Anda di halaman 1dari 41

JARINGAN, ORGAN, DAN SISTEM ORGAN

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM

Oleh: Nama NIM Kelompok Asisten : Devi Pramanik Lisnasuri : J1C112029 : 1 (satu) : Gusti Nani Pratiwi

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM PROGRAM STUDI BIOLOGI BANJARBARU 2012

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Makhluk hidup yang ada di bumi ini banyak sekali jumlahnya, dan selain itu

sangat beraneka ragam pula. Sejak manusia lahir di bumi ini, ia telah sadar akan adanya dua fenomenon utama itu, dan semenjak semula manusia telah berusaha untuk memahami kedua gejala itu dan mengungkapkan apakah maknanya. Kesadaran dan usaha itulah yang akhirnya melahirkan salah satu cabang ilmu hayati yang sekarang disebut Taksonomi atau Sistematik. Bergantung pada golongan makhluk yang dijadikan objek studi, kita sekarang membedakan Taksonomi atau Sistematik Hewan bila yang dijadikan objek studi adalah hewan, dan Taksonomi atau Sistematik Tumbuhan bila yang dijadikan objek studinya adalah tumbuhan. Selain itu, ada juga cabang ilmu biologi yang khusus mempelajari tentang jaringan baik itu jaringan pada hewan maupun tumbuhan. Cabang ilmu Biologi tersebut adalah Histologi (Titrasoepomo, 1980). Jaringan adalah kumpulan sel-sel yang sama bentuk dan fungsinya. Ilmu yang mempelajari tentang jaringan disebut histologi tumbuhan. Tumbuhan yang uniseluler (satu sel) tentunya tidak mempunyai jaringan.Jaringan-jaringan pada umumnya terdapat pada tumbuhan yang tingkat tinggi perkembangannya. Semakin tinggi tingkat perkembangannya semakin jelas pula adanya diferensiasi yang membentuk alat tubuh berlainan. Terjadinya jaringan tumbuhan ialah karena adanya suatu sel-sel yang sedang berlangsung, yang dalam hal ini sel-sel yang terjadi tetap melakukan hubungan dengan erat antara satu dengan yang lainnya. Selanjutnya pembentukan jaringan-jaringan tersebut sangat erat hubungannya pada pembentukan berbagai alat pada tumbuhan (Titrasoepomo, 1989). Pada hewan tingkat tinggi terdapat bemacam-macam jaringan. Namun, bermacam-macam jaringan tersebut dapat dikelompokkan menjadi empat kelompok besar yaitu jaringan epitel, jaringan otot, jaringan ikat dan jaringan saraf. Pada kegiatan ini dicoba pengenalan beberapa organ tubuh vertebrata dengan menekankan pada letak dan besarnya organ tersebut terhadap organ lain atau terhadap dinding badannya. Menentukan letak alat-alat yang satu terhadap yang lain dan sekitarnya

disebut Topografi. Topogrfi dibedakan atas syntopi, yaitu alat-alat terhadap yang lain dan skeletopi, yaitu letak alat-alat terhadap permukaan/dinding. Penentuan letak alatalat terhadap yang lain menggunakan istilah seperti: anterior, posterior, dorsal, ventral, sinester, dexter, lateral, medial, proximal, distal, dan lain-lain yang harus dikuasai terlebih dahulu (Radiopetro, 1997). Beberapa jaringan dengan fungsi yang sejenis akan membentuk organ, selanjutnya kesatuan yang berasal dari beberapa organ yang melaksanakan suatu aktivitas (peranan) secara bersama-sama akan membentuk suatu sistem, sebagai contoh: jaringan epitel, jaringan ikat, dan jaringan otot dengan beberapa penyusun lain akan membentuk intestinum. Selanjutnya cavum oris, dentis, esophagus, ventriculus, entistinum, cloaca/anus, hepar, dan pancreas membentuk sistem pencernaan (Krisdianto, dkk, 2003). 1.2 Tujuan Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengenal beberapa jaringan pada tumbuhan Angiospermae, mengenal organ-organ tumbuhan beserta bagianbagiannya pada Angiospermae, mengenal beberapa jaringan pada hewan, serta mengenal organ-organ tubuh hewan yang membentuk sistem organ dan mempelajari letak organ terhadap organ lain.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Makhluk hidup di bumi sangat beraneka ragam. Penyebabnya yang pertama, spesies berevolusi melalui proses adaptasi terhadap lingkungan yang dikenal dengan seleksi alam, dan yang kedua bahwa perbedaan pada organisme dikendalikan oleh faktor genetis yang diturunkan oleh tetuanya. Proses evolusi berlangsung secara gradual, sehingga terjadi pembentukan spesies baru (spesiesi) yang paling cocok dengan kondisi lingkungan tempat hidup. Proses spesies dapat terjadi secara

alopatrik (allopatric = berbeda tempat), yaitu suatu spesies yang sama kemudian dipisahkan tempat hidupnya. Atau secara simpatrik (sympatric = sama tempat), yaitu spesies yang sama di daerah sama karena sesuatu hal terjadi reproduksi terpisah (Kimbal, 1999). Dengan terus bertambahnya jumlah spesies dari masa ke masa, maka untuk lebih mudahnya dalam mempelajari dilakukan penggolongan/pengelompokan organisme. Untuk mencapai tujuan itu diperlukan suatu sistem klasifikasi dengan dasar yang sama untuk setiap penggolongan (Prawirohartono, 1999). Pada tahun 1969, R.H. Whittaker membagi makhluk hidup menjadi 5 kingdom, yaitu: 1. Monera 2. Protista 3. Fungi 4. Plantae (tumbuhan) 5. Animalia (hewan) Proses evolusi berlangsung secara gradual, sehingga dapat terjadi pembentukan spesies (proses spesiasi) yang paling cocok dengan kondisi lingkungan dimana mereka hidup. Proses spesiasi ini dapat terjadi secara alopatrik, yaitu suatu spesies yang sama kemudian dipisahkan tempat hidupnya dan yang kedua terjadi secara simpatrik, yaitu suatu spesies yang sama didaerah yang sama karena suatu hal terjadi reproduksi yang terpisah (Noorhidayati, 2000).

2.1 Jaringan, Organ dan Sistem Organ Tumbuhan Organisme yang paling banyak terdapat di bumi adalah tumbuhan. Tumbuhan bisa berwarna hijau, coklat, atau abu-abu, tergantung musim dan tempat. Saat ini tumbuhan berbunga mendominasi hampir di semua ekosistem. Tumbuhan bunga, monokotil dan dikotil mempunyai organ-organ penting yang berfungsi untuk kelangsungan hidup tumbuhan. Organ-organ tersebut tersusun atas jaringan, dan jaringan tersusun atas sel-sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama. Salah satu jaringan yang penting adalah jaringan transportasi untuk pengangkutan air, mineral dan hasil fotosintesis. Air dan mineral diangkut diangkut dalam bentuk getah oleh jaringan xilem, sedangkan makanan dan beberapa mineral diangkut oleh jaringan floem. Tumbuhan mempunyai lubang untuk masuknya CO2 dari atmosfer. Lubang yang sama menjadi tempat keluarnya air melalui teraspirasi (Hidayat, 1995). Jaringan tumbuhan merupakan kumpulan sel-sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama, atau mempunyai bentuk yang berbeda tapi fungsinya sama atau mempunyai bentuk yang sama dan fungsinya berbeda. Jaringan tumbuhan dibagi menjadi dua tipe utama yaitu jaringan meristematik dan jaringan permanen. Keduanya bersama-sama membentuk organ tumbuhan yang keseluruhannya merupakan tubuh tumbuhan (Agiospermae) (Dwijoseputro, 1978). Berikut merupakan Klasifikasi Jaringan Tumbuhan berdasarkan: 1. Tingkat perkembangannya jaringan tumbuhan a. Jaringan meristematis Tersusun oleh sel-sel yang masih embrional. Yaitu sel-sel yang masih aktif mengadakan pembelahan. Jaringan meristematis adalah jaringan embrional (jaringan muda) yang sel-selnya selalu aktif melakukan pembelahan secara mitosis, tetapi tidak berdiferensiasi. Pertumbuhan pada tumbuhan merupakan hasil dari aktifitas selsel meristem. Sel-sel meristem umumnya menyerupai kubus, berdinding tipis, banyak mengandung sitoplasma dan tidak memiliki vakuola tengah. Jaringan meristem terdapat pada titik-titik tumbuh seperti pada pucuk batang dan ujung akar. Jaringan meristematis terbagi atas jaringan meristem sekunder dan primer. Contoh: cambium (Kimball, 1992).

b. Jaringan permanen Pada umumnya tersusun atas sel-sel yang tidak mengadakan pembelahan. 2. Jenis sel yang menyusun jaringan tumbuhan a. Jaringan tunggal Sifatnya homogen, terdiri atas satu jenis sel.Jaringan tunggal bersifat homogen, terdiri atas satu jenis sel. Contohnya berupa jaringan epidermis yang tersusun atas sel-sel berbentuk pipih yang sangat rapat. b. Jaringan komplek Jaringan kompleks bersifat heterogen yang terdiri atas lebih dari satu jenis sel. Contoh jaringan ini juga adalah jaringan epidermis. Sel-sel dari epidermis dapat mengalami modifikasi, sehingga fungsinya tidak hanya sekedar sebagai jaringan pelindung tetapi juga merupakan sarana untuk pertukaran gas, sekresi, absorbsi, transpirasi, serta penyimpanan air dan produk-produk metabolit (Salisbury, 1995). 3. Fungsinya jaringan tumbuhan a. Jaringan pengangkut Xilem merupakan komponen jaringan pengangkut yang memiliki dua fungsi utama, mengankut air dan garam-garam mineral dari akar ke batang tumbuhan dan daun serta memberi kekuatan mekanis/menyokong pada tumbuhan. Xilem terdiri atas beberapa komponen xilem, yaitu trachea, trakheida, serabut xilem dan parenkim xilem. Pada tumbuhan berkayu, xilem yang tua berhenti berperan dalam pengankutan untuk memberi kekuatan pada batang (Salisbury, 1995). Floem merupakan jaringan berpembuluh atau jaringan pengangkut yang bertugas memindahkan gula hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tubuh tumbuhan. Floem disebut pembuluh tapis dan merupakan pembuluh pengangkut utama. Komponen-komponen floem yaitu pembuluh tapis, sel pengiring, sel parenkim dan serabut floem. Floem memiliki jumlah sel-sel parenkim yang lebih banyak dari pada sel-sel pengiring (Salisbury, 1995). b. Jaringan pelindung Epidermis, merupakan jaringan terluar dari organ-organ tanaman. Biasanya pada epidermis terdapat stomata dan trikoma.

Jaringan gabus, dinding selnya mengandung suberin, sel mati dan kosong. Jaringan gabus tumbuh di dalam epidermis, korteks, floem atau akar. Fungsi dari jaringan ini adalah protektif untuk melindungi tubuh tumbuhan dari pengaruh suhu yang ekstrem, mengurangi kehilangan air, dan melindungi dari gangguan mekanis (Salisbury, 1995). c. Jaringan penguat Kolenkim, sel-selnya hidup, dinding sel terdiri atas selulose. Kolenkim tersusun atas sel-sel kolenkim yang bervariasi dalam hal ukuran panjang, tetapi berbentuk ramping memanjang. Fungsi utama kolenkim adalah sebagai jaringan penyokong bagi batang yang muda atau yang sedang tumbuh. Kolenkim memiliki ciri khas yaitu terdapat pada bagian tepi batang dan daun, contoh batang yang terdapat jaringan kolenkim adalah batang seledri (Kimball, 1992). Sklerenkim, dinding sel mengandung lignin, sel-selnya keras. Jaringan sklerenkim adalah jaringan penyokong dan penguat bagian-bagian tumbuhan yang mengalami pertumbuhan yang tidak lama. Sel-selnya keras karena memiliki dinding sekunder yang tebal, tersusun atas sellulosa dan lignin (Kimball, 1992). d. Jaringan meristematis Meristem primer, terdapat pada jaringan yang tetap bersifat meristematik pada titik tumbuh. Meristem sekunder, jaringan yang sel-selnya telah mengalami deferensiasi dan melakukan aktifitas meristematik (Salisbury, 1995). Tumbuhan dewasa berkembang dari zigot melalui rangkaian tahapan yang dikendalikan oleh faktor internal, termasuk zat tumbuh dan oleh faktor seperti cahaya. Setiap faktor tumbuhan mempunyai efek ganda pada pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Struktur tumbuhan tingkat tinggi lebih kompleks. Tumbuhan tingkat telah tinggi memiliki akar, batang, dan daun sejati serta

menghasilkan biji sebagai alat perkembangbiakan (Salisbury, 1995).

o Akar Semua tumbuhan berpembuluh (vaskular) mempunyai akar. Akar merupakan bagian dari tumbuhan yang ada di dalam tanah. Akar merupakan tempat masuknya air dan mineral dari tanah menuju ke seluruh bagian tumbuhan. Akar juga berfungsi untuk melekatkan dan menopang tubuh agar kokoh. Pada beberapa tumbuhan. Akar juga menjadi tempat menyimpan makanan (Subowo, 1992). Pada tumbuhan yang sudah besar, agak sulit menentukan dengan tepat garis batas antara akar dan batang. Batas tersebut lebih mudah dibedakan pada waktu perkecambahan. Pada saat perkecambahan, akar selalu tum buh ke arah bawah dari koteledonnya (lembaga), sedangkan batang selalu tumbuh ke atas (Subowo, 1992). Kebanyakan akar tidak berklorofil dan mempunyai bulu-bulu akar. Pada beberapa jenis tumbuhan, selain memiliki akar yang tumbuh ke dalam tanah ada juga yang tumbuh menonjol ke atas tanah, misalnya akar nafas pada bakau (Soneratia alba) (Subowo, 1992). Pada tumbuhan tingkat tinggi sistem perakaran dapat dibedakan menjadi dua, yakni akar serabut dan akar tunggang. Sistem akar serabut terdapat pada golongan tumbuhan monokotil. Akar berasal dari calon akar yang trdapata pada embrio atau lembaga dari biji. Calon akar yang tumbuh menjadi akar disebut akar primer, sedangkan pertumbuhan akar primer akibat aktivitas kambium membentuk akar sekunder. Secara anatomis, akar tersususn oleh empat lapisan jaringan pokok, yaitu jaringan epidermis, korteks, endodermis, dan silinder pusat (stele). Pada rumputrumputan dan banyak monokotil akar-akar pokok membentuk gerombol yang kirakira berukuran sama. Akar-akar itu dapat membentuk akar cabang yang dapat bercabang-cabang lagi. Sistem perakaran semacam itu disebut sistem akar serabut (Fahn,1982). Bagian tengah akar dinamakan silinder pembuluh. Silinder ini terdiri atas jaringan penyalur air, xilem, dan jaringan penyalur makanan, floem. Antara jaringan pembuluh (xilem dan floem) dan endodermis ada lapisan sel parenkim yang tak terspesialisasi, perisikel, yang berasal dari kumpulan sel maristematik yang sama seperti xilem dan floem. Perisikel yang tetap mempertahankan sifat maristematiknya membentuk akar-akar lateral (Fahn, 1982).

Secara skematis akar dilengkapi oleh bagian-bagian : a. b. c. d. e. f. g. h. Akar primer (radix primarius) Leher akar (collum rasici) Batang akar (corpus radici) Cabang-cabang akar (radix lateralis) Ujung akar (apex radici) Serabut akar (fibrica radiculi) Rambut-rambut akar (pilus radici) Tudung akar (calyptra) o Batang Batang merupakan bagian tumbuhan yang berada di permukaan tanah. Batang berfungsi sebagai tempat duduk daun, yaitu antara akar, batang, dan daun. Batang disebut juga sebagai bagian penghasil alat-alat lateral. Selama fase vegetatif atau pertumbuhan, alat lateral yang dihasilkan adalah bunga. Bagian dari ujung batang dan daunnya disebut kuncup terminal, sedangkan kuncup ketiak disebut kuncup aksiler. Jika kuncup suatu batang diiris membujur, maka akan tampak bagian berupa daun muda, jaringan maristem, buku dan ruas antarbuku (Hidayat, 1995). Pada tumbuhan Angiospermae, ada tiga jenis batang, yaitu tipe rumput (kalmus), tipe lunak berair (herbaseus atau terna), dan tipe berkayu. Tumbuhan yang berkayu umumnya berbatang keras, tebal, dan panjang. Permukaan batang yang tua, umumnya kasar, dan terdapat lentisel pada tempat-tempat tertentu. Lentisel berfungsi sebagai tempat keluar masuknya gas pada tumbuhan (Hidayat, 1995). Batang tumbuhan herba (terna) umumnya lunak, hijau karena berklorofil, jaringan kayunya sedikit atau tidak ada, ukuran batang kecil dan pendek. Bagian luar batang berupa lapisan epridermis yang berdinding tipis dan terdapat stomata. Pada ujung batang yang sedang tumbuh, tepatnya dibelakang titik tumbuh, terbentuk jaringan primer. Dari luar ke dalam, jaringan primer terdiri atas jaringan berikut ini: 1. Pritoderma, merupakan bagian luar yang akan membentuk epidermis. 2. Prokambium, terletak di bagian tengah, sel-selnya lebih panjang. Jaringan ini akan membentuk jaringan pembuluh xilem dan floem serta kambium vaskular. 3. Maristem dasar, merupakan jaringan yang akan membentuk empulur dan korteks (Salisbury, 1995).

Semua tumbuhan memiliki strktur primer, yaitu struktur jaringan yang terbentuk pada awal pertumbuhan batang pada ujung batang. Akan tetapi hanya tumbuhan dikotil yang memiliki kambium sehingga dapat terjadi pertumbuhan sekunder yang menyebabkan dikotil struktur sekunder (Salisbury, 1995). Secara skematis, batang dilengkapi oleh bagian-bagian : a. Buku-buku batang (nodus) b. Ruas batang (internodus) c. Daun (folium) dengan duduk daunnya d. Daun penumpu (stipula) o Daun Daun merupakan bagian tumbuhan yang biasanya berbentuk lembaran pipih, berwarna hijau. Ada beberapa jenis daun yang berbentuk jarum seperti pada pinus, atau seperti sisik misalnya pada kaktus. Daun tumbuhan duduk pada batang dengan pola teratur dan tertentu. Daun juga biasanya memiliki umur tertentu, dan akan gugur setelah usia tertentu. Daun berfungsi sebagai tempat pembuatan makanan bagi tumbuhan melalui proses fotosintesis. Seperti halnya akar dan batang, secara anatomis daun tersusun atas tiga sistem jaringan, yakni kulit (epidermis), jaringan dasar (parenkim), dan jaringan pengangkut (vaskiler) (Fahn, 1982). Struktur eksternal dan internal daun berkaitan dengan peranannya dalam fotosintesis dan traspirasi (hilangnya air dalam bentuk uap). Daun pipih dan tipis, dengan demikian memungkinkan cahaya matahari menembus ke dalam semua selnya. Rasio tinggi antara permukaan dan volume juga memungkinkan pertukaran gas dengan berhasil (Fahn, 1982). Secara skematis, sehelai daun dilengkapi oleh bagian-bagian : a. Pangkal daun (basis) b. Ujung daun (apex) c. Tepi daun (margo) d. Petulangan daun (nervatio) e. Ibu tulang daun (Parlan,1995).

o Bunga Bunga merupakan alat perkembangbiakan pada tumbuhan kelompok

Angiospermae. Bunga disebut alat perkembangbiakan karena di dalam bunga terdapat alat-alat reproduksi, seperti benang sari, putik, dan kandung lembaga. Bunga merupakan hasil modifikasi dari daun. Bunga dibentuk oleh maristem ujung khusus yang berkembang dari ujumg pucuk vegetatif setelah dirangsang oleh faktor internal (hormonal) dan eksternal (faktor musim, iklim, dan makanan). Jadi, bunga hanya muncul pada saat tertentu saja. Perbedaan bentuk dan fungsi dari berbagai bagian bunga berhubungan dengan serangkaian proses fisiologis yang terjadi selama beberapa tahap diferensiasi bunga (Subowo, 1992). Bentuk luar bunga sangat beraneka ragam, tergantung pada jenis tumbuhan. Namun, sebenarnya pola strukrtur dasar bunga kurang lebih sama. Bagian-bagian utama pada bunga adalah kelopak bunga (calyx), mahkota bunga (corolla), benang sari (stamen), putik dan lembaga (ovarium). Tidak setiap bunga yang memiliki organ reproduksi yang lengkap. Bunga yang memiliki putik dan benang sari dalam satu bunga disebut bunga hermafrodit, sedangkan yang hanya memiliki benang sari disebut bunga jantan dan yang hanya memiliki putik disebut bunga betina. Tubuh tumbuhan bersel banyak terdiri dari kumpulan jaringan yang membentuk organorgan, selanjutnya membentuk sistem organ. Tiap-tiap sel merupakan satuan yang melakukan proses-proses hidup. Dalam organisme terdapat organisasi dari sel-sel dan terdapat pembagian tugas diantara sel-sel tersebut. Untuk melakukan tugas yang bermacam-macam terjadilah spesialisasi dari sel. Untuk melakukan proses tersebut terdapat bermacam-macam sel yang masing-masing mempunyai fungsi tertentu. Sekelompok sel-sel yang serupa asalnya, strukturnya dan fungsinya dalam satu kesatuan yang padu dinamakan jaringan (Krisdianto, dkk, 2004). Bunga merupakan organ reproduktif angiospermae. Bunga dibentuk oleh maristem apikal khusus yang berkembang dari apeks pucuk vegetatif setelah dirangsang oleh faktor-faktor internal dan eksternaluntuk keperluan itu. Semua jaringan pada tumbuhan umumnya dibagi menjadi dua tipe yaitu jaringan marismatik (muda) dan jaringan permanen (dewasa) (Fahn, 1982).

2.2 Jaringan, Organ dan Sistem Organ Hewan Tubuh hewan terdiri atas jaringan-jaringan atau sekelompok sel yang mempunyai struktur dan fungsi yang sama. Jaringan dengan struktur yang khusus memungkinkan mereka mempunyai fungsi yang spesifik. Sebagai contoh, otot-otot jantung yang bercabang menghubungkan sel-jantung yang lainnya. Percabangan tersebut membantu kontraksi sel-sel dalam satu koordinasi. Ilmu yang mempelajari jaringan disebut histologi. Jaringan didalam tubuh hewan mempunyai sifat yang khusus dalam melakukan fungsinya, seperti peka dan pengendali (jaringan saraf), gerakan (jaringan otot), penunjang dan pengisi tubuh (jaringan ikat), absorbsi dan sekresi (jaringan epitel), bersifat cair (darah) dan lainnya (Ilham, 2009). Pada hewan multiselluler atau metaoza terdapat suatu pembagian tugas untuk melaksanakan aktivitas atau fungsi tertentu. Dalam perkembangan awal embrio hewan multiselluler sudah mulai terbentuk diferensiasi lapisan-lapisan lembaga yang kelak akan terdiferensiasi lagi menjadi jaringan atau organ yang spesfik. (Radiopoetro, 1997). Dalam zoologi, hewan yang termasuk dalam invertebrata adalah semua hewan yang tidak mempunyai tulang punggung, yaitu kelompok vertebrata yaitu metazoa yang bertulang belakang. Tubuh metazoa terdiri dari banyak sel yang menunjukkan adanya spesiasi, sehingga terjadi bermacam-macam jaringan. Adanya bermacammacam jaringan yang bekerjasama, maka terbentuk organ yang akan membentuk sistem organ (Radiopoetro, 1997). Ada tiga lapisan spesifik (germinal) yang merupakan bakal dari pembentukan kumpulan jaringan atau organ-organ dewasa yaitu : 1) Lapisan lembaga ektoderm, yang menurunkan antara lain kulit dan sistem syaraf. 2) Lapisan lembaga mesoderm, yang antara lain akan membentuk otot, rangka, organ ekstetori, jantung dengan pembuluh darahnya serta organ-organ genetalia. Juga akan menurunkan coelum atau body cavity di antara kedua lapisan mesoderm lateral. 3) Lapisan lembaga endoderm, lapisan ini terutama akan menjadi saluran dengan kelenjar pencernaannya, paru-paru dan kantung air seni (Radiopoetro, 1990).

Kelompok hewan yang tergolong invertebrata adalah semua hewan yang tidak mempunyai tulang belakang seperti: protozoa, porifera, coelenterata, dan

plathyhelminthes,

nemathelmintes,

annelida,

mollusca,

arthropoda,

echinodermata (Soeharjo, 1987). Hewan yang tergolong vertebrata dapat dikenal melalui pengamatan terhadap ciri-ciri tubuhnya, semua hewan yang tergolong vertebrata telah mempunyai otak yang terlindung dalam tulang-tulang tengkorak atau kranium. Sehingga vertebrata sering juga dikenal dengan kroninta. Kerangka tubuh sudah berupa susunan ruas tulang belakang atau columna vertebralis (Titrasoepomo, 1980). Jaringan didalam tubuh hewan mempunyai sifat yang khusus dalam melakukan fungsinya, seperti peka dan pengendali (jaringan saraf), gerakan (jaringan otot), penunjang dan pengisi tubuh (jaringan ikat), absorbsi dan sekresi (jaringan epitel), bersifat cair (darah) dan lainnya (Ilham, 2009). 1. Jaringan Epitel Jaringan epitel tersusun oleh sel-sel bersisi dan bersudut banyak (poligonal) yang berhimpit padat, dengan sedikit atau tanpa substansi interselular diantaranya. Epitel dapat berupa membran dan kelenjar.Jaringan epitel berfungsi menutupi permukaan luar/saluran bagian-bagian tubuh. Komponen sel saling terikat kuat dengan komponen intersel relatif sedikit. Berdasar bentuk dan jumlah lapisan selnya, epitel dapat dibedakan menjadi: a. Epitel pipih (Squamous ephitella) Epitel pipih selapis, terdiri dari atas sel-sel yang sangat gepeng dan tipis yang tepinya tidak teratur, saling berhimpit membentuk suatu lembaran yang sempurna. Terdapat pada pleura, peritonium, perikardium. Epitel pipih berlapis, merupakan membran yang tebal, dan hanya sel-sel yang lebih superfisial saja yang gepeng. Terdapat pada vagina, anus dan kulit. b. Epitel batang/silindris (Columnar epithelia) Epitel batang selapis tanpa silia, bila dilihat dari permukaannya, tampak sama dengan epitel selapis kuboid, tetapi pada potongan tegak lurus tampak terdiri atas sel-sel tinggi, inti berderet pada ketinggian yang sama dan terletak lebih dekat ke permukaan basal daripada ke permukaan apikal

(luminal). Epitel batang selapis bersilia tampak identik dengan yang tidak bersilia pada pembesaran kecil, tetapi dengan pembesaran kuat terlihat permukaan bebas selnya tertutup silia. Epitel batang selapis terdapat pada dinding saluran pencernaan. Epitel batang berlapis, melapisi sebagian uretra pria dan terdapat pada beberapa saluran keluar kelenjar yang lebih besar dari konjungtivamata. c. Epitel kubus (Cuboidal epithelia) Epitel kubus selapis, terdapat banyak kelenjar baik pada bagian sekretori maupun pada saluran keluarnya. Dilihat dari permukaannya, sel-selnya ternyata berbentuk polygonal. Terdapat pada dinding tubulus ginjal. Epitel kubus berlapis, terdapat pada saluran keluar kelenjar keringat pada orang dewasa dan terdiri atas dua lapisan kuboid. Terdapat pula pada folikel ovarium yang sedang tumbuh. (Leeson, 1996) 2. Jaringan Pengikat/Penyangga Jaringan pengikat berfungsi mengikat atau menghubungkan berbagai jaringan dan organ tubuh, serta menunjang bagian-bagian tubuh atau keseluruhan tubuh agar kukuh atau tegak. a. Jaringan pengikat sebenarnya, dapat dibedakan : Jaringan ikat padat, bercirikan serat-serat yang berhimpitan. Secara proporsional, selnya kurang bila dibandingkan dengan yang ada dalam jaringan ikat longgar, dan substansi dasar amorfnya kurang. Jaringan ikat longgar, ditandai susunan seratnya yang jarang-jarang dikatakan sebagai jaringan ikat longgar. b. Jaringan pengikat khusus, dapat dibedakan : Jaringan lemak, sel lemak tersebar di dalam jaringan ikat areolar. Sel-sel lemak membentuk kelompok-kelompok besar dan merupakan jenis sel utamanya. Jaringan tulang - jaringan tulang keras - jaringan tulang rawan, terbagi menjadi tiga yaitu : tulang rawan hialin, tulang rawan elastis, dan fibrokartilago

Jaringan darah sel darah meliputi: sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping darah (trombosit) plasma darah, dapat dipisahkan menjadi faktor pembekuan darah dan serum (Leeson, 1996).

3. Jaringan Otot Pada jaringan otot, sel-sel atau serat-serat otot itu biasanya tergabung dalam berkas-berkas, sehingga jaringan otot tidak hanya terdiri atas serat-serat otot saja. Jaringan otot terbagi menjadi: a. Otot rangka atau otot lurik (Striated muscle) merupakan otot yang volunter terikat pada tulang atau fasia dan membentuk daging dari anggota badan dan dinding tubuh. Terdapat pada otot rangka, esofagus, lidah. b. Otot jantung (Cardiac muscle) yang merupakan otot yang involunter yang membentuk dinding jantung dan meluas masuk ke dinding muara vena-vena utama ke dalam jantung. c. Otot polos (Smooth muscle) yang involunter dijumpai terutama pada organorgan berongga. Terdapat di dinding saluran pencernana, nafas dan pembuluh darah. (Leeson, 1996) 4. Jaringan Otot Sistem saraf menghimpun rangsang dari lingkungan, mengubah rangsanganrangsangan demikian menjadi impuls saraf dan meneruskan impuls ini ke suatu daerah penerimaan dan kolerasi yang terorganisasi baik. Jaringan saraf terdiri dari neuron, akson, dendrit, dan sinaps (Leeson, 1996). Jaringan saraf berperan dalam penerimaan rangsang dan penyampaian rangsang. Secara embriologi, jaringan ini berasal dari lapisan ektoderm. Jaringan ini terdapat pada sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) dan pada sistim saraf tepi. Ada dua macam sel, yaitu sel saraf (neuron) dan sel pendukung (sel glia). Neuron mengandung badan sel, nukleus, dan penjuluran atau serabut. Satu tipe penjuluran tersebut adalah dendrit, yang berperan dalam menerima sinyal dari sel lain dan meneruskannya ke badan sel. Tipe penjuluran sel saraf yang lain, disebut

akson (neurit), yang berperan dalam meneruskan sinyal dari badan sel ke neuron lainnya. Beberapa akson berukuran sangat panjang, yaitu memanjang dari otak sampai ke bagian bawah abdomen (panjang 1/2 meter atau lebih). Transmisi sinyal dari neuron ke neuron lainnya umumnya dilakukan secara kimia. Selain neuron, ditemukan juga sel pendukung, seperti sel glia. Sel glia merupakan sel yang menunjang dan melindungi neuron. Sel-sel pendukung umumnya berperan dalam melindungi dan membungkus akson dan dendrit, sehingga membantu mempercepat transmisi sinyal (Campbell,2002). Pada topografi vertebrata akan dilihat organ-organ rongga dada (situs viscerum thorsacis) dan organ di rongga perut (situs vicerum abdominis). Antara rongga dada dan rongga perut dibatasi oleh sekat yang disebut diafragma. Organ yang terdapat di rongga dada antara lain: cor, pulmo, bronchus, bifurcatio trachea dan trachea, sedangkan dirongga perut antara lain: hepar, pancreas, ventriculus, intestinum tenue, coecum, intestinum crasum, ren, lien, vesica, fellea, testis/ovarium (Loveless, 1991). Pada kegiatan ini dicoba pengenalan beberapa organ tubuh vertebrata dengan menekankan pada letak dan besarnya organ tersebut terhadap organ lain atau terhadap dinding badannya. Menentukan letak alat-alat yang satu dengan yang lain dan sekitarnya disebut Topografi. Topografi dibedakan atas syntopi, yaitu letak alatalat terhadap yang lain dan skeletopi, yaitu letak alat-alat terhadap

permukaan/dinding. Penentuan letak alat-alat terhadap yang lain menggunakan istilah seperti: anterior, posterior, dorsal, ventral, sinester, dexter, lateral, medial, proximal, distal, dan lain-lain yang harus dikuasai terlebih dahulu (Kimball, 1992).

BAB III METODE PRAKTIKUM

3.1

Waktu dan Tempat Praktikum ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 31 Oktober 2012 pukul

08.00 - 10.00 WITA, bertempat di Laboratorium Dasar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuam Alam Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru. 3.2 Alat dan Bahan Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah mikroskop, cutter/pisau silet, kaca benda, kaca preparat, papan diseksi/bak parafin, alat bedah (set sectio) dan alat tulis Sedangkan bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah preparat jadi (awetan) jaringan otot jantung (Cardiac muscle), jaringan epitel kubus (Cuboidal epithelia), tanaman jagung (Zea mays), tanaman kembang sepatu (Hibiscus sp), tanaman kembang merak (Caesalpinia pulcherrima), mencit (Mus musculus) dan replika tubuh beserta organ dalam ayam (Gallus domestica). 3.3 Prosedur Kerja

A. Jaringan Tumbuhan dan Hewan 1. Mengamati di bawah mikroskop preparat yang sudah disediakan dengan perbesaran lemah kemudian perbesaran kuat. 2. Menggambar keterangannya. B. Organ dan Sistem Organ Tumbuhan 1. Nama spesies dan suku dari spesimen yang digunakan ditulis. 2. Ogan-organ (akar, batang, daun, bunga, dan buah) diamati dengan memperhatikan bagian masing-masing. 2. 1 Akar a. Sistem perakarannya disebutkan (akar tunggang atau akar serabut). b. Bagian-bagian organ seperti akar primer (radix primarius), leher akar (collum radici), batang akar (corpus radici), cabang-cabang akar (radix lateralis), ujung akar (apex radici), serabut akar (fibrica beberapa sel/jaringan dan melengkapi dengan

radiculi), rambut-rambut akar (pilus radici) dan tudung akar (calyptra) digambarkan secara skematis dan dilengkapi dengan keterangan. 2. 2 Batang a. Bagian-bagian organ seperti buku-buku batang (nodus), ruas batang (internodus), daun (folium) dengan duduk daunnya dan daun penumpu (stipula) digambarkan secara skematis dan dilengkapi dengan keterangan. 2. 3 Daun a. Daun tumbuhan sampel diamati lengkap atau tidak lengkap. Daun yang lengkap mempunyai upih daun (vagina), tangkai daun (petiolus) dan helaian daun (lamina). b. Pangkal daun (basis), ujung daun (apex), tepi daun (margo) dan pertulangan daun (nervatio) digambarkan secara skematis sehelai daunnya dan diberi keterangan. 2. 4 Bunga a. Jenis bunga sampel tumbuhan tersebut dituliskan (tunggal atau majemuk). b. Bagian-bagian seperti ibu tangkai bunga (pedunculus rachis), tangkai bunga (pedicellus), dasar bunga (receptaculum), daun pelindung (bractea), daun tangkai (bracteola), seludang bunga (spatha), daun kelopak dan kelopak bunga, daun mahkota dan mahkota bunga, benang sari dengan tangkai sari dan kepala sari, putik dengan bakal buah, tangkai putik dan kepala putik digambarkan dan disebutkan. C. Organ dan Sistem Organ Tubuh Hewan 1. Klasifikasi hewan yang digunakan dituliskan. 2. Morfologi digambar dan bagian-bagian badannya diberi keterangan. 3. Pembedahan dilakukan dengan cara: a. Punggung mencit diletakkan pada bak parafin, kemudian keempat kakinya direntangkan dengan jarum pada bak parafin tersebut.

b. Rambut di linea mediana dibasahi dan diusap kearah lateral/samping, kemudian kulitnya digunting mulai daerah sternum ke cranial dan juga ke caudal. c. Kulit dari jaringan di bawahnya diangkat dengan pinset. Dinding perut dibuka memanjang sampai di dekat diafragma atau sternum. 4. Sternum dipotong melingkar mulai datri dexter kemudian sinister, sehingga akan nampak organ-organ di dalam rongga dada dan rongga perutnya, yaitu: a. Situs viscerum abdominis 1. 2. 3. 4. 5. Hepar: warna merah coklat, terdiri atas beberapa lobi. Vesica fellea (kantung empedu): terletak pada lobus dexter hepatis. Venticulus: berupa kantung besar berwarna agak putih. Lien: berwarna coklat, menempel pada ventriculus dorsal. Pancreas: berwarna coklat pucat, lebih besar daripada lien, bentuk irregular, meluas di bagian dorsal ventriculus. 6. 7. 8. Intestinum tenue: halus berwarna kemerahan. Intestinum crassum: berwarna hijau tua, lebih besar. Coecum: batas antara 6 dan 7, besar sekali, berwarna hijau tua dan jelas kelihatan bagian-bagian incisura, haustra dan taenia. 9. Vesica urinaria: tampak sebagai gelembung putih kekuningan berisi urine. 10. Ren: ada 2 buah, di kanan dan di kiri, bentuk seperti biji kacang dengan melanjutkan ke ureter sebagai saluran yang menuju vesica urinaria. b. Situs viscerum thoracis 1. Cor: terletak di tengah berbentuk seperti jantung pisang. 2. Pulmo: berwarna merah dengan sejumlah lobus di kanan dan di kirinya. 5. Dari organ-organ yang didapatkan, organ-organ tersebut dikelompokkan dalam systema digestorium, systema cardiovasculare dan systema respiratorium. 6. Organ-organ di dalam rongga dada dan rongga perut digambarkan.

7. Systema urogenitale dan systema digestoria digambarkan dan dilengkapi dengan keterangannya.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1

Hasil Dari praktikum yang telah dilakukan, didapat hasil sebagai berikut:

4.1.1 Jaringan Tumbuhan dan Hewan 1. Jaringan pada Batang Jagung Keterangan: 1. Dinding sel 2. Vakuola 3. Organel

Gambar 1. Jaringan pada Batang Jagung

2. Jaringan pada Akar Jagung Keterangan: 1. Epidermis 2. Parenkim 3. Xilem 4. Floem 5. Stele
Gambar 2. Jaringan pada Akar Jagung

3. Epitel Kubus (Cuboidal epithelium) Keterangan: 1. Epitelium besar 2. Epitelium kecil

Gambar 3. Epitel kubus (Cuboidal epithelium)

4. Otot Jantung (Cardiac muscle) Keterangan: 1. Inti sel

Gambar 4. Otot Jantung (Cardiac muscle)

4.1.2

Organ dan Sistem Organ Tumbuhan 1. Tanaman Jagung (Zea mays) Klasifikasi Tanaman Jagung Regnum Divisio Sub divisio Kelas Ordo Familia Genus Spesies Plantae Spermatophyta Angiospermae Monocotyledonae Poales / Glumiflorae Poaceae / Gramineae Zea Zea mays

Gambar 5. Referensi Tanaman Jagung (Zea mays)

Keterangan: 1. Bunga jantan 2. Bunga betina 3. Daun 4. Akar 5. Batang

Gambar 6. Tanaman Jagung (Zea mays)

Keterangan: 1. Ruas batang 2. Buku batang

Gambar 7. Batang Jagung (Zea mays)

Keterangan: 1. Benang sari

Gambar 8. Bunga Jantan Jagung (Zea mays)

Keterangan: 1. Putik 2. Bakal buah

Gambar 9. Bunga Betina Jagung (Zea mays)

Keterangan: 1. Akar primer 2. Cabang akar 3. Leher akar 4. Tudung akar


Gambar 10. Akar Jagung (Zea mays)

2. Tanaman Kembang Merak (Caesalpinia pulcherrima) Klasifikasi Tanaman Kembang Merak Regnum Divisio Subivisio Kelas Ordo Familia Genus Spesies Plantae Spermatophyta Angiospermae Dycotyledonae Rosales Caesalpiniaceae Caesalpinia Caesalpinia pulcherima

Gambar 11. Referensi Tanaman Kembang Merak (Caesalpinia pulcherrima)

Keterangan: 1. Putik 2. Bunga 3. Benang Sari 4. Tangkai Daun 5. Batang 6. Daun

Gambar 12. Tanaman Kembang Merak (Caesalpinia pulcherrima)

Keterangan: 1. Ujung daun 2. Tulang daun 3. Tepi daun 4. Anak tulang daun
Gambar 13. Daun Kembang Merak (Caesalpinia pulcherrima)

5. Pangkal daun

Keterangan: 1. Putik 2. Benang sari

Gambar 14. Bunga Kembang Merak (Caesalpinia pulcherrima)

3. Tanaman Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) Klasifikasi Tanaman Kembang Sepatu Regnum Divisio Kelas Ordo Famili Genus Spesies Plantae Spermatophyta Dycotyledonae Malvales Malvaceae Hibiscus Hibiscus rosa-sinensis

Gambar 15. Referensi Tanaman Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis.)

Keterangan: 1. Benang Sari 2. Bunga 3. Putik 4. Daun 5. Batang

Gambar 16. Tanaman Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis.)

Keterangan: 1. Ujung daun 2. Tepi daun 3. Anak tulang daun 4. Tulang daun 5. Pangkal tulang daun
Gambar 17. Daun Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis.)

6. Tangkai tulang daun

Gambar 18. Bunga Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis.)

Keterangan : 1. Putik (ginosium) 2. Benang sari (androsium) 3. Tangkai benang sari 4. Tangkai benang sari dan putik (androgonofor) 5. Mahkota bunga 6. Daun mahkota (petala) 7. Daun kelopak (cepala) 8. Pelindung bunga 9. Tangkai bunga (pedicellus) Keterangan: 1. Bakal biji 2. Bakal buah

Gambar 19. Bunga Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis.)

4.1.3 Organ dan Sistem Organ Hewan 1. Mencit (Mus musculus) Klasifikasi Hewan Mencit Kingdom Divisio Kelas Ordo Famili Genus Spesies Animalia Chordata Mamalia Rodentia Muridae Mus Mus Musculus

Gambar 20. Foto Organ Dalam Tubuh Mencit Jantan (Mus Musculus)

Keterangan : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Paru-paru Jantung Lambung Hati Limfa Ginjal Usus halus Usus besar Anus

10. Testis

Gambar 21. Organ Dalam Tubuh Mencit Jantan (Mus Musculus)

Gambar 22. Foto Organ Dalam Tubuh Mencit Betina (Mus Musculus)

Keterangan : 1. Paru-paru 2. Jantung 3. Lambung 4. Hati 5. Ginjal 6. Usus halus 7. Usus besar 8. Ovarium 9. Anus 11. Vagina

Gambar 23. Organ Dalam Tubuh Mencit Jantan (Mus Musculus)

1. Ayam (Gallus domestica) Klasifikasi Hewan Ayam Kingdom Divisio Kelas Ordo Famili Genus Spesies Animalia Chordata Aves Galliformes Phasianidae Gallus Gallus domestica

Gambar 24.Fotot Replika Organ Luar Tubuh Ayam (Gallus domestica)

Keterangan: 1. 2. 3. 4. Mata Mulut Sayap Kaki

Gambar 25. Organ Luar Tubuh Ayam (Gallus domestica)

Gambar 26.Fotot Replika Organ Dalam Tubuh Ayam (Gallus domestica)

Gambar 27. Referensi Organ Dalam Tubuh Ayam (Gallus domestica)

Keterangan: 1.Otak Besar 2.Otak Kecil 3.Tulang Belakang 4.Kerongkongan 5.Tembolok 6.Paru-paru 7.Limfa 8.Hati 9.Usus halus 10. Usus besar 11. Telur
Gambar 28. Organ Dalam Tubuh Ayam (Gallus domestica)

12. Kloaka

4.2

Pembahasan Pada praktikum jaringan kami mengamati jaringan pada tumbuhan dan

hewan. Pada jaringan tumbuhan, yang diamati yaitu jaringan pada batang tanaman jagung (Zea mays) yang dipotong melintang serta akarnya. Sedangkan pada jaringan hewan, yang diamati yaitu jaringan otot jantung (Cardiac muscle) dan jaringan epitel kubus (Cuboidal epithelia). Dalam praktikum jaringan tumbuhan pada akar tumbuhan jagung, ditemukan epidermis, parenkim, xylem, floem serta stele. Jaringan epidermis adalah jaringan yang terdapat pada tubuh sebelah luar. Jaringan epidermis tersusun atas sel-sel hidup berbentuk pipih selapis yang berderet rapat tanpa ruang antar sel. Jaringan epidermis umumnya tidak berklorofil, kecuali pada epidermis tumbuhan Bryophita dan Pterydophyta serta sekitar stomata. Fungsi jaringan epidermis antara lain: pelindung, tidak dapat ditembus air dari luar, kecuali akar yang muda. Peresap air dan mineral pada akar yang muda. Oleh karena itu akar-akar yang muda epidermisnya diperluas dengan tonjolan-tonjolan yang disebut bulu akar. Jaringan parenkim adalah jaringan yang selnya berdinding selulosa tipis yang berfungsi sebagai pengisi bagian tubuh tumbuhan. Ciri-ciri khas jaringan ini adalah sel-selnya berukuran besar, berdinding tipis dan susunannya renggang sehingga banyak ruang antar sel dan vakuolanya besar. Jaringan ini terletak Pada korteks dan empulur batang dan akar, pada buah, serta di antara xilem dan floem. Adapun fungsi jaringan parenkim antara lain: sebagai pengisi tubuh, tempat menyimpan cadangan makanan, parenkim yang berklorofil berfungsi sebagai tempat fotosintesis. Jaringan ini dibagi dua, yang pertama adalah parenkim yang berada di daun, disebut mesofil. Mesofil yang berbentuk panjang disebut palisade, sedangkan yang berbentuk bulat disebut jaringan spons. Jenis jaringan parenkim yang kedua adalah jaringan parenkim berklorofil yang letaknya tidak di daun, disebut klorenkim. Jaringan xilem terdapat pada bagian kayu tanaman. fungsinya menyalurkan air dari akar menuju bagian atas tanaman. Xilem terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut, unsur trakeal terdiri dari trakea yang sel-selnya berbentuk tabung dan trakeid yang sel-selnya lancip panjang, dinding selnya berlubang-lubang. Serabut xilem terdiri dari sel-sel panjang dan ujungnya meruncing. Parenkim kayu yang berisi berbagai zat seperti cadangan makanan, tannin dan kristal.

Jaringan floem terdapat bagian kulit kayu berfungsi menyalurkan zat makanan hasil fotosintesis ke seluruh bagian tumbuhan. Floem terdiri atas unsurunsur sebagai berikut, buluh tapis berbentuk tabung dengan bagian ujung berlubanglubang sel pengiring berbentuk silinder-silinder dan lebih besar daripada sel-sel tapis serta plasmanya pekat. Serabut floem, bentuknya panjang dengan ujung-ujung berhimpit dan dindingnya tebal. Parenkim floem, selnya hidup memiliki diding primer dengan lubang kecil yang disebut noktah halaman. Parenkim floem berisi tepung, dammar, atau kristal. Dalam praktikum jaringan tumbuhan pada batang jagung, ditemukan dinding sel, vakuola, dan organel. Dinding sel merupakan penyusun sel tumbuhan yang tersusun atas serat-serat selulosa, bersifat tebal dan kaku untuk membantu mempertahankan bentuk sel dan melindungi sel dari kerusakan mekanis. Di dinding sel terdapat plasmodesmata yang berfungsi untuk hubungan dengan sel disebelahnya. Vakuola adalah suatu rongga yang berisi cairan yang dikelilingi oleh selapis membran yang disebut tonoplas. Vakuola berisi cairan yang berupa larutan garam mineral, gula, oksigen, asam organik, CO2, pigmen, enzim dan sisa metabolime yang lain. Vakuola merupakan organel yang berfungsi untuk menimbun sisa-sisa metabolisme dan untuk penguraian molekul-molekul sederhana (berfungsi seperti lisosom).Organel merupakan bagian kecil penyusun sel. Dalam praktikum jaringan hewan, pada jaringan epitel kubus, terdapat epitel besar dan epitel kecil. Jaringan epitel kubus (Cuboidal epithelia) merupakan satu jenis dari jaringan epitel secara umum. Jaringan epitel merupakan jaringan yang berfungsi untuk melindungi atau menutupi permukaan luar dan saluran bagian tubuh. Dalam praktikum jaringan hewan, pada jaringan otot jantung, terdapat inti sel pada setiap rantainya. Jaringan otot jantung (Cardiac muscle) merupakan salah satu dari jenis jaringan otot secara umum. Jaringan otot merupakan jaringan yang berfungsi sebagai alat gerak aktif. Secara spesifik, jaringan otot jantung berfungsi sebagai alat gerak aktif pada jantung. Jaringan ini memiliki pola lurik melintang dengan miofibril yang bercabang dan sering membentuk rantai. Cara kerja jaringan otot ini adalah luar kesadaran (involunter), terus-menerus, dan tidak mudah lelah. Dalam praktikum organ tumbuhan, digunakan tanaman jagung (Zea mays), tanaman kembang merak (Caesalpinia pulcherrima) dan tanaman kembang sepatu

(Hibiscus rosa-sinensis). Berikut akan dibahas mengenai bagian serta fungsi dari organ-organ yang dimiliki tumbuhan tersebut. Tanaman jagung (Zea mays) termasuk salah satu dari kelompok tumbuhan monokotil dengan karakteristik yang lazim dimilikinya yaitu susunan akarnya berserabut, ruas-ruas batangnya kelihatan nyata, tulang-tulang daunnya sejajar atau melengkung, mempunyai satu kotiledon, pembuluh batang tidak teratur, kelopak bunga maksimal tiga dan berakar serabut. Pada tanaman jagung (Zea mays) terdiri dari bunga jantan, batang, daun, buah, bunga betina, dan akar. Bagian-bagian daun jagung, yaitu ujung daun (apex), tepi daun (margo), helaian daun (lamina), pertulangan daun (nervatio), pangkal daun (basis), dan tangkai daun (petiolus). Bagian-bagian akarnya, yaitu akar primer, leher akar, batang akar, cabang akar, serabut akar, dan tudung akar. Dilihat dari sistem perakarannya yang serabut ini, menunjukkan bahwa tanaman jagung merupakan tumbuhan monokotil. Sistem perakaran serabut pada tumbuhan monokotil menyebabkan tanaman sering tumbuh di tempat yang memiliki ketinggian rendah dan tidak miring, sebab tanaman lebih memungkinkan untuk mengambil zat hara dengan mudah. Tumbuhan jagung (Zea mays) mempunyai bunga jantan dan bunga betina pada satu individu sehingga disebut sebagai monoecus (tanaman berumah satu). Tanaman kembang merak (Caesalpinia pulcherima) mempunyai bagian utama, yaitu batang, akar, daun, dan bunga, dimana batangnya memiliki kambium. Tanaman ini mempunyai batang yang bercabang dan berakar tunggang. Bentuk daunnya bulat lonjong dengan urat yang melengkung. Bunga dari kembang merak memiliki bagian-bagian berupa putik, serbuk sari, mahkota bunga, kelopak dan tangkai bunga. Daun dari kembang merak memiliki bagian-bagian helai daun, anak tangkai bunga, dan ibu tangkai bunga. Dilihat dari banyaknya bunga dalam satu tangkainya, maka ia tergolong kedalam bunga majemuk. Dari hal diatas, berarti bahwa tanaman kembang merak termasuk dalam kelompok tumbuhan dikotil. Tanaman kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) memiliki organ-organ berupa akar, batang, daun, dan bunga. Bunganya terdapat putik, benang sari, mahkota bunga, kelopak bunga, tangkai putik, kalik, daun, dan tangkai bunga. Daunnya berbentuk menyirip bergerigi pada bagian tepinya dengan urat daun yang melengkung, terdiri atas helaian daun, tulang daun, ibu tulang daun, ujung daun, tepi

daun, serta pangkal daun. Daun pada tanaman kembang sepatu termasuk daun yang tidak lengkap, karena tidak mempunyai upih daun (vagina). Kembang sepatu termasuk jenis bunga tunggal karena hanya terdapat satu buah bunga pada tangkainya. Jika ditinjau dengan kelengkapan penyusunnya kembang sepatu dapat dikatakan bunga yang belum sempurna. Dikatakan sebagai bunga sempurna, suatu bunga harus memiliki bagian-bagian yaitu ibu tangkai bunga, tangkai bunga, dasar bunga, daun pelindung, daun tangkai, seludang bunga, daun kelopak, kelopak bunga, daun mahkota, mahkota bunga, benang sari, tangkai sari, kepala sari, putik, bakal buah (daun buah, ruang bakal biji, dan bakal biji), tangkai putik serta kepala putik. Jika tidak ada salah satu bagian tersebut dapat dikatakan suatu bunga belum sempurna. Seperti halnya tanaman kembang merak, tanaman kembang sepatu juga termasuk kategori tumbuhan dikotil. Daun pada tanaman jagung (Zea mays), kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis), dan kembang merak (Caesalpinia pulcherrima) bisa dikatakan belum sempurna, karena komponen-komponen penyusunnya tidak lengkap. Syarat suatu daun dikatakan lengkap atau sempurna jika ia memiliki upih daun (vagina), tangkai daun (petiolus), dan helaian daun (lamina). Yang hampir mendekati sempurna adalah daun kembang sepatu, namun karena ia tidak memiliki upih daun maka ia tidak bisa dikatakan daun lengkap. Perbedaan yang mencolok dari tumbuhan monokotil dan dikotil dapat dilihat dari bentuk organ-organ penyusunnya. Akar pada tanaman monokotil berbentuk serabut sedangkan pada dikotil akarnya merupakan sistem perakaran tunggang. Tumbuhan monokotil memiliki biji berkeping satu (tunggal), yaitu dimana saat berkecambah biji tetap utuh dan tidak membelah. Tumbuhan dikotil memiliki biji yang berkeping dua (ganda), yaitu dimana pada saat berkecambah membelah dua memperlihatkan 2 daun lembaga. Tumbuhan monokotil mempunyai susunan tulang daun yang sejajar atau melengkung, sedangkan pada tumbuhan dikotil mempunyai susunan tulang daun yang menyirip atau menjari. Jumlah bagian bunga pada tumbuhan monokotil biasanya 3 atau kelipatannya, pada tumbuhan dikotil biasanya 4, 5, atau kelipatannya. Batang dan akar pada tumbuhan monokotil tidak mempunyai kambium sehingga tidak dapat membesar, Batang dan akar pada tumbuhan dikotil mempunyai kambium sehingga dapat membesar. Ujung akar lembaga dan ujung

pucuk pada tumbuhan monokotil mempunyai sarung pelindung. Sarung pelindung pada ujung akar lembaga disebut koleoriza dan pada ujung pucuk disebut koleoptil. Ujung akar lembaga dan ujung pucuk pada tumbuhan dikotil tidak mempunyai sarung pelindung. Pada akar tumbuhan monokotil, letak xilem berselang-seling dengan floem. Sedangkan pada batang tumbuhan monokotil, letak xilem berdampingan dengan floem dan xilem di sebelah luar. Antara xilem dan floem tidak dibatasi oleh kambium. Pada batang tumbuhan dikotil, letak xilem jika dilihat dari arah luar berada pada bagian dalam sesudah kambium. Sedangkan pada akar, xilem terletak ditengah dan berbentuk menjari dikelilingi oleh floem. Berikut adalah tabel perbedaan dari tumbuhan monokatol dan dikotil: Pembeda Akar Dikotil Tersusun dalam sistem akar tunggang Batang dan akar Mempunyai kambium sehingga dapat membesar Monokotil Tersusun dalam sistem akar serabut Tidak mempunyai kambium sehingga tidak dapat membesar Daun Susunan tulang daun menyirip dan menjari Bunga Jumlah bagian bunga umunya 4, 5, atau kelipatannya. Biji Saat berkecambah membelah 2 memperlihatkan 2 daun lembaga Ujung akar lembaga Ujung pucuk lembaga Tidak mempunyai sarung pelindung Tidak mempunyai sarung pelindung Mempunyai sarung pelindung yaitu koleoriza Mempunyai sarung pelindung yaitu koleoptil Saat berkecambah tetap utuh, tidak membelah Susunan tulang daun sejajar atau melengkung Jumlah bagian bunga umunya 3 atau kelipatannya

Dalam praktikum organ hewan, digunakan mencit (Mus musculus) dan replika organ ayam (Gallus domestica). Berikut akan dibahas mengenai bagian serta fungsi dari organ-organ yang dimiliki hewan tersebut.

Mencit termasuk hewan mamalia (menyusui) karena memiliki kelenjar susu dan memiliki rambut. Mencit adalah hewan pengerat karena ia memiliki gigi seri yang berbentuk pahat serta tidak memiliki taring. Alat geraknya terdiri dari dua pasang kaki, satu pasang terletak di depan yang berfungsi untuk memegang makanan dan berjalan, sedangkan satu pasang terletak dibelakang berfungsi untuk berjalan dan menopang tubuhnya ketika kaki depannya sedang memegang makanan. Bagian kaki depan lebih pendek dari begian kaki belakang. Secara anatomi mencit memiliki organ-organ yang tidak jauh berbeda seperti pada mamalia umumnya. Mencit bernafas dengan sepasang paru-paru yang terletak di dalam tulang rusuknya melalui rongga hidung daan trakea. Bagian jantung sebagai pusat sistem pernafasan dan sistem peredaran darah tersembunyi di dalam paru-paru. Mulut, gigi, kerongkongan (esofagus), lambung (ventriculus), hati, usus halus, usus besar (kolon), rektum dan anus adalah serangkaian organ yang membentuk sistem organ pencernaan pada mencit. Sedangkan organ yang mendukung sistem reproduksi untuk mencit jantan adalah sepasang testis, saluran epididimis dan penis. Untuk mencit betina adalah sepasang ovarium, saluran telur, sepasang rahim (uterus), vagina dan vulva. Ayam merupakan golongan aves namun ayam tidak bisa terbang. Kelas aves memiliki dua alat gerak berupa sepasang kaki dan sepasang sayap. Organ-organ yang dimiliki ayam antara lain, cerebrum, midgrain, cerebellum, trachea, tembolok, hati, lambung, usus, rektum dan organ yang berada di luar yang dapat dilihat. Ayam juga memiliki dua serambi dan dua bilik yang sempurna. Sistem pencernaannya terdiri dari paruh, kerongkongan (esofagus), tembolok (ingluvies), lambung kelenjar, lambung penguyah (empedal), usus halus, usus besar dan kloaka. Pada ayam tembolok sangat membantu dalam pencernaan. Organ yang mendukung sistem pernapasannya, yaitu lubang hidung (nostril), tenggorokan, rongga hidung, siring (alat suara), paru-paru dan pundi-pundi. Organ yang mendukung sistem reproduksinya, untuk organ kelamin jantan terdiri dari sepasang testis, sepasang saluran sperma (vas deferens), kantung sperma, alat kopulasi (penis) dan kloaka, sedangkan untuk organ kelamin betina terdiri dari sebuah ovarium, ostium (pangkal saluran telur), oviduk (saluran telur) dan uterus. Terdapat perbedaan yang mendasar antara organ-organ mencit dengan ayam. Sistem pencernaan pada ayam tidak terdapat lambung dan anus sebagaimana halnya

pada mencit. Sebagai gantinya, pada ayam terdapat lambung kelenjar yang berfungsi seperti lambung pada mencit dan lambung pengunyah (empedal). Pada mencit tidak terdapat tembolok yang berguna untuk menyimpan makanan sementara. Bentuk rangka pada ayam berbeda dengan mencit. Anggota gerak bagian depan pada ayam berfungsi sebagai sayap, sedangkan pada mencit anggota gerak depan berfungsi sebagai alat gerak berupa kaki. Sistem respirasi pada ayam terdapat organ siring dan pundi-pundi udara dimana organ-organ tersebut tidak terdapat pada mencit.

BAB V PENUTUP

5.1

Kesimpulan Kesimpulan dari praktikum ini adalah sebagai berikut:

1.

Jaringan yang terdapat pada tumbuhan Agiospermae adalah epidermis, parenkim, xylem, floem, stele.

2.

Jaringan bersama-sama membentuk organ-organ tumbuhan, yaitu akar, batang, daun dan organ reproduksi (bunga, buah dan biji) yang keseluruhannya merupakan tubuh tumbuhan Angiospermae.

3.

Angiospermae terbagi menjadi dua, yaitu monokotil dan dikotil. Perbedaan antara monokotil dan dikotil adalah, monokotil: akar serabut, biji berkeping satu, tulang daun sejajar/melengkung, jumlah bunga kelipatan tiga, serta batang dan akar tidak mempunyai kambium, contohnya tanaman jagung (Zea mays). Sedangkan dikotil: akar tunggang, biji berkeping dua, tulang daun menyirip/menjari, jumlah bunga kelipatan empat/lima, serta batang dan akar mempunyai kambium, contohnya kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) dan kembang merak (Caesalpinia pulcherrima).

4.

Organ-organ bagian dalam mencit terdiri atas tenggorokan (esofagus), trakea, paru-paru, jantung, kerongkongan, lambung (ventriculus), hati, usus, kolon, testis dan anus. Sedangkan organ-organ bagian dalam ayam terdiri atas kerongkongan, tembolok, trakea, lambung, paru-paru, hati, usus, pankreas, rektum, dan kloaka.

5.

Terdapat sebelas sistem organ didalam tubuh hewan, yaitu sistem gerak, sistem otot, sistem kulit, sistem saraf, sistem endokrin, sistem transportasi, sistem limfa, sistem respirasi, sistem pencernaan, sistem ekskresi, dan sistem reproduksi.

5.2

Saran Saran saya untuk praktikum selanjutnya adalah praktikan dapat menguasai

bahan dengan baik, membawa peralatan dan bahan yang diperlukan dalam praktikum sesuai dengan panduan praktikum, lebih seksama dalam menganalisa hasil praktikum dan lebih meningkatkan kerjasama antar praktikan dan asisten.

DAFTAR PUSTAKA

Campbell, N.A. 2002. Biologi. Erlangga: Jakarta. Dwidjoseputro, D. Prof. Dr. 1992. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Gramedia: Jakarta. Fahn. A. 1982. Anatomi Tumbuhan Edisi Ketiga. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta Hidayat. E. B. 1995. Anatomi Tumbuhan Berbiji. Institut Teknologi Bandung: Bandung Ilham, 2009. Jaringan Dasar Hewan. http://www.scribd.com/doc/5148081/jaringan-hewan Diakses tanggal 31 Oktober 2012 Kimball, J.W. 1992. Biologi Jilid I. Erlangga: Jakarta. Kimbal, J.W. 1999. Biologi Edisi ke-5 Jilid 3. Erlangga: Jakarta. Krisdianto, Heri Budi S dan Abdul Gafur. 2003. Panduan Praktikum Biologi Umum. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam: Banjarbaru Leeson, C. Roland. 1996. Histologi. EGC: Jakarta. Loveless. 1991. Biologi Fifth Edition. Addison-Wesley Publishing Company, Inc: Massachusetts. Noorhidayati. 2000. Morfologi Tumbuhan. Ganeca: Jakarta. Parlan, V.P. 1995. Panduan Belajar Biologi. Yudistira: Jakarta. Pujiyanto, Sri. 2004. Pengetahuan Biologi 2. Tiga Serangkai: Surakarta. Prawirohartono, Slamet. 1999. Biologi. Erlangga: Jakarta. Radiopoetro. 1997. Zoologi. Erlangga: Jakarta. Salisbury, B. F. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid I. Institut Teknologi Bandung: Bandung Subowo. 1992. Histologi Umum. Bumi Aksara: Jakarta Titrasoepomo, G. 1980. Biologi. Bharata Karya Aksara: Jakarta. Titrasoepomo, G. 1989. Taksonomi Tumbuhan. Gajah Mada University Press: Yogyakarata.