Anda di halaman 1dari 1

PUPUK AMAN, TANAMAN NYAMAN Oleh : Antini Duwiyani Mahasiswa Program Sarjana Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Kompos merupakan campuran bahan-bahan organik yang berasal dari sampah organik seperti dedaunan, jerami, kotoran ternak, limbah kelapa sawit, sampah rumah tangga dll yang telah mengalami proses dekomposisi oleh mikroorganisme pengurai. Pengomposan merupakan solusi dalam mengatasi sampah-sampah organik yang menumpuk. Pengomposan juga dapat mengurangi polusi udara karena mengurangi gas metana yang dikeluarkan dari pembusukan sampah organik. Kompos merupakan paket lengkap, karena di dalam kompos terkandung banyak sekali nutrisi yang dibutuhkan tanaman sebagai sumber hara. Nutrisi yang terkandung dalam kompos yaitu karbon (C), Nitrogen (N), Fosfor (F), Kalium (K), Magnesium (Mg), Kalsium (Ca), Air, dan C/N bergantung kepada bahan dasar dan mikroba yang digunakan. Penggunaan kompos diharapkan dapat memperbaiki sifat-sifat tanah, dan sebagai sumber hara esensial bagi tanaman. Pada pertanian organik kompos merupakan bahan organik yang tepat untuk memperbaiki sifat tanah dan mengembalikan kembali hara yang digunakan oleh tanaman. Kandungan nutrisi pada kompos memang rendah bila dibanding dengan pupuk kimia namun kompos merupakan pupuk yang efisien penggunaanya karena pupuk kompos tidak larut dalam air. Air yang merembes di tanah tidak akan membawa kompos, sehingga kandungan hara akan terus ada di dalam tanah. Kompos ibarat vitamin bagi tanah dan Kegiatan pengomposan UID, penebaran bibit kompos tanaman. kompos memperbaiki sifat fisik KATALEK tanah, mengembalikan kesuburan tanah, menggemburkan tanah, dan menetralkan pH tanah. Tanaman yang diberi kompos akan lebih subur dan hasil panennya pun akan lebih tinggi dibandingkan tanaman tanpa kompos. Kompos yang baik memiliki ciri sebagai berikut berwarna seperti tanah, tidak larut dalam air, tidak berbau, dan suhunya sama dengan suhu ruangan. Penggunaan kompos yang belum matang akan meyebabkan persaingan nutrisi antar tanaman dengan mikroorganisme tanah yang menyebabkan terhambatnya pertumbuhan tanaman. Pengomposan sangat mudah dilakukan, sudah banyak perusahaan yang bergerak dalam bidang pertanian menyelipkan pengomposan dalam kegiatan produksinya. Selain untuk mengatasi limbah organik, pengomposan juga dapat menghemat biaya produksi khususnya pupuk. United In Deversity (UID) merupakan salah satu lembaga yang menyelipkan pengomposan dalam kegiatannya. UID mengusung konsep pertanian organik terpadu zero waste atau tidak ada sampah yang disiasiakan. Limbah yang dihasilkan dari kegiatan pertanian digunakan kembali sebagai bahan pengomposan. Pengomposan yang dilakukan di UID ini menggunakan teknik pengomposan aerob dan menggunakan bibit kompos / dekomposer KATALEK. Kompos yang dihasilkan kemudian digunakan kembali dalam kegiatan produksi sayuran organik.