Anda di halaman 1dari 2

Laporan Observasi Observasi dilakukan di SMP Negeri 6 Pontianak yang beralamat di Jl. Karya Baru.

Di sekolah tersebut terdapat tiga guru bahasa Inggris namun kami hanya mendapatkan kesempatan untuk mewawancarai serta mengobservasi proses belajar mengajar hanya satu guru. Nama beliau adalah Fitri yang latar belakangnya bukanlah berprofesi sebagai seorang guru, beliau dulunya merupakan karyawan pada sebuah perusahaan di Batam, kemudian mengambil akta-4. Setelah itu, mengajar di Tunas Bangsa dan di Al-Azhar, barulah kemudian beliau melamar menjadi seorang PNS dan ditempatkan di SMP 6. Di dalam melakukan observasi, kami membagi kelompok untuk melakukan tugas-tugas. Observasi kelas di lakukan oleh Novianti dan Sudiarto, wawancara dilakukan oleh Vitta Diana Siahaan, serta Nanda L. dan Umairah T. mengobservasi Lab. Bahasa, serta atribut di dalam mengajar. Kami melakukan wawancara dengan beliau mengenai proses belajar mengajar di sekolah tersebut, ada pun pertanyaan yang kami tanyakan adalah 1. Metode apakah yang ibu gunakan di dalam mengajar? 2. Bagaimanakah keadaan di kelas saat ibu mengajar? 3. Bagaimanakah hasil belajar siswa? 4. Apakah ada kesenjangan antara Ujian Nasional dengan Ujian Akhir Sekolah? 5. Alat peraga apa sajakah yang ibu gunakan? 6. Berapakah jumlah murid dalam satu kelas? Jawaban beliau mengenai pertanyaan tersebut adalah: 1. Metode yang saya gunakan di dalam mengajar adalah Coperative Approach, yang menekankan pada Student-Center. 2. Keadaan di kelas saat mengajar, ya seperti biasa, karena kelas yang besar, maksud saya jumlah murid yang banyak menyebabkan proses belajar mengajar menjadi tidak kondusif. 3. Hasil belajar siswa menurut saya baik, melihat bahwa siswa disini tidak mengikuti kursus di luar serta latar belakang yang berbeda-beda. Untuk keberhasilan 4 skill, hal ini sulit

untuk saya utarakan, ya itu, karena latar belakang mereka. Murid yang menguasai skill tersebut dapat di hitung. 4. Tentunya ada, namun sekolah ini lulus 100% setiap tahunnya. 5. Saya menggunakan IT di kelas yaitu laptop beserta factor penunjangnya. 6. Jumlah murid satu kelas yaitu 30 siswa. Setelah itu, anggota yang melakukan observasi di kelas menemukan bahwa keadaan dikelas sangat panas, tidak ada kipas angina atau yang lainnya. Keadaan di kelas juga tidak kondusif, namun guru mampu untuk menenangkan dan proses belajar menjadi sangat menyenangkan. Anggota yang lain juga mendapatkan bahwa sekolah itu sangat baik, terdapat Lab. Bahasa dengan 20 komputer serta internet. Guru juga memberikan syllabus kepada kami.