Anda di halaman 1dari 19

FISIOLOGI UROPOETIK BY ALFA SEPTIANO Lets Play

3. mengatur jumlah dan konsentrasi sebagian besar ion CES 4. mempertahankan volume plasma yang tepat 5. membantu mempertahankan keseimbangan asam-basa tubuh, dengan mengatur sekresi H+ dan HCO36. mengeluarkan produk" akhir sisa metabolisme tubuh -> urea, asam urat, kreatinin 7. mengeluarkan banyak senyawa asing -> obat, dll 8. menghasilkan eritropeoietin -> udah tau kan 9. menghasilkan renin, suatu hormon yang memicu suatu reaksi berantai yang penting dalam penghematan garam oleh ginjal 10. mengubah vit. D menjadi bentuk aktifnya

FUNGSI GINJAL 1. mempertahankan keseimbangan H2O di tubuh 2. mempertahankan osmolaritas cairan tubuh yang sesuai, terutama melalui regulasi keseimbangan H2O

Pokoknya Sherwood L. tau lah ya Slide bu ratna

NEFRON : UNIT FUNGSIONAL GINJAL

liat aja dari namanya, nefron korteks ada korteks-korteksnya berarti dia itu lebih dominan di korteks. lengkung henlenya cuman sedikit yang ada di medulla kalo nefron jukstamedula ada medulla-medullanya berarti dia itu sampe ke medulla. lengkung henlenya semuanya masuk ke medulla kapiler peritubulusnya juga beda, kalo di nefron jukstamedula itu kapilernya membentuk lengkung juga, namanya vasa rekta yang jalannya merapat ke lengkung henle nefron : - komponen vaskular - komponen tubular A. komponen vaskular (elemen vaskular ) bagian dominannya itu glomerulus. tau kan kayak gimana? dia itu kayak bola yang isinya kapiler buat tempat filtrasi sebagian air

1. ginjal terdiri dari dua regio: a. korteks ginjal : tampak granular b. medulla ginjal : ada segitiga"nya ---> namanya piramid ginjal Setiap ginjal terdiri dari sekitar 1 juta unit nefron nefron ---->isinya : glomerulus, kapsula bowman, tubulus proksimal, ansa henle pars asendens dan desendens, dan tubulus distal. Fungsi membentuk urin ada dua jenis nefron di ginjal : nefron korteks nefron jukstamedula

dan zat terlarut dari darah. komponen vaskular itu kayak ngebahas tentang gimana darah masuk ke glomerulus untuk disaring dan darah yang engga disaring balik ke aliran darah. jadi gini nih jalurnya: a. renalis -> arteriol aferen -> kapiler" glomerulus -> arteriol eferen -> kapiler peritubulus -> venula -> v. renalis catatan :

Pokoknya Sherwood L. tau lah ya Slide bu ratna

- 1 arteriol aferen = 1 nefron - arteriol eferen itu unik. soalnya cuman dia yang bawa darah dari kapiler. biasanya kan setelah kapiler itu langsung venula. kenapa setelah kapiler dibilang arteriol? soalnya di kapiler glomerulus engga ada pertukaran gas atau nutrien, makanya darahnya masih mengandung oksigen. - di kapiler peritubulus baru terjadi proses pemasokan darah, nah! makanya abis ini baru dinamain vena. B. komponen tubular kalo tadi kan ngebahas gimana nasib darah yang engga di

aferen dan eferen. Dia itu ngehasilin bahan bahan penting untuk kontrol ginjal. Aparatus jukstaglomerular itu apa aja? Sel jukstaglomerular, sel mesangial ekstraglomerular, dan makula densa. - 6 sampai 8 nefron -> duktus atau tubulus koligentes

FUNGSI NEFRON filtrasi : pergerakan cairan dari darah ke dalam lumen nefron reabsorpsi :pergerakan material yang telah difiltrasi dari lumen nefron ke dalam darah melalui kapiler peritubular sekresi : pembuangan molekul tertentu dari darah dan menggabungkannya dengan cairan dalam lumen nefron

filtrasi. kalo komponen tubular itu ngebahas gimana nasib cairan yang melewati hasil filtrasi oleh glomerulus. gini nih jalurnya: kapsul bowman -> tubulus proksimal -> ansa henle ( pars desendens) -> ansa henle (pars asendens) -> aparatus jukstaglomerulus -> tubulus distal -> duktus atau tubulus koligentes -> pelvis ginjal catatan : - suatu invaginasi yang melingkari glomerulus uuntuk mengumpulan cairan dari glomerulus - ansa henle ada di medulla ginjal - aparatus jukstaglomerulus itu adalah suatu daerah tempat ansa henle pars asendens melewati suatu garpu yang dibentuk oleh arteri

Pokoknya Sherwood L. tau lah ya Slide bu ratna

cukup kecil -> mencegah sel darah masuk muatannya negatif -> bisa nolak protein plasma yang muatannya FILTRASI DARAH negatif juga. Bayangin aja magnet, kutub negatif ketemu kutub negatif bakalan tolak tolakan di kapiler ada yang namanya sel mesangium. sel ini punya elemen kontraktil (filamen mirip aktin). Kalo dia berkontraksi, maka selini akan menutup sebagian besar kapiler filtrasi. Nah logikanya, kalo ketutupan kan berarti luas permukaannya berkurang. nah! makanya sel ini berperan dalam proses filtrasi B. lamina basal lapisan gelatinosa aselular di antara glomerulus dan kapsula bowman disini ada : -kolagen -> kekuatan structural -glikoprotein -> proses ini terjadi dalam korpuskel ginjal -> glomerulus yang dikelilingi kapsula bowman proses ini harus melewati 3 lapisan filtrasi: - dinding kapiler glomerulus - lamina basal - epitel kapsula bowman A. dinding kapiler glomerulus memiliki banyak pori yang besar -> 100 kali lipat lebih permeable terhadap H2O dan zat terlarut menghambat filtrasi protein plasma yang kecil kata tante sherwood "protein plasma terkecil, albumin, masih dapat melewati pori kapiler. Disinilah peran glikoprotein berlangsung. Glikoprotein punya muatan negative, makanya dia dapat menolak albumin yang punya protein plasma negatif. C.epitel kapsula bowman disini ada : podosit -> sel mirip gurita yang mengelilingi

Pokoknya Sherwood L. tau lah ya Slide bu ratna

glomerulus

meninggalkan kapiler glomerulus menuju lumen kapsula bowman

KOMPOSISI CAIRAN YANG TERFILTRASI A. zat terlarut kan tadi udah dibilang kalo pori kapiler punya permeabilitas 100 kali terhadap H2O dan zat terlarut B. air idem (sama kaya diatas) C. tidak ada sel sama sekali yaiyalah

PENGARUH TEKANAN PADA FILTRASI GLOMERULUS Pemindahan cairan dari plasma menembus membran glomerulus tidak menggunakan mekanisme transpor aktif atau pengeluaran energi lokal tapi dia pake gaya" fisik pasif. Ada 3 gaya fisik pasif yang terlibat yaitu: A. tekanan darah kapiler glomerulus tekanan darah kapiler glomerulus berkisar dengan nilai rerata 55 mm Hg lebih tinggi dari kapiler lain dia lebih tinggi karena arteriol aferen lebih besar diameternya dibanding arteriol eferen. hal itu membuat terjadinya pembendungan darah di kapiler glomerulus yang mengakibattkan tekanan darahnya lebih tinggi.

podosit punya banyak foot process. Bayangin aja gurita. badannya itu ya badannya, trus kakinya itu foot processnya. nah! foot process dari satu sel dengan foot process dari sel yang lain akan saling menjalin. Diantara foot process yang saling menjalin akan ada celah sempit yang namanya celah filtrasi. bayangin aja kaya megang bola basket. Kan ada celah antara jari satu dengan jari yang lain, celah itu yang dinamain celah filtrasinya celah filtrasi itu bakalan membentuk jalur tempat cairan

Pokoknya Sherwood L. tau lah ya Slide bu ratna

tekanan ini mendorong cairan keluar glomerulus menuju ke kapsula bowman jadi, bisa dibilang dia ini membantu terjadinya filtrasi B. tekanan osmotik koloid plasma beda sama sebelumnya. dia ini kerjanya berlawanan sama tekanan darah kapiler glomerulus protein plasma tidak dapat difiltrasi, makanya dia tetap berada di kapiler dan dibawa pergi. Hal itu membuat konsentrasi H2O di kapsula bowman lebih tinggi dibanding di glomerulus. Soalnya kan H2O bisa lewat gitu aja di glomerulus. perbedaan konsentrasi ini membuat H2O memiliki kecenderungan untuk pindah menuju glomerulus untuk menuruni gradien konsentrasinya melalui osmosis tekanan osmotiknya berkisar sekitar 30 mm Hg jadi, bisa dibilang dia ini menghambat filtrasi C. tekanan hidrostatik kapsula bowman kerja tekanan ini juga sama kayak tekanan osmotik koloid plasma, yaitu mendorong dari kapsula bowman ke glomerulus tekanan ini ditimbulkan oleh cairan pada awal tubulus tekanannya berkisar sekitar 15 mm Hg catatan : ketiga tekanan diatas tidak bekerja secara bersamaan, tapi ada yang membantu filtrasi ada yang melawannya. walaupun terjadi hambatan, tetep aja akan terjadi filtrasi di glomerulus. kok bisa gitu? coba aja jumlahin. yang membantu filtrasi, tekanan darah di glomerulus besarnya 55 mm Hg. yang melawan filtrasi, tekanan osmotik koloid plasma dan tekanan hidrostatik kapsula bowman, besarnya 30 dan 15 mm Hg. jadi, 55-30-15 = 10 mm Hg. akan ada tekanan yang membantu filtrasi sebesar 10 mm Hg. tekanan itu disebut dengan tekanan filtrasi netto

Pokoknya Sherwood L. tau lah ya Slide bu ratna

LAJU

FILTRASI

GLOMERULUS

(LFG/GFR) laju filtrasi glomerulus engga cuman bergantung sama tekanan filtrasi netto tapi juga bergantung pada luas permukaan glomerulus yang tersedia dan seberapa permeable membran glomerulus. dari sifat membran glomerulus itu akan terbentuk koefisien filtrasi (Kf)

Pokoknya Sherwood L. tau lah ya Slide bu ratna

maka dari itu, LFG = Kf x tekanan filtrasi netto normalnya, plasma yang disaring menghasilkan 180 liter filtrat

glomerulus setiap hari untuk LFG rerata 125 ml/menit pada pria ( kalo cewek 160 L filtrat per hari pada LFG rerata 115 ml/menit
diliat dari rumus diatas dapat disimpulkan, LFG dipengaruhi 2

perubahan spontan yang tidak disengaja yang disebabkan oleh perubahan tekanan darah yang berbanding lurus dengan LFG dapat dikontrol oleh ginjal sendiri melalui proses yang dikenal sebagai otoregulasi dia dapat mengontrol dirinya sendiri dengan mengatur kaliber arteriol aferen sehingga tekanan darah glomerulus dapat diatur ada 2 mekanisme intra renal yg berperan dalam otoregulasi: a.mekanisme miogenik Miogenik adalah sifat umum otot polos vaskular. Otot polos vaskular arteriol berkontraksi secara inheren sebagai respon terhadap peregangan yang mengakibatkan meningkatnya tekanan dalam pembuluh. Hal itu menyebabkan meningkatnya LFG. Akibat tekanan dalam pembuluh meningkat, arteriol aferen akan berkonstriksi secara otomatis. Begitupun sebaliknya

faktor: -tekanan filtrasi netto, dipengaruhi aliran darah ginjal dan tekanan -koefisien filtrasi, memiliki 2 komponen : area permukaan kapiler glomerulus dan permeabilitas kapiler kapsula bowman

KONTROL LFG kalo di sherwood ada dua mekanisme untuk regulasi LFG: a.otoregulasi b.kontrol simpatis ekstrinsik kalo di slide bu ratna, ditambahin satu lagi c.hormon yuk kita bahas satu satu!

A. otoregulasi

Pokoknya Sherwood L. tau lah ya Slide bu ratna

kalo LFG meningkat akibat tekanan darah arteri meningkat, otomatis cairan filtrasinya banyak juga kan. Otomatis garam yang dibawa banyak juga. Ketika cairan itu melewati tubulus distal yang ada makula densanya tadi, otomatis makula densa akan berespons dengan menghasilkan adenosin. Adenosin ini kerjanya parakrin pada arteriol aferen sekitar. Makanya asumsi gue itu kerjanya ke sel granular. Adenosine tadi menyebabkan konstriksi arteriol aferen sehingga LFG normal lagi. trus kalo LFG-nya turun gimana? ya otomatis garam yang dibawa dikit. Adenosin yang dihasilkan juga dikit. yang terjadi malah vasodilatasi.

b. mekanisme umpan balik tubuloglomerulus (TGF) Mekanisme ini melibatkan aparatus jukstaglomerulus. Tau kan yang mana? di bagian ini, sel otot polos dibagian dinding arteriol aferen secara khusus membentuk sel granular. Dan sel tubulus di dekatnya dinamai makula densa yang beresponsterhadap peningkatan penyaluran garam di tubulus distal. Sel tersebut menghasilkan adenosin yang efeknya terhadap sel granular.

B. kontrol simpatis ekstrinsik kontrol ini merupakan kontrol ekstrinsik. yaiyalah ekstrinsik, kan bukan dari ginjal itu sendiri kontrol ekstrinsik ini diperantarai oleh sistem saraf simpatis ke arteriol aferen. Di ginjal ga ada pengaruh apapun dari sistem saraf

Pokoknya Sherwood L. tau lah ya Slide bu ratna

parasimpatis kontrol simpatis ini bisa dicontohkan melalui kasus perdarahan ketika terjadi perdarahan, tekanan darah arteri akan turun. Turunnya tekanan darah itu akan membuat baroreseptor di arkus aorta dan sinus karotis berespons. Masih inget ga materi itu? inget kan? pokoknya gitu lah. Responnya adalah berupa refleks yang dikoordinasikan pusat kontrol KV di batang otak melalui sistem saraf simpatis. Pokoknya akhirnya itu meningkatkan curah jantung dan resistensi perifer. Resistensi perifer ini disebabkan oleh vasokontstriksi arteriol. Salah satunya akan berefek ke vasokonstriksi arteriol aferen -> tekanan darah kapiler glomerulus turun -> LFG turun. C. hormon berhubung di sherwood ga ada ( mungkin ga baca kali ya?) jadi salin slide hormon yang berperan itu ada 2 angiotensin II -> vasokonstriktor, dan prostaglandins-> vasodilator kerjanya itu ke sel podosit atau sel mesangial podosit itu inget kan dimana? kerjanya apa? podosit ini akan dibuat berubah ukuran celah filtrasi nya sehingga mempengaruhi LFG kontraksi sel mesangial akan merubah permukaan kapiler glomerulus yang memungkinkan terjadinya filtrasi

REABSORBSI pada cairan yang melewati proses filtrasi sebenarnya masih banyak bahan yang masih dibutuhkan tubuh. Soalnya kan yang ditahan pada glomerulus yang dominan adalah proteinnya. untuk keluar dari lumen trus balik lagi ke pembuluh darah itu banyak rintangannya. Suatu zat, cairan, atau apalah itu harus melewati sel epitel tubulus, cairan interstisium, dinding kapiler, dan barulah ia masuk ke lumen pembuluh darah

untuk direabsorpsi, suatu bahan harus melewati lima sawar


terpisah 1. bahan harus melewati membran luminal sel tubulus dari lumen 2. bahan harus melewati sitosol dari satu sisi sel tubulus ke sisi lainnya 3. bahan harus melewati membran basolateral sel tubulus untuk masuk ke cairan interstisium 4. bahan harus berdifusi melalui cairan intersitisum

5. bahan harus menembus dinding kapiler untuk masuk ke plasma darah seluruh tahap ini namanya transpor transepitel(menembus epitel)

Pokoknya Sherwood L. tau lah ya Slide bu ratna

A.

reabsorpsi

natrium

ditubulus ini ada 2 jenis reabsorpsi : reabsorpsi aktif dan reabsorpsi pasif sebuah reabsorpsi dikatakan aktif jika salah satu atau lebih dari 5 tahap transpor transepitel menggunakan energy

reabsorpsi ini penting. bisa dilihat dari ginjal yang menggunakan 80% energinya untuk transpor natrium di setiap bagian tubulus, reabsorpsi natrium jumlahnya dan perannya berbeda beda a. Tubulus proksimal terjadi 67 % reabsorpsi natrium. Perannya disini adalah untuk membantu reabsorpsi glukosa, asam amino, H2O, CL-, dan urea b. ansa henle di sini terjadi 25% reabsorpsi natrium. Perannya disini berbarengan sama CL- adalah untuk menghasilkan urin dengan

Pokoknya Sherwood L. tau lah ya Slide bu ratna

konsentrasi dan volume bervariasi c. tubulus distal dan koligentes disini terjadi 8% reabsorpsi natrium. Perannya disini berada di bawah kontrol hormon. Perannya adalah mengatur volume CES dan juga berkaitan dengan sekresi K+ dan H+ di pars desendens ansa henle tidak ada reabsorpsi natrium. cairan yang difiltrasi mengandung konsentrasin Na+ yang tinggi. maka dari itu dari lumen melewati membran luminal dapat dilakukan dengan difusi pasif. Hal itu dikarenakan konsentrai Na+ intrasel selalu dijaga rendah. Jadinya dari lumen ke intrasel bisa lewat difusi. namun pada duktus koligentes natrium melewati saluran Na+ natrium untuk melewati membran basolateral sel tubulus ke cairan interstisium melibatkan pembawa Na+ - K+ ATPase dependen energi yang letaknya di membran basolateral. ini yang membuat reabsorpsi natrium dikatakan reabsorpsi aktif. terus dari cairan interstisium ke kapiler peritubulus melalui proses difusi B. reabsorpsi glukosa dan asam amino dengan transport aktif sekunder glukosa dan asam amino berpindah melawan konsentrasinya melalui transport aktif sekunder. gradien

istilahnya glukosa sama asam amino itu cuman nebeng doang. sementara untuk menembus membran basolateral, glukosa dan asam amino hanya melakukan difusi menuruni gradien konsentrasi C.Reabsorpsi Cl ion klorida direabsorpsi secara pasif menuruni gradien listrik yang tercipta oleh reabsorpsi aktif ion natrium yang bermuatan positif D. reabsorpsi fosfat ginjal secara langsung berperan dalam pengaturan banyak elektrolit karena ambang ginjal setara dengan konsentrasi plasma normal mereka. Misalnya PO4 dan Ca E. reabsorpsi urea reabsorpsi H2O di tubulus proksimal mengurangi filtrat yang tadinya 125 ml/mnt menjadi hanya 44 ml/mnt di akhri tubulus proksimal. hal itu membuat cairan semakin pekat. konsentrasi urea di awal menjadi 3 kali lipat di kahir tubulus proksimal konsentrai urea yang besar di akhir lebih besar dibandingkan konsentrasi urea di kapiler sehingga hanya langsung terjadi difusi pasif.

di tubulus proksimal ada yang namanya pembawa kotranspor. ini untuk kendaraan si glu dan as. amino untuk masuk ke sel tubulus pembawa kotranspor memiliki dua tempat pengikatan. satu untuk Na+ satu lagi untuk glukosa atau asam amino. jadi

TRANSITOSIS kan harusnya dalam cairan yang udah difiltrasi itu ga ada proteinnya. tapi, ada beberapa protein yang bisa lewat, biasanya

Pokoknya Sherwood L. tau lah ya Slide bu ratna

berupa protein dan hormon protein itu ga bisa dikeluarin lewat reabsorpsi melalui carrier atau saluran ion trus gimana cara mereka keluar dong? mereka keluarnya via endositosis pada membran apikal

disingkirkan tapi lebih ke volume plasma yang sudah bersih. bersihan plasma bisa dihitung lhooo gini nih caranya konsentrasi bahan dalam urin x laju aliran urin Laju bersihan =(jumlah/ml urin) (ml/menit) suatu bahan konsentrasi bahan dalam plasma (ml/menit) (jumlah/ml plasma) kalo suatu bahan yang difiltrasi tidak terjadi reabsorpsi ataupun sekresi maka berarti bahan yang disekresi sama seperti yang difiltrasi dong. maka dari itu, hal itu dikatakan laju bersihan plasma sama dengan LFG

SEKRESI sekresi juga melibatkan transpor transepitel, sama aja kayak reabsorpsi tapi bedanya ini tahapannya terbalik trus kalo reabsorpsi itu kan bahan yang terfiltrasi tapi masih dibutuhkan oleh tubuh. Kayaknya kalo sekresi itu bahan yang engga terfiltrasi tapi mau dibuang tubuh bahan terpenting yang disekresikan oleh tubulus adalah ion hidrogen, ion kalum, serta anion dan kation organik sekresi ion kalium itu sama aja seperti prosesnya reabsorpsi natrium. kan natrium sama kalium tukeran gitu kan

BERSIHAN PLASMA Bersihan plasma setiap bahan itu artinya adalah volume plasma yang dibersihkan secara tuntas dari bahan bersangkutan oleh ginjal per menit. Jadinya tiap bahan itu bersihan plasmanya beda-beda Bersihan plasma bukan buat ngitung jumlah bahan yang

Pokoknya Sherwood L. tau lah ya Slide bu ratna

kalo suatu bahan yang difiltrasi dan diabsorpsi, tapi dia engga di sekresi. berarti laju bersihan plasmanya lebih besar atau lebih kecil dari LFG hayooo? jawabannya adalaaaaaah laju bersihan plasma lebih kecil dari LFG.

kalo suatu bahan yang difiltrasi dan disekresi, tapi dia engga di absorpsi, berarti kebalikannya dari yang diatas dong. Berarti laju bersihan plasma lebih besar dari LFG. Logika aja ya, kita patokin kalo yang di LFG itu 100%. abis itu dia ditambahin lagi. ya berarti nambah banyak lah.

Pokoknya Sherwood L. tau lah ya Slide bu ratna

EKSKRESI bahan yang akan diekskresi dan tidak direabsorbsi adalah sejumlah besar ion, H2O, molekul, racun, "molekul asing", "sampah nitrogen" seperti NH4+ dan sejumlah besar urea jalur urin setelah direabsorpsi: ureter -> vesika urinaria (kandung kemih) -> uretra -> freedom catatan: di dinding ureter ada otot polosnya sehingga akan terjadi peristaltik yang mendorong urin menuju kandung kemih. Ureter menembus kandung kemih secara oblik, melewati dinding kandung kemih beberapa sentimeter sebelum mebuka ke dalam rongga kandung kemih. itu biar urin ga balik lagi ke ginjal sewaktu tekanan kandung kemih meningkat. kandung kemih ini bakalan nampung urin. jadi kalo kita kebelet kencing , urin kita ditampung disitu. Di sini ada otot polos yang dapat meregang. Jadi kalo kita nahan kencing jangan ragu, tapi ada batesnya juga lah. Trus struktur dindingnya berlipat jadi bisa meregang juga. Otot ototnya banyak mengandung serat parasimpatis, yang kalo aktif akan kontraksi. Mungkin anak kecil suka ngompol pas tidur gara-gara ini kali ya? dari kandung kemih menuju uretra ada otot sfingter uretra internus dan sfingter uretra eksternus. Kalo dipikirin, otot ini kaya gerbang kebebasan menuju alam terbuka ya. hehehe. Sfingter uretra internus itu merupakan otot polos, trus dibawahnya ada sfingter uretra eksternus yang merupakan otot rangka. Ini yang bisa kita nahan untuk kencing ketika sudah sesak. Sesak itu kalo kata zikri kebelet.

KONSENTRASI URIN konsentrasi urin yang kita keluarkan itu dapat bervariasi tergantung

Pokoknya Sherwood L. tau lah ya Slide bu ratna

dari keadaan hidrasi tubuh kita osmolaritas CES itu bargantung dari jumlah H2O dibanding dengan zat terlarut. kalo kebanyakan H2O dan zat terlarut nya dikit, cairan tubuh bisa jadi hipotonik, yang artinya terlalu encer dengan osmolaritas kurang dari 300 mosm/liter kalo kekurangan H2O ya kebalikannya urin itu ga bakal bisa lebih encer atau lebih pekat dari cairan tubuh, soalnya reabsorpsi air akan berlangsung sampe cairan tubulus seimbang secara osmotis dengan cairan interstisium. di ginjal itu ada yang khas. pada bagian korteks, konsentrasi cairan interstisiumnya akan meningkat semakin ke medulla ginjal. tapi di korteksnya sama konsentrasinya yaitu 300 mosm/liter

Pokoknya Sherwood L. tau lah ya Slide bu ratna

PERAN ANSA HENLE DI MEDULLA GINJAL pars desendens sangat permeabel terhadap H2O tidak terjadi reabsorpsi ion natrium pars asendens secara aktif memindahkan NaCl keluar dari lumen tubulus untuk masuk ke dalam cairan interstisium sekitar selalu impermeabel terhadap H2O sehingga garam meninggalkan cairan tubulus tanpa diikuti secara osmotik oleh H2O

pars desendens atau pars asendens akan sama yaitu 300 mosm/liter 2. kan kita udah tau kalo di lengkung henle pars asendens itu ada reabsorpsi natrium oleh pompa natrium. nah disini beneran terjadi reabsorpsi natrium itu, jadinya osmolaritas di tubulus asendens ini berkurang jadi 200 mosm/liter. natrium ini kan diserap ke cairan interstisium. otomatis cairan interstisium lebih pekat dan lebih hipertonis. di tubulus asendens kan ga bisa terjadi reabsorpsi air karena perbedaan osmotis ini, lagian permeabilitas buat air ga ada. makanya fungsi ini diperankan oleh yang pars desendensnya yang permeabel dengan air. air di bagian ini akan mengalami difusi netto melalui osmosis menuju ke cairan interstisial. hal ini akan terhenti ketika osmolaritasnya sama yaitu 400 mosm/liter 3. nah sekarang cairan tadi akan dialirkan beberapa saat. sehingga terjadi keadaan seperti di gambar. 4. disini sama aja kayak langkah dua di atas. di asendens terjadi reabsorpsi natrium dan terjadi hipertonus di interstisial yang mengakibatkan terjadinya osmosis air dari pars desendens. sehingga terdapat selisih 200 mosm/liter antara pars desendens dan interstisial dengan pars asendens 5. kita majuin lagi kayak di langkah 3 6. sekali lagi terjadi seperti langkah 2 dan 4 7. dan seterusnya. pokoknya nanti hasil akhirnya itu di dasar lengkung henle osmolaritasnya adalah 1200 mosm/liter dan di akhir lengkung henle pars asendens osmolaritasnya adalah 100

MEKANISME MULTIPLIKASI ALIRAN BALIK Kan tadi udah dijelasin kalo di ginjal itu ada gradien osmotik vertikal. Yang itu lho, yang semakin ke medulla semakin tinggi osmolaritasnya. bisa terjadi perbedaan osmolaritas ini itu disebabkan karena ada multiplikasi aliran balik ini dibentuk oleh jukstamedula bantuan lengkung henle panjang nefron

langsung mulai aja ya mekanismenya 1. kita bayangkan jika ga ada apa apa ( ga ada reabsorpsi air dan ion natrium ). semua osmolaritas baik di lengkung henle

Pokoknya Sherwood L. tau lah ya Slide bu ratna

mosm/liter. cairan yang masuk ke lengkung henle akan menjadi semakin pekat dan osmolaritas yang meningkat hingga ke dasar. logikanya, kan terjadi penyerapan air di sepanjang pars desendens ini cairan yang meninggalkan lengkung henle akan menjadi semakin encer dan osmolaritasnya yang semakin menurun hingga ke permukaan. logikanya, di larutan pekat tadi terjadi reabsorpsi natrium sehingga yang tadinya pekat jadi ga pekat-pekat amat

COUNTERCURRENT

Pokoknya Sherwood L. tau lah ya Slide bu ratna

RE FL EK S BERKEMIH

akhirnyaaaaaa Udah selesai deh tentirnya.Semoga ga ada yang kurang ya.Ada yang kurang sih sebenernya. Makanya kita ada untuk saling membantu Mungkin kalian bertanya Tanya. Gue juga ga ngerti gue nulis apa

Pokoknya Sherwood L. tau lah ya Slide bu ratna