Anda di halaman 1dari 8

PORTOFOLIO

Nama Peserta Nama Wahana Topik Tanggal Kasus Nama Pasien No. RM Pendamping Deskripsi

: Icmi Dian Rochmawati : Neurology : CVA ICH : 04 Juli 2013 : Tn. A : 11122xxx : : Seorang laki laki di stroke unit dengan riwayat anamnesa keluhan badan kiri mendadak saat setelah habis shalat shubuh sebelumnya pasien sudah menyapa tetangga tetanganya, keluhan disertai dengan nyeri kepala, mual muntah (-) lalu kemudia pasien jatuh dan pelipisn kirinya robek. Pasien juga sulit diajak bicara diikuti sesak napas kejang (-) pasien sempat tidak sadar kemudian sadar kembali. Ngebrok (-) ngompol (-). Riwayat penyakit dahulu DM, asam urat, hipertensi, tidak diketahui. Pasien memiliki riwayat infeksi separu sejak 1 tahun yang lalu. Pasien menyukai maknan asin dan berlemak kopi (-) rokok (-)

Tujuan

: mengenali CVA ICH

Data pasien Nama Umur No. Registrasi Terdaftar sejak : Tn. A : 67 tahun : 111xxxxx : 29 Juni 2013

Data utama untuk bahan diskusi

1. Diagnosis/ Gambaran Klinis badan kiri mendadak saat setelah habis shalat shubuh sebelumnya pasien sudah menyapa tetangga tetanganya, keluhan disertai dengan nyeri kepala,Riwayat Pengobatan Belum pernah berobat sebelumnya 2. Riwayat Kesehatan/ Penyakit Tidak pernah sakit yang sama sebelumnya, riwayat infeksi paru sejak satu tahun yang lalu. Riwayat Hipertensi, DM, hiperkolesterol tidak diketahui 3. Riwayat Keluarga Tidak ada sakit yang sama di keluarga 4. Riwayat Pekerjaan Pekerja swasta 5. Lain-lain Riwayat suka makan makanan asin dan berlemak

Daftar Pustaka 1. Neurology In Daily Practice RSHS Bandung 2. Pedoman Diagnosis dan Terapi RSSA Malang

Rangkuman Hasil Pembelajaran Portofolio 1. Pengertian perdarahan intraserebral Suatu keaadaan hilangya sebagian atau seluruh fungsi neurologis (deficit neurologic fokal atau global) yang terjadi secara mendadak , berlangsung lebih dari 24 jam dan atau menyebabkan kamatian, yang semata mata disebabkan oleh gangguan peredaran darah otak akrena pecahnya pembuluh darah secara spontan 2. Patofisiologi CVA ICH Pada orang dewasa yang tidak sakit,a liran darah ke otak adalah 58ml/100 gram jaringan otak / menit. Bila aliran darah ini turun hingga 18 ml/100 gram jaringan menit, maka akan terjadi penghentian aktivitas listrik dari neuron, tapi struktur sel masih baik hingga gejala klinis masih reversible. Hal ini yang disebut iskemik penumbra yakni dimana sel niaktif dapat berfungsi menjadi normal kembali. Saat terjadi stroke maka suatu daerah dari otak akan terjadi kerusakan, neurn neuron di daerah yang rusak akan megeluarka glutamate yang akan membanjiri daerah daerah sekitarnya . glutamate ini akan menempel pada membrane sel neuron disekitar daerah primer yang terserang. Glutamate ini akan merusak sel neron dan akan 2

membuka kanal kalsium (calcium channel) . kemudian terjadilah influx kalsium yang menyebabkan kematian sel. Sebelum sel mati akan mengeluarkan glutamate yang selanjutnya membajiri lagi neuron neuron disekitarnya. Terjadilah lingkaran setan. Neuron neuron yang rusak akan melepasan radikkan bebas yaitu charged oxygen molekul (nitric oxide) yang akan merombak molekul lemak di dalam membrane sel sehingga membrane sel akan bocor dan terjadilaj influx kalsium. 3. Gejala klinis stroke Hemiparesis, gangguan sensorik satu sisi tubuh, hemianopsia atau buta mendadak, diplopia, vertigo, afasia disfagia, disartria, kejang, atau penurunan kesadaran yang semuanya terjadi mendadak 4. Diagnosis stroke ICH a. Anamnesa 1. Bagaimana permulaannya akut atau sub akut 2. Apakah permulaan serangan penderita baru bangun atau saat melakukan aktivitas 3. Apakah gejala semakin tambah memburuk atau semakin berkurang 4. Berapa kali serangan telah dialami penderita 5. Apakah terjadi nyeri kepala sebelum atau sesudah serangan 6. Apakah penderita mual dan muntah 7. Apka terjadi kejang 8. Apakah interlek penderita akhir akhir ini turun 9. Apakah kesadaran berurang 10. Apakah penderitaa dapat berbicara atau menulis 11. Apakah dia lumpuh 12. Apakah separuh badan gringgingen 13. Apakah terdapat gangguan penglihatan 14. Apakah penderita sering pusing hingga jatuh 15. Apakah ada riwayat sebelumnya seperti diabetes hipertensi atau anemi 16. Apakah sebelum kejadian penderita minum obat obatan b. Pemeriksaan fisik a. Penilaina ABC, nadi, oksimetri, dan suhu tubuh. Pemeriksaan kepala leher (karena jatuh), pemerikdaan thorax, abdomen, kulit ekstrimitas. b. Pemeriksaan neurologis ( saraf kranialis, rangsang selaput otak, system motoric, sikap dan jara jalam, reflex, koordinaasi, sensorik, dan fungsi kognitif) dan skala stroke (kalsifikasi NIHSS) 5. Pemeriksaan peunjang

Mengguanakan ct scan atau MRI tanpa kontras, pada kondisi tertentu perlu melakukan ct scan serial 1,3,6,12,24,48, dan 72 jam setelah pendarahan, kadar gula darah, elektrolit serum, tes fungsi ginjal, elektrikardiografi, pertanda iskemia janatung, darah lengkap, pt apt, saturasi oksigen pada penderita tertentu diperlukan pemeriksaan tes fungsi hati, toksikologi, kadar alcohol dalam darah, tes kehamilan, analisis gas darah, tes kehamilan, foto rontgen thorax,fungsi lumbal, EEG bila ditemuka kejang pemeriksaan kemampuan menelan. 6. Diagnose banding perdarahan dan infark otak Gejala Permulaan Waktu serangan Peringatan sebelumnya Nyeri kepala Muntah Kejang kejang Kesadaran menurun Bradikardi Perdarahan di retina Papilla edema Kaku kuduk. Perdarahan Sangat akut aktif ++ ++ ++ ++ +++ (dari hari ke 1) ++ + Kernik, ++ Sub akut Sub akut Bangun pagi ++ +/(+ 9terjadi hari ke 4) -

burdszinki Ptosis lokasi ++ subkortikal Kortikal/subkortikal

7. Penatalaksanaan stroke ICH a. Medikamentosa - Memperbaiki faal hemostasis - Mecegah/ mengatasi vasospasme otak akibat pendarahan : nimodipin - Neurpprotektan - Pengendalian komplikasi yakni anti edema otak (manitol) - Pengobatan faktor resiko seperti hipertensi dan dislipidemia b. Operatif: dilakukan pada kondisi yan memunginkan: 1. Volume perdarahan lebih dari 30 cc atau diameter > 3 cm pada fossa posterior 2. Letak lobar dan kortikal dengan tanda tanda penigkatan TIK akut adan ancaman hernaisi otak 4

3. Perdarahan serebelum 4. Hidrosefallus akibat perdarahan intraventrikel atau serebellum 5. GCS>7 c. Non Medikamentosa Neurorestorasi dan rehabilitasi medic dan edikasi 8. Prognosis Ad vitam; tergantung berat stroke dan komplikasi yang timbul Ad functionam: penilaian degan parameter activity daily life, NIHSS, resiko kecacatan setelah satu tahun

Nama Peserta Nama Wahana Topik Tanggal Kasus Nama Pasien No. RM

: Icmi Dian Rochmawati : Neurology : CVA ICH : 05 Juli 2013 : Tn. a : 11122xxx

Subjektif

Keluhan utama : lemah separuh badan kiri mendadak dan tidak sadar 1. Seorang laki laki di stroke unit dengan riwayat anamnesa keluhan badan kiri mendadak saat setelah habis shalat shubuh sebelumnya pasien sudah menyapa tetangga tetanganya, 2. keluhan disertai dengan nyeri kepala, 3. pasien jatuh dan pelipisn kirinya robek. 4. Pasien juga sulit diajak bicara diikuti sesak napas 5. pasien sempat tidak sadar kemudian sadar kembali. 6. Mual muntah (-) kejang (-) Ngebrok (-) ngompol (-). 7. Riwayat penyakit dahulu DM, asam urat, hipertensi, tidak diketahui. Pasien memiliki riwayat infeksi separu sejak 1 tahun yang lalu. 8. Pasien menyukai maknan asin dan berlemak kopi (-) rokok (-) Objektif pada tanggal 4 Juli 2014 : Status Interna : Compos mentis, T=130/90 mmHg, Nadi=88x/m, RR=20x/m,Tax=36,8C Kepala : an -/- ict -/Thorax : Cor S1S2 normal, murmur(-) Pulmo rh -/- wh -/6

Abdomen: flat, supel, BU normal, met (-) Extremitas: edema -/-

Status Neurologis: GCS 456, FL normal saat datang psien dengan GCS 4,3,5 Meningeal Sign : KK(-), Kernigs sign(-), Brudzinski I/II(-) N. Cranialis: PBI 3mm/sde (katarak)RC+/sde, RK+/+ N III,IV,VI, VII dBN Motorik : Kekuatan +5/0 +5/+2 Refleks Fisiologis : B +2/+3 K +2/+3 T +2/+3 A +2/+3 Refleks Patologis : H -/- O -/- B-/ T-/ G -/- C-/tonus N/N N/N Sensoris : N/N N/N

ANS : memakai kateter :

Assesment

Diagnosis klinis : o o Acute DOC Hemiparese sinistra

Diagnosis atopik : o o CVA ICH CVA IVH

Diagnosis etiologi : 7

o Planning

Hipertensi stage I :

Head of elevation 300 O2 2-4 lpm ivFD NS 20 tpm inj ranitidine 2 x1 A inj ketorolax 3 x 30 mg inj ciprofloxacin 2 x 200 mg deip nicardipin 0.5- 6 g/KgBB/menit jika TDS 180/ MAP130 sampai TD 140/90 inj citicholine 2x250 mg paracetamol 4x500 jika t > 37,50 diet lunak rendah garam rendah lemak observasi VS, GCS peningkatan tekana intrakraial, herniasi