Anda di halaman 1dari 10

PENERAPAN STRATEGI PEMASARAN PT.

UNILEVER INDONESIA TBK CABANG MAKASSAR The implementation of Marketing Strategies at PT Unilever Indonesia Tbk Cabang Makassar Edi Pramono Muliawan, Abd. Rahman Kadir dan Indrianty Sudirman

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menyusun alternatif strategi dan menetapkan strategi produk shampo sunsilk yang tepat dalam upaya mempertahankan dan meningkatkan posisi perusahaan; 2) Mengindentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal perusahaan yang dapat menjadi kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman bagi perusahaan; dan 3) Mengetahui dan menganalisis penerapan bauran pemasaran yang terdiri dari 4P (product, price, place, promotion) dalam strategi pemasaran produk shampo sunsilk pada PT Unilever Indonesia Tbk Cabang Makassar. Penelitian ini menggunakan metode deksriptif. Data dan informasi yang terkumpul diolah dan dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif yang disajikan dalam bentuk tabel, dan uraian. Analisis data kualitatif dan kuantitatif yang kemudian diolah dan dianalisis untuk perumusan strategi dengan menggunakan metode pengolahan data berdasarkan analisis SWOT yang dikembangkan oleh David (2001). Hasil identifikasi faktor internal dan eksternal pada PT Unilever Indonesia Tbk Cabang Makassar menunjukkan bahwa posisi strategi perusahaan berada pada posisi rata-rata dalam memanfaatkan kekuatan yang dimilikinya untuk menghadapi kelemahan internalnya, dimana kekuatan utama perusahaan adalah kegiatan promosi melalui iklan produk shampoo sunsilk yang menarik, sedangkan kelemahan utamanya adalah kinerja organisasi yang tidak efisien serta keterbatasan modal yang dimiliki perusahaan. Selanjutnya stabilitas ekonomi yang relatif baik menjadi peluang sangat besar untuk dimanfaatkan oleh perusahaan, sedangkan ancaman terbesar yang dihadapi perusahaan adalah ancaman produk pesaing dengan harga lebih rendah. Oleh karena itu, strategi pemasaran yang perlu dipertimbangkan untuk diterapkan perusahaan antara lain: meningkatkan promosi penjualan shampoo sunsilk dan mengutamakan kepuasan konsumen dengan tetap memperhatikan kualitas produk. Selain itu, perusahaan juga harus mampu memperluas pangsa pasar yang lebih besar melalui usaha pemasaran yang lebih gencar serta berusaha memenuhi setiap pesanan sesuai volume permintaan pelanggan. Dengan demikian, strategi tersebut diharapkan dapat meningkatkan penjualan shampoo sunsilk sehingga akan menambah keuntungan bagi perusahaan. Kata Kunci : Strategi Pemasaran, Bauran Pemasaran, Produk Sunsilk

ABSTRACT This study aims to: 1) Develop alternative strategies and determine strategies appropriate Sunsilk shampoo products in an effort to maintain and enhance the company's position; 2) Identify factors internal and external companies that can become strengths and weaknesses and opportunities and threats for the company, and 3) Identifying and analyzing implementation of the marketing mix consists of product, price, place, promotion in marketing strategies of Sunsilk shampoo products at PT Unilever Indonesia Tbk Cabang Makassar. The study was descriptive. The data and information gathered were analyzed qualitatively and quantitatively based on SWOT analysis developed by David (2001). The identification results of internal and external factors at PT Unilever Indonesia Tbk Cabang Makassar indicates that the position of the company's strategy is at the average position in utilizing its strengths to cope with its internal weaknesses, which the company's main strength is the promotional activities through advertising Sunsilk shampoo products are interesting, whereas weakness The main organization is the performance of an inefficient and limited capital owned company. Furthermore, the relatively good economic stability

becomes a very big opportunity to be exploited by employers, while the greatest threat is a threat faced by companies competing products with lower prices. Therefore, marketing strategies need to be considered to apply to companies such as: increasing the sales promotion of Sunsilk shampoo and prioritizes customer satisfaction while maintaining product quality. In addition, companies should also be able to expand the larger market share through a more vigorous marketing efforts and strives to fulfill each order according to the volume of customer demand. Thus, the strategy is expected to boost sales of Sunsilk shampoo that will add to profits for the company. Keyword : Marketing Strategy, Marketing Mix, Sunsilk Produck

PENDAHULUAN Latar Belakang Pemerintah membuka kesempatan usaha yang seluas-seluasnya kepada masyarakat sehingga perkembangan dunia usaha nasional dewasa ini tumbuh dan berkembang dengan pesatnya. Berbagai jenis badan usaha baik itu perusahaan pemerintah maupun swasta terus bermunculan sehingga dengan sendirinya perkembangan dunia usaha semakin diwarnai dengan persaingan yang semakin ketat. Oleh karena itu, setiap perusahaan dituntut untuk memiliki keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif untuk tetap dapat menjaga kelangsungan hidup usahanya. Perusahaan merupakan lembaga perdagangan yang bergerak dan berperan serta dalam pembangunan ekonomi dengan menyediakan kebutuhan masyarakat baik berupa barang maupun jasa. Dipihak lain, perusahaan memperoleh keuntungan atau laba yang merupakan sumber pendapatan negara. Perusahaan bertujuan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Oleh karena itu, perusahaan diharapkan mampu beroperasi secara sehat bilamana produk yang dihasilkan mampu mendapat tempat di pasaran serta dapat menghasilkan jumlah penjualan yang memadai dan menguntungkan. Dengan demikian maka konsep dan sistem pemasaran selalu diusahakan berorientasi pada kebutuhan dan keinginan konsumen. Dewasa ini pemasaran memainkan peranan penting dalam era pasar bebas yang semakin kompetitif. Sejalan dengan hal tersebut, maka fungsi pemasaran adalah hal esensial yang harus mendapat perhatian sungguh-sungguh dalam rangka pencapaian tujuan perusahaan. Pemasaran di samping bertujuan untuk menjual dan mendistribusikan barang agar dapat sampai ke tangan konsumen, juga bertujuan untuk memperoleh laba sehingga dapat dipakai dalam menunjang kontinuitas perusahaan maupun untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran. Faktor-faktor tersebut yang menyebabkan sehingga perusahaan senantiasa membutuhkan tindakan-tindakan pemasaran bagi produk yang dihasilkannya. Menyadari pentingnya pemasaran bagi perusahaan, biasanya pihak yang terkait merasa penting untuk mengelolanya secara seksama, koordinasi, pengorganisasian, dan sasaran pemasaran selalu merupakan perhatian yang tidak lepas dari kebijaksanaan-kebijaksanaan pemasaran yang disusun. Dalam kaitannya dengan kegiatan pemasaran penting diketahui bagaimana prospek pemasaran di masa yang akan datang berdasarkan kebijaksanaan perusahaan. Memperhitungkan atau mengetahui prospek pemasaran produk penting artinya karena akan dapat memperkirakan kemampuan perusahaan untuk menetapkan besarnya produksi yang akan dipasarkan serta menetapkan suatu kebijaksanaan-kebijaksanaan dalam mencapai suatu tujuan perusahaan. Berhasil tidaknya suatu perusahaan dalam menjaga kontinuitas usahanya tergantung pada keahlian mereka dalam memuaskan kebutuhan konsumen, mengkoordinasikan kegiatan pemasaran, dan mengantisipasi persaingan yang ada. Selain itu juga tergantung pada kemampuan untuk mengkombinasikan variabel-variabel bauran pemasaran (marketing mix) guna mengembangkan strategi pemasaran produknya. PT Unilever Indonesia Tbk adalah perusahaan multinasional yang memproduksi barang konsumen untuk memenuhi kebutuhan akan nutrisi, kesehatan dan perawatan pribadi sehari-hari dengan produk-produk yang membuat para pemakainya merasa nyaman, berpenampilan baik dan lebih menikmati kehidupan. Perusahaan ini beroperasi di Indonesia sejak tahun 1933 dan telah

tumbuh menjadi perusahaan penyedia consumer produk yang mempunyai peran penting di Indonesia. Rumusan Masalah 1. Strategi yang bagaimana yang tepat bagi perusahaan dalam upaya mempertahankan posisi dalam pasar. 2. Faktor-faktor internal dan eksternal apa yang dapat dianggap sebagai kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman bagi perusahaan dalam pemasaran shampo sunsilk? 3. Bagaimanakah penerapan bauran pemasaran yang terdiri dari 4P (product, price, place, promotion) dalam strategi pemasaran produk shampo sunsilk pada PT Unilever Indonesia Tbk Cabang Makassar ? METODE PENELITIAN Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan survei untuk menganalisis fakta dan data-data yang menunjang keterangan yang diperlukan untuk mendukung pembahasan penelitian. Sedangkan jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif yaitu menguraikan dan menjelaskan peran bauran pemasaran dalam strategi pemasaran pada PT Unilever Indonesia Cabang Makassar. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Kota Makassar tepatnya pada PT Unilever Indonesia Tbk Cabang Makassar. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive), dengan pertimbangan bahwa PT Unilever Indonesia Tbk merupakan salah satu perusahaan terbesar di Indonesia dan memiliki kantor cabang di Makassar yang memproduksi shampo sunsilk. Selain itu, penulis lebih mudah dalam pengumpulan data penelitian, baik yang bersifat data primer maupun data sekunder termasuk melakukan wawancara dengan informan. Sedangkan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan penelitian ini yaitu selama lebih kurang 2 bulan yaitu Juni sampai Juli 2010. Metode Pengumpulan Data Kuesioner penelitian ditujukan kepada responden yang terpilih. Pemilihan responden dilakukan dengan teknik judgment sampling, yaitu dengan cara meminta pendapat dari pelaku (subjek) yang dianggap mampu memberikan informasi yang dibutuhkan. Responden dalam penelitian ini adalah pengambil kebijakan pada bagian pemasaran, menguasai dan mengetahui informasi yang dibutuhkan seperti Direktur, Manajer Pemasaran, dan Supervisi Pemasaran serta beberapa konsumen produk shampoo sunsilk sebanyak 50 orang ditentukan secara sengaja (purposive sampling). Analisis Data Data-data yang diperoleh dianalisis dan diolah secara kuantitatif dan kualitatif selanjutnya disajikan dalam bentuk tabel, bagan dan uraian. Analisis kuantitatif dikemukakan pada data-data numerik perusahaan PT Unilever Indonesia Tbk Cabang Makassar, sedangkan analisis kualitatif menggunakan analisis strategi pemasaran, lingkungan pemasaran, matrik IFE dan EFE, matrik IE, dan matrik SWOT. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Analisis SWOT Bauran Pemasaran Produk Shampo Sunsilk pada PT Unilever Indonesia Cabang Makassar Sehubungan dengan analisis SWOT yang memiliki peran penting dalam menetapkan suatu strategi perusahaan, maka PT Unilever Indonesia Tbk Cabang Makassar perlu melakukan analisis SWOT yang merupakan cara yang sistematis di dalam melakukan analisis terhadap wujud ancaman dan kesempatan agar dapat membedakan keadaan lingkungan yang akan datang sehingga

dapat ditemukan masalah yang ada. Dari analisis swot, perusahaan dapat menentukan strategi efektif yang sejauh mungkin memanfaatkan kesempatan yang berlandaskan pada kekuatan yang dimiliki perusahaan, mengatasi ancaman yang datang dari luar, serta mengatasi kelemahan yang ada. 1. Identifikasi Lingkungan Internal Perusahaan Berdasarkan penilaian responden terhadap faktor kunci internal perusahaan, didapatkan total skor rata-rata IFE adalah sebesar 2,519. Hal ini berarti bahwa posisi strategi perusahaan berada pada posisi rata-rata dalam memanfaatkan kekuatan yang dimilikinya untuk menghadapi kelemahan internal perusahaan. Tabel 4. Analisis Matriks IFE PT Unilever Indonesia Tbk Cabang Makassar Faktor Strategi Internal Bobot Rating Kekuatan 1 Iklan produk yang menarik 0,116 3,33 2 Sosialisasi perusahaan 0,093 3,67 Pengalaman dalam kegiatan 3 pemasaran 0,092 3,33 Memiliki tim yang berdedikasi dan 4 terampil 0,087 2,19 5 Pengiriman barang tepat waktu 0,110 3,33 Kelemahan 1 Kinerja organisasi tidak efisien 0,118 2,67 2 Strategi harga yang bersaing 0,091 1,67 Lambatnya konsolidasi intern dalam 3 pengambilan keputusan 0,100 1,33 Perusahaan terkadang menjual produk 4 dalam jumlah terbatas 0,089 1,74 5 Perusahaan memiliki modal terbatas 0,104 1,67 Total 1,000

Jumlah Skor 0,387 0,339 0,308 0,190 0,368 0,314 0,151 0,134 0,154 0,174 2,519

Berdasarkan hasil perhitungan matrik IFE terlihat bahwa iklan produk shampoo sunsilk yang menarik merupakan kekuatan utama yang dimiliki perusahaan dengan jumlah skor 0,387 dimana perusahaan menampilkan model-model yang tipikal muda, berkulit putih, berambut panjang, sehingga memacu konsumen (lebih spesifik perempuan) untuk membeli produk tersebut agar dapat mengalami sendiri hasil yang diterima si model dalam iklan tersebut. Selanjutnya faktor sosialisasi perusahaan memiliki jumlah skor 0,339 dimana perusahaan gencar di misi sosial, sehingga kedekatan dengan konsumen dapat terus terjaga. Pengalaman dalam kegiatan pemasaran memiliki jumlah skor 0,308 dimana pengalaman akan memudahkan dalam menjual produk shampoo sunsilk. Memiliki tim yang berdedikasi dan terampil dengan jumlah skor 0,190 dimana tim tersebut akan termotivasi di segenap jajaran. Pengiriman barang tepat waktu dengan jumlah skor 0,368 adalah salah satu cara agar pelanggan loyal terhadap perusahaan, sehingga perusahaan dapat selalu menjaga hubungan baik dengan pelanggan atau konsumen.. 2. Identifikasi Lingkungan Eksternal Perusahaan Berdasarkan hasil analisis matrik EFE, diperoleh jumlah skor rata-rata untuk faktor kunci eksternal adalah sebesar 2,850 artinya kemampuan perusahaan untuk memanfaatkan peluang yang ada dan mengatasi ancaman-ancaman yang dihadapi oleh perusahaan berada pada kondisi menengah.

1 2 3 4 5

1 2 3 4 5

Tabel 5. Analisis Matrik EFE Perusahaan Faktor Strategi Eksternal Peluang Stabilitas ekonomi yang relatif baik Pertumbuhan ekonomi yang kuat di Sulawesi-Selatan Tingginya kepuasan konsumen Luasnya potensial market sekitar Tingginya tingkat ketergantungan akan produk consumer goods. Ancaman Kenaikan biaya bahan baku dan bahan kemasan Tidak stabilnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing Maraknya pemalsuan dan penyelundupan produk dari cina Penghapusan subsidi BBM Produk pesaing harga lebih rendah Total

Bobot 0,117 0,102 0,103 0,090 0,101

Rating 3,67 3,00 3,67 2,52 3,33

Skor Bobot 0,428 0,307 0,376 0,227 0,335

0,111 0,096 0,094 0,092 0,095 1,000

3,67 1,67 2,00 2,19 2,33

0,406 0,160 0,188 0,201 0,221 2,850

Berdasarkan hasil perhitungan matrik EFE terlihat bahwa stabilitas ekonomi relatif baik dengan jumlah skor 0,428 merupakan peluang yang sangat besar untuk dimanfaatkan oleh PT Unilever Indonesia Tbk Cabang Makassar dalam meningkatkan penjualan. Hal ini didukung dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat di Sulawesi-Selatan dengan jumlah skor 0,307 dan tingginya kepuasan konsumen dengan jumlah skor 0,376. Luasnya potensial market sekitar 250 juta jiwa penduduk dengan jumlah skor 0,227 dan juga tingginya tingkat ketergantungan masyarakat akan produk consumer goods dengan jumlah skor 0,335. 3. Analisis Matrik IE (Internal-Eksternal) Penentuan posisi perusahaan sangat penting bagi perusahaan dalam memiliki alternatif strategi untuk menghadapi perubahan yang terjadi dalam usaha yang dijalankan. Nilai matrik IFE yang didapat adalah sebesar 2,519 dimana PT Unilever Indonesia Tbk Cabang Makassar berada pada kondisi rata-rata dalam melakukan kegiatan pemasaran shampoo sunsilk. Nilai matrik EFE sebesar 2,850 yang memperlihatkan bahwa respon yang diberikan oleh perusahaan terhadap lingkungan eksternal tergolong menengah. Apabila masing-masing total skor dari faktor internal maupun eksternal diposisikan ke dalam matrik IE. Adapun analisis matriks IE (Internal-Eksternal) PT Unilever Indonesia Tbk Cabang Makassar, dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Total Nilai IFEYang Diberi Bobot Kuat Rata2 3,0 - 4,0 2,0 - 2,99
Total Nilai EFE Yang Diberi Bobot

Lemah 1,0 - 1,99

Tinggi 3,0 4,0 Menengah 2,0 2,99 Rendah 1,0 1,99

(I)

(II)

(III)

(IV)

(V) PT Unilever (VIII)

(VI)

(VII)

(IX)

Gambar 4. Matriks IE PT Unilever Indonesia Tbk Cabang Makassar

Berdasarkan gambar di atas dapat dijelaskan bahwa posisi PT Unilever Indonesia Tbk Cabang Makassar saat ini berada pada sel V, dimana strategi yang harus dijalankan oleh perusahaan adalah mempertahankan dan memelihara (hold and maintain), yang terdiri dari strategi penetrasi pasar dan pengembangan produk. Strategi yang dihasilkan pada matrik IE tersebut hanya menghasilkan alternatif strategi secara umum tanpa adanya implementasi strategi yang lebih teknis pada tingkat perusahaan. Oleh karena itu matrik IE yang dilengkapi oleh matrik SWOT merupakan langkah-langkah kongkrit yang sebaiknya dilakukan oleh PT Unilever Indonesia Tbk Cabang Makassar berdasarkan pengembangan dari matrik IE tersebut. 4 Analisis Matrik SWOT Analisis matrik SWOT adalah alat untuk mencocokkan beberapa tipe strategi pada kondisi internal yang menjadi kekuatan dan kelemahan perusahaan serta lingkungan eksternal yang menjadi peluang dan ancaman yang dihadapi PT Unilever Indonesia Tbk Cabang Makassar. Dengan menggunakan alat analisis ini diharapkan perusahaan dapat menyusun strategi berdasarkan kombinasi antara faktor-faktor internal dan eksternal yang telah disajikan dalam matrik IFE dan EFE, sehingga pada akhirnya didapatkan strategi yang sesuai berdasarkan kondisi perusahaan. Strategi ini terdiri dari strategi SO (strengths-opportunities), strategi ST (strengths-threats), strategi WO (weakness-opportunities), dan strategi WT (weakness-threats). Adapun hasil analisis matrik SWOT pada PT Unilever Indonesia Tbk Cabang Makassar dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 6. Matrik SWOT PT Unilever Indonesia Tbk Cabang Makassar Faktor Internal Kekuatan (Strengths) 1) Iklan produk yang menarik 2) Sosialisasi perusahaan 3) Pengalaman dalam kegiatan pemasaran 4) Memiliki tim yang berdedikasi dan terampil. 5) Pengiriman barang tepat waktu. Kelemahan (Weakness) 1) Kinerja organisasi tidak efisien 2) Strategi harga yang bersaing 3) Lambatnya konsolidasi intern. 4) Penjualan produk jumlah terbatas 5) Memiliki modal terbatas

Faktor Eksternal Peluang (Opportunities) 1) Stabilitas ekonomi yang relatif baik 2) Pertumbuhan ekonomi kuat di Sul-Sel. 3) Tingginya kepuasan konsumen 4) Luasnya potensial market 250 jt jiwa 5) Tingginya tingkat ketergantungan akan produk consumer goods. Ancaman (Threaths) 1) Kenaikan biaya bahan baku dan bahan kemasan 2) Tidak stabilnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing 3) Maraknya pemalsuan dan penyelundupan produk dari cina. 4) Adanya penghapusan subsidi BBM bagi industri. 5) Produk pesaing dengan harga lebih rendah.

Strategi S-O

Strategi W-O

1) Mempertahankan iklan 1) Memenuhi permintaan produk yang menarik konsumen (W1,W2, (S1,S2, S3, S4, S5, O1, O2, W3,O1,O2,O3,O4,O5) O4, O5) 2) Mempertahankan dan 2) Mengutamakan tingkat memelihara wilayah pemasaran kepuasan konsumen (S1,S2, yang telah ada S3, S4,S5,O2, O3,O5) (W3,W4,W5,O1, O2,O3, O5)

Strategi S-T Mengadakan promosi dengan menunjukkan bahwa produk yang dimiliki berkualitas. (S1,S3,S4,S5,T1,T2, T3,T5,T5)

Strategi W-T Memperluas pangsa pasar yang lebih besar melalui usaha pemasaran yang lebih gencar. (W1,W2,W3,W5,T1, T 2,T3,T4,T5)

Penerapan Bauran Pemasaran dalam Strategi Pemasaran Produk Shampo Sunsilk Penerapan bauran pemasaran produk shampoo sunsilk dalam strategi pemasaran dapat diketahui dengan menganalisa posisi setiap bauran pemasaran. Untuk menganalisa posisi setiap bauran pemasaran 4P (produk, harga, promosi dan distribusi), maka hasil penyebaran dari daftar pertanyaan kepada 50 orang konsumen produk sunsilk akan ditampilkan pada Tabel 7.

Faktor 4P yang Mempengaruhi Produk Sunsilk Strong dan Smooth Sunsilk Anti Dandruff Sunsilk Black Shine Sunsilk Silky Straight Sunsilk Perfect Balance Sunsilk Clean & Fresh

STM

TM

CM

SM

TOTAL

1 2 0 0 2 3

2 3 2 3 5 4 6 4 3 2 1 2 37

11 15 5 13 10 22 20 13 20 20 6 11 166

19 20 17 23 21 16 17 21 23 24 18 23 242

17 10 26 11 12 5 4 12 4 4 25 12 142

50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 -

Harga Harga produk terjangkau 3 Harga produk lebih rendah dari pesaing 0 Promosi Penampilan iklan 0 Kesesuaian iklan 0 Distribusi Suasana 0 Lokasi 2 Jumlah 13 Sumber: Data Primer Setelah Diolah, 2010

Data pada Tabel 7 menunjukkan jawaban dari para responden mengenai penilaian mereka terhadap strategi bauran pemasaran shampoo sunsilk, ternyata sebagian besar responden menyatakan memuaskan atau menarik sebanyak 242 frekuensi.

KESIMPULAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka berikut ini penulis menarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1. Hasil analisis identifikasi internal PT Unilever Indonesia Tbk Cabang Makassar menunjukkan bahwa jumlah perolehan skor rata-rata IFE adalah sebesar 2,519 yang berarti posisi strategi perusahaan berada pada posisi rata-rata dalam memanfaatkan kekuatan yang dimilikinya untuk menghadapi kelemahan internalnya, dimana kekuatan utama perusahaan adalah kegiatan promosi melalui iklan produk shampoo sunsilk yang menarik, sedangkan kelemahan utamanya adalah kinerja organisasi yang tidak efisien serta keterbatasan modal yang dimiliki perusahaan. 2. Hasil analisis identifikasi eksternal PT Unilever Indonesia Tbk Cabang Makassar menunjukkan bahwa jumlah perolehan skor rata-rata EFE adalah 2,850 yang berarti kemampuan perusahaan untuk memanfaatkan peluang yang ada dan mengatasi ancamanancaman yang dihadapi oleh perusahaan berada pada kondisi menengah, dimana stabilitas ekonomi yang relatif baik menjadi peluang sangat besar untuk dimanfaatkan oleh perusahaan, sedangkan ancaman terbesar yang dihadapi perusahaan adalah kenaikan biaya bahan baku dan bahan kemasan serta ancaman produk pesaing dengan harga lebih rendah. 3. Hasil analisis Matriks IE menunjukkan bahwa posisi PT Unilever Indonesia Tbk Cabang Makassar saat ini berada pada sel V, dimana strategi yang harus dijalankan perusahaan adalah mempertahankan dan memelihara (hold and maintain), yang terdiri dari strategi penetrasi pasar dan pengembangan produk. 4. Hasil analisis Matriks SWOT menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang dapat dipilih oleh perusahaan untuk dapat dipertimbangkan, di antaranya: meningkatkan promosi penjualan shampoo sunsilk dan mengutamakan kepuasan konsumen dengan tetap memperhatikan

kualitas produk. Selain itu, perusahaan juga harus mampu memperluas pangsa pasar yang lebih besar melalui usaha pemasaran yang lebih gencar serta berusaha memenuhi setiap pesanan sesuai volume permintaan pelanggan. Dengan demikian, strategi tersebut diharapkan dapat meningkatkan penjualan shampoo sunsilk sehingga akan menambah keuntungan bagi perusahaan. 5. Peran bauran pemasaran shampoo sunsilk dalam strategi pemasaran dapat diketahui dari besarnya nilai mean yang diperoleh yaitu variabel promosi sebesar 4,251, kemudian disusul variabel produk sebesar 3,806, variabel distribusi sebesar 3,629 dan variabel harga sebesar 3,318, dimana keempat bauran pemasaran tersebut berbeda secara signifikan karena nilai signifikan 0,000 < 0,05.

DAFTAR PUSTAKA Afiff, Faisal, 2001. Strategi Pemasaran. Angkasa Bandung. Assauri, Sofyan, 2003. Manajemen Pemasaran Produksi dan Operasi. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi, Jakarta. David FR. 2001. Strategic Management : Concepts and Cases. 8th ed. New Jersey: Prentice-Hall, Inc. Glueck WF, Jauch LR. 1994. Manajemen Strategis dan Kebijakan Perusahaan. Jakarta: Erlangga. Hax AC, Majluf NS. 2001. The Strategy: Concepts and Process. New Jersey: Prentice-Hall, Inc. Johnson G, Scholes K, Sexty RM. 1989. Exploring Strategic Management. Ontario: Prentice-Hall, Inc. Kotler, P. 2003. Manajemen Pemasaran, Analisis, Perencanaan, Implementasi and Pengendalian. Jilid 2. Edisi Keenam. Erlangga, Jakarta. Kotler, P. dan Amstrong, G. 2005. Prinsip-Prinsip Pemasaran. Edisi Ke-8 Erlangga, Jakarta. Marimin. 2004. Teknik dan Aplikasi Pengambilan Keputusan Kriteria Majemuk. Jakarta: Grasindo. Mursid, M. 2000. Manajemen Pemasaran. Aksara Bekerja sama antar Universitas Studi Ekonomi UI, Jakarta. Nickols F. 2000. Strategy Is.A Lot of Things. http://home.att.net/-nickols/strategy_is.htm [28 Juni 2008]. Nitisemito, Alex S., 2002. Strategi Marketing. Penerbit Alumni, Bandung. Radiosunu, 2000. Marketing Management. Bagian Penerbitan Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada,Yogyakarta. Rangkuti F. 2002. Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Saaty, TL. 2003. Pengambilan Keputusan Bagi Para Pemimpin. Jakarta: Pustaka Binaman Pressindo. Sigit, Soehardi, 2005. Marketing Praktis, Armitha, Yogyakarta. Siswanto, Hadikusuma, 2001. Manajemen Strategi Bisnis SDM. Rosda Karya, Jakarta. Subroto, 2003. Analisis SWOT Tinjauan Awal Pendekatan Manajemen. http://www.depdiknas.go.id/balitbang/Publikasi/Jurnal/No.026/ analisis_swot_gatot.htm [11 Juni 2008]. Supartomo, 2004. Ekonomi Mikro, PT Gramedia, Pustaka Utama, Jakarta. Suracman, S., Suparlan, S. dan Suherley, 2000. Intisari Manajemen Pemasaran. Penerbit Remaja Karya, Bandung.

Suteja, Siswanto, 2003. Kerangka Dasar Manajemen Pemasaran, Cetakan Ketiga, Publikasi Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen, Jakarta. Swasta, Basu, DH., Dharmestha, dan T. Hani Handoko, 2000. Manajemen Pemasaran, Analisa Perilaku Konsumen, Edisi Pertama, Cetakan Ketiga, Penerbit BPFE, Yogyakarta. , 2003. Azas-Azas Marketing, Penerbit Liberty, Yogyakarta. Tjiptono, Fandi, 2000. Strategi Pamasaran, Edisi kedua, Cetakan Kedua, Andi Offset, Yogyakarta. Wahyudi AS. 2001. Manajemen Strategik: Pengantar Proses Berpikir Strategik. Jakarta: Binarupa Aksara. William, Stanton, J., 2003. Fundamentals of Marketing, Fifty Edition, Company, Tokyo. Winardi, 2001. Azas-Azas Marketing, Penerbit Alumni, Bandung. Mc Graw Hill Book