Pembuatan Runner Turbin Propeler

Haryadi, dkk.

Pembuatan Runner Turbin Propeler Menggunakan CNC dan Pengujiannya
Haryadi, Deni Mulyana, M. Toni Dwi Atmaji, Dear Rayi Mahardhika
Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Bandung Jln. Gegerkalong Hilir, Ds. Ciwaruga, Bandung INDONESIA E-mail: haryadi.mesin@polban.ac.id
Abstrak Kebutuhan tenaga listrik akan semakin meningkat sejalan dengan perkembangan ekonomi dan pertumbuhan penduduk. Kondisi ini tentu harus diantisipasi sedini mungkin agar penyediaan tenaga listrik dapat tersedia dalam jumlah yang cukup dan harga yang memadai. Dalam upaya memenuhi kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Jawa Barat, telah direncanakan tambahan infrastruktur ketenagalistrikan dari tahun 2010-2014 antara lain dengan membangun PLTMH dengan kapasitas total 400 kW. Kajian ekonomi yang telah dilakukan menunjukkan bahwa PLTMH bisa menguntungkan. Pembuatan runner turbin propeler untuk PLTMH dengan menggunakan CNC telah bisa dilakukan. Evaluasi awal menunjukkan bahwa runner yang dibuat menggunakan CNC ini lebih baik dibandingkan dengan runner yang dibuat secara manual. Kata kunci: runner, propeler, CNC, PLTMH

1 1.1

Pendahuluan Kondisi Kelistrikan di Jawa Barat

Kebutuhan tenaga listrik akan semakin meningkat sejalan dengan perkembangan ekonomi dan pertumbuhan penduduk. Kondisi ini tentu harus diantisipasi sedini mungkin agar penyediaan tenaga listrik dapat tersedia dalam jumlah yang cukup dan harga yang memadai. Dengan mempertimbangkan asumsi pertumbuhan ekonomi nasional rata-rata tumbuh sebesar 6,1% pertahun dan pertumbuhan penduduk secara nasional tumbuh sebesar 1,3% pertahun, prakiraan kebutuhan tenaga listrik nasional sesuai Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional 2008-2027 diperkirakan akan mencapai rata-rata sebesar 9,2 % per tahun. Tingginya perkiraan pertumbuhan rata-rata kebutuhan tenaga listrik nasional tersebut juga memperhatikan banyaknya daftar tunggu calon pelanggan PT PLN (Persero) yang jumlah kapasitasnya telah mencapai kurang lebih sekitar 6.000 MW akibat diterapkannya pembatasan penjualan tenaga listrik (suppressed demand) pada tahun-tahun sebelumnya. Pengembangan kapasitas penyediaan tenaga listrik diarahkan pada pertumbuhan yang realistis dan diutamakan pemanfaatan sumber energi setempat atau energi baru terbarukan [1]. Sistem kelistrikan di Provinsi Jawa Barat adalah merupakan bagian dari sistem interkoneksi JawaMadura-Bali. Pasokan utama untuk kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Jawa Barat selain dari sistem transmisi 500 kV dan 150 kV adalah PLTA Saguling dan PLTA Cirata. Saat ini rasio

elektrifikasi Provinsi Jawa Barat sudah mencapai 67,40% dan rasio desa berlistrik sebesar 99,81%. Sementara daftar tunggu PLN telah mencapai 131.718 permintaan atau sebesar 176,9 MVA. Provinsi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI. Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali sistem kelistrikannya telah terinterkoneksi dengan baik pada jaringan transmisi tenaga listrik 150 kV dan 500 kV yang dikenal dengan nama Sistem Interkoneksi Jawa-Madura-Bali. Dengan demikian, neraca daya seluruh provinsi tersebut direpresentasikan oleh neraca daya Sistem Interkoneksi Jawa-Madura-Bali, dimana pada tahun 2010 dan 2011 sistem berada pada kondisi baik, sedangkan pada tahun 2012, 2013 dan 2014 kapasitas sistem belum dapat memenuhi beban puncak yang ada sehingga mengalami defisit, masing-masing sebesar 2.383 MW, 3.830 MW dan 11.619 MW [1]. Dalam upaya memenuhi kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Jawa Barat, telah direncanakan tambahan infrastruktur ketenagalistrikan dari tahun 2010-2014 sbb. [1]: • Pembangkit tenaga listrik sebesar 7.538 MW • Program energi baru terbarukan (EBT): o PLTS 50 WP tersebar 34.825 unit. o PLTS terpusat 15 kW 8 unit. o PLTMH 400 kW.

1.2

Kondisi Pengembangan Mikrohidro

Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) adalah suatu pembangkit listrik skala kecil yang mengubah energi potensial air menjadi kerja
1

dan IRR = 35% dengan Pay Back Period selama 3 tahun 4 bulan. PLTMH Kaarang tengah adalah PLTMH sederhana yang menggunakan kincir kayu dan barang bekas sepeda motor. Computer-aided manufacturing (CAM) adalah suatu program computer untuk mengontrol peralatan mesin terkait dalam pembuatan benda kerja atau produk. CAD bisa berupa gambar 2 dimensi dan gambar 3 dimensi. hanya saja sudut sudu geraknya tida bisa diatur untuk menyesuaikan dengan debit aliran. Solid model memungkinkan kita untuk memvisualisasikan komponen dan rakitan yang kita buat secara realistik. 2. sehingga mengurangi efisiensi turbin yang akhirnya dapat pula merusak sudu propeler turbin. Tujuan utamanya adalah untuk membuat proses produksi lebih cepat dengan dimensi lebih tepat dan konsistensi material. Kecamatan Cilongok. Kecamatan Mojotengah. Pembuatan propeler turbin dengan metoda ini diharapkan dapat mengurangi kelemahan-kelemahan tersebut. 2.000. Pembuatan runner turbin propeler biasanya dilakukan secara manual yaitu dengan cara di cor kemudian proses finishing atau pembentukannya dengan menggunakan kikir. Purwanto. Kavitasi dapat menyebabkan sudu-sudu turbin menjadi berlubang-lubang kecil. 6. Kelompok turbin Kaplan ini memiliki kecepatan spesifik tinggi (high specific speed). yang dalam beberapa kasus. termasuk perencanaan. PLTMH Wanganaji yang memasok interkoneksi PLN Wonosobo dengan investasi Rp.NPV = Rp. .562. PLTMH di Desa Purbasari. Integrasi itu dimungkinkan karena perangkat lunak CAD saat ini kebanyakan merupakan aplikasi gambar tiga dimensi atau biasa disebut solid modelling. Energi yang dimiliki oleh aliran air diubah menjadi energi mekanik melalui sudu gerak (runner) memutar poros yang dihubungkan ke generator sehingga menghasilkan energi listrik.771. sekaligus mengurangi konsumsi energi. serta melakukan pengujian secara sederhana. Secara sederhana. 2 Teknologi CAD/CAM Computer Aided Design (CAD) adalah suatu program komputer untuk menggambar suatu produk atau bagian dari suatu produk. BCR = 2.300.695. dimana dua-dimensi (2-D) atau-dimensi (3-D) model tiga komponen yang dihasilkan dalam CAD perangkat lunak yang digunakan untuk menghasilkan Gkode untuk drive dikontrol secara numerik komputer ( CNC ) peralatan mesin.000. PLTMH di Desa Karangtengah. CAM telah dianggap sebagai kontrol numerik (NC) alat pemrograman. Penelitian ini bertujuan untuk membuat runner turbin propeler tersebut menggunakan mesin CNC. Hasil kajian menunjukkan bahwa: PLTMH Karangtengah secara finansial tidak layak. Sehingga hal tersebut mengakibatkan kekasaran pada permukaan propeller Turbin Kaplan yang dapat mengakibatkan kavitasi.700.73. Berawal dari menggantikan fungsi meja gambar kini perangkat lunak CAD telah berevolusi dan terintegrasi dengan perangkat lunak CAE (Computer Aided Engineering) dan CAM (Computer Aided Manufacturing). transportasi dan penyimpanan. 2). memberikan NPV = Rp.Kabupaten Banyumas. Produk yang ingin digambarkan bisa diwakili oleh garisgaris maupun simbol-simbol yang memiliki makna tertentu. dkk.042.: Diameter luar = 125 mm Diameter hub = 48.. yaitu sekitar 0-100 kW.Pembuatan Runner Turbin Propeler Haryadi. mekanis. sedangkan PLTMH Desa Purbasasri dengan kurun waktu 15 tahun. Efisiensi yang diperoleh menurut salah satu penelitian dapat mencapai 71% [3]. CAM juga bisa merujuk kepada penggunaan komputer untuk membantu dalam semua operasi pabrik.695. 3 Pembuatan Model Dimensi runner tubin propeler yang akan dibuat adalah sbb. Kecamatan Karangjambu. Kabupaten Wonosobo. hanya menggunakan jumlah bahan baku yang diperlukan (dengan demikian meminimalkan limbah).5 mm 2 . PLTMH Wangaji adalah PLTMH modern berkapasitas 140 kW memasok jaringan interkoneksi Perusahaan Listrik Negara (PLN). Turbin kaplan bekerja pada kondisi head rendah dengan debit besar. Turbin propeler merupakan turbin Kaplan kelompok turbin reaksi jenis baling-baling. untuk menghasilkan daya listrik skala kecil.dengan pengembalian modal akan terjadi 11 tahun 9 bulan yaitu pada bulan September tahun 2018 [2]. Desa Blenderan. Pada pemilihan turbin didasarkan pada kecepatan spesifiknya. melakukan kajian ekonomi di tiga PLTMH yakni: 1). Kabupaten Purbalingga.-. manajemen. PLTMH Wanganaji. dan 3). PLTMH desa Purbasari dalah PLTMH medium berkapasitas 40 kW.

7° Kecepatan putar = 1500 rpm. Tentukan titik nol pada benda kerja. 6. 11. Pilih surface yang akan diubah menjadi bentuk solid. Membuat poros turbin Kaplan 12. Setelah model tiga dimensi pada perangkat lunak CATIA selesai dibuat. Melakukan simulasi terhadap toolpath yang telah dibuat 10. Menentukan parameter cutting. maka langkah selanjutnya adalah menyalin simulasi ke dalam bentuk g-code. Sedangkan dua digit terakhir menyatakan persen ketebalan airfoil terhadap chord. disesuaikan dengan bentuk kontur dari benda kerja yang dibuat. Airfoil yang telah di pilih lalu pilih. disimpan dalam format XY File. Pertama pencekaman bagian bawah propeller untuk mengerjakan permukaan bagian atas propeller dan kedua adalah pencekaman bagian atas propeler untuk mengerjakan permukaan bagian bawah propeler. Ubah menu Generative Shape Design menjadi Part Design. Mengirim program ke mesin menggunakan program CIMCO Edit. Salin semua koordinat di atas pada Microsoft Excel. 2. Pembuatan gambar model Propeler Turbin Kaplan dilakukan menggunakan piranti lunak CATIA V5R17 yang kompatibel dengan beberap piranti lunak lainnya. 5. Air foil = NACA 1206 Sudut masuk bagian luar = 21. Memotong blade. maka akan muncul angka-angka koordinat pada program notepad. 2. sesuai dengan diameter luar runner. digit pertama menyatakan persen maksimum chamber terhadap chord. Membuat dan memposisikan spline agar dapat membuat airfoil surface Turbin Kaplan.Pembuatan Runner Turbin Propeler Haryadi. dilanjutkan dengan membuat working plan. yaitu NACA 1206 menggunakan perangkat lunak Snack. 3 . 8. Membuat bagian tirus pada turbin Kaplan 14. 4. Langkah-langkah pembuatan gambar menggunakan piranti lunak SNACK dan CATIA V5R17diantaranya sebagai berikut: 1.4° Sudut masuk bagian tengah = 24. 3. Memperbanyak blade menjadi 5 bagian menggunakan Circular Pattern. Menentukan parameter-parameter pada Surface High Speed Toolpath roughing. Sebelum proses eksekusi di mesin CNC. 8. Tekan create spline untuk memunculkan desain airfoil pada Program Catia. Ketika menekan create spline maka akan muncul user info kemudian kita pilih no 2 tekan OK. 6. Menentukan tipe dan ukuran tool yang akan dipakai. Desain profil airfoil akan muncul di piranti lunak CATIA. Pada airfoil NACA seri empat digit. 10. Pilih menu generative shape design saat proses menggambar Propeler Turbin Kaplan. 3. Membuat surface dengan menggunakan multi-sections surface. Pilih surface atau permukaan yang akan diproses. Memilih desain airfoil yang sesuai dengan dimensi propeler turbin. Apabila simulasi sudah benar. 7. 13. 5. 4. 5 Proses Pembuatan Mesin CNC Propeller di Proses pembuatan Propeler Turbin Kaplan di mesin CNC dilakukan dengan dua kali proses pencekaman. 9. 11. dkk. Mendefinisikan mesin yang akan di pakai yaitu CNC HURCO VM2. serta hasilnya dapat langsung ditransfer ke mesin CNC HURCO VM2. Salinan simulasi dalam bentuk g-code. Buka desain airfoil yang telah dipilih. Adapun langkah-langkah dalam pembuatan gcode dengan menggunakan piranti lunak CAD/CAM diantaranya sebagai berikut: 1. Membuat desain solid: pada tahap ini bentuk benda kerja yang diinginkan harus terbentuk. lalu tekan OK. Digit kedua menyatakan persepuluh posisi maksimum chamber pada chord dari leading edge. Memilih toolpath yang akan digunakan untuk proses roughing dan finishing. digunakan piranti lunak CAD/CAM. Mengubah surface menjadi bentuk solid. Tool atau cutter yang digunakan. Hal ini akan memudahkan dalam pembuatan g-code. 7. 12. 4 Pemrograman NC Dalam pembuatan toolpath dan g-code Propeler Turbin Kaplan. lalu klik close surface. 9. Lalu buka gambar solid yang sudah terbentuk di piranti lunak CAD/CAM. bahan terlebih dahulu dibentuk menggunakan mesin bubut manual agar memudahkan pada saat proses pencekaman dan proses eksekusi di mesin CNC.

Untuk tahap selanjutnya.Pembuatan Runner Turbin Propeler Haryadi. Jakarta. Pemeriksaan visual menunjukkan bahwa runner yang dibuat menggunakan CNC bebas dari cacat fisik Berdasarkan hasil perancangan dan pembuatan Propeller Turbin Kaplan dapat disimpulkan bahwa daya elektrik yang dihasilkan oleh propeller hasil CNC lebih besar dibandingkan dengan daya elektrik yang di hasilkan oleh propeler hasil pengecoran. perlu dilakukan kajian finansial antara kedua jenis runner. Sedangkan propeler hasil pembuatan dengan pengecoran memiliki daya elektrik maksimum sebesar 432 Watt dan daya elektrik minimum 144 Watt. Pengukuran sudut twist dengan dial indikator juga menunjukkan bahwa runner yang dibuat secara konvensional menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara bilah satu dengan lainnya. 4 Desember 2011. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol. Dari perbandingan data di atas daya elektrik propeller hasil proses CNC lebih besar dibandingkan propeller hasil pengecoran. 2014. Berikut adalah hasil perhitungan dari propeller dengan proses pembuatan CNC dan propeller dengan proses pengecoran. 7 Gambar 1 Runner hasil pembuatan dengan CNC dan manual Kesimpulan dan Saran 6 Hasil Pengujian Pemeriksaan visual menunjukkan bahwa runner yang dibuat menggunakan CNC bebas dari cacat fisik. Indonesia.d. No. 251 – 264. Daftar Pustaka 1. Propinsi Jawa Tengah. 2011. vibrasi. Gambar 2 Daya elektrik terhadap bukaan katup . Pengjianpengujian teknis seperti daya yang dihasilkan. 4 . pp. Purwanto. Thn. Desember 2009 2. Dari kedua data di atas dapat di lihat bahwa propeller hasil pembuatan dengan CNC memiliki daya elektrik maksimum sebesar 504 Watt dan daya elektrik minimum sebesar 171 Watt. NPSH juga perlu dilakukan. 51 – 67. Daya Runner turbin Kaplan berdiameter 120 mm telah dapat dibuat dengan bahan baku material tunggal menggunakan CNC. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI. 2004. sedangkan runner hasil pengerjaan konvensional menunjukkan adanya cacat pada beberapa tempat. 8 No. Analisis Finansial dan Ekonomi Pembangkit Listrik Mikrohidro di Beberapa Lokasi. 2009. Hal. Sunomo. Forum Penelitian Juni. dkk. Master Plan Pembangunan Ketenagalistrikan 2010 s. 3. elektrik yang dihasilkan oleh propeler hasil CNC lebih besar dikarenakan ukuran dimensi setiap blade sama sedangkan propeller hasil pengecoran ukuran dimensi setiap blade berbeda. Karakteristik Turbin Propeler Slala Mikrohidro untuk Mesin Percobaan. 2004. 1. Dari data hasil pengujian dapat di hitung daya elektrik propeler turbin kaplan hasil CNC dan propeller turbin kaplan hasil pengecoran. 16.

Syukri Himran dan A. Fritz. Andi Ade Larasakti. 3 No. Franciscus Asisi Injil P. Turbin Pompa dan Kompresor. 1998. Karwanto. Vol. Samodra Wasesa Jurusan Teknik Mesin. Pamungkas Irwan N. Universitas Muhammadiyah Malang. 1: Januari 2012: 245-253 5. Pimnas 2006 5 . Rancang Bangun Turbin Pelton untuk Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro dengan Variasi Bentuk Sudu. dkk. Syamsul Arifin. 2012.Pembuatan Runner Turbin Propeler Haryadi. Jurnal Mekanikal. Pembuatan dan Pengujian Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Turbin Banki Daya 200 Watt. Jakarta 6. 4. Erlangga. Dietzel.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful