Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN KASUS BEDAH HERNIA SCROTALIS DEXTRA IREPONIBEL

Disusun oleh: Christiani 406117020

Pembimbing : dr. Tri Djoko Widagdo, Sp B.

KEPANITERAAN KLINIK BAGIAN BEDAH FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN KUDUS 2013

Christiani 406117020 Presentasi Kasus Ilmu Bedah

Laporan Kasus Bedah I. IDENTITAS PASIEN : Nama Lengkap Umur Jenis Kelamin Alamat Pekerjaan Pendidikan Status Perkawinan Agama No. RM MRS : Tn. R : 53 tahun : Pria : Tunggul Pandesin 7/3 Jepara : Serabutan : SD : Menikah : Islam : 662351 : 27 September 2013

II.

ANAMNESIS Tanggal : 30 September 2013 Pk 13.30

Keluhan utama: Terdapat benjolan di kantong pelir kanan Riwayat Penyakit Sekarang Pasien datang dengan keluhan benjolan di kantong pelir kanan sejak 2 tahun yang lalu. Benjolan kira-kira sebesar bola tenis. Awalnya benjolan hanya mucul saat pasien berjalan namun 1 tahun terakhir benjolan juga keluar saat berdiri. Benjolan terutama timbul saat pasien mengejan dan mengangkat beban berat dan menghilang saat berbaring. Benjolan terasa tidak nyeri namun terasa berat dan mengganggu.
Kepaniteraan Klinik Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara RSUD KUDUS

Christiani 406117020 Presentasi Kasus Ilmu Bedah

Pasien pernah mencoba pengobatan alternatif sebanyak 3 kali dengan dilakukan pemijatan pada daerah timbulnya benjolan, setelah dipijat benjolan dapat masuk tetapi beberapa hari kemudian keluar kembali. Sejak 1 bulan yang lalu pasien merasa kemeng pada daerah benjolan terutama saat berdiri dan mengangkat beban berat. Benjolan keluar bahkan saat pasien sedang berbaring dan pasien tidak bisa memasukkan benjolan tersebut secara manual. Pasien mengaku BAB terkadang sulit, BAK lancar dan tuntas, flatus normal Riwayat Penyakit Dahulu: Riwayat sering batuk Riwayat sulit kencing (-) Riwayat BAB sulit (+), sering mengejan Riwayat sakit kuning (-) Riwayat alergi obat dan makanan (-) Riwayat Penyakit Keluarga: Tidak ada anggota keluarga yang mengalami keluhan yang sama. Riwayat Sosial Ekonomi: Pasien bekerja serabutan Biaya perawatan ditanggung oleh Jamkesmas

III.

PEMERIKSAAN FISIK ( 30 September 2013 Pk 13.30) PEMERIKSAAN UMUM

Keadaan Umum Kesadaran Tanda Vital

: Baik : Compos Mentis :

Kepaniteraan Klinik Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara RSUD KUDUS

Christiani 406117020 Presentasi Kasus Ilmu Bedah

Tekanan darah Nadi Suhu Frekuensi nafas

: 120/70 mmHg : 84 x/menit, reguler, isi cukup : 36,5C : 19 x/menit

PEMERIKSAAN SISTEM Kepala Mata : Bentuk dan ukuran normal, tidak teraba adanya benjolan : Konjungtiva anemis (+/+), sklera ikterik (-/-), pupil bulat, isokor, diameter 3mm, refleks cahaya (+/+). Telinga : Bentuk normal, nyeri tekan tragus (-/-), nyeri tarik aurikel (-/-), pembesaran kelenjar pre-retroaurikuler (-/-), liang telinga lapang, serumen (-/-), sekret (-/-). Leher : Trakea ditengah, pembesaran kelenjar tiroid (-/-), pembesaran kelenjar getah bening submandibula dan cervical (-/-). Mulut : Bibir dan gigi geligi normal. Tonsil T1-T1, hiperemis (-), mukosa dinding faring hiperemis (-). Thorax Jantung Inspeksi Palpasi : Pulsasi ictus cordis tidak tampak. : Pulsasi ictus cordis teraba pada sela iga V, 1 cm medial dari linea midclavicularis sinistra. Perkusi : Batas atas jantung di sela iga III linea parasternal sinistra. Batas kanan jantung di sela iga IV linea sternal dextra. Batas kiri jantung di sela iga V 1 cm medial linea midclavicularis sinistra.
Kepaniteraan Klinik Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara RSUD KUDUS

Christiani 406117020 Presentasi Kasus Ilmu Bedah

Auskultasi

: Bunyi jantung I dan II normal, reguler, murmur(-), gallop(-).

Paru-paru Inspeksi : Bentuk normal, simetris saat inspirasi dan ekspirasi, retraksi otot otot pernapasan (-). Palpasi Perkusi Auskultasi : Stem fremitus dada bagian kanan dan kiri teraba sama kuat. : Sonor pada seluruh lapang paru. : Vesikuler, ronkhi (-/-), wheezing (-/-).

Abdomen Inspeksi Auskultasi Palpasi : Perut tampak datar, tidak tampak kelainan kulit, gerakan peristaltic usus (-). : Bising usus (+) normal. : Supel, nyeri tekan/massa suprapubik (-), hepar dan lien tidak membesar, ginjal tidak teraba. Perkusi : Timpani di seluruh lapang abdomen, shifting dullness (-), nyeri ketok CVA (-/-). Anus dan Genitalia : Pria, dalam batas normal, tampak adanya benjolan di skrotum. Ekstremitas : Akral hangat, sianosis (-/-), edema(-), deformitas(-), capilary refill time < 2 detik Tulang belakang Kulit : Skoliosis (-), lordosis (-), kiphosis (-) : Sawo matang, ikterik (-), pucat (-), turgor baik.

Kepaniteraan Klinik Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara RSUD KUDUS

Christiani 406117020 Presentasi Kasus Ilmu Bedah

PEMERIKSAAN STATUS LOKALIS Regio Hypogastrica kanan : Inspeksi : tampak benjolan hingga ke skrotum, warna kulit sama dengan sekitarnya

Palpasi : Diameter 7 cm, kenyal, nyeri tekan (-), suhu sama dengan sekitarnya Finger test: teraba benjolan di ujung jari telunjuk Ziemans test: teraba benjolan saat mengejan di jari telunjuk Thumb test: tidak teraba benjolan di jempol saat pasien mengejan

Auskultasi: Bising usus (-)

Regio Inguinoskrotalis kiri : Inspeksi : benjolan (+), warna sama dengan kulit sekitar, transluminasi (-), Angle sign (-), Derming sign (-) Palpasi : teraba testis 2 buah, fluktuasi (-), nyeri tekan (-), suhu sama dengan sekitarnya, Phrens sign (-) Auskultasi: bising usus (-)

Rectal toucher : Perianal : Tonus sphincter ani cukup, ampula recti tidak kolaps, mukosa licin, massa (-) Prostat : dalam batas normal

Sarung tangan: feses (+), lendir (-), darah (-)

IV.

ASSESSMENT

Kepaniteraan Klinik Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara RSUD KUDUS

Christiani 406117020 Presentasi Kasus Ilmu Bedah

Dugaan sementara penyakit yang diderita pasien ini adalah hernia scrotalis dextra ireponibel Usul pemeriksaan penunjang: o Foto thorax o Darah rutin dan kimia darah Diagnosa Banding: o Hidrokel o Abses Scrotum o Orchitis o Torsio Testis o Tumor Testis V. PEMERIKSAAN PENUNJANG Darah Rutin 27 September 2013

Pemeriksaan WBC RBC HGB HCT PLT

Hasil 7.8 3.62 11,2 31.1 247

Satuan 103/mm3 L106/mm3 L g/dl L% 103/mm3

Nilai Normal 3.5-10.0 3.80-5.80 11.0-16.5 35.0-50.0 150-390

Kimia darah 27 September 2013 Gula darah sewaktu : 100 mg/dl (70 150)

Kepaniteraan Klinik Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara RSUD KUDUS

Christiani 406117020 Presentasi Kasus Ilmu Bedah

Ureum Creatinin Albumin Calcium Kalium Natrium Chlorida Asam Urat

: 13,4 mg/dl : 0,6 mg/dl

(11.0 55.0) (0,5 1,35) (3.8-5.4) (2,02-2,60) mmol/l (3,5-5,5) (136-156) (75-126) (2,6 7,2)

: 3,8 g/dL : 2,22 mmol/l : 4,5 : 137 mmol/l

: 106 mmol/l : 6,8 Mg/dl

EKG

27 September 2013

Kesan: dalam batas normal Radiologi Foto Thorax Kesan: cor dan pulmo dalam batas normal 28 September 2013

Diagnosa kerja Dari hasil anamnesa, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang diagnosa kerja pasien ini adalah hernia scrotalis dextra ireponibel

VI.

RESUME Pasien datang dengan keluhan benjolan di kantong pelir kanan sejak 2 tahun yang lalu. Benjolan kira-kira sebesar telur ayam. Awalnya benjolan hanya mucul saat pasien berjalan namun 1 tahun terakhir benjolan juga keluar saat berdiri. Benjolan terutama timbul saat pasien mengejan dan mengangkat beban berat dan menghilang saat berbaring. Benjolan terasa tidak nyeri namun terasa berat dan mengganggu.

Kepaniteraan Klinik Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara RSUD KUDUS

Christiani 406117020 Presentasi Kasus Ilmu Bedah

Pasien pernah mencoba pengobatan alternatif sebanyak 3 kali dengan dilakukan pemijatan pada daerah timbulnya benjolan, setelah dipijat benjolan dapat masuk tetapi beberapa hari kemudian keluar kembali.

Sejak 1 bulan yang lalu pasien merasa kemeng pada daerah benjolan terutama saat berdiri dan mengangkat beban berat. Benjolan keluar bahkan saat pasien sedang berbaring dan pasien tidak bisa memasukkan benjolan tersebut secara manual.

Pasien mengaku BAB terkadang sulit, BAK lancar dan tuntas, flatus normal

Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan: Regio Hypogastrica kanan : Inspeksi : tampak benjolan hingga ke skrotum, warna kulit sama dengan sekitarnya. Palpasi : Kanan : diameter 7 cm, kenyal, nyeri tekan (-), suhu sama dengan sekitarnya Finger test: teraba benjolan di ujung jari telunjuk Ziemans test: teraba benjolan saat mengejan di jari telunjuk Thumb test: tidak teraba benjolan di jempol saat pasien mengejan Auskultasi: Bising usus (-)

Regio Inguinoskrotalis kiri : Inspeksi : benjolan (+), warna sama dengan kulit sekitar, transluminasi (-), Angle sign (-), Derming sign (-) Palpasi : teraba testis 2 buah, fluktuasi (-), nyeri tekan (-), suhu sama dengan sekitarnya, Phrens sign (-) Auskultasi: bising usus (-)

VII.

PENATALAKSANAAN

Dilakukan Hernioraphy Mash (tanggal 1 Oktober 2013)


Kepaniteraan Klinik Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara RSUD KUDUS

Christiani 406117020 Presentasi Kasus Ilmu Bedah

Diagnosis post operasi: Hernia scrotalis dextra ireponibel Manajemen post op: Sadar penuh minum makan Diet nasi TKTP Injeksi Cefotaxime 2 x 1 gram Injeksi Ketolorac 3 x 1 ampul

Prognosis Ad vitam Ad fungsionam Ad sanationam : bonam : bonam : bonam

Kepaniteraan Klinik Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara RSUD KUDUS