Anda di halaman 1dari 31

Dr.

dian R

Stress dan Penyesuaian Diri


Modernisasi & kemajuan teknologi membawa perubahan dlm cara berpikir & pola hidup masyarakat.

konsekuensinya : - perubahan kesehatan fisik - perubahan kesehatan jiwa Tidak semua orang mampu menyesuaikan diri thd perubahan tsb, akibatnya akan menimbulkan ketegangan yg dpt menjadi faktor pencetus, penyebab atau akibat dr suatu penyakit.

Stress dan Penyesuaian Diri


Stres timbul akibat : - Perubahan nilai budaya - Perubahan sistem kemasyarakatan - Pekerjaan - Ketegangan antara idealisme & realita
Penyesuaian diri adalah suatu bentuk respon yg sehat thd stres. Roy (1976), respon adaptif sbg suatu tingkah laku yg memelihara integritas individu. Ketika tingkah laku mengganggu integritas individu, hal ini dianggap MALADAPTIF.

Definisi Stress
STRES : respon tubuh yg sifatnya non-spesifik thd setiap

tuntutan beban atasnya STRES : gangguan pada tubuh & pikiran yg disebabkan oleh perubahan & tuntutan kehidupan STRES : kondisi dinamik dimana seseorang dikonfrontasikan dgn suatu peluang, kendala atau tuntutan yg dikaitkan dgn apa yg sangat diinginkan & yg hasilnya dipersepsikan sbg tiadk pasti & penting Stressor

Sumber Stress
1.

Frustrasi Individu terhambat dlm usaha mencapai tujuan maka timbul frustrasi Sumber Frustrasi Dalam diri : Penyakit, Cacat, idea dll Luar : Bencana alam, kehlgn org yg dicintai, peperangan,goncangan ekonomi dll.

2. Konflik Bila individu tidak dapat memilih antara 2 atau lbh kebutu atau tujuan. a. Konflik pendekatan- penolakan Individu hrs menntkn st kep tp ia tdk mampu. o Maju tdk berani o Mundur tdk menyengkn

b. Konflik pendekatan ganda - Individu berusaha mencapai kedua tujuan tp sukar, ia hrs melepaskan salah satunya. c Konflik penolakan ganda - Individun tdk menghendaki kedua tujuan oleh krn keduanya tdk menyenangkan atau memilih salah satu. Cth : melakukn hal yg berbahaya atau dicap sbg pengecut - pengangguran atau melkukan suatu pekerjaan yg tidak disenangi

3. Tekanan
Tekanan sehari2 walaupun ringan, atau bertumpuk, suatu saat

dpt timbul stress Tekanan dr luar/lingkungan (selalu dicela) Tekanan dr dlm : Penyesalan, melakukan perbuatan salah/ berdosa 4. Krisis
Krisis ekonomi Penyakit berat yg tiba2 Tiba2 kena bencana

Konsep Stress
1.

STRES SBG RESPON BIOLOGIS Hans Seyle (1936) --- General Adaptation Syndrome (GAS) atau sindrom penyesuaian umum. melindungi individu agar bertahan hidup. reaksi fisiologis akibat rangsangan fisik & psikososial.

1. Tahap reaksi waspada

individu mengadakan reaksi pertahanan terekspos thd stresor. Tanda fisik yg muncul adl curah jantung meningkat, peredaran darah cepat, darah di perifer & gastrointestinal mengalir ke kepala & ekstremitas. 2. Tahap melawan individu mencoba berbagai mekanisme penanggulangan psikologis & pemecahan masalah serta mengatur strategi utk mengatasi stresor. Tubuh berusaha menyeimbangkan proses fisiologis yg terpengaruh selama tahap waspada utk sedapat mgkn menjadi normal kembali & pada waktu yg sama pula tubuh mencoba mengatasi faktor penyebab stres.

Tahap kelelahan

tahap ini terjadi jika terjadi perpanjangan tahap awal stres pada tubuh individu telah terbiasa. Akan timbul gejala penyesuaian diri thd lingkungan, spt sakit kepala, gangguan mental, penyakit arteri koroner, dll. bila tubuh terekspos stresor yg sama dlm waktu yg sangat lama scr terus menerus, maka tubuh yg semula telah biasa menyesuaikan diri akan kehabisan energi utk beradaptasi.

GAS (General Adaptation Syndrom)


ALARM REACTION RESISTANCE PEMULIHAN

1. Hipotalamus 2. Hipofisis Posterior ADH 3. Hipofisis anterior ACTH Korteks Adrenal 4. Sistem saraf simpatis dan medula adrenal Epinefrin Norepinefrin 5. Fight or Flight

EXHAUSTION

Stabilisasi 2. Kadar Hormon kembali normal 3. Aktivitas Sistem saraf parasimpatis 4. Adaptasi terhadap stres
1.

1. Respon Fisiologis seperti pada yang tmpk pd rx alarm


2. Penurunan Kadar Energi 3. Adaptasi Fisiologis 4. Kematian

2.

STRES SEBAGAI SUATU PERISTIWA LINGKUNGAN

Pada konsep ini stres : sesuatu atau peristiwa yg memicu respon fisiologis & psikologis yg adaptif pada individu. Peristiwa ini adl salah satu yg menimbulkan perubahan dlm pola hidup individu yg memerlukan penyesuaian gaya hidup, & menguras kemampuan seseorang.
Holmes & Rahe (1967) mengembangkan suatu metode dlm melihat hubungan antara perubahan hidup dgn penyakit, yg disebut Social Readjustment Rating. Angka tertinggi pada skala ini menunjukkan semakin rentannya individu thd penyakit fisik atau psikologis.

2.

STRES SEBAGAI SUATU PERISTIWA LINGKUNGAN

Kelemahan dr skala penilaian ini : - Tidak mempertimbangkan persepsi individu thd peristiwa - Tidak mempertimbangkan strategi penanggulangan dari individu & tersedianya sistem pendukung disaat terjadinya perubahan dlm kehidupan

3.

STRES SEBAGAI TRANSAKSI ANTARA INDIVIDU & LINGKUNGAN

Interaksi antara manusia dgn lingkungan yg saling mempengaruhi disebut sbg HUBUNGAN TRANSAKSIONAL. Individu akan memberikan reaksi stres yg berbeda pada stresor yg sama, mis : individu yg terjebak macet, shg terlambat. - ada yg akan melihat jam terus menerus - ada yg tetap santai mendengarkan musik

PERISTIWA PENCETUS STRES

Lazarus and Folkman (1984) COGNITIVE APPRAISAL :suatu evaluasi individu thd kepentingan pribadinya pada peristiwa atau kejadian. Suatu peristiwa menimbulkan respon pada individu, respon tsb dipengaruhi oleh persepsi individu thd peristiwa tsb.

Penilaian kognitif terdiri atas : a. Penilaian primer ada 3 bentuk penilaian primer/utama tidak relevan : hasilnya tdk memberi arti bagi individu penerimaan scr positif : salah satu dirasa sbg penyebab kesenangan pada individu penilaian stres : kerugian/kehilangan, ancaman & tantangan b. Penilaian sekunder penilaian thd keahlian, sumber penghasilan & ilmu pengetahuan yg dimiliki utk menghadapi situasi tertentu c. Koping

Fig. 15.2. Stress is the product of an interchange between a person and the environment.

Lazarus & Folkmans model


Appraisal Stressor Stress Reaction

Coping

Coping Research Lazarus & Folkman (1980s) problem-focused vs. emotion focused coping Problem-focused: efforts directed at solving or managing the problem. Emotion-focused: manage emotions resulting from stress Coping processes arent inherently good or bad New research directions Future-oriented proactive coping Social aspects of coping Use of religious coping

mekanisme koping, (Stuart & Laraia, 2005) : Fokus pada masalah Adalah mekanisme koping yang berfokus pada tugas dan usaha langsung untuk mengatasi ancaman individu. Misalnya : negosiasi, konfrontasi, advise Kognitif individu berusaha untuk mengontrol masalahnya dan kemudian menetralkannya. Misalnya : perbandingan positif, pengabaian selektif, substitusi reward, mengurangi obyek yang diharapkan Emosi individu berorientasi untuk menurunkan (moderating) distress emosional. Misalnya : mekanisme pertahanan diri : denial, supresi, proyeksi dll

Penyesuaian Diri
proses yang diharapkan oleh individu dalam mengenal

lingkungan yang baru. Schneider ( Partosuwido, 1993) mrp kemampuan untuk mengatasi tekanan, kebutuhan, frustrasi dan kemampuan untuk mengembangkan mekanisme psikologis yang tepat. Callhoun dan Acocella (Sobur, 2003), interaksi individu yang kontinu dengan diri individu sendiri, dengan orang lain, dan dengan dunia individu

MACAM2 MEKANIK PERTAHANAN Ego


REPRESI ialah menekan keinginan, impuls/dorongan,

pikiran yang tidak menyenangkan ke alam tidak sadar dengan cara tidak sadar . Contoh : seorang suami yang pernah memukul istrinya, Si suami lupa terhadap apa yang telah ia perbuat terhadap istri.

SUPRESI :

menekan secara sadar, pikiran, impuls, perasaan yang tidak menyenangkan ke alam tidak sadar. Contoh : Seorang wanita yang gagal pacaran, berusaha melupakan dengan berkenalan dengan orang lain REAKSI FORMASI : tingkah laku berlawanan dengan perasaan yang mendasari. Contoh : Marah pada teman malah dipinjamkan buku yang diperlukan teman tersebut dengan bersikap manis.

KOMPENSASI ialah tingkah laku menggantikan

kekurangan dengan kelebihannya yang lain. Kompensasi langsung , contoh : bentuk badan yang lucu dijadikan modal untuk menjadi pelawak Kompensasi tidak langsung, contoh : seorang mahasiswa memiliki kekurangan dalam intelektual, aktif dalam kegiatan olah raga untuk menutupi kelemahannya

RASIONALISASI : berusaha memperlihatkan tingkah laku yang tampak sebagai pemikiran logis. Contoh : Tidak punya uang untuk beli mobil, dikatakan jalan kaki lebih sehat daripada naik mobil SUBSTITUSI : mengganti objek yang bernilai tinggi dengan obyek yang kurang bernilai tetapi dapat diterima oleh masyarakat. Contoh : wanita tua tidak punya anak memelihara kucing sebagai pengganti anak RESTITUSI mengurangi rasa bersalah dengan tindakan pengganti. Contoh : Koruptor memberikan sumbangan sosial

DISPLACEMENT : memindahkan perasaan emosional dari objek sebenarnya kepada objek pengganti. Contoh : Marah pada pacar, membanting pintu PROYEKSI : memproyeksikan keinginan, perasaan, impuls, pikiran pada orang lain/obyek lain/lingkungan untuk mengingkari. Contoh : Ujian gagal dengan alasan waktunya kurang atau gurunya tidak enak mengajarnya. SIMBOLISASI menggunakan obyek untuk mewakili ide/emosi yang menyakitkan untuk diekspresikan. Contoh : seorang anak dimana anaknya sangat dominan, disiplin, membuat lukisan yang disimbolkan ayahnya yang galak

REGRESI : ego kembali pada tingkat perkembangan sebelumnya dalam pikiran, perasaan dan tingkah lakunya. Contoh : Orang dewasa makan disuapi DENIAL : mengingkari pikiran, keinginan, fakta dan kesedihan. Contoh : Pasien didiagnosa kanker, menyatakan dokter salh mendiagnosa. SUBLIMASI : memindahkan energi mental (dorongan ) yang tidak dapat diterima kepada tujuan yang dapat diterima masyarakat. Contoh : orang yang suka bicara, karena dengan berbicara banyak kurang disukai masyarakat, maka dialihkan pada hal-hal yang dapat diterima misalnya menjadi pembawa acara

INTROYEKSI :

mengambil alih semua sifat dari orang yang berarti menjadi bagian dari kepribadiannya sekarang. Contoh : Suami seorang tokoh masyarakat sedang si istri seorang penyanyi yang hidupnya bebas, lalu si istri meniru sifat suami yang penuh dengan tata krama.

Faktor Predisposisi Stres


1. Genetik
2. Pengalaman Masa lalu 2. Usia (tingkat perkembangan) 3. Kepribadian 4. Lingkungan

Anda mungkin juga menyukai