Anda di halaman 1dari 5

TUGAS MENTORING

OLEH ; Widya Gema Bestari (110405028)

TAHUN AJARAN 2011/2012 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Definisi Akhlak dan Akhlak Islami Allah adalah Khalik yang menciptakan segala sesuatu di luar diri-Nya. Sedangkan segala sesuatu yang diciptakan-Nya disebut makhluk. Manusia dan segala sesuatu yang menyertainya adalah juga makhluk. Sekarang akhlak. Apakah akhlak itu? Jawabannya mudah : Akhlak ialah semua tingkah laku dan gerak-gerik makhluk dan yang dimaksud makhluk di sini (telah dipersempit) ialah manusia (hanya menyangkut tingkah laku manusia saja). Secara sederhana akhlak Islami dapat diartikan sebagai akhlak yang berdasarkan ajaran Islam atau akhlak yang bersifat Islami. Akhlak Islami mencakup berbagai aspek, dimulai dari akhlak terhadap Allah,hingga sesama makhluk (manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, dan benda-benda yang tak bernyawa) . Akhlak menjembatani komunikasi antara khaliq (pencipta) dengan makhluk (yang diciptakan) secara timbal balik. Kemudian di sebut dengan Habluminallah. Dari Habluminaullah biasanya lahirlah pola hubungan antarsesama manusia yang di sebut dengan Hablumminannas (pola hubungan antarsesama makhluk). Karena itulah akhlak selalu berhubungan dengan Allah(khalik)dan sesama manusia (makhluk) Berbagai bentuk dan ruang lingkup akhlak Islami : 1) Akhlak terhadap Allah, seperti: bertaqwa kepada-Nya, Sabar dalammenghadapi musibah, bersyukur terhadap segala nikmat-Nya. Dan sebagainya. 2) Akhlak terhadap sesama manusia, yaitu: a) Akhlak terhadap diri sendiri, seperti: jujur, optimis, hemat dan sebagainya. b) Akhlak terhadap Bapak/Ibu (Guru), seperti: berbakti kepadabapak/Ibu (Guru), Menghormati Bapak/ibu (Guru), dan sebagainya. c) Akhlak terhadap orang lain (teman, masyarakat), seperti: berkata jujur, memaafkan kesalahan orang lain dan sebagainya. 3) Akhlak terhadap lingkungan, seperti: menjaga kebersihan kelas,memelihara lingkungan dan sebagainya. Faktor-faktor Pembentuk Akhlak 1. Al-Wiratsiyyah (Genetik) Misalnya: seseorang yang berasal dari daerah Sumatera Utara cenderung berbicara keras, tetapi hal ini bukan melegitimasi seorang muslim untuk berbicara keras atau kasar karena Islam dapat memperhalus dan memperbaikinya.

2. An-Nafsiyyah (Psikologis) Faktor ini berasal dari nilai-nilai yang ditanamkan oleh keluarga (misalnya ibu dan ayah) tempat seseorang tumbuh dan berkembang sejak lahir. Semua anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, orangtuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi (Hadits). Seseorang yang lahir dalam keluarga yang orangtuanya bercerai akan berbeda dengan keluarga yang orangtuanya lengkap. 3. Syariah Ijtimaiyyah (Sosial) Faktor lingkungan tempat seseorang mengaktualisasikan nilai-nilai yang ada pada dirinya berpengaruh pula dalam pembentukan akhlak seseorang. 4. Al-Qiyam (Nilai Islami) Nilai Islami akan membentuk akhlak Islami.Akhlak Islami ialah seperangkat tindakan/gaya hidup yang terpuji yang merupakan refleksi nilai-nilai Islam yang diyakini dengan motivasi semata-mata mencari keridhaan Allah. Pentingnya Akhlak Islami Akhlak tentu saja sangat penting di dalam hidup berkehidupan . Akhlak mencerminkan pribadi seseorang . Akhlak membentuk pribadi seseorang dan menjadikan seseorang itu leih baik daripada pribadi sebelumnya . Jika tidak ada akhlak dalam hidup berkehidupan , dipastikan segala sesuatunya tidak akan teratur . Dapat dibayangkan jika seseorang dalam hubungannya dengan manusia tidak mempunyai akhlak yang baik , akan banyak terjadi kesalahpahaman dan perpecahan dimana mana . Tentu saja ini dikarenakan tidak adanya aturan dan keterbatasan dalam bersikap. Akhlak membantu kita dalam menjaga hubungan yang baik dengan manusia ataupun dengan pencipta . Akhlak merupakan lambang kualitas seorang manusia, masyarakat, umat karena itulah akhlak pulalah yang menentukan eksistensi seorang muslim sebagai makhluk Allah SWT. Akhlak ialah salah satu faktor yang menentukan derajat keislaman dan keimanan seseorang. Akhlak yang baik adalah cerminan baiknya aqidah dan syariah yang diyakini seseorang. Buruknya akhlak merupakan indikasi buruknya pemahaman seseorang terhadap aqidah dan syariah. Paling sempurna orang mukmin imannya adalah yang

paling luhur aqidahnya.(HR.Tirmidi). Sesungguhnya kekejian dan perbuatan keji itu sedikitpun bukan dari Islam dan sesungguhnya sebaik-baik manusia keislamannya adalah yang paling baik akhlaknya.(HR.Thabrani, Ahmad dan Abu Yala) Beberapa pernyataan tentang pentingnya akhlak : Sesungguhnya shalat itu mencegah orang melakukan perbuatan keji dan munkar (QS. 29:45) Tidak ada yang lebih berat timbangan seorang hamba pada hari kiamat melebihi keluhuran akhlaknya (HR. Abu Daud dan At-Tirmizi) Sesungguhnya termasuk insan pilihan di antara kalian adalah yang terbaik akhlaknya(Muttafaq alaih).

Cara Mencapai Akhlak Mulia 1. Menjadikan iman sebagai pondasi dan sumber Iman artinya percaya yaitu percaya bahwa Allah selalu melihat segala perbuatan manusia. Bila melakukan perbuatan baik, balasannya akan menyenangkan. Bila perbuatan jahat maka balasan pedih siap menanti. Hal ini akan melibatkan iman kepada Hari Akhir. Akhlak yang baik akan dibalas dengan syurga dan kenikmatannya (QS. 55:12-37). Begitu pula dengan akhlak yang buruk akan disiksa di neraka (QS. 22:1922). 2. Pendekatan secara langsung Artinya melaui al-Quran.Sebagai seorang muslim harus menerima al-Quran secara mutlak dan menyeluruh. Jadi, apapun yang tertera di dalamnya wajib diikuti. Misalnya, al-Quran melarang untuk saling berburuk sangka (QS. 49:12), menyuruh memenuhi janji (QS. 23:8), dsb. 3. Pendekatan tidak secara langsung Yaitu dengan upaya mempelajari pengalaman masa lalu, yakni agar kejadian-kejadian malapetaka yang telah terjadi tak akan terulangi lagi di masa kini dan yang akan datang.

Dari hal di atas, intinya adalah latihan dan kesungguhan. Latihan artinya berusaha mengulang-ulang perbuatan yang akan dijadikan kebiasaan. Kemudian bersungguhsungguh berkaitan dengan motivasi. Motivasi yang terbaik dan paling potensial adalah karena ingin memenuhi perintah Allah dan takut siksa-Nya.