Anda di halaman 1dari 7

Gangguan endokrin pada lansia Mei 8, 2009 aqies I.

GANGGUAN ENDOKRIN Sistem endokrin adalah sistem kontrol kelenjar tanpa saluran (ductless) yang menghasilkan hormon yang tersirkulasi di tubuh melalui aliran darah untuk mempengaruhi organ-organ lain. Hormon bertindak sebagai pembawa pesan dan dibawa oleh aliran darah ke berbagai sel dalam tubuh, yang selanjutnya akan menerjemahkan pesan tersebut menjadi suatu tindakan. Sistem endokrin tidak memasukkan kelenjar eksokrin seperti kelenjar ludah, kelenjar keringat, dan kelenjar-kelenjar lain dalam saluran gastrointestin. System endokrin merupakan bagian dari system pengatur tubuh, pengaturan berbagai fungsi metabolism tubuh. Gangguan system endokrin Perubahan Sistem Endokrin pada Lansia 1. Produksi dari hamper semua hormone menurun 2. Fungsi paratiroid dan sekresinya tidak berubah 1. Pituitari : pertumbuhan ada tetapi lebih rendah dan hanya di dalam pembuluh darah. Berkurangnya produksi dari ACTH, TSH, FSH, dan LH. 2. Menurunnya aktivitas tiroid, menurunnya BMR dan menurunnya daya pertukaran zat 3. Menurunnya produksi aldosteron 1. Menurunnya sekresi hormone kelamin, misalnya progesterone, estrogen, dan testosterone 2. Bertambahnya insulin, norepinephrin, parathormon, vasopressin 3. Berkurangnya tridotironin 4. Psikomotor melambat Gangguan Endokrin pada Lansia 1. Menopause

Menopause adalah suatu masa peralihan dalam kehidupan wanita dimana ovarium atau indung telur berhenti menghasilakn sel telur, aktivitas menstruasi berkurang atau berhenti, dan pembentukan hormone wanita (estrogen dan progesteron berkurang). Hal ini disebabkan karena pertambahan usia sehingga ovarium menjadi kurang tanggap terhadap rangsangan LH dan FSH yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisa. Akibatnya ovarium melepaskan lebih sedikit estrogen dan progesteron, dan pada akhirnya proses ovulasi terhenti. Menopause dibagi menjadi 2, yaitu :

Menopause dini

Menopause yang terjadi sebelum usia 40 tahun

Menopause buatan

Merupakan akibat dari campur tangan medis yang menyebabkan berkurangnya atau berhentinya pelepasan hormon oleh ovarium. Etiologi menopause 1. Alami : semakin tua, folikel wanita makin resisten terhadap stimulasi hormon gonadotropin dan reaksi umpan balik negatif terhadap hipotalamus. Akibatnya FSH dan LH di darah akan naik dan berakibat stimulasi stromal terhadap ovarium. Kadar estrogen dan progesteron pun menurun. Akhirnya terjadi feedback negatif dengan peningkatan FSH dari kalenjar hipofise. Tubuh pun bereaksi dengan menopause 2. Buatan: Akibat tindakan bedah (surgical menopause) atau pengobatan kanker (medical menopause)Sehingga perlu dilakukan operasi pengangkatan indung telur/ ovarium Gejala-gejala menopause

Hot flashes Vagina menjadi kering Gejala psikis dan emosional

Pusing, kesemutan, dan jantung berdebar Hilangnya kendali terhadap kandung kemih Peradangan kandung kemih atau vagina Penyakit jantung dan pembuluh darah

Patofisiologi 1. Pramenopause : Kekacauan siklus haid, perubahan psikologis/ kejiwaan, perubahan fisik, pendarahan memanjang dan relatif banyak, terkadang disertai nyeri haid (dismenorea), usia antara 48-55 tahun, berlangsung selama 4-5 tahun. 2. Perimenopause : Merupakan masa peralihan dengan siklus haid yang tidak teratur, mulai mengalami keluhan klimaterik, kadar FSH, LH, dan estrogen bervariasi, kadar progesteron rendah. 3. Menopause : Haid berhenti, kadar estrogen berkurang, perubahan serta keluhan psikologik dan fisik makin menonjol, usia antara 56-60 tahun, berlangsung 3-4 tahun. 1. Pascamenopause : Adaptasi perubahan psikologik dan fisik, ovarium sudah tidak berfungsi, hormon gonadotropin meningkat, keluhan makin berkurang, usia 60-65 tahun. 2. Andropause Istilah andropause yang menimpa pria memang belum memasyarakat. Bahkan cenderung dianggap mitos. Padahal seluruh jenis hormone yang menurun itu merupakan kenyataan. Andropause berbeda dengan menopause. Andropause kadang- kadang disebut pula dengan istilah padam (partial androgen deficiency in aging male). Maksudnya, hormone reproduksi pria yang mulai menurun, namun tidak bersifat total. Tanda-tandanya: mudah berkeringat, merasa panas, gelisah, susah tidur, takut, cepat depresi, cepat lelah. Mereka yang mengalami Andropause merasa tidak percaya diri, turunnya motivasi, menghargai diri sendira, dan ketajaman mental. Mereka pun merasa tenaga dan kekuatannya berkurang termasuk massa pada ototnya, selain kehilangan bulu-bulu

sexsual ditubuhnya. Hal tersebut di barengi dengan penumpukan lemak di daerah perut. Minat terhadap seksual ikut menurun, disertai dengan perubahan tingkah laku maupun aktivitas seksualnya. Dengan sendirinya, kualitas orgasme dan kemampuan ereksi berkurang pula bersama dengan ejakulasi hingga volumenya menurun. 1. Osteoporosis Primer Osteoporosis primer sering menyerang wanita paska menopause dan juga pada pria usia lanjut dengan penyebab yang belum diketahui.

Osteoporosis postmenopausal terjadi karena kekurangan estrogen (hormon utama pada wanita), yang membantu mengatur pengangkutan kalsium ke dalam tulang pada wanita. Biasanya gejala timbul pada wanita yang berusia di antara 51-75 tahun, tetapi bisa mulai muncul lebih cepat ataupun lebih lambat.

Osteoporosis senilis kemungkinan merupakan akibat dari kekurangan kalsium yang berhubungan dengan usia dan ketidakseimbangan diantara kecepatan hancurnya tulang dan pembentukan tulang yang baru.Senilis berarti bahwa keadaan ini hanya terjadi pada usia lanjut. Penyakit ini biasanya terjadi pada usia diatas 70 tahun dan 2 kali lebih sering menyerang wanita. Wanita seringkali menderita osteoporosis senilis dan postmenopausal.

1. Diabetes Melitus Tipe II Pada diabetes tipe 2 terdapat dua masalah utama yang berhubungan dengan insulin, yaitu resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin. Normalnya insulin akan terikat dengan reseptor khusus pada permukaan sel. Sebagai akibat terikatnya insulin dengan reseptor tersebut, terjadi suatu rangkaian reaksi dalam metabolisme glukosa di dalam sel. Resistensi insulin pada diabetes mellitus tipe 2 disertai dengan penurunan reaksi intrasel. Dengan demikian insulin menjadi tidak efektif untuk menstimulasi pengambilan glukosa. Seiring pertambahan usia, sel-sel tubuh menjadi lebih resistant terhadap insulin, yang mengurangi kemampuan lansia untuk memetabolisme glukosa. Selain itu, pelepasan insulin dari sel beta pankreas berkurang dan melambat. Hasil dari

kombinasi proses ini adalah hiperglikemia. Pada lansia, konsentrasi glukosa yang mendadak dapat meningkatkan dan lebih memperpanjang hiperglikemia. Diabetes tipe 2 pada lansia disebabkan oleh sekresi insulin yang tidak normal, resistansi terhadap kerja insulin pada jaringan target, dan kegagalan glukoneogenesis hepatic. Penyebab utama hiperglikemia pada lansia adalah peningkatan resistansi insulin pada jaringan perifer. Meskipun jumlah reseptor insulin sebenarnya sedikit menurun seiring pertambahan usia, resistansi dipercaya terjadi setelah insulin berikatan dengan reseptor tersebut. Selain itu, sel-sel beta pulau Langerhans kurang sensitif terhadap kadar glukosa yang tinggi, yang memperlambat produksi glukosa di hati. Tanda dan Gejala

Penurunan berat badan dan kelelahan Kehilangan selera makan Inkontinensia Penurunan penglihatan Konfusi atau derajat delirium Konstipasi atau kembung abdomen Retinopati atau pembentukan katarak Perubahan kulit
o

Penurunan

nadi

perifer,

kulit

dingin,

penurunan

reflex,

dan

kemungkinan nyeri perifer atau kebas

Hipotensi ortostatik

1. Hipertiroid Hipertiroid adalah suatu keadaan dimana kelenjar tiroid bekerja secara berlebihan, sehingga menghasilkan sejumlah besar hormone tiroid. Hipertiroid bisa ditemukan dalam bentuk penyakit Graves,gondok noduler toksik atau hipertiroidisme sekunder. Hipertiroid bisa disebabkan oleh tumor hipofisa yang menghasilkan terlalu banyak TSH, sehingga merangsang tiroid untuk menghasilkan hormone tiroid yang berlebihan. Penyebab lainnya adalah perlawanan hipofisa terhadap hormone tiroid sehingga kelenjar hipofisa menghasilkan terlalu banyak TSH.

Penyebab dari hipertiroidisme adalah:


Reaksi imunologis Tiroiditis Adenoma tiroid toksik

Gejala pada hipertiroid Pada hipertiroidisme, apapun penyebabnya, terjadi peningkatan fungsi tubuh

Jantung berdetak lebih cepat dan bisa terjadi kelainan irama jantung, yang bisa menyebabkan palpitasi(jantung berdebar-debar)

Tekanan darah cenderung meningkat Penderita merasakan hangat meskipun berada dalam ruangan yang sejuk Kulit menjadi lembab dan cenderung mengeluarkan keringat yang berlebihan Tangan memperlihatkan tremor (gemetaran) halus Penderita merasa gugup, letih dan lemah meskipun tidak melakukan kegiatan yang berat

Nafsu makan bertambah, tetapi berat badan berkurang Sulit tidur Sering buang air besar, kadang disertai diare Terjadi perubahan pada mata : bengkak di sekitar mata, bertambahnya pembentukan air mata, iritasi dan peka terhadap cahaya. Gejala ini akan segera menghilang setelah pelepasan hormon tiroid terkendali, kecuali pada penyakit Graves yang menyebabkan gangguan mata khusus.

1. Hipotiroid Hipotiroidi adalah suatu keadaan dimana kelenjar tiroid. tiroidkurang yang aktif dan berat

menghasilkan

terlalu

sedikit hormon

Hipotiroid

sangat

disebut miksedema. Penyebab hipotiroid adalah pengobatan terhadap hipertiroidisme. Baik yodium radioaktif maupun pembedahan cenderung menyebabkan hipotiroidisme.

Kekurangan yodium jangka panjang dalam makanan, menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme goitrosa).

Gejala pada hipotiroid:


Kekurangan hormon tiroid menyebabkan melambatnya fungsi tubuh. Ekspresi wajah menjadi tumpul suara menjadi serak dan berbicara menjadi lambat Rambut menjadi tipis, kasar dan kering kulit menjadi kasar, kering, bersisik dan menebal. Denyut nadi bisa melambat telapak tangan dan telapak kaki tampak agak oranye (karotenemia)