Anda di halaman 1dari 25

BELERANG KARAKTERISTIK / SIFAT SIFAT BELERANG Belerang ditemukan sebagai unsur bebas sebagai sulfida (FeS, PbS, ZnS)

) dan sebagai sulfat (CaSO4.2H2O,(MgSO4)H2O). Jika dikeringkan larutan belerang dalam toluena akan menghasilkan belerang dengan bentuk kristal yang berbeda tergantung pada suhunya. Suhu di bawah 95,5 oC akan mengkristal dalam bentuk kisi rhombik. Sedangkan di atas suhu 95,5oC akan berkisi

monoklin, dengan rumus molekul yang sama yaitu S8. Dengan titik leleh 116oC sulfur
dipanaskan akan mencair menjadi warna kuning dan cairan tidak kental. Pada pemanasan tersebut perlahan warna berubah menjadi gelap seperti sirup gula. Pada suhu tinggi, cairan berwarna merah tua dan mendidih pada suhu 145oC. Perubahan terjadi karena mula-mula sulfur meleleh, cairan tersusun atas cincin S8 tercampur aduk dalam cairan yang khas. Penaikkan temperatur, menaikkan energi termal gerakan vibrasi atom-atom sulfurdalam cincinnya. Dan ikatan ikatan sulfur mulai putus. Hasilnya rantai-rantai atom sulfur memiliki elektron yang tidak berpasangan. Bila masing masing ujung ikatan membentuk ikatan kovalen, maka akan menghasilkan reaksi S16, S24, S32, S40sehingga menyebabkan sangat kental. Pada temperatur lebih tinggi, gerakannya lebih cepat sehingga menyebabkan rantainya mulai putus menjadi bagian yang lebih kecil dan cairannya menjadi tidak sekental yang sebelumnya. Jadi, cairan sulfur sedikit demi sedikit didinginkan dengan cepat sedikit air dingin. Atom sulfur tidak sempat tersusun lagi. Dalam cincin S8, hasilnya cairan lewat dingin disebut amorf yang memiliki sifat dapat mengenyalkan karet.

Belerang merupakan unsur khalkogen. Keelektronegativannya lebih rendah dari keelektronegativan oksigen, senyawa ini menunjukkan derajat ion yang lebih rendah dan kenaikan derajat kekovalenan ikatan dan akibatnya derajat ikatan hydrogennya menjadi lebih kecil. Unsur belerang mempunyai banyak alotrop yang menecerminkan kemampuan katenasi atom belerang. Belerang tidak larut dalam air tetapi mudah larut dalam pelarut organik misalnya CS2, CCl4, dan toluena. Apabila belerang dibakar apinya berwarna biru dan menghasilkan gas-gas SO2 yang berbau busuk. Tiva Latifah http://tivalathifah.blogspot.com/2013/04/unsur-dan-senyawa-belerang.html Belerang berwarna kuning pucat, padatan yang rapuh, yang tidak larut dalam air tapi mudah larut dalam CS2 (karbon disulfida). Dalam berbagai bentuk, baik gas, cair maupun padat, unsur belerang terjadi dengan bentuk alotrop yang lebih dari satu atau campuran. Dengan bentuk yang berbeda-beda, akibatnya sifatnya pun berbeda-beda dan keterkaitan antara sifat dan bentuk alotropnya masih belum dapat dipahami. Pada tahun 1975, ahli kimia dari Universitas Pensilvania melaporkan pembuatan polimer belerang nitrida, yang memiliki sifat logam, meski tidak mengandung atom logam sama sekali. Zat ini memiliki sifat elektris dan optik yang tidak biasa. Belerang dengan kemurnian 99.999+% sudah tersedia secara komersial. Belerang amorf atau belerang plastik diperoleh dengan pendinginan dari kristal secara mendadak dan cepat. Studi dengan sinar X menunjukkan bahwa belerang amorf memiliki struktur helik dengan delapan atom pada setiap spiralnya. Kristal belerang diduga terdiri dari bentuk cincin dengan delapan atom belerang, yang saling menguatkan sehingga memberikan pola sinar X yang normal. Belerang atau sulfur adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang S dan nomor atom 16. Bentuknya adalah non-metal yang tak berasa, tak berbau dan multivalent. Belerang, dalam bentuk aslinya, adalah sebuah zat padat kristalin kuning. Di alam, belerang dapat ditemukan sebagai unsur murni atau sebagai mineral- mineral sulfide dan sulfate. Ia adalah unsur penting untuk kehidupan dan ditemukan dalam dua asam amino. Penggunaan

komersilnya terutama dalam fertilizer namun juga dalam bubuk mesiu, korek api, insektisida dan fungisida. STRUKTUR BELERANG Molekul siklik dari belerang padat (S8) Rupa dari sulfur pada suhu dan tekanan biasa memiliki sifat isulator arus listrik. Walaupun, penelitian belerang pada tekanan tinggi menunjukkan bukti terjadinya transisi ke struktur berbeda yang merupakan fase logam (superkonduktivitas sering dikaitkan dengan perubahan struktur dari satu struktur kristal logam ke struktur logam lainnya, dimana struktur yang kedua menyimpang dari struktur sebelumnya). Elektromagnet khusus yang didasari oleh superkonduktif material digunakan secara luas di ilmu kedokteran untuk magnetik resonance imaging (MRI). Secara umum, superkonduktif material hanya menunjukkan sifat ini pada temperatur yang sangat rendah, lebih rendah daripada temperature hidrogen cair (20K). Sifat dari belerang ini sangatlah penting karena fase logamnya memiliki suhu kritis yang sangat tinggi yang melampaui superkonduktivitas dari unsur-unsur benda padat lainnya yang telah diteliti. Lebih lanjut, suhu kritis ini meningkat dengan bertambahnya tekanan, merupakan sifat yang luarbiasa. Sebagai contoh, selenium dan telurium, yang merupakan satu golongan dengan belerang, menunjukkan sifat yang berbeda. Belum ada yang tahu bagaimana menjelaskan fenomena tersebut. Makna dari hasil penelitian tersebut adalah bahwa belerang membuka kesempatan untuk pengembanhan dari percobaan teori superkonduktivitas. Para peneliti sedang merencanakan untuk meningkatkan tekanan guna mempelajari sifat yang luarbiasa ini. Senyawa-senyawaSenyawa organik yang mengandung belerang sangat penting. Kalsium sulfur, ammonium sulfat, karbon disulfida, belerang dioksida dan asam sulfida adalah beberapa senyawa di antara banyak senyawa belerang yang sangat penting Kegunaan Belerang adalah komponen serbuk mesiu dan digunakan dalam proses vulkanisasi karet alam dan juga berperaan sebagai fungisida. Belerang digunakan besar-besaran dalam pembuatan pupuk fosfat. Berton-ton belerang digunakan untuk menghasilkan asa sulfat, bahankimia yang sangat penting. Belerang juga digunakanuntuk pembuatan kertas sulfit dan kertas lainnya, untuk

mensterilkan alat pengasap, dan untuk memutihkan buah kering. Belerang merupakan insultor yang baik. Belerang sangat penting untuk kehidupan. Belerang adalah penyusun lemak, cairan tubuh dan mineral tulang, dalam kadar yang sedikit. Belerang cepat menghilangkan bau. Belerang dioksida adalah zat berbahaya di atmosfer, sebagai pencemar udara. Hidrogen sulfida, H2S, gas beracun dan tak bewarna (mp -85.5 oC and bp -60.7 oC) dengan bau telur busuk. Gas ini sering ditangani dengan tidak cukup hati-hati, gas ini sangat berbahaya dan harus ditangani dalam lingkungan yang ventilasinya baik. Gas ini digunakan untuk analisis kimia dengan cara pengendapan ion logam, pembuatan senyawa yang mengandung belerang, dsb. Belerang oksida Belerang dioksida, SO2, dibentuk dengan pembakaran belerang atau senyawa belerang. Belerang dioksida ini merupakan gas yang tidak bewarna dan merupakan gas beracun (bp 10.0 oC) dan merupakan gas emisi industri yang menyebabkan masalah lingkungan. Namun, pada saat yang sama gas ini sangat penting karena merupakan sumber belerang. Belerang dioksida merupakan senyawa bersudut, dan telah ditunjukkan sebagai ligan pada logam transisi akan menghasilkan berbagai modus koordinasi. SO2 juga merupakan pelarut non-air mirip dengan amonia, dan digunakan untuk reaksi khusus atau sebagai pelarut khusus dalam pengukuran NMR. Belerang trioksida, dihasilkan dengan oksidasi katalitik belerang dioksida dan digunakan dalam produksi asam sulfat. Reagen komersial SO3 biasa adalah cairan (bp 44.6 oC). Monomer fasa gasnya adalah molekul planar. SO3 planar ini berkesetimbangan dengan trimer cincin (-SO3 = S3O9) dalam fasa gas atau cairan. Dengan keberadaan kelumit air SO3 berubah menjadi -SO3, yakni polimer berkristalinitas tinggi dengan struktur heliks. -SO3 juga dikenal dan merupakan padatan dengan struktur lamelar yang lebih rumit lagi. Semuanya bereaksi dengan air dengan hebat membentuk asam sulfat. Asam-asam okso belerang

Walaupun dikenal banyak asam okso dari belerang, sebagian besar tidak stabil dan tidak dapat diisolasi. Asam-asam okso ini dibentuk dengan kombinasi ikatan S=O, S-OH, SO-S, dan S-S dengan atom pusat belerang. Karena bilangan oksidasi belerang bervariasi cukup besar, di sini terlibat berbagai kesetimbangan redoks. Asam sulfat, H2SO4. Asam sulfat adalah senyawa dasar yang penting dan dihasilkan dalam jumlah terbesar (ranking pertama dari segi jumlah) dari semua senyawa anorganik yang dihasilkan industri. Asam sulfat murni adalah cairan kental (mp 10.37 oC), dan melarut dalam air dengan menghasilkan sejumlah besar panas menghasilkan larutan asam kuat. Asam tiosulfat, H2S2O3. Walaupun asam ini akan dihasilkan bila tiosulfat diasamkan, asam bebasnya tidak stabil. Ion S2O3 2- dihasilkan dengan mengganti satu oksigen dari ion SO4 2- dengan belerang, dan asam tiosulfat ini adalah reduktor sedang. Asam sulfit, H2SO3. Garam sulfit sangat stabil namun asam bebasnya belum pernah diisolasi. Ion SO3 2- memiliki simetri piramida dan merupakan reagen pereduksi. Dalam asam ditionat, H2S2O6, ion ditionat, S2O6 2-, bilangan oksidasi belerang adalah +5, dan terbentuk ikatan S-S. Senyawa ditionat adalah bahan pereduksi yang sangat kuat. Belerang trioksida, dihasilkan dengan oksidasi katalitik belerang dioksida dan digunakan dalam produksi asam sulfat. Reagen komersial SO3 biasa adalah cairan (bp 44.6 oC). Monomer fasa gasnya adalah molekul planar. SO3 planar ini berkesetimbangan dengan trimer cincin (-SO3 = S3O9) dalam fasa gas atau cairan. Dengan keberadaan kelumit air SO3 berubah menjadi -SO3, yakni polimer berkristalinitas tinggi dengan struktur heliks. -SO3 juga dikenal dan merupakan padatan dengan struktur lamelar yang lebih rumit lagi. Semuanya bereaksi dengan air dengan hebat membentuk asam sulfat. Asam-asam okso belerang Walaupun dikenal banyak asam okso dari belerang, sebagian besar tidak stabil dan tidak dapat diisolasi. Asam-asam okso ini dibentuk dengan kombinasi ikatan S=O, S-OH, SO-S, dan S-S dengan atom pusat belerang. Karena bilangan oksidasi belerang bervariasi

cukup besar, di sini terlibat berbagai kesetimbangan redoks. Asam sulfat, H2SO4. Asam sulfat adalah senyawa dasar yang penting dan dihasilkan dalam jumlah terbesar (ranking pertama dari segi jumlah) dari semua senyawa anorganik yang dihasilkan industri. Asam sulfat murni adalah cairan kental (mp 10.37 oC), dan melarut dalam air dengan menghasilkan sejumlah besar panas menghasilkan larutan asam kuat. Asam tiosulfat, H2S2O3. Walaupun asam ini akan dihasilkan bila tiosulfat diasamkan, asam bebasnya tidak stabil. Ion S2O3 2- dihasilkan dengan mengganti satu oksigen dari ion SO4 2- dengan belerang, dan asam tiosulfat ini adalah reduktor sedang. Asam sulfit, H2SO3. Garam sulfit sangat stabil namun asam bebasnya belum pernah diisolasi. Ion SO3 2- memiliki simetri piramida dan merupakan reagen pereduksi. Dalam asam ditionat, H2S2O6, ion ditionat, S2O6 2-, bilangan oksidasi belerang adalah +5, dan terbentuk ikatan S-S. Senyawa ditionat adalah bahan pereduksi yang sangat kuat. REAKSI BELERANG Sulfur (belerang, batu yang membakar) bereaksi dengan O 2 memberikan api biru: S (s) + O2 (g) SO2 (g) SO 2 yang dihasilkan setiap kali metalsulfide teroksidasi. Hal ini pulih dan teroksidasi lebih lanjut untuk memberikan SO 3, untuk produksi H2SO 4 . SO2 bereaksi dengan H2S untuk membentuk H2O dan S. 2 SO2 (g) + O2 (g) 2 SO3 (g) SO3 (g) + H 2O (l) H2SO4 (aq) SO3 (g) + H2SO4 (aq) H2S2O7 (aq) (asam pirosulfit) Sulfur bereaksi dengan ion sulfit dalam larutan untuk membentuk tiosulfat, S (s) + SO3 2-(aq) S2O3 2-(aq) Reaksi belerang dengan udara

Sulfur di udara terbakar dan membentuk sulfur (IV) dioksida , SO2. S8 (s) + 8O2 (g) 8SO2 (g)

Reaksi belerang dengan air Sulfur tidak bereaksi dengan air dalam kondisi normal. Reaksi belerang dengan halogen Sulfur bereaksi dengan semua halogen setelah pemanasan. Sulfur bereaksi dengan fluorin, F2, dan terbakar untuk membentuk sulfur (VI) heksafluorida. S8 (s) + 24 F2 (g) 8SF6 (l) [orange] Belerang yang meleleh bereaksi dengan belerang cair untuk membentuk disulfur diklorida, S2Cl2. Zat ini sangat berbau. Dengan klorin berlebih dan adanya katalis, seperti FeCl3, Snl4,, dapat untuk membuat campuran yang mengandung campuran kesetimbangan merah sulfur (II) klorida, SCl2, dan disulfur diklorida, S2Cl2 S8 (s) + 4 Cl2 (g) 4 S2Cl2 (l) [orange] S2Cl2 (l) + Cl2 (g) 2SCl 2 (l) [merah gelap]

Reaksi dengan asam sulfur Sulfur tidak bereaksi dengan asam encer non-oksidasi.

Reaksi belerang dengan basa Sulfur bereaksi dengan kalium hidroksida panas, KOH, untuk membentuk spesies sulfida dan tiosulfat.

S8 (s) + 6 KOH (aq) 2K2S3 (aq) + K2S2O3 (aq) + 3H2O (l)

ISOTOP BELERANG Belerang memiliki sebelas isotop. Dari empat isotop yang ada di alam, tidak satupun yang bersifat radioaktif. Belerang dengan bentuk yang sangat halus, dikenal sebagai bunga belerang, dan diperoleh dengan cara sublimasi. Unsur belerang dapat ditemukan dalam beberapa bentuk allotropi, dua diantaranya adalah monoklinik dan rhombik belerang seperti gambar yang tertera di bawah ini. Kanan : Rhombik belerang ; Kiri : Monoklinik Belerang Kedua-duanya baik monoklinik dan rhombik belerang terbentuk dari delapan atom belerang yang membentuk molekul siklik.

PEMBUATAN BELERANG Asam sulfat merupakan bahan kimia yang banyak digunakan sebagai bahan baku dan bahan penolong dalam berbagai industri, sehingga perkembangan pemakaiannya dapat merupakan indikator bagi perkembangan perindustrian di suatu negara.

Bahan baku utama pembuatan asam sulfat adalah sulfur atau belerang, yang berwarna kuning. Biasanya ditambang dari pegunungan, seperti di tangkuban perahu, dieng, atau bromo (ini lokasi - lokasi yang orang awam biasanya tahu. masih banyak lainnya). Saat ini belerang termurah dihasilkan dari China dan India. Sebagian dari sulfur ini berupa sulfur alam (56%), dari senyawa senyawa sulfur seperti pyrite atau batuan sulfida / sulfat lainnya (19%), dan dari gas buangan industri minyak bumi / batu bara (H 2S, SO2) (25%). 70 85% dari produksi sulfur tersebut digunakan untuk pembuatan asam sulfat. Dalam pengambilan sulfur, terdapat beberapa proses yang lazim digunakan, yakni :

1. Proses Frasch

Dasar pengambilan sulfur menurut proses ini adalah pencairan sulfur di bawah tanah / laut dengan air panas, lalu mamompanya ke atas permukaan bumi. Untuk maksud itu digunakan 3 pipa konsentris 6, 3, dan 1. Air panas (325oC) dipompakan ke dalam batuan S melalui bagian pipa 6, sehingga S akan meleleh (235oF). Lelehan S yang lebih berat dari air akan masuk ke bagian bawah antara pipa 3 dan 1, dan dengan tekanan udara yang dipompakan melalui pipa 1, air yang bercampur dengan S akan naik ke atas sebagai crude S, untuk kemudian diolah menjadi crude bright atau refined S.

2. Pengambilan Sulfur dari batuan sulfida / sulfat S dapat pula diambil dari batuan sulfida atau sulfat, seperti pyrite FeS2, chalcopyrite CuFeS2, covelita CuS, galena PbS, Zn blende ZnS, gips CaSO4, barire BaSO4, anglesite PbSO4, dan lain lain.

3. Pengambilan Sulfur Alamiah dari deposit gunung berapi (Indonesia) Deposit S di gunung berapi dapat berupa batuan, lumpur sedimen atau lumpur sublimasi, kadarnya tidak begitu tinggi (30 60 %) dan jumlahnya tidak begitu banyak (600 1000 juta ton, total). Di gunung Talaga Bodas di dapat dalam bentuk lumpur dengan kadar S (30 70 %) dan jumlah deposit 300 juta ton. Tempat tempat lainnya adalah : kawah Ijen,

Gunung Welirang, Gunung Dieng dan Gunung Tangkuban Perahu. Untuk pemanfaatan sumber alam ini diperlukan peningkatan kadar S terlebih dahulu, antara lain dengan cara flotasi dan benefication.. Dalam flotasi dilakukan penambahan air dan frother sehingga S akan terapung dan dapat dipisahkan. Sedangkan dalam benefication proses S setelah ditambahkan air dan reagen reagen dipanaskan dalam autoclave selama - jam pada 3 atm, setiap partikel partikel kecil S terkumpul, kemudian dilakukan pencucian dengan air untuk menghilangkan tanah, lalu dipanaskan kembali dalam autoclave sehingga S terpisah sebagai lapisan S dengan kadar 80 90%.

4. Pengambilan Sulfur dari gas buang Sulfur diperoleh dari flue gas asal pembakaran batu bara atau penyilangan minyak bumi, yang tidak boleh dibuang ke udara karena dapat menimbulkan pencemaran. Gas gas tersebut terlebih dahulu di absorpsi dengan menggunakan etanolamin dan sebagainya, kemudian dipanaskan kembali untuk mendapatkan gasnya kembali untuk diproses lebih lanjut. Reaksi utama yang digunakan (proses claus) i. 2 H2S(g) + 3 O2(g) 2 SO2(g) + 2H2O(l) Ho = - 247,89KJ ii. 4 H2S(g) + 2SO2(g) S6(g) + 4H2O(l) Ho = - 42,24 KJ rahma dwi http://rahmadwioi.blogspot.com/2012/11/belerang.html

Belerang atau sulfur adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang S dan nomor atom 16. Bentuknya adalah non-metal yang tak berasa, tak berbau dan multivalent. Belerang, dalam bentuk aslinya, adalah sebuah zat padat kristalin kuning. Di alam, belerang dapat ditemukan sebagai unsur murni atau sebagai mineral- mineral sulfide dan sulfate. Ia adalah unsur penting untuk kehidupan dan ditemukan dalam dua asam amino. Penggunaan komersilnya terutama dalam fertilizer namun juga dalam bubuk mesiu, korek api, insektisida dan fungisida Sejarah Menurut Genesis, belerang sudah lama dikenal oleh nenek moyang sebagai batu belerang. Sumber Belerang ditemukan dalam meteorit. R.W. Wood mengusulkan bahwa terdapat simpanan belerang pada daerah gelap di kawah Aristarchus. Belerang terjadi secara alamiah di sekitar daerah pegunungan dan hutan tropis. Sulfir tersebar di alam sebagai pirit, galena, sinabar, stibnite, gipsum, garam epsom, selestit, barit dan lain-lain. Pembuatan Belerang dihasilkan secara komersial dari sumber mata air hingga endapan garam yang melengkung sepanjang Lembah Gulf di Amerika Serikat. Menggunakan proses Frasch, air yang dipanaskan masuk ke dalam sumber mata air untuk mencairkan belerang, yang kemudian terbawa ke permukaan.

Belerang juga terdapat pada gas alam dan minyak mentah, namun belerang harus dihilangkan dari keduanya. Awalnya hal ini dilakukan secara kimiawi, yang akhinya membuang belerang. Namun sekarang, proses yang baru memungkinkan untuk mengambil kembali belerang yang terbuang. Sejumlah besar belerang diambil dari ladang gas Alberta. Sifat-sifat Belerang berwarna kuning pucat, padatan yang rapuh, yang tidak larut dalam air tapi mudah larut dalam CS2 (karbon disulfida). Dalam berbagai bentuk, baik gas, cair maupun padat, unsur belerang terjadi dengan bentuk alotrop yang lebih dari satu atau campuran. Dengan bentuk yang berbeda-beda, akibatnya sifatnya pun berbeda-beda dan keterkaitan antara sifat dan bentuk alotropnya masih belum dapat dipahami. Pada tahun 1975, ahli kimia dari Universitas Pensilvania melaporkan pembuatan polimer belerang nitrida, yang memiliki sifat logam, meski tidak mengandung atom logam sama sekali. Zat ini memiliki sifat elektris dan optik yang tidak biasa. Belerang dengan kemurnian 99.999+% sudah tersedia secara komersial. Belerang amorf atau belerang plastik diperoleh dengan pendinginan dari kristal secara mendadak dan cepat. Studi dengan sinar X menunjukkan bahwa belerang amorf memiliki struktur helik dengan delapan atom pada setiap spiralnya. Kristal belerang diduga terdiri dari bentuk cincin dengan delapan atom belerang, yang saling menguatkan sehingga memberikan pola sinar X yang normal. Isotop Belerang memiliki sebelas isotop. Dari empat isotop yang ada di alam, tidak satupun yang bersifat radioaktif. Belerang dengan bentuk yang sangat halus, dikenal sebagai bunga belerang, dan diperoleh dengan cara sublimasi.

Senyawa-senyawa Senyawa organik yang mengandung belerang sangat penting. Kalsium sulfur, ammonium sulfat, karbon disulfida, belerang dioksida dan asam sulfida adalah beberapa senyawa di antara banyak senyawa belerang yang sangat penting Kegunaan Belerang adalah komponen serbuk mesiu dan digunakan dalam proses vulkanisasi karet alam dan juga berperaan sebagai fungisida. Belerang digunakan besar-besaran dalam pembuatan pupuk fosfat. Berton-ton belerang digunakan untuk menghasilkan asa sulfat, bahankimia yang sangat penting. Belerang juga digunakanuntuk pembuatan kertas sulfit dan kertas lainnya, untuk mensterilkan alat pengasap, dan untuk memutihkan buah kering. Belerang merupakan insultor yang baik. Belerang sangat penting untuk kehidupan. Belerang adalah penyusun lemak, cairan tubuh dan mineral tulang, dalam kadar yang sedikit. Belerang cepat menghilangkan bau. Belerang dioksida adalah zat berbahaya di atmosfer, sebagai pencemar udara.

Dampak pencemaran udara oleh belerang oksida (sox)

Gas belerang oksida atau sering ditulis dengan SOx terdiri atas gas SO 2 dan gas SO3 yang keduanya mempunyai sifat berbeda. Gas SO2 berbau tajam dan tidak mudah terbakar, sedangkan gas SO3 bersifat sangat reaktif. Gas SO3 mudah bereaksi dengan uap air yang ada diudara untuk membentuk asam sulfat atau H 2SO4. Asam sulfat ini sangat

reaktif, mudah bereaksi (memakan) benda-benda lain yang mengakibatkan kerusakan, seperti proses perkaratan (korosi) dan proses kimiawi lainnya. SOx mempunyai ciri bau yang tajam, bersifat korosif (penyebab karat), beracun karena selalu mengikat oksigen untuk mencapai kestabilan phasa gasnya. Sox menimbulkan gangguan sitem pernafasan, jika kadar 400-500 ppm akan sangat berbahaya, 8-12 ppm menimbulkan iritasi mata, 3-5 ppm menimbulkan bau. Konsentrasi gas SO2 diudara akan mulai terdeteksi oleh indera manusia (tercium baunya) manakala kensentrasinya berkisar antara 0,3 1 ppm. Jadi dalam hal ini yang dominan adalah gas SO2. Namun demikian gas tersebut akan bertemu dengan oksigen yang ada diudara dan kemudian membentuk gas SO3 melalui reaksi berikut :

2SO2 + O2 (udara)

->

2SO3

Pemakaian batu bara sebagai bahan bakar pada beberapa kegiatan industri seperti yang terjadi di negara Eropa Barat dan Amerika, menyebabkan kadar gas SOx diudara meningkat. Reaksi antara gas SOx dengan uap air yang terdapat di udara akan membentuk asam sulfat maupun asam sulfit. Apabila asam sulfat dan asam sulfit turun ke bumi bersamasama dengan jatuhnya hujan, terjadilah apa yang dikenal denagn Acid Rain atau hujan asam . Hujan asam sangat merugikan karena dapat merusak tanaman maupun kesuburan tanah. Pada beberapa negara industri, hujan asam sudah banyak menjadi persoalan yang sangat serius karena sifatnya yang merusak. Hutan yang gundul akibat jatuhnya hujan asam akan mengakibatkan lingkungan semakin parah.

Pencemaran SOx diudara terutama berasal dari pemakaian baru bara yang digunakan pada kegiatan industri, transportasi, dan lain sebagainya. Belerang dalam batu bara berupa mineral besi peritis atau FeS2 dan dapat pula berbentuk mineral logam sulfida lainnya seperti PbS, HgS, ZnS, CuFeS2 dan Cu2S. Dalam proses industri besi dan baja (tanur logam) banyak dihasilkan SOx karena mineral-mineral logam banyak terikat dalam bentuk sulfida. Pada proses peleburan sulfida logam diubah menjadi oksida logam. Proses ini juga sekaligus menghilangkan belerang dari kandungan logam karena belerang merupakan pengotor logam. Pada suhu tinggi sulfida logam mudah dioksida menjadi oksida logam melalui reaksi berikut : 2ZnS + 3O2 -> 2ZnO + 2SO2 2PbS + 3O2 -> 2PbO + 2SO2 Selain tergantung dari pemecahan batu bara yang dipakai sebagai bahan bakar, penyebaran gas SOx, ke lingkungan juga tergnatung drai keadaan meteorologi dan geografi setempat. Kelembaban udara juga mempengaruhi kecepatan perubahan SOx menjadi asam sulfat maupun asam sulfit yang akan berkumpul bersama awan yang akhirnya akan jatuh sebagai hujan asam. Hujan asam inilah yang menyebabkan kerusakan hutan di Eropa (terutama di Jerman) karena banyak industri peleburan besi dan baja yang melibatkan pemakaian batu bara maupun minyak bumi di negeri itu. Sumber dan pola Paparan Meskipun sumber alami (gunung berapi atau panas bumi) mungkin hadir pada beberapa tempat, sumber antropogenik, pembakaran bahan bakar fosil yang mengandung sulfur, mendominasi daerah perkotaan. Ini termasuk :

Sumber pokok (pembangkit tenaga listrik, pabrik pembakaran, pertambangan dan pengolahan logam)

Sumber daerah (pemanasan domestik dan distrik) Sumber bergerak (mesin diesel) Pola paparan dan durasi sering menunjukkan perbedaan daerah dan musim yang signifikan, bergantung pada sumber dominan dan distribusi ruang, cuaca dan pola penyebaran. Pada konsentrasi tinggi, dimana berlangsung untuk beberapa hari selama musim dingin, bulan musim dingin yang stabil ketika penyebaran terbatas, masih terjadi pada banyak bagian dunia dimana batu bara digunakan untuk tempat pemanasan. Sumber daerah biasanya mendominasi pada beberapa peristiwa, hasil pada pola homogen konsentrasi dan paparan/pembukaan. Sebaliknya, jarak peristiwa waktu-singkat dari menit ke jam mungkin terjadi sebagai hasil pengasapan, penyebaran atau arah angin dari sumber utama. Hasil pola paparan bervariasi secara substantial, tergantung pada ketinggian emisi, dan kondisi cuaca. Variabel sementara dari konsentrasi ambient juga sering tinggi pada keadaan tertentu, khususnya untuk sumber lokal. Dampak Pencemaran oleh Belerang Oksida (SOx) Sebagian besar pencemaran udara oleh gas belerang oksida (SOx) berasal dari pembakaran bahan bakar fosil, terutama batu bara. Adanya uap air dalam udara akan mengakibatkan terjadinya reaksi pembentukan asam sulfat maupun asam sulfit. Reaksinya adalah sebagai berikut : SO2 + H2O SO3 + H2O -> -> H2SO3 H2SO4

Apabila asam sulfat maupun asam sulfit tersebut ikut berkondensasi di udara dan kemudian jatuh bersama-sama air hujan sehingga pencemaran berupa hujan asam tidak dapat dihindari lagi. Hujan asam ini dapat merusak tanaman, terkecuali tanaman hutan. Kerusakan hutan ini akan mengakibatkan terjadinya pengikisan lapisan tanah yang subur. Walaupun konsentrasi gas SOx yang terdispersi ke lingkungan itu berkadar rendah, namun bila waktu kontak terhadap tanaman cukup lama maka kerusakan tanaman dapat saja terjadi. Konsentrasi sekitar 0,5 ppm sudah dapat merusakan tanaman, terlebih lagi bila konsentrasi SOx di Udara lingkungan dapat dilihat dari timbulnya bintik-bintik pada permukaan daun. Kalau waktu paparan lama, maka daun itu akan gugur. Hal ini akan mengakibatkan produktivitas tanaman menurun. Udara yang telah tercemar SOx menyebabkan manusia akan mengalami gangguan pada sistem pernapasaannya. Hal ini karena gas SOx yang mudah menjadi asam tersebut menyerang selaput lendir pada hidung, tenggorokan dan saluran napas yang lain sampai ke paru-paru. Serangan gas SOx tersebut menyebabkan iritasi pada bagian tubuh yang terkena. Lapisan SO2 dan bahaya bagi kesehatan SO2 mempunyai pengaruh yang kuat terhadap kesehatan yang akut dan kronis. dalam bentuk gas, SO2 dapat mengiritasi sistem pernapasan; pada paparan yang tinggi (waktu singkat) mempengaruhi fungsi paru-paru. SO2 merupakan produk sampingan H2SO4 yang mempengaruhi sistem pernapasan. Senyawanya, terdiri dari garam ammonium polinuklir atau organosulfat, mempengaruhi kerja alveoli dan sebagai bahan kimia yang larut, mereka melewati membran selaput lendir pada sistem pernapasan pada makhluk

hidup.Aerosol partikulat dibentuk oleh gas ke pembentukan partikel ditemukan bergabung dengan pengaruh kesehatan yang banyak. Secara global, senyawa-senyawa belerang dalam jumlah cukup besar masuk ke atmosfer melalui aktivitas manusia sekitar 100 juta metric ton belerang setiap tahunnya, terutama sebagai SO2 dari pembakaran batu bara dan gas buangan pembakaran bensin. Jumlah yang cukup besar dari senyawa belerang juga dihasilkan oleh kegiatan gunung berapi dalam bentuk H2S, proses perombakan bahan organik, dan reduksi sulfat secara biologis. Jumlah yang dihasilkan oleh proses biologis ini dapat mencapai lebih 1 juta metric ton H2S per tahun. Sebagian dari H2S yang mencapai atmosfer secara cepat diubah menjadi SO 2 melaui reaksi : H2S + 3/2 O2 SO2 + H2O reaksi bermula dari pelepasan ion hidrogen oleh radikal hidroksil , H2S + HO- HS- + H2O yang kemudian dilanjutkan dengan reaksi berikut ini menghasilkan SO 2 HS- + O2 HO- + SO SO + O2 SO2 + O Hampir setengahnya dari belerang yang terkandung dalam batu bara dalam bentuk pyrit, FeS2, dan setengahnya lagi dalam bentuk sulfur organik. Sulfur dioksida yang dihasilkan oleh perubahan pyrit melalui reaksi sebagai berikut : 4FeS2 + 11O2 2 Fe2O3 + 8 SO2 Pada dasarnya, semua sulfur yang memasuki atmosfer dirubah dalam bentuk SO 2 dan hanya 1% atau 2% saja sebagai SO2

Walaupun SO2 yang dihasilkan oleh aktivitas manusia hanya merupakan bagian kecil dari SO2 yang ada diatmosfer, tetapi pengaruhnya sangat serius karena SO 2 langsung dapat meracuni makhluk disekitarnya. SO2 yang ada diatmosfer menyebabkan iritasi saluran pernapasandan kenaikan sekresi mucus. Orang yang mempunyai pernapasan lemah sangat peka terhadap kandungan SO2 yang tinggi diatmosfer. Dengan konsentrasi 500 ppm, SO2 dapat menyebabkan kematian pada manusia. Pencemaran yang cukup tinggi oleh SO2 telah menimbulkan malapetaka yang cukup serius. Seperti yang terjadi di lembah Nerse Belgia pada 1930, tingkat kandungan SO 2 diudara mencapai 38 ppm dan menyebabkan toksisitas akut. Selama periode ini menyebabkan kematian 60 orang dan sejumlah ternak sapi. Sulfur dioksida juga berbahaya bagi tanaman. Adanya gas ini pada konsentrasi tinggi dapat membunuh jaringan pada daun. pinggiran daun dan daerah diantara tulangtulang daun rusak. Secara kronis SO2 menyebabkan terjadinya khlorosis. Kerusakan tanaman iniakan diperparah dengan kenaikan kelembaban udara. SO 2 diudara akan berubah menjadi asam sulfat. Oleh karena itu, didaerah dengan adanya pencemaran oleh SO2 yang cukup tinggi, tanaman akan rusak oleh aerosol asam sulfat. Kerusakan juga dialami oleh bangunan yang bahan-bahannya seperti batu kapur, batu pualam, dolomit akan dirusak oleh SO2 dari udara. Efek dari kerusakan ini akan tampak pada penampilannya, integritas struktur, dan umur dari gedung tersebut. HASIL PENGAMATAN No Perlakuan Amatan dan Simpulan / Persamaan reaksi

1.

Serbuk dipanaskan dituangkan dingin

belerang Serbuk belerang ( S ) berwarna kuning kemudia dan berbentuk zat padat dipanaskan kedalam air dengan bunsen maka menghasilkan larutan yang tidak bercampur ( belerang tidak larut ) lalu dituangkan ke air dingin menghasilkan plastic belerang berwarna kuning.

2.

Serbuk belerang + toluene Serbuk belerang ( S ) berwarna kuning dipanaskan hingga larut dalam bentuk padat + Toluena ( tidak berwarna ) dipanaskan akan menghasilkan membentuk kristal kristal belerang berwarna kuning dan lama - kelamaan akan berbentuk seperti jarum jarum belerang.

dibiarkan dingin kembali

3.

Serbuk belerang + CS2 TIDAK DILAKUKAN dipanaskan dibiarkan hingga dingin larut

kembali

pada gelas arloji.

4.

Air + Na2S2O3 + S Air ( H2O) tak berwarna + Na2S2O3

dipanaskan, disaring Filtrat dalam bentuk kristal ( serbuk padat ) + HCl berwarna putih + Belerang (S) dalam bentuk serbuk padat dipanaskan akan menghasilkan larutan tak berwarna lalu di saring masih larutannya tak berwarna kemudian di tetesi, tetes demi tetes larutan HCl 5 M tak berwarna menghasilkan larutan putih susu.

5.

NaOH + S di didihkan, Larutan NaOH ( tak berwarna ) disaring Filtrat + HCl ditambahkan dengan Belerang ( S ) dalam bentuk sebuk padat di didihkan menghasilkan larutan berwarna orange pekat dan serbuk belerang lama lama melarut, kemudian di saring menghasilkan larutan orange pekat dan di tambah larutan HCl ( tak berwarna ) dan ditutup pada mulut tabung dengan tissue yang telah dibasahi terlebih dahulu dengan larutan AgNO3 ( tak berwarna ) menghasilkan larutan orange pekat dan pada bulatan tissue bekas

mulut tabung ada bulatan hitam dan bila dibuka larutan berbau menyengat seperti gas H2S.

VIII. REAKSI - Persamaan Reaksi : (1) S8(s) + 8 O2(aq) SO2(s) + H2O(l) --> 8 SO2(s) --> H2SO3(s)

(2)

4C6H5CH3(aq) + 4 S8(aq) 4C6H5CH3(aq) + 4 S8(aq) + O2(g) --> 4 C6H5CH2S8(s) + 2 H2O(g)

(4)

Na2S2O3(s) + 5H2O(l) -->

Na2S2O3 . 5 H2O (aq) --> Na2S2O3(aq) + SO2(g) + 5

Na2S2O3 . 5 H2O(aq) + S(s) + O2(g) H2O(l) Na2S2O3(aq) + 2 HCl(aq) -->

2 NaCl(aq) + S(s) + SO2(g) + H2O(l)

(5)

S(s) + 2 NaOH(aq) 2 S(s) + 4 NaOH(aq)

--> -->

Na2S(s) + H2O(l) Na2S(aq) + Na2S2O3(aq) + H2O(aq) --> --> H2S(g) + NaCl(aq) Ag2S(s) + 2H2O(g)

Na2S(s) + 2 AgNO3(aq) H2S(g) + 2AgNO3(aq)

IX. PEMBAHASAN Pada percobaan kali ini membahas unsure belerang dimana belerang yang dipakai dalam proktikum kali ini yang berbentuk serbuk atau dalam wujud padat yang berwarna kuning. Ada empat perlakuan yang dilakukan dan takaran atau berat belerang yang digunakan pun bervariasi dari satu gram, 0,3 gram hingga 0,25 gram serbuk belerang. Pada perlakuan pertama mula mula kita mereaksikan serbuk belerang dengan berat 1 gram serbuk belerang yang berwarna kuning ini tidak ditambah apapun hanya dimasukkan ke dalam tabung reaksi kosong lalu dibakar dengan Bunsen, dari pembakaran ini tentunya ada O2 yang berupa gas yang ikut bereaksi dengan belerang sehingga kondisi dalam keadaan suhu panas maka belerang pun akhirnya meleleh dan menjadi larutan belerang dengan berwarna kuning lalu belerang yang meleleh tadi langsung dicampurkan dengan air ( tak berwarna ) ini, pada dasarnya air biasa dikenal sebagai pelarut namun pada kondisi ini air tidak dapat melarutkan belerang yang ada belerang berubah menjadi plastic blerang yang berwarna kuning. Pada perlakuan kedua tahap awal masih sama dengan yang pertama serbuk belarang berwarna kuning yang dibutuhkan seberat 1 gram, namun belerang ini dicampurkan dengan larutan toluene yang tidak berwarna lalu dipanaskan dan menghasilkan campuran larutan yang mendidih dan pada mulanya bercampur, karena toluene ini merupakan larutan yang mudah terbakar maka pemanasan yang dilakukanpun harus sangat hati hati, setelah

beberapa saat didiamkan larutan tadi berubah menjadi kristal kristal belerang berwarna kuning seperti jarum jarum yang kondisinya menggumpal. Pada perlakuan ketiga, dalam hal ini diperlukan kristal putih Natrium tiosulfat yang sebelum dicampur dengan belerang dilarutkan dulu dengan air,= ( tak berwarna ) sehingga menjadi larutan Natrium Thiosulfat yang tak berwarna, selanjutnya dimasukkan serbuk belerang kuning yang beratnya 0,3 gram dan tidak bercampur, lalu dipanaskan yangmenghasilkan kondisi terpisakh pisah intinya masih tidak bercampur antara larutan dengan serbuk belarang kemusian disaring dan didapat larutan tak berwarna lalu di tambahkan larutan HCl yang tidak berwarna tetes demi tetes sehingga menghasilkan larutan putih susu dan ada sedikit sekali yang mengendap. Pada perlakuan terakhir serbuk belerang yang berwarna kuning dicampur dengan larutan NaOH yang tak berwarna kondisi ini belerang juga tidak larut namun setelah dipanaskan beberapa menit belerang yang berproses menjadi gumpalan / kristal kristal warna orange akhirnya pun larut dan menjadi larutan orange pekat, kemudian disaring turunnya lrutan tersebut dari kertas saring menuju tabung reaksi seperti tetesan tetesan minyak dan menghasilkan hhasil saringannya larutan yang berwarna orange pekat. Setelah itu ditambah larutan HCl yang tidak berwarna dan pada mulut tabung ditutup dengan ketas atau tissue yang telah terlebih dahulu dibasahi dengan larutan Perak Nitrat, beberapa saat menghasilkan larutan warna orange tapi mula mule terlihat dua fase ada beberapa serbuk belerang yang menggumpal diatas tapi lama lama menghilang dan pada kertas yang ditutup pada mulut tabungnya terlihat bekas lingkaran mulut tabung dan tadinya kertas berwarna putih berubah bekas yang ditutup tadi berwarna hitam dan ada bau yang menyengat yang baunya seperti gas H2S.

X. KESIMPULAN 1. Belerang atau sulfur adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang S dan nomor atom 16. Belerang, dalam bentuk aslinya, adalah sebuah zat padat kristalin kuning. Di alam, belerang dapat ditemukan sebagai unsur murni atau sebagai mineral- mineral sulfide dan sulfate. 2. Belerang plastic yang diperoleh dari lelehan belerang yang dituangkan ke dalam air berisi rantai rantai spiral -S. 3. Belerang membentuk senyawa dalam berbagai tingkatan oksidasi 4. Belerang bereaksi dengan basa kuat membentuk ion tiosulfat dan ion potisulfida. 5. Ion tiosulfat stabil dalam keadaan basa atau netral, tetapi terurai dalam asam. Zila zulaiha http://zilazulaiha.blogspot.com/2011/10/laporan-praktikum-kimia-anorganik-i.html