Anda di halaman 1dari 4

Nama : DESVINA TRIO SAGITA No BP : 1010411016 TUGAS MANAJEMEN LABORATORIUM Minggu V: 1.

Bagaimana pengamanan baik saudara atau mikroba agar tidak terkontaminasi ? Jawab : Untuk pekerja diharapkan menggunakan pakaian yang bersih dan mencuci tangan. Sebisa mungkin menggunakan pakaian khusus, sarung tangan dan masker yang keadaanya dipastikan steril. Sedangakan agar mikrobanya tidak terkontaminasi sebaiknya pekerjaan dilakukan dengan teknik aseptis. Teknik aseptis adalah suatu sistem cara bekerja (praktik) yang menjaga sterilitas ketika menangani pengkulturan mikroorganisme untuk mencegah kontaminasi terhadap kultur mikroorganisme yang diinginkan. Selain itu alat- alat yang digunakan harus dalam keadaan steril. 2. Bagaimana cara penjegahan infeksi ? Jawab : Hal yang harus dilakukan untuk pencegahan infeksi yaitu : a. Cuci tangan Mencuci tangan sebelum dan sesudah bekerja dapat mengurangi resiko terinfeksi. b. Memakai sarung tangan Pakai sarung tangan sebelum menyentuh sesuatu yag basah atau peralatan yang terkontaminasi. Gunakan sarung tangan yang berbeda untuk situasi yang berbeda. c. Perlengkapan pelindung diri Seperti menggunakan masker dan pakaian khusus. d. Menggunakan teknik aseptik e. Memproses alat bekas pakai Alat yang telah dipakai harus disterilisasi sebelum disimpan kembali. f. Pembuangan sampah yang benar ini dilakukan agar mikroba tidak berkembang biak kembali di lingkungan sehingga tidak akan menginfeksi siapapun yang berada dilingkungan tersebut. Sebutkan zat- zat kimia yang mempengaruhi mikroba ! Jawab : Zat kimia yang mempengaruhi pertumbuhan: Logam-logam berat

3.

4.

Klor dan senyawa klor Fenol dan senyawa-senyawa sejenis Zulfonomida Alkohol Detergen Aldehit Zat pewarna Yodium Peroksida

Bagaimana Perbedaan metoda kimia dan fisika terhadap mikroba ? Jawab : Perbedaannya yaitu pada perlakuannya. Pada metode fisika dilakukan dengan cara pemanasan, pendinginan tanpa menggunakan bahan- bahan kimia. Metode fisik dapat dilakukan dengan cara-cara sbb: Cara panas cara ini dilakukan dengan panas langsung (langsung dibakar), panas basah dan panas kering. Cara radiasi Sterilisasi panas dengan uap bertekanan (autoklaf) pada metode ini sebenarnya adalah dengan memaparkan uap jenuh pada tekanan tertentu selama waktu dan suhu tertentu pada objek, sehingga terjadi pelepasan energy laten uap yang mengakibatkan pembunuhan mikroorganisme secara irreversible akibat ddenaturasi atau koagulasi protein sel mikroorganisme. Sterilisasi panas kering (oven) Proses sterilisai panas kering terjadi melalui mekanisme konduksi panas. Panas akan diabsorpsi oleh permukaan luar alat yang disterilkan. Selanjutnya merambat ke bagian dalam dari permukaan sampai pada akhirnya suhu sterilisasi tercapai. Sterilisasi radiasi Sterilisasi radiasi bisa dengan UV, ion, atau sinar gamma. Sedangkan pada metode kimia menggunakan bahan- bahan kimia untuk mempengaruhi pertumbuhan mikrobanya. Metode kimia yaitu teknik sterilisasi menggunakan bahan-bahan kimia. Sterilisasi gas atau etilen oksida Sterilisasi gas atau etilen oksida merupakan pilihan untuk mensterilkan peralatan yang sensitive terhadap panas. Sterilisasi plasma

Plasma berasal dari beberapa gas seperti argon, nitrogen, oksigen, atau hydrogen peroksida yang menunjukkan aktivitas sporasidal. Hydrogen peroksida pada dasarnya mempunai aktivitas mematikan mikroorganisme yang berfungsi sebagai perkursor pembentukan radikal bebas pada pembentukan plasma. Minggu VI : 1. Bagaimana respon mikroba terhadap pembekuan ? Jawab : Beberapa organisme tumbuh pada suhu rendah. Prinsip dasar penyimpanan pada suhu rendah adalah menghambat pertumbuhan mikroba dan menghambat reaksi-reaksi enzimatis, kimiawi dan biokimiawi. Suhu rendah (pembekuan) dapat menghambat aktivitas mikroba mencegah terjadinya reaksi- reaksi kimia dan aktivitas enzim sehingga dapat mereduksi jumlah mikroba yang sangat nyata. Ini disebabkan karena kristalisasi air akibat pembekuan akan mengurangi kadar air lingkungannya. 2. Apakah sel mikroba dapat mati akibat pembekuan? Jelaskan ! Jawab : Iya, karena : Selama proses pembekuan,air sel akan keluar sehingga air dalam sel akan berkurang. Bila air berubah menjadi es, volumenya akan menjadi lebih besar. Dengan terbentuknya Kristal-kristal es selama proses pembekuan, maka akan terjadi pemekatan solute. Kerusakan membrane akan menyebabkan membrane sel kehilangan fungsinya. Sel akan kehilangan sejumlah intra cellular solute yang mengakibatkan deorganisasi sel itu sendiri. Bagaimana pengaruh waktu terhadap lamanya penyimpanan pada suhu 30C? Jawab :

3.

Dari kurva dapat dilihat bahwa pengaruh waktu terhadap lamanya penyimpanan. Dimana untuk mendapatkan jumlah yang banyak harus disimpan dalam waktu tertentu yang sesuai dengan mikrobanya. Jika terlalu lama maka jumlahnya akan berkurang. 4. Sebutkan kerusakan bakteri akibat zat- zat kimia ! Jawab : Pada umumnya kerusakan bakteri dapat dibagi 3 kelompok yaitu : 1. Oksidasi Zat-zat seperti H2O2, Na2BO4, KMnO4 mudah sekali melepaskan O2 untuk menimbulkan oksidasi. Klor di dalam air menyebabkan bebasnya O2 sehingga zat ini merupakan desinfektan. Hubungan klor dengan protoplasmapun dapat menimbulkan oksidasi. 2. Koagulasi atau penggumpalan protein Banyak zat seperti air raksa, perak, tembaga dan zat-zat organik seperti fenol, formardehida, etanol menyebabkan penggum-palan protein yang merupakan konstituen dari protoplasma. Protein yang telah menggumpal adalah protein yang mengalami denaturasi dan di dalam keadaan yang demikian itu protein tidak berfungsi lagi 3. Depresi dan ketegangan permukaan Sabun dapat mengurangi ketegangan permukaan, oleh karena itu dapat menyebabkan hancurnya bakteri. Empedu juga mempunyai khasiat seperti sabun, hanya bakteri yang hidup di dalam usus mempunyai daya tahan terhadap empedu. Pada umumnya diketahui bahwa bakteri gram negatif lebih tahan terhadap pengurangan ketegangan permukaan dari pada bakteri gram positif.