Anda di halaman 1dari 8

Konsep hormonal Maternitas

Hormon Pada Pria Proses spermatogenesis distimulasi oleh sejumlah hormon, yaitu testoteron, LH (Luteinizing Hormone), FSH (Follicle Stimulating Hormone), estrogen dan hormon pertumbuhan.

Testoteron Testoteron disekresi oleh sel-sel Leydig yang terdapat di antara tubulus seminiferus.

Hormon ini penting bagi tahap pembelahan sel-sel germinal untuk membentuk sperma, terutama pembelahan meiosis untuk membentuk spermatosit sekunder.

LH (Luteinizing Hormone) LH disekresi oleh kelenjar hipofisis anterior. LH berfungsi menstimulasi sel-sel Leydig

untuk mensekresi testoteron.

FSH (Follicle Stimulating Hormone) FSH juga disekresi oleh sel-sel kelenjar hipofisis anterior dan berfungsi menstimulasi sel-

sel sertoli. Tanpa stimulasi ini, pengubahan spermatid menjadi sperma (spermiasi) tidak akan terjadi.

Estrogen Estrogen dibentuk oleh sel-sel sertoli ketika distimulasi oleh FSH. Sel-sel sertoli juga

mensekresi suatu protein pengikat androgen yang mengikat testoteron dan estrogen serta membawa keduanya ke dalam cairan pada tubulus seminiferus. Kedua hormon ini tersedia untuk pematangan sperma.

Hormon Pertumbuhan

Hormon pertumbuhan diperlukan untuk mengatur fungsi metabolisme testis. Hormon pertumbuhan secara khusus meningkatkan pembelahan awal pada spermatogenesis.

Ejakulasi Ialah pengeluaran air mani dari penis sewaktu puncak persetubuhan. Tahapannya adalah sebagai berikut:

3. Hormon kelamin

Begini cara memahaminya. Hormon kelamin ada dua, yaitu pada pria dan pada wanita. kita bicarakan satu persatu, namun baik pada keduanya ada hormon yang sama yaitu FSH dan LH. kita mulai dulu dari FSH. FSH kependekan dari Folicle Stimulating Hormon dari kalimat tersebut jika diterjemahkan berarti hormon yang merangsang folikel. Apakah anda tahu folikel itu apa jika belum tahu baca dahulu konsep folikel pada postingan sistem reproduksi. Kembali ke permasalahan jadi FSH jika objek pembicaraan kita adalah :

Wanita :
o

maka FSH akan mempengaruhi perkembangan folikel hingga ovum matang. ketika matang berarti ovum siap dikeluarkan dari folikel. Jadi tugas FSH karena ovum itu berada di dalam folikel dan folikel akan terus aktif dibawah FSH, maka ovum akan menjadi matang kondisi folikel diberi istilah folikel de graaf. Dengan gaya bahasa yang berbeda FSH dapat dikatakan merangsang pembentukkan folikel de graaf atau pematangan ovum.

Pria :
o

FSH (perhatikan huruf s saya cetak tebal) akan berfungsi mempengaruhi sertoli (huruf s pada sel sertoli juga saya cetak tebal. dari sini Anda harus hafal 100% fungsi sel sertoli yaitu menyediakan nutrien bagi sel-sel sperma pada tubulus siminferus untuk mendukung proses spermatogenesis.

Selanjutnya LH kependekan dari Luteinizing Hormon. Jika objek pembicaraannya adalah :

wanita
o

maka perhatikan kata luteinizing mirip dengan korpus luteum, jadi fungsinya tidak jauh-jauh dari itu. jelas ini berkaitan dengan proses ovulasi. Proses ovulasi pada prinsipnya adalah pembebasan ovum dari folikel de graaf yang kemudian folikel yang telah ditinggalkan oleh ovum itu diberi nama korpus luteum. Jadi sederhananya LH berfungsi untuk merangsang pembentukann korpus luteum. Dengan bahasa yang berbeda maka LH berfungsi merangsang keluarnya ovum dari folikel sehingga terbentuk korpus luteum.

Dari sini Anda sekaligus harus tahu apa fungsi dari korpus luteum. Korpus luteum berfungsi sebagai penghasil estrogen dan progesteron yang akan merangsang rahim untuk persiapan pembuahan oleh sperma terhadap ovum. Seperti aktivitas penebalan dinding rahim dan peningkatan jumlah pembuluh darah di sekitar rahim.

Pria :
o

LH ( (perhatikan huruf L saya cetak tebal)karena berkaitan dengan sel Leydig ( (perhatikan huruf L saya cetak tebal. Funsi sel leydig adalah menghasilkan Testosteron. jadi fungsi LH adalah merangsang pembentukan testosteron(hormon khusus pria) oleh sel Leydig

PROGESTERONE HORMON UNTUK WANITA Fungsi Hormon Progesteron 1. Siklus haid - Mengatur siklus menstruasi bersama dengan hormon estrogen dengan melalui feedback mekanisme terhadap FSH dan LH. Sekresi secara bergantian hormon-hormon ini menentukan siklus menstruasi. - Mempertebal dinding endometrium untuk persiapan proses implantasi jika terjadi fertilisasi antara ovum dan sperma. 2. Masa kehamilan - Ketersediaan progesteron dalam jumlah yang cukup pada masa awal kehamilan sangat penting peranannya, terutama dalam menghambat kontaraksi uterus. Hal ini dibutuhkan sehubungan dengan usaha untuk mempertahankan janin muda yang baru berimplantasi di uterus gar tidak terjadi kelahiran premature atau keguguran. - Menurunkan gairah seksual selama kehamilan trimester I. Fungsi ini dibutuhkan untuk mempertahankan kondisi janin karena keadaan janin yang masih rentan terhadap benturan.

- Membantu mempersiapkan payudara untuk proses laktasi. - Meningkatkan suhu tubuh dan respitasi rate, sebagai bentuk penyesuaian terhadap masa awal kehamilan. - Mengentalkan secret vagina, sebagai proteksi tambahan terhadap kemungkinan infeksi. - Membantu proses penyembuhan Progesteron mampu membantu proses penyembuhan terutama pada penderita Multiple Sclerosis. Progesteron bekerja dengan mengatur fungsi kolagen saraf dan serabut myelin. - Mampu menurunkan resiko terjadinya kanker rahin dan payudara. Saat masa laktasi, kadar hormon progesteron dalam tubuh meningkat, oleh karena itu wanita yang menyusui selama paling sedikit 6 bulan berturutturut serta wanita yang telah hamil beberapa kali, akan mengurangi resiko terkena kanker payudara. Sedangkan pada rahim, progesteron bekerja mencegah terjadinya kanker rahim dengan mengatur efek paparan esterogen dalam rahim Progesteron (bahasa Inggris: progesterone, P4) merupakan hormon dari golongan steroid yang berpengaruh pada siklus menstruasi perempuan, kehamilan dan embriogenesis. Progesteron bersama dengan estrogen dihasilkan oleh kurpus luteum, yaitu sebuah kelenjar endokrin yang merupakan sisa dari folikel setelah terjadinya peristiwa ovulasi Progesteron berperan besar dalam perkembangan fetus. Pengaruh progesteron pada reproduksi diantaranya adalah

Mempertebal dinding endometrium setelah terjadi ovulasi Menghambat produksi LH agar korpus luteum mengalami degenerasi saat tidak terjadi fertilisasi

Menghambat laktasi saat kehamilan Mempersiapkan endometrium untuk implantasi zigot

. Hormone pada sistem reproduksi pria

1. Gonadotropin hormone (GnRH), dihasilkan oleh kelenjar pituitary anterior (hipofisis anterior) yang terdiri dari: Luteinizing Hormone (LH), berfungsi merangsang sel-sel Leydig testis untuk menghasilkan

tostesteron Folicle Stimulating Hormone (FSH), berfungsi merangsang perkembangan spermatosit

dalam proses spermatogenesis, khususnya merangsang sel-sel sertoli pada perubahan spermatid menjadi sperma.

2. Androgen Merupakan hormone steroid. Salah satu hormone ini adalah tostesteron. Tostesteron disekresikan oleh sel-sel Leydig testis. Tostesteron berfungsi dalam perkembangan sel germinal dalam proses spermatogenesis. Selain itu, tostesteron sangat penting dalam menentukan sifat kelamin sekunder para pria, contohnya tumbuhnya rambut pada area tertentu, perbesaran suara dan perkembangan otot yang terjadi ketika masa pubertas.

3. Estrogen Dibentuk oleh sel sertoli ketika ada stimulus oleh FSH. Hormon ini berperan dalam proses pematangan sperma.

b. Hormone pada sistem reproduksi wanita 1. Gonadotropin Hormone (GnRH), dihasilkan oleh kelenjar pituitary anterior (hipofisis anterior) yang terdiri dari: Luteinizing Hormone (LH), berperan dalam merangsang pelepasan oosit skunder dari folikel

tersier (de graf) sehingga terjadi ovulasi. Folicle Stimulating Hormone (FSH), merangsang pertumbuhan folikel telur pada ovarium.

2. Estrogen, disekresikan seiring dengan perkembangan folikel. Estrogen juga diproduksi oleh korpus luteum dan plasenta. Fungsi estrogen adalah: Merangsang pembentukan kembali (proliferasi) sel penyusun endometrium. mempengaruhi serviks menghasilkan lendir yang bersifat basa pada vagina sehingga

mendukung kelangsungan hidup sperma ketika masuk ke vagina Sangat berperan dalam menentukan sifat kelamin sekunder wanita. Berperan dalam kontraksi uterus ketika proses persalinan.

3. Progesterone, dihasilkan oleh korpus luteum (folikel yang telah melepaskan ovumnya), berfungsi sebagai: Mendukung fungsi estrogen dalam penebalan endometrium Merangsang sekresi lendir pada vagina Merangsang pertumbuhan kelenjar susu

4. Oksitosin, disekresikan oleh hipofisis wanita, berperan merangsang kontraksi uterus pada saat persalinan 5. Prostaglandin, disekrsikan oleh membrane janin, berfungsi meningkatkan intensitas kontraksi uterus rahim ketika proses persalinan

6. Relaksin, dihasilkan oleh plasenta dan korpus luteum pada ovarium, berfungsi merelaksasi dan melunakkan serviks serta melonggarkan tulang panggul sehingga mempermudah persalinan. 7. Mammotropin, disekresikan oleh hipofisis dan plasenta, berfungsi merangsang pertumbuhan awal kelenjar susu (glandula mamae). 8. Prolaktin, disekresikan oleh hipofisis ibu pada minggu kelima kehamilan, berfungsi meningkatkan sekresi air susu oleh glandula mamae.