Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN PRAKTIKUM

JARINGAN KOMUNIKASI DATA


Jaringan Dasar dan Pemberian IP Address Static dan DHCP

Tgl. Percobaan Nama NIM Kelas

: 27 Februari 2013 : Siska Monalisa : 111331059 : 2 TC B2

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO PRODI TEKNIK TELEKOMUNIKASI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG 2013

I. Tujuan
Mahasiswa mengetahui dan memahami statement apa saja yang termasuk dan yang digunakan dalam struktur control. Mahasiswa mengetahui dan memahami penggunaan statement if-else Mahasiswa mengetahui dan memahami penggunaan statement Switch Mahasiswa mengetahui dan memahami penggunaan statement while, label, dan for-break pada program Jcreator Mahasiswa mengetahui dan memahami penggunaan statement if-else

II. Landasan Teori


Local Area Network atau LAN, merupakan suatu Jenis Jaringan Komputer dengan mencakup wilayah lokal. Dengan menggunakan berbagai perangkat jaringan yang cukup sederhana dan populer, seperti menggunakan kabel UTP (Unshielded Twisted-Pair), Hub, Switch, Router, dan lain sebagainya.Contoh dari jaringan LAN seperti komputer-komputer yang saling terhubung di sekolah, di perusahaan, Warnet, maupun antar rumah tetangga yang masih mencakup wilayah LAN. Keuntungan dari penggunaan Jenis Jaringan Komputer LAN seperti lebih irit dalam pengeluaran biaya operasional, lebih irit dalam penggunaan kabel, transfer data antar node dan komputer labih cepat karena mencakup wilayah yang sempit atau lokal, dan tidak memerlukan operator telekomunikasi untuk membuat sebuah jaringan LAN. Sedangkan kerugian dari penggunaan Jenis Jaringan LAN adalah cakupan wilayah jaringan lebih sempit sehingga untuk berkomunikasi ke luar jaringan menjadi lebih sulit dan area cakupan transfer data tidak begitu luas. Beberapa komponen dasar yang biasanya membentuk suatu LAN adalah sebagai berikut:

1. Workstation Workstation merupakan node atau host yang berupa suatu sistem komputer. Sistem komputer ini dapat berupa PC atau dapat pula berupa suatu komputer yang besar seperti sistem

minicomputer, bahkan suatu mainframe. Workstation dapat bekerja sendiri (stand-alone) dapat pula menggunakan jaringan untuk bertukar data dengan workstation atau user yang lain. 2. Server Perangkat keras (hardware) yang berfungsi untuk melayani jaringan dan workstation yang terhubung pada jaringan tersebut.pada umumnya sumber daya (resources) seperti printer, disk, dan sebagainya yang hendak digunakan secara bersama oleh para pemakai di workstation berada dan bekerja pada server. Berdasarkan jenis pelayanannya dikenal disk server, file server, print server, dan suatu server juga dapat mempunyai beberapa fungsi pelayanan sekaligus.

3. Link (hubungan) Workstation dan server tidak dapat berfungsi apabila peralatan tersebut secara fisik tidak terhubung. Hubungan tersebut dalam LAN dikenal sebagai media transmisi yang umumnya berupa kabel. Topologi bus sering juga disebut sebagai topologi backbone, dimana ada sebuah kabel coaxial yang dibentang kemudian beberapa komputer dihubungkan pada kabel tersebut. Backbone network atau network backbone merupakan sebuah teknik atau infrastruktur dalam sebuah jaringan komputer yang dapat menghubungkan beberapa jaringan lokal dan bagianbagian jaringan lainnya yang menyediakan path untuk dapat mengubah paket informasi antara LAN dan subnetwork yang beda. Sederhananya, konsep ini dapat tergambar dari jaringan lokal yang biasa tersambung pada masing-masing lantai di bangunan bertingkat, yang menggunakan satu lajur kabel utama dan kabel khusus. Nah, backbone network inilah yang merupakan jalan,saluran, jalur utama atau biasa disebut dengan jalan tol pada sebuah jaringan. Backbone network ini sendiri dirancang untuk dapat membedakan antara network pada lokasi sama, seperti area perkantoran. Teknik backbone merupakan teknik yang paling banyak digunakan karena dapat mencegah bottleneck yang terjadi pada server. Kabel yang digunakan biasanya adalah jenis serat optik, kabel RG-58, atau RG-8. Backbone network (Back_Net) ini merupakan bagian utama dari sebuah desain struktur jaringan pada komputer yang mampu memberikan tingkat stabilitas yang cukup memadai pada jaringan-jaringan tersebut. Disini terlihat bahwa Back_Net dibuat dengan tujuan untuk

menyuplai sarana atau lintasan dalam menghubungkan berbagai komponen di dalam jaringan ke

sebuah unit yang lebih interaktif. Pendekatan yang digunakan semacam ini memungkinkan Anda untuk dapat menghubungkan berbagai jaringan secara bersama dan bertujuan untuk manage task atau semua aktivitas seperti sharing tipe data tertentu, pada Back_Net yang berfungsi secara independen.

Suatu jaringan, khususnya jaringan lokal, umumnya dibangun dengan menggunakan kabel koaksial (tembaga), namun seiring dengan cepatnya perkembangan teknologi, kabel-kabel tersebut mulai ditinggalkan, dan kabel serat optik mulai dipakai. Ide di balik 1 Gbps & 10 Gbps Ethernet, yaitu tetap menggunakan Medium Access Control (MAC) seperti yang digunakan di teknologi 10Base-T yang kita pakai hari ini di banyak LAN. Tapi dengan memperlebar kecepatan hingga sangat tinggi, bahkan karena menggunakan media fiber optik, terutama Single Mode Fiber, akses tersebut bisa dikembangkan menjadi WAN dengan jarak beberapa puluh kilometer, bukan hanya sekedar LAN yang jaraknya hanya beberapa ratus meter saja. Jaringan yang menggunakan fiber optik biasanya terdapat pada perusahan besar. Hal ini disebabkan oleh proses pemasangan jaringan yang lebih sulit dan biaya inventasi yang lebih besar. Seperti yang kita ketahui bahwa fiber optik ini di gunakan pada 3 topologi yaitu topologi Bus, Ring, Star. Fiber optik merupakan serat yang terbuat dari kaca atau plastik umumnya digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. Cahaya yang ada di dalam serat optik sulit keluar karena indeks bias dari kaca lebih besar dari pada indeks bias dari udara. Sumber cahaya yang digunakan adalah laser. Laser mempunyai spektrum yang sangat sempit. Kecepatan transmisi serat optik sangat tinggi sehingga sangat bagus digunakan sebagai saluran komunikasi. Fiber optik ini kemampuan bekerjanya cukup besar, antara lain: bisa di pakai dalam jarak yang jauh, kecepatan data yang tinggi, 100 Mbps, memiliki ukuran yang relatif tinggi sehingga sulit di perngaruhi gangguan, namun harganya relatif mahal dan instalasi pemasangan yang relatif sulit. Serat optik umumnya digunakan dalam sistem telekomunikasi. serat optik terdiri dari 2 bagian, yaitu cladding dan core. Cladding adalah selubung dari core. Cladding mempunyai indek bias lebih rendah dari pada core akan memantulkan kembali cahaya yang mengarah keluar dari core kembali kedalam core lagi.

Dalam praktikum kali ini untuk lebih mengetahui dan memahami mengenai jaringan, maka digunakan sebuah aplikasi yang digunakan untuk mensimulasikan jaringan computer, yaitu Cisco Packet Tracer. Cisco Packet Tracer adalah sebuah software simulasi jaringan. Sebelum melakukan konfigurasi jaringan yang sesungguhnya (mengaktifkan fungsi masing-masing device hardware) terlebih dahulu dilakukan simulasi menggunakan software ini. Simulasi ini sangat bermanfaat jika membuat sebuah jaringan yang kompleks.karena apa saja yang dibutuhkan untuk membangun suatu jaringan ada lengkap disini. Mulai dari Router, Switches, Hubs, Wireless Devices, Bridge, Repeater, AccessPoint, PC, Server, Printer. Cloud untuk WAN Emulation. sedangkan untuk Connections juga ada berbagai kabel sesuai kebutuhan mulai console, Straight through, Cross over, Fiber optic, Phone, Serial. Dengan bantuan software ini anda bisa belajar membuat jaringan Peer to peer, jaringan client server, jaringan Wireless, LAN, WAN, dsb. silahkan anda coba sendiri. Selain itu anda juga dapat melakukan pengujian jaringan dengan Ping, Configurasi Router, mengganti Ethernet card pada PC yang ada sesuai kebutuhan, apakah ingin digunakan untuk basic telephone, LAN access dsb.

III. Peralatan dan Komponen yang Digunakan


Laptop atau Komputer Software Cisco Packet Tracer

IV. Percobaan Praktikum


Adapun langkah kerja yang dilakukan pada praktikum kali ini secara umum yaitu pertama-tama buka aplikasi tersebut. Setelah itu akan muncul window kosong dengan tab default yaitu Logical View. Pada logical view ini, kita dapat menambahkan perangkat-perangkat jaringan yang ada, semisal komputer desktop, laptop, Router, AccessPoint, Switch, Kabel UTP, Fiber-Optik, dan sebagainya. 1. Buka Cisco Packet Tracer >> klik End Device (bagian pojok kiri bawah) >> drag icon device yang akan digunakan. 2. Kemudian setelah siap perangkat yang akan dihubungkan, sebagai contoh jaringan sederhana, hubungkan beberapa buah PC dengan Hub sehingga menbentuk sebuah jaringan, maka pada bagian ini kita akan menghubungkan device yang telah dipilih yaitu

dengan cara klik connection, kemudian pilih yang bagian automatically choose connection type. 3. Setelah berhasil membuat sebuah jaringan, berikan IP Address pada masing masing PC yang digunakan dengan cara : Klik PC0 >> pilih Desktop >> klik IP Configuration >> pilih static >> isikan IP Address pada kotak IP Address (misalnya 192.168.0.1.)

Misalnya isi kan IP Adrress seperti berikut

4. Untuk mengecek apakah semua komputer telah terkoneksi, maka dilakukan ping. Cara melakukan ping Klik PC0 >> tab Desktop >> klik Command Prompt >> lakukan ping untuk IP Address PC1. Maka akan terlihat replay dari PC yang dituju. 5. Dapat juga dilakukan dengan pengecekan melalui pengiriman pesan, sekaligus untuk melihat proses penyampaian pesan dari PC 1 ke PC yang lain, yaitu dengan cara klik icon pesan pada bagian sebelah kanan >> klik Auto Capture/Play 6. Lihat hasil nya dan amati, lalu beri kesimpulan.

V. Hasil Percobaan
Berikut merupakan hasil dari praktikum yang telah dilaksanakan. 1. Poin to poin dengan menggunakan Hub

2. Jaringan dengan 1 domain menggunakan kabel utp

Masing masing computer yang digunakan harus di beri IP Address terlebih dahulu, misalnya seperti ini

Sehingga dengan sendirinya maka subnet Mask nya juga sudah tertampil seperti gambar berikut

3. Jaringan dengan 2 domain menggunakan kabel utp

Hampir sama seperti jaringan pada nomor 1, hanya saja digunakan repeater sebagai penghubung antar Hub dengan domain yang berbeda, sehingga dibuat pula IP Adrress yang berbeda

4. Jaringan dengan 3 domain menggunakan kabel utp

Untuk menguji jaringan ini lakukan perintah command prompt

Yaitu dengan cara klik PC >> pilih Command prompt >> ping IP Address PC yang di tuju , maka akan yampil repaly seperti dibawah ini

Untuk menguji jaringan ini lakukan perintah command prompt Yaitu dengan cara klik PC >> pilih Command prompt >> ping IP Address PC yang di tuju , maka akan yampil repaly seperti dibawah ini

5. Jaringan dengan 3 domain menggunakan backbone

Semua repeater yang terhubung dengan Hub diganti menggunakan kabel fiber optic, caranya yaitu dengan mengganti port pada masing masing Hub dan repeater dengan port yang dapat terkoneksi dengan fiber optic, caranya yaitu Klik Hub atau repeater >> off kan sakalar Hub >> kosongkan port nya >> drag ke pojok kanan bawah >> klik PT-REPEATER-NM-1FGE >> ganti dengan men drag ke bagian port yang kosong tadi >> ON kan kembali Repeater atau Hub.

6. Jaringan dengan 3 domain menggunakan fiber optic Pada jaringan ini semua computer,Hub, dan repeater atau semua perangkat yang digunakan tidak lagi menggunakan kabel utp, tapi menggunakan kabel fiber optic. Oleh karena itu semua port juga harus diganti dengan port yang dapat menyambungkan kabel fiber optic.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumya, semua port dari masing masing perangkat yang di gunakan harus diganti dengan fiber optic. Untuk HUB Klik pada icon Hub >> off kan sakalar Hub >> kosongkan port nya >> drag ke pojok kanan bawah >> klik PT-REPEATER-NM-1FGE >> ganti dengan men- drag ke bagian port yang kosong tadi >> ON kan kembali Hub.

Untuk Repeater Klik pada icon Repeater >> off kan sakalar Repeater >> kosongkan port nya >> drag ke pojok kanan bawah >> klik PT-REPEATER-NM-1FGE >> ganti dengan men drag ke bagian port yang kosong tadi >> ON kan kembali Repeater.

Untuk PC

Klik pada icon PC >> off kan sakalar PC >> kosongkan port nya >> drag ke pojok kanan bawah >> klik PT-HOST-NM-1FGE >> ganti dengan men drag ke bagian port yang kosong tadi >> ON kan kembali PC.

Untuk Laptop Klik pada icon Laptop >> off kan sakalar Laptop >> kosongkan port nya >> drag ke pojok kanan bawah >> klik PT-LAPTOP-NM-1FGE >> ganti dengan men drag ke bagian port yang kosong tadi >> ON kan kembali Laptop.

7. Jaringan dengan konfigurasi DHCP

Pada jaringan model ini, tidak perlu lagi mengaatur IP Addres pada tiap tiap PC yang digunakan, yang perlu hanya tinggal mengganti atau mengatur Linksys yang digunakan pada jaringan, yaitu dengan cara Pertama, klik pada icon Server >> off kan sakalar Server >> kosongkan port nya >> drag ke pojok kanan bawah >> klik PT-HOST-NM-1FGE >> ganti dengan men drag ke bagian port yang kosong tadi >> ON kan kembali server. Setelah itu, klik pada bagian Configurasi >> klik DHCP >> klik GigabitEthernet pada Interface >> isi IP Address.

Kedua, klik pada icon Hub >> off kan sakalar Hub >> kosongkan port nya >> drag ke pojok kanan bawah >> klik PT-REPEATER-NM-1FGE >> ganti dengan men drag ke bagian port yang kosong tadi >> ON kan kembali Hub.

Ketiga, klik pada icon Linksys >> pilih GUI >> isi IP Address >> klik Enabled >> isi kan Start IP Address dan Maximum number of user >> Save setting.

Setelah itu klik pada bagian PC yang kita gunakan, pilih Desktop >> klik DHCP, maka setelah itu akan langsung tampil IP Address dari PC yang kiata gunakan tanpa perlu memberi IP Address satu per satu.

Untuk menguji jaringan ini lakukan perintah command prompt Yaitu dengan cara klik PC >> pilih Command prompt >> ping IP Address PC yang di tuju

VI. Kesimpulan
Berdasarkan hasil praktikum mengenai Jaringan dasar dan pemberian IP Address static dan dhcp, dapat disimpulkan bahwa kita bisa membangun atau membuat sebuah simulasi jaringan kecil pada simulator ini. Mulai dari jaringan yang menggunakan sambungan kabel utp, jaringan dengan backbone, baik yang 2 domain atau 3 domain, juga dapat di ubah semua jaringan dengan menggunakan fiber optic semua, tapi setiap port yang ingin di hubungkan dengan jaringan fiber optic, harus diganti terlebih dahulu port nya dengan port FGE yang terintegrasi dengan sambungan kabel fiber optic. Jaringan dengan menggunakan sambungan kabel fiber optic lebih bagus daripada dengan menggunakan kabel utp karena dari kecepatan data juga lebih baik dan cepat menggunakan kabel fiber optic. Dan juga dalam pembelajaran mengenai sistem pemberian IP Address dengan DCHP lebih mudah apalagi jika computer yang digunakan dalam jumlah banyak karena tidak perlu lagi member alamat satu per satu ke masing masing computer, cukup dengan mengatur dan memberikan IP Address pada Server dan juga Linksys Wireless maka secara otomatis computer sudah langsung memiliki IP Address masing masing.