Anda di halaman 1dari 10

Usaha Peternakan Ikan Lele S (UPILS) https://www.facebook.

com/pages/Usaha-Perternakan-Ikan-Lele-UPILS/200592406647533 Bandung Indonesia

Usaha Peternakan Ikan Lele S (UPILS)


Standart Operational Procedure
Pembesaran Ikan Lele Dengan Pengaplikasian Teknologi Terbaru

(SOP-2) Penyempurnaan SOP-1


Dibuat Oleh : Sugiharto Hadi Wibowo 21 September 2013 Bandung - Indonesia

Facebook Hp Email

: : 081220200593 : sugiharto_phl@yahoo.co.id

https://www.facebook.com/pages/Usaha-Perternakan-Ikan-Lele-UPILS/200592406647533

Catatan : SOP ini selalu berkembang tiap waktunya, teknologi yang digunakan akan selalu dimutkahirkan dalam kurun waktu tertentu, bukan ilmu namanya kalau tidak berkembang iya kan ? SOP-2 artinya SOP tingkat ke satu atau level 2, nanti owner upils (sugih) akan mengembangkan SOP tersebut menjadi SOP-3 (tingkat 3 atau level 3) yang merupakan penyempurnaan dari SOP-2 dan seterusnya SOP-3, SOP-4, SOP-.. Pastikan anda mengitkuti terus perkembangan dari grup facebook kami, sehingga anda tidak ketinggalan dengan pengaplikasian teknologi perikanan terbaru. SOP ini silahkan dibagikan seluas-luasnya, owner upils (sugih) mengizinkan jika SOP ini beredar. Jika ada pertanyaan, tulis pertnyaan anda di wall facebook kami, sehingga orang lain mendapatkan ilmu juga.

SOP-1 Orginal Posted by UPILS (Usaha Peternakan Ikan Lele S) Created 17 September 2013 Publish 21 September 2013

Usaha Peternakan Ikan Lele S (UPILS) https://www.facebook.com/pages/Usaha-Perternakan-Ikan-Lele-UPILS/200592406647533 Bandung Indonesia

Tahapan-Tahapan Pembesaran Ikan Lele : 1. Pembuatan Kolam 2. Kultur Pakan Alami 3. Pemilihan Bibit Unggul 4. Kepadatan Ikan 5. Aklimatisasi 6. Manajemen Kolam dan Air Selama Masa Budidaya 7. Manajemen Pemberian Pakan 8. Manajemen Air Kolam 9. Pencegahan Penyakit 10. Penanggulangan Penyakit 11. Sortir Bila Perlu 12. Panen

(SOP-2) Pembuatan Kolam


Saya yakin semua orang sudah bisa membuat kolam, jadi pada SOP- berikutnya akan dibahas secara mendetil tentang pembuatan kolam. Kolam / media yang dipakai untuk berternak ikan lele adalah kolam tanah, kolam terpal, kolam semen/tembok, dan keramba jaring apung. Setiap kolam memiliki kekurangan dan kelebihanya masingmasing. Ukuran kolam mempengarhui kepadatan ikan, semakin besar kolamnya maka semakin besar jumlah ikan yang dibudiadyakan. Kolam ikan yang sangat ideal adalah kolam berbentuk lingkaran dibandingkan dengan berbentuk persegi, untuk lebih jelasnya akan dibahas pada SOP- seelanjutnya. ^_^

(SOP-2) Kultur Pakan Alami


Dalam budiadya lele khususnya dalam bidang pembesaran lele harus dilakukan kultur pakan alami terlebih dahulu, mengapa demikian ? selain sebagai pakan langsung alami kultur pakan alami berperan dalam menurunkan angkat FCR (Food Convertion
SOP-1 Orginal Posted by UPILS (Usaha Peternakan Ikan Lele S) Created 17 September 2013 Publish 21 September 2013

Usaha Peternakan Ikan Lele S (UPILS) https://www.facebook.com/pages/Usaha-Perternakan-Ikan-Lele-UPILS/200592406647533 Bandung Indonesia

Ratio). FCR artinya berapa banyak pakan yang diperlukan untuk menghasilkan satu kilogram daging. FCR 0,7 artinya untuk menghasilkan bobot ikan 1 kg dibuthkan 700 gram pakan. Jadi kultur pakan alami ini bisa mengurangi konsumsi pelet yang dipakai.

Berikut ini adalah (SOP-2) kultur pakan alami untuk kolam semen/kolam terpal : 1. Isi air kolam setinggi 40 cm, air yang digunakan boleh air PAM yang mengandung kaporit, ini tidak akan berpengaruh pada ikan lele. 2. Masukan 50 gram kapur/ 1m3 (1000 liter). 3. Masukan 3 gram pupuk urea / 1m3 (1000 liter) 4. Masukan 1 gram pupuk SP36 / 1m3 (1000 liter) 5. Masukan Garam Ikan 75 gram/ m3 6. Tambahkan bakteri probiotik (merek apa saja, disarankan Aquasimba D produk ITB atau Sel Multi produk Boster). Dosis sesuai cara pakai pada produk tersebut. Dan tambahkan lagi 2 minggu setelahnya dosis lihat diproduk. 7. Pastikan terkena sinar matahari, dan tunggu selama 7 9 hari.

8. Kolam siap ditebar benih ikan lele.

(SOP-1) Kultur Pakan Alami Kolam Tanah 1. Isi air kolam setinggi 30-40 cm. 2. Masukan 1 karung (5kg) (ingat hanya 5 kg) pupuk kandang / 20m2 (5000 liter) kedalam kolam. Kotoran hewan (sapi/kambing/ayam) dimasukan kedalam karung dan diikan, lalu celup-celupkan sehingga sari-sarinya keluar (prinsipnya seperti teh celup), lakukan berulang-ulang pada pagi dan sore. 3. Masukan 75 gram kapur/ 1m2. 4. Masukan 10 gram pupuk urea / 1m2 (1000 liter) air. 5. Masukan 5 gram pupuk SP36 / 5m2 1m2 (1000 liter) air. 6. Masukan Garam Ikan 100 gram/ m2 7. Tambahkan bakteri probiotik (merek apa saja, disarankan Aquasimba D produk ITB atau Sel Multi produk Boster). Dosis sesuai cara pakai pada produk tersebut. Dan tambahkan lagi 2 minggu setelahnya dosis lihat diproduk. 8. Pastikan terkena sinar matahari, dan tunggu selama 7 9 hari.

9. Kolam siap ditebar benih ikan lele.


SOP-1 Orginal Posted by UPILS (Usaha Peternakan Ikan Lele S) Created 17 September 2013 Publish 21 September 2013

Usaha Peternakan Ikan Lele S (UPILS) https://www.facebook.com/pages/Usaha-Perternakan-Ikan-Lele-UPILS/200592406647533 Bandung Indonesia

(SOP-2) Pemilihan Bibit Unggul Hingga Pengangkutan Ke Kolam : 1. Pastikan bibit lele yang ana beli memiliki sertifikasi sangkuriang pada indukanya, sehingga bibit yang anda pakai adalah bibit lele sangkuriang asli. 2. Pilih yang bentuk tubuhnya sempurna, gerakanya lincah, makanya rakus/baik, dan merupakan hasil grading/sortiran (untu kmenghindari yang kuntet/susah berkembang. 3. Umur Ikan haruslah semuda mungkin, jangan beli bibit yang memiliki umur yang sudah tua, pilihlah bibit yang berusia muda dalam ukuran kelas bibit lele. Contoh : pilih bibit ukuran 5-7cm usia 23 hari, dibandingkan bibit ukuran 5-7 cm berusia 30 hari. Hal ini akan berdampak pada pertumbuhan ikan lele. 4. Packing bibit lele dengan menggunakan plastik yang berisi oksigen atau menggunakan dirigen yang telah dilubangi/ dipotong atasnya biarkan udara masuk kedalam dirigen. 5. Pengangkutan bibit ke kolam yang sudah dilakukan kultur pakan alami, sebaiknya dilakukan pagi hari dan sore hari. Terpaksa dikirim siang hari tambahkan es batu, vitamin C dosis tinggi (bisa menggunakan enervon C) dan beberapa sendok makan minyak goreng atau anda bisa menggunakan produk perikanan tertentu.

(SOP-2) Padat Tebar Lele dan Manajemen Air 1. Kepadatan bibit ikan lele yang ideal hingga panen adalah : 100-150ekor/m2. Pada kepadatan seperti ini hingga panen oksigen yang tersedia dalam kolam cukup, kolam lele tidak akan berbau amoniak, lele tidak ada yang menggantung. Dan tidak ada pergantian air selama masa budidaya. 2. Jika lahan anda terbatas dan ingin memaksimalkan dengan lahan anda. Maka gunakanlah Aerator khusus kolam (gelembung udara). Jika telah menggunakan aerator maka kepadatan bibit lele hingga mencapai panen 250-350 ekor/m2. Namun tiap 2 minggu air kolam lele harus dibuang 25% dari ketinggian kolam (dibuang air dibagian dasar kolam). Sehingga banyak kotoran-kotoran dan amoniak yang terbuang).

(SOP-2) Manajemen Ketinggian Air Kolam


SOP-1 Orginal Posted by UPILS (Usaha Peternakan Ikan Lele S) Created 17 September 2013 Publish 21 September 2013

Usaha Peternakan Ikan Lele S (UPILS) https://www.facebook.com/pages/Usaha-Perternakan-Ikan-Lele-UPILS/200592406647533 Bandung Indonesia

1. Bibit umur 1-15 hari dikolam tinggikan air kolam hingga 60 cm. 2. Bibit umur 16-27 hari dikolam tinggikan air kolam hingga 75 cm. 3. Bibit umur 28-40 hari dikolam tinggikan air kolam hingga 90 cm. 4. Bibit umur 41-panen dikolam tinggikan air kolam hingga 115 cm. 5. Jika hujan turun tambahkan 500-1000 gram garam ikan ke kolam, sehingga dapat menetralisir zat asam yang terkandung didalam kolam. 6. Tidak ada pergantian air selama masa budidaya, pergantian air dilakukan untuk penganggulangan penyakit saja. Kecuali perlakuan kepadatan 250-350ekor/m2 dengan menggunakan aerator.

(SOP-2) Aklimatisasi Aklimatisasi adalah proses penyesuaian fisiologis terhadap perubahan lingkungan yang baru. Aklimatisasi bisa juga diartikan sebagai adaptasi. Bibit lele yang baru datang harus di aklimatisasikan terlebih dahulu, sehingga mengurangi stress ikan, lele tidak menggantung pada saat selesai penebaran dan mengrurangi angka kematian pada saat penebaran. Adapun cara aklimatisasi yang benar adalah sebagai berikut : 1. Pada saat bibit ikan lele sampai ke kolam, jangan langsung dimasukan kedalam kolam, diamkan selama 5 menit sehingga bibit lele agak tenang. 2. Selanjutnya masukan air kolam kedalam dirigen/ wadah plastik tempat lele diangkut hingga luber, dan diamkan sekitar 10 menit. 3. Celupkan dirigen/plastik pada kolam sehingga air kolam bisa masuk ke dalam dirigen/ plastik, dan biarkan lele keluar sendiri secara perlahan-lahan. 4. Jangan diberi makan terlebih dahulu setidaknya 12 jam setelah penebaran. Pemberian pakan bisa dilakukan 12 jam setelah penebaran ikan lele ke dalam kolam.

(SOP-2) Manajemen Kolam dan Air Selama Masa Budidaya Manajemen kolam dan air selama masa budidaya adalah sebagai berikut : 1. Pastikan anda mengginakan bakteri probiotik (bermerek bebas, contoh merek Aquasimba ITB, Sel Multi Boster, EM4, dll) dosis sesuai produk masingmasing). 2. Tambahkan bakteri tersebut selama satu minggu sekali kedalam kolam.
SOP-1 Orginal Posted by UPILS (Usaha Peternakan Ikan Lele S) Created 17 September 2013 Publish 21 September 2013

Usaha Peternakan Ikan Lele S (UPILS) https://www.facebook.com/pages/Usaha-Perternakan-Ikan-Lele-UPILS/200592406647533 Bandung Indonesia

3. Gunakan bioball, fungsinya sebagai substrat untuk pertumbuhan bakteri sehingga bakteri lebih banyak memecah TAN (Total Ammonium Nitrogen) di kolam dan meningkatkan efisiensi kinerja bakteri. Gunakan bioball 3-4 buah per m2. Keterangan : Penggunaan bioball sangat penting dilakukan ketika anda menambahkan bakteri probiotik kedalam kolam, siklus nitrogen dalam kolam akan bisa tercapai).

Gambar 1 & 2. Bioball yang digunakan 4. Ketika air hujan turun mengenai air kolam, taburkan garam ikan 200 gram / m3. 5. Tambahkan air setiap hari untuk menggantikan air yang hilang karena penguapan.

(SOP-2) Porsi Pakan Bibit Ikan Lele 1. Ambil 100 ekor ikan (25 ekor dilakukan empat kali) dalam kolam. 2. Ditimbang beratnya dengan cara menyiapkan timbangan digital dengan wadah yang diisi air yang telah dikalibrasi. 3. Catat hasil berat 25 ekor ikan 4. Lakukan peralkuan diatas hingga 4 kali pengulangan. 5. Hasil dari rata-rata bobot harian dikalikan ..% bobot ikan dikalikan banyaknya jumlah ikan yang ditebar pada kolam. Umur 1-3 minggu dikalikan 5 % bobot ikan/ hari Umur 4-5 minggu dikalikan 4 % bobot ikan/ hari Umur 6-7 minggu dikalikan 3 % bobot ikan/ hari Umur 8 minggu hingga panen dikalikan 3% dari bobot ikan lalu dikurangi 33 %/ hari

SOP-1 Orginal Posted by UPILS (Usaha Peternakan Ikan Lele S) Created 17 September 2013 Publish 21 September 2013

Usaha Peternakan Ikan Lele S (UPILS) https://www.facebook.com/pages/Usaha-Perternakan-Ikan-Lele-UPILS/200592406647533 Bandung Indonesia

6. Pemberian pakan tanpa ukuran/tanpa porsi pakan hingga ikan sekenyangnya bisa dilakukan, tapi hal ini tidak disarankan karena bisa menaikan nilai FCR, sehingga pakan yang kita gunakan tidak efisien dan banyak yang terbuabang.

(SOP-2) Pemberian Pakan Ikan Lele 1. Pemberian makan ikan lele adalah 3-4 kali dalam satu hari. 2. Jumlah pakan/porsi pakan yang diberikan berdasarkan hasil hitungan porsi pakan tiap harinya. 3. Setiap kali pemberian pakan, campurkan pakan dengan vitamin terlebih dahulu sehingga bisa meningkatkan efisiensi pakan dan menurunkan nilai FCR. Produk vitamin ikan yang digunakan bisa merek apa saja (contoh : Boster -Vita Liquid, Amino Liquid, dll) dosis seuai dengan produk masing-masing. 4. Jika 3 kali diberi pakan lakukan pagi siang dan malam, dengan interval jarak pemberian pakan selama 8 jam. Contoh : 06.00 pagi pemberian pakan, jam 14.00 pemberian pakan, jam 22.00 pemberian pakan. 5. Pemberian pakan pada malam hari lebih banyak dibandingkan pagi dan siang hari. 6. Jika 4 kali sehari, berilah ikan lele makan pada jam 06.00, jam 11.00, jam 15.00, dam jam 21.00. 7. Pemberian pakan pada pagi dan malam hari lebih banyak dibandingkan jam siang dan sore, pemberian pakan malam hari lebih banyak dibandingkan pagi hari. 8. Jika menggunakan pelet terapung tebarlah pelet tersebut setidaknya 3 titik dalam kolam. 9. Tebar sedikit-demi sedikit pakan hingga pakan dimakan semua, kemudian tebar kembali sampai porsi makan dalam jam tertentu habis/ sampai ikan kenyang. 10. Setelah 1 jam pemberian pakan, jika ada sisa pakan yang terlihat langsung amibil sehingga tidak mengotori kolam.

(SOP-2) Pencegahan Penyakit Sebenarnya bebrapa SOP sebelumnya berfunsi untuk pencegahan penyakit, jadi jika anda mengikuti SOP diatas maka Insya Allah ikan lele anda akan sehat-sehat semua dengan tingkat kelangsungan hidup diatas 90%. kita ingat-ingat lagi SOP manakah yang dimaksudkan, SOP yang dimaksudkan adalah :
SOP-1 Orginal Posted by UPILS (Usaha Peternakan Ikan Lele S) Created 17 September 2013 Publish 21 September 2013

Usaha Peternakan Ikan Lele S (UPILS) https://www.facebook.com/pages/Usaha-Perternakan-Ikan-Lele-UPILS/200592406647533 Bandung Indonesia

1. Pada saat pembuatan pakan alami kita menggunakan bakteri probiotik, bakteri probiotik adalah bakteri yang memberikan dampat postif baigi ikan. Bakteri ini mengeluarkan senyawa tertentu untuk membunuh bakteri penyakit dan bakteri pantogen, sehingga jika ada bakteri penyakit dan bakteri pantoge maka akan langsung dibasmi dengan bakteri probiotik itu. (bakteri probiotik akan dibahas lebih mendetail pada SOP edisi berikutnya ^_^). 2. Tiap seminggu sekali tebarlah bakteri probiotik tersebut dengan dosis yang sudah tertera di produk masing-masing. (Produk bakteri probiotik yang disarankan : Aquasima (D) produk ITB, dan Sel Multi produk BOSTER). 3. Ikuti manajemen kepadatan dan ketinggian air, ini kaitanya dengan faktor pembatas dalam budidaya yaitu oksigen. (ini akan dibahas lebih mendetail pada SOP edisi berikutnya ^_^). 4. Pemberian Vitamin pada pakan ikan, vitamin ini selain berperan sebagi mempercepat pertumbuhan, memaksimalkan metabolisme, vitamin ini juga berperan meningkatkan imnunitas ikan (meningkatkan kekebalan tubuh ikan). (vitamin akan dibahas lebih mendetail pada SOP edisi berikutnya ^_^).

(SOP-2) Penanggulangan Penyakit Jika kita sudah mengikuti SOP yang dijelaskan sebelumnya insya allah ikan tidak akan terkena penyakit. Tapi jika sudah terlanjur yah mau bagaimana lagi, harus dilakaukan penangulangan penyakit. Cara penanggulangan penyakit yang baik dan aman serta tidak menggunakan obat-obatan adalah sebagai berikut : 1. Turukan ketinggian air hingga 30 cm atau buang air kolam sekitar 70 % dari ketinggian air. 2. Tambahkan 200 gram arang tiap m2 (tinggal dikalikan saja luas kolam ) kedalam kolam. Fungsi arang adalah mengikat ion-ion N dalam kolam, sehingga konsentrasi TAN (Total Ammonium Nitrogen) dalam air menurun. 3. Isi kembali air kolam dengan air yang baru, air yang digunakan boleh air PAM yang mengandung kaporit, ini tidak akan berpengaruh pada ikan lele. Kaporit membantu membunuh bibit-bibit penyakit. 4. Tambahkan 1 kg garam ikan pada kolam, garam ikan membantu membunuh bibit-bibit penyakit.
SOP-1 Orginal Posted by UPILS (Usaha Peternakan Ikan Lele S) Created 17 September 2013 Publish 21 September 2013

Usaha Peternakan Ikan Lele S (UPILS) https://www.facebook.com/pages/Usaha-Perternakan-Ikan-Lele-UPILS/200592406647533 Bandung Indonesia

5. Tambahkan Vitamin C dosis tinggi pada pakan. Vitamin C berfungsi sebagi antioksidan dan merangsang kekebalan tubuh ikan. Vitamin C yang

digunakan adalah Stress-off produk Boster ataupun merek lainya. Jika sulit mendapatkan vitamin C produk perikan, anda dapat menggunakan enervon C. (dosis sesuai produk masing-masing, dosis enervon C 2-4 tablet yang sudah dihancurkan dan dicampur air per 1 kg pakan).

(SOP-2) Sortir Bila Perlu Jika anda mengikuti SOP yang telah dijelasnkan sebelumnya maka Insya Allah ikan lele akan merata pertumbuhanya terutama jika anda memperhatikan SOP pemberian pakan ikan lele. Sortir pada prinsipnya memisahkan ikan lele yang besar dan ikan lele yang kecil, sehingga ikan yang besar tidak memakan ikan yang kecil. Dan dengan sortir kita bisa memanajemen pakan pada ikan yang kecil dan ikan besar, kita dapat memanajemen porsi pakanya.

Istilah-Istilah Perikanan :
FCR : Food Convertion Ratio artinya berapa banyak pakan yang diperlukan untuk menghasilkan satu kilogram daging. FCR 0,7 artinya untuk menghasilkan bobot ikan 1 kg dibuthkan 700 gram pakan.

Aklimatisasi : Penyesuaian fisiologis ikan terhadap perubahan lingkungan yang baru.


SOP-1 Orginal Posted by UPILS (Usaha Peternakan Ikan Lele S) Created 17 September 2013 Publish 21 September 2013

Usaha Peternakan Ikan Lele S (UPILS) https://www.facebook.com/pages/Usaha-Perternakan-Ikan-Lele-UPILS/200592406647533 Bandung Indonesia

SR

: Survival Rate artinya kemampuan ikan untuk bertahan hidup dalam persen pada suatau populasi ikan.

Bioball

: Alat yang diguankan sebagai substrat untuk pertumbuhan bakteri.

SOP-1 Orginal Posted by UPILS (Usaha Peternakan Ikan Lele S) Created 17 September 2013 Publish 21 September 2013