Anda di halaman 1dari 11

Bahaya Infeksi Trichomonas Vaginalis

Nama : Andreas Chandra Npm : 05.70.00.97 Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma 2010

KATA PENGANTAR
Terima kasih saya ucapkan kepada kepala bagian dari mata kuliah parasitologi, yang telah mendukung saya dalam membuat makalah ini. Dan karena saya telah diberikan tugas ini. Makalah yang saya buat ini, saya buat dengan benar yang telah di dukung oleh dasar-dasar teori yang memadai, dan berdasarkan referensi penelitian, dan tesis-tesis dari text book dan media internet. Jika ada kesalahan dalam pembuatan makalah ini, baik dari penulisan makalah ini maupun dalam pembahasan, mohon maaf yang sebesar-besarnya. Karena tiap mausia tidak luput dari kesalahan. Semoga makalah ini dapat berguna bagi masyarakat untuk mendukung nilai dari mata kuliah parasitologi. Akhir kata saya ucapkan terima kasih dosen-dosen parasitologi serta staf-staf lab.parasitologi, yang telah sepenuhnya mendukung saya dalam penulisan makalah ini.

DAFTAR ISI
KATA PENGANTARi DAFTAR ISI.ii PENDAHULUAN 1 TINJAUAN PUSTAKA3 PEMBAHASAN...5 KESIMPULAN DAN SARAN.7 DAFTAR PUSTAKA8 LAMPIRAN

PENDAHULUAN

Kecantikan ,pada umumnya sangat didamba-dambakankan oleh setiap wanita. Selain faktor penampilan dan kepribadian ada hal-hal lain yang paling di takutkan oleh para wanita yaitu kebersihan. Kebersihan luar dan dalam selalu menjadi masalah besar wanita, lebih khusus lagi kebersihan organ kewanitaan. Sebaiknya wanita juga memperhatikan kesehatan terutama mengenai kesehatan reproduksi wanita. Salah satu masalah kesehatan reproduksi wanita yang sering dikeluhkan adalah keputihan. Tak jarang keputihan dapat begitu mengganggu hingga menyebabkan ketidaknyamanan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Diperkirakan terdapat sebanyak 75% wanita di Indonesia pernah mengalami keputihan minimal satu kali dalam hidupnya (Berdasarkan lembaga survey tahun 2009). Meskipun hal ini adalah penyakit umum, tetapi bukan berarti penyakit ini harus dianggap remeh atau di abaikan. Normalnya seorang perempuan memang mengeluarkan lendir dari organ reproduksinya, sebagai pembersih organ tersebut. Seperti halnya, lendir pada organ lain, mulut, hidung dan lainnya lendir pada organ reproduksi juga sebagai penyeimbang suhu tubuh. Namun apabila lendir dari vagina jumlahnya melebihi batas, berwarna putih seperti susu basi atau kuning kehijauan, bahkan berbau, baik disertai gatal ataupun tidak, apakah hal tersebut masih bias di katakana normal masih normal ? Dan apalagi bila hal itu di abaikan , tidak ada pengobatan lebih lanjut, apa yang akan terjadi ?

Terdapat banyak faktor yang dapat menyebabkan keputihan, dan sekarang pun sangat mudah untuk mencegahnya. Tetapi hal yang paling utama adalah bagaimana kebiasaan diri kita masing-masing dalam menjaga kebersihan diri,terutama bagi kaum wanita dalam menjaga kebersihan organ kewanitaan. Karena pencegahan itu lebih baik daripada pengobatan.

TINJAUAN PUSTAKA
Trichomonas vaginalis merupakan : Class Family Genus : Flagellata, : Trichomonadidae, : Trichomonas,

Species : Trichomonas vaginalis, Trichomonas hominis, Trichomonas faetus

Spesies parasit ini ditemukan pertama kali oleh Donne 1836 pada sekresi purulen dari vagina wanita dan sekresi traktus urogenital pria. Pada tahun 1837, protozoa ini dinamakan Trichomonas vaginalis. Parasit ini bersifat cosmopolitan ditemukan pada saluran reproduksi pria dan wanita. Penyebab terjadinya keputihan pada wanita. Biasa disebut leukorrhoe atau flour albus. (oleh dr. Gracia Dewi Indrawati) Morfologi : 1. Mempunyai ukuran antara 15 - 20 mikron x 10 mikron 2. Tidak berwarna dan bentuknya cuboid 3. Sitoplasmanya bergranula dimana granula tersebut pada umumnya terletak di sekitar custa dan axostyle 4. Membran bergelombang berakhir pada pertengahan tubuh, jadi tidak mempunyai flagela bebas 5. Sitostoma tidak ada 6. Habitat pada vagina bagian atas serta prostat dan sekitarnya 7. Makanannya adalah kuman-kuman, sel-sel vagina dsb

8. Trichomonas Vaginalis hanya dapat hidup pada pH > 5,5 - 7,5

Kebanyakan spesies Trichomonas tidak begitu patogen dan gejalanya hampir tidak terlihat. Tetapi beberapa strain dapat menyebabkan inflamasi, gatal-gatal, keluar cairan putih yang mengandung trichomonas. Protozoa ini memakan bakteri, leukosit dan sel eksudat. Seperti mastigophora lainnya T. vaginalis membelah diri secara longitudinal dan tidak membetuk cyste.Beberapa hari setelah infeksi, terjadi degenerasi epithel vagina diikuti infiltrasi leukosit. Sekresi vagina akan bertambah banyak berwarna putih kehijauan dan terjadi radang pada jaringan tersebut. Pada infeksi akut, biasanya akan menjadi kronis dan gejalanya menjadi tidak jelas. Pada pria yang terinfeksi, gejalanya tidak terlihat, tetapi kadang ditemukan adanya radang urethritis atau prostitis.

PEMBAHASAN
Keputihan ada dua jenis. Keputihan yang normal faali, dan keputihan yang tergolong penyakit. Jenis yang faali tak perlu diobati, sebab tidak membahayakan, selain tidak menular Sedang keputihan penyakit harus secepatnya diobati agar tidak bertambah parah, dan menjaga kemungkinan menularkan kepada pasangan seks, selain bisa bermasalah dalam proses terjadinya kehamilan, atau pengaruhnya terhadap penentuan jenis kelamin anak yang bakal dikandung nantinya. Keputihan jenis penyakit disebabkan oleh salah satu atau lebih dari tiga jenis bibit penyakit. Secara kasar penyebabnya dapat diduga hanya dengan melihat keluhan, gejala, sifat, dan tanda keputihannya.Keputihan jenis yang normal dan bukan penyakit biasanya bening encer, umumnya muncul saat ovulasi, menjelang haid, saat mendapat rangsangan seks, atau selagi hamil. Keputihan normal semacam ini biasanya tidak gatal, tidak pula berbau. Keputihan faali tidak menular karena memang tidak ada bibit penyakitnya. Sedangkan keputihan penyakit, oleh karena berbibit penyakit, tentu bisa menular kepada pasangan seks. Sifat lendirnya lebih kental, biasanya menyisakan noda flek di pakaian dalam, mungkin berwama putih susu, kuning, atau kehijauan, dan selalu berbau selain gatal pula.Dengan melihat seperti apa warna keputihannya, untuk praktisnya dokter dapat menduga apa jenis bibit penyakit yang menjadi penyebabnya. Keputihan yang disebabkan oleh jamur candida albicans berwarna putih susu (menjadi serbuk seperti bedak kalau mengering), yang disertai gatal yang hebat. Akibat garukan yang keras

dan berulang, bahkan bisa sampai melukai dan menimbulkan lecet-lecet pada bibir vagina dan sekitarya, menimbulkan tambahan keluhan dan penyakit. Keputihan yang disebabkan oleh parasit trichomonas vaginalis, dan ini jenis keputihan yang paling sering, biasanya berwarna kekuningan, disertai gatal, berbau, selain kental pula. Sedang keputihan yang disebabkan kuman umumnya berwarna kehijauan, sama-sama gatal, dan berbau penyebab keputihan, lain pula obatnya. Untuk kepastian apa penyebab keputihannya, aturan mediknya harus dilakukan pemeriksaan khusus. Lendir keputihannya diambil langsung dari vagina dengan alat sendok khusus di laboratorium. Kemudian lendirnya diperiksa, dibiak, dan dari sana akan terungkap siapa bibit penyakit penyebabnya. Namun, cara ini tidaklah praktis dan perlu waktu beberapa hari menunggu hasilnya.

KESIMPULAN & SARAN


Utamakan kebersihan. Cucilah tangan sebelum dan sesudah menyentuh alat kelamin .Gunakanlah celana dalam yang tidak terlalu ketat, memiliki sirkulasi udara yang baik seperti bahan dari katun. Serta gantilah celana dalam secara teratur. Seringlah mengganti pembalut ketika haid. Pembalut yang sudah basah dan terlalu lama dipakai dapat menjadi sarang berbagai kuman penyakit. Kebiasaan berhanduk dengan menggosok dari belakang ke depan memungkinkan berpindahnya kuman dari liang dubur ke vagina. Maka biasakan berhanduk dari depan ke belakang sehingga kuman tidak sampai terbawa masuk ke vagina.Bisa juga menggunakan vaginal douche seperti laktasid untuk mengembalikan kadar asam dalam vagina. Tapi hindari pemakaian secara berlebihan karena dapat membunuh bakteri "baik" yang ada di dalam vagina.Keputihan yang normal tidak memerlukan pengobatan. Tapi jika keputihan itu disebabkan oleh alergi, pengobatannya cukup dengan menghindari penyebab alerginya itu. Dengan sendirinya keputihan pun akan reda. Sedangkan keputihan akibat suatu penyakit memang memerlukan pengobatan. Dokter biasanya akan memberikan obat keputihan yang memerlukan gabungan obat pembunuh jamur, parasit, dan kuman. Jenis obatnya ada 2 macam yakni obat yang dimasukkanke dalam liang vagina atau obat yang diminum. Sebagian masyarakat kita sering menggunakan air rebusan daun sirih untuk mengobati keputihan. Bahkan, ada juga yang menganjurkan memakan biji delima putih. Cara pengobatan tradisional ini, mungkin berlaku efektif untuk keputihan normal, yakni untuk menekan produksi lendir vagina. Namun, daun sirih atau ramuan tradisional lainnya tidak mempunyai efek membunuh

kuman (antibiotik). Mungkin saja produksi lendir berkurang, tapi kuman akan terus hidup dan berkembang.

DAFTAR PUSTAKA
http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/09_PengobatanFluorAlbus.pdf/09_Pengoba tanFluorAlbus.htm http://www.klikdokter.com/article/detail/150260 http://www.kulinet.com/baca/mencegah-keputihan/709/ http://www.fmrshs.com/index.php? option=com_content&view=article&id=61:problematika-keputihan-dalamkehamilan&catid=39:artikel&Itemid=57 http://www.seenthing.com/search/keputihan+trichomonas+vaginalis