Anda di halaman 1dari 26

PENGGUNAAN OBAT ANESTESI DARI PERSPEKTIF ISLAM

Oleh :

GINNAR MAYANG SUPERDANA NIM : 20131660034

S1 KEPERAWATAN PROGSUS FIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA 2013

PENGGUNAAN OBAT ANESTESI DARI PERSPEKTIF ISLAM

Oleh :

GINNAR MAYANG SUPERDANA NIM : 20131660034

S1 KEPERAWATAN PROGSUS FIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA 2013

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat, karunia, serta hidayah-Nya, kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Penggunaan Obat Anestesi ini sebatas pengetahuan dan kemampuan yang kami miliki, serta dengan harapan semoga makalah ini bisa bermanfaat dan menjadikan referensi bagi pembaca sehingga lebih mengenal tentang salah satu penggunaan jenis obat anestesi, sekaligus dampak yang terjadi apabila mengkonsumsinya. Makalah ini juga sebagai persyaratan tugas pada Mata Kuliah Al Islam. Akhir kata semoga bisa bermanfaat bagi civitas Universitas Muhammadiyah Surabaya dan semua yang membaca makalah ini semoga bisa di pergunakan dengan semestinya. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam tugas ini terdapat kekurangankekurangan dan jauh dari apa yang kami harapkan. Untuk itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa sarana yang membangun. Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.

Surabaya, 15 Oktober 2013

Penulis

ii

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB 1 1.1 1.2 1.3 BAB 2 2.1 PENDAHULUAN Latar Belakang Rumusan Masalah Tujuan LANDASAN TEORI Penggunaan / Penyalahgunaan Obat Anestesi dalam perspektif Islam (Al-Quran dan Al-Hadist) BAB 3 3.1 BAB 4 4.1 4.2 4.3 4.4 BAB 5 5.1 5.2 GAMBARAN UMUM Gambaran umum tentang anestesi PEMBAHASAN Jenis Anestesi Mekanisme Kerja Anestesi Cara Penggunaan Anestesi Manfaat Anestesi PENUTUP Kesimpulan Saran 4 7 7 8 8 9 10 12 21 21 21 22 i ii iii 1 1 2 3 4

DAFTAR PUSTAKA

iii

BAB 1 PENDAHULUAN

2.1

Latar belakang

Anestesi adalah suatu tindakan menahan rasa sakit ketika meelakukan pembedahan dan berbagai prosedur lainnya yang menimbulkan rasa sakit pada tubuh.Istilah anestesi pertama kali di gunakan pertama kali oleh Oliver Wendel Holmes Sr pada tahun1846.

Ada beberapa anestesi yang menyebabkan hilangnya kesadaran sedangkan jenis yang lain hanya menghilangkan nyeri dari bagian tubuh tertentu dan pemakaianya tetap sadar. Dan pembiusan lokal adalah suatu jenis anestesi yang hanya melumpuhkan sebagian tubuh manusia dan tampa menyebabkan

manusiakehilangan kesadaran.

Pada dunia medis, narkotika digunakan sebagai obat anestesi dan bertujuan untuk menghilangkan rasa sakit dan nyeri saat operasi dilakukan. Narkotika dapat juga digunakan sebagai obat batuk karena bersifat antitusif. Namun akan berakibat fatal apabila narkotika disalahgunakan untuk keperluan yang tidak semestinya atau diluar keperluan medis.

Narkotika merupakan bagian dari NAPZA. Menurut batasan WHO (World Health Organization) tahun 1969, bahwa yang dimaksud dengan NAPZA adalah zat kimia yang mampu mengubah pikiran, perasaan, fungsi mental, dan perilaku seseorang menjadi tidak normal.

Sedangkan yang dimaksud dengan obat (drugs) adalah zat-zat yang apabila dimasukkan ke dalam tubuh organisme yang hidup, maka akan menyebabkan perubahan pada satu atau lebih fungsi-fungsi organ tubuh.

Pada awalnya, NAPZA merupakan kepanjangan dari Narkotika dan Obat-Obat Berbahaya. Kemudian disadari bahwa kepanjangan NAPZA yang demikian itu keliru, sebab istilah Obat-Obat berbahaya dalam ilmu kedokteran adalah obatobatan yang tidak boleh diperjual-belikan secara bebas karena pemberiannya dapat membahayakan bila tidak melalui pertimbangan medis, misalnya antibiotik, obat jantung, obat darah tinggi, dan sebagainya,

Semua obat tersebut adalah obat berbahaya tetapi bukan termasuk NAPZA. Jadi, kepanjangan dari NAPZA yang tepat adalah Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya.

Narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya (NAPZA) yang biasa disebut narkoba merupakan jenis obat/zat yang diperlukan di dalam dunia pengobatan. Akan tetapi apabila dipergunakan tanpa pembatasan dan pengawasan yang seksama dapat menimbulkan ketergantungan serta dapat membahayakan kesehatan bahkan jiwa pemakainya.

1.2

Rumusan Masalah

Berdasarkan apa yang telah dikemukakan dalam latar belakang, maka penulis dapat menarik suatu rumusan masalah yaitu, Bagaimana cara penggunaan obat anestesi yang baik dan benar, serta dampak yang akibatkan oleh penyalahgunaan dari penggunaan obat anastesi?

1.3

Tujuan

Tujuannya untuk menghalau rasa sakit di bagian tubuh tertentu, daripada harus melakukan pembiusan total. Tujuan utama dari pemberian obat premedikasi adalah untuk memberikan sedasi psikis, mengurangi rasa cemas dan melindungi dari stress mental atau faktorfaktor lain yang berkaitan dengan tindakan anestesi yang spesifik. Hasil akhir yang diharapkan dari pemberian premedikasi adalah terjadinya sedasi dari pasien tanpa disertai depresi dari pernapasan dan sirkulasi. Kebutuhan premedikasi bagi masing-masing pasien dapat berbeda. Rasa takut dan nyeri harus diperhatikan betul pada pra bedah. Tujuan anastesi adalah untuk menyediakan, atau menghilangkan rasa

sakit.Memblokir impuls saraf dari bagian bawah segmen tulang belakang yang mengakibatkan penurunan sensasi di bagian bawah tubuh. Obat epidural jatuh ke dalam kelas obat yang disebut bius lokal

seperti bupivacaine, chloroprocaine, atau lidokain.. Mereka sering disampaikan dalam kombinasi dengan opioid atau narkotika, seperti fentanyl dan sufentanil, untuk mengurangi dosis yang diperlukan bius lokal. Efek somatic ini timbul didalam kecerdasan dan menumbuhkan dorongan untuk bertahan atau menghindari kejadian tersebut. Kebanyakan pasien akan melakukan modifikasi terhadap manifestasi efek somatic tersebut dan menerima keadaan yaitu dengan Nampak tenang. Reaksi saraf simpatis terhadap rasa takut atau nyeri tidak dapat disembunyikan oleh pasien. Rasa takut dan nyeri mengaktifkan syaraf simpatis untuk menimbulkan perubahan system sirkulasi dalam tubuh. Perubahan ini disebabkan oleh stimulasi efferen simpatis yang ke pembuluh darah, dan sebagian karena naiknya katekolamin dalam sirkulasi.

BAB 2 LANDASAN TEORI

2.1

Penggunaan / Penyalahgunaan Obat Anestesi dalam perspektif Islam

Islam memandang manusia sebagai makhluk yang terhormat, layak, dan mampu mengemban amanah setelah terlebih dahulu melalui seleksi di antara makhluk Tuhan lainnya, sebagaimana Allah berfirman dalam QS Al Ahzab ayat 72 : Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit dan bumi serta gunung-gunung, maka semuanya enggan memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan bodoh. Guna menjalankan amanat luhur itulah manusia dibekali dengan kelengkapan yang kemudian hari akan dimintai pertanggungjawabannya. Manusia dibekali naluri keagamaan yang tajam, penciptaan yang sangat sempurna, kedudukan yang mulia, dan diberi kepercayaan penuh untuk mengolah bumi serta isinya. Dengan demikian manakala Allah SWT menjanjikan imbalan terhadap kemampuan manusia mengoperasikan pemberian Allah tersebut atau juga ancaman atas kelalaiannya, tentulah yang demikian itu disebut adil bahkan Maha Adil. Manusia dengan segala kelengkapannya telah dibekali naluri ketuhanan dengan potensi takwa, sebagaimana firman Allah dalam QS Al Araf ayat 172 : Dan ingatlah ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian dari jiwa mereka seraya berfirman : Bukankah Aku ini Tuhanmu ? Mereka menjawab : Betul Engkau Tuhan kami, kami menjadi saksi. Kami lakukan yang demikian agar di hari kiamat, kamu tidak mengatakan Sesungguhnya kami bani Adam adalah orang-orang yang lengah terhadap ini. Penyimpangan yang terjadi dalam sejarah kehidupan manusia ialah akibat dari ulah manusia itu sendiri yang tidak mengindahkan petunjuk agama sebagai sistem perawatan atas produk Tuhan yang amat dimuliakan. Memang manusia disamping dibekali dengan potensi takwa (merawat diri) juga diberi potensi fujur (petaka/kerusakan) karena manusia dilengkapi dengan nafsu. Firman Allah dalam QS Yusuf ayat 53 : Aku tidak dapat melepaskan diri dari nafsu, sesungguhnya kecenderungan nafsu itu condong untuk berbuat dosa, kecuali mereka yang dirahmati Tuhan. Menurut tuntunan agama Islam, manusia adalah makhluk Tuhan yang amat mulia bahkan lebih mulia daripada malaikat sekalipun, karena itu manusia mendapat
4

kehormatan menjabat sebagai khalifah atau pengelola bumi dan isinya untuk tujuan kesejahteraan lahir dan batin. Bimbingan itu diarahkan pada kehidupan yang harmonis, serasi, selaras, dan seimbang dengan lingkungan Islam tidak menghendaki agar manusia menjadi iblis dan setan. Tujuan diturunkannya syariat Islam adalah untuk memanusiakan manusia atau dengan kata lain program maintenance agar manusia memelihara kodrat kemanusiaannya. Manusia diberi keleluasaan untuk mencari dan memenuhi kebutuhan hidupnya di muka bumi ini untuk mencari kebahagiaan, namun jangan sampai melalaikan kepentingan akhirat yang kekal abadi. Dalam hal ini Allah berfirman dalam QS Al Qashash ayat 77: Carilah dari apa yang dianugerahkan Allah kepadamu kehidupan akherat, namun jangan sekali-kali melalaikan kehidupan di dunia ini. Berbuat ihsan kepada sesama sebagaimana Allah senantiasa berbuat baik kepadamu. Dan jangan sekali-kali berbuat kerusakan di muka bumi ini, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang suka berbuat kerusakan. Perintah agar manusia bertakwa (memelihara operasionalisasi dari sistem perawatan tersebut. diri) merupakan wujud

Al Quran secara tegas telah melarang minuman khamr, yaitu minuman yang memabukkan. Narkotika dan sejenisnya merupakan jenis minuman keras. Termuat dalam QS Al Maidah ayat 90 : Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya minuman khamr, judi, berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji, termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Khamr ialah sumber keresahan, permusuhan, dan kebencian yang akan menghancurkan persatuan dan kesatuan umat dan akan memalingkan manusia dari bertakwa kepada Allah swt. Diterangkan dalam QS Al Maidah ayat 91 : Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran minuman khamr dan berjudi itu, dan menghalangi kamu lantaran minuman khamr dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sholat, maka berhentilah kamu dari mengerjakan pekerjaan itu. Dalam Islam, narkotika ini sering disebut juga dengan hasyisyi. Dalam kitab Hisyayatul As Syariah, karangan Ibnu Taimiah, disebutkan bahwa : Hasyisyi itu hukumnya haram dan orang yang meminumnya dikenakan hukuman sebagaimana orang meminum khamr.

Ulama Hanafiah berpendapat : Barangsiapa yang memakan/meminum hasyisyi hukumnya zindiq (kafir) serta bidah. Dalil-dalil yang digunakan sebagai landasan dan dasar fatwa tersebut adalah ayatayat Al Quran dan hadis nabi sbb: QS Al Baqoroh ayat 195 : Janganlah kamu jerumuskan dirimu kepada kecelakaan/kebinasaan (sebagaimana akibat) tangan-tanganmu QS An Nisa ayat 29 : Dan janganlah kamu membunuh dirimu (dengan mencapai sesuatu yang membahayakan). Sesungguhnya Allah Maha Kasih padamu. Hadis Ummu Salamah : Rasulullah melarang dari tiap-tiap barang yang memabukkan dan yang melemahkan badan dan akal. (Hadis riwayat Ahmad dalam musnadnya, dan Abu Daud dalam Sunannya dengan sanad yang sholeh). Hadis Sholeh riwayat Bukhori Muslim : Tiap-tiap barang yang memabukkan haram. Hadis dari Jabir r.a. bahwa Rasulullah bersabda : Setiap benda yang memabukkan banyaknya, maka sedikitnya juga haram (Hadis dikeluarkan oleh Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, An Nasal, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban). An Nasal, Ad daruquthy, Ibnu Hibba : Rasulullah melarang dari yang sedikit, yang banyaknya memabukkan. Pendapat Ulama Fikh : Al Mukhadarat (macam-macam obat bius) menyalahgunakan pemakaiannya, hukumnya haram (Ulama-ulama Islam dalam hal ini sependapat). Dari uraian-uraian tersebut, jelas bahwa meminum khamr termasuk narkotika dan sebangsanya, hukumnya haram dan dan dilarang menyalahgunakannya.

BAB 3 GAMBARAN UMUM

3.1

Gambaran Umum Anastesi

Anestesi adalah hilangnya semua bentuk sensasi termasuk sakit, sentuhan, persepsi temperature dan tekanan dan dapat disertai dengan terganggunya fungsi motorik.

Anestesi umum adalah tindakan menghilangkan rasa nyeri/sakit secara sentral disertai hilangnya kesadaran dan dapat pulih kembali (reversibel). Komponen trias anestesi ideal terdiri dari hipnotik, analgesi, dan relaksasi otot.

Bila hanya sebagian dari tubuh yang terpengaruh, dapat digunakan istilah anestesi local atau amalgesia local. Anestesi local menghambat impuls konduksi secara reversible sepanjang akson saraf dan membrane eksitabel lainnya yang menggunakan saluran natrium sebagai alat utama pembangkit potensial aksi.

Secara klinik, kerja ini dimanfaatkan untuk menghambat sensasi sakit dari atau impuls vasokonstriktor simpatis ke bagian tubuh tertentu.

Hingga saat ini belum ada obat anestesi yang ideal, dan pengembangan obat masih terus diteliti. Namun, walaupun relative mudah untuk mensintesis suatu zat kimia yang mempunyai efek anestesi local tetapi sangat sulit mengurangi efek toksik yang lebih kecil dari obat yang ada saat ini.

Alasan utama kesulitan tersebut adalah kenyataan bahwa toksisitas yang sangat serius dari obat anestesi local merupakan perluasan efek terapinya pada otak dan sistem sirkulasi.

BAB 4 PEMBAHASAN

4.1

Jenis Anestesi

Jenis anestesi lokal dalam bentuk parenteral yang paling banyak digunakan adalah: 1. Anestesi permukaan.

Sebagai suntikan banyak digunakan sebagai penghilang rasa oleh dokter gigi untuk mencabut geraham atau oleh dokter keluarga untuk pembedahan kecil seperti menjahit luka di kulit. Sediaan ini aman dan pada kadar yang tepat tidak akan mengganggu proses penyembuhan luka. 2. Anestesi Infiltrasi.

Tujuannya untuk menimbulkan anestesi ujung saraf melalui injeksi pada atau sekitar jaringan yang akan dianestesi sehingga mengakibatkan hilangnya rasa di kulit dan jaringan yang terletak lebih dalam, misalnya daerah kecil di kulit atau gusi (pada pencabutan gigi). 3. Anestesi Blok

Cara ini dapat digunakan pada tindakan pembedahan maupun untuk tujuan diagnostik dan terapi. 4. Anestesi Spinal

Obat disuntikkan di tulang punggung dan diperoleh pembiusan dari kaki sampai tulang dada hanya dalam beberapa menit. Anestesi spinal ini bermanfaat untuk operasi perut bagian bawah, perineum atau tungkai bawah. 5. Anestesi Epidural

Anestesi epidural (blokade subarakhnoid atau intratekal) disuntikkan di ruang epidural yakni ruang antara kedua selaput keras dari sumsum belakang.
8

6.

Anestesi Kaudal

Anestesi kaudal adalah bentuk anestesi epidural yang disuntikkan melalui tempat yang berbeda yaitu ke dalam kanalis sakralis melalui hiatus skralis. Cara Pemberian Obat penghilang rasa sakit epidural diberikan dalam beberapa cara : 1. Injeksi dengan top-up : Anestesi akan disuntikkan dengan obat penghilang rasa sakit ke dalam tabung untuk mematikan bagian bawah perut pasien.

2.

Infus kontinu : Anestesi yang mengatur kateter epidural. Ujung tabung terpasang pada pompa, yang akan menghilangkan rasa sakit pada punggung pasien terus-menerus.

4.2

Mekanisme Kerja Anestesi Mencegah timbulnya konduksi impuls saraf Meningkatkan ambang membran, eksitabilitas berkurang dan kelancaran hantaran terhambat. Meningkatkan tegangan permukaan selaput lipid molekuler.

Resistensi Bius Ketika dilakukan anestesi, terkadang dapat terjadi seseorang tak mendapatkan efek bius seperti yang diharapkan. Atau, yang kerap disebut resisten terhadap obat bius. Beberapa kondisi yang bisa menyebabkan seseorang resisten terhadap obat bius di antaranya: 1. 2. 3. Pecandu alcohol Pengguna obat psikotropika seperti morfin, ekstasi dan lainnya Pengguna obat anelgesik

Agar Obat Bius Optimal & Aman Untuk menghindari terjadinya efek samping dan resistensi terhadap obat bius, sebaiknya pasien benar-benar memastikan kondisi tubuhnya cukup baik untuk menerima anestesi. 1. Menghentikan penggunaan obat anelgetik, paling tidak 1-2 hari sebelum dilakukan prosedur anestesi. 2. Menghentikan konsumsi obat-obatan yang berefek pada saraf pusat seperti morfin, barbiturat, amfetamin dan lainnya, 3. 4. Paling tidak 1-3 hari sebelum anestesi dilakukan. Berhenti mengonsumsi alkohol paling tidak 2 minggu sebelum penggunaan anestesi, 5. 4.3 Berhenti merokok setidaknya 2 minggu sebelum anestesi dilakukan. Cara Penggunaan Anestesi

Kebutuhan dan cara kerja anestesi beranekaragam. Anestesi juga memiliki cara penggunaan yang berbeda sesuai kebutuhannya. Tak hanya cara disuntikkan saja, tetapi juga dihirup melalui alat bantu nafas. Beberapa cara penggunaan anestesi ini di antaranya : 1. Melalui Pernafasan

Beberapa obat anestesi berupa gas seperti isoflurane dan nitrous oxide, dapat dimasukkan melalui pernafasan atau secara inhalasi. Gas-gas ini mempengaruhi kerja susunan saraf pusat di otak, otot jantung, serta paru-paru sehingga bersamasama menciptakan kondisi tak sadar pada pasien. Penggunaan bius jenis inhalasi ini lebih ditujukan untuk pasien operasi besar yang belum diketahui berapa lama tindakan operasi diperlukan. Sehingga, perlu dipastikan pasien tetap dalam kondisi tak sadar selama operasi dilakukan.

10

2.

Injeksi Intravena

Sedangkan obat ketamine, thiopetal, opioids (fentanyl, sufentanil) dan propofol adalah obat-obatan yang biasanya dimasukkan ke aliran vena. Obat-obatan ini menimbulkan efek menghilangkan nyeri, mematikan rasa secara menyeluruh, dan membuat depresi pernafasan sehingga membuat pasien tak sadarkan diri. Masa bekerjanya cukup lama dan akan ditambahkan bila ternyata lamanya operasi perlu ditambah. 3. Injeksi Pada Spinal/ Epidural

Obat-obatan jenis iodocaine dan bupivacaine yang sifatnya lokal dapat diinjeksikan dalam ruang spinal (rongga tulang belakang) maupun epidural untuk menghasilkan efek mati rasa pada paruh tubuh tertentu. Misalnya, dari pusat ke bawah. Beda dari injeksi epidural dan spinal adalah pada teknik injeksi. Pada epidural,injeksi dapat dipertahankan dengan meninggalkan selang kecil untuk menambah obat anestesi jika diperlukan perpanjangan waktu tindakan. Sedang pada spinal membutuhkan jarum lebih panjang dan hanya bisa dilakukan dalam sekali injeksi untuk sekitar 2 jam ke depan. 4. Injeksi Lokal

Iodocaine dan bupivacaine juga dapat di injeksi di bawah lapisan kulit untuk menghasilkan efek mati rasa di area lokal. Dengan cara kerja memblokade impulssaraf dan sensasi nyeri dari saraf tepi sehingga kulit akan terasa kebas dan mati rasa. Sifat Anastesi Tidak mengiritasi / merusak jaringan saraf secara permanen Batas keamanan harus lebar Larut dalam air Stabil dalam larutan Dapat disterilkan tanpa mengalami perubahan

11

Indikasi & Keuntungan anastesi lokal Penderita dalam keadaan sadar serta kooperatif. Tekniknya relatif sederhana dan prosentase kegagalan dalam penggunaanya relatif kecil. Pada daerah yang diinjeksi tidak terdapat pembengkakan. Peralatan yang digunakan, sedikit sekali dan sederhana serta obat yang digunakan relatif murah. Dapat digunakan sesuai dengan yang dikehendaki pada daerah anatomi tertentu.Mula kerja harus sesingkat mungkinDurasi kerja harus cukup lama.

Tipe Anestesi Beberapa tipe anestesi adalah : Pembiusan total hilangnya kesadaran total Pembiusan lokal hilangnya rasa pada daerah tertentu yang diinginkan (pada sebagian kecil daerah tubuh). Pembiusan regional hilangnya rasa pada bagian yang lebih luas dari tubuh oleh blokade selektif pada jaringan spinal atau saraf yang berhubungan dengannya. 4.4 Manfaat Anestesi Digunakan sebagai diagnostic, untuk menentukan sumber nyeri Digunakan sebagai terapi, local anestesi merupakan bagian dari terapi untuk kondisi operasi yang sangat nyeri, kemampuan dokter gigi dalam menghilangkan nyeri pada pasien meski bersifat sementara merupakan ukuran tercapainya tujuan terapi Digunakan untuk kepentingan perioperatif dan postoperasi. Proses operasi yang bebas nyeri sebagian besar menggunakan anestesi local, mempunyai metode yang aman dan efektif untuk semua pasien operasi dentoalveolar. Digunakan untuk kepentingan postoperasi. Setelah operasi dengan

menggunakan anestesi umum atau lokal, efek anestesi yang berlanjut sangat penting untuk mengurangi ketidaknyamanan pasien.

12

Keuntungan dan Kerugian Keuntungan : Tidak diperlukan persiapan khusus pada pasien. Tidak membutuhkan alat dan tabung gas yang kompleks Tidak ada resiko obstruksi pernapasan. Durasi anestesi sedikitnya satu jam dan jika pasien setuju dapat diperpanjang sesuai kebutuhan operasi gigi minor atau adanya kesulitan dalam prosedur Pasien tetap sadar dan kooperatif dan tidak ada penanganan pasca anestesi Pasien-pasien dengan penyakit serius, misalnya penyakit jantung biasanya dapat mentolerir pemberian anestesi lokal tanpa adanya resiko yang tidak diinginkan. Kerugian : Ini mungkin tidak bekerja dengan baik pada awal penggunaan Menimbulkan rasa gatal atau demam Pasien mungkin merasakan hanya mati rasa di bagian perut

Efek Samping Ada beberapa macam efek samping yang ditimbulkan pada penggunaan diantaranya : Penurunan tekanan darah. Sakit kepala (juga dikenal sebagai tulang punggung sakit kepala). Pada bayi,mungkin membuat penurunan tekanan darah. Sakit kepala juga sangat jarang, tetapi mungkin dapat terjadi. Reaksi terhadap obat-obatan yang berlebihan, sepert ruam. Pendarahan jika pembuluh darah yang secara tidak sengaja rusak.

13

Berikut adalah ringkasan pembahasan salah satu jenis obat anestesi

NAPZA ialah singkatan dari Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat Adiktif, bahasa kerennya adalah NARKOBA yang merupakan singkatan dari Narkotika dan Obat Berbahaya.Masyarakat sudah banyak mendengar suguhan kata-kata ini dan telah menjadi ancaman di depan mata. Kata Narkotika sendiri berasal dari Bahasa Yunani Narkoum yang berarti membuat lumpuh atau membuat mati rasa. Namun perlu diketahui sebelumnya bahwa narkotika memiliki khasiat dan manfaat yang digunakan dalam kedokteran dalam penanganan kesehatan dan pengobatan, serta berguna bagi penelitian perkembangan ilmu pengetahuan farmasi / farmakologi. Ironisnyasaat ini malah disalahgunakan oleh pihak tertentu yang menjadikan narkotika sebagai komoditas ilegal.

Saat ini dikenal jenis-jenis zat psikotropika dan zat adiktif, yaitu zat sintesis atau obat yang dihasilkan melalui proses kimia yang apabila pemakaian melebihi dosis atau disalahgunakan, akan memiliki efek sama dengan pemakaian jenis narkotika. Jenis-jenis zat psikotropika secara klinis tergolong dalam kelompok-

kelompok zat anti psikosis, neurosis, depresi, dan psikotogenik dikenal dengan obat penenang atau halusinogen (zat penghayal).

Dari jenis zat adiktif dikenal obat-obatan yang dapat menimbulkan rasa ketergantungan. Kedua jenis zat di atas tergolong sebagai narkotika sintetis, kemudian dikenal nama-nama obat seperti methadon, barbitarat, amphetamin, dll. Alkohol juga merupakan zat lain berbentuk cair yang memabukkan dan mengakibatkan kecanduan. Zat tersebut (dalam bentuk minuman maupun makanan) diperoleh melalui proses senyawa kimia dan fermentasi.

14

Narkotika

Narkotika adalah zat yang dapat menimbulkan pengaruh tertentu bagi mereka yang menggunakannya dengan cara memasukkan obat tersebut ke dalam tubuhnya, pengaruh tersebut berupa pembiasan, hilangnya rasa sakit rangsangan, semangat dan halusinasi.

Dengan timbulnya efek halusinasi inilah yang menyebabkan kelompok masyarakat terutama di kalangan remaja ingin menggunakan Narkotika meskipun tidak menderita apa-apa. Hal inilah yang mengakibatkan terjadinya

penyalahgunaan Narkotika (obat). Bahaya bila menggunakan Narkotika bila tidak sesuai dengan peraturan adalah adanya adiksi/ketergantungan obat (ketagihan).

Adiksi adalah suatu kelainan obat yang bersifat kronik / periodik sehingga penderita kehilangan kontrol terhadap dirinya dan menimbulkan kerugian terhadap dirinya dan masyarakat. Orang-orang yang sudah terlibat pada penyalahgunaan Narkotika pada mulanya masih dalam ukuran (dosis) yang normal.

Lama-lama pengguna obat menjadi kebiasaan, setelah biasa menggunakan mar kemudian untuk menimbulkan efek yang sama diperlukan dosis yang lebih tinggi (toleransi). Setelah fase toleransi ini berakhir menjadi ketergantungan, merasa tidak dapat hidup tanpa Narkotika. Psikotropika Adalah obat keras bukan narkotika, digunakan dalam dunia pengobatan sesuai Permenkes RI No. 124/Menkes/Per/II/93, namun dapat menimbulkan

ketergantungan psikis fisik jika dipakai tanpa pengawasan akan sangat merugikan karena efeknya sangat berbahaya seperti narkotika. Psikotropika merupakan pengganti narkotika, karena narkotika mahal harganya. Penggunaannya biasa dicampur dengan air mineral atau alkohol sehingga efeknya seperti narkotika.

15

Zat Adiktif Adalah zat yang sangat berbahaya jika salah pemakaiannya bisa merusak tubuh, bila keracunan bisa menimbulkan halusinasi atau mungkin yang fatal kematian. Penyalahgunaan NAPZA NAPZA menyerang dan merusak syaraf dan akal manusia. Ini mengakibatkan perasaan dan akal seseorang tidak berfungsi normal. Bila dua organ tersebut tidak berfungsi, sebenarnya manusia itu telah kehilangan kemanusiaannya.

Penyalahgunaan pemakaian morfin maupun heroin yang berkepanjangan dapat menimbulkan addict (ketergantungan) dan ia akan meningkatkan takaran pemakaian sesuai dengan tingkat efeknya. Sementara itu, pemakai kokain yang berlebihan akan mengakibatkan kejang-kejang diikuti dengan timbulnya gangguan pernafasan.

Hal ini bisa menjadi fatal bagi pemakai jika terjadi koma dan gangguan fungsi jantung. Ganja juga dapat mengakibatkan denyut jantung menjadi meningkat dan gangguan pada paru-paru (pernapasan) yang dapat menimbulkan kanker. Pemakaian pada masa kehamilan dapat mengakibatkan bayi yang prematur dan cacat.

Penggunaan minuman beralkohol tinggi sangat menimbulkan masalah, lagi-lagi jika pemakai bereksperimen, seperti mencampur satu zat dengan alkohol. Efeknya dapat mengakibatkan organ-organ dan fungsi tubuh menjadi rusak.

16

Dampak penyalahgunaan NAPZA

Penyalahgunaan NAPZA ini akan memberikan dampak yang sangat luas dan kompleks sebagai berikut :

a. Dampak terhadap pribadi/individu pemakai

b. Terjadi gangguan fisik dan penyakit yang diakibatkan langsung dari efek samping Narkoba seperti kerusakan dan kegagalan fungsi organ-organ vital, seperti merusak ginjal, liver, otak (susunan saraf), jantung, kulit dan lain-lain.

c. Selain itu dapat secara tidak langsung menyebabkan penyakit lain yang lebih serius diakibatkan perilaku menyimpang karena penga-ruh Narkoba, seperti tertular HIV/AIDS, Hepatitis C, penyakit kulit dan kelamin, dan lain-lain.

d. Terjadi gangguan kepribadian dan psikologis secara drastis seperti berubah menjadi pemurung, pemarah, pemalas dan menjadi masa bodoh.

e. Dapat menyebabkan kematian yang disebabkan karena over dosis atau kecelakaan karena penurunan tingkat kesadaran.

f. Dampak terhadap keluarga antara lainnya Mencuri uang atau menjual barang-barang di rumah guna dibelikan Narkoba. g. Perilaku di luar dapat mencemarkan nama baik keluarga. Keluarga menjadi tertekan karena salah satu anggota keluarganya menjadi target operasi polisi dan menjadi musuh masyarakat.

h. Dampak terhadap masyarakat / lingkungan social.

17

Upaya pencegahan dari pengaruh NAPZA Mengingat betapa dahsyatnya bahaya yang akan ditimbulkan oleh Narkoba dan betapa cepatnya tertular para generasi muda untuk mengkonsumsi Narkoba, maka diperlukan upaya-upaya konkrit untuk mengatasinya. Dalam upaya mencegah atau penanggulangan masalah penyalahgunaan Narkoba dapat dilakukan melalui pendekatan-pendekatan dan beberapa cara, adapun hal tersebut adalah :

a. Meningkatkan iman dan taqwa melalui pendidikan agama dan keagamaan baik di sekolah maupun di masyarakat. Bukan hanya itu, bahkan anak yang masih dalam kandungan Sang Ibupun usaha mendidik anak tersebut sudah harus dilaksanakan sedari dini yaitu dengan jalan kedua orangtuanya selalu berakhlak dan berbudi baik, menyempurnakan ibadah, memperbanyak bersedekah, membaca Al Quran, berpuasa, dan berdoa kepada Allah dengan tulus agar anak yang akan lahir nanti dalam bentuk fisik yang sempurna dan merupakan anak yang berjiwa shaleh.

b. Meningkatkan peran keluarga melalui perwujudan keluarga sakinah, sebab peran keluarga sangat besar terhadap pembinaan diri seseorang. Hasil penelitia menunjukkan bahwa anak-anak nakal dan brandal pada umumnya adalah berasal dari keluarga yang berantakan (broken home). Dan unit terkecil dari masyarakat adalah rumah tangga. Di sinilah tempat pertama bagi anak-anak memperoleh pendidikan perihal nilai-nilai sejak anak dilahirkan. Maka dengan demikian orang tua sangat berperan pertama kali dalam mendidik, mengajar, membimbing, membina, dan membentuk anak-anaknya dengan :

1. Memelihara kesejukan, ketentraman, kesegaran, keutuhan Memberikan kasih sayang, pengorbanan, perhatian, teladan yang baik, pengaruh yang luhur.

2. Menanamkan nilai-nilai agama (iman dan ibadah), akhlak budi pekerti, disiplin dan prinsip-prinsip luhur lainnya.

18

3.

Melakukan kontrol, filter, pengendalian, dan koreksi seluruh sikap anakanaknya secara bijaksana baik di rumah maupun di luar.

4. Dan keharmonisan rumah tangga sehingga anak-anak merasa tenang, nyaman, aman, damai, bahagia, dan betah tinggal di tengah-tengah pergaulan keluarga setiap hari.

5. Penanaman nilai sejak dini bahwa NAPZA adalah Haram. 6. Meningkatkan peran orang tua dalam mencegah Narkoba, di Rumah oleh Ayah dan Ibu, di Sekolah oleh Guru/Dosen dan di masyarakat oleh tokoh agama dan tokoh masyarakat serta aparat penegak hukum. 7. Melakukan dengan cara Preventif (pencegahan), yaitu untuk membentuk masyarakat yang mempunyai ketahanan dan kekebalan terhadap narkoba. Pencegahan adalah lebih baik dari pada pemberantasan. Pencegahan penyalahgunaan Narkoba dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti pembinaan dan penyuluhan serta pengawasan dalam keluarga, penyuluhan oleh pihak yang kompeten baik di sekolah dan masyarakat, pengajian oleh para ulama, pengawasan tempat-tempat hiburan malam oleh pihak keamanan, pengawasan distribusi obat-obatan ilegal dan melakukan tindakan-tindakan lain yang bertujuan untuk mengurangi atau meniadakan kesempatan terjadinya penyalahgunaan Narkoba. 8. Secara Represif (penindakan), yaitu menindak dan memberantas

penyalahgunaan narkoba melalui jalur hukum dan berdasarkan hukum , yang dilakukan oleh para penegak hukum atau aparat keamanan yang dibantu oleh masyarakat. Kalau masyarakat mengetahui hal tersebut harus segera melaporkan kepada pihak yang berwajib ( kepolisian ) dan tidak boleh main hakim sendiri.

19

9. Dengan pendekatan melalui Kuratif (pengobatan), bertujuan penyembuhan para korban baik secara medis maupun dengan media lain. Di Indonesia sudah banyak didirikan tempat-tempat penyembuhan dan rehabilitasi pecandu narkoba seperti Yayasan Titihan Respati, pesantren-pesantren, yayasan Pondok Bina Kasih dll.

10. Rehabilitatif (rehabilitasi), dilakukan agar setelah pengobatan selesai para korban tidak kambuh kembali ketagihan Narkoba. Rehabilitasi berupaya menyantuni dan memperlakukan secara wajar para korban narkoba agar dapat kembali ke masyarakat dalam keadaan sehat jasmani dan rohani. Kita tidak boleh mengasingkan para korban Narkoba yang sudah sadar dan bertobat, supaya mereka tidak terjerumus kembali sebagai pecandu narkoba.

20

BAB 5 PENUTUP

5.1

Kesimpulan

Dari pembahasan diatas, penulis dapat menyimpulkan tentang : Anastesi adalah untuk menyediakan, atau menghilangkan rasa sakit.Memblokir impuls saraf dari bagian bawah segmen tulang belakang yang mengakibatkan penurunan sensasi di bagian bawah tubuh. Obat epidural jatuh ke dalam kelas obat yang disebut bius lokal seperti bupivacaine, chloroprocaine, atau lidokain.. Mereka sering disampaikan dalam kombinasi dengan opioid atau narkotika, seperti fentanyl dan sufentanil, untuk mengurangi dosis yang diperlukan bius lokal. Anestesi juga mempunyai beberapa cara penggunaannya yaitu : 1. 2. 3. 4. Melalui pernapasan Injeksi Intravena Injeksi pada spinal/epidural Injeksi Lokal

Demikian bahasan singkat mengenai Penggunaan Obat Anestesi, dengan memberikan pengetahuan tersebut, diharapkan masyarakat umum dapat menyadari akan bahaya yang ditimbulkan apabila disalahgunakan dalam memakai dan mengkonsumsi obat anestesi.

5.2

Saran

Di dalam UU RI No.27 Tahun 1997 tentang Narkotika hanya dapat digunakan untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan ilmu pengetahuan. Dan dengan makalah ini diharapkan agar mahasiswa dapat memahami tentang Anestesi agar lebih mengetahui tujuan dan manfaat Anestesi.

21

DAFTAR PUSTAKA

NAPZA dan permasalahannya : KRT. Drs H. Ahmad Muksin K (MUI DIY) Dinas Pendidikan Pemprop DIY

Cplin-1984.blogspot.com/2011/01/pengertian-dan-dampak-penggunaan.html

Excel.blogspot.com/2012/10/anestesi-anesthesia.html#

http://kesehatan.kompas.com

id.wikipedia.org/wiki/Anestesi

http://www.indomedia.com/intisari.htm

Keyword : Anestesi, anesthesia medicine, anestesian dari sudut pandang islam, arabic anaesthesia, penggunaan anestesia

22

Anda mungkin juga menyukai