Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN VISITASI PUSKESMAS: PUSKESMAS MUMBULSARI

Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Blok Humaniora dan Masalah Kesehatan di Fakultas Kedokteran Universitas Jember

Disusun oleh : Haqiqi Amira Syathir ( 132010101065 )

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JEMBER September, 2013

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL DAFTAR ISI ................................................................................................................................................. i BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................................................... 1 BAB II RINGKASAN KASUS ................................................................................................................ 2 BAB III HASIL TELAAH KASUS .......................................................................................................... 3 I. II. III. IV. V. VI. VII. VIII. IX. X. XI. XII. I. II. LAMPIRAN Struktur Organisasi ................................................................................................ 3 SDM ............................................................................................................................... 3 Tugas Pokok Dan Fungsi ...................................................................................... 4 Upaya Kesehatan Masyarakat dan Upaya Kesehatan Perorangan ..... 6 Program Berjalan .................................................................................................... 6 Program Unggulan .................................................................................................. 7 Masalah Kesehatan Terbesar ............................................................................. 7 Hambatan dalam Penyelenggaraan Puskesmas ........................................ 7 Hubungan dengan Pihak Luar ........................................................................... 8 Sistem Rujukan ........................................................................................................ 9 Sistem Pembiayaan ................................................................................................ 9 Sistem Pelaporan .................................................................................................... 9 Kesimpulan ............................................................................................................... 10 Saran ............................................................................................................................ 11

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN ................................................................................................. 10

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................................ iii

BAB I PENDAHULUAN Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) adalah unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan. Puskesmas merupakan sarana pelayanan kesehatan primer yang menerapkan 4 aspek yaitu promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Puskesmas memiliki wilayah kerja di mana unit tersebut bertanggung jawab atas masalahmasalah kesehatan di wilayah tersebut. Puskesmas dipimpin oleh seorang dokter atau sarjana kesehatan masyarakat. Seorang dokter harus mengerti hal-hal berkaitan dengan puskesmas seperti struktur organisasi, tupoksi (tugas pokok dan fungsi), program puskesmas, masalah administrasi puskesmas dan lain sebagainya. Kompetensi memimpin puskesmas harus dimiliki oleh seorang dokter. Hal tersebut perlu dipersiapkan sejak menempuh pendidikan dokter. Sehingga, lulusan pendidikan dokter memiliki kompetensi memimpin puskesmas. Sehubungan dengan hal tersebut, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jember angkatan 2013 melakukan visitasi puskesmas. Penulis mengikuti visitasi puskesmas di Puskesmas Mumbulsari dan membuat laporan berjudul Laporan Visitasi Puskesmas: Puskesmas Mumbulsari sebagai bentuk pemenuhan tugas blok Humaniora dan Masalah Kesehatan.

BAB II RINGKASAN KASUS Puskesmas sebagai layanan kesehatan primer yang bersentuhan langsung dengan masyarakat memiliki hal-hal yang harus diperhatikan untuk menunjang kinerjanya. Hal tersebut dapat berupa kejelasan struktur organisasi, administrasi, program kerja, dan sebagainya. Oleh karena itu, penulis memiliki beberapa kasus yang akan dibahas pada laporan ini yaitu: Struktur organisasi SDM (Sumber Daya Manusia) Tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi) UKM (Upaya Kesehatan Masyarakat) dan UKP (Upaya Kesehatan Perorangan) Program Berjalan Program Unggulan Masalah kesehatan terbesar Hambatan dalam Penyelenggaraan Puskesmas Hubungan dengan Pihak Luar Sistem rujukan Sistem pembiayaan Sistem pelaporan

BAB III HASIL TELAAH KASUS I. Struktur Organisasi

II.

SDM Puskesmas Mumbulsari memiliki 58 tenaga kerja dengan rincian sebagai berikut : Dokter Umum : 1 orang Dokter Gigi : 1 orang Bidan : 14 orang o PNS : 6 orang o PTT : 4 orang o Magang : 4 orang Bidan Desa : 6 orang Perawat Kesehatan : 14 orang o PNS : 4 orang o PTT dan Magang : 10 orang Asisten Apoteker : 1 orang Tenaga Administrasi : 10 orang Sopir : 1 orang

Petugas Non Teknis

: 10 orang

III.

Tugas Pokok dan Fungsi Tugas Pokok dan Fungsi karyawan Puskesmas Mumbulsari dijabarkan sebagai berikut : dr. Rukhin : 1. Sebagai Kepala Puskesmas 2. Penanggung Jawab Semua Program drg. Zainul Arifin : 1. Sebagai dokter gigi 2. Penanggung jawab BP. Gigi 3. UKGS (Usaha Kesehatan Gigi Sekolah) Syah Pramugari : 1. Sebagai bidan koordinator 2. Penanggung jawab VK (Verlos Kamer / Ruang Bersalin) 3. Penanggung jawab KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) Rini Setyawati : 1. Sebagai bidan puskesmas induk 2. Sebagai koordinator imunisasi 3. Sebagai bendahara BOK (Bantuan Operasional Kesehatan) Samsul Hadi : 1. Penanggung jawab BP (Badan Pelayanan) 2. Koordinator P2TB (Pemberantasan Penyakit Tuberkulosis) Moch. Taufiq Hidayat : 1. Sebagai perawat puskesmas induk 2. Sebagai koordinator kesling (Kesehatan Lingkungan) 3. Sebagai koordinator promkes (Promosi Kesehatan) Muhammad Zahinudin : 1. Sebagai perawat puskesmas induk 2. Sebagai kepala perawatan 3. Sebagai koordinator jiwa 4. Penanggung jawab UGD (Unit Gawat Darurat) Novita Wijayanti : 1. Sebagai perawat puskesmas induk 2. Pelaksana BP (Badan Pelayanan) Ernike Nurjuhartiningsih : 1. Sebagai pelaksana kebidanan Pustu (Puskesmas Pembantu) Lengkong

2. Sebagai koordinator USILA (Usia Lanjut) Diah Ruchiati : 1. Sebagai pelaksana kebidanan Pustu Suco 2. Sebagai koordinator KB (Keluarga Berencana) Yayuk Liliana Ernawati : 1. Sebagai pelaksana kebidanan Polindes (Pondok Bersalin Desa) Lampeji 2. Sebagai koordinator Lansia (Lanjut Usia) Mimik Suwarminingsih : 1. Sebagai pelaksana kebidanan Pustu Tamansari 2. Sekretaris Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat) Mujiati : 1. Sebagai pelaksana kebidanan Pustu Mumbulsari 2. Sebagai koordinator UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) Suhartini : 1. Sebagai kepala sub bagian TU (Tata Usaha) 2. Sebagai juru bayar gizi 3. Sebagai pengelola barang inventaris Sri Handayani : 1. Sebagai bendahara Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat) 2. Sebagai bendahara Jampersal (Jaminan Persalinan) 3. Pembantu TU (Tata Usaha) Wiwik Indahwati Murniati : 1. Sebagai bendahara penerima pembantu 2. Sebagai penanggung jawab dapur 3. Pembantu TU (Tata Usaha) Sri Wahyuni : 1. Sebagai bendahara pengeluaran pembantu 2. Sebagai sekretaris BOK (Bantuan Operasional Kesehatan) 3. Pembantu TU (Tata Usaha) Suliha : 1. Sebagai asisten bidan puskesmas induk 2. Pelaksana administrasi KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) Nurhasanah : 1. Sebagai koordinator SP2TP (Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas)/ SIK (Sistem Informasi Kesehatan) Titik Suryani : 1. Sebagai penanggung jawab loket

Surami : 1. Sebagai asisten BP Gigi 2. Sebagai pelaksana loket Dina Eka Putri Susanti : 1. Sebagai asisten apoteker 2. Sebagai penanggungjawab obat Sri Sugihartini : 1. Sebagai pelaksana apotek

IV.

Upaya Kesehatan Masyarakat dan Upaya Kesehatan Perorangan UKM (Upaya Kesehatan Masyarakat) dan UKP (Upaya Kesehatan Perorangan) berhubungan erat dengan upaya kesehatan wajib dan pengembangan, yaitu : Upaya Kesehatan Wajib 1. Promosi Kesehatan : UKM 2. Kesehatan Lingkungan : UKM 3. KIA dan KB : UKP 4. Perbaikan Gizi : UKM 5. P2PM (Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular) : UKM 6. Pengobatan : UKP 7. Program Pengembangan/ Inovatif : UKM dan/atau UKP Upaya Kesehatan Pengembangan 1. Rawat Inap : UKP 2. Usila : UKP 3. Upaya Kesehatan Mata : UKP 4. Upaya Kesehatan Telinga : UKP 5. Upaya Kesehatan Jiwa : UKP 6. Upaya Kesehatan Gigi : UKP 7. Perawatan Kesehatan Masyarakat : UKM

V.

Program Berjalan Saat ini, program berjalan yang menjadi fokus Puskesmas Mumbulsari adalah penurunan angka kematian ibu dan bayi. Hal ini sesuai dengan MDGs (Millenium Development Goals). Penurunan angka kematian ibu dan bayi merupakan program hulu dan diharapkan dapat menaikkan angka harapan hidup. Program prioritas lanjutan dari program ini adalah KIA dan imunisasi. Adapun beberapa langkah dalam program ini yaitu: Ibu harus ANC (Antenatal Care/ Pemeriksaan Kehamilan) secara teratur dan berkualitas Ibu harus mengikuti imunisasi Ibu harus melahirkan dengan bantuan orang yang memiliki kompetensi. Bayi harus imunisasi lengkap.

VI.

Program Unggulan Setiap daerah memiliki karakteristik wilayah sendiri baik secara geografis maupun demografis. Hal itu mempengaruhi pemilihan program pilihan/ unggulan bagi puskesmas. Puskesmas Mumbulsari memiliki wilayah kerja dengan karakteristik perkebunan. Oleh karena itu, Puskesmas Mumbulsari memilih program pilihan berupa klinik di perkebunan.

VII.

Masalah Kesehatan Terbesar Penduduk wilayah Puskesmas Mumbulsari masih memiliki kepercayaan tinggi terhadap mitos dan memegang teguh kebiasaan lama seperti kebiasaan BAB (Buang Air Besar) di sungai. Hal ini menjadi salah satu penyebab munculnya masalah kesehatan. Secara garis besar, masalah kesehatan Puskesmas Mumbulsari dapat dibagi menurut musim. Saat musim kemarau, masalah kesehatan yang dihadapi ialah diare. Faktor-faktor yang menyebabkan adalah kebersihan sanitasi kurang, dan kekurangan air sehingga konsentrasi kuman lebih tinggi. Pada 9 September 2013, terjadi KLB (Kasus Luar Biasa) terkait diare di Puskesmas Mumbulsari. Sekitar 30 penduduk berdatangan ke Puskesmas sesuai menghadiri sebuah acara lamaran. Hal ini diduga akibat keracunan kue. Namun, petugas masih belum dapat memastikan penyebab tersebut karena masih dalam proses pemeriksaan sample. Saat musim hujan, masalah kesehatan terbesar ialah ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) seperti Pneumonia, Influenza.

VIII.

Hambatan dalam Penyelenggaraan Puskesmas Hambatan dalam penyelenggaraan Puskesmas dapat dibagi menjadi 2 kategori, yaitu: Internal Secara garis besar, hambatan internal yang dialami ialah: 1. Kurang pandai membagi waktu. 2. Kurang tenaga. 3. Biaya yang dibutuhkan tidak sesuai anggaran. Eksternal Beberapa hambatan eksternal ialah sebagai berikut: 1. Kurang kesadaran dari masyarakat untuk ikut serta. 2. Pengaruh budaya, tradisi, tingkat pendidikan, tingkat kemampuan ekonomi. Namun, pihak puskesmas lebih memfokuskan diri untuk memperbaiki diri dari hambatan internal. Hal ini karena hambatan eksternal dapat dihilangkan dengan perbaikan internal. Pihak puskesmas melihat hambatan eksternal sebagai sebuah tantangan. Secara umum, hambatan yang dihapai Kepala Puskesmas ialah: Ketidakpahaman masyarakat pada beberapa kebijakan pemerintah. Salah satu contoh ialah kebijakan pelayanan puskesmas gratis. Kebijakan ini diatur dalam Peraturan Daerah (Perda). Perda menyebutkan bahwa tidak semua pelayanan puskesmas adalah gratis.

Namun, masyarakat menganggap bahwa semua pelayanan puskesmas gratis. Masyarakat kurang terbuka dengan program-program puskesmas. Beberapa penduduk masih tidak percaya dan takut menerima program puskesmas seperti imunisasi. Salah satu penyebab takut imunisasi karena bayi atau balita menderita demam setelah mendapat imunisasi. Kejadian tersebut menimbulkan persepsi salah di masyarakat. Masyarakat menganggap imunisasi memicu penyakit. Padahal, demam ialah salah satu pertanda bahwa vaksin telah bekerja. Kurang kerjasama dari masyarakat. Jampersal (Jaminan Persalinan) merupakan program pemerintah bagi masyarakat kurang mampu yang ditandai dengan kepemilikan kartu miskin. Hal ini sering disalahgunakan masyarakat. Kasus yang sering terjadi terkait Jampersal ialah menunjukkan kartu miskin saat akhir pelayanan sedangkan saat masa pelayanan, pasien meminta dilayani dengan pelayanan di luar pelayanan Jampersal. Kebersihan sulit dijaga. Kebersihan ini terkait dengan kebersihan lingkungan dan gedung puskesmas. Gedung puskesmas seringkali terlihat kumuh dan kotor karena kurang kesadaran untuk tidak membuang sampah dan merokok sembarangan. Kepercayaan terhadap mitos masih tinggi. Kepercayaan terhadap mitos mempengaruhi perilaku masyarakat dan berpengaruh pada aspek lain. Salah satu mitos ialah pembalut bekas harus dibuang di tempat dingin. Sehingga, pembalut bekas dibuang di toilet. Akibatnya, toilet sering mampet dan kebersihan sanitasi kurang terjaga. Permintaan pasien terkadang kurang tepat. Permintaan pasien terkadang kurang tepat atau aneh dalam hal rujukan. Terdapat pasien yang meminta dirujuk. Meskipun, penyakitnya dapat ditangani di Puskesmas. Sebaliknya, terdapat pasien yang tidak mau dirujuk walaupun penyakitnya memerlukan penanganan lebih lanjut yang tidak dapat dilakukan Puskesmas. Adanya LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). Sejatinya, LSM bertujuan baik karena menyampaikan aspirasi masyarakat. Namun, beberapa cara LSM menyampaikan pendapat tidak mendukung Puskesmas. Seperti halnya saat kasus KLB, pihak Puskesmas harus menghadapi wartawan, LSM, dan penanganan pasien sekaligus.

IX.

Hubungan dengan Pihak Luar Puskesmas Mumbulsari merupakan pelayanan kesehatan primer di bawah naungan Dinas Kesehatan Kabupaten Jember. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Jember merupakan pihak luar yang harus selalu berkoordinasi dengan Puskesmas Mumbulsari. Koordinasi dengan Dinkes Kab.Jember dilakukan sebagai berikut : Puskesmas menyerahkan laporan mingguan dan laporan bulanan

Adanya rapat koordinasi kepala puskesmas di dinkes setiap bulan untuk mengevaluasi, sosialisasi, dan melakukan perencanaan ke depan. Melaporkan KLB (Kasus Luar Biasa) 1x24 jam Camat merupakan penanggung jawab Puskesmas Mumbulsari. Oleh karena itu, kepala puskesmas harus senantiasa berkoordinasi dengan Camat Mumbulsari jika terdapat KLB ataupun perkembangan kondisi kesehatan masyarakat. X. Sistem Rujukan Rujukan adalah pelimpahan wewenang dan tanggung jawab suatu masalah kesehatan antar sarana pelayanan kesehatan. Rujukan dilakukan apabila suatu sarana pelayanan kesehatan tidak mampu menangani masalah kesehatan tersebut. Oleh karena itu, rujukan harus berdasar pada kondisi klinis. Rujukan bisa saja dilakukan karena adanya keterbatasan alat, sarana, dan keterampilan. Namun, terkadang rujukan juga dilakukan karena adanya permintaan dari pasien. XI. Sistem Pembiayaan Puskesmas Mumbulsari menyelenggarakan pelayanan gratis untuk beberapa layanan. Untuk menutupi biaya operasional pelayanan gratis, Puskesmas Mumbulsari mengelola dana antara lain dana alokasi APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah), Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat), Jampersal (Jaminan Persalinan), DAU (Dana Alokasi Umum), BOK (Bantuan Operasional Kesehatan), dan PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat). Dana-dana tersebut sudah cukup menutupi biaya operasional. Dana Jampersal, Jamkesmas terkadang memerlukan waktu untuk pencairan dana. Namun, proses pencarian biaya yang memakan waktu tidak menjadi kendala. XII. Sistem Pelaporan Sebagai unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, Puskesmas Mumbulsari memiliki kewajiban pelaporan. Terdapat 2 pelaporan rutin yaitu mingguan dan bulanan. Selain itu, puskesmas juga wajib melaporkan KLB 1x24 jam sejak kejadian.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN I. Kesimpulan Dapat ditarik kesimpulan bahwa: Struktur organisasi Puskesmas Mumbulsari telah memiliki struktur organisasi yang jelas sesuai yang terlampir pada laporan ini. . SDM (Sumber Daya Manusia) Untuk melaksanakan operasional puskesmas, Mumbulsari didukung oleh 58 sumber daya manusia. Tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi) Setiap bagian Puskesmas Mumbulsari telah memiliki pembagian kerja dan tupoksi yang jelas. UKM dan UKP Terdapat 14 program yang terdiri dari 5 program UKM, 8 program UKP, dan 1 program UKM dan/ atau UKP. Program Berjalan Program berjalan Puskesmas Mumbulsari ialah program penurunan angka kematian ibu dan bayi. Program ini diharapkan dapat menaikkan angka harapan hidup. Program Unggulan Sesuai dengan karakteristik wilayah kerja, Puskesmas Mumbulsari memiliki program unggulan/ pilihan yaitu klinik di perkebunan. Hambatan dalam Penyeleggaraan Puskesmas Terdapat 2 jenis hambatan penyelenggaraan puskesmas yaitu internal dan eksternal. Internal berkaitan dengan tenaga dan biaya. Sedangkan, eksternal terkait dengan perilaku masyarakat. Puskesmas lebih fokus menghilangkan hambatan internal karena hambatan internal adalah akar masalah. Secara umum, hambatan yang dihadapi Kepala Puskesmas ialah: Ketidakpahaman masyarakat pada beberapa kebijakan pemerintah. Masyarakat kurang terbuka dengan program-program puskesmas. Kurang kerjasama dari masyarakat. Puskesmas

Kebersihan sulit dijaga. Kepercayaan terhadap mitos masih tinggi. Permintaan pasien terkadang kurang tepat. Adanya LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat).

Masalah kesehatan terbesar Masalah kesehatan yang dialami Puskesmas Mumbulsari dapat dibagi menjadi 2 sesuai musim. Saat musim kemarau, penyakit yang muncul adalah diare. Saat musin hujan, masalah yang muncul ialah ISPA.

Sistem rujukan Rujukan adalah pelimpahan wewenang suatu kasus. Dasar utama rujukan adalah kondisi klinis. Namun, rujukan juga bisa dilakukan atas permintaan pasien dan keterbatasan sarana.

Sistem pembiayaan Puskesmas Mumbulsari mengadakan pelayanan gratis. Untuk menutupi biaya operasional, puskesmas mengelola dana Jamkesmas, Jampersal, BOK, DAU dan alokasi APBD.

Sistem pelaporan Puskesmas Mumbulsari membuat laporan secara berkala yaitu mingguan dan bulanan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Jember. Kepala Puskesmas menghadiri rapat koordinasi kepala puskesmas setiap bulan di Dinas Kesehatan. Selain itu, Puskesmas berkoordinasi dengan camat setempat.

II.

Saran Penulis akan membagi saran dalam 2 kategori, yaitu: Administrasi Dalam hal administrasi, penulis menyarankan puskesmas untuk mempertahankan hal-hal yang sudah ada. Menurut pengamatan penulis, administrasi puskesmas sudah cukup rapi dan teratur. Hal ini terlihat dari struktur organisasi dan tupoksi yang jelas, pengamatan alur pelayanan pasien selama kunjungan. Pelaksanaan Program Sejumlah program puskesmas tidak terselesaikan dengan baik karena pembagian waktu kurang diperhitungkan. Penulis menyarankan untuk membuat rincian jadwal program yang lebih jelas saat perencanaan dan membuat jadwal keseluruhan program. Sehingga, jadwal tersebut akan membantu puskesmas untuk menentukan prioritas.

DAFTAR PUSTAKA Kusuma, Irawan Fajar, Cholis Abrori. 2013. Buku Praktikum: Blok 1 Humaniora dan Masalah Kesehatan. Jember. Ali, Rukhin. 2013. Profil: Puskesmas Mumbulsari Kabupaten Jember 2013. Powerpoint: jember

LAMPIRAN

Alur Pelayanan Pasien

Peta Wilayah

Presentasi Profil Puskesmas oleh dr. Rukhin

Berkeliling Area Puskesmas Dipandu oleh Bapak M. Zahinudin

Kamar Rawat Inap

Tampak Depan Puskesmas Mumbulsari