Anda di halaman 1dari 3

PENGERTIAN SOSIOLOGI DAN PENTINGNYA MEMPELAJARI SOSIOLOGI

Pokok Bahasan: 1. Definisi Sosiologi 2. Sosiologi Merupakan Ilmu Pengetahuan 3. Sosiologi Perlu Dipelajari

I. Definisi Sosiologi Secara etimologis, kata sosiologi merupakan kombinasi dari kata bahasa Latin dan kata bahasa Yunani. Kata sosio diambil dari kata bahasa Latin Socius yang artinya kawan. Sedangkan kata logi diambil dari kata bahasa Yunani logos yang artinya kata atau berbicara dan sering pula diartikan ilmu. Jadi, berdasarkan pengertian harfiah tersebut, sosiologi bermakna berbicara tentang masyarakat. Dalam pengertian yang sederhana dan ringkas, sosiologi dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang gejala yang terjadi di masyarakat. Namun, para ahli sosiologi telah memberikan pengertian atau definisi sosiologi yang beragam. Sebab itu, ada banyak definisi sosiologi. Di dalam ilmu sosial memang lumrah muncul pandangan yang berbeda tentang definisi suatu disiplin ilmu. Di bawah ini ada beberapa definisi sosiologi yang dikemukakan oleh para ahli sosiologi. Menurut Pitrim Sorokin, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal-balik antara aneka macam gejala sosial, hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala-gejala non-sosial, serta ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial. Menurut Roucek dan Warren, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok. Menurut William F. Ogburn dan Meyer F. Nimkoff, sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya yaitu organisasi sosial. Menurut J.A.A. van Doorn dan C.J. Lammers, sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil. Menurut Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial, termasuk perubahan-perubahan sosial.

Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Al-Azhar Indonesia

Sejumlah definisi di atas pada dasarnya sama-sama menjadikan masyarakat sebagai obyek yang dipelajari oleh sosiologi. Pertanyaannya, apakah yang dimaksud dengan masyarakat? Masyarakat adalah manusia yang hidup bersama dan bercampur untuk waktu yang cukup lama dan mereka sadar bahwa mereka merupakan suatu kesatuan dan suatu sistem hidup bersama. II. Sosiologi Merupakan Ilmu Pengetahuan Salah satu pertanyaan penting yang muncul seiring dengan perkembangan sosiologi yaitu: apakah sosiologi memenuhi syarat untuk disebut sebagai disiplin ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri? Untuk menjawab ini maka kita harus mulai dari menjawab pertanyaan: apakah yang dimaksud dengan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan adalah pengetahuan (knowledge) yang tersusun sistematis dengan menggunakan kekuatan pemikiran, dan kebenaran pengetahuan itu selalu dapat diperiksa dan ditelaah secara kritis oleh setiap orang yang ingin mengetahuinya. Berdasarkan pengertian ini, ilmu pengetahuan memiliki unsur-unsur berikut: 1. 2. 3. 4. Pengetahuan (knowledge) Tersusun secara sistematis Menggunakan pemikiran Dapat diuji secara kritis oleh orang lain

Tak diragukan bahwa sosiologi memenuhi unsur-unsur ilmu pengetahuan di atas. Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang tersusun secara sistematis yang berdasarkan pada pemikiran dan dapat diuji secara kritis oleh siapa pun. Sosiologi adalah pengetahuan karena ia adalah pengetahuan empirik tentang masyarakat. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang tersusun secara sistematis karena ia memiliki konstruksi teoretis yang merupakan akumulasi dari para ahli sosiologi dari zaman ke zaman. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang menggunakan pemikiran karena ia dikembangkan tidak berdasarkan kepercayaan dogmatik, takhayul, atau intuisi, tetapi berdasarkan pada pemikiran rasional. Sosiologi juga merupakan ilmu pengetahuan yang dapat diuji secara kritis oleh siapa pun karena ia bersifat terbuka dan dapat dibuktikan kebenarannya secara empirik dan ajeg. Untuk melacak lebih jauh tentang apakah sosiologi merupakan disiplin ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri maka dapat dilihat dari aspek-aspek berikut: (1) obyeknya; (2) metodenya; dan (3) manfaatnya. Obyek sosiologi adalah masyarakat beserta dinamika dan hubungannya. Sosiologi menggunakan berbagai metode keilmuan yang terdapat di dalam metodologi. Manfaat sosiologi adalah untuk menjelaskan keadaan obyektif masyarakat dan memberi solusi atas masalah yang dihadapi masyarakat. Menurut Soerjono Soekanto, sosiologi adalah ilmu sosial yang kategoris, murni, abstrak, berusaha mencari pengertian-pengertian umum, rasional dan empiris, serta bersifat umum. Disebut sebagai ilmu sosial karena sosiologi bukan merupakan ilmu pengetahuan alam atau kerohanian. Disebut kategoris karena sosiologi membatasi diri pada apa yang terjadi saat ini dan bukan mengenai apa yang seharusnya terjadi. Disebut murni karena sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang bertujuan membentuk dan mengembangkan ilmu pengetahuan secara

Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Al-Azhar Indonesia

abstrak hanya untuk mempertinggi mutunya. Disebut abstrak karena sosiologi memperhatikan bentuk dan pola peristiwa dalam masyarakat tetapi bukan wujud konkritnya. Sosiologi bertujuan mencari prinsip dan hukum umum dalam masyarakat. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang rasional dan empiris. Dan sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari gejala umum dalam masyarakat. III. Sosiologi Perlu Dipelajari Mengapa sosiologi perlu dipelajari? Apa perlunya mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional mempelajari sosiologi? Pertanyaan ini mungkin muncul pada mereka yang tidak secara khusus berniat ingin mempelajari sosiologi. Ada beberapa penjelasan mengapa sosiologi perlu dipelajari oleh mereka yang belajar ilmu sosial. 1. Sosiologi merupakan mata kuliah dasar umum yang bersifat wajib bagi mahasiswa ilmu sosial. Sebab itu, setiap mahasiswa ilmu sosial, apa pun program studinya, harus mengambil mata kuliah ini. 2. Setiap individu merupakan bagian dari masyarakat. Pada dasarnya setiap manusia perlu hidup bersama orang lain dan ingin diterima oleh masyarakat di mana ia tinggal. Karena sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang seluk-beluk masyarakat, maka setiap individu perlu mempelajari sosiologi agar ia dapat mengetahui secara baik dan keilmuan tentang seluk-beluk masyarakat. 3. Belajar sosiologi dapat membantu kita untuk mengetahui apa yang ada dibalik fakta. Dengan begitu maka kita tidak hanya dapat mengenali fakta yang ada di masyarakat, tetapi juga dapat menjelaskan dan menafsirkan fakta tersebut. 4. Ilmu sosial kini telah berkembang menjadi ilmu pengetahuan yang bersifat multidisipliner dan interdisipliner. Sebab itu, untuk mempelajari secara baik dan komprehensif suatu disiplin ilmu sosial, maka harus pula mempelajari disiplin ilmu sosial lainnya.

Sumber Acuan: Soerjono Soekanto, Pengantar Sosiologi (Rajawali Pers: Jakarta, 1994). Doyle Paul Johnson, Teori Sosiologi Klasik dan Modern (Gramedia: Jakarta, 1994).

Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Al-Azhar Indonesia