Anda di halaman 1dari 23

Dasar, Fungsi, dan Tujuan Pendidikan

Pembimbing: Dr. Nonoh Siti Aminah, M.Pd.

Tujuan
Makalah ini disusun sebagai salah satu tugas dan guna mengembangkan kemampuan dibidang akademis mata kuliah Ilmu Kependidikan

Disusun Oleh FKIP Pend. Fisika 2013 Kelas A:

Azhar Umam
K2313012

Esty Agustiani
K2313020

Kurnia Fani Perdana


K2313036

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret


Surakarta 2013

Daftar Isi

i. ii. iii.

Cover ..1 Kata Pengantar ...................................2 Daftar isi .3 a. Latar belakang ...4 b. Rumusan Masalah .4

A. Bab I : Pembukaan

B. Bab II : Pembahasan a. Pengertian Pendidikan ..5 b. Fungsi dan Tujuan Pendidikan .9 c. Lingkungan Pendidikan ..12 d. Dasar Pendidikan.............................................16 e. Asas Pendidikan ..............................................20 C. Bab II : Penutup Kesimpulan ..22 Saran 22 Daftar Pustaka ...23

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.

Segala puji kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan nikmat luar biasa sehingga dapat menyusun dan menyelesaikan tugas mata kuliah Ilmu Kependidikan. Terima kasih kami ucapkan kepada Ibu Dr. Nonoh Siti Aminah, M.Pd., selaku dosen mata kuliah Ilmu Kependidikan yang telah membimbing kami dalam menyelesaikan makalah ini. Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada teman-teman kelompok I yang telah bekerja sama dalam penyusunan makalah ini. Makalah kami berjudul Dasar, Fungsi, dan Tujuan Pendidikan yang membahas tentang pengertian pendidikan, fungsi dan tujuan pendidikan, lingkungan pendidikan, dasar pendidikan, dan asas pendidikan. Semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk kegiatan pembelajaran ke depan. Dalam penyusunan makalah ini kami menyadari bahwa tiada gading yang tak retak, masih bayak kekurangan dalam makalah kami. Oleh karena itu kami mengharapkan evaluasi dari Ibu Dosen.

Terima kasih, Wassalamualaikum Wr.Wb.

Surakarta, September 2013

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukkan pribadi manusia. Pendidikan sangat berperan dalam membentuk baik atau buruknya pribadi manusia menurut ukuran normatif. Disisi lain proses perkembangan dan pendidikan manusia tidak hanya terjadi dan dipengaruhi oleh proses pendidikan yang ada dalam sistem pendidikan formal (sekolah) saja. Manusia selama hidupnya selalu akan mendapat pengaruh dari keluarga, sekolah, dan masyarakat luas. Ketiga lingkungan itu sering disebut sebagai tripusat pendidikan. Dengan kata lain proses perkembangan pendidikan manusia untuk mancapai hasil yang maksimal tidak hanya tergantung tentang bagaimana sistem pendidikan formal dijalankan. Namun juga tergantung pada lingkungan pendidikan yang berada di luar lingkungan formal. B. Rumusan Masalah Dengan memperhatikan latar belakang tersebut, agar dalam penulisan ini penulis memperoleh hasil yang diinginkan, maka dalam makalah ini penulis akan mencoba untuk membahas dan menjabarkan tentang: 1. Apa Makna dan Pengertian Pendidikan? 2. Apa Fungsi dan Tujuan Pendidikan 3. Meliputi Apa Saja Lingkungan Pendidikan itu? 4. Bagaimanakah Dasar Pendidikan? 5. Apa Saja Asas-Asas di Dalam Pendidikan

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Pendidikan Pendidikan memiliki definisi yang sangat luas dan dapat dilihat dari berbagai sudut. Definisi Umum Pendidikan dapat diartikan sebagai Suatu metode untuk mengembangkan keterampilan, kebiasaan dan sikap-sikap yang diharapkan dapat membuat seseorang menjadi lebih baik. 1.) Kamus Besar Bahasa Indonesia Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, proses, cara dan pembuatan mendidik

2.) Ensiklopedi Wikipedia Education is a social science that encompasses teaching and learning specific knowledge, beliefs, and skills. The word education is derived from the Latin educare meaning "to raise", "to bring up", "to train", "to rear", via "educatio/nis", bringing up, raising. 3.) Menurut Undang-Undang a. UU SISDIKNAS No. 2 tahun 1989 : Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan latihan bagi peranannya di masa yang akan datang b. UU SISDIKNAS no. 20 tahun 2003: Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

4.) Etimologi (Bahasa) Bahasa Arab : berasal dari kata Tarbiyah, dengan kata kerja Rabba yang memiliki makna mendidik atau mengasuh. Jadi Pendidikan dalam Islam adalah Bimbingan oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani, rohani dan akal anak didik sehingga bisa terbentuk pribadi muslim yang baik. Bahasa Yunani : berasal dari kata Pedagogi, yaitu dari kata paid artinya anak dan agogos artinya membimbing. Itulah sebabnya istilah pedagogi dapat diartikan sebagai ilmu dan seni mengajar anak (the art and science of teaching children) 5.) Psikologi Pendidikan adalah Mencakup segala bentuk aktivitas yang akan memudahkan dalam kehidupan bermasyarakat. 6.) Psikologis dan Pedagogis Tugas pendidikan sekolah yang utama adalah mengajarkan bagaimana cara belajar, mendidik kejiwaan, menanamkan motivasi yang kuat dalam diri anak untuk belajar terus-menerus sepanjang hidupnya dan memberikan keterampilan kepada peserta didik, mengembangkan daya adaptasi yang besar dalam diri peserta didik. 7.) Sosial Budaya Mengacu kepada hubungan antara individu dengan individu lainnya dalam suatu lingkungan atau masyarakat. Begitu juga hal nya dengan budaya, budaya masyarakat sangat berperan dalam proses pendidikan, karena budaya identik dengan adat dan kebiasaan. Apabila sosial budaya seseorang itu berjalan baik maka pendidikan akan mudah dicapai. 8.) Menurut Bahasa (Etimologi) 1. Bahasa Romawi Berasal dari kata educare, yaitu mengeluarkan dan menuntun, tindakan merealisasikan potensi anak yang dibawa waktu dilahirkan di dunia.

2. Bahasa Yunani Berasal dari kata Pedagogi, yaitu dari kata paid artinya anak dan agogos artinya membimbing. Itulah sebabnya istilah pedagogi dapat diartikan sebagai ilmu dan seni mengajar anak (the art and science of teaching children). 3. Bangsa Jerman Berasal dari kata Erziehung yang setara dengan educare, yaitu : membangkitkan kekuatan terpendam atau mengaktifkan kekuatan/potensi anak. 4. Bahasa Jawa Berasal dari kata panggulawentah (pengolahan), mengolah,

mengubah kejiwaan, mematangkan perasaan, pikiran, kemauan dan watak, mengubah kepribadian sang anak. 9.) Menurut Para Ahli Pendidikan 1. Menurut para ahli Definisi pendidikan adalah berbagai upaya dan usaha yang dilakukan orang dewasa untuk mendidik nalar peserta didik dan mengatur moral mereka. (Warta Politeknik Negeri Jakarta, April 2007). 2. Langefeld Mendidik adalah membimbing anak dalam mencapai kedewasaan. 3. Heageveld Mendidik adalah membantu anak dalam mencapai kedewasaan. 4. Bojonegoro Mendidik adalah memberi tuntunan kepada manusia yang belum dewasa 5. Ki Hajar Dewantara Pendidikan adalah segala daya upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran serta jasmani anak, agar dapat memajukan kesempurnaan hidup yaitu hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakatnya.

6. Rosseau Mendidik adalah memberikan pembekalan yang tidak ada pada masa anakanak, tapi dibutuhkan pada masa dewasa. 7. Darmaningtyas Pendidikan adalah usaha dasar dan sistematis untuk mencapai taraf hidup dan kemajuan yang ledih baik. 8. Paulo Freire Pendidikan merupakan jalan menuju pembebasan yang permanen dan terdiri dari dua tahap. Tahap pertama adalah masa di mana manusia menjadi sadar akan pembebasan mereka, yang melalui praksis mengubah keadaan itu. Tahap kedua dibangun atas tahap yang pertama, dan merupakan sebuah proses tindakan kultural yang membebaskan. 9. John Dewey Pendidikan adalah suatu proses pembaharuan makna pengalaman, hal ini mungkin akan terjadi di dalam pergaulan biasa atau pergaulan orang dewasa dengan orang muda, mungkin pula terjadi secara sengaja dan dilembagakan untuk menghasilkan kesinambungan social. Proses ini melibatkan pengawasan dan perkembangan dari orang yang belum dewasa dan kelompok di mana dia hidup. 10. H. Horne Pendidikan adalah proses yang terus-menerus (abadi) dari penyesuaian yang lebih tinggi bagi makhluk manusia yang telah berkembang secara fisik dan mental, yang bebas dan sadar kepada tuhan, seperti termanifestasi dalam alam sekitar intelektual, emosional dan kemanusiaan dari manusia.dalam pertumbuhan dan perkembangannya sampai tercapai kedewasaanya. 11. Frederick J. Mc Donald Pendidkan adalah suatu proses atau kegiatan yang diarahkan untuk merubah tabiat. 12. Ahmad D. Marimba Pendidikan adalah bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani terdidik menuju terbentuknya kepribadian yang utama.

13. Djayakarta Pendidikan adalah memanusiakan manusia muda, maksudnya

pengangkatan manusia muda ke tahap insani. Inilah yang menjelma dalam semua perbuatan mendidik. 14. Sir Godfrey Thomson Pendidikan adalah pengaruh lingkungan atas individu untuk

menghasilkan perubahan-perubahan yang permanent di dalam kebiasaankebiasaan tingkah lakun, pikiran, dam sifatnya. B. Fungsi Dan Tujuan Pendidikan 1.) Fungsi Pendidikan Fungsi pendidikan merupakan serangkaian tugas atau misi yang diemban dan harus dilakukan oleh pendidik. Tugas atau misi pendidik itu dapat tertuju pada diri manusia yang dididik mauapun kepada masyarakat bangsa ditempat ia hidup. Adapun beberapa fungsi pendidikan: 1. Bagi dirinya sendiri, pendidikan berfungsi menyiapkan dirinya agar menjadi manusia secara utuh, sehingga ia dapat menunaikan tugas hidupnya secara baik dan dapat hidup wajar sebagai manusia. 2. Bagi masyarakat, pendidikan berfungis untuk melestarikan tata social dan tata nilai yang ada dalam masyarakat (preserveratif) dan sebagai agen pembaharuan social (direktif) sehingga dapat mengantisipasi masa depan. 3. Menyiapakan tenaga kerja 4. Menyiapkan manusia sebagai warga Negara yang baik. 5. Menyiapkan manusia sebagai manusia.

2.) Tujuan Pendidikan Tujuan Pendidikan akan menentukan kearah mana anak didik akan dibawa. Disamping itu pendidikan berfungsi untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia indonesia. Tujuan pendidikan dapat dilihat dari dua sudut pandang yaitu menurut islam dan tujuan pendidikan secara umum. Tujuan pendidikan merupakan sesuatu yang ingin dicapai oleh kegiatan pendidikan. Adalah suatu yang logis bahwa pendidikan itu harus dimulai dengan tujuan, yang diasumsikan dengan nilai. Tanpa sadar tujuan, maka dalam paraktek pendidikan tidak ada artinya M.J. Langeveld mengemukakan ada 6 tujuan pendidikan yaitu;

Tujuan khusus adalah pengususan tujuan umum atas dasar berbagai hal, misalnya usia, jenis kelamin, inteligensi dan sebagainya.

Tujuan tak lengkap tujuan yang hanya menyangkut sebagian aspek kehidupan manusia.

Tujuan sementara adalah tujuan yang hanya dimaksudkan untuk sementara saja, sedangkan kalau tujuan sementara itu sudah tercapai, lalu ditinggalkan dan diganti dengan tujuan yang lain.

Tujuan intermedier, yaitu tujuan perantara bagi tujuan lainnya yang pokok. Tujuan incidental, yaitu tujuan yang dicapai pada saat-saat tertentu, seketika, sepontan.

Di Indonesia pernah diperkenalkan tujuan-tujuan yaitu:

Tujuan umum adalah tujuan akhir atau tertinggi yang berlaku di semua lembaga dan kegiatan pendidikan.

Tujuan institusional adalah tujuan yang menjadi tugas suatu lembaga pendidikan untuk mencapainya.

Tujuan kurikuler, yaitu tujuan yang akan dicapai oleh mata pelajaran atau bidang studi tertentu.

Tujuan instruksional adalah tujuan yang ingin dicapai pada waktu guru mengajar suatu pokok bahasan tertentu.

10

Tujuan pendidikan islam Tujuan pendidikan islam adalah mendekatkan diri kita kepada Allah dan pendidikan islam lebih mengutamakan akhlak. Secara lebih luas pendidikan islam bertujuan untuk Pembinaan Akhlak Penguasaan Ilmu Keterampilan masyarakat Mengembangkan akal dan Akhlak bekerja dalam Pengajaran Kebudayaan Pembentukan kepribadian Menghambakan diri kepada Allah Menyiapkan anak didik untuk

hidup di dunia dan akhirat

Tujuan Pendidikan Secara Umum Tujuan pendidikan secara umum dapat dilihat sebagai berikut: 1. Tujuan pendidikan terdapat dalam UU No2 Tahun 1985 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia yang seutuhnya yaitu yang beriman dan dan bertagwa kepada tuhan yang maha esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan kerampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan berbangsa. 2. Tujuan Pendidikan nasional menurut TAP MPR NO II/MPR/1993 yaitu Meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, mandiri, maju, tangguh, cerdas, kreatif, terampil, berdisiplin, beretos kerja profesional serta sehat jasmani dan rohani. Pendidikan nasional juga harus menumbuhkan jiwa patriotik dan memepertebal rasa cinta tanah air, meningkatkan semangat kebangsaan dan kesetiakawaan sosial, serta kesadaran pada sejarah bangsa dan sikap menghargai jasa para pahlawan, serta berorientasi masa depan.

11

3. TAP MPR No 4/MPR/1975, tujuan pendidikan adalah membangun di bidang pendidikan didasarkan atas falsafah negara pancasila dan diarahkan untuk membentuk manusia-manusia pembangun yang berpancasila dan untuk

membentuk manusia yang sehat jasmani dan rohaninya, memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dapat mengembangkan kreatifitas dan tanggung jawab dapat menyuburkan sikap demokratis dan penuh tenggang rasa, dapat mengembangkan kecerdasan yang tinggi dan disertai budi pekerti yang luhur, mencintai bangsanya dan mencintai sesama manusia sesuai dengan ketentuan yang termaktub dalam UUD 1945. C. Jenis Lingkungan Pendidikan Meskipun lingkungan tidak bertanggung jawab terhadap kedewasaan anak didik, namun merupakan faktor yang sangat menentukan yaitu pengaruhnya yang sangat besar terhadap anak didik, sebab bagaimanapun anak tinggal dalam satu lingkungan yang disadari atau tidak pasti akan mempengaruhi anak. Pada dasarnya lingkungan mencakup lingkungan fisik, lingkungan budaya, dan lingkungan sosial. Lingkungan sekitar yang dengan sengaja digunakan sebagai alat dalam proses pendidikan (pakaian, keadaan rumah, alat permainan, buku-buku, alat peraga, dll) dinamakan lingkungan pendidikan. Secara umum fungsi lingkungan pendidikan adalah membantu peserta didik dalam interaksi dengan berbagai lingkungan sekitarnya, utamanaya berbagai sumber daya pendidikan yang tersedia, agar dapat mencapai tujuan pendidikan yang optimal. Dilihat dari segi anak didik, tampak bahwa anak didik secara tetap hidup di dalam lingkungan masyarakat tertentu tempat ia mengalami pendidikan. Menurut Ki Hajar Dewantara lingkungan tersebut meliputi lingkungan keluarga, lingkungan sekolah an lingkungan masyarakat, yang disebut tripusat pendidikan. 1. Keluarga Keluarga merupakan pengelompokkan primer yang terdiri dari sejumlah kecil orang karena hubungan semenda dan sedarah. Keluarga itu dapat berbentuk keluarga inti (nucleus family: ayah, ibu dan anak) ataupun keluarga yang diperluas (disamping inti, ada orang lain: kakek/nenek, adik/ipar, pembantu dan lain-lain). Tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh keseluruhan situasi dan kondisi keluarganya.

12

Sebagian dari tujuan pendidikan itu akan dicapai melalui jalur pendidikan sekolah ataupun jalur pendidikan luar sekolah lainnya (kursus, kelompok belajar dan sebagainya). Bahkan peran jalur pendidikan sekolah makin lama makin penting, khususnya yang berkaitan dengan aspek pengetahuan dan keterampilan. Hal ini tidak berarti bahwa keluarga dapat melepaskan diri dari tanggung jawab pendidikan anaknya itu, karena keluarga diharapkan bekerja sama dan mendukung kegiatan pusat pendidikan lainnya (sekolah dan masyarakat). Keluarga merupakan lembaga pendidikan tertua, bersifat informal, yang pertama dan utama dialamai oleh anak serta lembaga pendidikan yang bersifat kodrati orang tua bertanggung jawab memelihara, merawat, melindungi, dan mendidik anak agar tumbuh adn berkembang dengan baik. Pendidikan keluarga berfungsi: 1. Sebagai pengalaman pertama masa kanak-kanak 2. Menjamin kehidupan emosional anak 3. Menanamkan dasar pendidikan moral 4. Memberikan dasar pendidikan sosial. 5. Meletakkan dasar-dasar pendidikan agama bagi anak-anak. 2. Sekolah Tidak semua tugas mendidik dapat dilaksanakan oleh orang tua dalam keluarga, terutama dalam hal ilmu pengetahuan dan berbagai macam keterampilan. Oleh karena itu dikirimkan anak ke sekolah. Sekolah merupakan sarana yang secara sengaja dirancang untuk melaksanakan pendidikan. Semakin jauh suatu masyarakat semakin penting peranan sekolah dalam mempersiapkan generasi muda sebelum masuk dalam proses pembangunan masyarakatnya itu. Dari sisi lain, sekolah juga menerima banyak kritik atas berbagai kelemahan dan kekurangannya yang mencapami puncaknya dengan gagasan Ivan Illich untuk membebaskan masyarakat dari wajib sekolah dengan buku yang terkenal Bebas dari Sekolah .

13

Sekolah bertanggung jawab atas pendidikan anak-anak selama mereka diserahkan kepadanya. Karena itu sebagai sumbangan sekolah sebagai lembaga terhadap pendidikan, diantaranya sebagai berikut; Sekolah membantu orang tua mengerjakan kebiasaan-kebiasaan yang baik serta menanamkan budi pekerti yang baik. Sekolah memberikan pendidikan untuk kehidupan di dalam masyarakat yang sukar atau tidak dapat diberikan di rumah. Sekolah melaqtih anak-anak memperoleh kecakapan-kecakapan seperti membaca, menulis, berhitung, menggambar serta ilmu-ilmu lain sifatnya mengembangkan kecerdasan dan pengetahuan. Di sekolah diberikan pelajaran etika, keagamaan, estetika, membenarkan benar atau salah, dan sebagainya. 3. Masyarakat Dalam konteks pendidikan, masyarakat merupakan lingkungan lingkungan keluarga dan sekolah. Pendidikan yang dialami dalam masyarakat ini, telah mulai ketika anak-anak untuk beberapa waktu setelah lepas dari asuhan keluarga dan berada di luar dari pendidikan sekolah. Dengan demikian, berarti pengaruh pendidikan tersebut tampaknya lebih luas. Corak dan ragam pendidikan yang dialami seseorang dalam masyarakat banyak sekali, ini meliputi segala bidang, baik pembentukan kebiasaan-kebiasaan, pembentukan pengertia-pengertian (pengetahuan), sikap dan minat, maupun pembentukan kesusilaan dan keagamaan. Kaitan antara masyarakat dan pendidikan dapat ditinjau dari tiga segi, yakni: a. Masyarakat sebagai penyelenggara pendidikan, baik yang dilembagakan (jalur sekolah dan jalur luar sekolah) maupun yang tidak dilembagakan (jalur luar sekolah).

14

b. Lembaga-lembaga kemasyarakatan dan/atau kelompok sosial di masyarakat, baik langsung maupun tak langsung, ikut mempunyai peran dan fungsi edukatif. c. Dalam masyarakat tersedia berbagai sumber belajar, baik yang dirancang (by designe) maupun yang dimanfaatkan (utility). Fungsi masyarakat sebagai pusat pendidikan sangat tergantung pada taraf perkembangan dari masyarakat itu beserta sumber-sumber belajar yang tersedia didalamnya. Untuk Indonesia, perkembangan masyarakat itu sangat bervariasi, sehingga wujud sosial kebudayaan dalam masyarakat Indonesia dewasa ini, menurut Koentjaraningrat (dari Wayan Ardhana 1986: Modul 1/71-71) paling sedikit dapat dibedakan menjadi enam tipe sosial budaya sebagai berikut: 1. Tipe masyarakat berdasarkan sistem berkebun yang amat sederhana, hidup dengan berburu dan belum mempunyai kebiasaan menanam padi. Sistem dasar ini kemasyarakatannya berupa desa terpencil tanpa diferensiasi dan stratifikasi yang berarti. Masyarakat ini tidak mengalami kebudayaan perunggu, kebudayaan Hindu dan agama Islam. 2. Tipe masyarakat pedesaan berdasarkan bercocok tanam di ladang atau sawah dengan tanaan pokok padi. Sistem dasar kemasyarakatannya adalah komunikasi pertani dengan diferensiasi dan stratifikasi sosial sedang dan yang merasakan diri sebagai bagian bawah dari suatu kebudayaan yang lebih besar. Gelombang pengaruh kebudayaan Hindu dan agama Islam tidak dialami. Arah orientasinya adalah masyarakat kota dengan peradaban kepegawaian. 3. Tipe masyarakat pedesaan berdasarkan sistem bercocok tanam d ladang atau sawah dengan tanaman pokok padi. Sistem dasar ini kemasyarakatannya adalah desa komunitas petani dengan diferensiasi dam stratifikasi sosial sedang, gelombang pengaruh kebudayaan Hindu tidak dialami atau sangat kecil, sehingga terhapus oleh pengaruh agama Islam. Arah orientasinya adalah masyarakat kota yang mewujdukan peradaban bekas kerajaan, berdagang dengan pengaruh Islam, becampur dengan peradaban kepegawaian.

15

4. Tipe masyarakat pedesaan berdasarkan sistem becocok tanam di sawah dengan tanaman pokok padi. Sistem dasar kemasyarakatannya adalah komunitas petani dengan diferensiasi dan stratifikasi sosoal yang agak kompleks. Masyarakat ini mengalami semua gelombang pengaruh kebudayaan asing, seperti kebudayaan Hindu, agama Islam dan Eropa. Arah orientasinya adalah masyarakat kota yang mewujudkan peradaban kepegawaian. 5. Tipe masyarakat perkotaan yang mempunyai ciri-ciri pusat pemerintahan dengan sektor perdagangan dan industri yang lemah. Tipe masyarakat metropolitan yang mengembangkan sektor perdagangan dan industri, tetapi masih didominasi oleh aktivitas kehidupan pemerintahan dengan suatu sektor kepegawaian yangluas dan kesibukan politik di tingkat daerah ataupun pusat. D. Dasar Pendidikan Pentingnya Dasar Pendidikan Dasar pendidikan adalah pondasi atau landasan yang kokoh bagi setiap masyarakat untuk dapat melakukan perubahan sikap dan tata laku dengan cara berlatih dan belajar dan tidak terbatas pada lingkungan sekolah, sehingga meskipun sudah selesai sekolah akan tetap belajar apa-apa yang tidak ditemui di sekolah. Hal ini lebih penting dikedepankan supaya tidak menjadi masyarakat berpendidikan yang tidak punya dasar pendidikan sehingga tidak mencapai kesempurnaan hidup. Apabila kesempurnaan hidup tidak tercapai berarti pendidikan belum membuahkan hasil yang menggembirakan. Dasar atau landasan pendidikan dapat dilihat dari berbagai segi yaitu : Pandangan Islam

Al-quran.

Al-quran merupakan pedoman tertinggi yang manjadi petunjuk dan dasar kita hidup di dunia. Dalam Al-quran kita bisa menemukan semua permasalahan hidup termasuk pendidikan dan ilmu pengetahuan.

16

Hadist

Hadist merupan pedoman kita setalah Al-quran, dengan demikian hadist juga merupakan dasar atau elemen dalam pendidikan. Nilai-nilai Sosial kemasyarakatan yang tidak bertentangan dengan Al-quran dan Hadist. Secara Umum Religius (Merupaken elemen atau dasar pendidikan yang paling pokok, disini ditanamkan nilai nilai agama islam (iman, akidah dan akhlak) sebagai suatu pondasi yang kokoh dalam pendidikan.) Ideologis (Yaitu mengacu kepada ideologi bangsa kita yakni nya pancasila dan berdasarkan kepada UUD 1945. Dan intinya adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.) Ekonomis (Pendidikan bisa dijadikan sebagai suatu langkah untuk mendapatkan kehidupan yang layak dan keluar dari segala bentuk kebodohan dan kemiskinan.) Politis (Lebih mengacu kepada suasana politik yang berlansung.) Teknologis (Dunia telah mengalami eksplosit ilmu pengetahuan dan teknologi. Dan bisa dikatakan teknologi sangat memiliki peran dalam kemajuan dunia pendidikan.) Pendidikan merupakan gejala semesta dan berlangsung sepanjang hayat manusia, disitu pasti ada pendidikan. Dasar pendidikan adalah landasan berpijak dan arah bagi pendidikan sebagai wahana pengembangan manusia dan masyarakat. Pendidikan memiliki hubungan dengan pendidikan. Filsafat memberikan pandangan yang luas tentang pendidikan. Menurut Imam Barnadib berdasarkan urut-urutan timbulnya dalam sejarah alam filsafat, filsafat dapat digolongkan menjadi empat tipe:

Filsafat naturalisme berpandangan bahwa semua datang dari alam yang bersifat fisik.

Filsafat idealisme berpandangan bahwa kenyataan itu terdiri atas subtansisubtansi yang berupa ide-ide atau gagasan-gagasan atau spirit, atau jiwa.

17

Filsafat realisme berpandangan bahwa hakikat segala sesuatu adalah sesuatu yang real, terbebas dari subyek atau manusia yang mengetahui.

Filsafat pragmatisme berpandangan bahwa kegunaan, manfaat, utilita menempati kedudukan utama dari segala sesuatu. Filsafat menjadi dasar pemikiran-pemikiran pendidikan secara filosofis.

Menurut Imam Barnadib ada empat pemikiran filsafat pendidikan:

Yang menghendaki bahwa pendidikan itu pada hakekatnya progrsif, dan tujuan pendidikan hendaknya diartikan sebagai rekonstruksi pengalaman yang terus menerus. Ini disebut progresivisme.

Yang menghendaki bahwa pendidikan itu hendaknya didasarkan atas nilai-nilai yang tinggi, yang kedudukanya essensial dalam kebudayaan. Ini disebut essensialisme.

Yang menghendaki konsepsi pendidikan didasarkan oleh pertanyaan, apakah yang paling utama untuk menghadapi tantangan krisis masa depan. Ini disebut perenialisme.

Yang berpendapat bahwa pendidikan hendaknya mampu membangkitkan anak didik agar dapat merekonstruksi pengalaman hidupnya. Ini disebut

rekonstruksionisme. Macam-macam Dasar pendidikan Ada beberapa landasan pendidikan yang perlu diperhatikan, yaitu landasan filosofis, landasan sosiologis, landasan kurtural, landasan historis, dan landasan psikologis, bahkan landasan ilmiah dan teknologis. Di samping itu ada landasan yuridis (legalistik), ekonomi, politik : a.) Landasan filosofis berkaitan dengan kajian mengenai makna terdalam atau hakikat

pendidikan, mengapa pendidikan dapat dilakukan dan atau diberiakan oleh dan kepada manusia, apa yang seharusnya menjadi tujuan pendidikan. Essensialisme, behaviorisme, pereniallisme, progresivis-me, rekonstruksionisme, dan humanism merupakan mazab-mazab teori pendidikan berdasarkan aliran-aliran filsafat tertentu, yang pada giliran selanjutnya mempengaruhi pandangan mengenai konsep dan praktik pendidikan.

18

1.)

Essensialisme merupakan aliran pendidikan yang menerapkan filsafat idealism secara

eklektis. 2.) Perenialisme hampir sama dengan essensialisme, tetapi lebih menekankan pada

keabadian atau ketetapan atau kehikmatan, yaitu hal-hal yang ada sepanjang masa. 3.) Progresivisme adalah mazab pendidikan yang menginginkan kemajuan. 4.) Rekonstruksionisme merupakan kelanjutan dari progresivisme. 5.) Behaviorisme memiliki beberapa akar atau sumber ideologi atau filsafat. 6.) Humanisme merupakan kelanjutan dari progresivisme, telah mengadopsi banyak

sekali prinsip-prinsip progresivisme termasuk pemusatan pada siswa, peran guru yang tidak otoritatif, fokus pada aktivitas dan partisipasi siswa, aspek-aspek kooperatif dan demokratisasi pendidikan. b.) Landasan Sosiologis adalah hal-hal yang berkaitan dengan perwujudan tata tertib sosial,

perubahan sosial, interaksi sosial, komunikasi, dan sosialisasi, memrupakan indikator bahwa pendidikan menggunakan landasan sosiologis. c.) Landasan kurtural, di Indonesia telah ditegaskan bahwa pendidiakan nasional berakar

pada kebudayaan bangsa Indonesia. Kebudayaan dan pendidikan mempunyai hubungan timbal balik. Kebudayaan dapat diwariskan dan dikembangkan melalui pendidikan, sebaliknya bentuk, ciri-ciri dan pelaksanaan pendidikan ditentukan oleh kebudayaan yang ada dalam masyarakat. d.) Landasan Historis, kehidupan manusia mempunyai sejarah yang panjang sehingga

manusia tidak mampu melacak titik awal kapan mulainya kehidupan ini. Sejak manusia hidup, sejak itu pula pendidikan ada, dari yang paling sederhana sampai pendidikan yang sangat kompleks seperti sekarang ini. e.) Landasan Psikologis, kegiatan pendidikan melibatkan aspek kejiwaan manusia. Karena

itu landasan psikologis merupakan salah satu landasan pendidiakn yang penting. Pada umumnya pendidikan berkaitan dengan pemahaman dan penghayatan akan perkembangan manusia, khususnya dalam proses belajar mengajar.

19

f.)

Landasan Ilmiah, teknologi dan seni merupakan salah satu materi pengajaran sebagai

bagian dan pendidikan. Perkembangan IPTEKS akan segera diakomodasi oleh pendidikan, di sisi lain pendidikan sangat dipengaruhi oleh perkembangan IPTEKS, sehingga tersedia berbagai informasi yang cepat dan tepat untuk selanjutnya dijadikan program, alat dan cara kerja teknologi pendidikan. g.) Landasan Politik, polotik sebagai cita-cita yang harus diperjuangkan melalui

pendidikan, dimaksudkan agar tujuan dan atau cita-cita suatu bangsa dapat tercapai. h.) Landasan Ekonomi, pendidikan dapat dipandang sebagai human investment, karena

dengan pendidikan maka manusia terdidik ini dapat menjadi modal bagi pembangunan. Manusia terdidik yang kemudian berfungsi sebagai tenaga kerja dan memiliki kemampuan teknologis, dapat membantu pertumbuhan ekonomi, yaitu naiknya GNP atau pendapatan nasional. i.) Landasan Yuridis, supaya pendidikan tidak melenceng dari keinginan masyarakat,

maka perlu diatur dalam regulasi yang berlaku di masyarakat/bangsa tersebut. E. Asas Pendidikan Asas atau prinsip pendidikan adalah ketentuan-ketentuan yang dijadikan pedoman atau pegangan dalam melaksanakan pendidikan agar tujuanya tercapai dengan benar dan dapat dipertanggungjawabkan). Komisi pembaharuan pendidikan (1980) pernah menyusun beberapa azas pendididkan bagi Indonesia, yaitu:

Asas ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani, yang

berarti di depan pendidik member contoh, di tengah member dorongan, di belakang memberi pengaruh agar menuju kebaikan).

Asas pendidikan sepanjang hayat, yang berarti pendidikan dimulai dan lahir sampai

mati

Asas semesta, menyeluruh dan terpadu. Semesta artinya pendidikan itu terbuka untuk

seluruh rakyat, menyeluruh artinya mencakup semua jalur, jenjang dan jenis pendidikan. Terpadu artinya saling berkaitan antara pendidikan dengan pembangunan nasional.

Asas manfaat, yang berarti pendidikan harus mengingat kemanfaatanya bagi masa

depan peserta didik, bagi masyarakat, bangsa, negara, dan agama.

20

Asas usaha bersama, yang berarti bahwa pendidikan menekankan kebersamaan antara

keluarga sekolah dan masyarakat.

Asas demokratis, yang berarti bahwa pendidikan harus dilaksanakan dalam suasana

dan hubungan yang proposional antara pendidik dan peserta didik, ada keseimbangan antara hak dan kewajiban pada masing-masing pihak.

Asas adil dan merata yang berarti bahwa semua kepentingan berbagai pihak harus

mendapat perhatian dan perlakuan yang seimbang.

Asas perikehidupan dalam keseimbangan, yang berarti harus mempertimbangkan

segala segi kehidupan manusia, misalnya jasmani rokhani, dunia akherat, individual dan sosial, intelektual, kesehatan, keindahan dan lain sebangainya.

Asas kesadaran hukum, dalam arti bahwa pendidikan harus sadar dan taat pada

peraturan yang berlaku serta menegakkan dan menjamin kepastian hukum.

Asas kepercayaan pada diri sendiri, yang berarti bahwa pendidik dan peserta didik

harus memiliki kepercayaan diri sehingga tidak ragu dan setengah-setengah dalam melaksanakan pendidikan.

Asas efisiensi dan efektifitas, dalam arti bahwa dalam pendidikan harus ditumbuhkan

keaktifan, kreativitas, inisiatif, ketrampilan, kelincahan, dan sebagainya,

Asas fleksibelitas, dalam arti bahwa dalam pendidikan harus diciptakan keluwesan

(fleksibel) baik dalam materi maupun caranya, sesuai dengan keadaan, waktu dan tempat.

21

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Dari Uraian diatas dapat kami simpulkan bahwa : Pendidikan menurut pandangan islam lebih dominan kepada pembentukan akhlak, akidah dan iman. Sedangkan secara umum pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan pengembangan kemapuan yang dimiliki. Apabila kedua hal ini digabungkan maka hasil dari pendidikan akan sangat maksimal dan menghasilkan peserta didik yang memiliki intelektual dan akhlak yang mulia. Dasar pendidikan menurut islam fokus kepada Al-quran dan hadist sedang secara umum dasar pendidikan juga lebih menitik beratkan ke dasar religius. Tujuan Pendidikan baik secara islam dan umum hampir memiliki kesamaan yaitu mendapatkan kesuksesan. Apabila digabungkan maka tujuan pendidikan adalah upaya untuk meraih kesuksesan hidup di dunia dan akherat. Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan pokok dalam hidup manusia. Untuk mendapatkan pendidikan yang baik maka perlu adanya pemahaman terhadap dasar dan tujuan pendidikan secara mendalam baik secara islam maupun secara umum. . B. Saran Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masaih banyak terdapat kekurangan. Untuk itu kritik dan saran dari pembaca sangat penulis harapkan guna perbaikan makalah dimasa yang akan datang.

22

Daftar Pustaka
Deway, John, 2004. Experience and Education filsafat pendidikan john dewey, Bandung: Mizan. Harahap, Poerbahawatja, 1982. Ensiklopedi Pendidikan. Jakarta: PT Gunung Agung. Hasbullah, 2001. Dasar- dasar ilmu Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers. Miarso Yusufhadi, 1986. Definisi Teknologi Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers. Miarso, 2007. Menyemai benih teknologi pendidikan. Jakarta: Pustekom Diknas. Naisbitt, 2002. High tech high touch. Bandung: Mizan Nasution.1987. Teknologi Pendidikan. Bandung: Jemmars. Mudyahardjo, 2002. Filsafat Ilmu Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya. Salim, 1985. Then Contemporary English- Indonesia dictionary. Jakarta: Modern English Pers. Saliman, Sudharsono. 1993. Kamus Pendidikan Pengajaran dan Umum. Jakarta: Rineka Cipta. Satori Djaman, 2007. Profesi Keguruan. Jakarta : UT. Seels, Richey. 1994. Teknologi Pendidikan definisi dan kawasannya. Jakarta: UNJ ______, 1989. UU RI No 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Semarang: Aneka Ilmu. _______, 1990. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. _______, 2003. UU RI No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. Sumaatmadja, 2002. Pendidikan pemanusian manusia manusiawi. Bandung: Alfabeta Tilaar, 1999. Pendidikan kebudayaan, dan masyarakat madani Indonesia. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Satori Djaman, 2007. Profesi Keguruan. Jakarta : UT.

http://www.scribd.com/doc/7592955/Definisi-Pendidikan http://makalahmajannaii.blogspot.com/2012/07/dasar-dan-tujuan-pendidikan.html http://www.hasbihtc.com/apa-itu-pendidikan-pengertian-pendidikan.html http://pendidikan4sejarah.blogspot.com/2011/03/konsep-fungsi-tujuan-dan-aliran-aliran.html http://fatamorghana.wordpress.com/2009/10/07/pengertian-pendidikan/

23

Anda mungkin juga menyukai