Anda di halaman 1dari 8

DR. Rizal Ramli: Sistem Demokrasi yang Tercemar Memerlukan Peru...

http://www.rizalramli.org/index.php?option=com_content&view=artic...

Menu
Halaman Utama Biografi Buku Lokomotif Perubahan Kolom
opini Wawancara Redaksi Kliping

DR. Rizal Ramli: Sistem Demokrasi yang Tercemar Memerlukan Perubahan


Saturday, 30 April 2011 15:15

Rabu, 06 April 2011 | 15:51 WIB

Buletin Tokoh

DR. Rizal Ramli: Sistem Demokrasi yang Tercemar Memerlukan Perubahan


Dalam berbagai kesempatan, DR. Rizal Ramli selalu mensosialisasikan agar Indonesia menempuh Jalan Baru untuk mencapai kemakmuran. Rizal Ramli adalah satu dari sekian calon Presiden (Capres) yang paling cendekiawan dan akademis, khususnya di bidang ekonomi. Menyikapi berbagai kemelut yang dihadapi Indonesia saat ini, buletininfo.com mendapat kehormatan mewawancarai DR. Rizal Ramli secara eksklusif di salah satu kediamannya yang asri di daerah Cipete, Jakarta Selatan. Berikut petikannya : Bagaimana tanggapan atas berbagai persoalan bangsa saat ini? Kondisi bangsa yang terus didera persoalan pelik memaksa kita untuk segera melakukan perubahan. Namun perubahan itu harus membawa manfaat yang nyata dalam peningkatan kesejahteraan rakyat, keadilan sosial, kedaulatan politik dan ekonomi, serta membuat Indonesia menjadi negara yang kuat dan dihormati dunia. Perubahan adalah awal dari kebangkitan dan kejayaan Indonesia. Pendapat tentang demokrasi di Indonesia? Demokrasi saat ini sudah dibajak oleh kekuatan uang atau oligarki, kondisi yang terjadi adalah demokrasi kriminal. Demokrasi kriminal menyebabkan Indonesia menjadi negara gagal, no vision (tidak ada visi), salah satunya karena faktor kepemimpinan yang lemah. Kondisi ini diperparah dengan budaya sogok menyogok yang telah menjadi kebiasaan pemimpin di eksekutif maupun legislatif. Oleh karena itu, demokrasi yang tercemar seperti saat ini membutuhkan perubahan sesegera mungkin. Persoalan bangsa saat ini memperlihatkan betapa bibit disintegrasi telah menyebar luas di Indonesia, dan pada gilirannya akan membawa negara ini menjadi salah satu negara gagal di dunia. Bukankah di era kepemimpinan Presiden SBY demokrasi semakin matang? Sampai saat ini, pendapat tentang SBY menyatakan bahwa SBY seorang pemimpin yang kurang tegas, namun tetap populer karena adanya kepercayaan umum bahwa SBY memiliki komoditas politik yang paling langka dalam politik Indonesia, yakni integritas. Dunia politik Indonesia sangat kotor, dan munculnya berita mengejutkan dari terkait korupsi SBY beserta keluarganya bukanlah sesuatu yang mengejutkan. Sementara itu, sendi-sendi kehidupan bernegara semakin lama semakin lemah dan kropos. Kerusakan itu tercermin terutama di bidang ekonomi dan hukum. Mafia hukum semakin merajalela terutama karena para tokoh mafia hukum adalah justru pejabat di kejaksaan, kepolisian dan lembaga peradilan. Akibatnya, pisau hukum hanya tajam terhadap rakyat biasa, tetapi sangat tumpul terhadap kalangan elit yang memiliki uang dan kekuasaan. Apakah terkait dengan tuduhan orientasi ekonomi kita yang neoliberal? Kebijakan ekonomi neoliberal sudah terbukti di seluruh dunia tidak mampu meningkatkan kesejahteraan mayoritas rakyat, walaupun berhasil meningkatkan kemakmuran sebagian kecil elit di negara berkembang. Tapi yang lebih penting lagi, kebijakan ekonomi neoliberal itu merupakan pengkhianatan terhadap konstitusi. Kemiskinan struktural yang disebabkan oleh kebijakan ekonomi neoliberal telah memicu peningkatan kejahatan, ladang subur kekerasan sosial, meningkatkan rasa putus asa dan tindakan bunuh diri. Kemiskinan juga memicu radikalisme, serta mempertajam konflik sosial dan agama. dan kepemimpinan yang kuat? Berarti perlu Tidak hanya itu, Indonesia tidak mungkin menjadi Negara makmur dan besar tanpa reformasi birokrasi total. Dalam prakteknya, birokrasi lebih sering menjadi bagian dari masalah dan bukan solusi. Kepemimpinan SBY-Boediono yang lemah semakin mendorong berkembangnya demokrasi kriminal sehingga terjadi politik saling menyandera di kalangan elit politik. Dalam konteks demokrasi kriminal dan lemahnya kepemimpinan, perubahan politik harus dilakukan sekarang juga untuk mencegah kerusakan dan kemerosotan yang lebih parah lagi. Perubahan adalah solusi dari perangkap demokrasi kriminal, pemerintahan lemah dan bermasalah. Perubahan politik itu merupakan upaya untuk membuat demokrasi sungguh-sungguh bekerja untuk kepentingan rakyat. Bagaimana dengan penegakan hukum? Penegakan hukum akan dilakukan tanpa tebang pilih dan setiap warga negara akan diperlakukan sama di depan hukum. Agar supaya sistem demokrasi sungguh-sungguh bekerja untuk kepentingan rakyat, tidak dibajak oleh kekuatan uang, maka diperlukan reformasi pembiayaan partai politik. Seperti apa reformasi pembiayaan partai politik itu?

Galeri Radio Perubahan

1 of 4

26/09/2013 21:24

DR. Rizal Ramli: Sistem Demokrasi yang Tercemar Memerlukan Peru...

http://www.rizalramli.org/index.php?option=com_content&view=artic...

Seperti halnya di Jerman dan Australia, partai-partai politik akan dibiayai oleh APBN dengan perkiraan biaya maksimum Rp. 0,5 triliun/tahun. Angka tersebut sangat kecil dibandingkan dengan total APBN yang mencapai Rp. 1.200 triliun, dan dibandingkan dengan kerugian dan kerusakan yang ditimbulkan oleh demokrasi kriminal. Sebagai prasyarat untuk mendapatkan biaya , dan hanya boleh tersebut, partai-partai harus bersedia diaudit (termasuk audit investigatif), menegakkan yang baik. Dengan cara itu, mengajukan calon legislatif dan eksekutif yang memiliki integritas, kepemimpinan dan integritas, kepemimpinan dan track record akan jadi kriteria utama kaderisasi partai-partai. Bagaimana dengan perubahan di bidang ekonomi? Kebijakan ekonomi neoliberal yang tidak berpihak kepada rakyat dan kepentingan nasional akan digantikan dengan sistem ekonomi konstitusi. Prioritas utama akan diberikan kepada kemandirian dalam bidang pangan, penciptaan lapangan kerja, pembangunan infrastruktur, pertambangan dan sumber daya alam lainnya. Sumber daya alam akan dimanfaatkan sebesarbesarnya untuk peningkatan kesejahteraan rakyat. Negara akan proaktif untuk mempercepat pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Percepatan tersebut juga dimaksudkan agar Indonesia dapat mengejar ketinggalannya dibandingkan negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia dan Thailand. Dengan sumber daya alam yang luar biasa, penduduk yang besar dan posisi geografis yang sangat strategis, Indonesia akan bisa menjadi salah satu negara besar yang sejahtera dan kuat di Asia. Secara komprehensif, perubahan seperti apa yang dibutuhkan bangsa ini? Perubahan baru bermanfaat jika terjadi peningkatan kesejahteraan rakyat, sehingga rakyat mampu mendapatkan 5P (Pangan, Pekerjaan, Pendidikan, Pelayanan Kesehatan dan Perumahan). Peningkatan penyediaan pangan, pendidikan, pelayanan kesehatan dan perumahan juga akan meningkatkan lapangan pekerjaan. Tujuan perubahan tersebut akan lebih cepat tercapai jika kita memperjuangkan kedaulatan politik, ekonomi, keuangan, pangan, energi, pertahanan dan teknologi. Kedaulatan itulah yang terabaikan, bahkan sengaja dilupakan selama 40 tahun terakhir, sehingga 80 persen rakyat Indonesia belum menikmati arti kemerdekaan dan Indonesia tertinggal dibandingkan dengan negara-negara besar lainnya di Asia. Perubahan dari negara terjajah menjadi negara yang berdaulat merupakan kekuatan dahsyat untuk mencapai tujuan kemerdekaan. Sekilas DR Rizal Ramli: Dr. H. Rizal Ramli lahir pada 10 Desember 1953, di Sumatera Barat. Ia sudah yatim piatu ketika menginjak usia Sekolah Dasar, sehingga untuk melanjutkan pendidikannya ia terpaksa ikut bersama neneknya di Bogor. Di Kota Hujan ini ia menyelesaikan SD sampai SMA. Ketika lulus SMA dan diterima menjadi mahasiswa ITB tahun 1973, Rizal Ramli bingung karena tidak memiliki uang untuk membiayai kuliahnya. Akhirnya, ia bekerja dulu di sebuah percetakan di Kebayoran Baru, Jakarta. Enam bulan kemudian, setelah uang terkumpul, barulah Rizal Ramli mengenyam bangku kuliah. Karena sudah mahir berbahasa Inggris sejak SMA, Rizal Ramli pun kemudian bekerja sebagai penerjemah buku-buku maupun makalah berbahasa Inggris. Pengalaman hidup yang pahit itu menempanya menjadi orang yang dekat dengan rakyat. Ia bisa menyelami dan berempati pada kaum miskin yang sulit menjangkau sandang pangan karena pernah merasakan kehidupan yang amat sulit di masa muda. Sebagai aktivis, dalam kapasitas sebagai Deputi Dewan Mahasiswa ITB, Rizal Ramli merupakan salah satu motor penggerak aksi mahasiswa tahun 1978. Karena menentang Rezim Otoriter Orde Baru, Rizal Ramli sempat dipenjara selama 18 bulan. Pernikahannya dengan Hj. Herawati (alam), sosok yang bersahaja dan sangat humanis, membuat mereka semakin dekat dengan lingkungan sekitarnya. Hera kerap terisak jika menyaksikan pengemis di jalanan. Ia tidak canggung memandikan anak-anak yatim piatu di Panti Asuhan. Pada tahun 1990, sepulang dari Amerika Serikat, seusai meraih Doktor Ekonomi dari Boston University, pasangan Rizal RamliHerawati sempat tinggal di Jl. Syaridin, Pasar Minggu. Mereka mendirikan Perpusatakaan Bambola bagi anak-anak di sekitar tempat tinggalnya. Selain itu, keluarga ini juga kerap mengedarkan buku untuk anak-anak jalanan lewat sanggar-sanggar anak jalanan. Perhatian terhadap masa depan akan-anak dari keluarga kurang mampu memang sangat besar. Ketika meluncurkan buku HERA Dalam Keping-Keping Cerita Kehidupan, Karya, dan Kenangan, untuk mengenang kembalinya Hera kepada Sang Pencipta, pada akhir tahun 2007, Rizal memberikan beasiswa kepada 15 mahasiswa ITB yang tidak mampu, di samping menyumbangkan buku bagi almamaternya. Setelah dicopot dari jabatannya sebagai Komisaris Utama PT Semen Gresik oleh Menneg BUMN Sofyan Djalil karena sikapnya yang dinilai tidak etis sering mengkritisi sejumlah kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat, Rizal Ramli kemudian kerap berkunjung ke berbagai pesantren, seperti di Cirebon dan Tasikmalaya, memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Malang, turun ke pasar dan berdialog dengan para pedagang. Rizal Ramli juga menggelar Safari Demokrasi dengan mengunjungi tokoh-tokoh yang pernah dizalimi penguasa Orde Baru, seperti Gus Dur, Adnan Buyung Nasution, dan Hariman Siregar. Rizal Ramli juga diminta memberikan ceramah Subuh oleh Radio El Shinta dan menjadi khatib pada Hari Raya Idul Fitri, 1 Oktober 2008, di Lapangan Urip Sumoharjo, dengan tema Kesalehan Sosial: Modal Dasar Bagi Perubahan Bangsa, Mengingat kebijakan ekonomi yang ditempuh sekarang masih saja bertumpu pada filosofi Neoliberalisme, Rizal Ramli akhirnya membulatkan hati untuk maju sebagai Calon Presiden pada Pilpres 2009. Langkah yang diayunkan, antara lain, dengan mengikuti Konvensi Calon Presiden Partai Bintang Reformasi. , lembaga independen yang didirikannya pada tahun 1992. Lewat Rizal Ramli identik dengan ECONIT ECONIT, Rizal Ramli kerap melontarkan pandangan kritis terhadap kebijakan ekonomi yang dijalankan pemerintah Orde Baru, yang dilandasi filosofi Neo Liberalisme. Tulisannya tajam dan menghunjam, ditopang data yang akurat dan analisis yang logis. Tak pelak, di bawah kepemimpinan Rizal Ramli, ECONIT tampil sebagai lembaga think tank independen terkemuka, yang sering menyodorkan alternatif kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat banyak. Keberpihakan Rizal Ramli kepada rakyat kecil sudah tertanam sejak menjadi aktivis mahasiswa ITB pada tahun 1970-an. Setelah melakukan perjalanan panjang ke kantong-kantong kemiskinan di sepanjang Pantai Utara Pulau Jawa, akhirnya pada awal 1977 Rizal Ramli mencetuskan gagasan Gerakan Anti Kebodohan (GAK), yang kemudian menjadi program Dewan Mahasiswa ITB. GAK menekankan agar pemerintah menyediakan anggaran yang memadai untuk menampung 7 juta anak-anak miskin yang tidak bisa menikmati pendidikan dasar karena ketiaadaan biaya. Ketika Presiden Abdurrahman Wahid terpilih menjadi Presiden RI menggantikan BJ Habibie, Rizal Ramli diminta memimpin Badan Urusan Logistik (Bulog). Rizal Ramli bersedia memimpin Bulog karena Gus Dur berpesan agar Bulog dibenahi sehingga berpihak kepada wong cilik, kepada para petani. Berikut sejumlah prestasi DR. Rizal Ramli saat menjalankan amanah menduduki berbagai posisi di perusahaan maupun pemerintahan: Reformasi di Bulog Citra Bulog saat itu memang sangat buram. Institusi yang bertugas menjaga stabilitas harga beras selama Soeharto berkuasa itu dikenal sebagai lumbung duit, dengan dana off budget yang amat besar. Di Bulog, Rizal Ramli menunjukkan kemampuan

2 of 4

26/09/2013 21:24

DR. Rizal Ramli: Sistem Demokrasi yang Tercemar Memerlukan Peru...

http://www.rizalramli.org/index.php?option=com_content&view=artic...

leadership-nya yang kuat dan tegas dengan melakukan perombakan besar-besaran lewat program restrukturisasi. Tujuannya, mengubah citra Bulog yang busuk menjadi lembaga yang transparan, accountable, dan profesional. Pergantian dan mutasi besar-besaran dilakukan, mencakup lima pejabat eselon satu (deputi), 54 pejabat eselon dua (Kepala Biro dan Kepala Dolog). Dari 26 Kepala Dolog yang memimpin Daerah Operasi Bulog di seluruh Indonesia, 24 di antaranya dipensiunkan atau dimutasi. Perombakan yang fundamental itu berjalan mulus, tanpa menimbulkan gejolak yang berarti. Keberpihakan kepada rakyat kecil, kepada para petani, diwujudkan dengan peningkatan harga patokan gabah. Pembelian yang dilakukan Bulog hanya dalam bentuk gabah, bukan beras, dari para petani. Hal ini dilakukan untuk memotong praktik pengoplosan beras impor dengan beras yang dibeli dari petani sebelum dimasukkan ke Bulog. Dengan begitu, yang dibeli oleh Bulog benar-benar gabah yang dihasilkan oleh para petani domestik, bukan dari impor. Rizal Ramli juga meminta Ditjen Bea Cukai memasukkan impor beras ke dalam jalur merah, sehingga manipulasi volume dan harga impor beras bisa dimonitor secara lebih ketat. Langkah terobosan dilakukan Rizal Ramli dengan memangkas rekening Bulog dari 117 menjadi hanya 9 rekening. Sistem pembukuan di Bulog yang tidak karuan diubah menjadi Generally Accepted Accounting Principles, sehingga operasional Bulog bisa diaudit dan dipertanggungjawabkan. Dana off budget yang jumlahnya triliunan menjadi on budget, sehingga tidak bisa dipergunakan seenaknya, sebagaimana terjadi sebelumnya. Pada bulan Agustus, Rizal Ramli meninggalkan Bulog karena diberi kepercayaan Menjadi Menko Perekonomian dengan posisi keuangan surplus triliunan rupiah. Keberhasilan Rizal Ramli membenahi Bulog dalam tempo singkat ini kemudian menjadi sampul muka majalah bisnis internasional terkemuka. dan Menteri Koordinator Perekonomian: Gaya kepemimpinan yang kuat dan tegas, keberanian mengambil keputusan untuk persoalan yang pelik, dan kemampuan memecahkan masalah yang ditunjukkan selama memimpin Bulog, dilanjutkan Rizal Ramli ketika menempati pos Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Tugas dan tanggung jawabnya kian berat, karena problem yang dihadapi lebih kompleks, yaitu membangkitkan ekonomi Indonesia yang hancur akibat krisis ekonomi yang mendera sejak tahun 1997/1998. Seminggu setelah dilantik sebagai Menko Perekonomian, Rizal Ramli pun segera mencanangkan 10 Program Pemulihan Ekonomi. Program yang diluncurkan pada 4 September 2000 ini menunjukkan keberpihakan pada pertumbuhan ekonomi dan (LoI) ini penciptaan lapangan kerja alias pro-growth dan pro-job. Program yang kemudian dimasukkan ke dalam terbukti mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi naik menjadi 4,8% di atas perkiraan semula yang hanya 2,3%. Jumlah penduduk yang bekerja naik 1 juta tenaga kerja. Semua sektor ekonomi yang tadinya lesu darah mulai menggeliat. 10 Program Pemulihan Ekonomi ini diakui dunia internasional sebagai program pemulihan ekonomi yang kredibel. Standard & Poors menaikkan rating rupiah dari C ke B, dengan outlook stabil. Pada Mei 2001, sebagai Menko Perekonomian, doktor ekonomi lulusan Boston University ini melakukan kebijakan terobosan dengan menghapuskan cross-ownership dan cross-management antara PT Telkom dan PT Indosat. Langkah ini dimaksudkan untuk meningkatkan kompetisi dan mendorong kedua operator telekomunikasi nasional tersebut menjadi full service operators. Banyak kalangan, baik domestik maupun internasional, menilai kebijakan yang ditempuh Rizal Ramli merupakan langkah yang tepat dan kredibel. Lewat kebijakan terobosan itu, negara berhasil memperoleh tambahan penerimaan Rp4,2 trilliun tanpa menjual selembar pun saham Telkom atau Indosat. Ketua Tim Keppres 133: Negosiator yang Tangguh Selaku Menko Perekonomian, Rizal Ramli juga dipercaya Presiden Abdurrahman Wahid menjadi Ketua Tim Keppres 133. Tim ini bertugas menyelesaikan restrukturisasi PLN dan renegosiasi kontrak-kontrak pembelian listrik swasta bersama-sama dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dan menteri terkait. Pada posisi ini, mantan dosen ekonomi Program Magister Manajemen Fakultas Pasca Sarjana UI ini berhasil menyelesaikan 16 dari total 27 kasus renegosiasi kontrak pembelian listrik swasta. Kontrak penjualan listrik swasta yang dibuat pada masa , yang membebani PLN sebesar US$ 60 miliar. Orde Baru itu penuh dengan KKN dan Renegosiasi ditekankan pada penurunan tarif penjualan mereka ke PLN, dari sekitar US$ 7-9 cent per kWh menjadi hanya US$ 4 cent. Sebagai negosiator yang tangguh, melalui jalan panjang dan sejumlah terobosan yang ditempuh, Rizal Ramli berhasil menekan penjualan listrik swasta ke PLN, sehingga akhirnya beban PLN turun menjadi US$ 35 miliar. Sebagai Ketua Tim Keppres 133, sepanjang Januari-Mei 2001 mantan aktivis yang pernah mendekam di penjara Sukamiskin Bandung pada 1978/79 itu, juga melakukan financial engineering terhadap neraca keuangan PLN dengan melakukan revaluasi agar PLN tidak terganggu. Terobosan ini membuat aset aset PLN dan menetapkan kebijakan PLN meningkat dari Rp 52 triliun menjadi Rp 202 triliun. Modalnya melonjak dari minus Rp 9 triliun jadi Rp 119,4 triliun. Dengan revaluasi ini, struktur aset dan modal PLN menjadi sangat kuat, sehingga PLN kembali memiliki akses untuk mendapatkan modal kerja dari perbankan maupun dari pasar obligasi. Menteri Keuangan: Kekuatan Persuasi dan Pada 13 Juni 2001, Presiden Abdurrahman Wahid memutasi Rizal Ramli dari Menko Perekonomian menjadi Menteri Keuangan. Sebagai Menkeu, Rizal Ramli harus mewakili pemerintah saat revisi APBN 2001 dilakukan. Di tengah ketidakpastian situasi ekonomi dan politik nasional, regional, dan internasional, revisi APBN harus dilakukan dengan cepat. Revisi APBN yang biasanya memakan waktu berbulan-bulan, mampu diselesaikan Rizal Ramli hanya dalam tempo empat hari. Pembahasan berlangsung sejak Jumat malam hingga Minggu dini hari, tepatnya, 13 -16 Juni 2001. Cepatnya pembahasan revisi APBN 2001 itu tak lepas dari sosok Rizal Ramli yang didukung daya persuasi tinggi dan networking yang luas di berbagai kalangan. Presiden Komisaris PT Semen Gresik: Menjadi BUMN Unggul Tangan dingin Rizal Ramli dalam membereskan problem ekonomi membuat pemerintah menunjuknya sebagai Presiden Komisaris PT Semen GresikTbk. Tugas ini diemban sejak September 2006 hingga kini. Seperti di tempat-tempat tugas lain sebelumnya, Rizal Ramli juga melakukan sejumlah langkah strategis dan kebijakan terobosan untuk meningkatkan efisiensi, mendorong program pengurangan biaya dan meningkatkan keuntungan Semen Gresik. Tujuan tersebut dicapai dengan melakukan konsolidasi dan integrasi ketiga perusahaan, yaitu PT Semen Gresik, PT Semen Padang, dan PT Semen Tonasa sehingga menjadi s. Dengan demikian, kompetisi internal antar PT dikurangi sehingga tercipta sinergi positif. Bersama-sama Komisaris dan manajemen, dia mempersiapkan kerangka restrukturisasi organisasi dan finansial untuk jangka menengah. Hasilnya luar biasa. Laba bersihnya naik 29,3 % menjadi Rp 1,295 triliun, dan EBITDA margin mencapai 26,1 % pada tahun 2006. Bahkan untuk pertama kalinya Semen Gresik Tbk masuk kelompok 7 BUMN yang paling menguntungkan. Semen Gresik memperoleh kenaikan laba bersih yang sangat tinggi, padahal penjualan semen secara nasional hanya naik 1,7 %. Baik PT Indocement maupun Holcim mengalami penurunan laba bersih. Nilai valuasi Semen Gresik melonjak dari US$105 per ton menjadi US$165 per ton per Agustus 2007. Dengan demikian valuasi Semen Gresik, jauh lebih tinggi dari para pesaingnya. Sementara harga sahamnya yang pada September 2006 'hanya' Rp 27.500/lembar, naik menjadi Rp38.500 pada 27 Desember 2006. angkanya naik lagi menjadi Rp54.500/lembar pada 11 Juli 2007 atau meningkat 98% sejak September 2006. Pada 1 Oktober 2007, Moodys Investor Services memberikan peringkat Ba2 dengan prospek stabil kepada

3 of 4

26/09/2013 21:24

DR. Rizal Ramli: Sistem Demokrasi yang Tercemar Memerlukan Peru...

http://www.rizalramli.org/index.php?option=com_content&view=artic...

PT Semen Gresik, dua tingkat lebih tinggi dibandingkan peringkat

Republik Indonesia.

Jejak langkah Rizal Ramli di pemerintahan itu, tak pelak lagi menunjukkan konsistensi pada perbaikan kesejahteraan rakyat banyak, kemampuan leadership-nya yang kuat, tegas, inovatif, serta berani mengambil keputusan dengan berbagai langkah terobosan pada saat yang sulit. Rizal Ramli juga konsisten mempertahankan kebijakan ekonomi Pro-Rakyat dengan keberaniannya menghadapi tekanan dari negara adi daya dan institusi seperti IMF dan Bank Dunia, seperti ketika renegosiasi . harga listrik swasta PLN. Jadi, tak salah jika Rizal Ramli mendapat julukan Sang Penerobos alias redaksi@buletininfo.com Sumber : http://buletininfo.com/?menu=news&id=7315
Last Updated on Saturday, 30 April 2011 15:26

All Rights Reserved 2013 Design: mambasana.ru

4 of 4

26/09/2013 21:24

Bencana Saham Krakatau Steel

http://www.rizalramli.org/index.php?option=com_content&view=artic...

Menu
Halaman Utama Biografi Buku Lokomotif Perubahan Kolom
opini Wawancara Redaksi Kliping

Bencana Saham Krakatau Steel


Sunday, 14 November 2010 22:32

Wawancara DR. Rizal Ramli

Bencana Saham Krakatau Steel


METRO TV, Jumat, 5 November 2010, pk.18:00. ___________________________________________

Galeri Radio Perubahan

Redaksi: Ada apa dibalik penawaran saham perdana PT. KRAKATAU STEEL ? Untuk membahas yang menarik ini telah hadir bersama saya ekonom senior Rizal Ramli, dan juga ada pengamat pasar modal Adler Manurung. Ini bang Rizal pakai baju hitam-hitam, kita memang sedang berduka sedang banyak bencana, apa memang bang Rizal memang begitu berduka ? RR: Saya dan seluruh bangsa Indonesia betul-betul berduka dengan berbagai bencana ini, itulah sebabnya saya pakai baju dan dasi hitam. Saya juga berdoa mudah-mudahan segala dosa kita, dosa pemimpin dan rakyat kita diampuni oleh Allah Yang Maha Kuasa dan kita dibebaskan dari bencana yang 7ada hen7 ini. Redaksi: Bang ditengah-tengah bencana yang memang bertubi tubi datang ada Wasior, ada Mentawai, ada Merapi, ada sesuatu yang pantas kita perha7kan yakni pelepasan saham perdana PT. Krakatau Steel. Sudah ada penjelasan dari pak Menko Perekonomian, berikan keterangan selengkap-lengkapnya kepada masyarakat, ada juga penjelasan yg diberikan oleh menteri BUMN. Cukupkah sebetulnya apa yang dilakukan oleh pemerintah itu? RR: Sayangnya 7dak ! Karena penjelasannya 7dak didukung oleh fakta-fakta sehingga menimbulkan banyak spekulasi. Tapi yang paling pen7ng, kasus dan keinginan untuk menjual Krakatau Steel ini bukan yang pertama. Dulu waktu pemerintahan Habibie juga mau dijual. Yang akan membeli perusahaan di Karibia dengan modal hanya US$ 100 ribu. Waktu itu diramaikan, akhirnya batal. Tahun 2008, saya ditelepon oleh Presiden Komisaris dari Krakatau Steel pada waktu itu, pak Ruki yang sekarang Wakil Ketua BPK, dia katakan mas Rizal, ini kita komisaris nggak bisa ngomong tapi Krakatau Steel mau dijual kepada investor strategic, dan menurut pak Ruki ini nggak benar, ini perusahaan bagus sayang sekali dan pada waktu itu kami berbicara di DPR, berbicara dimedia, akhirnya penjualan itu dibatalkan. Redaksi: Kalau sekarang akan dilakukan penjualan saham pelepasan saham perdana PT. Krakatau Steel. Apa sebetulnya yang melatarbelakangi sejauh yang diketahui bang Rizal? RR: Saya sendiri agak bingung karena pada 2008 itu kami pelajari laporan keuangan Krakatau Steel, memang perlu ekspansi sekitar 2,5 juta ton karena permintaan didalam negeri terus meningkat. Tetapi untuk membiayai ekspansi, cukup dari retained earning dari Krakatau Steel dan keuntungannya kira-kira 1 triliunan, jadi kalau hanya perlu uang 250 juta dolar, saat ini sangat mudah didapatkan baik dari konsorsium perbankan dalam negeri ataupun dengan menerbitkan obligasi tanpa perlu menjual saham. Jadi sebetulnya masih ada opsi yang lain, kok ini ngotot mau jual? Jual, jual..!!! Saya ingin memberikan saran kepada Presiden SBY kalau mau menjual aset monggo.. silahkan, tapi tolong dijual aset-aset yang dibangun oleh pemerintah SBY. Jangan menjual aset yang dibangun dengan susah payah dulu oleh Presiden Soekarno, pakai pinjaman dari Rusia untuk Krakatau Steel, dilanjutkan oleh Pak Harto pakai pinjaman dari Jerman. Jangan begitulah, kalau mau jual, tolong jual aset yang dibangun oleh pemerintah SBY.

1 of 4

26/09/2013 21:25

Bencana Saham Krakatau Steel

http://www.rizalramli.org/index.php?option=com_content&view=artic...

Redaksi: Sekali lagi Bang Rizal, poinnya adalah sebetulnya industri strategis itu sebaiknya dijual atau 7dak dijual sahamnya kepasar? RR: Sebaiknya industri strategis jangan. Kalau industri yang konsumer, toh sudah banyak swasta dalam negeri, dijual mungkin nggak ada masalah. Tapi khusus untuk industri-industri strategis seper7 Krakatau Steel, saya kira pemerintah harus mencari jalan lain, jangan menggunakan cara-cara yang sangat merugikan. Di Amerika saja pernah Cina mau membeli Unocal dengan harga yang bagus, tapi Amerika menolak karena menurut per7mbangan strategis 7dak mau Cina menguasai industri minyak, akhirnya dibatalkan, walaupun transaksinya sudah nyaris jadi. Atau ada kasus dimana salah satu perusahaan dari Qatar ingin membeli pelabuhan di Amerika, akhirnya dibatalkan juga. Redaksi: Jadi poinnya, sebetulnya apakah sekarang ini dalam kasus Krakatau Steel seharusnya kita lihat kedudukan strategis, seper7 apa strategisnya Krakatau Steel sehingga kemudian kita putuskan dijual atau 7dak dijual seper7 itu? RR: Kalau saya melihat apa yang sudah terjadi, jelas ada pat gulipatnya. Karena ada pejabat yang mengatakan ini price to book value nya lebih rendah dari perusahaan baja Inggris MiAal dll. Jangan lupa perusahaan seper7 MiAal itu se7ap kali nilai bukunya direvaluasi, disesuaikan dengan harga pasar. Banyak dari BUMN kita belum pernah melakukan revaluasi, masih harga historis. Jadi kalau dilakukan revaluasi yang sungguh-sungguh, disesuaikan dengan harga pasar, maka book value-nya itu akan jauh lebih 7nggi sehingga price book value-nya akan jauh lebih rendah dari MiAal maupun dari Exelcior. Pak Menko Ekuin mengatakan bahwa ini lebih mahal, saya mohon maaf karena kebanyakan BUMN Indonesia 7dak pernah melakukan revaluasi. Oleh karena per7mbangan itu, saya sarankan kepada presiden SBY untuk membatalkan ini, kalaupun ada denda dan tuntutan tentu bisa diselesaikan dan jumlahnya sangat kecil. Krakatau Steel bisa mencari dana dari konsorsium perbankan dalam negeri atau dengan menerbitkan obligasi saat ini sangat mudah untuk melakukan hal tersebut. Redaksi: Tapi sestrategis apa sebetulnya Krakatau Steel dalam konteks industri kita sebetulnya bang Rizal? RR: Industri baja karena memang biaya investasinya yang mahal sering di satu negara hanya ada satu atau dua saja. Jadi sifatnya itu kalau nggak monopoli, ya oligopolis7k, sehingga harganya itu sangat menguntungkan. Harganya itu premium diatas harga kompe77f, dalam penger7an ini sangat strategis. Yang kedua tentu terkait dengan industri persenjataan, industri barang-barang modal dan permesinan, menurut saya ini industri yang bagus, perkiraan permintaan dimasa yang akan datang juga sangat baik. Kalau hanya mencari 250 juta Dollar, menteri BUMNnya mengatakan 7dak bisa, ya 7dak usah jadi Menteri BUMN, itu pekerjaan sangat simple. Redaksi: Jadi banyak alterna7f-alterna7f lain yang bisa ditempuh untuk pendanaan dan pengembangan Krakatau Steel ? RR: Ya, betul. Redaksi: Dan kalau sekarang ini melihat pilihan untuk melakukan go public ini dianggap sesuatu yang terlalu merugikan bagi kepen7ngan bangsa kita? RR: Saya ingin berikan contoh pada saat saya Menko, PLN itu nyaris bangkrut. Direksinya minta gampang, minta disun7k utangnya diambil alih oleh pemerintah, kami 7dak mau. Kami minta PLN melakukan revaluasi aset, karena harga-harga asetnya itu harga historis dari belasan tahun yang lalu, 7dak pernah direvaluasi, hasilnya apa? Aset PLN naik dari Rp. 52 triliun menjadi Rp. 202 triliun. Modal PLN yang tadinya nega7f, sudah nyaris bangkrut minus Rp. 9,1 triliun, naik menjadi Rp. 119,4 triliun dan PLN sehat sehingga bisa kembali menerbitkan surat hutang dan obligasi. Redaksi: Ini ada sesuatu yang menarik mengenai revaluasi aset dan rekayasa dari sistem keuangannya. Yang jadi pertanyaan saya, industri baja disemua negara itu ibarat the mother of the factory, negara-negara lain mengembangkan baja, metalurgi kemudian manusianya untuk membangun negaranya. Dimana kita melihat kondisi kita selama ini?

2 of 4

26/09/2013 21:25

Bencana Saham Krakatau Steel

http://www.rizalramli.org/index.php?option=com_content&view=artic...

RR: Omongan bung Karno itu sama dengan omongan Perdana Menteri Nehru di India, sama juga dengan pemimpinpemimpin Cina dan mereka konsisten mengembangkan industri baja dan industri mesin. Karena dengan industri baja dan mesin bisa membuat mesin-mesin lagi, sehingga mereka bisa kuat secara teknologi dan industri. Dibandingkan dengan pengalaman Indonesia, kita itu membangun industri konsumen. Bahan baku kita mes7 impor, komponennya mes7 kita impor, kedalaman industri kita itu sangat rendah sangat shallow. Justru dengan adanya industri baja, industri mesin-mesin, baru Indonesia bisa menjadi negara yang maju. Redaksi: Bang Rizal pernah dipemerintahan, apakah memang kita 7dak punya visi untuk membangun Indonesia sebagai negara industri yang kuat? RR: Ada dua school of thinking dipemerintahan, yang satu yang sangat percaya dengan mekanisme pasar dan menganggapnya sebagai agama, serahkan semua kepada mekanisme pasar. Kalau itu yang terjadi, pasar itu tentu memilih yang paling gampang yaitu memproduksi barang-barang yang hanya dibutuhkan oleh konsumen. Coba bayangkan Indonesia produksi mobil 600 ribu unit penjualannya per tahun. Korea dulu waktu pertama membangun industri mobil modalnya hanya pasar dalam negeri kurang dari 150 ribu unit. Dari modal pasar dalam negeri itu mereka bisa membangun industri mobil yang bisa ekspor kemana-mana. Kita karena memang 7dak memiliki visi, 600 ribu itu cuma lines assembly hanya untuk jadi konsumen. Jadi para ekonom dan pejabat yang berpikir pasar itu adalah segala-galanya, akhirnya hanya akan membuat bangsa kita ini menjadi bangsa konsum7f. Redaksi: Kelompok yang satu lagi kalah dalam pertarungan school of thinking tadi pak? RR: Kalah, karena mereka dibantu oleh kekuatan asing oleh IMF dan Bank Dunia. Sementara pikiran-pikiran bahwa Indonesia memerlukan kekuatan sendiri, baru menguat setelah dua tahun terakhir, mulai tumbuh dan bangkit kembali. Redaksi: Kalau bang Rizal sendiri apa kemudian solusi terbaik yang bisa kita tempuh dalam kasus Krakatau Steel? RR: Dalam kasus Krakatau Steel, saya menghimbau kepada presiden SBY hen7kanlah proses IPO ini, karena Bapak 7dak berhak. Ini dulu dibangun dengan susah payah oleh Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto. Untuk membiayai pengembangan ekspansi penambahan kapasitas Krakatau Steel 2,5 juta ton atau sekitar 250 juta Dollar bisa dengan menarik pinjaman atau menerbitkan obligasi dan toh sudah ada retained earning yang lumayan dan sudah ada cash ow Krakatau Steel yang cukup bagus. Permintaan dimasa depan terhadap produk baja, itu lumayan 7nggi. Dengan itu Pak Presiden SBY akan diingat sebagai seorang pemimpin yang baik, yang tahu cara untuk mengembangkan BUMN. Saya ingat dulu satu contoh waktu saya Menko, pemerintah perlu uang, yang paling gampang kan jual saham Telkom atau Indosat, tapi itu 7dak kami lakukan. Kami pisahkan cross ownership dan cross-management antara Telkom dan Indosat. Akibat dari langkah ini pemerintah menerima pajak daripada transaksi cross over dan selisih revaluasi. Pemerintah terima 4 triliun rupiah tanpa menjual satu lembar sahampun. Redaksi: Jadi banyak cara untuk jalan keluarnya? RR: Banyak cara, jadi kalau menterinya hanya bisa sekedar jual aset, kasihan Republik ini. Redaksi: Tapi kalau dengan pengalaman kita telah menjual INDOSAT segala macam itu, apakah kemudian itu ada kekeliruan yang harus dijadikan pelajaran supaya 7dak terulang lagi? RR: Sangat besar, INDOSAT kita jual dengan harga murah, harganya sekarang enam kali atau tujuh kali lebih 7nggi dan fungsi strategis daripada telekomunikasi Indonesia juga sudah dikuasai oleh asing. Redaksi: Kalau pemerintah tetap jalan apa yang harus dilakukan sebaiknya oleh pemerintah? RR: Ini menunjukkan pemerintah 7dak cerdas. Karena kerugian bisa dihitung dari denda atau tuntutan hukum dengan kerugian yang akan terjadi. Kalau ini dilakukan itu sangat kecil. Yang kedua, Krakatau Steel punya ar7 strategis, jangan semua asal jual. Saya dulu ingat waktu zaman ibu Megawa7, menteri yang sama, menteri yang dari neoliberal menyarankan untuk menjual lapangan terbang Soekarno-HaAa. Saya telepon keluarga Bung HaAa apakah setuju dijual? Keluarga Bung HaAa mengatakan, mereka setuju asal yang dijual bagian Soekarno saja.

3 of 4

26/09/2013 21:25

Bencana Saham Krakatau Steel

http://www.rizalramli.org/index.php?option=com_content&view=artic...

Kemudian saya bikin wawancara jadi headline di koran sore, saya katakan kalau pemerintah Megawa7 mau jual silahkan jual bagian Soekarno saja. Syukur alhamdulillah mbak Mega cukup responsif dan menger7 dan membatalkan. Saya dengar sekarang juga menteri BUMN mau jual Cengkareng, saya mau menyarankan kalau mau jual, jual yang pemerintah SBY bangun, jangan yang Bung Karno atau Presiden sebelumnya bangun. Redaksi: Bang, apakah ini persoalan gengsi juga, katanya kalau sudah go public, lis ng dipasar modal, apalagi bisa di New York itu kemudian gengsinya lebih 7nggi? RR: Kita kan bukan hidup dari gengsi. Selama return di Indonesia menarik, investor asing akan datang kok. Selama ini return di Indonesia rela7f menarik, 7nggi dibandingkan di Eropa, dibandingkan di Amerika. Ini mental-mental cara berpikir kerdil. Cobalah berpikir lebih besar, kita ini bangsa yang besar harus punya pikiran yang besar. Jadi begini, sebagusnya pemerintah ini mampu meningkatkan nilai aset ! Ini meningkatkan 7dak bisa, kok malah ngurangin. Jadi jangan begitu dong, kalau 7dak bisa nambah aset, ya jangan ngurangin. Terima kasih. ***

All Rights Reserved 2013 Design: mambasana.ru

4 of 4

26/09/2013 21:25