Anda di halaman 1dari 7

NAMA NIM KELAS

: ISROMIARTI KONNI ASTUTI : 0611 3040 0346 : 2 KC

Perusahaan yang menerapkan Sistim Manajemen Lingkungan dan bersertifikat ISO 14001:2004 : PT PERKEBUNAN NUSANTARA IV

Pengendalian Limbah PKS melalui IPAL Agar tidak mencemari lingkungan , terhadap limbah cair dari PKS dilakukan Pengendalian Limbah secara Micro Biologis dengan sistem Aerobic untuk standar dalam nilai ambang batas. Di dalam mengatasi hal tersebut Kebun Air Batu membangun IPAL (Instalasi Pengendalian Air Limbah) dengan memiliki 7 kolam limbah yang terdiri dari : 1. Seading Pond 2. An Aerobic Pond I (Acidification) 3. An Aerobic Pond II (Acidification) 4. An Aerobic Pond (Degradation) 5. An Aerobic Pond (Naturation) 6. Aerobic Pond

7. Sedimentation Pond dengan luas Areal seluruhnya : 8 Ha.

Pengendalian Limbah PKS melalui LAND APPLICATION PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero) Unit Usaha Kebun Air Batu juga telah menerapkan Land Application dengan mendistribusikan hasil limbah cair PKS ke areal-areal tanaman kebun kelapa sawit. Untuk saat ini Land Application sedang melayani 60 Ha areal perkebunan kelapa sawit dengan menggunakan sistem pengaliran melalui pipa yang dipompa dari kolam IPAL. Adapun pipa yang digunakan adalah : 1. Pipa Primer 6 = 1.150 M 2. Pipa Scunder 4 = 1.850 M 3. Sumur Pantau 2 buah.

Fungsi dari sumur pantau tersebut adalah sebagai alat parameter terhadap dampak yang ditimbulkan dari limbah tsb. sampai saat ini hasil pengujian limbah akhir PKS kebun Air Batu masih dibawah ambang batas yang telah ditentukan oleh pemerintah.

ISO 9001: 2008 & ISO 14001:2004 Untuk mendukung pekembangan Jaman dan pesatnya permintaan pangsa pasar dunia Unit Usaha Kebun Air Batu sejak tahun 2007 juga telah menerapkan suatu sistem yaitu Sistem Manjemen Mutu (ISO 9001:2008) baik itu dibidang Pabrik Pengolahan Kelapa sawit (PKS) maupun dibidang Perkebunan Tanaman Kelapa Sawit dan Sistem manajemen Lingkungan (ISO 14001:2004). Dan pada bulan Oktober 2010 diadakan penggabungan antara ISO 9001:2008 dan ISO 14001:2004 atau lebih dikenal dengan INTEGRASI Sistem secara Mandiri. Untuk Sistem tersebut Unit Usaha Kebun Air Batu juga telah menjalani Audit Sertifikasi dan Surveilance setiap tahun sejak tahun 2007 oleh Badan Sertifikasi TUV NORD Indonesia, dengan merekomondasikan bahwa Unit Usaha Kebun Air Batu berhak dan layak untuk mendapat SERTIFIKAT ISO 9001: 2008 & ISO 14001:2004.

RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil)

untuk mengantisipasi adanya isu global mengenai kebun kelapa sawit Unit Usaha Kebun Air Batu juga telah menerapkan RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil) yang memiliki pengertian bahwa : Pengelola perkebunan kelapa sawit dan pabrik kelapa sawit secara berkelanjutan dengan memperhatikan faktor lingkungan sosial dan ekonomi secara terpadu. sehingga dapat juga disimpulkan bahwa RSPO juga akan membawa perekebunan kelapa sawit menjadi Perkebunan kelapa sawit yang LESTARI. PTP Nusantara IV (Persero) PKS Unit Kebun Air Batu yang bergerak dibidang perkebunan khususnya pengelolaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang berlandaskan pada tanggung jawab mutu dan lingkungan serta beroreantasi pada kepuasan pelanggan, maka manajemen menetapkan komitmen dan kebijakan sebagai berikut: 1. Mematuhi peraturan perundang-undangan dan persyaratan lainnya terkait dengan mutu dan lingkungan. 2. Senantiasa berusaha meningkatkan kinerja melalui peningkatan kuantitas dan kualitas produksi. 3. Senantiasa berusaha memenuhi atau melampaui harapan pelanggan, pemegang saham, karyawan dan pihak terkait lainnya. 4. Mencegah terjadinya pencemaran air, tanah, udara berupaya untuk mengelola, meminimalkan dan pemanfaatan limbah padat, cair baik berbahaya maupun tidak berbahaya dan mengendalikan emisi gas buang. 5. Mengefektifkan dan mengefisiensikan pemakaian sumber daya dan senantiasi meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungan dengan perbaikan secara berkelanjutan. 6. Membangun dan menjalankan sistem manajemen tanaman yang tepat untuk menjamin perbaikan/peningkatan terus menerus dan berkelanjutan. 7. Mengoptimalkan pengoperasian pabrik dengan pemeliharaan peralatan yang terencana dan terprogram. 8. Memperhatikan estetika lingkungan dalam pengoperasian dan pengembangan pabrik serta mendukung kelestarian lingkungan. 9. Meningkatkan kompetensi sumber daya manusia sesuai dengan kebutuhan perusahaan. 10. Senantiasa berusaha memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan di sekitarnya. 11. Menjalin hubungan yang harmonis dengan pekerja dan masyarakat sekitar.

http://www.ptpn4.co.id/UnitUsaha/GrupUnitUsahaIII/AirBatu.aspx

PT. Tanjung Buyu Perkasa Plantation (TBPP) Dalam membangun sebuah usaha, bukan hanya semata-mata aspek ekonomi (profit) yang dikedepankan, namun juga harus peduli terhadap aspek lingkungan (planet) dan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (people). Isu pelestarian dan perlindungan lingkungan hidup, keselamatan dan kesehatan kerja serta sosial masyarakat sekitar dijadikan prasyarat bagi setiap perusahaan yang ingin ikut berperan aktif dalam perdagangan dunia. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit, perusahaan kita juga berkomitmen untuk menjaga dan melestarikan lingkungan hidup dan memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja dalam menjalankan usahanya. Salah satu bentuk komitmen tersebut terwujud dalam pelaksanaan Audit Sertifikasi ISO 14001 di PT. Tanjung Buyu Perkasa Plantation (TBPP). Tujuan dari Audit Sertifikasi ISO 14001 : 2004 adalah untuk mendapatkan pengakuan (sertifikasi) terkait sistem dan kinerja lingkungan di lapangan. Dengan didapatkannya sertifikat ISO 14001 : 2004 diharapkan : pertama, dapat mengangkat citra perusahaan, meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperbesar pangsa pasar; kedua, mengurangi kecelakaan kerja; ketiga, menunjukkan ketaatan perusahaan terhadap Peraturan Perundang-undangan lingkungan dan lainnya yang relevan; keempat, memberi jaminan kepada konsumen mengenai komitmen dari Top Management terhadap lingkungan dan masih banyak lainnya. Audit Sertifikasi ISO 14001 : 2004 dilakukan oleh TUV Rheinland (salah satu Badan Sertifikasi). Proses pelaksanaan Audit Sertifikasi ISO 14001 : 2004 dilakukan 2 tahap, yaitu Audit Sertifikasi Tahap 1 (1st Stage Certification Audit) yang dilakukan pada tanggal 13-14 Februari 2012, Audit Sertifikasi Tahap 1 bertujuan untuk mengetahui sejauh mana implementasi ISO 14001 : 2004 di lapangan dan kesiapan dokumen terkait ISO 14001 : 2004 di PT. TBPP. Dan Audit Sertifikasi Tahap 2 (2nd Stage Certification Audit) pada tanggal 13-15 Maret 2012 di TS1, TS2, BTE dan TSM, dan pada tanggal 22 Maret 2012 di Kantor Pusat Jakarta (Departemen HRM dan Purchasing). Audit Sertifikasi Tahap 2 bertujuan untuk menentukan PT. TBPP layak atau tidak layak mendapatkan sertifikat ISO 14001 : 2004.

Dari hasil Audit Sertifikasi Tahap 2, tidak ditemukan ketidaksesuaian major (Major Nonconformities), ditemukan 2 ketidaksesuaian minor (Minor Nonconformities) dan 24 temuan observasi negatif (negatif observation). Salah satu syarat untuk mendapatkan sertifikasi ISO 14001 : 2004 adalah tidak boleh ada satupun temuan ketidaksesuaian major. Berdasarkan laporan ketidaksesuaian (Nonconformity Report/NCR) yang disampaikan saat closing meeting pada tanggal 15 Maret 2012 bahwa PT. TBPP layak diberikan sertifikat ISO 14001 : 2004. Tim Auditor TUV Rheinland akan merekomendasikan sertifikat baru ISO 14001 : 2004 untuk PT. TBPP dengan nomor sertifikat (Certificate Number) : ISO 14001 : 2004, ZN 01 104 126948. Sertifikat ISO 14001 : 2004 akan diberikan apabila PT. TBPP menindaklanjuti semua laporan ketidaksesuaian (NCR), dengan dilengkapi bukti-bukti perbaikan (evidence) laporan perbaikan harus sudah diterima Tim Auditor TUV Rheinland paling lama 4 minggu setelah audit. Pencapaian mendapatkan sertifikasi ISO 14001 : 2004 di PT. TBPP merupakan momentum awal dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang berwawasan lingkungan. Ibarat dalam suatu perjalanan, pencapaian ISO 14001 : 2004 ini ibarat baru sampai di bandara udara tujuan, masih ada lagi proses perjalanan ke tempat tujuan sebenarnya (utama), yaitu continuous improvement dalam melakukan efisiensi pemakaian sumber daya yang membutuhkan kerja keras, waktu lebih lama dan penuh tantangan, tetapi penuh dengan peluang asalkan adanya komitmen, konsistensi dan sinergi dari semua pihak sesuai tugas dan tanggung jawabnya. Setelah mendapat sertifikat ISO 14001 : 2004, PT. TBPP dalam setiap tahunnya akan dilakukan Surveillance Audit. Surveillance Audit pertama akan dilakukan pada bulan Februari 2013. Tidak menutup kemungkinan sertifikat ISO 14001 : 2004 PT. TBPP akan dicabut oleh Tim Auditor TUV Rheinland apabila saat Surveillance Audit ditemukan ketidaksesuaianketidaksesuian yang berpotensi menggagalkan sertifikasi ISO 14001 : 2004. (TPGmedia/04)

http://teladanprima.com/tpg/index.php?option=com_content&view=article&id=390:-pttbpp-raih-sertifikat-iso-14001--2004&catid=52:tpgmedia&Itemid=75

Dari dua perusahaan diatas yang telah menerapkan Sertifikat ISO 14001 : 2004, PTP Nusantara IV (Persero) PKS Unit Kebun Air Batu yang bergerak dibidang perkebunan khususnya pengelolaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang berlandaskan pada tanggung jawab mutu dan lingkungan serta beroreantasi pada kepuasan pelanggan, manajemen menetapkan komitmen dan kebijakan sebagai berikut: 1. Mematuhi peraturan perundang-undangan dan persyaratan lainnya terkait dengan mutu dan lingkungan. 2. Senantiasa berusaha meningkatkan kinerja melalui peningkatan kuantitas dan kualitas produksi. 3. Senantiasa berusaha memenuhi atau melampaui harapan pelanggan, pemegang saham, karyawan dan pihak terkait lainnya. 4. Mencegah terjadinya pencemaran air, tanah, udara berupaya untuk mengelola, meminimalkan dan pemanfaatan limbah padat, cair baik berbahaya maupun tidak berbahaya dan mengendalikan emisi gas buang. 5. Mengefektifkan dan mengefisiensikan pemakaian sumber daya dan senantiasi meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungan dengan perbaikan secara berkelanjutan. 6. Membangun dan menjalankan sistem manajemen tanaman yang tepat untuk menjamin perbaikan/peningkatan terus menerus dan berkelanjutan. 7. Mengoptimalkan pengoperasian pabrik dengan pemeliharaan peralatan yang terencana dan terprogram. 8. Memperhatikan estetika lingkungan dalam pengoperasian dan pengembangan pabrik serta mendukung kelestarian lingkungan. 9. Meningkatkan kompetensi sumber daya manusia sesuai dengan kebutuhan perusahaan. 10. Senantiasa berusaha memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan di sekitarnya. 11. Menjalin hubungan yang harmonis dengan pekerja dan masyarakat sekitar. Sedangkan PT TBPP masih kurang optimal dalam menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan, hal ini terbukti dari hasil Audit Sertifikasi Tahap 2, tidak ditemukan ketidaksesuaian major (Major Nonconformities), ditemukan 2 ketidaksesuaian minor (Minor Nonconformities) dan 24 temuan observasi negatif (negatif observation). Salah satu syarat untuk mendapatkan sertifikasi ISO 14001 : 2004 adalah tidak boleh ada satupun temuan ketidaksesuaian major. Berdasarkan laporan ketidaksesuaian (Nonconformity Report/NCR) yang disampaikan saat closing meeting pada tanggal 15 Maret 2012 bahwa PT. TBPP layak diberikan sertifikat ISO 14001 : 2004. Tim Auditor TUV Rheinland akan merekomendasikan sertifikat baru ISO 14001 : 2004 untuk PT. TBPP dengan nomor sertifikat (Certificate Number) : ISO 14001 : 2004, ZN 01 104 126948. Sertifikat ISO 14001 : 2004 akan diberikan

apabila PT. TBPP menindaklanjuti semua laporan ketidaksesuaian (NCR), dengan dilengkapi bukti-bukti perbaikan (evidence) laporan perbaikan harus sudah diterima Tim Auditor TUV Rheinland paling lama 4 minggu setelah audit.