Anda di halaman 1dari 19

MASALAH ETIKA DALAM PELAYANAN KEPERAWATAN

Oleh : Dian Anisia W, S.Kep,Ns

TUJUAN PERKULIAHAN
1. 2. 3. 4. Mengetahui permasalahan dasar etika keperawatan Mengetahui teori dasar pembuatan keputusan etis Mengetahui kerangka pembuatan keputusan etis Mengetahui penyelesaian masalah etis

MASALAH ETIKA KEPERAWATAN


merupakan masalah kesehatan dalam kaitan ini dikenal istilah masalah bioetis
medis atau biotis. Biotis adalah ilmu yang mempelajari masalah- masalah yang timbul akibat kemajuan ilmu pengetahuan terutama di bidang biologi dan kedokteran. 1. Kejujuran 2. AIDS 3. Inseminasi 4. Abortus 5. Euthanasia 6. Penghentian pemberian makanan, cairan, dan pengobatan 7. Transplantasi 8. Yang berkaitan langsung dg praktek keperawatan

1. KEJUJURAN
Berkata jujur (Truth telling), lawannya(Desepsi), device, membuat orang percaya thd suatu hal yg tidak benar, meniru, membohongi, termasuk berkata bohong, mengingkari, menolak, tidak memberikan informasi dan jawaban tidak sesuai pertanyaan atau tidak memberikan penjelasan sewaktu informasi dibutuhkan. Desepsi tdk dibenarkan,tetapi prima facia. Alasan mendukung tindakan desepsi : klien / kluarga belum menerima realita, tdk menginginkan hal tsb, merugikan klien dlm kerjasama. (Mc. Closkey, 1990)

2. AIDS
Dampak klinis dan sosial, kekhawatiran masy. Hukum dan etika. Ketakutan berhubungan, diperlakukan diskriminatif, tidak adil. Tanggung jawab perawat merawat klien AIDS dg stres pribadi dan takut tertular, ledakan emosional, fase terminal, gaya hidup yang bertentangan. Menghargai martabat manusia dg mengdentifikasi nilai, menggali makna hidup klien, memberi rasa nyaman, dukungan manunsiawi, membantu meninggal dg tentram dan damai (Philipps, Long, 1991)

3. INSEMINASI
Inseminasi artificial Fertilisasi invitro

Prosedur utk menimbulkan kehamilan dg cara mengumpulkan sperma dari pria dan dimasukkan ke vagina wanita spy terjadi ovulasi

Metode konsepsi yg dilakukan dg cara membuat bypass pd tuba fallopi wanita

Masalah etik : Hakikat/ kemurnian hidup, kapan awal hidup manusia, hakikat kluarga, pendonor sperma bisa dikatakan bagian kluarga ?, terknologi pasangan lesbi/homosek?

4. ABORTUS
Pandangan konservatif

Secara moral salah, tidak boleh dilakukan, termasuk alasan penyelamatan jiwa ibu

Prima facia, kesalahan moral dan hambatan penentang abortuis dapat diabaikan dg pertimbangan moral yg kuat, misal tahap Pandangan Moderat presentiance ( sebelum fetus kemampuan merasakan), hasil perkosaan, kegagalan kontrasepsi Secara moral dibolehkan atas dasar permintaan, fetus belum jadi manusia, hanya Pandangan liberal bakal manusia. Di Indonesia abortus dilarang sejak tahun 1918 menurut KUHP pasal 346

5. EUTHANASIA
E. Volunter Pasien sec sukarela dan bebas memilih utk meninggal dunia E. Involunter Dilakukan bukan a.dpersetujuan dr px & melanggar keinginan px E. Aktif Suatu tindakan disengaja yg menyebabkan px meninngal, E. Pasif Dg menghentikan pengobatan atau perawatan suportif

Euthanasia aktif melanggar KUHP pasal 338, 339. 345 dan 359

Cont...
6. Penghentiaan pemberian makanan, cairan dan pengobatan Ketidak jelasan, kepastian dan ketidak manfaat/ keuntungan untuk klien 7. Transplantasi organ : Tata nilai donor dan resepien. Batasan kematian Jaminan penyelenggaraan, penyalagunaan (Es. Tansil, 1991)

8. YG BERKAITAN LANGSUNG DG PRAKTEK


1. Evaluasi diri : - Tidak mudah, dampak positif/negatif - Dilakukan periodik, obyektif - Pengembangan diri, kekecewaan ? 2. Evaluasi kelompok : - Obyektif, pengamatan, konfrensi, wawancara, audit keperawatan - Menghindari perasaan pribadi - Gunakan standar praktis - Tidak menyinggung perasaan

8. YG BERKAITAN LANGSUNG DG PRAKTEK


3. Tanggung jawab thd peralatan dan barang : - Kehilangan barang Rs, - Kejujuran & tg. jawab memelihara inventaris 4. Merekomendasi klien pada dokter - Keahlian - Informasi penting - Tidak boleh memberikan penilaian / kritik pada dokter bisa dituntut - Bila pasien mendesak, kalau tidak tahu sebaiknya dirujuk, atau tidak membuat keputusan

8. YG BERKAITAN LANGSUNG DG PRAKTEK


5. Asuhan keperawatan yg buruk ? 1. Kurang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan yang sudah berlaku umum dikalangan profesi kesehatan. 2. Melakukan pelayanan kesehatan dibawah standar profesi. 3. Melakukan kelalaian berat atau memberikan pelayanan dengan ketidak hati-hatian. 4. Melakukan tindakan medic yang bertentangan dengan hukum. Pendekatan formal : sistem saluran, informasi akurat

TEORI DASAR PEMBUATAN KEPUTUSAN ETIS


M. Otoritas Dasar setiap tindakan adl otoritas. Berasal dari kepercayaan, supernatural, kelompok, institusi Terbatas hanya pada penganut yg percaya Berdasarkan persetujuan masyarakat luas yg terlibat pengkajian masalah Sesuatu yg diyakini bijak dan secara etika dapat diterima dimasukkan dalam keyakinan

M. Consensum hominum

M. Instuisi/ Self Evidence

Mencari jawaban dengan intuisi Hanya terbatas pada mereka yg mempunyai intuisi tajam
Mengajukan pertanyaan atau mencari jawaban dg alasan yg tepat

M. Argumentasi/ Sarkotik

KERANGKA PEMBUATAN KEPUTUSAN ETIS (Fry, 1991)


Pengenalan dilema etik

Mengadakan evaluasi

Mengumpulkan data aktual yg relevan

Mengambil tindakan

Menganalisis dan mencari kejelasan individu yg terlibat

Mengonsep dan mengevaluasi argumentasi untuk setiap issu dan membuat alternatif

PENYELESAIAN MASALAH ETIS


1. Metode Kozier dan Erb (1997) 2. Metode Aiken dan Catalano (1997) 3. Metode Potter dan Perry (1997)

1. METODE KOZIER DAN ERB (1997)

Mengkaji situasi/ pengumpulan data

Mendiagnosa/ identifikasi masalah etik

1. Identifikasi alternatif-alternatif penyelesaian masalah 2. Pikirkan prinsip moral yang terlibat 3. Memilih satu keputusan Implementasi Evaluasi

2. METODE AIKEN DAN CATALANO (1997)


Mengumpulkan, Menganalisa, dan Menginterpretasikan Data Merumuskan Dilema Mempertimbangkan Pilihan Tindakan Menganalisis Kekuatan dan Kelemahan dari Tiap Tindakan Membuat Keputusan

3. METODE POTTER DAN PERRY (1997)


Menunjukka n maksud baik Melakukan tindakan Mengidentifi kasi semua orang penting

Mengusulka n tindakan alternatif Mengidentifi kasi prinsip etis yang penting

Mengumpul kan informasi yang relevan