Anda di halaman 1dari 4

MATERI PRAKTIKUM PERTEMUAN 2 THERMOREGULASI Thermoregulasi adalah proses pengaturan suhu tubuh.

Panas tubuh adalah merupakan hasil akhir dari proses oksidasi di dalam tubuh. Pengaturan suhu tubuh (termoregulasi), pengaturan cairan tubuh, dan ekskresi adalah elemen-elemen dari homeostasis.Bila suhu tubuh naik, maka proses oksidasi akan naik mencapai keadaan maksimum pada suhu optimal. Dipandang dari kemampuannya mengatur suhu tubuh berkaitan dengan produksi panas, binatang dibedakan menjadi 2 golongan, : Binatang Poikiloterm Binatang Homoioterm. Suhu tubuh binatang poikiloterm berubah-ubah tergantung pada suhu sekelilingnya, sehingga peoses-proses vital di dalam tubuhnya dipengaruhi oleh perubahan-perubahan suhu lingkungan. Termasuk binatang poikiloterm yaitu pisces, amphibi, dan reptile. Suhu tubuh dari golongan binatangbinatang ini sedikit diatas suhu lingkungannya. Binatang Homoiotherm suhu tubuhnya boleh dikatakan konstan, karena binatang ini mempunyai sentrum pengatur suhu tubuh yang baik. Penyesuaian fisiologi untuk mempertahankan temperatur tubuh sangat nyata perannya pada binatang homeotherm. Pada hakikatnya, kondisi homeostatis temperatur tubuh bisa tercapai karena adanya keseimbangan antara panas yang dihasilkan serta diterima oleh tubuh (produksi panas) dan panas yang hilang dari tubuh masuk ke lingkungan luar (disipasi panas). Dalam produksi panas tubuh memperoleh panas sebagai akibat dari aktivitas metabolisme jaringan tubuh dan dari lingkungan luar bila lingkungan luar itu lebih tinggi temperaturnya (lebih panas) ketimbang temperatur tubuh. Bentuk penyesuaian fisiologinya adalah bahwa panas yang dihasilkan oleh tubuh akan meningkat dengan menurunnya temperatur luar. Sebaliknya, temperatur sekitar (ambient temperature) yang tinggi akan menurunkan jumlah panas yang panas yang dihasilkan oleh tubuh. Hal itu dapat dikaitkan melambatnya aktivitas metabolisme, menurunnya luaran kerja, dan menurunnya tonus otot. Secara umum, mekanisme yang berlangsung untuk menghasilkan panas

meliputi peningkatan aktivitas metabolisme jaringan, peningkatan aktivitas otot, dan produksi panas (thermogenesis) tanpa aktivitas menggigil. KEGIATAN 1. SUHU TUBUH MANUSIA TUJUAN 1. Mengetahui suhu tubuh manusia pada beberapa keadaan lingkungan dengan pengukuran suhu di bagian axilla dan cavitas oris 2. Mempraktekkan penggunaan termometer klinis

ALAT DAN BAHAN Termometer Alkohol 70% Kapas Air es

CARA KERJA

1.

Pengukuran suhu badan pada fossa axillaris : Probandus tidur terlentang, bagian atas terbuka/longgar. Fossa axilaris dikeringkan dari keringat yang akan mengganggu pembacaan termometer.
o

Siapkan termometer klinis, air raksanya

diturunkan 35 C, kemudian ujungnya dimasukkan ke fossa axillaris kemudian fossa axillaris ditutup dengan mengaduksi lengan pada thorax. Biarkan termometer klinis berada dalam fossa axilaris selama 10 menit kemudian catat suhu pada termometer

2.

Termometer diturunkan lagi air raksanya dan dibersihkan dengan alkohol. Ujung termometer dimasukkan dalam mulut di bawah lidah dan mulut ditutup rapat. Setelah 10 menit, catat suhu dalam termometer.

3.

Termometer diturunkan lagi air raksanya dan dibersihkan dengan alkohol Probandus disuruh bernapas dengan tenang melalui mulut terbuka. Ujung termometer dimasukkan dalam mulut di bawah lidah dan mulut ditutup rapat. Setelah 5 menit, catat suhu dalam termometer, lalu tanpa menurunkan air raksa pada termometer, catat suhu pada menit ke-10.

4.

Termometer diturunkan lagi air raksanya dan dibersihkan dengan alkohol Probandus disuruh berkumur air es selama 1 menit. Ujung termometer dimasukkan dalam mulut di bawah lidah dan mulut ditutup rapat. Setelah 5 menit, catat suhu dalam termometer, lalu tanpa menurunkan air raksa pada termometer, catat suhu pada menit ke-10.

KEGIATAN 2. PRODUKSI PANAS

TUJUAN Mempelajari poduksi panas pada hewan homoioterm dan poikiloterm

ALAT DAN BAHAN Bekerglas 3 ukuran bertingkat ( ex : 100ml, 600 ml,1000 ml) Hewan uji :katak dan mencit/tikus Termometer Air Logam/batu sebagai pemberat

CARA KERJA 1. 2. 3. Siapkan 3 bekerglas besar, masing-masing diisi air setinggi 5 cm Masukkan bekerglas sedang kedalam tiap belkerglas besar tanpa diisi air Masukkan gelas piala kecil ke dalam tiap bekerglas sedang dengan masing-masing isi pada bekerglass kecil adalah katak (A), mencit (B) serta tanpa isi (C). Beri pemberat pada bekerglas kecil.

4. 5. 6.

Masukkan termometer pada bekerglas sedang dan bekerglas besar Hitung suhu termometer pada tiap interval waktu 10 menit Catat hasilnya dalam tabel pengamatan

=====================================================================================