RAD, model inkremental, model spiral, model asembli komponen, model pengembangan kongkuren, model metode formal, dan model teknik generasi keempat. (Suyanto, AH., 2005). Dalam membangun aplikasi sistem informasi penyewaan lapangan futsal ini akan digunakan model sekuensial linier. Model sekuensial linier sering disebut juga dengan siklus kehidupan klasik atau model air terjun. Model sekuensial linier melingkupi aktivitas aktivitas sebagai berikut: (Suyanto,AH., 2005). 1. Rekayasa dan pemodelan sistem atau informasi Karena sistem merupakan bagian dari sebuah sistem yang lebih besar, kerja dimulai dengan membangun syarat dari semua elemen sistem dan mengalokasikan beberapa subset dari kebutuhan ke software tersebut. Pandangan sistem ini penting ketika software harus berhubungan dengan elemen-elemen yang lain seperti software, manusia, dan database. Rekayasa dan analisis sistem menyangkut pengumpulan kebutuhan pada tingkat system dengan sejumlah kecil analisis serta disain tingkat puncak. Rekayasa informasi mancakup juga pengumpulan kebutuhan pada tingkat bisnis strategis dan tingkat area bisnis. 2. Analisis kebutuhan Software

Proses pengumpulan kebutuhan diintensifkan dan difokuskan, khususnya pada software. Untuk memahami sifat program yang dibangun, analis harus memahami domain informasi, tingkah laku, unjuk kerja, dan interface yang diperlukan. Kebutuhan baik untuk sistem maupun software didokumentasikan dan dilihat lagi dengan pelanggan. 3. Desain Desain software sebenarnya adalah proses multi langkah yang berfokus pada empat atribut sebuah program yang berbeda; struktur data, arsitektur software, representasi interface, dan detail (algoritma) prosedural. Proses desain menterjemahkan syarat atau kebutuhan ke dalam sebuah representasi software yang dapat diperkirakan demi kualitas sebelum dimulai pemunculan kode. Sebagaimana persyaratan, desain didokumentasikan dan menjadi bagian dari konfigurasi software. 4. Generasi Kode Desain harus diterjemahkan ke dalam bentuk mesin yang bisa dibaca. Langkah pembuatan kode melakukan tugas ini. Jika desain dilakukan dengan cara yang lengkap, pembuatan kode dapat diselesaikan secara mekanis. 5. Pengujian Sekali program dibuat, pengujian program dimulai. Proses pengujian berfokus pada logika internal software, memastikan bahwa semua pernyataan sudah diuji, dan pada eksternal fungsional, yaitu mengarahkan pengujian untuk menemukan kesalahan kesalahan dan memastikan bahwa input yang dibatasi akan memberikan hasil aktual yang sesuai dengan hasil yang dibutuhkan. 6. Pemeliharaan

Software

akan

mengalami

perubahan

setelah

disampaikan

kepada

pelanggan

(perkecualian yang mungkin adalah software yang dilekatkan). Perubahan akan terjadi karena kesalahan kesalahan ditentukan, karena software harus disesuaikan untuk mengakomodasi perubahan perubahan di dalam lingkungan eksternalnya (contohnya perubahan yang dibutuhkan sebagai akibat dari perangkat peripheral atau sistem operasi yang baru) atau karena pelanggan membutuhkan perkembangan fungsional atau unjuk kerja. Pemeliharaan software mengaplikasikan lagi setiap fase program sebelumnya dan tidak membuat yang baru lagi. Secara sederhana model sekuensial linier dapat digambarkan seperti berikut:

Analisis

Desain

Kode

Tes

Pemodelan Sistem Informasi