Oei, Kristina H.W.

P 07120090017 Lydia Linggawaty 07120090061 Jevany Moksidy Janet Vanessa Loprang 07120090077 Natalia Ihalauw 07120090093

Pengertian Subordinasi
• Medieval latin subordinatus, past participle of subordinare  put in lower rank, to set in order. • Dalam bahasa Inggris subordinasi mempunyai makna yaitu:
– Belonging to a lower or inferior classor rank; secondary – Subject to the authority or control of another – To occupy an inferior or subordinate position – To be put aside in favor of someone or something more important.

Pengertian Subordinasi
• Dalam kamus besar bahasa indonesia subordinasi mempunyai arti yaitu kedudukan bawahan.

Mis: Israel Jepang Afrika Selatan .Bentuk – Bentuk Subordinasi • Mayoritas-Minoritas (SARA) Pada sistem stratifikasi ini terdapat pembedaan hak dan kewajiban berdasarkan warna kulit atau kebudayaan.

Bentuk – Bentuk Subordinasi • Contoh: – Elizabeth – Kaisar Jepang – Ratu Juliana. Ratu Wilhelmina .

anggota masyarakat yang berusia lebih muda mempunyai hak dan kewajiban berbeda dengan anggota masyarakat yang lebih tua. .Bentuk – Bentuk Subordinasi • Senioritas – Yunioritas Pada sistem ini.

Bentuk – Bentuk Subordinasi • Senioritas – Yunioritas. dalam bidang pekerjaan – Usia karyawan dan pangkat dalam organisasi – Merit System – Jabatan di perguruan tinggi negri .

Mis : Kelas atas Kelas menengah Kelas bawah .Bentuk – Bentuk Subordinasi • Kaya-Miskin Disebut juga stratifikasi ekonomi  pembedaan warga masyarakat berdasarkan penguasaan dan pemilikan materi.

Bentuk – Bentuk Subordinasi • Laki-laki Perempuan (Relasi Gender) Stratifikasi jenis kelamin didasarkan pada faktor perolehan  sejak lahir pria dan wanita memperoleh hak dan kewajiban yang berbeda  sering mengarah ke suatu hirarki. • Contoh: – Status – Pendidikan – Pekerjaan .

Perspektif dalam Sosiologi • Perspektif fungsionalis • Perspektif konflik • Perspektif Interaksionis .

mengambil tanggung jawab orang tua murid dalam sebagian waktu pada siang hari .Perspektif Fungsionalis • Masyarakat : suatu jaringan kelompok yang bekerjasama secara terorganisasi • Masyarakat  sistem yang stabil  cenderung untuk mempertahankan sistem kerja yang selaras & seimbang • Menurut Talcott Parsons. Kingsley Davis & Robert Merton  setiap kelompok / lembaga melaksanakan tugas tertentu & terus menerus. karena hal itu fungsional • Contoh : sekolah mendidik anak-anak.

Perspektif Fungsionalis • Pola-pola perilaku timbul untuk memenuhi kebutuhan & hilang bila kebutuhan berubah Keseimbangan yg serasi  FUNGSIONAL Perubahan Sosial Mengganggu keseimbangan  GANGGUAN FUNGSIONAL Tidak membawa pengaruh TIDAK FUNGSIONAL .

Perspektif konflik • Melihat masyarakat berada dalam konflik yang terus menerus diantara kelompok dan kelas • Masyarakat terikat bersama karena kekuatan dari kelompok atau kelas yang dominan • “Nilai-nilai bersama” yang dilihat oleh para fungsionalis sebagai suatu ikatan pemersatu tidaklah benar-benar suatu konsensus yang benar . . sebaliknya konsensus tersebut adalah ciptaan kelompok atau kelas yang dominan untuk memaksakan nilai-nilai serta peraturan mereka terhadap semua orang.

Berkembang dari isi perasaan orang dan kelompok yang berbeda Tidak dapat dihindarkan dalam susunan masyarakat yang kompleks. Berkembang dari keberhasilan sebagian orang dalam mengeksploitasi orang lain Tidak perlu dan tidak adil. Terutama disebabkan perbedaan kontribusi dari kelompok-kelompok yang berbeda Timbul dari perubahan kebutuhan fungsional masyarakat yang terus berubah Suatu sistem yang tidak stabil dari kelompok-kelompok dan kelas-kelas yang saling bertentangan Sekelompok orang yang memiliki kepentingan ekonomi dan kebutuhan kekuasaan yang serupa. Terutama disebabkan perbedaan dalam kekuasaan. Dapat dihindarkan dengan jalan penyusunan kembali masyarakat secara sosialistis Dipaksakan oleh suatu kelas terhadap kelas lainnya untuk kepentingan kelas pemaksa Perbedaan sosial Perubahan sosial .Persepsi tentang Teori fungsionalis Teori konflik Masyarakat Suatu sistem yang stabil dari kelompok-kelompok yang bekerja sama Kelas sosial Suatu tingkat status dari orangorang yang memperoleh pendapatan dan memiliki gaya hidup yang serupa.

sekolah.Persepsi Tentang Tata Tertib Sosial Teori Fungsionalis Hasil usaha tidak sadar dari orang-orang untuk mengorganisasi kegiatankegiatan mereka secara produktif. media massa Hukum dan pemerintahan Menanamkan nilai-nilai umum dan kesetiaan yang mempersatukan masyarakat Menjalankan peraturan yang mencerminkan konsensus nilai-nilai masyarakat Menjalankan peraturan yang dipaksakan oleh kelas yang dominan untuk melindungi hak-hak istimewa . Konsensus atas nilai-nilai yang mempersatukan masyarakat Teori Konflik Dihasilkan dan dipertahankan oleh pemaksa yang terorganisasi oleh kelas-kelas yang dominan Nilai-nilai Kepentingan yang bertentangan akan memecah belah masyarakat. Khayalan (ilusi) konsensus nilai-nilai dipertahankan oleh kelas-kelas yang dominan Menanamkan nilai-nilai dan kesetiaan yang melindungi golongan yang mendapat hak-hak istimewa Lembagalembaga sosial: Gereja.

“negara”. dan “lembaga masyarakat ” adalah abstraksi konseptual saja.Perspektif Interaksionis Perspektif ini tidak menyarankan teori-teori besar tentang masyarakat karena istilah “masyarakat ”. Sedangkan yang dapat ditelaah secara langsung hanyalah orang-orang dan interaksinya saja .

Perspektif Interaksionis Menurut Weber • Sosiologi : ilmu yang berusaha memahami tindakan sosial. Dapat disebut tindakan sosial apabila tindakan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan perilaku orang lain. • Tidak semua tindakan dapat dianggap sebagai tindakan sosial. • Contoh: mandi sambil bernyanyi dan bunuh diri . dan berorientasi pada orang lain.

Perspektif Interaksionis Menurut Weber • Sosiologi bertujuan memahami (Verstehen) mengapa tindakan sosial mempunyai arah dan akibat tertentu. dan tiap tindakan mempunyai makna subyektif bagi pelakunya • Ahli sosiologi  penafsiran makna  memahami makna  mengetahui dampak dari tindakan sosial .

Teori Fungsional Teori Konflik Kelas Sosial .

dan uang. .Teori Fungsional menurut Davis dan Moore dalam Kelas Sosial Butuh berbagai macam jenis pekerjaan Imbalan yang tidak sama rata Kelas Sosial Tidak berlaku bagi masyarakat yang tidak bersifat kompetitif Imbalan: prestise. pengakuan masyarakat.

Kenapa imbalan yang tidak sama rata? • Untuk merangsang kelas sosial atas agar mau menerima tanggung jawab dan mengikuti latihan pendidikan yang dibutuhkan bagi kedudukan penting • Tingginya tingkat kesulitan dan kepentingan yang membutuhkan bakat & pendidikan yang lebih tinggi juga • Agar semua jenis pekerjaan dapat diduduki oleh orang-orang yang kemampuannya cocok untuk jenis pekerjaan tersebut .

“Kesenjangan sosial ini merupakan keadaan yang tumbuh tanpa disadari. yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk lebih memberi jaminan bagi terisinya jabatan-jabatan penting oleh orang-orang yang paling cakap.” Kingsley Davis & Wilbert Moore .

Teori Konflik dalam Kelas Sosial Teori Fungsi tidak berfungsi dalam mendistribusikan kesempatan kerja & butuh sistem alokasi yang lebih baik Menyia-nyiakan bakat orang hebat dari kelas sosial yang tidak punya hak istimewa Kelas sosial Menyia-nyiakan potensi sedang orang yang tidak cakap dari kelas sosial yang punya banyak hak istimewa Bukan kegunaan fungsional yang menciptakan stratifikasi sosial. tetapi kekuasaan .

Teori Konflik dalam Kelas Sosial Hak-hak istimewa kelas sosial akan mengalami perubahan jika kelas sosial rendah menentang dan mengubah hak-hak istimewa tersebut .

• Perbedaan hak adalah konsekuensi kapitalisme dan kompleksitas budaya yang tidak bisa dihindari • Semua masyarakat kompleks menerapkan sistem imbalan yang tidak merata • Upaya awal masyarakat komunis menjalankan sistem “imbalan yang sama rata” gagal saat menyadari perlunya memberikan imbalan yang lebih banyak kepada orang yang memproduksi lebih banyak pula .Jadi….

Para orang tua yang sukses pada setiap masyarakat akan mencari jalan untuk membantu anak-anak mereka guna menghadapi persaingan untuk mencapai status yang lebih tinggi. Demikianlah kelas sosial berkembang .

kepada kelompok lain dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan • Berfungsi melalui mekanisme eksklusi (marginalization) & inklusi (incorporation) • Kriteria inklusi & eksklusi  ketidakseimbangan sosial dan strategi perebutan kekuasaan .Dinamika Kelas Sosial -Social ClosureMax Weber • Adalah kekuatan suatu kelompok untuk membatasi akses akan reward atau kesempatan sosial.

Dinamika Kelas Sosial -Social ClosureFrank Parkin • 2 tipe utama: – Exclusionary : suatu kelompok mencoba untuk mengamankan hak istimewa mereka dengan mengorbankan kelompok yang lain melalui proses subordinasi (menekan pihak bawah) .

Dinamika Kelas Sosial -Social Closure– Usurpationary (perebutan kekuasaan) : dilakukan oleh kelompok yang menjadi bawahan (subordinate) yang disebabkan oleh exclusionary closure  bertujuan untuk memperoleh sumber daya yang lebih besar lagi dengan mengancam untuk “to bite into the privileges of legally defined superiors”. .

.

Dinamika Kelas Sosial -Social Class• Stratifikasi sosial : pembuatan peringkat seseorang di dalam masyarakat yang dilakukan oleh anggota masyarakat lainnya sehingga terdapat posisi yang lebih tinggi dan posisi yang lebih rendah yang menghasilkan suatu hierarki martabat • Stratifikasi sosial  kelas-kelas sosial .

Dinamika Kelas Sosial -Social Class• Indikator kelas sosial: – Personal Interaction – Occupation – Educations – Possessions – Personal performances – Values .

.Dinamika Kelas Sosial -Social Class• Kelas Atas Terdiri dari orang-orang kaya (wealth). keturunan (blood line). • Kelas Menengah Terdiri atas orang-orang yang kelas sosial-ekonominya berada di antara upper dan lower class. Merupakan kelas yangh paling banyak diperebutkan • Kelas Pekerja Terdiri atas orang-orang dengan upah kerja rendah dan dengan keamanan finansial yang tidak terjaga. atau keduanya.

Dinamika Kelas Sosial -Social Class- .

Dinamika Kelas Sosial -Social Class• Kelas-kelas sosial bersifat dinamik  ada mobilitas sosial .

Dinamika Kelas Sosial -Social Class• Beberapa bentuk mobilitas sosial: – Mobilitas sosial horizontal : peralihan yang sederajat – Mobilitas sosial vertikal : peralihan yang tidak sederajat • Ke atas (social climbing)  mendapat kedudukan yang lebih tinggi • Ke bawah (social sinking)  mendapat kedudukan yang lebih rendah .

orientasi sikap terhadap mobilitas.Dinamika Kelas Sosial -Social Class• Faktor-faktor yang mempengaruhi mobilitas sosial : – Faktor struktural : struktur pekerjaan. faktor keberuntungan – Faktor status sosial – Faktor keadaan ekonomi – Faktor situasi politik – Faktor kependudukan (demografi) . sistem perekonomian suatu negara – Faktor individu : perbedaan kemampuan.

.

Daftar Pustaka • Macionis. . John J. Pearson Education:New Jersey. Pearson International Edition: Sociology. 2008. 12th ed.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful