Anda di halaman 1dari 7

KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat tuhan yang maha esa, karena berkat rahmat dan

hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas Keperawatan anak yang berjudul sesuai waktu yang ditentukan. makalah ini disusun guna sebagai salah satu tugas keperawatan anak di stikes hang tuah surabaya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan berguna sebagai referensi bacaan untuk kita semua. Baik bagi mahasiswa/i ataupun bapak /ibu dosen di stikes hang tuah surabaya. Kami berusaha untuk dapat menyelesaikan tugas ini dengan sebaik-baiknya. Namun demikian kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan. Oleh karena itu demi kesempurnaan, kami mengharapkan adanya kritik dan saran dari semua pihak, untuk menyempurnakannya.

Surabaya, oktober 2013

penyusun

Bab 1 Pendahuluan Dinegara berkembang seperti Indonesia penyakit yang banyak dijumpai adalah penyakit infeksi salah satunya diare atau gastroenteritis yang merupakan salah satu penyebab utama mortalitas dan morbilitas pada anak diseluruh dunia. (nelson, 2002). Dimana angka kejadian

pada anak yang mengalami penyakit tropis di Indonesia cukup tinggi, hal ini ditunjang oleh kelembaban daerah tropis yang tinggi serta masyarakat yang heterogen dalam tingkat sosioal ekonomi, pengetahuan tentang kesehatan diri dan lingkungan yang masih relatife rendah karena peyakit tropis umumnya. Diperkirakan angka kesakitan berkisar antara 150-430 per seribu penduduk setahunnya. Dengan uapaya yang sekaranag telah dilaksanakan, angka kematian di RS dapat ditekan menjadi kurang dari 3%. Dengan demikian di Indonesia diperkirakan ditemukan penderita diare sekitar 60 juta kejadian setiap tahunnya. Sebagian besar antara 70-80% dari penderita adalah anak dibawah umur 5 tahun (kurang lebih 40 juta kejadian). Sebagian dari penderita (1-2%) akan jatuh kedalam dehidrasi dan apabila tidak segera ditanggulangi dengan benar akan berakibat buruk. Menurut data United Nations Childrens Fund (UNICEF) dan World Health Organization (WHO) pada 2009, diare merupakan penyebab kematian nomor 2 pada balita di dunia, nomor 3 pada bayi, dan nomor 5 bagi segala umur. Data UNICEF memberitakan bahwa 1,5 juta anak meninggal dunia setiap tahunnya karena diare. Angka tersebut bahkan masih lebih besar dari korban AIDS, malaria, dan cacar jika digabung. Sayang, di beberapa negara berkembang, hanya 39 persen penderita mendapatkan penanganan serius. Di Indonesia sendiri, sekira 162 ribu balita meninggal setiap tahun atau sekira 460 balita setiap harinya akibat diare. Daerah Jawa Barat merupakan salah satu yang tertinggi, di mana kasus kematian akibat diare banyak menimpa anak berusia di bawah 5 tahun. Umumnya, kematian disebabkan dehidrasi karena keterlambatan orangtua memberikan perawatan pertama saat anak terkena diare. Diare disebabkan faktor cuaca, lingkungan, dan makanan. Perubahan iklim, kondisi lingkungan kotor, dan kurang memerhatikan kebersihan makanan merupakan faktor utamanya. Penularan diare umumnya melalui 4F, yaitu Food, Fly , Feces, dan Finger. Oleh karena itu,

upaya pencegahan diare yang praktis adalah dengan memutus rantai penularan tersebut. Sesuai data UNICEF awal Juni 2010, ditemukan salah satu pemicu diare baru, yaitu bakteri Clostridium difficile yang dapat menyebabkan infeksi mematikan di saluran pencernaan. Bakteri ini hidup di udara dan dapat dibawa oleh lalat yang hinggap di makanan. (lifestyle.okezone.com). Angka kejadian diare di sebagian besar wilayah Indonesia hingga saat ini masih tinggi. Di Indonesia, sekitar 162 ribu balita meninggal setiap tahun atau sekitar 460 balita setiap harinya. Dari hasil Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) di Indonesia, diare merupakan penyebab kematian nomor 2 pada balita dan nomor 3 bagi bayi serta nomor 5 bagi semua umur. Setiap anak di Indonesia mengalami episode diare sebanyak 1,6 2 kali per tahun. Kasubdit Diare dan Kecacingan Depkes, I Wayan Widaya mengatakan hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2004, angka kematian akibat diare 23 per 100 ribu penduduk dan pada balita 75 per 100 ribu balita. Selama tahun 2006 sebanyak 41 kabupaten di 16 provinsi melaporkan KLB (kejadian luar biasa) diare di wilayahnya. Jumlah kasus diare yang dilaporkan sebanyak 10.980 dan 277 diantaranya menyebabkan kematian. Hal tersebut, terutama disebabkan rendahnya ketersediaan air bersih, sanitasi buruk dan perilaku hidup tidak sehat. Untuk mengatasi masalah yang dihadapi perawat dapat berperan sebagai pendidik dan dapat memberikan pelayanan kesehatan dan mampu memberikan edukasi pada masyarakat. Khususnya pada orang tua harus mempunyai pengetahuan yang lebih tentang penyakit diare atau gastroenteritis meliputi : perilaku hidup sehat, pengertian dari mualai pe yakit, perawatn dan pencegahan penyakit yang semua bisa didapat secara langsung maupun tidak langsung yang bisa berupa gambar- gambar, leaflet dan poster sebagainya. Oleh karena itu orang tua lebih memahami tanda dab gejala diare serta pencegahan. dengan memperhatikan tingkat pendidikan, tingkat social ekonomi, adat istiadat, kepercayaan dan trsedianya waktu darisasaran yang

diharapkan dengan tingkat pengetahuan orang tua yang baik serta serta perilaku yang sehat tentang kesehatan dan pencegahan terhadap penyakit diare. 1.2 Rumusan Masalah Bagaimana pengetahuan oaring tua tentang diare atau gastroenteritis dan cara pencegahan diare pada anak balita usia 1-5 tahun diruang d1 anak rumkital dr.ramelan Surabaya 1.3 Tujuan Penulisan 1.3.1 Tujuan Umum

Untuk mengetahui Asuhan Keperawatan Pada anak dengan diare 1.3.2 Tujuan Khusus

1. Untuk mengetahui tinjauan teoritis diare 2. Untuk mengetahui Pengkajian pada anak dengan diare

3. Untuk mengetahui Diagnosa keperawatan pada anak dengan diare 4. Untuk mengetahui Intervensi keperawatan pada anak dengan diare 5. Untuk mengetahui Implementasi keperawatan pada anak dengan diare 6. Untuk mengetahui Evaluasi keperawatan pada anak dengan diare

1.3.3

Manfaat Dalam penyusunan makalah

1. mahasiswa memiliki pemikiran yang kritis sehingga mampu menjadi perawat profesional yang berkualitas,

2. mengerti dan memahami kebutuhan pasien serta 3. metode-metode dalam penerapan proses keperawatan terhadap pasien dengan gangguan

DAFTAR PUSTAKA

Hasan, rusepno (2002) ilmu kesehatan anak, Jakarta : FKUI Nelson (2000) ilmu kesehatan anak , Jakarta : EGC Suraatmadja ( 2005) kapita gastroenteritis anak, Jakarta : sagung seto