Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH

BAHASA INDONESIA PIDATO


O L E H KELOMPOK 7 NISPASANTI HASLINDAH HARIANTI MUHAMMAD RIZAL ANSARI KELAS 1.A AKADEMI KEPERAWATAN MAKASSAR 2013 / 2014

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL DAFTAR ISI BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang 1.2 Rumusan Masalah 1.3 Tujuan

BAB 2 PEMBAHASAN
2.1 Definisi / Pengertian Pidato 2.2 Fungsi Pidato 2.3 Jenis-jenis Pidato 2.4 Metode Berpidato 2.5 Kerangka Susunan Pidato 2.6 Persiapan Pidato 2.7 Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Berpidato

BAB 3 PENUTUP
3.1 Kesimpulan 3.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Berbicara yang akan dapat meningkatkan kualitas eksistensi (keberadaan) di tengah-tengah orang lain, bukanlah sekadar berbicara, tetapi berbicara yang menarik (atraktif), bernilai informasi (informatif), menghibur (rekreatif), dan berpengaruh (persuasif). Dengan kata lain, manusia mesti berbicara berdasarkan seni berbicara yang dikenal dengan istilah retorika. Retorika adalah seni berkomunikasi secara lisan yang dilakukan oleh seseorang kepada sejumlah orang secara langsung bertatap muka. Oleh karena itu, istilah retorika seringkalidisamakan dengan istilah pidato. Pada saat berpidato sudah dapat dipastikan bahwa akan terjadi hubungan antara yang berpidato dengan yang diberi pidato. Oleh sebab itu maka yang berpidato (pembicara) hendaknya mempersiapkan dirinya dengan sebaik- baiknya, agar tercapai apa yang diharapkannya. Pidato yang baik dapatmemberikan suatu kesan positif bagi orang-orang yang mendengar pidatotersebut. Kemampuan berpidato atau berbicara yang baik di depan publik / umum dapat membantu untuk mencapai jenjang karir yang baik.

1.2 Rumusan Masalah Untuk berpidato sangat diperlukan pengetahuan yang cukup, keberaniandan ketabahan mental yang kuat, disamping telah memahami tehnik dan pedoman berpidato. Untuk itu agar mahir dalam menyampaikan pidato yang baik maka yang bersangkutan seharusnya menambah pengetahuan dan melatih diri dengan serius. Dan dalam Makalah ini akan disuguhkan semua yang berkaitan dengan pidato yakni pengertian pidato, jenis-jenis pidato, kerangkasusunan pidato, langkah-langkah penyusunan pidato, persiapan sebelum melakukan pidato, dan hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam berpidato.

1.3 Tujuan 1. Memberikan informasi kepada pendengar, yaitu menyampaikan suatu pemahaman berupa informasi kepada pendengar. 2. Persuasif/mengajak, yaitu memengaruhi pendengar agar mengikuti saran atau propaganda yang diungkapkan oleh pelaku pidato. 3. Hiburan atau rekreasi, yaitu membuat orang lain senang dengan pidato yang menghibur sehingga pidato yang disampaikan akan memuaskan.

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Definisi / Pengertian Pidato Pidato adalah suatu ucapan dengan susunan yang baik untuk disampaikankepada orang banyak. Pidato juga berarti kegiatan seseorang yang dilakukandi hadapan orang banyak dengan mengandalkan kemampuan bahasa sebagaialatnya. Berpidato pada dasarnya merupakan kegiatan mengungkapkan pikirandalam bentuk kata-kata (lisan) yang ditujukan kepada orang banyak dalamsebuah forum. Seperti pidato kenegaraan, pidato menyambut hari besar, pidato pembangkit semangat, pidato sambutan acara atau event, dan lainsebagainya. Menurut Emha Abdurrahman dalam bukunya tehnik dan pedoman berpidato, pidato adalah penyampaian uraian secara lisan tentang sesuatu hal(masalah) dengan mengutarakan keterangan sejelas-jelasnya di hadapanmassa atau orang yang banyak pada suatu waktu tertentu. Namun, dalam abad modern ini saluran-saluran berpidato tidak terbataskepada pidato secara langsung di depan massa melainkan bisa menggunakansaluran-saluran lain, misalnya pidato di saluran radio, saluran televisi, ataurekaman pada kaset.

2.2 Fungsi Pidato Pidato umumnya melakukan satu atau beberapa hal berikut ini : 1. Mempengaruhi orang lain agar mau mengikuti kemauan yang disarankandengan suka rela. 2. Menyampaikan informasi dan atau suatu pemahaman kepada pendengarnya. 3. Membuat orang lain senang dengan pidato yang menghibur sehinggaorang lain senang dan puas dengan ucapan yang disampaikan. 4. Mendidik. 5. Propaganda. 6. Penyambung lidah seseorang. Dengan melihat beberapa tujuan pidato diatas maka seseorang dapatdengan lebih jelas menentukan sikap pada saat akan atau ketika sedang berpidato, bahkan dengan mengetahui manfaat tersebut seseorang yang berpidato dapat mengukur sendiri, apakah pidato yang dibawakannya itu berhasil ataukah gagal.

2.3 Jenis-jenis Pidato Pidato Pembukaan Berupa pidato singkat yang biasa dibawakan oleh pembawa acara atau mc (master of ceremony). Pidato Pengarahan Pidato yang disampaikan untuk mengarahkan suatu acara yang akan/sedang dilaksanakan. Pidato Sambutan Pidato yang disampaikan pada suatu kegiatan atau acara tertentu dan dapat dilaksanakan oleh beberapa orang secara bergantian dengan jenjang waktu tertentu. Pidato Peresmian Pidato yang biasa dilaksanakan oleh seseorang yang berpengaruh ketika akan meresmikan sesuatu. Pidato Laporan Pidato yang isinya bertujuan untuk melaporkan hasil dari suatu tugas atau kegiatan. Pidato Pertanggungjawaban Pidato yang berisi tentang pernyataan suatu petanggungjawaban terhadap kegiatan tertentu. 2.4 Metode Berpidato Impromptu Pidato yang dilakukan secara serta-merta dan tanpa persiapan terlebih dahulu. Misalkan seseorang yang menghadiri suatu acara tertentu dan tiba-tiba tanpa sepengetahuannya dipersilahkan untuk menyampaikan pidato, maka yang demikian disebut berpidato dengan metode impromptu. Memoriter Pidato Yang ditulis dalam bentuk naskah dan kemudian dihafalkan kata demi kata. Metode ini sering digunakan dalam suatu perlombaan pidato yang memiliki tema tertentu. metode ini dianggap kurang efektif karena dapat mengurangi nilai komunikasi si pelaku pidato terhadap pendengar karena kemungkinan besar si penceramah berupaya mengingat-ngingat isi pidato yang ingin disampaikan.

Naskah Yaitu metode berpidato menggunakan naskah. Disini tidak dikenal istilah menyampaikan pidato, namun membacakan pidato karena pembicara akan menyampaikan pidato dari awal sampai akhir. Metode ini sangat perlu dilakukan jika isi pidato yang disampaikan harus benar-benar akurat dan tidak boleh terdapat kesalahan, misalkan seseorang yang ingin menyampaikan tentang isi laporan keuangan suatu kegiatan, maka dalam hal ini laporan perlu dibacakan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Ekstemporan Metode berpidato dengan terlebih dahulu menyiapkan garis besar konsep pidato yang akan disampaikan (outline) dan pokok penunjang pembahasan (supporting point). Jenis pidato ini adalah jenis pidato yang paling baik dan sering dilakukan oleh pembicara yang telah mahir dan berpengalaman. 2.5 Kerangka Susunan Pidato Pembukaan Berisi salam pembuka dan ucapan penghormatan kepada institusi tertentu. Pendahuluan Berisi sedikit penyataan tentang ulasan yang ingin disampaikan. Isi Materi pidato secara sistematis, maksud, tujuan, sasaran, langkah, dll. Penutup Berisi Kesimpulan, harapan, pesan dan salam penutup dari pidato yang disampaikan. 2.6 Persiapan Pidato Sebelum memberikan pidato di depan umum, ada baiknya untuk melakukan persiapan berikut ini : 1. 2. 3. 4. 5. Mengetahui wawasan pendengar pidato secara umum. Mengetahui lama waktu atau durasi pidato yang akan dibawakan. Menyusun kata-kata yang mudah dipahami dan dimengerti. Mengetahui jenis pidato dan tema acara. Menyiapkan bahan-bahan dan perlengkapan pidato, dsb.

2.7 Hal-hal yang harus diperhatikan dalam Berpidato Berpidato yang baik harus memperhatikan beberapa syarat, diantaranya : Berbusana yang sopan dengan melihat situasi, macam latar belakang pendengarnya, acara yang akan disuguhkan panitia. Pergunakan bahasa yang sopan dan komunikatif sesuai dengan tingkat bahasa pendengarnya. Pergunakan bahasa baku jika berpidato dalamforum resmi, misalnya : seminar, rapat, sidang dsb. Materi pidato harus sesuai dengan yang diinginkan pendengar. Janganmenggunakan materi yang justru bertentangan dengan kemauan, adat,norma, agama atau tatanan yang dianut oleh masyarakat pendengar. Penampilan harus dengan rasa percaya diri, tidak minder rendah diri,takut, bingung atau grogi. Jangan memfonis pendengar denganmemaksakan pendapat atau kehendak.

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan Pidato ialah suatu ucapan dengan memperhatikan susunan kata yang baik untuk disampaikan kepada orang banyak. Pidato umumnya bertujuan memberikan informasi, mengjak dan memberi hiburan kepada pendengar. Jenis Pidato terdiri dari 6 macam, yaitu : pidato pembukaan, pidato pengarahan, pidato sambutan, pidato peresmian, pidato laporan dan pidato pertanggungjawaban. Metode berpidato terbagi 4, yakni : impromptu, memoriter, naskah, dan ekstemporan. Menyusun pidato terdiri dari 4 kerangka yaitu: pembukaan, pendahuluan, isi dan penutup.

3.2 Penutup Setiap siswa seharusnya bisa memahami pemahaman tentang pidato dengan baik. Karena penerapan ilmu berpidato sangat berguna dalam mengasah kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi siswa. Dalam menjawab soal tentang pidato terutama yang berkaitan dengan melengkapi teks pidato, siswa seharusnya lebih memperhatikan kerangka susunan pidato dengan baik, sehingga hal itu dapat mempermudah siswa untuk menganalisis jawaban yang sesuai untuk melengkapi kerangka pidato tersebut.

DAFTAR PUSTAKA
Abdurrahman, Emha. ______.Tehnik dan Pedoman Berpidato. Surabaya: CV. Amin .http://copiyan.wordpress.com/2010/02/28/jenis-jenis-pidato/(diakses tanggal 28 September 2013) Anonim. 2008.

Rakhmat, Jalaluddin. 2004. Retorika Modern Pendekatan Praktis .Bandung: PTRemaja Rosdakarya

www.google.com

www.wikipedia.com