Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH PEMASARAN FARMASI PEMASARAN LILIN PUTIH

DISUSUN OLEH: Ratna Dewi Susilowati (1080057)

DOSEN PENGAMPU: IBU YUSNITA

PROGRAM STUDY D III FARMASI SEMESTER V POLITEKNIK HARAPAN BERSAMA TEGAL JL. DEWI SARTIKA NO.71 TELP/FAX. (0283)352000 KOTA TEGAL 2012 / 2013

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahirabbilalamin, segala puji saya panjatkan kepada allah swt, tuhan seluruh alam atas berkat, rahmat,taufik serta hidayahnya yang tidak terkira besarnya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul PEMASARAN LILIN PUTIH. Dalam penyusunan makalah ini, saya mendapatkan banyak sekali bantuan dari berbagai pihak, karena itu saya mengucapkan terimakasih yang sebesarbesarnya kepada: kedua orang tua saya yang telah mendukung dan kasih sayangnya yang begitu besar kepada saya, teman-teman yang sudah memberikan informasi kepada saya, serta bapak dosen yang telah membimbing saya. Dari sanalah makalah ini selesai di tulis, semoga makalah ini dapat bermanfaat dan menjadi panduan belajar bagi para pembaca. ini pastilah mempunyai kekurangan dan kesalahan, oleh karena itu, saya mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar makalah ini dapat lebih baik lagi. Akhir kata saya ucapkan Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Tegal, Desember 2012 Penyusun:

Ratna Dewi Susilowati

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG Pemasaran adalah salah satu kegiatan pokok yang perlu dilakukan oleh perusahaan baik itu perusahaan barang atau jasa dalam upaya untuk mempertahankan kelangsungan hidup usahanya. Hal tersebut disebabkan karena pemasaran merupakan salah satu kegiatan perusahaan, dimana secara langsung berhubungan dengan konsumen. Maka kegiatan pemasaran dapat diartikan sebagai kegiatan manusia yang berlangsungdalam kaitannya dengan pasar. Kotler (2001) mengemukakan definisi pemasaran berarti bekerja dengan pasar sasaran untuk mewujudkan pertukaran yang potensial dengan maksud memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia. Sehingga dapat dikatakan bahwa keberhasilan pemasaran merupakan kunci kesuksesan dari suatu perusahaan. B. RUMUSAN MASALAH 1. 2. 3. 4. 5. Apa definisi pemasaran? Apa saja konsep pemasaran itu? Apa tujuan konsep pemasaran itu? Apa kegunaan lilin putih? Apa saja yang harus dipenuhi pada pemasaran lilin putih dan bagaimana cara pemasaran lilin putih?

C. TUJUAN MAKALAH 1. 2. 3. 4. 5. Untuk mengetahui definisi pemasaran. Untuk mengetahui konsep pemasaran. Untuk mengetahui tujuan konsep pemasaran. Untuk mengetahui kegunaan lilin putih. Untuk mengetahui cara pemasaran lilin putih.

PEMBAHAAN

A. PENGERTIAN PEMASARAN Pemasaran adalah salah satu kegiatan pokok yang perlu dilakukan oleh perusahaan baik itu perusahaan barang atau jasa dalam upaya untuk mempertahankan kelangsungan hidup usahanya. Hal tersebut disebabkan karena pemasaran merupakan salah satu kegiatan perusahaan, dimana secara langsung berhubungan dengan konsumen. Maka kegiatan pemasaran dapat diartikan sebagai kegiatan manusia yang berlangsungdalam kaitannya dengan pasar. Kotler (2001) mengemukakan definisi pemasaran berarti bekerja dengan pasar sasaran untuk mewujudkan pertukaran yang potensial dengan maksud memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia. Sehingga dapat dikatakan bahwa keberhasilan pemasaran merupakan kunci kesuksesan dari suatu perusahaan. Menurut stanton (2001), definisi pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial. Dari definisi tersebut diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa pemasaran merupakan usaha terpadu untuk menggabungkan rencanarencana strategis yang diarahkan kepada usaha pemuas kebutuhan dan keinginan konsumen untuk memperoleh keuntungan yang diharapkan melalui proses pertukaran atau transaksi. Kegiatan pemasaran perusahaan harus dapat memberikan kepuasan kepada konsumen bila ingin mendapatkan tanggapan yang baik dari konsumen. Perusahaan harus secara penuh tanggung jawab tentang kepuasan produk yang ditawarkan tersebut. Dengan demikian, maka segala aktifitas perusahaan, harus diarahkan untuk dapat memuaskan konsumen yang pada akhirnya bertujuan untuk memperoleh laba. B. KONSEP PEMASARAN Pemasaran merupakan faktor penting untuk mencapai sukses bagi perusahaan akan mengetahui adanya cara dan falsafah yang terlibat didalamnya. Cara dan falsafah baru ini disebut konsep pemasaran (marketing concept). Konsep pemasaran tersebut dibuat dengan menggunakan tiga faktor dasar yaitu:

1. Saluran perencanaan dan kegiatan perusahaan harus berorasi pada konsumen atau pasar. 2. Folume penjualan yang menguntungkan harus menjadi tujuan perusahaan, dan bukannya volume untuk kepentingan volume itu sendiri. 3. Seluruh kegiatan pemasaran dan perusahaan harus dikoordinasikan dan diintegrasikan secara organisasi. Menurut swastha dan irawan, (2005 : 10) mendefinisikan konsep pemasaran sebuah falsafat bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan. Bagian pemasaran pada suatu perusahaan memegang peran yang sangat penting dalam rangka mencapai besarnya volume penjualan, karena dengan tercapainya sejumlah volume penjualan yang diinginkan berarti kinerja bagian pemasaran dalam memperkenalkan produk telah berjalan dengan benar. Penjualan dan pemasaran sering dianggap sama tetapi sebenarnya berbeda. Konsep-konsep inti pemasaran meliputi: kebutuhan, keinginan permintaan, produksi, utilitas, nilai dan kepuasan, pertukaran, transaksi dan hubungan pasar, pemasaran dan pasar. Kita dapat membedakan antara kebutuhan, keinginan, dan permintaan. Kebutuhan adalah suatu keadaan dirasakannya ketiadaan keputusan dasar tertentu. Keinginan adalah kehendak yang kuat atas pemuas yang spesifik yang didukung dengan kemampuan dan ketersediaan untuk membelinya. C. TUJUAN UTAMA KONSEP PEMASARAN Tujuan utama konsep pemasaran adalah melayani konsumen dengan mendapatkan sejumlah laba, atau dapat diartikan sebagai perbandingan antara penghasilan dengan biaya yang layak. Ini berbeda dengan konsep penjualan yang menitik beratkan pada kegiatan perusahaan. Falsafah dalam pendekatan penjualan adalah memproduksi sebuah pabrik, kemudian meyakinkan konsumen agar bersedia membelinya. Sedangkan pendekatan konsep pemasaran menghendaki agar konsumen terlebih dahulu, setelah itu baru melakukan bagaimana caranya memuaskan. D. MANAJEMEN PEMASARAN Manajemen pemasaran berasal dari dua kata yaitu manajemen dan pemasaran. Menurut kotler dan armstrong pemasaran adalah anlisis, perencanaan, implemenntasi, dan pengendalian dari program-program yang dirancang untuk menciptakan, menbangun, dan memelihara pertukaran yang menguntungkan dengan membeli sasaran untuk mencapai tujuan.

Sedangkan manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pergerakan dan pengawasan. Jadi dapat diartikan bahwa manajemen pemasaran adalah sebagai analisis, perencanaan, penerapan dan pengendalian program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan memoertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan pasar sasaran dengan maksud untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi. E. PEMASARAN LILIN Lilin merupakan salah satu sumber penerang. Kehadirannya menjadi andalan utama warga dunia sebelum listrik muncul. Lilin berasal dari minyak padat bercampur plastik yang kemudian di wax. Tapi sekarang lilin banyak terbuat dari parafin. Orang mesir membuat lilin sejak 3000 sebelum masehi. Awalnya terbuat dari lemak nabati, rumput kering, dan minyak. Sedangkan pada abad pertama di roma, dibuat dengan campuran bedak talek dan jerami. Sempat dibuat dari lemak ikan paus pada abad ke-18, tetapi tidak lama karena dianggap tidak ekonomis. Refolusi lilin terjadi pada 1830. Ketika itu ditemukan parafin sebagai zat pembuat lilin. Parafin berasal dari destilasi minyak tanah ini, dianggap memiliki pembakaran lebih bersih, tidak berbau dan tidak tahan lama. Parafin akan meleleh bila dipanaskan dan mengeras bila didinginkan. Selain sebagai sumber penerangan dan dekorasi, lilin juga kerap dipakai untuk acara-acara tertentu. Selain ulang tahun, acara-acara keagamaan. Misalnya pada umat wili (india) atau pesta lilin dalam agama budha thailand bernama festifal lilin ubon ratchathini. Di festifal tersebut akan tersebar ratusan lilin raksasa. Di china, lilin sempat digunakan sebagai penunjuk wkatu pada dinasti song (960-1279). Saat ini, lilin tampil lebih indah dan estetik. Tidak hanya berbadan putih, tapi ada yang berwarna merah, hijau, kuning dan biru. Bahkan ada yang warna-warni dengan berbagai bentuk. Seperti lilin diatas kake ulang tahun. Kini ada banya bahan pembuat lilin. Selain parafin (destilasi minyak tanah), juga ada dari sisa penyulingan minyak kelapa. Ada pula yang disebut beeswax yangberasal dari madu. Termasuk lilin gel yang merupakan percampuran antara resin dan minyak. Lilin memiliki 13 macam bias cahaya. Satu lilin diperkirakan sama dengan lampu berkekuatan 40 watt. Maka itu, berhati-hatilah saat bermain lilin. Sebab panas pada inti api lilin bisa mencapai 1400 derajat selsius. Lilin juga dapat membuat kamu keracunan bila tertelan atau termakan karena mengandung zat kimia berbahaya. Selain itu asap yang dikeluarkan lilin menyala juga beracun. maka ketika lilin menyala, kamu jangan terlalu dekat. Dan jangan menghirup asap lilin yang berwarna hitam itu.

Cara pembuatan lilin putih: Beli lilin mentah yang berasal dari bahan dasar parafin yang dapat dibeli di toko-toko kimia setempat dengan harga murah perkilonya. Setelah itu nyalakan api yang paling kecil di kompor dan lelehkan dengan cara menaruh pecahan-pecahan kecil lilin parafin dalam sebuah mangkuk tahan panas yang dilapungkan dalam wadah berisi air secukupnya untuk merendam mangkuk berisi pecahan lilin. Biarkan sampai lumer seluruhnya, jangan lupa mengawasi air yang merendam mangkuk itu agar tidak kering. Hal ini penting agar tidak terjadi bahaya kebakaran. Jika lilin yang dilumerkan mulai berasap segera matikan api kompor dan diamkan hingga beberapa saat. Membuat lilin membutuhkan kewaspadaan penuh, tidak boleh meninggalkan pelelehan tanpa pengawasan. Selanjutnya segera setelah api dimatikan, bisa mencampurkan bubuk berwarna stearin dengan prosentase 1:10 terhadap berat lilin atau 2:10, tergantung keinginan. Stearin berfungsi untuk membuat lilin lebih tahan lama dalam pembakaran dan tidak cepat meleleh. Kira-kira 2 menit setelah doturunkan dari api, dapat mencampurkan pewangi atau aroma berbahan dasar oil/minyak. Kemudian tuangkan kedalam berbagai cetakan lilin yang dilubangi tengahnya menggunakan paku panas untuk lubang sumbu. Agar sumbu lebih kuat, dapat mencelupkan kedalam cairan lilin panas, kurang 3-4 kali untuk kemudian didinginkan memanjang hingga kaku. Untuk lebih mudahnya, lilin putih yang sudah dicetak dengan cara mengecatnya saja dan menambahkan glitter agar kemasan terkesan mewah. Ornamen dari bahan alami juga dapat dipasangkan sebagai ganti pita-pita emas. Cara pemasaran lilin sama halnya dengan pemasaran prodak yang lain. Setelah lilin dikemas/ akhir kemasan, lilin dipasarkan langsung kemasyarakat atau melalui distributor. Pemasaran lilin ini harus memenuhi konsep pemasaran itu sendiri yaitu: Konsep pemasaran tersebut dibuat dengan menggunakan tiga faktor dasar yaitu: 4. Saluran perencanaan dan kegiatan perusahaan harus berorasi pada konsumen atau pasar. 5. Folume penjualan yang menguntungkan harus menjadi tujuan perusahaan, dan bukannya volume untuk kepentingan volume itu sendiri. 6. Seluruh kegiatan pemasaran dan perusahaan harus dikoordinasikan dan diintegrasikan secara organisasi.

Dikarenakan lilin sifatnya mudah pecah atau patah, saat mentransaksikan ke konsumen atau masyarakat itu sendiri pun harus hatihati. Jangan sampai terdapat komplain dari konsumen atas ketidak puasan prodak yang kita bikin. Maka dalam pengemasan pun harus diperhatikan. Jangan sampai dari segi pengemasan tidak efektif dan efisen. Kemasan ang menarik dan aman untuk prodak juga dapat menarik konsumen datang membeli prodak yang kita bikin atau lilin yang kita bikin. Dalam dus kemasan harus ada pengaman yang tepat agar lilin tidak patah atau mudah patah bahkan rusak.

F. SIMPULAN Pemasaran adalah salah satu kegiatan pokok yang perlu dilakukan oleh perusahaan baik itu perusahaan barang atau jasa dalam upaya untuk mempertahankan kelangsungan hidup usahanya. Konsep pemasaran tersebut dibuat dengan menggunakan tiga faktor dasar yaitu: 1. Saluran perencanaan dan kegiatan perusahaan harus berorasi pada konsumen atau pasar. 2. Folume penjualan yang menguntungkan harus menjadi tujuan perusahaan, dan bukannya volume untuk kepentingan volume itu sendiri. 3. Seluruh kegiatan pemasaran dan perusahaan harus dikoordinasikan dan diintegrasikan secara organisasi. Tujuan utama konsep pemasaran adalah melayani konsumen dengan mendapatkan sejumlah laba, atau dapat diartikan sebagai perbandingan antara penghasilan dengan biaya yang layak. Lilin merupakan salah satu sumber penerang. Kehadirannya menjadi andalan utama warga dunia sebelum listrik muncul. Cara pemasaran lilin sama halnya dengan pemasaran prodak yang lain. Setelah lilin dikemas/ akhir kemasan, lilin dipasarkan langsung kemasyarakat atau melalui distributor. G. DAFTAR PUSTAKA 1. 2. 3. 4. 5. http://majidbsz.wordpress.com http://anmaylan.blogspot.com http://jakarta45.wordpress.com http://fauzijonhar4.blogspot.com Stanton,william j,2001.prinsip pemasaran.erlangga,jakarta