Anda di halaman 1dari 5

Adab Adab Di Masjid

1. Berdoa saat masuk masuk dan keluar masjid Diantara kesalahan yang dilakukan banyak orang ialah tidak berdoa saat masuk masjid, padahal nabi menganjurkannya sebagai mana dalam sabda beliau : Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, hendaklah dia mengucapkan Ya Allah bukalah bagiku pintu-pintu rahmatMu. Dan jika keluar, ucapkanlah Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadamu dari karuniamu. (HR. Muslim) 2. Masuk masjid dengan kaki kanan Disunnahkan masuk masjid dengan kaki kanan, karena memulai dengan kaki kanan untuk setiap yang dimuliakan, sebagai mana yang diriwayatkan dari Anas bin Malik, ia mengatakan : Disunnahkan ketika masuk masjid, anda memulai dengan kaki kanan dan jika keluar dengan kaki kiri. (HR. Hakim). Imam Bukhari menuliskan dalam shahihnya satu bab yang berjudul Memulai dengan kaki kanan ketika masuk masjid dan selainnya, kemudian ia mengatakan, Ibnu Umar biasa memulai dengan kaki kanannya, dan apabila keluar i a memulai dengan kaki kirinya. Tetapi kebanyakan manusia meremehkan sunnah ini atau tidak mengetahuinya. 3. Menghadiri Shalat berjamaah dengan pakaian yang terbaik yang dimiliki Pemandangan yang ironi sebagaian dari kaum muslimin adalah mendatangi rumah Allah dengan pakaian seadanya bahkan pakaian yang buruk, padahal ketika mendatangi suatu acara pesta atau hendak menemui orang yang dianggapnya penting tidak jarang mereka melakukan persiapan yang luar biasa, bahkan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Justru yang sangat dianjurkan baginya adalah setiap kali mendatangi masjid dengan pakaian yang terbaik yang dimilikinya sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah :

Hai Anak adam, pakailah pakaianmu yang indah disetiap memasuki masjid. (Qs alAraf:31). 4. Melakukan shalat dua rakaat (Tahiyyatul masjid) setiap memasuki masjid Banyak orang menganggap remeh melakukan shalat tahiyyatul masjid, padahal Nabi shallallahu alaihi wa sallam memerintahkannya setiap kali seseorang masuk kedalam masjid. Dari Abu Qatadah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda : Jika Salah seorang dari kalian masuk masjid maka hendaklah shalat dua rakaat sebelum duduk (HR. Bukhari), hingga sekiranya ia masuk masjid pada saat khutbah Jumat telah berlangsung. Berdasarkan apa yang diriwayatkan imam Muslim dalam sahihnya Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda : Jika salah seorang dari kalian datang pada hari jumat pada saat imam sedang berhutbah maka shalatlah dua rakaat dengan cepat. 5. Tidak mengeraskan suara ketika di masjid Masjid adalah rumah Allah, ketika seorang masuk muslim masuk kedalam rumah Allah maka ia harus merendahkan suaranya sebagai etika bersama Allah. Ketika Umar bin Khattab melihat dua orang yang mengeraskan suaranya di masjid, maka ia mengutus Said bin Zaid kepada keduanya dengan mengatakan, Pergilah lalu bawahlah keduanya kepadaku. Kata Said, Aku pun membawa keduanya. Umar bertanya, Siapa kalian? Atau Dari mana asal kalian?, Keduanya mengatakan, Dari penduduk Thaif. Umar mengatakan, Seandainya kalian berasal dari penduduk negeri ini, niscaya Aku telah menghukum kalian, karena kalian mengeraskan suara di masjid Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Membicarakan urusan dunia di masjid berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah tidak bangkit dari shalat yang beliau pakai untuk menunaikan shalat subuh hingga matahari terbit, ketika matahari terbit Beliau bangkit, sementara para sahabat

berbincang-bincang dan bercerita tentang perkara jahiliyah, lalu mereka tertawa dan tersenyum.

Rasulullah mendiamkan para sahabatnya membicarakan perkara jahiliyyah di masjid, menunjukkan berbicara di masjid itu boleh, tetapi dua hal yang mesti dijaga : Pertama; Tidak mengeraskan suara, dan Kedua; Tidak mengganggu orang yang sedang shalat. 6. Larangan keluar masjid sesudah Adzan tanpa alasan yang dibenarkan

Sebagian orang keluar dari masjid sesudah adzan tanpa adanya alasan yang dibenarkan oleh syariat padahal ini adalah merupakan kesalahan yang besar. At-Tirmidzi mengatakan menurut ahli ilmu dari kalangan sahabat Rasullullah dan generasi sesudahnya, bahwa seseorang tidak boleh keluar dari masjid sesudah adzan kecuali karena udzur, misalnya belum berwudhu atau sesuatu yang mengharuskannya keluar dari masjid (buang hajat, meludah, dan sebagainya). 7. Larangan transaksi jual-beli dan mengumumkan barang hilang di masjid. Masjid adalah pasar akhirat, tidak seharusnya masjid dijadikan pasar dunia. Haramnya melakukan jual di masjid, baik barang itu ada di masjid atau tidak, karena Nabi melarang hal itu, dari Amr bin al Ash, ia mengatakan : Rasulullah melarang jual beli di dalam masjid dan mengumumkan barang yang hilang. Bahkan Nabi menyuruh kepada siapa yang melihat orang yang melakukan transaksi jual beli di masjid supaya mendoakan kerugian terhadapnya sebagaimana sabda beliau : Jika kalian melihat orang yang berjual beli dimasjid, maka katakana semoga Allah tidak memberikan keuntungan kepada perdaganganmu. Dan jika kalian melihat orang yang mengumumkan barang yang hilang dimasjid, maka katakan,semoga Allah tidak mengembalikannya kepadamu. (HR. Tirmidzi).

Dari doa Nabi shallallahu alaihi wa sallam di atas menunjukkan kepada kita bahwa beliau sangat membenci kedua perbuatan tersebut dengan mendoakan orang yang melakukannya tidak mendapatkan keberuntungan sekaligus menjadikan hal ini sesuatu yang terlarang. 8. Larangan menggantungkan jam lonceng di masjid Di sebagian masjid kita menjumpai jam yang berdering ketika melewati tiap-tiap satu jam, dering yang menyerupai lonceng gereja, apa lagi yang memang ada bunyi unsur musik di dalamnya. Hal ini merupakan hal yang dilarang dalam Islam. Apalagi jika jam tersebut berada di rumah Allah yang merupakan tempat suci, yang tentunya sangat tidak pantas memasukkan atau menempatkan sesuatu yang bertentangan dari apa yang disyariatkanNya. 9. Melintas di masjid tanpa mengerjakan shalat Sebagian orang masuk masjid untuk mencari seseorang misalnya, dan keluar tanpa melakukan shalat Tahiyyatul masjid. Jika masjid memiliki dua pintu, maka sebagian dari mereka masuk dari salah satu pintunya dan keluar dari pintu yang lainnya tanpa mengerjakan shalat, ini semua salah. Tetapi semestinya ia mengerjakan shalat dua rakaat (Tahiyyatul masjid) untuk menghormati masjid dan ini merupakan etika di rumah Allah. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengatakan : Janganlah menjadikan masjid sebagai jalan kecuali untuk berdzikir atau sholat. (HR. At-Thabrani). 10. Menutup dan mengunci pintu masjid setelah shalat Diantara kesalahan yang muncul pada saat ini menutup dan mengunci pintu masjid sesudah shalat. Masjid adalah rumah Allah, semestinya rumah Allah senantiasa terbuka untuk para hambaNya diwaktu apapun yang mereka sukai, sehingga dalam hal ini pengurus masjid sangat diharapkan mengangkat bujang masjid (penjaga masjid) yang amanah, mampu menjaganya dengan baik, membersikan, dan membukanya sepanjang hari untuk jamaah. Tetapi dalam hal ini tentunya perlu ada kompensasi yang memadai bagi bujang masjid, sehingga masjid akan terpelihara dengan baik dan tercapainya tujuan didirikannya rumah

Allah tersebut. Bahkan ada kekhawatiran bila penutupan ini menghalangi dari jalan Allah, dan kehawatiran bila masuk dalam kategori firman Allah Subhanahu wa Taala: Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang manghalang-halangi menyebut nama Allah dalam masjid-masjidNya. (QS al-Baqarah: 114) Inilah beberapa hal yang menjadi ada-adab ketika seorang berada di dalam rumah Allah, dan sepatutnya kita memiliki perhatian besar akan hal tersebut sebagai perwujudan ketaqwaan kita kepada Allah dan memuliakan syiar-syiar-Nya.

Allahu waliyyu taufiq.[]

Sumber: http://wahdahmakassar.org/adab-adab-di-dalam-masjid/#ixzz2cquPXMBl Follow us: @wimakassar on Twitter | wimakassar on Facebook